Wabah pandemi covid-19 sudah lama berakhir. Namun jejak digitalnya, masih merajalela. Bukan, pemberitaan warga yang terpapar virus, tapi perilaku digital imbas dibatasinya aktifitas luar rumah saat pandemi lalu. Terutama di kalangan remaja yang belum bisa move on dari perilku screen time yang over. Waduh!
Dan ternyata, berdasarkan sebuah laporan firma riset data.ai, “State of Mobile 2023”, masyarakat Indonesia berada di ranking teratas secara global sebagai pengguna internet terlama di dunia tahun 2022 lho. Hal ini diketahui dari data durasi screen time dengan rata-rata 5,7 jam per hari. Lebih tinggi sedikit bila dibandingkan dengan Brasil dan Arab Saudi yang mempunyai waktu sekitar 5,3 jam tiap harinya, disusul Korea Selatan dan Singapura. Dan Gen Z adalah kelompok tertinggi yang lama melakukan screen time-nya, yakni mencapai 35%!
*# Hati-hati Dampak Buruk Screen Time!*
Di balik keseruan bermain HP, banyak dampak negatif yang menyertainya kalo kita kebablasan durasi screen timenya. Apa saja?
*1. Mager Mode: ON!*
Kalo udah betah screen time, biasanya auto mager. Tiduran di kasur sambil scrolling media sosial memang pw banget. Apalagi kalo sambil ngemil makanan ringan. Gak mau berhenti. Kebayang kalo selama screen time, ngunyah terus. Alamat tambun tuh badan. Kalo udah gini, obesitas mengintai remaja. Hati-hati!
Tahu kan kalo obesitas itu berpotensi menimbulkan serangkaian masalah kesehatan lainnya lo, seperti kolesterol, asam urat, diabetes, darah tinggi, dan lainnya. Belum lagi, gangguan mata akibat posisi layar dan radiasi ponsel. Ih jangan sampai deh!
*2. Waktu Tidak Produktif*
Saat liburan, remaja paling banyak mengisi hari-hari liburnya hanya di depan layar gadget. Mentang-mentang gak ada kegiatan sekolah, ngerasa punya me time seharian untuk cari hiburan dari genggaman tangan. Ngerinya, kontent sosial media kan gak ada sensor.
Dan pastinya, kontent mendidik kalah banyak dengan konten unfaedah yang joget-joget gak karuan, prank, sampai kontent untuk konsumsi dewasa. Belon lagi, game online yang nyandu bikin remaja ogah geser dari tempat duduknya. Waktu produktifnya hangus!
*3. Mudah Cemas dan Stres*
“Anak-anak yang cenderung memiliki banyak screen time dan menggunakan media sosial tanpa aturan dapat mengalami masalah kesehatan mental. Anak-anak ini menonton konten kekerasan atau mengganggu yang dapat merusak kesehatan mental mereka. Ini bisa menjadi masalah yang memprihatinkan karena anak-anak bisa menjadi stres, cemas, depresi, kasar, frustrasi, dan juga merasa kesepian,” kata ahli bedah umum AS, Dr Vivek Murthy.
*# Waktumu Masa Depanmu*
Tanpa sadar, screen time sering kali merenggut quality time kita. Saking asyik dan serunya berselancar di dunia maya, jadi lupa waktu dan lupa diri. Lupa kalo waktu yang udah berjalan gak bisa balik lagi. Waktu yang sudah terbuang gak bisa didaur ulang. Padahal dalam urusan waktu, Islam udah wanti-wanti agar kita jangan teledor.
Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah menyebutkan sebuah perkataan: _“Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan”_ *(Dinukil oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Al-Jawaab Al-Kaafi hal 109 dan Madaarijus Saalikiin 3/129)*
Ibnul Qoyyim rahimahullah juga berkata: _“Waktu seseorang itulah hakekat umurnya, dialah penentu kehidupan abadinya (di kemudian hari), apakah dalam kenikmatan abadi ataukah dalam kehidupan sengsara dalam adzab abadi yang pedih. Waktu berlalu lebih cepat dari aliran awan. Maka siapa saja yang waktunya dihabiskan untuk Allah dan karena Allah maka waktu itulah hakekat umur dan kehidupannya. Adapun selain itu (jika waktunya tidak dihabiskan untuk dan karena Allah) maka waktu tersebut pada hakekatnya bukanlah termasuk kehidupannya, akan tetapi kehidupannya laksana ibarat kehidupan hewan. Jika ia menghabiskan waktunya dalam kelalaian dan syahwat, serta angan-angan yang batil, dan waktu yang terbaiknya adalah yang ia gunakan untuk tidur dan nganggur maka matinya orang yang seperti ini lebih baik dari pada hidupnya” (Al-Jawaab Al-Kaafi hal 109)_
Syaikh ‘Abdul Malik Al Qosim turut mengingatkan, _“Waktu yang sedikit adalah harta berharga bagi seorang muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat atau beberapa jam bisa berbuah kebaikan, maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia benar-benar merugi. Dan namanya waktu yang berlalu tidak mungkin kembali selamanya.”_ *(Lihat risalah “Al Waqtu Anfas Laa Ta’ud”, hal. 3)*
Biar gak teledor sampai lupa menyukuri nikmat waktu, pastikan kita jadikan setiap waktu kita berkualitas. Meskipun sedang screen time. Caranya?
# Pertama, setiap waktu yang kita pakai bisa menambah pahala. Kalo lagi screen time dan berselancar di dunia maya, jadikan sarana untuk berdakwah. Sharing nasihat, quote dakwah, atau catatan kebaikan yang bisa menginspirasi pembacanya untuk berbuat baik. Nggak usah baperan meski yang ngasih jempol, komentar, atau share-nya cuman seuprit. Just do it. Karena tujuan kita ridho Allah dan berbuah pahala dari jejak digital yang kita tinggalkan.
Dan kalo pas lagi gak ada kuota, manfaatkan waktu untuk mengurangi screen time. Alokasikan waktunya untuk aktifitas ibadah yang berbuah pahala. Shalat sunah, baca qur’an, atau membantu orang lain yang membutuhkan.
Ibnu Mas’ud berkata, _“Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”_
# Kedua, setiap waktu yang kita pakai bisa menambah ilmu. Ini quality time yang tak boleh terlewatkan. Selama kita hidup, kita dituntut untuk terus belajar, berkembang, dan menambah kapasitas keilmuan. Lantaran saban hari, masalah datang silih berganti. Bukan cuman soal ujian sekolah yang bikin pusing tujuh keliling. Tapi justru masalah di luar sekolah yang bisa merenggut masa muda saat kita gak nemu jalan keluarnya.
Karena itu, jangan habiskan waktu kita dengan aktifitas unfaedah berbalut screen time. Manfaatkan waktu kita untuk membaca buku pelajaran, melahap bacaan Islam, melototin video dakwah, olahraga, atau aktifitas fisik untuk mengasah skill.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.”_ *(HR. Tirmidzi, no. 2317; Ibnu Majah, no. 3976)*
Nah Teman Surga, kurangi durasi screen time yang hanya dihabiskan untuk mabar, nonton video unfaedah, atau scrolling gaje lini masa sosial media. Mari jadikan setiap waktu kita quality time untuk nambah pahala dan nambah ilmu. Karena waktumu, masa depanmu! []
Tidak ada komentar:
Posting Komentar