Selasa, 24 Maret 2020

Beramal Optimal dalam Kondisi Minimal (Remaja Islam Menyikapi Wabah Virus Corona)


Duka sedang melanda negeri kita. Semula biasa saja mendengar istilah corona, kini tiba-tiba bagai bencana. Si mungil yang tadinya hanya beredar di Wuhan Cina, kini mereka eksodus ke ratusan negara termasuk Indonesia.  Kabar yang dimuat di Kompas.com pada jumat (20/3) menyebutkan bahwa sebanyak 242.713 orang yang telah positif covid-19. Ini yang terdata loh ya, bagaimana dengan yang tidak atau belum terdata? Seperti fenomena gunung es gitu. Ngeri, ya!


Tak Kenal Maka Kenalan


 Hai! Barangkali masih ada yang termangu mencari tahu tentang apa itu virus corona, sini kita ngobrol dan kenalan dulu. Ada yang unik, nih. Kuy! Jadi, penamaan Corona Virus dipilih berdasarkan kemiripan bentuknya dengan crown atau mahkota. Mahkota loh, Guys! Mahkota! Temuan ini didapatkan oleh para ilmuwan di National Institute of Health (NIH), Amerika Serikat. Data ini dirangkum oleh Tribunnews.com dari Dily Mail pada 16 Maret 2020. Tapi sayangnya, ternyata mahkota itu tidak selalu menjadi simbol kekaguman. Yaa, sebagaimana virus Corona yang telah menjagal ribuan nyawa manusia ini. Adakah yang mengaguminya? Serius, pasti gak ada yang mau dipakein mahkota dari bangsa virus ini, kan? Pasti! 


Ngomong-ngomong, tahukah kamu? Ternyata virus Corona ini emang sudah ada sejak dulu, loh. Hanya saja si mungil ini memiliki setidaknya enam jenis keluarga. Nah, dari enam jenis ini mayoritas di antara mereka hanya menyebabkan flu atau demam biasa. Adapun yang tergolong berbahaya, para pakar mengidentifikasi dalam dua jenis yakni MERS-Cov dan SARS-Cov. SARS-Cov sendiri pernah mewabah di indonesia pada tahun 2002.


Masing-masing virus dari keluarga Corona ini memiliki qadar (khasiat) yang spesifik, yakni menyerang pada area pernafasan. Menurut Bapak Ahmad Rusdan, Ph.D (Ahli Biologi Molekuler), jenis paling ekstrim adalah yang terbaru saat ini. Yakni coronavirus atau disebut juga dengan Covid-19. Ia menyasar ke paru-paru dan mengakibatkan penyempitan saluran pernafasan. Inilah penyebab si penderita tiba-tiba kejang-kejang dan tumbang seperti yang beredar di banyak video. Mereka gagal nafas.


Lebih dahsyat lagi dari Covid-19 ini adalah tingkat penularan yang sangat cepat bahkan hingga jadi pandemi. Meneror dunia hingga detik ini dengan jumlah kematian yang melaju tajam karenanya. Subhanallah, horor banget! Maka, qadar dari virus mungil ini tidak boleh diremehkan, yes! Harus dipahami dan diwaspadai agar tepat dalam bersikap agar selamat semuanya, terhindar dari bahaya. Sip, ya?!


Jangan Santuy, Jangan Cemas, Ikuti Panduan!


#TemanSurga di seluruh nusantara, berita tentang pesatnya laju penyebaran Covid-19 khususnya di Indonesia pasti sudah sampai ke kamu, kan? Sejak 16 Maret 2020 sekolah-sekolah sudah diliburkan. Setidaknya dua pekan waktu yang diberikan untuk kita agar #dirumahaja. Dipilih waktu selama 14 hari ini bukan tanpa alasan loh, ya. Ada data dan penelitian yang tentu saja tidak mudah untuk peroleh angka 14 ini.


Coba sini, duduk manis dulu. Menurut para ahli, waktu 14 hari itu sangat penting untuk memotong rantai penularan virus Covid-19. Mampu menghentikan laju penularannya. Bahkan mampu menyelamatkan ribuan orang. Syaratnya, masing-masing kita harus patuh tetap diam di rumah selama 14 hari yang ditetapkan.


Jadi begini, sebagaimana tulisan dr. Raisa Broto Asmoro yang viral di sosial media, #dirumahaja ini memiliki filosofi penting, loh! Disebutkan bahwa ketika seseorang kontak dengan apapun yang bisa menginfeksi dirinya dengan Covid-19, maka harus ditunggu minimal 14 hari untuk diobservasi. Jika dalam waktu 14 hari tidak terjadi apa-apa, maka orang tersebut aman.


Masalah besarnya adalah ketika kita tidak menghiraukan perintah untuk #dirumahaja in. Masih tetap ingin serasa sebahagia dan sesantai di pantai, kita menganggap bahwa  libur 14 hari adalah waktunya bersuka ria. Bebas dari sekolah, berarti merdeka mau apa aja. STOP! Dalam kondisi wabah virus corona ini, tindakan tersebut berbahaya bagi diri sendiri juga orang lain, Bro dan Sist!


Keluguan dan kecerobohan kita tersebut akan menggagalkan pemutusan rantai wabah virus corona. Jika kita terjangkiti virus, kemudian kita berinteraksi dengan orang lain maka orang tersebut akan tertular. Begitu seterusnya hingga penularan terjadi di mana-mana. Efek domino akan berlangsung, rantai penularan akan terus berlangsung. Libur 14 hari yang sejatinya untuk mengisolasi diri agar wabah bisa ditangani pun menjadi sia-sia. Korban akan semakin banyak sedangkan tenaga dan alat medis terbatas. Apa jadinya? Bayangkan saja, sungguh mengerikan.


Namun demikian, rasa takut dan cemas berlebihan juga tidak dibenarkan. Sebagai seorang muslim, kita punya pegangan dan sandaran yang kokoh banget. Ya, pegangan kita adalah aqidah islam. sandaran kita adalah Allah SWT. Adakah yang lebih kuat dari itu semua? Pasti tidak!


Tugas kita adalah mengupayakan apa yang berada pada area yang kita kuasai. Semisal berikhtiar untuk menghindari stimulus penularan seperti berkerumun, tempat keramaian, dll. Selain itu, konsumsi makanan sehat bergizi, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan badan dan lingkungan, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker jika sedang sakit, ini semua juga masuk ke dalam wilayah yang kita kuasai dan sangat bisa kita ikhtiarkan. Gampangnya nih ya, udah deh, ikuti aja panduan yang sudah diberikan oleh para ahli yang ada. Jangan songong dan belagu buat aturan main sendiri yang justru akan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sip, ya!


Selanjutnya, tugas kita adalah perbanyak doa dan bertawakal. Meminta ampunan kepada Allah SWT. Memohon pertolongan-Nya agar segera tiba. Mengiba agar Allah SWT. memusnahkan virus corona. Merengek supaya masih ada kesempatan bagi kita untuk hidup dan menambah berat timbangan pahala. So,  jangan santuy, jangan pula cemas berlebihan. Cukup ikuti panduan!


Beramal Maksimal dalam Kondisi Minimal


Sahabat, memang tidak mudah bagi kita untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Rasa bosan pasti akan menghampiri. Tetapi ingat, kita harus tetap bersabar dan bertahan dalam masa isolasi ini demi keselamatan bersama.


Hal yang juga paling penting untuk selalu kita ingat adalah banyaknya kebaikan bagi seorang muslim dalam kondisi apapun. Ya, dalam kondisi wabah yang menggila ini, kita sangat bisa mendulang kebaikan dan mengumpulkan pundi-pundi pahala, loh. Caranya gampang banget.


Pertama, luruskan niat kita agar ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Diam di rumah untuk membantu memutus rantai wabah penyakit merupakan bagian dari syariat, jika kita melakukannya semata karena Allah, maka diamnya kita di rumah bisa berpahala. Asyik, kan?!


Selanjutnya, lakukan berbagai aktivitas positif  yang bisa kita lakukan di rumah. Apa saja aktivitasnya? Banyak! Kita bisa memaksimalkan belajar di rumah. Baik belajar pelajaran sekolah maupun belajar tentang keislaman. Baca buku, simak kajian di youtube, atau sesekali video call-an dengan para guru kesayangan. Lebih fleksibel dan santai, bisa sambil rebahan. Kurang enak apa coba? Alhamdulillah.


Selain itu, kita juga bisa semakin jor-joran dalam berbakti kepada kedua orang tua. Selama diam di rumah, kita bisa membantu berbagai aktivitas mereka. Bersama-sama menyiapkan hidangan makan, atau bersih-bersih rumah dan pekarangan misalnya. Ini pasti seru banget dan semakin menumbuhkan rasa kasih dan sayang. Masyaallah!


Hal penting lainnya yang juga bisa dilakukan dari rumah adalah tetap melakukan aktivitas menebar cinta. Yakni aktivitas amar makruf nahiy munkar alias dakwah. Ya, kita tetap bisa berbagi kebaikan islam dari rumah untuk teman-teman kita.


Caranya? Melalui sosial media, kita tetap bisa saling menasehati dan mengingatkan teman-teman untuk selalu terikat pada syariat. Melalui akun sosmed kita bisa menebarkan kebaikan secara leluasa. Tanpa batas, jarak, dan waktu. Kapanpun bisa panen pahala dari sana. Seru ga? 


Semua sudah dikerjakan. Bantu ortu, beres. Tugas-tugas sekolah, finish. Baca-baca buku, tuntas.  Berbagi kebaikan via sosmed juga sudah. Nah, tiba waktunya bagi kita untuk perbanyak zikir agar semakin dekat dengan Allah SWT. dan bisa terhindar dari virus ini.  Berikut doa dan dzikir yang dapat kita munajatkan kepada Allah Swt.:


سورة الفاتحة   

المعوذات (سورة الإخلاص وسورة الفلق وسورة الناس)


اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ اَلَّذِى لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ“

Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung,  tiada Tuhan selain Dia Yang hidup kekal serta terus menerus mengurus (makhluk); dan aku bertobat kepada-Nya.” (minimal 10x)


بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“(Aku berlindung) dengan Nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu di bumi dan di langit yang bisa membahayakan. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (3 kali)


أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya. (3 kali)


Lalu doa berikut :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit sopak, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan lainnya.


اللَّهُمَّ إِنِّي اعوذ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

Ya Allâh, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya musibah yang tak mampu ditanggung, dari datangnya sebab-sebab kebinasaan, dari buruknya akibat apa yang telah ditakdirkan, dan gembiranya musuh atas penderitaan yang menimpa. 


اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ


“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu. 


Masyaallah, ternyata banyak banget kegiatan positif yang bisa kita lakukan selama masa isolasi diri ini. Intinya mah, kalau mau berbuat kebaikan pasti ada aja jalannya. Yakin deh, kita mampu beramal optimal meski dalam kondisi yang minimal seperti saat ini. tinggal kemauan kita yang harus diperbesar.


Hempaskan mager dan berkeluh kesah. Tingkatkan sabar, syukur dan amal soleh untuk dapatkan berlipat kebaikan. Semangat lawan virus corona, yes! Semoga wabah ini segera berlalu, rahmat Allah SWT. tercurah untuk kita dan seluruh kaum muslimin di muka bumi ini. Amin![]


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Jumat, 20 Maret 2020

Arsitektur Islam, Amazing Bukan Main!



Taj mahal, the Crowning Jewel (Mahkota permata) . Sebuah kompleks bangunan dan taman seluas 22,4 hektar yang dibangun pada tahun 1632 atas nama cinta Raja Shah Jahan atau Sultan Jehan kepada istri ketiganya, Mumtaz Mahal. Di dalamnya terdapat air mancur, makam, dan juga kolam yang memanjang. Nggak heran kalo situs warisan dunia UNESCO menempatkannya sebagai satu dari Tujuh Kejaiban Dunia Baru.

Francois Bernier, seorang wisatawan Perancis populer, pernah berkata makam Taj Mahal harus diberi peringkat lebih tinggi daripada piramida Mesir soal keajaiban dunia. Menurut ahli arsitektur Islam, Taj Mahal memiliki begitu banyak keunggulan yang membuatnya masih berdiri menjadi saksi kekuatan arsitektur Islam di India. Mantul!

Saksi Sejarah Ketinggian Peradaban Islam
Arsitekstur dalam Islam, tak sekedar seni memperindah bangunan bersejarah. Tapi lebih dari itu, bagian dari saksi bisu peradaban Islam yang sangat luhur dan tinggi. Cantiknya arsitektur Islam bisa disaksikan dari beberapa bangunan berikut yang hingga hari ini masih berdiri kokoh. 

Blue Mosque, Istanbul, Turki

Salah satu fitur paling menonjol dari cakrawala Istanbul adalah kubah yang menjulang tinggi dari kompleks Masjid Suleymaniye atau Blue Mosque. Masjid ini dibangun oleh Kaisar Ottoman Suleyman The Magnificent antara tahun 1550 dan 1557.
Masjid ini merupakan kompleks masjid terbesar dan paling mengesankan di Istanbul. Kompleks ini dirancang oleh arsitek utama Ottoman bernama Mimar Sinan. Di sekitar masjid itu terdapat rumah sakit, beberapa sekolah agama, deretan toko, makam, dan pemandian. 

Dome of The Rock, Yerusalem, Palestina

Monumen Islam tertua yang masih ada saat ini adalah Dome of The Rock alias Kubah Batu di Yerusalem. Masjid Kubah Batu didirikan di antara tahun 687-692 M oleh Khalifah Abdul Malik dari Bani Umayyah. Masjid ini dianggap sebagai bangunan berkubah yang pertama dalam peradaban Islam. Sebab, tradisi bangunan orang Arab sebelumnya memiliki atap yang rata/datar. Bangsa Arab waktu itu memang belum punya tradisi arsitektural secanggih peradaban Bizantium dan Persia. Setelah Khilafah Islam berkuasa di Palestina yang sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan Bizantium, kaum Muslimin pun mengadopsi teknik dan seni arsitektur Bizantium

Benteng Aleppo, Suriah

Salah satu karya arsitektur paling mengesankan di Timur Tengah adalah benteng yang berdiri di atas bukit di tengah Kota Aleppo, Suriah. Ini merupakan contoh arsitektur militer Islam yang sangat mengesankan. Di bagian dalam terdapat tempat tinggal, toko, sumur, masjid, dan instalasi pertahanan militer. Semua yang diperlukan untuk bertahan di masa perang atau pengepungan. Bangunan ini memiliki dua gerbang yang menjulang yaitu disebut Gerbang Ular dan Gerbang Singa.

Istana Alhambra, Granada, Spanyol

Alhambra adalah istana yang dibangun oleh seorang pangeran Dinasti Muslim Nasrid pada abad ke-14. Beberapa bagian dari istana telah dihancurkan. Saat ini, ada tiga bagian yang tersisa seperti sebuah benteng (al-Qasbah) di ujung barat bukit, sekelompok paviliun, dan taman yang dikenal sebagai Generalife. Semuanya didekorasi indah dengan ubin berwarna, bentuk geometris, kayu berukir, dan kaligrafi yang mengesankan.

Si-yo-se-pol, Isfahan – Iran (1599-1602)

Kita beralih sejenak dari bangunan masjid atau istana. Kali ini arsitek Islam membangun sebuah jembatan dengan desain yang unik. Namun tetap memiliki cita rasa Islam yang sangat kental. Nama jembatan ini Si-yo-se-pol atau jembatan Allah Verdi Khan. Jembatan ini merupakan contoh dari desain jembatan Safavid yang sangat terkenal di abad ke-17 masehi. Jembatan Si-yo-se-pol memiliki 33 lengkungan yang dilintasi aliran Sungai Sayandeh. 

Masih banyak bangunan bersejarah lainnya yang menjadi simbol ketinggian peradaban islam. Sebut saja Masjid Badshahi di Lahore – Pakistan (1671-1673), Masjid Besar Xi’an di China (742), Masjid Al-Azhar di Kairo – Mesir (972) atau Masjid Besar Djenne di Mali (1907). 

Ciri Khas Arsitektur Islam

Layaknya sebuah masterpiece, sebuah karya spektakuler punya ciri khas yang menjadikannya istimewa dan berbeda dari yang lain. Begitu juga dengan berbagai keindahan arsitektur Islam. Berikut beberapa ciri khas yang sering ditemui dalam arsitektur Islam. 

Kebun

Selama berabad-abad, kebun dan air memainkan peran yang paling penting dalam budaya Islam, dan sering disebut sebagai taman surga. Taman Islam yang tradisional biasanya memiliki air dan tempat untuk berteduh. Hal ini dikarenakan Islam umumnya datang dan tersebar di iklim yang panas dan gersang. Kebun Islam dibuat untuk istirahat dan biasanya memiliki tempat duduk.

Halaman (sehan)

Halaman biasanya ditemukan pada struktur bangunan biasa dan keagamaan. Pada rumah biasa, halaman biasanya memiliki tembok dengan jenis tanaman estetis, air, dan pencahayaan yang alami. Halaman pada rumah juga digunakan sebagai ruang pendingin dengan adanya air mancur dan sumber udara saat musim panas. Halaman di tembok dengan tujuan untuk melindungi wanita di dalam rumah agar mereka tidak perlu memakai hijab.

Sehan

Sehan adalah halaman yang berada di dalam masjid yang memiliki arsitektur Islam. Halaman pada masjid memiliki struktur yang terbuka dan dikelilingi oleh struktur lainnya berupa aula atau ruangan lainnya. Pada sehan juga terdapat tempat untuk berwudhu, teras untuk beristirahat atau melakukan pertemuan lainnya.

Kubah

Berdasarkan gaya kubah pada masa Bizantium, arsitektur Ottoman mengembangkan bentuk kubah sentral yang lebar dengan diameter besar yang didirikan di tengah-tengah bangunan. Bentuk kubah Hagia Sophia contohnya, bentuk kubah yang megah di pusat bangunan dengan struktur kubah dan tiang penyangga yang membentuk satu kesatuan struktur tunggal.

Lengkungan runcing

Bentuk arsitektur lengkungan runcing sering digunakan pada arsitektur Islam. Desain interior pintu yang digunakan biasanya berukuran besar dan dekoratif. Pintu biasanya juga dihiasi dengan ukiran Islam dan warna-warna yang cerah.

Muqarnas

Unsur arsitektur muqarnas merupakan ornamen yang dibuat pada kubah atau pada tempat lainnya. Muqarnas biasanya terbuat dari bahan yang berbeda-beda seperti batu, bata, kayu atau semen.

Ornamen

Ornamen merupakan fitur yang paling penting dari arsitektur Islam. Pola-pola yang digunakan biasanya adalah pola-pola yang rumit, seperti motif geometris, motif floral, atau kaligrafi. Motif floral yang rumit melambangkan konsep tak terbatas yang membuktikan eksistensi Allah yang kekal. Dalam Islam tidak boleh (haram) menggunakan gambar-gambar makhluk hidup, baik itu manusia ataupun hewan.

Kaligrafi adalah bentuk yang paling dihormati dari seni Islam karena kaligrafi menghubungkan antara Bahasa umat Islam dengan agamanya. Isi dari Al-Quran menjadi sumber dari kaligrafi Islam. Ciri khas kaligrafi arab dibanding dengan seni menulis lainnya seperti kaligrafi Cina, menurut Ghani Alani, master kaligrafer kelahiran Irak, adalah mampu mencakup tiga jenis kaligrafi sekaligus, yakni; (1) piktografi, penggunaan gambar untuk melambangkan suatu kata atau frasa, seperti hieroglyph Mesir Kuno; (2) ideograf, tulisan berupa simbol-simbol yang melambangkan ide tertentu seperti huruf Kanji; dan (3) tulisan alfabetis (abjad) yang rangkaian simbolnya (huruf) bisa menggambarkan bunyi kata yang diucapkan.

Minaret

Minaret adalah menara yang berbentuk persegi dan digunakan untuk mengumandangkan adzan pada masjid. Minaret diambil dari Bahasa Arab “nur” yang berarti cahaya. Minaret di Masjid Agung Kairouan di Tunisia dianggap sebagai minaret tertua di dunia.

Mihrab

Mihrab merupakan tempat imam memimpin shalat yang mengarah ke Ka’bah di Mekkah.

Ketinggian Peradaban Islam

Rasulullah saw bersabda, “Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya.” [HR Ar-Rawiyani, Ad-Daruquthni, Al-Baihaqi)
Hadits di atas mengingatkan kita kalo agama Islam yang kita anut tak sekedar agama ritual belaka. Lebih dari itu, Islam merupakan keyakinan sekaligus aturan hidup bagi penganutnya. Islam punya aturan yang lengkap dalam hal makanan, minuman, pakaian, ibadah, bisnis, pendidikan, jual beli, hingga masalah ekonomi dan politik. Gak ada yang terlewat. 

Begitu juga dalam arsitektur bangunan, Islam punya aturan yang khas. Bukan cuman bikin bangunan yang keren dan amazing bukan main. Arsitektur Islam dibalut oleh nilai ruhiyah sebagai wujud ketaatan pada Sang Pencipta. Karena itu, gak sembarangan bikin bangunannya. Inilah cerminan ketinggian peradaban Islam dalam setiap bangunannya yang indah nan megah.

Ketinggian peradaban Islam dalam seni arsitektur sesuai dengan predikat Umat Islam sebagai khoiru ummah alias umat terbaik yang menjadi teladan bagi umat manusia lainnya. Sebagaimana ditegaskan Allah swt dalam firman-Nya. 

“Kalian (umat Islam) adalah umat yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran, dan beriman kepada Allah.” (Q.S. Ali-Imran [3]: 110).

Untuk itu, sudah selayaknya kita sebagai bagian dari umat terbaik ngerasa bangga dan percaya diri untuk menunjukkan identitas kita sebagai seorang muslim. Kebanggaan kita bukan untuk menzhalimi penganut agama lain. Tapi bangga dengan kesempurnaan aturan hidup Islam yang kita amalkan. Dan percaya diri untuk menyampaikan kebenaran Islam kepada orang lain untuk kebaikan seluruh manusia.

Jadi, nggak ada alasan bagi kita untuk bersedih hati bin baperan ketika ada yang nyinyirin aktifitas pengajian kita atau cuekin dakwah kita. Lanjut aja. Ingat, Allah SWT mengingatkan bahwa umat Islam paling tinggi derajatnya di antara umat-umat lain. 

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang beriman” (Q.S. Ali-Imran [3]: 139).

Mari kita sama-sama mengenal Islam lebih dalam dan aktif berdakwah dalam keseharian. Sampai nanti sampai mati. Sebagai bentuk kebanggan kita pada kebenaran ajaran Islam dan ketinggian peradabannya yang pernah menguasai dunia. Sebagaimana diungkapkan oleh sejarawan barat, Jacques C. Reister, “Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi.” Semuanya tercermin dalam keindahan bangunan-bangunan bersejarah Islam. Arsitektur Islam, amazing bukan main!

Rabu, 18 Maret 2020

Pikir Kritis untuk Jadi Selebritis



Gais, udah menjadi pemandangan rutin saban tahun ribuan peserta antre untuk ikut kompetisi pencarian bakat. Bukan saja para abege dan para seniornya yang antusias dan berharap menjadi idola instan, para batita juga tidak mau kalah eksis. Tapi yang terakhir ini sih kayaknya emak-emaknya deh yang ngebet. Hihihi.


Yah, gak heran sih di era serba sosmed hari ini, seolah menjadi lumrah untuk mengaktualisasikan diri. Segala potensi yang kita punya, sangat bisa untuk dikabarkan pada dunia. “Ini loh Gue!”. Begitu! Bisa jadi gak kecuali kamu juga kan? Hehe..


Ingin Dikenal itu Fitrah, Kok!


Gaes,  pastinya kamu akan merasa bahagia saat dipujI,  senang saat unggahan kita disinggahi ribuan jempol, sedih jika dilupakan. Mendadak galau kalau sosial media kita sepi kunjungan.  Bohong kalau gak! Ups..


Terus, salah gak sih punya perasaan seperti itu? Secara kita kan generasi Islam, generasi terbaik. Masak iya serapuh itu. Tapi kenyataannya emang ada sih perasaan-perasaan begitu. Terus gimana dong? Hiks!


Tenang, bukan Islam namanya kalau tidak menjawab tuntas setiap persoalan. Dear, wajar kok jika kita punya rasa bahagia, sedih, cinta, benci, takut, marah, suka, duka dan berbagai rasa lainnya terhadap sesuatu. Baik itu terhadap benda-benda, manusia, ataupun situasi dan kondisi tertentu.


Semua rasa yang ada ini adalah penampakan dari naluri yang Allah Swt. anugrahkan untuk kita. Naluri mempertahankan diri namanya atau biasa juga dikenal dengan gharizatul baqa. Jadi, setiap manusia pasti memiliki fitrah ini. Ingin dihargai, dikenal, dihormati, dipuji bahkan cendrung ingin menguasai adalah sesuatu yang manusiawi. Tidak ada yang salah sampai di sini.


Sebagaimana yang telah Allah Swt. isyaratkan dalam Alquran:


”Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebagai bagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan kami sendiri, lalu mereka menguasainya?” (QS. Yaasin:71)


Nah, hanya saja kita juga harus ingat kembali. Bahwa adanya segala rasa tadi pasti akan mendorong kita untuk beramal atau beraktivitas. Ya, tentu dalam rangka mengekspresikan rasa yang ada. Dalam beramal inilah kita membutuhkan aturan. Tidak boleh bebas tanpa batas. Sebab kebebasan pasti akan membawa kita pada amal yang kebablasan dan berakhir pada kebinasaan. Ngeri, kan?!


Lantas aturan apa yang kita butuhkan? Aturan lalu lintas? Hem, aturan dari yang menciptakan kita dong, gais! Aturan yang tidak mungkin salah. Aturan yang pasti benar dan menyelamatkan. Yups, aturan Islam. Al Quran dan As Sunnah. Generasi terbaik memang tidak bisa jauh-jauh dari mukjizat ini, gais!


Ringkasnya, punya jiwa ngartis itu fitrah. Alaminya manusia memang suka jadi sorotan. Senang kalau diidolakan. Hanya saja, kita mesti teliti. Dalam hal apa kita ingin jadi idola dan dikenali? Ini penting, gais. Karena akan menentukan tempat kita di akhirat kelak. Yapz, generasi Islam emang kudu selalu mikir tentang tempat kembalinya. Surga atau neraka.


Hitam Kelam Dunia Selebritis


Membludaknya peserta dalam setiap audisi ajang pencarian bakat setidaknya menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang ingin uji talenta. Mengadu nasib, barangkali terpilih menjadi bintang yang dipuja. Sekadar eksis bahkan juga sebagai pendulang pundi-pundi materi tentu saja jadi alasan.


Tidak hanya melalui audisi, jagad sosial mediapun bisa menjadi corong untuk mengorbitkan siapa saja. Sama, terkenal di dunia dalam jaringan juga berpotensi mendatangkan ketenaran dan penghasilan. Ya, memang dua hal inilah kata kunci yang menjadikan gemerlap selebriti digandrungi.


Berbagai macam cara sanggup dilakukan demi mendulang popularitas. Macam-macam peran dan adegan tidak jadi soalan asalkan bisa menghantarkan pada puncak kemasyhuran. Meski harus melanggar aturan dari keyakinan yang dimiliki, tetap tidak peduli. Pokoknya klimis, eksis, jadi artis. Nastagfirullah!


Banyak pula kita saksikan konten-konten unfaedah bertebaran di televisi ataupun di jagad sosial media. Unjuk kesadisan, pamer kekayaan, bangga jadi pelaku perundungan, buka-bukaan pakaian, ekstrim-ekstriman gaya pacaran, alih peran laki-laki jadi perempuan atau perempuan jadi laki-laki alias transgender, dan segudang amoral lainnya merebak bak cendawan di musim hujan. Mengerikan!


Demi apa sih rela memutus urat malu dan nurani gitu?  Gak takut apa sama dosa? Hidup di dunia ini kan hanya sementara. Kita akan kembali menghadap kepada Allah Swt. dan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita. sekecil apapun itu. so, apa gunanya coba segala ketenaran dan harta benda jika hanya akan menyeret kita ke neraka. Ih, ogah ah!


Secara akal warasnya memang begitu, zheyeng. Tapi tidak bagi yang telah terpapar virus sekularisme dan liberalisme. Sekularisme menghembuskan sihir agar manusia memisahkan agama dari kehidupan. Liberalisme pula menaburkan racun kebebasan. Sehingga siapa saja yang mereguk dua virus ini, niscaya hanya gerlap dunia yang mereka cinta. Maka halal dan haram tidak akan lagi masuk dalam kamus kehidupannya. Lagi-lagi, yang hinggap dipikiran hanyalah menjadi kondang dan banyak uang. Titik!


Begitulah dunia selebritis. Alam yang memuja ketenaran. Sangat dekat dengan hitam dan kelamnya kehidupan. Karena memang dipisahkan dari aturan yang menyelamatkan. Dijauhkan dari cahaya kebenaran. Diasingkan dari rahmat Islam.


Jadi Idola untuk Jalan Ke Surga


Katanya ingin jadi terkenal itu fitrah, gak salah. Tapi kok terkesan dibuat susah, sih? Benarnya seperti apa, dong?


Betul bahwa setiap manusia memiliki naluri mempertahankan diri. Ingin terkenal, ingin kaya, dan ingin-ingin yang lainnya. Ini semua memang dibolehkan dalam Islam. Tidak dilarang meraih ketenaran. Tidak diharamkan menjadi hartawan. Asal syarat dan ketentuanya dilaksanakan. Catat!


Jika bicara masalah ketenaran, siapakah kiranya yang lebih tenar dari Rasulullah Saw.? Pun, adakah tandingan jumlah follower dari Baginda Nabi Saw.? Baginda Nabi Saw. dikenal oleh seluruh penduduk bumi bahkan juga oleh penduduk langit. Pengikut Rasulullah Saw. tidak hanya hitungan jutaan, tapi milyaran. Ada lawan?


Begitu pula halnya dengan kekayaan. Rasulullah Saw. adalah orang yang selalu terdepan dalam mendermakan hartanya. Ada saja tujuan untuk menjadi tempat berderma baginya. Sedekah untuk fakir miskin. Bantuan untuk jihad fi sabilillah. Juga nafkah untuk keluarganya. Ini adalah pertanda bahwa Muhammad Saw. adalah manusia yang juga kaya akan harta.


Para sahabat Nabi Saw. juga tidak terhitung jumlahnya yang tenar dan berdinar. Bahkan keterkenalan mereka tidak sebatas hanya di masanya. Melainkan tembus hingga ke masa kita sekarang.


Abu Bakar As-Shidiq ra., Umar bin Khatab ra., Utsman bin Afan ra., dan Ali bin Abi Tholib ra. adalah sahabat yang selalu dikenang hingga sepanjang masa. Khalifaur rosyidin yang namanya selalu disebut dalam setiap pelaksanaan salat terawih. Bagaimana eloknya kepemimpinan mereka selepas meninggalnya Rasulullah Saw. juga selalu jadi perbincangan. Meninggalkan gemilang jejak peradaban Islam yang tidak akan pernah terlupakan.


Banyak pula sahabat Rasululla Saw. yang menjadi hartawan. Bahkan ketika memilih jalan hijrah dari Mekah ke Madinah tanpa membawa harta sekalipun, kekayaan tetap datang menghampirinya. Dialah Abdurrahman bin Auf ra. yang namanya juga masih kita kenal hingga saat ini. Tentu saja, bukan hanya Abdurrahman bun Auf ra. yang bergelar saudagar kaya, masih banyak yang lainnya.


Sungguh, faktanya menjadi idola dan berharta bukanlah keburukan dalam pandangan Islam. Sangat manusiawi dan sama sekali tidak dihalangi. Hanya saja, Islam memiliki aturan yang jelas dan rinci dalam hal ini.


”Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabb-Nya, hingga ia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan kemana dibelanjakan, serta bagaimana ia mengamalkan ilmu yang dipunya.” (HR. AT-Tirmidzi, no. 2416)


Bagaimana, cukup jelas apa yang tersurat dalam hadist di atas? Inilah syarat dan ketentuan yang harus kita tunaikan dalam beramal apa saja. Ya, kita harus memastikan bahwa semua kata dan laku harus peroleh rida-Nya. Kenapa? Karena hidup kita tidak berhenti hanya di dunia. ada kehidupan lain yang kita kenal dengan keabadian. Itulah kehidupan akhirat di mana ada surga dan neraka di dalamnya. Kita tentu mengidamkan surga bukan? Karenanya hidup kita di dunia harus patuh pada syariat-Nya. Jelas, ya!


Maka, silahkan menjadi idola. Sangat boleh jika ingin kaya. Tapi pastikan bahwa semua itu bisa membawamu ke Surga. Caranya mudah. Jadilah idola yang semakin mendekatkan penggemarmu pada Allah Swt. Buatlah konten-konten penuh inspirasi sehingga membawa follower-mu ke jalan ketaatan. Bertakwa hanya pada Allah Swt. yang Maha Menciptakan.


Menjelmalah sebagai hartawan yang menjemput kaya dengan jalan halal. Kemudian tidak ragu berderma untuk kebangkitan Islam. Menyantuni fakir miskin, membiayai anak yatim,  berinfak untuk berbagai kegiatan dakwah, dan kegiatan syiar Islam lainnya. Jadi bukan justru hedon dan foya-foya. Pamer harta hanya  demi pujian dari manusia. Big no!


Intinya, lakukan semuanya demi Islam. Demi Allah Swt. dan Rasul-Nya. Bagaimana, siap menjadi idola untuk jalan menuju surga? Kuy![]


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Jumat, 13 Maret 2020

LaGiBeTe Koq Bangga?


Gaes, kayaknya nggak banyak yang tahu ya, kalo setiap tanggal 1 Maret diperingati sebagai hari solidaritas L68T nasional. Nggak perlu kita ceritakan gimana awal mulanya koq bisa diperingati sebagai hari itu, tapi yang jelas keberadaan kaum L68T bukan hal sepele dua pele dari segi jumlah. Mereka sengaja bikin sebuah peringatan, tentu ada maksud dan tujuannya, salah satunya biar keberadaan mereka di bumi nusanara diakui. Kalo sudah diakui oleh masyarakat, itu artinya mereka bakal makin bebas, lebih berani dan biar dianggap lumrah bin wajar. Wadaw, gaswat bener nih!


Kita, beberapa bulan yang lalu sempat dihebohkan oleh berita yang mendunia tentang perilaku menyimpang kaum LGxx ini. Perihnya, pelaku maksiat tersebut mahasiswa Indonesia yang didakwa atas 136 pemerkosaan yang dilakukan di Manchester, Inggris, sejak tahun 2015 sampai 2017. Duh! Itu artinya sebenarnya di Barat yang liberal, perilaku menyimpang ini bisa terkategori sebagai sebuah kriminal, tapi dengan catatan, kalo korbannya melaporkan sebagai perbuatan kriminal. Kalo antara pelaku dan korban diem-dieman alias suka sama suka, maka ya well done, namanya juga liberal.


Nah, di Barat yang sekuler bin liberal emang kayak gitu, apa iya di negeri ini mau mencontek abis perilaku menyimpang itu, lalu dibiarkan bebas-bebas aja?! Dengan adanya hari solidaritas itu membuktikan bahwa di Indonesia para pelaku penyimpangan seksual ini sudah berani untuk minta diperhatiin. Kalo pun nggak diperhatiin sih kayaknya mereka bakal tetap kekeuh nyari perhatian. Mereka menggelar acara peringatan solidartas dalam rangka biar terbentuk opini umum, bahwa kaum mereka berikut perilakunya, bukanlah penyimpangan, kriminal atau dosa.


Kaum L68T, Siapa Mereka?


Biar ngebahasnya enak, kita kudu jelas dulu nih siapa yang kita sebut kaum LGxx itu. Oiya sebelum lanjut, ditulisan ini sengaja kita nggak tulis (ketik) dengan sebutan normal, tapi kita pake kode L68T atau LGxx, karena kalo ditulis asli, trus nti diuplod di sosmed (FB dan IG) bakal dideteksi sebagai ujaran kebencian, udah gitu nti pasti kehapus otomatis sama robotnya FB maupun Instagram. Padahal maksud kita dakwah lho, ngasih tau ke khalayak kalo perilaku kaum L6xx ini dosa maksiat dan kriminal. Masak iya dakwah dikategorikan sebagai ujaran kebencian. Aneh aja!


Kaum L68T bisa diwakili oleh perilaku lesbian dan gay (homosekusual). Homoseksual (gay) di dalam Islam disebut dengan istilah “al-liwath” (طاوللا) yang artinya orang yang melakukan perbuatan  seperti  perbuatan  kaum  Nabi  Luth,  yang  pelakunya disebut “al-luthiyyu” (يطوللا), yang berarti laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan laki-laki. Seperti dijelaskan dalam Majma‟ al-Lughah al-‟Arabiyah. Sementara lesbian di dalam Kamus Al-Munawir  disebut dengan “al-sihaq” (قاحسلا)  yang berarti perempuan yang melakukan hubungan seksual dengan sesama perempuan.


Jadi, homoseksual adalah hubungan seksual antara cowok dengan cowok, sedangkan berhubungan seks antara cewek, disebut lesbian (female homosex). Lawan homosex dan lesbian adalah heterosex, artinya hubungan seksual antara orang-orang yang berbeda jenis kelaminnya (seorang pria dengan seorang wanita). Dalam berbagai referensi semua mengatakan, bahwa homoseksual  adalah kebiasaan seorang laki- laki melampiaskan nafsu seksualnya pada sesamanya. Sedangkan lesbian adalah kebiasaan seorang perempuan melampiaskan nafsu seksualnya pada sesamanya.


Perbuatan homoseks disebut  liwath,  karena  perbuatan tersebut pernah dilakukan oleh kaum yang durhaka kepada seruan Nabi Luth as. Kaum itu berdomisili di negeri Sodom (di sebelah timur Laut Mati atau di Yordania sekarang) dan karena itu di kalangan bangsa   Barat, perbuatan mereka disebut sodomi.


L68T Adalah Penyimpangan


Perbuatan kaum homoseks atau liwath termasuk adalah tindak pidana berat (dosa besar), karena termasuk perbuatan keji, sebagaimana firman Allah dalam QS al-A‟raf ayat 80 dan 81:


“Dan (kami juga telah mengutus) Luth ketika dia berkata kepada mereka: “mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini)”. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”.


Rasululah dalam sabadanya juga menyebutkan: “Allah tidak melihat seorang  laki-laki  yang  mendatangi  laki-laki  (melakukan hubungan sex dengan sesamanya) dan mendatangi (menggauli) isteri melalui dubur).” (HR. al Tirmidzi).


“Allah mengutuk perempuan yang menyerupai laki-laki dan laki-laki menyerupai perempuan.” (HR. Ahmad, Abu Daud, al-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas)


Jadi, jelas bin gamblang kalo kita menggunakan standar al-Qur’an dan Hadits maka perbuatan kaum nabi luth ini termasuk penyimpangan seksual yang terkategori dosa alias maksiat. Adapun kalangan liberal pelaku dan pembela kaum LGxx menyebut perilaku suka dengan sesama jenis sebagai “given” atau pemberian Tuhan, adalah kesalahan besar.


Cowok yang mempunyai  sifat  feminim dan sebaliknya,  itu  bisa terbentuk dari lingkungannya sejak kecil. Kalau lingkungan keluarga membiarkan anak cowok bergaul dengan anak perempuan terus-menerus, bahkan mengikuti pakaian, atau aktivitasnya,  maka  anak  cowok itu  akan  terbiasa  mengikuti sifat-sifat  anak  perempuan.  Begitu  pula  sebaliknya.  Maka di sinilah peran orang tuanya bisa mengarahkannya menjadi seorang laki-laki atau seorang perempuan sesuai dengan jenis kelamin anak. Sehingga perilaku feminim seorang cowok, atau perilaku macho seorang cewek bukan given alias pemberian, melainkan itu hasil bentukan (baca: ikhtiar) manusia.


Awas, Mereka Pake Dalil


Kaum liberal pelaku maupun pembela LGxx biar bisa diterima kaum muslim, wa bil khusus di negeri ini, mereka pake dalil untuk melegalkan perbuatan keji tersebut. Biasanya ayat yang mereka pake adalah ayat tentang pernikahan, seperti QS Ar-Rum ayat 21.


“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguh-nya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.


Dalam ayat tersebut terdapat frase “اجاوزأ”, yang oleh kaum liberal ditafsirkan “pasangan”, nah pasangan menurut mereka tidak disebutkan di ayat tersebut harus heteroksesual, yakni pria-wanita, tapi bisa juga adalah homoseksual alias pria dengan pria, atau wanita dengan wanita. Artinya, mereka secara nggak langsung pengin mengatakan bahwa pernikahan sesama jenis nggak apa-apa, asalkan sakinah ma wadah wa rahmah. Wacaw!


Padahal kalo kita merujuk ke tafsir popular Ibnu Katsir, pengertian ayat 21 al-Rum  di  atas adalah  “yaitu   (dan   di   antara   tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri- isteri dari jenismu sendiri), yakni menciptakan kaum wanita  dari  jenismu  sebagai  pasangan  hidup,  (supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya), yakni agar terciptalah keserasian di antara mereka, karena kalau pasangan itu bukan dari jenismu, maka timbullah keganjilan. Maka  di  antara  rahmat-Nya  ialah  Dia menciptakan kamu semua, laki-laki dan perempuan, dari jenis  yang  satu  sehingga  timbullah  rasa  kasih  sayang, cinta dan senang. Karena itu, Dia berfirman, (dan dijadikan-Nya  di  antara  kamu  rasa  kasih  dan  sayang), agar sarana-sarana keterikatan tetap terpelihara dan proses berketurunan   pun   berkesinambungan,   (sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir).” (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur‟an al-‟Azhim, jilid III).  Penafsiran kata “اجاوزأ” dengan makna isteri-isteri, juga disampaikan juga oleh al-Qurthuby, dalam tafsirnya al-Jami‟ li Ahkam al-Qur‟an,  cet III, Jilid XIII.


Dari penafsiran para ulama tafsir terkemuka di atas, semuanya menunjukkan, bahwa kata-kata “اجاوزا” – “جاوزلاا”  dan “يجوز” adalah berarti pasangan laki-laki dan perempuan. Nggak ada satu pun di antara ulama tafsir yang mengatakan, bahwa   kata-kata   tersebut   berarti   pasangan   laki-laki dengan   laki-laki   (homo),   atau   pasangan   perempuan dengan perempuan (lesbi).


So, nggak benar sama sekali ungkapan kaum liberal, alias kaum liberal itu hanya sok ngutip ayat, tapi penafsirannya berdasarkan akal dan hawa nafsu mereka. Ungkapan mereka adalah menyesatkan, karena bertentangan  dengan  nash-nash  Al-Qur‟an  dan  Hadis serta kesepakatan ulama Islam yang mengatakan bahwa homoseks dan lesbian haram hukumnya dan pelakunya harus diberi hukuman atau sanksi. Jadi pelaku homoseks dan lesbian bukan masalah khilafiyah (perbedaan pendapat ulama fikih dalam menetapkan  hukumnya),  karena  ada  larangan  langsung dari Al-Qur'an dan Hadis, kemudian diikuti dengan kesepakatan ulama tentang keharaman perbuatan homo dan lesbi tersebut.


Kudu Dikasih Solusi Tuntas


Dalam Islam sendiri untuk mencegah perilaku menyimpang dalam  hal  permainan,  pakaian,  menganjurkan untuk memisahkan tempat tidur antara laki- laki dan perempuan ketika usia udah tujuh tahun, sebagaimana Hadits Nabi Muhammad Saw:


“Dari Amr bin Syu‟aib, dari ayahnya, dari kakeknya yang mengatakan bahwa Rasululllah Saw bersabda:“Perintahlah anak-anakmu melakukan shalat ketika umurnya sudah sampai tujuh tahun dan pukullah jika mereka meninggalkan shalat, jika umurnya sudah sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya.” (H.R. Abu Daud)


Maka di sini peran orang tua sangat urgent banget, menjauhkan hal-hal yang dapat mengarahkan pada perilaku yang mendekatkan pada tindakan homoseksual dan lesbian. Misalnya melarang laki-laki melakukan hal-hal yang menyerupai tindakan perempuan, begitupun sebaliknya.


Sebagaimana Rasulullah Muhammad Saw sampaikan “Allah mengutuk     laki-laki     memakai pakaian perempuan dan perempuan memakai pakaian laki-laki.” (H.R. Abu Daud dan al-Hakim dari Ibnu Abbas).


Dan yang nggak kalah pentingnya, menetapkan dan menerapkan hukuman dan sanksi terhadap   pelaku   penyimpangan   seksual   (homoseksual   dan lesbian). Kudu ada regulasi atau kebijakan yang melarang segala bentuk propaganda, promosi dan dukungan terhadap legalisasi dan perkembangan LGxx. Harus dilarang masuknya dana asing  yang diperuntukkan bagi kampanye dan  sosialisasi serta dukungan bagi LGxx di Indonesia yang dilakukan oleh pihak manapun, termasuk oleh organisasi internasional serta perusahaan internasional. Karena sebenarnya yang mereka inginkan cuman satu, yakni rusaknya generasi muda, wa bil khusus generasi muslim, sebagai penghuni terbesar negeri ini.


Oleh karenanya, man-teman semuanya, yang ngebaca buletin ini kudu ngeh, bangkit dan ngasih tau kepada teman-temannya, biar mereka nggak ikut-ikutan mengkampanyekan perilaku menyimpang kaum pelangi ini. Dan bekalnya untuk ngasih tau itu cuman satu, yaitu NGAJI. Ayo ngaji sekarang, atau mau nunggu orang-orang baik ikutan rusak, dirusak dan merusak. Naudzubilah min dzalik. []


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg