Kamis, 14 Maret 2024

MY SCHOOL MY ADVENTURE

Minggu ini, sebagian besar siswa kembali menginjakkan kakinya di planet sekolah. Setelah sekian purnama kebanyakan mereka berselancar di dunia maya dan menghilang dari dunia nyata. Teman dekatnya, cuman gadget. Dan aktifitasnya mabar everyday.

Tak terasa, kini harus balik ke rutinitas harian sebelum libur panjang. Bangun pagi, shalat shubuh, mandi, siapkan buku pelajaran, sarapan, langsung cus berangkat sekolah.

Bedanya, ini tahun ajaran baru. Itu artinya, semua pelajar yang mengenyam pendidikan formal ketemu dengan suasana yang lain dari biasanya. Lantaran, ada yang naik kelas, pindah sekolah, atau naik tingkat ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Terutama teman-teman kelas 7 dan 10. Kamu?

*# Suasana Baru, Rasa Baru*

Senang, sedih, was-was, harap-harap cemas, semua rasa campur jadi satu. Gimana nggak, rasa senang karena bisa naik kelas atau pindah ke sekolah baru. Sedih ketika harus berpisah dengan teman-teman sekelas yang udah setahun seru-seruan bareng. Was-was kalo kepikiran harus mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Dan harap-harap cemas saat pertama ketemu teman-teman dan guru-guru baru. Asyik gak ya?

Suasana baru pastinya menjanjikan sesuatu yang berbeda. Sekolah baru tempat belajar bagi yang naik ke SMP atau SMA. Makanya di awal masuk ada agenda MPLS alias Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah. Ini penting banget diikutin oleh siswa baru, biar nggak nyasar nyari toilet kalo lagi kebelet.

MPLS bagi siswa baru itu ibarat tour guide yang membantu menunjukkan apa aja ‘isi’ sekolah. Mulai dari bangunan sekolah yang meliputi ruang kelas, toilet, perpustakaan, kantin, ruang guru, mesjid/musholla, ruang osis, laboratorium, lapangan upacara, lapangan basket, lapangan voli, tempat parkir, pos satpam, dan sebagainya. Setiap sekolah pastinya beda-beda ya. Tapi setidaknya, nggak jauh dari daftar bangunan di atas lha ya.

Selanjutnya, siswa baru juga dikenalkan pada guru-guru dan staff. Mulai dari wali kelas, guru olahraga, guru agama, guru praktik, kepala sekolah, petugas kebersihan, penjaga keamanan, hingga pegawai tata usaha. Enak banget kalo kita bisa dekat dengan mereka semua. Minimal kenal nama dan tak sungkan say hello. Biar kalo ada masalah di sekolah, mereka bisa gerak cepat beri bantuan layaknya keluarga.

Bagi siswa baru, yang satu ini juga nggak kalah pentingnya. Perkenalan ekstra kurikuler. Seperti olahraga yang biasanya meliputi futsal, basket, voli, bela diri, atau berenang. Ada juga yang berkaitan dengan keterampilan seperti Pramuka, PMR, Polisi Keamanan Sekolah, Komputer, atau Karya Ilmiah Remaja. Nggak ketinggalan, ekskul rohis alias kerohanian Islam di sekolah yang mayoritas pelajarnya muslim. Silakan deh pilih salah satu yang kamu suka atau favoritkan biar tambah banyak teman dan banyak kegiatan. Seru!

*# Nikmati Tantanganmu*

Suasana baru tak selalu ngasih sesuatu yang seru. Terkadang, ada juga pengalaman yang bikin nyali kita ciut atau dilanda ketakutan yang tak beralasan. Itu normal sih. Bagian dari hadiah yang Allah swt kasih agar kita bisa bersikap lebih dewasa. Orang tua bilang, pelajaran kehidupan yang tak diajarkan di sekolah.

Uniknya, pelajaran kehidupan ini justru kita temui di lingkungan sekolah. Rumah kedua yang akan selalu mengisi hari-hari kita. Apa aja?

Pertama, teman-teman baru. Naik kelas pastinya bakal nempatin kelas baru untuk belajar. Apalagi siswa baru, udah pasti bukan cuman kelasnya tapi sekolahnya juga baru. Dan hal pertama yang bakal kita temui adalah teman-teman baru. Baik teman sekelas atau teman satu sekolah.

Emang sih, kalopun naik kelas paling ketemu sama mereka yang wajahnya sering kita lihat. Meski gak dekat, tapi satu sekolah dan awalnya beda kelas. Sekarang satu kelas, pasti bakal keliatan deh gimana hari-harinya di kelas, saat ngikutin pelajaran, atau pertemanan.

Teman baru, baik baru ketemu atau baru satu kelas, idealnya seperti yang kita harapkan. Baik, penolong, ramah, cakep, dan segudang sikap positif bak berteman dengan malaikat. Namun kenyataannya, kita mesti siap dengan mereka yang menurut kita ternyata toxic friend alias teman beracun. Jahil, suka nyinyir, tengil, bully, atau doyan nyerempet maksiat. Waduh!

Siapapun teman baru yang kita temui, jangan dibaperin. Anggap aja itu kado dari Allah swt agar kita bisa lebih dewasa dalam berteman. Kita bisa memilih dengan siapa kita mau berteman. Tapi kita harus bersikap baik pada setiap teman meski responnya tak sesuai yang kita harapkan. Woles aja. Gak ada ruginya berbuat baik.

Kedua, pelajaran baru. Naik tingkat pendidikan otomatis ketemu dengan pelajaran yang boleh dibilang lebih sulit dari sebelumnya. Normal aja kan sama seperti kita main game. Tamat level satu, level berikutnya pasti bakal ada tantangan yang lebih berat. So, hadapi aja.

Karena saat kita naik tingkat, itu artinya kita sudah pantas dan siap menghadapi pelajaran yang lebih berat. Tak ada yang sulit selama kita mau tekun belajar. Kerena setiap pelajaran yang kita anggap sulit, pada hakikatnya kita belum tahu ilmunya aja. Kalo udah diajarin oleh guru, ditambah baca buku, terus diulang selalu, yakin deh jawabannya akan ketemu.

So, keep learn, grow and fun. Tetaplah belajar agar kita dapat bertumbuh dengan perasaan bahagia. Yuk!

Ketiga, lingkungan sekolah baru. Untuk siswa baru, ini paling kerasa. Tempat belajar yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya. Mungkin mulai dari rute dari sekolah ke rumah, angkutan umum, bangunan, gerbang, kelengkapan sarana dan prasaran, semuanya serba baru. Perlu penyesuaian.

Mungkin satu bulan cukup untuk menjadikan semua yang baru itu menjadi biasa dengan rutintias harian. Tapi kesan pertama yang dirasakan, biasanya agak bandel untuk bisa move on. Terutama kalo kesan pertamanya nggak nyaman. Seterusnya sering ada alasan untuk merasa gak nyaman. Dari berangkat sekolah hingga pulang ke rumah ibarat bawa kursi di atas kepala, repot dan pastinya bikin risih. Seperti itulah kalo perasaan kita memelihara ketidaknyamanan. Gak asyik banget.

So, di manapun kita sekolah, gimanapun kondisi tempat belajar kita, syukuri apa adanya. Percaya deh, itu hanya bisikan setan yang melemahkan semangat kita menuntut ilmu, menjemput berkah. Berbahagialah kita masih bisa mengenyam pendidikan formal sementara banyak teman-teman kita di luar sana yang putus sekolah.

*# Siapkan Bekalmu*

Namanya petualangan, di manapun tentu kita mesti punya bekal untuk menghadapi banyak hal dalam perjalanannya. Tak terkecuali di tempat baru kita mengenyam pendidikan. Kita mesti punya pegangan biar nggak ‘tersesat’ di tempat baru. Pastinya bukan nyasar ke toilet saat kita mau ke mesjid ya. Tapi tersesat kebawa salah pergaulan atau melalaikan kewajiban menuntut ilmu.

Untuk itu, bekal yang mesti kita punya gak neko-neko. Cuman prinsip hidup yang mesti kita pegang dalam setiap kondisi. Prinsip hidup yang akan menyelamatkan kita dari kerusakan diri saat ini dan masa depan. Prinsip hidup yang akan menjadi penunjuk jalan ketika kita buntu menghadapi masalah di sekolah. Prinsip hidup yang menjadi benteng pertahanan di kala ancaman budaya sesat mengincar kita. Prinsip itu, aturan islam.

Allah swt mengingatkan, _“Dan Kami turunkan kepadamu Alkitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri.”_ *[QS. An Nahl: 89].*

Makanya kita mesti mengenal Islam lebih dalam. Ikut pengajian baik di sekolah maupun di luar sekolah. Baca buku Islam baik yang berhubungan dengan pelajaran agama di sekolah atau sebagai tambahan wawasan keislaman. Yang penting, keimanan kita terus bertambah yang menjadi bekal perjalanan kita. My school, my adventure. Siapa takut! []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar