Kamis, 14 Maret 2024

SI PALING AHLI KARTOGRAFI

Pernah lihat bola dunia? Benda yang pastinya tak asing lagi bagi kita selaku pelajar. Biasanya tuh globe ini mangkal dalam lemari kaca di kelas atau teronggok tak berdaya di meja perpustakaan. Jangan ditanya peran bola dunia ini dalam dunia pendidikan. Pastinya penting banget biar kita paham kalo Allah swt ciptakan bumi itu bundar, bukan datar!

Yang mesti kita pertanyakan, kok bisa ya ada orang yang kepikiran bumi itu bulat lalu dibuat miniaturnya. Bener-bener gak habis Fikri dan di luar Nurul. Kalo orang biasa, pastinya gak mau ambil pusing mikirin tentang bumi yagn luas terus gimana caranya pergi ke berbagai tempat di belahan dunia lain. Boro-boro mikirin jalan-jalan ke berbagai tempat, ngubek di wilayahnya sendiri aja masih nyasar. Saat itu nggak ada petunjuk jalan. Apalagi aplikasi Google Maps atau Waze. Karena itulah pentingnya ilmu kartografi biar tak tersesat sana sini.

*# Kartografi, Apaan Sih?*

Sebelum bicara kartografi, kita kenalan dulu dengan yang namanya peta. Pastinya udah gak asing dong dengan temennya Dora the Explorer ini. Kalo menurut kamus online wikipedia, peta adalah gambaran permukaan bumi yang ditampilkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar handphone.

Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Peran peta sangat penting biar manusia nggak nyasar kalo mau pergi ke suatu tempat. Nah, ilmu pembuatan peta itu yang dinamakan kartografi.

Lengkapnya, Kartografi (berasal dari bahasa Yunani chartes, "papirus, selembar kertas, peta", dan graphein, "tulis") merupakan sebuah studi dan seni membuat dan mempelajari peta. Kartografi menggabungkan sains, estetika, dan teknik, sehingga peta yang dihasilkan lebih akurat, jelas dan menarik.

Dulu bentuk awal peta dibuat dengan tanah liat, dilukis dengan tangan pada dinding gua atau pada perkamen alias kertas yang dibuat dari kulit binatang. Konon, peta pertama yang menunjukkan wilayah berupa perbukitan dan lembah adalah peta dari peradaban Mesopotamia yang dibuat 600 tahun sebelum Masehi.

Ilmu Kartografi mencapai puncak kejayaannya di Yunani dan Roma berkat kerja keras Ptolemaeus, yang lebih dikenal dengan nama Ptolemy pada 85 sampai 165 sebelum masehi. Dia berhasil menciptakan sebuah peta dunia yang digambarkan berdasarkan pembagian Garis Lintang atau Latitude sekitar 60 derajat Lintang Utara (N) sampai dengan 30 derajat Lintang Selatan (S). Dia juga menulis sebuah karya besar yang disebutnya “Geographike Hyphygesis” (Guide to Geography), yang merupakan acuan ilmu Geografi yang mendunia. Bagaimana dengan peradaban Islam?

*# Ilmuwan Islam Pencipta Globe*

Sebagai agama yang sempurna, ketinggian peradaban Islam tak luput dari karya agung para ilmuwannya yang berkaitan dengan peta dan kartografi. Salah satunya yang dikenal sebagai Pencipta Globe alias bola dunia, Al-Idrisi.

Nama lengkapnya *Abu Abdullah Muhammad al-Idrisi al-Qurtubi al-Hasani al-Sabti* atau Muhammad al-Idrisi yang lahir di kota Afrika Utara Ceuta (dulu dikenal dengan nama Sabtah - karena itu disebut dengan Al Sabti) yang termasuk bagian dari Kekaisaran Murabitun. Al-Idrisi merupakan keturunan para penguasa Idrisiyyah (nama Al Idrisi merujuk pada kata ini) di Maroko. yang merupakan keturunan Hasan bin Ali, putra Ali dan cucu nabi Muhammad (nama Al Hasani menunjukan bahwa beliau keturunan Hasan bin Ali.

Al-Idrisi adalah geografer dan kartografer (pembuat peta) termasyhur di abad ke-12 M yang tinggal di Sisilia, tepatnya di istana Raja Roger II (Sultan Ar Rujari). Kepopuleran Al-Idrisi dalam dua bidang ilmu sosial itu telah membuat sang raja yang beragama Nasrani itu kepincut. Apalagi, Raja Roger II sangat tertarik dengan studi geografi.

Salah satu proyek besar yang dikerjakan Al-Idris adalah pembuatan peta dunia pertama yang akurat. Al-Idris dan Raja Roger II bersepakat proyek pembuatan peta dunia itu akan diselesaikan dalam tempo 15 tahun. Guna mewujudkan ambisinya, didirikanlah akademi geografer yang dipimpin Raja Roger II dan Al-Idrisi.

Megaproyek pembuatan peta dunia itu melibatkan 12 sarjana dan sebanyak 10 orang di antaranya adalah ilmuwan Muslim. Adalah berkah tersendiri bagi Al-Idrisi bisa mengerjakan pembuatan peta itu di kota Palermo. Sebab, di kota itulah para navigator dari berbagai wilayah seperti Mediterania, Atlantik dan perairan utara kerap bertemu.

Al-Idrisi menggali informasi dari setiap navigator yang tengah beristirahat di Palermo. Ia bersama timnya mewawancarai dan menggali pengalaman para navigator. Penjelasan dari seorang navigator akan dicocokkan kepada navigator lainnya. Hasil kajiannya itu lalu dirumuskan. Setelah bertahun-tahun menyaring fakta yang berhasil dikumpulkan, akhirnya pada tahun 1154 M peta itu selesai. Al-Idrisi secara gemilang membuat peta bola bumi alias globe dari perak dengan berat sekitar 400 kilogram.

Globe perak ciptaan al-Idrisi mendapat apresiasi positif dari para ilmuwan Barat. “Saat itu, para ahli geografi dan kartografi Barat masih menggunakan pendekatan simbolis dan fantasi,’‘ ungkap Frances Carney Gie dalam tulisannya berjudul Al-Idrisi And Roger’s Book. Alih-alih menggunakan pendekatan ilmiah seperti yang dilakukan para ilmuwan Muslim, para sarjana Barat ternyata masih bertumpu pada hal-hal mistis dan tradisional dalam membuat peta.

Menurut Dr A Zahoor dalam tulisannya berjudul Al-Idrisi, saat melakukan ekspedisi mengelilingi dunia, Columbus menggunakan peta yang dibuat Al- Idrisi. Inilah salah satu fakta lainnya yang dapat mematahkan klaim Barat bahwa Columbus merupakan penemu benua Amerika yang pertama.

Teman surga, al-Idrisi merupakan salah satu dari sekian banyak Ilmuwan Islam jenius yang patut kita teladani. Ketelitian dan kegigihannya dalam membuat peta dengan tingkat akurasi tinggi, menunjukkan karakter seorang Muslim yang pantang menyerah untuk ngasih kontribusi positif bagi kebaikan Islam dan kaum Muslimin. So, kini saatnya kita menjadi bagian dari barisan muslim sejati yang tak berhenti untuk selalu berkontribusi, layaknya al-Idrisi. Kuncinya, ngaji. Kuy! []

_Buletin Teman Surga Edisi #229 (Safar 1445 / Agustus 2023)_

http://taplink.cc/temansurga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar