Kamis, 14 Maret 2024

MUDA MULIA PANTANG FOYA-FOYA

"Masa muda adalah waktu emas, jangan sia-siakan dalam kesenangan semu." (Ibnu Qayyim al-Jauziyah)

Liburan telah tiba berbarengan dengan pergantian tahun masehi. Fix ini mah bakal panen keramaian di berbagai tempat. Secara, akhir tahun selalu dinanti banyak orang untuk mengumbar kesenangan dengan berbagai kegiatan. 

Ada yang sekedar ngumpul bareng keluarga menghabiskan malam pergantian tahun dengan bakar jagung, bakar ayam, sambil nyalakan petasan dan kembang api. Ada juga yang sengaja bikin pesta pora baik dalam ruangan atau di alam bebas yang dekat dengan kemaksiatan. Having fun semua.

Bagi kita remaja muslim, momen pergantian tahun sering bikin dilema. Lantaran Islam nggak pernah ngajarin untuk merayakan pergantian tahun baru Masehi. Sementara teman-teman dekatnya malah sibuk bikin agenda seru-seruan di sana-sini. Mau ikut-ikutan, itu jelas-jelas bukan budaya Islam. Nggak ikut, dibully dan dijauhi teman. Lantas gimana dong?  

*# Tahun Baruan Bukan Budaya Islam*

Santuy aja. Tenangkan diri. Sebelum menentukan sikap, kita pahami dulu masalahnya. Peringatan tahun baru sudah dimulai sejak 45 tahun SM (Sebelum Masehi) pada masa Kaisar Julius Caesar. Bulan Januari sendiri dipilih menjadi bulan pertama karena dikaitkan dengan nama dewa Janus yaitu Dewa yang memiliki dua wajah satu menghadap ke (masa) depan dan satu lagi menghadap ke (masa) lalu atau ke belakang. 

Pada tahun 1582 M, Paus Gregorius XIII mengubah Perayaan Tahun Baru Umat Kristen dari tanggal 25 Maret menjadi 1 Januari. Kalender Gregorian yang kita kenal sebagai kalender Masehi dibuat berdasarkan kelahiran Yesus Kristus dalam keyakinan Kristen.  

Seiring muncul dan berkembangnya agama Kristen, akhirnya perayaan ini diwajibkan oleh para pemimpin gereja sebagai suatu perayaan “suci” satu paket dengan hari Natal. Itulah mengapa ucapan Natal dan Tahun baru dijadikan satu (Merry Christmas and Happy New Year).

Nah itu sedikit penjelasan ya. Jadi jangan sampai kita ikut-ikutan perayaan yang belum tau asal usulnya dan nggak mau cari tau infonya plus nggak tau hukumnya haram atau tidak ikut-ikutan acara tersebut. Karena kebiasaan buruk tersebut yang cuman ikut-ikutan tanpa landasan syariat islam kita merasa sah-sah aja bahkan dijadikan legalitas untuk nge-follow yang bukan berasal dari Islam. Astaghfirulloh

Tegas Rasulullah SAW mengingatkan : “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Jangan sampai cuman karena niup terompet sambil teriak hitungan mundur di penghujung waktu pergantian kalender, akidah kita tergadaikan. Kemuliaan kita sebagai seorang muslim tercabut. Padahal tak ada anugerah terbesar yang kita terima dari Allah swt selain Iman dan Islam dalam diri kita. Jadi, jauhi budaya foya-foya yang bisa menjerumuskan kita pada kehinaan dunia akhirat. Catat!

*# Kunci Muda Mulia*

Kemuliaan hidup kita bukan ditentukan oleh ridho manusia. Teman sebaya atau circle pertemanan kita. Emang nggak nyaman kalo dijauhi teman. Tapi jauh lebih nelangsa kalo perilaku kita melanggar hukum syariat dan nggak diridhoi sang Pencipta. 

Sebagai remaja muslim, kunci kemuliaan hidup kita ditentukan oleh dua hal sebagaimana nasihat Imam Syafi’i dalam kitab Diwan-nya. “Eksistensi seorang pemuda – Demi Allah – adalah dengan ilmu dan ketakwaan. Jika keduanya tidak ada padanya, maka tidak ada jati diri padanya.”

# Pertama, ilmu yang akan mengantarkan kita pada kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat. Dalam sebuah halaqah, terjadilah diskusi antara guru dan para muridnya mengenai kemuliaan ilmu. 

Salah seorang murid mengajukan pertanyaan kepada gurunya, Imam Syafi’i , “Wahai guru, berikanlah alasan kenapa ilmu bisa memuliakan seseorang yang memilikinya?” 
Sang guru tersenyum lirih seraya menjawab, “Dari dirimu sendiri, engkau bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu dan membuktikan bahwa ilmu dapat memuliakan pemiliknya. Pada hakikatnya, engkau akan senang ketika ada seseorang yang memujimu karena keluasan ilmu yang engkau miliki. Demikian sebaliknya, engkau akan sedih dan marah ketika ada seseorang mencela keterbatasan ilmu yang ada dalam dirimu”. 

Mendengar jawaban sang guru, murid itu akhirnya dapat memahami bahwa ilmu dapat mengangkat derajat seseorang. Artinya, orang yang berilmu lebih tinggi derajatnya beberapa tingkat daripada orang yang tidak berilmu. 

Dalam kitab Diwan Imam Syafi’i, beliau pernah berkata: “Belajarlah! Karena tak seorang pun yang terlahir sebagai ilmuwan. Seorang yang berilmu, tak sama dengan orang yang bodoh. Pembesar suatu kaum jika bodoh, akan menjadi kecil saat pembesar berkumpul. Orang kecil jika pandai, akan tampak besar saat berada dalam perkumpulan.”

# Kedua, ketakwaan yang menjadikan hidup kita mulia. Imam al-Ghazali menyebutkan ada 40 keutamaan yang didapatkan orang yang bertakwa. Diantaranya, dihilangkan kesulitannya, selalu diberi jalan keluar bagi masalahnya, dan diberi rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka. 

Sebagaimana firman Allah, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya,” (Q.S. ath-Thalaq [65]: 2-3).

Ketakwaan itu lahir dari hasil menimba ilmu. Karena itu, jangan pernah lelah untuk terus belajar dan mengenal Islam lebih dalam. Ikut ngaji tanpa tapi tanpa nanti. 
Kalo ada bestie yang ngajak ikut ngerayain tahun baru, ingetin aja kalo keseruan itu bisa menjerumuskan kita. Gak masalah dikatain cupu di mata mereka, tapi muila di hadapan Allah swt. Sebaliknya, ajakin doi untuk ikut ngaji atau mengisi waktunya dengan muhasabah diri. 

Allah swt mengingatkan kita, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Hasyr [59]: 18)

Ayat ini merupakan isyarat untuk melakukan muhasabah setelah amal berlalu. Karena itu Umar bin Khaththab ra berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab” (Ibnu Qudamah, Minhajul Qashidin (terj.), hlm. 478)

Kuy! saatnya kita berubah, menjadi pribadi yang baik dengan mengkaji Islam. Ingat nggak ada kata terlambat selama kita masih bernafas. Segera evaluasi diri, siapkan bekal sebelum bertemu Allah, jangan kebanyakan numpuk dosa. Karena sebaik-baik bekal adalah takwa yang membuahkan pahala. Muda mulia pantang foya-foya! []

_Buletin Teman Surga Edisi #240 (Jumadil Akhir 1445 / Desember 2023)_

https://taplink.cc/temansurga

SIAPA TEMAN CURHATMU?

"Sampaikan pada jiwa yang bersedih / Begitu dingin dunia yang kau huni / Jika tak ada tempatmu kembali / Bawa lukamu biar aku obati //"

"Tidak kah letih kakimu berlari / Ada hal yang tak mereka mengerti / Beri waktu tuk bersandar sebentar / Selama ini kau hebat / Hanya kau tak didengar //"

Isu kesehatan mental alias mental health pada diri remaja kerap mewarnai pemberitaan media massa. Konon kabarnya, generasi Z punya kondisi metal yang rapuh. Begitu mudah menyerah dan putus asa. Seperti tersirat dalam lagu jiwa yang bersedih.

Laporan UNICEF yang berjudul The State of the World's Children 2021; On My Mind: promoting, protecting, and caring for children’s mental health mengungkap bahwa 1 dari 7 remaja berusia 10-19 tahun mengidap penyakit mental, seperti burnout dan rasa cemas atau anxiety.

Hal senada juga disampaikan oleh Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) yang melaporkan bahwa pada tahun 2022, setidaknya 1 dari 3 remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Sementara Presiden Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Indonesia (INASP), Sandersan Onie, menyatakan bahwa gen Z saat ini memang lebih rentan mengalami depresi. Ngeri!

*# Pentingnya Curhat Bagi Remaja*

Curahatan hati alias curhat, udah sering dilakukan kebanyakan remaja. Mereka yang tak biasa memendam rasa, terutama kalo lagi ada masalah, akan cerita kepada orang-orang yang dia percaya. Entah itu teman dekat, orang tua, guru, atau psikiater. Yang pasti, sebagai makhluk sosial kita umumnya perlu orang lain untuk berbagi rasa dan cerita. 

Remaja yang terbiasa curhat menang banyak dalam urusan mentalnya. Mental health alias kesehatan mentalnya lebih terjaga. Lantaran curhat akan memberi kita dampak positif diantaranya, 

Pertama, mengurangi beban emosional. Kalo udah curhat, rasanya plong. Berbagai rasa emosi yang selama ini bikin resah, seolah berkurang bahkan menghilang setelah bercerita. Kondisi ini yang bisa mengurangi beban mental. Lega. Hidup tanpa beban. 

Kedua, langkah awal penyelesaian masalah. Berbagi masalah kita kepada orang lain emang gak mudah. Tapi bisa menjadi langkah awal untuk mendapatkan solusinya. Orang yang jadi tempat curhat, pastinya punya sudut pandang lain tentang masalah kita. Bisa jadi, dia punya jalan keluarnya atau setidaknya bisa nunjukkin jalannya. 
Ketiga, lebih kuat hadapi masalah. Setelah curhat, kita jadi lebih kuat karena tidak sendiri hadapi masalah. Ada orang yang siap membantu kita. Nasihat mereka menguatkan mental kita. Saran mereka membuka mata dan hati kita.

*# Siapa Tempat Curhat Remaja?*

Tak mudah bagi remaja untuk menceritakan masalah pribadinya. Itu berarti, kalo ada yang jadi tempat curhat mereka, itu istimewa banget. Makanya mereka pilih yang bisa dipercaya, bisa nyimpan rahasia, dan ngasih saran dan solusi. Biasanya mereka curhat sama: 

Pertama, bestie. Ini paling banyak dilakukan remaja. Mereka nyaman kalo curhat ama teman dekat di sekolah, dengan kakak atau adik di rumah. Tahu-sama tahu rahasia masing-masing. Terkadang mereka gak dapat solusinya, tapi ngerasa nyaman kalo udah berbagi. 

Kedua, orang tua. Masih ada remaja yang curhat sama orang tua. Mereka yakin, inilah tempat terbaik untuk berbagi rasa suka dan duka. Ortu tercinta akan menguatkannya ketika rapuh, dan menunjukkan jalan keluar dari setiap masalah. 

Ketiga, guru di sekolah. Agak tengsin juga kalo udah dipanggil guru di sekolah untuk curhat. Masalahnya, ada ketakutan kalo ceritanya bocor dan jadi isu di sekolah. Tapi biasanya, untuk urusan curhat udah ada guru BK alias Bimbingan Konseling yang bisa dipercaya dan bisa jaga rahasia. 

Keempat, mentor/ panutan. Kalo remaja gabung dalam komunitas atau aktif dalam dakwah, biasanya pembimbing mereka yang jadi panutan kerap jadi tempat curhat. Seperti guru ngaji. Selain mengurangi beban mental, guru ngaji bisa ngasih saran biar kita gak salah arah dalam memecahkan masalah. 

Kelima, online. Ini yang makin banyak beredar di dunia maya. Ada yang digawangi psikolog remaja yang buka layanan curhat online, atau organisasi yang peduli generasi. Kalo ini masih aman. Jangan sampai remaja curhat di sosial media, ngeri banget dah. Masalah privasi diumbar di linimasa sosial media itu lebih banyak berujung masalah baru dibanding solusi yang dinanti. 

Siapapun yang jadi tempat curhat kita, pastikan bisa ngasih arahan tepat sesuai syariat. Tak sekedar tempat buang rasa penat dan sampah gundah gulana. Agar nyamannya kita setelah curhat dibarengi dengan kekuatan baru untuk bangkit dan tumbuh menjadi remaja tangguh. Ganbatte!

*# Remaja Taat, Remaja Sehat*

Jauh sebelum virus galau menjangkiti remaja, ajaran Islam sudah punya serum anti virusnya. Lantaran kita sebagai muslim diajarkan kalo ada masalah tetap cool, calm, and confident.
 
Setiap masalah yang datang itu bagian dari tantangan hidup yang mendewasakan kita. Selalu ada sisi baiknya agar kita terus berbaik sangka. Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, No. 2999)

Imam Al-Munawi berkata dalam Faidhul Qadir, “Keadaan seorang mukmin semuanya itu baik. Hanya didapati hal ini pada seorang mukmin. Seperti itu tidak ditemukan pada orang kafir maupun munafik. Keajaibannya adalah ketika ia diberi kesenangan berupa sehat, keselamatan, harta dan kedudukan, maka ia bersyukur pada Allah atas karunia tersebut. Ia akan dicatat termasuk orang yang bersyukur. Ketika ia ditimpa musibah, ia bersabar. Ia akan dicatat termasuk orang yang bersabar.”

Jangan lupa, kala galau melanda usir rasa itu dengan mengambi air wudhu, lanjut shalat sunnah dan membaca Alquran. Ibnu Mas’ud mengatakan, “Kalau perasaan tak tenteram, jiwa gelisah dan pikiran kusut menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat; pertama, tempat orang membaca Al Quran, engkau baca Alquran atau kau dengarkan dengan baik orang membacanya. Kedua, engkau pergi ke majelis ilmu yang mengingatkan hatimu kepada Allah SWT. Ketiga, engkau cari waktu dan tempat yang sunyi, di sana engkau berkhalwat mengabdikan diri kepada Allah SWT.”

Makanya, sudah pas banget jalan hidup kita kalo keseharian terikat dengan syariat. Tak lelah berdakwah. Tak berat meringankan kaki ke majelis ilmu. Kenali Islam lebih dalam agar masa depan kita tak suram. Kesehatan mental kita pun aman sentosa. Kuncinya, ikut ngaji tanpa tapi tanpa nanti. Yuk! []

_Buletin Teman Surga Edisi #239 (Jumadil Akhir 1445 / Desember 2023)_

https://taplink.cc/temansurga

JEJAK 'SANG GURU'

"Guru adalah orang yang membuka mata kita untuk melihat dunia, membuka hati kita untuk mencintai dunia, dan membuka pikiran kita untuk memahami dunia." (Imam Al-Ghazali)

Akhir bulan November punya nilai tersendiri bagi dunia pendidikan nasional. Pasalnya, setiap tanggal 25 November selalu diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Sebagai penghargaan untuk para guru yang telah membidani lahirnya para pemimpin di negeri katulistiwa ini.

Kalo kita ulik sejarahnya, peringatan Hari Guru Nasional bertepatan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tanggal 25 November 1945. Sebelumnya, pada tahun 1912, organisasi ini bernama PGHB (Persatuan Guru Hindia Belanda).

Pada tahun 1932, PGHB mengubah namanya menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Pada saat itu, Belanda sebagai negara penjajah, tidak menerima unsur nama “Indonesia” dalam PGI karena dianggap sebagai sebuah ancaman untuk mereka. Dengan merubah namanya, PGI menjadi semakin nasionalis dan perjuangan kemerdekaan Indonesia semakin kuat bersama guru.

Pada jaman penjajahan Jepang, PGI dilarang untuk melakukan aktivitas. Tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan, PGI menggelar Kongres Guru Indonesia yang pertama di Surakarta, Jawa Tengah pada tanggal 24–25 November 1945. Kongres tersebut membidani lahirnya PGRI. Akhirnya, melalui Keputusan Presiden No. 8 Tahun 1994 ditetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional. Salam takzim untuk guru-guru tercinta.

*# Universitas Kedua Tertua di Dunia*

Kehadiran guru tak lepas dari tempat mereka belajar sebelum menjadi seorang pengajar. Kebanyakan guru mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Karena itu, Islam yang sangat menghargai peran guru dengan segudang kemuliaannya tak luput dari perhatian terhadap sekolah tinggi yang melahirkan guru-guru jempolan.

Pada masa keemasannya, peradaban Islam selalu tampil di mata dunia sebagai pionir dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Lembaga pendidikan Islam berkembang mulai dari halqah-halqah (lingkaran) pendidikan di emper masjid, hingga kemudian menjadi lembaga pendidikan tinggi (jami’ah) setara dengan universitas.

Dari sekian banyak universitas yang didirikan oleh kaum muslimin, terdapat salah satu universitas kedua tertua di dunia setelah Universitas Az-Zaitunah, Tunisia (737 M) yang keduanya masih eksis hingga kini. Universitas itu adalah Universitas Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko yang berdiri pada tahun 859 Masehi. Universitas ini sudah berkembang jauh sebelum universitas tertua di Eropa, yakni Bologna yang terletak di Italia, didirikan sekitar tahun 1088 M, dan juga jauh sebelum Universitas Oxford, universitas tertua di Inggris, dibangun sekitar 1096 M.

Di barat universitas Al-Qarawiyyin dikenal dengan university of Al-Karaouine. Tahun 1998 Gunness Book of World Records menetapkan universitas Qarawiyyin sebagai universitas tertua yang memberikan gelar kesarjanaan akademis yang masih beroperasi hingga sekarang.

Universitas ini didirikan oleh Fatimah Al-Fihri, putri dari seorang saudagar konglomerat yang merupakan pendatang dari Qayrawan, Tunisia. Awalnya, perempuan yang fasih dalam fikih dan hadits ini membangun sebuah masjid yang dinamainya Al- Qarawiyyin di sebuah tanah yang dibelinya dari seorang pria suku Hawaara.

Di samping masjid ini, didirikan juga sebuah sekolah dengan standar tertinggi diberikan. Seperti masjid lain pada umumnya, masjid yang kemudian dikenal dengan Qarawiyyin ini juga digunakan sebagai tempat diskusi dan madrasah. Lama kelamaan materi-materi yang dibahas dalam halqah-halqah tersebut semakin berkembang mencakup berbagai bidang, tak cuma mengkaji Alquran dan Fikih saja.

Wacana yang dibahas dalam diskusi di emper Masjid itu akhirnya meluas hingga mengkaji tata bahasa, logika, kedokteran, matematika, astronomi, kimia, sejarah, geografi, bahkan musik. Halqah-halqah itu pun diikuti oleh para pemburu ilmu dari berbagai belahan dunia. Nggak heran karena materi-materi kuliah disajikan dengan berkualitas oleh para ilmuwan terkemuka.

Sejak itulah, aktivitas keilmuan di Masjid Al-Qarawiyyin berubah menjadi kegiatan bertaraf perguruan tinggi. Jumlah pendaftar yang berminat untuk menimba ilmu di universitas itu begitu banyak sampai-sampai, pihak universitas menerapkan sistem seleksi yang ketat bagi para calon mahasiswanya.

Universitas inipun melahirkan sejumlah tokoh Muslim kenamaan. Di antaranya, Abu Abullah Al-Sati, Abu Al-Abbas al-Zwawi, Ibnu Rashid Al-Sabti, Ibnu Al-Haj Al-Fasi, serta Abu Mazhab Al-Fasi. Muhammad al Idrisi, Ibnu Khaldun, al Wazzan, al Bitruji juga ditengarai pernah menjadi pengajar di universitas tersebut.

Bukan hanya muslim, universitas top kelas dunia ini juga menerima mahasiswa non muslim. Misalnya filosof yahudi Musa bin Maimun atau Maimonides dan Gerbert d’Aurillac dari kalangan kristen. Yang terakhir ini kemudian menjadi paus bergelar Paus Silvester II, yang memperkenalkan sempoa dan astrolab pada orang eropa yang masih jahiliyah, serta mengajarkan matematika dan astronomi yang dipelajarinya di Al-Qarawiyyin.

*# Jejak Hidup yang Tak Pernah Redup*

Dari sosok Fatimah al-Fihri kita bisa mengambil hikmah tentang ketulusan niat wanita visioner ini dalam mendirikan lembaga pendidikan. Kecintaan Fatimah terhadap ilmu pengetahuan membuatnya berpikir untuk menggabungkan madrasah dan masjid. Tujuannya, agar umat tidak hanya sekedar beribadah, namun madrasah untuk menuntut ilmu.

Fatimah kemudian mewujudkan impiannya tersebut dengan membeli sebidang tanah yang luas, kemudian ia mendirikan masjid sekaligus madrasah untuk kaum muslim belajar dan beribadah. Inilah cikal bakal salah satu kampus tertua di dunia. Universitas Al-Qarawiyyin.

Kebayang ya, dengan ketulusan niat kontribusi Fatimah dalam bidang pendidikan, pahala untuknya terus mengalir deras hingga saat ini. Seperti itulah karakter seorang muslim sejati. Kebaikannya bukan untuk mengejar materi atau menuai sanjung puji. Tapi murni kontribusi untuk kebangkitan Islam dan kaum muslimin.

Saatnya kita ikuti jejak ‘Sang Guru’ Fatimah dengan karya nyata dan menebar manfaat kepada sesama. Asah kemampuan kita agar bisa meninggalkan jejak hidup yang tak pernah redup. Manfaatnya tak mengenal kadaluarsa. Pahalanya terus mengalir meski kita sudah tiada. Mulailah dengan mengenal Islam lebih dalam dan berdakwah sebagai pondasi kokoh para pejuang kontribusi. Mari mengaji tanpa tapi tanpa nanti. Yuk! []

_Buletin Teman Surga Edisi #238 (Jumadil Awal 1445 / Desember 2023)_

https://taplink.cc/temansurga

KALA TONTONAN MENJADI TUNTUNAN

Sobat BTS, beberapa waktu lalu viral aksi yang dilakukan siswa Sekolah Dasar (SD) diSitubondo. Mereka sengaja menyayat lengannya sendiri demi mengikuti trend di Tiktok.

Tidak hanya siswa SD, trend ini juga ramai ditiru pelajar SMP. Trend ini juga menyebar melalui media sosial dan grup aplikasi percakapan. Para siswa SD itu menggores atau menyayat lengannya sendiri menggunakan alat kesehatan berbentuk stik yang biasanya digunakan untuk mengecek kadar gula darah. Siswa SD yang disebut berusia sekitar 10 hingga 12 tahunan itu mengaku membeli alat tersebut dari salah seorang pedagang keliling yang berjualan di sekitar sekolahnya.

*# Dari Tontonan, Menjadi Tuntunan*

Sobat BTS, di era serba digital seperti saat ini tentu gampang banget mengulik setiap konten dan informasi. Di media sosial, semua ada. Tetapi, ibarat dua sisi mata uang, media sosial ini tidak sedikit juga lo yang bermuatan negatif. Salah satunya seperti trend di atas.

Di usia labil ini, tidak sedikit remaja yang mudah banget ikut-ikutan trend tanpa filter sedikitpun. Wah berabe banget deh pokoknya. Eh tapi gimana ceritanya remaja mengikuti trend ini? Tentu saja ini erat kaitannya dengan dunia maya.

Ya, dunia maya memang memiliki dimensi yang berbeda dengan dunia nyata. Kolaborasi visualisasi juga kemasan audio nan keren, terbukti ampuh membius para remaja. Makanya, enggak heran jika dunia maya menjadi ruang promosi sekaligus media untuk memperkenalkan trend terbaru. Apalagi kalau trend itu datang dari sosok-sosok idola remaja. 

Nah, trend di atas tadi ternyata populer bermula dari sebuah trend bernama Barcode Korea. Katanya, sih, barcode atau kode batang itu akan membuat mereka merasa tangannya cantik dan menarik. Wadidaw! Pengen terlihat cantik kok kudu menyakiti diri sendiri sih? Ternyata, setelah menyayat lengan, mereka akan mengunggah di Tiktok dengan hastag #BarcodeKorea. Sakitnya dapat, kerennya kagak. Ya enggak guys?

Fakta ini menunjukkan betapa visualisasi itu punya efek magis, sobat. Bisa menyihir dan memengaruhi para remaja. Mantranya, ya biar dibilang keren. Remaja yang sejatinya merupakan pengguna aktif media sosial dengan mudahnya terpengaruh dan ikut arus trend yang sedang viral. Tanpa mikir apa sesuatu itu baik atau tidak. So, kudu gimana dong agar kita bisa menyaring seluruh informasi juga visualisasi yang terus menerus hadir di tengah-tengah kita? 

*# Filter dengan Pemahaman*

Sobat BTS, tentu kita patut prihatin dengan kondisi ini. Generasi yang sejatinya menjadi harapan bangsa, malah sibuk dengan aktivitas yang unfaedah. Nah, berbicara mengenai ikut-ikutan trend ini tidak lepas dari persepsi kita tentang makna hidup lho sobat. Banyaknya remaja yang ikut-ikutan trend unfaedah itu berangkat dari persepsi bahwa hidup ini tujuannya enggak lain untuk hura-hura. Hidup bebas adalah jalan ninja menikmati kemewahan dunia.

Kata mereka terikat dengan berbagai aturan itu tandanya hidup terkekang. Apalagi aturan agama, semua serba diatur. Di sisi lain, paham kebebasan yang saat ini dianut masyarakat kita meminggirkan aturan agama dan memosisikan agama sebatas ibadah ritual saja. Dalam kehidupan sehari-hari, agama tidak menjadi rujukan.

Saat agama tidak menjadi rujukan, maka jadilah hidup terombang-ambing. Semua dilakukan berdasarkan perasaan doang. Suka tidak suka, sandarannya pada diri sendiri. Walhasil, meski itu melukai diri sendiri, dalam pandangan para remaja itu merupakan sesuatu yang keren dan gaul. Hidup akhirnya disetir oleh trend.

Ukuran keren pun sebatas pada decak kagum orang lain. Makanya, agar hidup enggak disetir trend viral, penting banget untuk memiliki prinsip hidup. Prinsip hidup ini yang bakal menjadi kendali agar tidak salah arah dan mudah terbawa arus. 

*# Self Harm, Jangan Coba-coba!*

Sobat sekalian, Self-harm atau self-injury adalah perbuatan di mana seseorang menyakiti diri sendiri sebagai pengalihan dari rasa sakit psikisnya ke fisik mereka. Biasanya bisa berupa menyakiti diri dengan benda tumpul atau tajam, atau dengan penganiayaan diri sendiri secara langsung. 

Apa yang siswa-siswi di Situbondo lakukan adalah sejenis self harm meski atas nama trend. Dalam Islam ini terlarang lho sobat. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak boleh menyakiti diri sendiri dan menyakiti orang lain.” (HR. Ibnu Majah). Industri budaya populer yang terus membanjiri ruang privat generasi menjadikan hidup kehilangan makna. Negara pun seolah angkat tangan dan memilih diam terhadap konten yang sejatinya berbahaya bagi generasi. Kalau kondisinya begini terus, bisa-bisa akan tercipta generasi “sakit” yang tidak paham tujuan hidup. Kan menyedihkan, betul enggak?

Kita tentu berharap generasi sehat dan tangguh penerus peradaban. Nah, agar posisi strategis generasi ini enggak buyar karena pengaruh negatif, dibutuhkan peran negara untuk memproteksi setiap informasi ataupun tontonan yang hadir di tengah-tengah generasi. Dalam Islam, negara wajib hadir menjadi perisai informasi. Negaralah yang bertugas untuk membersihkan semua konten negatif dan memastikan bahwa hanya informasi yang sehatlah yang layak dikonsumsi masyarakat termasuk remaja. 

Benteng selanjutnya yang bisa menyaring baik dan buruknya sesuatu ya tentu remaja sendiri. Untuk mencegah munculnya trend negatif dan berbahaya ini, enggak ada yang bisa kita lakukan selain kembali memahami “apa sih yang menjadi tujuan hidup kita di dunia ini?” Kelak saat meninggal, apa jawaban atas perbuatan yang telah dilakukan di dunia ini? Sudah siap belum? Ingat, lo, syarat mati itu enggak harus tua dan enggak harus sakit. 

“Ah, mumpung masih muda, jalan masih panjang. Nikmati hidup aja dulu”, kata sebagian orang. Halo, memang ada jaminan satu detik ke depan kita masih hidup? Begitu malaikat menjemput, di saat itulah kita siap mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita di dunia. Gimana coba kalau malaikat mau menjemput sementara kita dalam kondisi maksiat? Wah, enggak kebayang.

Jadi dengan memahami tujuan hidup akan menjadikan standar-standar kebahagiaan ala manusia pada umumnya menjadi tidak bernilai. Decak kagum, sorak-sorai manusia dan sejenisnya tidak ada nilainya saat Allah dan Rasul tidak ridha dengan satu perbuatan. Ingat ya, menyakiti diri alias self harm itu enggak boleh! So, jangan coba-coba melakukan perbuatan terlarang itu. Sayang banget lho, padahal Allah telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk, malah enggak amanah menjaga diri sendiri. 
Sekali lagi, jangan lagi deh ikut-ikutan trend yang enggak masuk akal. Aslinya enggak keren dan melanggar syariat. Oke? []

_Buletin Teman Surga Edisi #237 (Jumadil Awal 1445 / November 2023)_

IRI? ISTIGHFAR BOS!

"Hina Aja Terus Boss Ku / Dunia Ini Milik Kau / Pandang Ku Sebelah Mata / Anggap Kau Paling Sempurna / Gue Bikin Karya Malah Lau Yang Rusuh / Ngomong Di Belakang Itu Tanda Tak Mampu / Kalo Iri, Bilang Bosku / Hidup Tu, Jangan Belagu"

Penggalan lagu rap di atas lagi populer di salah satu platform sosial media. Meskipun banyak versi dan cover dengan judul lagu yang mirip, namun isi pesannya tetep sama tentang sikap toxic generasi muda dalam pergaulan. Iri alias hasad bin dengki. Hati-hati! 

*# Dari Linimasa Turun ke Hati*

Hari gini kecanggihan teknologi menggiring remaja untuk aktif berselancar di dunia maya. Terutama menjelajahi berbagai platform sosial media tempat paling favorit untuk bergaul online. Awalnya bikin akun cuman untuk formalitas aja biar dianggap gaul. Akhirnya, malah keasyikan tebar pesona dan stalking akun teman-teman sebayanya. 
Saking rajinnya remaja nongkrong di sosial media, tanpa disadari terpapar rasa insecure. Dirinya ngerasa minder kalo ngeliat sisi terbaik kehidupan teman-temannya yang diposting ke sosial media. Mulai dari jalan-jalan healing ke berbagai tempat yang keren, wisata kuliner masakan lezat dan viral, padu padan busana yang menggoda, hingga daya tarik fisiknya yang tanpa cela. 

Sementara dirinya, banyak kekurangan dan minim pencapaian. Kehidupan sempurna yang diinginkan gak kesampaian. Jadinya malah ‘mupeng’ alias muka pengen ngeliat teman-temannya hidup bahagia dalam album linimasa sosial media. Cuman bisa gigit jari. Lama kelamaan timbul rasa iri. Ini yang bikin mental health remaja rapuh layaknya jiwa-jiwa yang bersedih.

Disadur dari The Guardian, Profesor Psikologi dari University of Michigan, Ethan Kross, menyebut bahwa fenomena di era media sosial memang tidak begitu menyenangkan. Hasil penelitian terhadap pengguna Facebook pasif yang ia dan timnya lakukan menemukan, semakin banyak seseorang melihat kehidupan orang lain di media sosial, semakin tidak nyaman perasaan hatinya. "Kita dibombardir dengan 'kehidupan Photoshop' yang begitu indah, kehidupan yang belum pernah dirasakan manusia di peradaban sebelumnya," kata Kross.

Kalimat yang diutarakan Aristoteles pada abad ke-4 SM atau ratusan tahun lalu, sepertinya cukup menggambarkan fenomena yang muncul pada era media sosial saat ini: "Sakit rasanya, melihat keberuntungan baik yang dimiliki orang lain, mereka memiliki apa-apa yang seharusnya kita miliki." Dari sinilah rasa iri yang bersemai dalam hati makin menjadi-jadi. 

*# Cuman Dapat Capek!*

Apa yang kita dapat kalo melihara sikap iri? Capek bos! Asli gak ada guna. Ibaratnya kita bawa kursi dalam setiap aktifitas harian. Beban banget. Orang dengki itu hidupnya gak tenang karena dihantui perasaan gak jelas. Uring-uringan. Senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang. 
Hasad adalah sikap batin yang tidak senang terhadap kebahagiaan orang lain dan berusaha untuk menghilangkannya dari orang tersebut. Pendengki selalu cemburu terhadap nikmat yang dimiliki orang lain dan menghendaki nikmat tersebut berpindah kepada dirinya. Dia kufur terhadap nikmat yang diberikan Allah kepadanya karena menganggap dirinya lebih berhak mendapatkan nikmat tersebut dibanding orang lain.

Selama rasa dengki terus bersemayan di hati, lama kelamaan harus ada pelampiasan. Dia akan berusaha cari cara agar kenikmatan yang dirasakan oleh orang lain yang dicemburuin itu hilang atau merasa nggak nyaman. Akhirnya waktu berharga habis cuman untuk ngegosip, fitnah, atau menebar komentar nyinyir. Nggak produktif. Karena itulah, ajaran Islam memerintahkan kita untuk menjauhi penyakit hati yang berbahaya ini . 

"Jangan kamu saling dengki dan iri dan jangan pula mengungkit keburukan orang lain. Jangan saling benci dan jangan saling bermusuhan serta jangan saling menawar lebih tinggi atas penawaran yang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim itu adalah saudara bagi Muslim yang lain, maka tidak boleh menzaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya. Seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama Muslim. Setiap Muslim haram darahnya bagi Muslim yang lain, demikian juga harta dan kehormatannya." (HR Bukhari dan Muslim)

Ngerinya, rasa iri bisa menghabiskan pahala yang selama ini kita tabung. Rasulullah saw mengingatkan, "Waspadalah terhadap hasad (iri dan dengki), sesungguhnya hasad mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu." (HR Abu Daud)

*# Hapus Dengki, Hidup Lebih Berarti*

Gak ada kebaikan kita memelihara rasa dengki. Kalo pun pernah terbersit, segera beristighfar dan minta perlindungan kepada Allah swt. “Dan dari kejahatan orang yang dengki ketika dia iri.” (Al Qur'an Al Falaq ayat 5)

Selanjutnya, minimalisir informasi yang bisa memancing rasa iri nongol ke permukaan hati. Kurangi stalking akun-akun sosial media yang dipenuhi gaya hidup flexing alias doyan pamer dari kenalan kita. Kalo perlu, unfriend akunnya biar gak menyebar toxic. Karena kesempurnaan hidup yang disajikan linimasa sosial media, kerap kali hanya fatamorgana.  

Sebaliknya, follow akun-akun kebaikan yang kontennya banyak mengingatkan kita biar gak salah jalan. Sekalian like, comment, and share postingannya yang positif biar jadi ladang berkah juga untuk kita. 

Biar benih rasa iri dengki gak bersemai di hati, pelihara rasa syukur. Ini anti virus rasa iri. Karena dengan banyak bersyukur, kita gak merasa gundah gulana ketika ngelihat orang lain mendapat kenikmatan lebih dibandingkan diri sendiri. Hidup malah jadi lebih asyik dan produktif penuh energi kebahagiaan. 

Dari Abū Hurairah ia berkata, Rasūlullāh bersabda, “Lihatlah kepada yang di bawah kalian dan janganlah kalian melihat yang di atas kalian, sesungguhnya hal ini akan menjadikan kalian tidak merendahkan nikmat Allah yang Allah berikan kepada kalian.” (HR Muslim)

Tak lupa, kita bangun juga benteng pertahanan dengan menguatkan iman dan mengokohkan akidah dengan aktif ikut pengajian. Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali berkata: “Penyakit hati ini tidak bisa disembuhkan kecuali dengan ilmu dan amal saleh. Ilmu yang bermanfaat untuk melawan penyakit hasad adalah Anda mengetahui bahwasanya hasad itu kemudaratannya akan kembali kepada diri Anda, baik perkara dunia maupun perkara akhirat. Dan hasad yang Anda lakukan tersebut tidak akan menimpakan kemudaratan kepada orang yang Anda hasad kepadanya baik dunia maupun di akhirat, bahkan dia akan mendapatkan manfaat dengan hasadnya Anda.”

So, pastikan keseharian kita tak lepas dari kegiatan menimba ilmu Islam. Bisa dengerin ceramah ustadz via youtube, baca buletin Teman Surga, atau hadir di majelis-majelis ilmu. Dengan begitu, insya Allah hati kita sudah disuntik anti virus rasa dengki sehingga hidup kita akan jauh lebih produktif dan penuh arti. Yuk ngaji! []

_Buletin Teman Surga Edisi #236 (Jumadil Awal 1445 / November 2023)_

https://taplink.cc/temansurga

SUMPAH' PEMUDA PENAKLUK ANDALUSIA

Ini sumpah bukan sembarang sumpah. Bukan sumpah pocong kaya di film-film sinetron azab. Atau sumpah serapah yang kerap keluar dari mulut kaum nyinyiriun.

Secara bahasa dari kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), sumpah berarti pernyataan disertai tekad melakukan sesuatu untuk menguatkan kebenarannya atau berani menderita sesuatu kalau pernyataan itu tidak benar. Nah sumpah yang satu ini datang dari ucapan seorang pemuda panglima yang artinya mirip-mirip seperti definisi di atas.

Emang sumpahnya gak ditulis pada daun lontar. Atau terpatri pada prasasti bersejarah. Atau juga beredar di status sosmed. Tapi sumpah ini sangat memotivasi pasukan Islam pada era kekhilafahan Umayyah untuk membuka jalan penyebaran dakwah Eropa melalu Andalusia. Sumpah apakah itu?

*# Di Balik Saksi Bisu Selat Gibraltar*

Sebelum kita spill isi sumpahnya, kita mau kasih clue dulu saksi bisunya. Sebuah selat yang memisahkan Negeri Matador dan al-Maghribi. Sebuah tempat yang menghubungkan dua perairan, samudera atlantik dan Laut Tengah. Uniknya, kedua perairan ini airnya tak bisa bersatu sehingga terlihat jelas batasannya, seperti minyak dan air.

Uniknya lagi, nama Gibraltar berasal dari nama salah satu pahlawan besar Islam yang banyak dikenang dan diingat orang sepanjang masa. Seorang pemuda muslim bernama Thariq bin Ziyad. Panglima terbesar dalam sejarah Islam yang merupakan prajurit Kerajaan Umawiyah (Bani Umayyah).

Thariq bin Ziyad dilahirkan pada tahun 50 H atau 670 M di Kenchela, Aljazair, dari kabilah Nafzah. Ia bukanlah seorang Arab, akan tetapi seorang yang berasal dari kabilah Barbar yang tinggal di Maroko.

Dalam Tarikh Ibnu Nushair, sejarawan mengatakan Thariq adalah budak dari amir Kerajaan Umawiyah di Afrika Utara, Musa bin Nushair. Lalu Musa membebaskannya dari perbudakan dan mengangkatnya menjadi panglima perang.

Dalam perjalanan menaklukkan Afrika Utara, Musa bin Nushair dibuat kagum dengan kesungguhan dan keberanian Thariq bin Ziyad. Setelah menaklukkan beberapa wilayah, akhirnya pasukan ini berhasil menaklukkan Kota Al-Hoceima, salah satu kota penting di Maroko. Kota ini sebagai wilayah strategis yang mengantarkan pasukan Islam menguasai semua wilayah Maroko. Musa kembali ke Qairawan sedangkan Thariq menetap di sana dan memberi pengajaran keagamaan kepada masyarakat Barbar Maroko.

Setelah Musa bin Nushair membuka jalan pasukan Islam ke Eropa, Thariq bin Ziyad menyempurnakannya dengan menaklukkan Andalusia. Atas perintah Khalifah al-Walid bin Abdul Malik, Thariq membawa pasukan Islam menyeberangi selat Gibraltar menuju daratan Eropa. Dari sinilah sejarah bangsa Ifranji –sebutan untuk orang-orang Eropa- itu berubah.

*# Point of No Return!*

Jauh sebelum umat Islam menguasai Andalus, daratan Siberia itu dikuasai oleh seorang raja zalim yang dibenci oleh rakyatnya, yaitu Raja Roderick. Di sisi lain, berita tentang keadilan umat Islam masyhur di masyarakat seberang Selat Gibraltar ini. Oleh karena itu, orang-orang Andalusia sengaja meminta tolong dan memberi jalan kepada umat Islam untuk menggulingkan Roderick dan membebaskan mereka dari kezalimannya.

Segera setelah permintaan tersebut sampai kepada Thariq, ia langsung melapor kepada Musa bin Nushair untuk meminta izin membawa pasukan menuju Andalus. Kabar ini langsung disampaikan Musa kepada Khalifah al-Walid bin Abdul Malik dan beliau menyetujui melanjutkan ekspansi penaklukkan Andalus yang telah dirintis sebelumnya.

Pada bulan Juli 710 M, berangkatlah empat kapal laut yang membawa 500 orang pasukan terbaik umat Islam. Pasukan ini bertugas mempelajari bagaimana medan perang Andalusia, mereka sama sekali tidak melakukan kontak senjata dengan orang-orang Eropa. Setelah persiapan dirasa cukup dan kepastian kabar telah didapatkan, Thariq bin Ziyad membawa serta 7.000 pasukan lainnya melintasi lautan menuju Andalusia.

Mendengar kedatangan kaum muslimin, Roderick yang tengah sibuk menghadapi pemberontak-pemberontak kecil di wilayahnya, langsung mengalihkan perhatiannya kepada pasukan kaum muslimin. Ia kembali ke ibu kota Andalusia kala itu, Toledo, untuk mempersiapkan pasukannya menghadang serangan kaum muslimin. Gak tangung-tanggung, Roderick bersama 100.000 pasukan yang dibekali dengan peralatan perang lengkap segera berangkat ke Selatan menyambut kedatangan pasukan Thariq bin Ziyad.
Ketika Thariq bin Ziyad mengetahui kalo Roderick membawa pasukan yang begitu besar, ia segera menghubungi Musa bin Nushair untuk meminta bantuan. Dikirimlah pasukan tambahan yang jumlahnya hanya 5.000 orang.

Akhirnya pada 28 Ramadhan 92 H bertepatan dengan 18 Juli 711 M, 12.000 pasukan Muslim berangkat dari Maghreb (Maroko) dengan kapal-kapal mereka menuju Semenanjung Iberia.

Sesampainya di Andalusia, Thariq bin Ziyad mendengar bahwa Roderick akan datang menyambutnya dengan pasukan yang jauh lebih besar dan lebih banyak dari pasukannya. Pasukan Muslim galau, namun Thariq tidak. Doi malah meminta mereka melakukan hal ekstrim: Bakar seluruh kapal!

Tatkala ditanyakan kepadanya “Wahai pemimpin, sesungguhnya engkau mencelakakan kita dengan membakar kapal-kapal yang membawa kita kesini” Maka Thariq ‘bersumpah’:

_*“Sesungguhnya setiap daerah Allah dan bumi Allah adalah kampung halaman kita. Wahai manusia ke manakah kalian akan pergi. Sesungguhnya lautan ada di belakang kalian, dan musuh ada di depan kalian. Dan tidak ada yang tersisa pada kalian, Demi Allah, kecuali kebenaran dan kesabaran.”*_

Perang Sidonia yang dahsyat pun berkecamuk selama delapan hari. Kaum muslimin dengan jumlahnya yang kecil tetap bertahan kokoh menghadapi hantaman orang-orang Visigoth pimpinan Roderick. Keimanan dan janji kemenangan serta syahid di jalan Allah telah memantapkan kaki-kaki mereka dan menyirnakan rasa takut dari dada-dada mereka.

Dengan kebenaran dan kesabarannya, Thariq bin Ziyad berhasil memimpin pasukannya meraih kemenangan melawan musuh yang berlipat-lipat jumlah maupun persenjataannya. Dan akhirnya, umat Islam mengenalnya sebagai Pemuda Penakluk Andalusia, pembuka jalan dakwah ke Eropa yang jejaknya diabadikan pada daratan tempat pertama kali pasukanya berlabuh. Gibraltar alias Jabal ath-Thariq.

Dari ‘sumpah’ pemuda penakluk Andalusia, kita belajar satu hal yang amazing. “POINT of No Return”, upaya untuk maju terus meskipun tantangan dan resiko yang akan dihadapi sangat besar. Itulah karakter pemimpin terbaik.

Kalo kita udah bertekad meraih keberhasilan atau impian-impian yang mulia, jangan tanggung-tanggung. Kobarkan semangat Bakar Kapal seolah tak ada alasan bagi kita untuk mundur teratur. Sehingga memaksa kita untuk terus berusaha, belajar, mengaji dan mengeluarkan potensi terbaik agar impian besarnya tecapai atau kita mati ketika mengusahakannya. Seperti semangat jihad saudara-saudara kita di Gaza Palestina. Hanya ada 2 pilihan, hidup mulia atau mati syahid. Point of no return. Gaskeun! []

_Buletin Teman Surga Edisi #235 (Rabiul Akhir 1445 / Oktober 2023)_

https://taplink.cc/temansurga

JAUH DI GAZA DEKAT DI HATI

Sungguh aku merindu Tanah Gaza/ Aku sembunyikan rasa rindu ini setelah beranjak darinya/ Berharap Allah menyirami tanahnya, lalu aku raup debunya/ Akan aku pergunakan untuk bercelak dari kerinduan yang menyelimutiku

Ini bukan lirik lagu terbaru Michael Heart yang populer dengan senandung "We Will not Go Down" yang menunjukkan dukungan terhadap Palestina, khususnya di Jalur Gaza.

Syair di atas adalah suara hati seorang Imam Syafi’ie. Gaza, tempat kelahiran tokoh, ulama pengarang kitab ar-Risalah dan al-Umm tersebut, penuh dengan kenangan, dinamis, dan tetap bertahan tak pernah lekang oleh gerusan zaman. Lewat syair inilah Imam Syafi’i mengutarakan rasa rindunya akan Gaza, setelah ia berpindah ke Tanah Hijaz.

Kini, Gaza tengah mengalami genocide alias pembersihan etnis. Pasukan zionis laknatullah kembali menumpahkan darah di bumi Palestina. Di Gaza, jumlah korban meninggal telah mencapai 2.750 jiwa. Dari jumlah korban meninggal di Jalur Gaza saat ini, lebih dari 700 di antaranya merupakan anak-anak. Sementara korban jiwa di kalangan perempuan hampir mencapai 400 orang. (Republika, 16 Oktober 2023)

Kini kondisi kehidupan warga Palestina di Jalur Gaza juga sangat mengkhawatirkan. Hal itu karena zionis Yahudi memberlakukan blokade total terhadap wilayah tersebut. Pasokan barang-barang esensial, seperti makanan, obat-obatan, termasuk listrik dan air, disetop. Gaza bak "penjara terbuka paling besar di dunia". Ngeri!

*# Ada Apa dengan Jalur Gaza?*

Jalur Gaza adalah wilayah dengan panjang 41 kilometer dan lebar 10 kilometer yang terletak di antara Yahudi, Mesir, dan Laut Mediterania. Kawasan ini adalah rumah bagi sekitar 2,3 juta muslim Palestina dan kepadatan penduduknya salah satu yang tertinggi di dunia.

Namun, jauh sebelum huru-hara antara Yahudi dan Palestina, Jalur Gaza punya sejarah panjang lho. Kawasan ini beberapa kali dikepung dan diduduki oleh beragam pihak sejak 4.000 tahun lampau.

Gaza pernah diperintah, dihancurkan, dan dihuni kembali oleh berbagai dinasti, kekaisaran, dan masyarakat, mulai dari Mesir Kuno (ratusan tahun sebelum Masehi) hingga jatuh ke tangan Kekhilafahan Utsmaniyah pada abad ke-16.

Gaza adalah bagian dari Kesultanan Ottoman hingga 1917. Selanjutnya, kawasan itu dikuasai Inggris hingga bulan Mei tahun 1948. Setelah Pada 1947, keluar Resolusi PBB No. 181 terkait pembagian Palestina kepada zionis Yahudi dan Umat Islam sehingga membidani lahirnya entitas zionis Yahudi.

Intifadah (perlawanan) pertama yang dilakukan warga Palestina terhadap zionis Yahudi muncul di Gaza pada 1987, tahun yang sama ketika kelompok Islam Hamas didirikan. Sejak saat itu, Hamas telah bersumpah untuk menghancurkan zionis Yahudi dan ingin menggantinya dengan negara Islam.

Kini Gaza mengalami blokade dari darat, laut, udara oleh Mesir dan zionis Yahudi. Pasokan listrik, air, bahan makanan hingga obat-obatan dan bantuan kemanusiaan tidak diperbolehkan masuk ke Gaza. Betapa nestapanya kehidupan di Gaza.

Malam gelap tanpa penerang menghiasi hari-hari Gaza. Darah masih berceceran. Mayat bergelimpangan. Puing-puing bangunan berantakan. Tak ada tawa bahagia, tak ada yang yakin besok tetap bisa membuka mata.

Hidup hanya sebatas bisa bertahan, tak berani terlalu tinggi berharap. Kemerdekaan yang diperjuangkan tak kunjung didapatkan. Sampai kapan semua ini akan terjadi?

*# Duka Palestina Lara Kita Juga*

Terlalu naif kalo kita ngerasa duka saudara kita di Gaza Palestina, itu urusan mereka. Bukan urusan kita, warga Indonesia yang jauh letaknya beda benua. Nggak gitu konsepnya. Karena Rasulullah SAW mengingatkan kalo sesama muslim itu bersaudara, bagaikan satu tubuh. Meski beda wilayah, etnis, bahasa, budaya, rupa, status sosial, status pendidikan maupun status pernikahan, kita satu server. Tuhannya Allah SWT, Rasulnya Muhammad SAW, Kitab sucinya Alquran. Sama.

Karena itu, kalo ada saudara kita sesama muslim di belahan dunia lain dalam kondisi sakit, tertimpa bencana, atau mengalami penindasan, terasa pedihnya oleh muslim yang lain. Layaknya satu tubuh, kalo kaki kita yang tanpa alas nginjek pecahan kaca, mulut auto teriak mengaduh, tangan gerak cepat memegang bagian yang luka, dan antibodi dalam tubuh langsung membangun pertahanan dari serangan kuman. Seperti inilah gambaran hadits Rasulullah SAW tentang persaudaraan sesama muslim.

_“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)."_ *(HR. Bukhari dan Muslim)*

Jadi, tak ada alasan bagi kita seorang muslim yang notabene tinggal di Indonesia, hanya diam, mengutuk atau mengecam kebiadaban zionis Yahudi yang membumihanguskan Palestina.

Meski dunia mengganggap masalah Gaza sekadar bencana kemanusiaan. Bagi kita, ini adalah masalah kemuliaan agama. Masalah penjajahan akan bangsa Islam. Masalah merebut rumah umat Islam. Masalah merendahkan kehormatan umat Islam. Bukan sekadar kemanusiaan.

Palestina adalah tanah umat Islam. Oleh karena itu, bangsa zionis Yahudi sebenarnya tak memiliki andil dalam tanah Palestina. Kedatangan mereka hanya sebagai tamu yang tak tahu diri.

Untuk itu, mengalahkan penjajah zionis Yahudi diperlukan kekuatan yang besar. Yang dimiliki oleh pemimpin yang besar. Seperti Muhammad Al Fatih, Salahuddin Al Ayyubi, atau Umar bin Khatab.

Lantas apa yang bisa kita lakukan saat ini? Berdakwah hingga tegaknya kekuatan besar untuk melindungi umat Islam di seluruh dunia. Bisa juga menggelar aksi solidaritas, mengirimkan bantuan kemanusiaan, mengutus militer untuk memperkuat barisan perlawanan terhadap zionis Isreal, atau bentuk kepedulian lain yang menunjukkan dukungan kita pada rakyat Palestina. Yang pasti, meski jauh di Gaza, tetapi dekat di hati. Allahu Akbar! []

_Buletin Teman Surga Edisi #234 (Rabiul Akhir 1445 / Oktober 2023)_

http://taplink.cc/temansurga

THE POWER OF SHOLAWAT

Emang udah seharusnya sebagai seorang muslim, lisan kita auto Sholawat saat mendengar nama junjungan kita, Nabi Muhamad SAW Itu tanda kecintaan kita pada Rasul. Terlebih lagi di bulan kelahiran Nabi saat ini, kita makin sering mendengarkan lantunan Sholawat di mesjid-mesjid atau saat perayaan Maulid Nabi SAW.

Udah tahu kan, kalo membaca Sholawat kepada baginda Muhammad SAW adalah perintah secara langsung dari Allah SWT. Seperti dipertegas dalam TQS Al-Ahzab [33] ayat 56:

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Masalahnya, banyak di antara kita yang menganggap bacaan Sholawat itu ya biasa aja. Ngucapin bagus, gak ngucapin juga feel free aja. Hmm, sayang banget kalo bener gitu ya sikapnya.

Biar tambah greget, simak deh beberapa alasan kuat di bawah ini agar kita membiasakan bersholawat. Kuy!

*# Keutamaan Sholawat, Sayang Kalo Terlewat*

Sholawat memiliki banyak keutamaan yang akan didapat oleh orang-orang yang mengamalkannya. Makna Sholawat kepada Nabi SAW adalah meminta kepada Allah SWT agar Dia memuji dan mengagungkan Nabi SAW di dunia dan akhirat, di dunia dengan memuliakan penyebutan (nama) Nabi SAW, memenangkan agama dan mengokohkan syariat Islam yang Beliau bawa.

*Berikut beberapa keutamaan Sholawat yang mesti kita pahami.*

*# Pertama, Dikabulkan Doanya*

Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang di antara kamu membaca Sholawat, hendaklah dimulai dengan mengagungkan Allah Azza wa Jalla dan memuji-Nya. Setelah itu, bacalah shalawat kepada Nabi. Dan setelah itu, barulah berdoa dengan doa yang dikehendaki." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

*# Kedua, Dikumpulkan di Surga Bersama Nabi* 

Rasulullah SAW bersabda: "Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca Sholawat kepadaku." (HR. Tirmidzi)

*# Ketiga, Mendapatkan Syafaat Nabi SAW*

Dari Abdullah bin Umar, dia mendegar Rasulllah SAW bersabda: "Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin, kemudian bersholawatlah kepadaku. Sesungguhnya orang yang bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali. Lalu, mintalah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah adalah sebuat tempat di surga yang tidak akan dikaruniakan, melainkan kepada salah satu hamba Allah. Dan, aku berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan meraih syafaat." (HR. Muslim)

*# Bacaan Shalawat Sekitar Kita*

Kalo baca keutamaan Sholawat di atas, emang sayang kalo terlewat. Rugi dunia akhirat. Makanya setiap hari mesti kita lantunkan. Sekedar ngingetin, berikut di antaranya beberapa bacaan shalawat yang sering kita dengar dan ucapkan.

*# Pertama, Sholawat Ibrahimiyah*

_Allahumma sholli 'alaa Muhammadin wa’alaa Aali Muhammadin, Kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiima wa’alaa Aali Ibrahiima, wa Baarik ‘alaa Muhammadin wa 'alaa Aali Muhammadin, Kamaa Baarakta ‘alaa Ibraahima wa ‘alaa Aali Ibraahima, Fil 'Aalamiina innaka hamiidun Majiidun._

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung."

*# Kedua, Sholawat Nabi*

_“Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala ali Muhammad.”_

Artinya: “Ya, Allah. Berilah shalawat (sanjungan) kepada Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarga Nabi Muhammad SAW”

*# Ketiga, Sholawat Asyighil*

_Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in._

Artinya: “Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.”

*# Tanda Cinta Nabi: Bacakan Sholawat, Jalankan Syariat*

Ibnu Taimiyah berkata, “Allah telah menerangkan hak-hak Nabi SAW di dalam Alquran. Di antaranya, agar (kaum muslimin) taat kepada beliau, mencintai, mengagungkan, menghormati, dan membela beliau, berhukum kepada beliau, ridha dan menerima hukum yang ditetapkan oleh beliau, mengikuti beliau, mengucapkan salam dan shalawat kepada beliau, mendahulukan beliau di atas kepentingan diri, harta, dan keluarga, menyerahkan segala perselisihan kepada ketentuan beliau, dan lain-lainnya.” (dalam Majmu’ Al-Fatawa [I/68]).

Dari nasihat Ibnu Taimiyah di atas, ternyata selain bacaan Sholawat, bentuk kecintaan kita pada Nabi SAW juga mesti kita tunjukkan dengan selalu mengikuti apa yang diperintahkannya dan menjauhi apa yang dilarangnya. Itu artinya, kita wajib terikat pada Syariat setiap saat. Itu juga kalo kita ngaku muslim dan cinta Nabi SAW.

Karena orang yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir wajib taat kepada Rasulullah SAW. Dalam Alquran, Dia menyebutkan ketaatan kepada Rasul SAW lebih dari 30 kali.

Ibnu Katsir berkata, “Perintah Rasululullah SAW merupakan petunjuk, sunnah-sunnah, dan syariat-syariat beliau. Jadi, setiap ucapan dan perbuatan kita harus ditimbang dengan ucapan dan perbuatan beliau. Suatu perkataan, kalau sesuai dengan perkataan beliau, maka kita terima; tetapi kalau tidak sesuai, maka kita tolak, siapa pun yang mengatakannya.”

Allah swt berfirman “...Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah ia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (TQS Al Hasyr [59] Ayat 7).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ayat ini menjadi dasar dalam mengikuti Nabi SAW baik dalam ucapan, perbuatan, maupun keadaannya. Ayat ini juga menjelaskan bahwa bentuk kecintaan kepada beliau adalah mengikuti segala apa yang dibawanya yang berasal dari Rabb-nya.”

Untuk itu, yuk kita introspeksi selama ini apakah kita sudah serius bilang cinta Nabi dengan selalu melantunkan sholawat tapi di sisi lain masih bermaksiat. Ngerasa berat ikut pengajian tapi ringan kalo nonton konser musisi kesukaan. Terjerumus ke dalam budaya pacaran padahal Rasul tak pernah mencontohkan.

Saatnya kita berbenah diri. Cinta Nabi SAW jangan setengah-setengah. Baca Sholawat juga jalankan syariat. Biar diri punya pondasi untuk menjaga kobaran cinta Nabi SAW, ayo mulai aktif ngaji. Lagi, lagi, dan lagi. Tanpa tapi tanpa nanti. Yuk! []

_Buletin Teman Surga Edisi #233 (Rabiul Awal 1445 / Oktober 2023_

http://taplink.cc/temansurga

MATIPHOBIA, GAK BAHAYA TA?

Ngomongin kematian bagi remaja itu tabu banget tahu. Ngeri-ngeri sedap gitu. Secara gitu lho, ngerasa masih muda belon waktunya tutup usia. Padahal kan yang namanya kematian itu sebuah kepastian. Nggak bisa ditawar-tawar lagi. Cuman waktunya aja beda-beda. Bisa jadi teman kita duluan, kita belakangan. Atau sebaliknya. Kita belakangan, teman kita duluan, hehe.

*# Takut Mati, Normal Gak Sih?*

Sebagai manusia, kita udah paham dong kalo kontrak hidup kita nggak akan diperpanjang. Ketika udah expired, malaikat Izrail bakal datang menghampiri tanpa notifikasi. Siap-siap aja.

Meski kematian itu sebuah kepastian, ternyata banyak dari kita terutama remaja yang takut untuk menghadapinya. Mungkin takut kalo udah mati gak bisa ngumpul lagi bareng bestie, seru-seruan setiap hari, atau gak bisa having fun lagi di dunia yang fana ini.

Mungkin juga takut kalo udah mati, bakal sendirian di liang kubur. Cuman ditemenin cacing, kain kafan, bola kapas yang nutup hidung kita, serta potongan bambu penutup jenazah sebelum ditimbun tanah. Gelap gulita. Tak ada penerangan sambil tunggu tiba hari perhitungan. Ngeri!

Takut akan kematian itu wajar karena bagian dari fitrahnya manusia yang punya naluri mempertahankan diri (gharizatul baqo). Yang gak wajar itu kalo ketakutannya berlebihan alias akut hingga hari-harinya gak produktif. Dunia medis menyebutnya, thanatophobia. Bahaya.

Thanatophobia adalah bentuk kecemasan dan ketakutan ekstrem terhadap kematian atau proses kematian. Sehingga sulit beraktivitas saat sekolah, bekerja, atau dalam situasi sosial. Ketika berpikir tentang kematian, penderitanya bisa mengalami serangan panik. Mereka juga berusaha keras untuk menghindari pembicaraan apa pun tentang kematian atau proses kematian. Gitu.

Dalam Islam, ketakutan akan kematian alias mati phobia itu gejala penyakit wahn. Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata, ”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.”_ *(HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud).*

Sebagai seorang muslim, yang kita khawatirkan seharusnya bukanlah kematian. Tapi kecintaan dunia yang bikin kita takut akan mati. Sampai lupa mempersiapkan bekal untuk menjalani kehidupan kedua nanti. Malah asyik berlomba-lomba meneguk kesenangan dunia dengan menghalalkan segala cara. Bukannya getol nambah pahala, nabung dosa iya. Tekor!

*# Tak Takut Hadapi Maut*

Penyakit wahn gak ada dalam kamus kehidupan seorang muslim. Seperti itulah yang dicontohkan para sahabat Rasul. Seperti ditunjukkan seorang Khubaib bin Adi. Salah satu sahabat Rasul saw yang tak takut hadapi maut.

Ketika perang badar, prajurit berani mati ini berhasil menewaskan seorang pemimpin Quraisy yang bernama al-Harits bin’Amir bin Naufal. Setelah perang badar selesai dan sisa-sisa pasukan Quraisy yang kalah kembali ke Mekah, Bani Harits yang memendam dendam kesumat menghafalkan dengan baik siapa yang telah menewaskan bapak mereka. Khubaib bin ‘Adi!

Tak lama setelah perang badar, Rasulullah saw mengutus sepuluh orang sebagai mata-mata untuk menyelidiki strategi orang-orang Quraisy terkait pergerakan serta langkah persiapan mereka untuk suatu peperangan yang baru. Ashim bin Tsabit Al-Anshori, didaulat sebagai pemimpin dan Khubaib bin ‘Adi menjadi salah satu anggota tim.

Di suatu tempat antara ‘Usfan dan Mekkah, kelompok kecil ini diintai oleh sekitar 100 pemanah dari bani Lihyan. Mengetahui hal tersebut, Ashim segera memerintahkan teman-temannya agar berlindung ke sebuah bukit kecil di sekitar daerah tersebut.

Pasukan bani Haiyan hampir saja kehilangan jejak, tapi mereka melihat biji kurma berjatuhan di atas pasir. Biji-biji itu dipungut oleh sebagian di antara orang-orang ini, lalu berseru kepada teman-teman mereka: “Biji-biji itu berasal dari Yatsrib – nama lain dari Madinah — dari sinilah bani Lihyan mengetahui jejak mereka.

Dan tak lama kemudian mereka tertangkap. pemimpin kelompok itu yaitu Ashim bin Tsabit Al-Anshori dan 6 sahabat lainya telah syahid terlebih dahulu karena menolak keinginan bani Lihyan agar menyerahkan yang dibawa jika mereka ingin selamat tapi dengan tegas Ashim bin Tsabit Al-Anshori menjawab “Kami tidak akan menerima perlindungan orang kafir. Ya Allah, sampaikan berita kami kepada Nabi-Mu”.

Tinggallah Khubaib bin Adi, Zaid bin Datsinah dan seorang sahabat yang kemudian syahid di tangan bani Lihyan karena memberontak saat ditangkap. Lalu para musuh itupun membawa Khubaib dan Ibnu Datsinah dan menjual mereka di Mekkah.

Sementara itu, bani al-Harits yang selama ini menyimpan dendam kesumat. Dengan penuh antusias membeli Khubaib. Maka jadilah Khubaib bulan-bulanan seluruh anggota keluarga al-Harits. Setiap hari sahabat Anshar yang dikenal bersifat bersih, pemaaf, teguh keimanan dan taat beribadah ini harus menerima siksaan.

Orang-orang musyrikin itu mencoba menciutkan keimanan Khubaib dengan menceritakan tentang tewasnya serta penderitaan yang dialami shahabat dan saudaranya Zaid bin Datsinnah r.a. dan membujuknya dengan janji pembebasan jika dirinya mau mengingkari Muhammad SAW dan Allah SWT Karena keimanan telah memenuhi hati dan menjadi darah yang mengalir dalam tubuhnya, tawaran itu ditolak mentah-mentah.

Di suatu tempat yang bernama Tan’im, sahabat nabi ini menjemput sahid demi mempertahankan keimanannya. Sebelum dieksekusi, Khubaib meminta agar ia diijinkan sholat dua rakaat. Dan mereka mengijinkanya. Orang musyrikin menyangka, Khubaib shalat karena takut mati dan hendak memikirkan tawaran mereka agar selamat. Namun Khubaib menbantahnya dengan tegas, “Demi Allah, kalau bukanlah nanti ada sangkaan kalian bahwa aku takut mati, niscaya akan kulanjutkan lagi shalatku…!”

Teman surga, tempat kembali kita cuman dua, Surga atau Neraka. Kondisi saat maut menjemput juga dua, su'ul khatimah atau khusnul khatimah. Khubaib menunjukkan pada kita, bagaimana menjemput maut dalam keadaan tetap beriman kepada Allah SWT. So, gak perlu takut hadapi maut. Karena kita semua pasti mati. Yang penting, ayo kita siapkan diri kita agar khusnul khatimah dengan selalu pake aturan Allah SWT dalam keseharian kita. Stay tune with Islam! []

_Buletin Teman Surga Edisi #232 (Rabiul Awal 1445 / September 2023)_

http://taplink.cc/temansurga

HORMATI GURUMU, BERKAH ILMUMU!

Gaes, sebagai pelajar kita termasuk orang yang beruntung sedunia lho. Pasalnya, ilmu yang kita timba baik di sekolah, home schooling, majlis ta'lim atau tempat belajar lainnya adalah cahaya yang akan menerangi kehidupan kita. Tanpa ilmu, hidup kita akan tersesat. Sulit membedakan yang benar dan salah. 

Ilmu yang menjadikan kita sebagai pemenang, bukan pecundang. Ilmu juga yang akan mengantarkan kita pada tempat terbaik di akhirat nanti. Rasulullah saw mengingatkan, _"Barang siapa yang meniti suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."_ *(HR. Ahmad)*

Namun, jauh sebelum keutamaan ilmu kita peroleh ternyata ada yang lebih penting untuk kita siapkan sebelumnya. Agar ilmu yang kita dapat penuh keberkahan dan bermanfaat bagi orang banyak. Siapkan dulu 'garasi'-ilmu nya!

*# Pentingnya Adab Sebelum Ilmu*

Al-adab qabla al-'ilmi _"adab sebelum ilmu"_ Ungkapan ini sering kita dengar di lingkungan pendidikan Islam, khususnya pesantren. Meski begitu, bukan berarti nasihat mulia ini hanya ditujukan untuk temen-temen santri lho ya. Tapi untuk kita semua selaku pelajar. 

Adab secara bahasa artinya menerapakan akhlak mulia. Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar menyebutkan: _"Al adab artinya menerapkan segala yang dipuji oleh orang, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Sebagian ulama juga mendefinsikan, adab adalah menerapkan akhlak-akhlak yang mulia."_ *(Fathul Bari, 10/400)*

Adab bagi seorang pelajar itu ibarat garasi, tempat mangkalnya kendaraan biar nggak parkir sembarangan. Kebayang kalo ilmu gak ada garasinya, bisa membahayakan banyak orang. Makanya para ulama dulu not play-play alias nggak main-main kalo udah berurusan dengan adab. Sebagaimana nasihat Imam Malik, _"Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu."_

Abu Zakariya An Anbari rahimahullah mengingatkan: _"Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh."_

Nggak heran kalo ulama kawakan selevel Ibnu Mubarak juga menegaskan, _"Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun, sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun."_

Kebayang nggak sih, alokasi waktu belajar adabnya aja 1,5 kali lebih banyak dibanding menuntut ilmunya. Itu berarti, pentingnya adab sebelum ilmu itu nggak bisa ditawar-tawar lagi. Belajar adab itu harus dibayar di depan, nggak bisa COD. Apalagi nunggak. Apa pasal? 

Ulama Syaikh Sholeh Al 'Ushoimi menuturkan bahwa, _"Dengan mempelajari adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit memperhatikan adab, maka ilmu akan menjadi sia-sia."_

Wajar kalo Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab Fiqih. Karena dari situ Beliau banyak mempelajari adab, itulah yang kurang dari kita saat ini. Imam Abu Hanifah berkata, _"Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab Fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka."_ *(Al Madkhol, 1: 164)*

*# Pondasi Adab Para Pencari Ilmu, Hormati Gurumu!*

Salah satu pondasi adab bagi kita selaku para pencari ilmu adalah adab menghormati ahli ilmu alias guru. Imam Burhanudin Az Zarnuji penulis kitab fenomenal, Ta'lim Muta'alim mengingatkan, _"Ketahuilah, sesungguhnya seorang penuntut ilmu tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula bermanfaat ilmunya. Kecuali dengan mengagungkan ilmu dan ahli ilmu, mengagungkan gurunya dan menghormatinya."_

Bentuk penghormatan terhadap guru bukan seperti hormat kepada bendera setiap upacara lho ya. Tapi menempatkan guru sebagai sosok yang kita muliakan, kagumi, dan teladani keilmuannya. 

Sedekat apapun kita dengan guru, tetap harus ngukur diri dan jaga adab. Jangan sampai kebablasan. Sebenci apapun kita pada guru, tak menjadi alasan untuk membullynya, melecehkannya, mempermalukannya, merendahkan martabatnya, dan semua perlakuan tak pantas.

Seperti kejadian menimpa kepada salah satu Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri di Maluku Tengah. Dalam tayangan video yang viral itu, sang Ibu dipermainkan muridnya ketika akan pulang dari sekolah di parkiran motor. Kunci motornya diambil salah satu siswa, dan beliau disoraki murid-murid ketika berusaha mengambilnya. 

Miris rasanya kalo ngeliat perilaku pelajar yang sering kedapatan 'kurang ajar' kepada gurunya. Padahal kalo kita belajar adab, nggak ada ceritanya tuh perilaku songong murid pada gurunya. Karena sedikit saja hati guru kita tersakiti, alamat ilmu yang kita peroleh tak berarti. Nggak ada berkahnya. 

Agar berkah ilmu yang kita peroleh, berikut beberapa adab terhadap guru dikutip dari kitab Ta'lim Muta'alim karangan Imam Az Zarnuzi. 

1. Tidak berjalan di depan guru. Berjalan di depan guru atau membelakangi guru yang sedang berjalan merupakan perilaku tidak sopan. Misalnya ketika siswa sedang berjalan dan melihat gurunya berjalan di belakangnya, siswa tersebut harus berhenti dan mempersilahkan gurunya berjalan terlebih dahulu.

2. Tidak duduk di tempat yang biasa ditempati guru ketika mengajar. Misalnya ketika guru sedang istirahat di ruang guru, siswa tidak boleh duduk di kursi guru apalagi sampai membuka-buka buku guru.

3. Tidak memulai pembicaraan ketika guru tidak mengizinkan. Misalnya ketika guru sedang menjelaskan maka murid jangan berbicara walaupun itu menanyakan penjelasan yang belum dipahami, murid boleh bertanya ketika guru sudah mengizinkan untuk bertanya.

4. Ketika bertanya harus tahu waktu. Misalnya saat jam istirahat dan guru sedang beristirahat maka murid jangan bertanya, tunggu guru selesai istirahat baru bertanya.

5. Menerima hukuman dari guru dengan lapang dada selama tidak melanggar syariat. 

6. Bersabar ketika ingin bertemu guru, sampai guru datang menemui.

Teman surga, kalo selama ini kita merasa kesulitan menerima pelajaran atau kebingungan memahami ketika guru menjelaskan, bisa jadi ada yang salah dengan adab kita kepada para ahli ilmu. Mungkin tanpa sengaja kita pernah menyakiti hatinya. Segera temui, cium tangannya, minta ampunannya sampai bersih. Nggak boleh ada yang ganjel. 

Untuk itu, terus belajar adab dengan mengenal Islam lebih dalam. Nggak mesti jadi santri. Yang penting, kelakuan kita komitmen terikat hukum syara setiap hari. Sehingga terbentuk dalam diri kita akhlak mulia yang Allah ridhoi. Kalo udah gitu, dengan sendirinya pondasi adab kita sebagai penuntut ilmu akan terbangun sendiri. Dan kita jadi lebih mudah menerima ilmu dan menebar manfaat dari keilmuan kita di muka bumi. Karena itu, hormati gurumu akan berkah ilmumu. Yuk, gaskeun! []

_Buletin Teman Surga Edisi #231 (Safar 1445 / September 2023)_

http://taplink.cc/temansurga

MAGER NGGAK BIKIN KAMU BETTER!

Generasi rebahan, doyan berlama-lama scrolling hp, sibuk dengan dunianya sendiri. Itulah potret generasi saat ini. Remaja jompo yang magernya kebangetan. Aktivitas fisik dikit aja rasanya nyesek.

Gaya hidup seperti ini ternyata menyimpan banyak sisi negatif, lho! Ya, kurang gerak bisa mendatangkan banyak masalah bagi kesehatan. Ini problem yang menimpa sebagian besar remaja, BTS lovers. Terlebih di tengah arus digitalisasi. Banyak banget alasan untuk betah di dunia maya.

By the way, seperti yang dikatakan di atas, kurangnya aktivitas fisik berdampak pada masalah kesehatan. BTS lovers tau nggak? Ternyata, gaya hidup mager ini dapat meningkatkan risiko penyakit bahkan kematian. Wadidaw! Serius?! Ya, serius lah. Kita nggak sedang bercyandaaa, bercyandaaa. Ups!

Secara fisik, malas gerak berdampak pada hadirnya beberapa penyakit. Antara lain, penyakit kardiovaskular, diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, osteoporosis, dan lain-lain. Ya Allah, banyak banget ya? Itu baru sebagian, lho. BTS lovers bisa googling sendiri, deh.

Sebenarnya edukasi terkait pentingnya aktivitas fisik udah seliweran di layar ponsel kita. Hanya saja, gaya hidup yang sudah menjadi habits sebagian remaja udah sedemikian akut. Lebih mencengangkan lagi, menurut WHO, gaya hidup malas gerak ini nyaris menggejala di seluruh belahan dunia. Baik di negara maju maupun berkembang. Wah,. wah,. wah!

Kebiasaan mager dan doyan rebahan ini menyebabkan otot-otot tubuh kaku dan melemah karena kurang bergerak. Selain berdampak ke fisik, psikis juga jadi nggak sehat. Kurang gerak juga bisa menyebabkan tubuh mudah lelah dan tidak bersemangat, mudah stres, kurang motivasi, overthinking, juga gangguan pola makan dan tidur yang terganggu. Apalagi kalau udah begadang, widiw siang hari pasti keliyengan. So, begadang jangan begadaaang.

*# Lawan Malas, Ayo Bergerak!*

Mager ini memang susah-susah gampang untuk diubah, ya guys ya? Tetapi kalau menyimak banyaknya sisi negatif dari habits ini, harus ada motivasi kuat dari diri sendiri untuk berubah. Ya, mulailah membangun kebiasaan yang bisa mengolah fisik kita. Ada sekian banyak tips nih untuk memulai habits baru.

# Pertama, list aktivitas harian seperti beres-beres kamar, menyiram tanaman, bersih-bersih rumah, yang selama ini ogah kalian lakukan.

# Kedua, jadikan berolahraga sebagai rutinitas baru. Bisa dengan olah raga kecil, atau komitmen untuk merutinkan satu olah raga yang kalian gemari. Basket, badminton, berenang, memanah atau berkuda? Sesuaikan saja minatnya.

# Ketiga, agar aktivitasnya fun, ajak teman kamu untuk bareng-bareng biar seru. Pokoknya kurangi rebahan, perbanyak gerak.

Nah, kalau udah punya perencanaan, just do it! Nggak usah banyak mikir. Lakukan tanpa banyak alasan. Perkuat motivasi, minimalisir hal-hal yang kurang bermanfaat, dan mulailah membiasakan diri. Agar habits baru ini terbentuk, buatlah frekuensi tertentu. Seiring bertambahnya waktu, frekuensinya ditingkatkan lagi. Misal, awalnya 15 menit, tingkatkan jadi 30 menit. Sekali seminggu, tinggatkan jadi dua kali seminggu. Begitu seterusnya. Pokoknya lawan rasa malas dan mulailah bergerak.

Nah, kalau udah utuh mengadopsi habits baru, pertahankan. Komitmen dengan perubahan ini. Catet ya, mager ini dampak negatifnya banyak banget. Selain masalah kesehatan, hidup juga rasanya kurang produktif. Bayangin aja berjam-jam scrolling hp? Berapa banyak PR sekolah yang bisa dituntaskan? Berapa banyak pekerjaan rumah yang bisa kita selesaikan?

Melakukan aktivitas harian di rumah bisa ngebantu kita mengasah skill lho, BTS Lovers. Sedih deh kalau ada anak cowok yang ga tau benerin genteng bocor. Habis, kesehariannya sibuk maen FF atau mobile legend. Atau anak cewek yang ga tau dunia perdapuran karena kesehariannya asik selfi atau mantengin tutorial make up. Apalagi kalau semuanya jadi asosial dan lebih senang mengurung diri? Wah,. wah,. selain minus skill, bakal asing dari pergaulan sosial.

*# Meneladani Para Sahabat*

BTS Lovers, generasi muslim adalah generasi sehat. Rasulullah SAW dan para sahabat telah memberi contoh terbaik dalam memperhatikan kesehatan mereka. Rasulullah SAW sendiri memerintahkan kepada seluruh umatnya untuk menjaga kesehatan fisik dengan menerapkan pola hidup sehat.

Mengapa? karena jika seseorang memiliki jasmani yang sehat ia dapat mengoptimalkan waktunya untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga, dan lingkungan sekitar. Dengan tubuh yang sehat pula, seorang muslim dapat melaksanakan ibadah dengan lapang.

Hidup yang sehat ini bukan sekadar rutinitas harian yang mengolah fisik, tetapi juga mengatur pola hidup. Makanya, selama hidupnya Rasulullah tidak senang begadang. Rasulullah selalu tidur lebih awal agar bisa menjalankan salat sunah tahajud. Dari ibadahlah Beliau mengawali segala sesuatu. Selain itu, tidur lebih awal juga bisa mencegah bangun telat untuk mengerjakan salat subuh. Bener nggak? Nah, kalau udah salat subuh, jangan balik rebahan lagi, ya.

Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan kita untuk berolahraga. Dalam sebuah riwayat, diketahui bahwa Rasulullah sangat menyukai kegiatan olah fisik seperti berkuda, memanah, dan berenang. Hal itu menunjukkan bahwa tubuh Rasulullah tidak hanya sehat tetapi juga kuat.

Rasulullah SAW juga rajin mengamalkan puasa sunah. Nah, puasa ini terbukti mampu menjaga manusia dari lapar mata. Apalagi di tengah banyaknya makanan dan minuman instan yang berpotensi membawa penyakit.

Catet ya BTS Lovers, tingkat Diabetes dan Obesitas di kalangan usia muda tinggi lho. Penyebabnya apalagi kalau bukan asupan makanan dan minuman yang saat ini banyak wara-wiri. Kebayang dong usia masih muda tetapi sudah digerogoti beragam penyakit? Selain nggak produktif, kita jadi nggak bisa berkontribusi banyak untuk masyarakat. Padahal, masa depan peradaban tuh di tangan generasi. Kalau remajanya udah jompo sebelum waktunya, sakit-sakitan dan nggak produktif, gimana mau jadi penerus peradaban?

So, mulai sekarang tanamkan motivasi dalam diri untuk menjadi remaja sehat. Ingat ya, mager ga bikin kamu better. Pasti nggak mau kan disebut remaja jompo? Yuk giat bergerak! Agar tubuh sehat dan bisa berkontribusi untuk umat. Oke? []

_Buletin Teman Surga Edisi #230 (Safar 1445 / September 2023)_

http://taplink.cc/temansurga

SI PALING AHLI KARTOGRAFI

Pernah lihat bola dunia? Benda yang pastinya tak asing lagi bagi kita selaku pelajar. Biasanya tuh globe ini mangkal dalam lemari kaca di kelas atau teronggok tak berdaya di meja perpustakaan. Jangan ditanya peran bola dunia ini dalam dunia pendidikan. Pastinya penting banget biar kita paham kalo Allah swt ciptakan bumi itu bundar, bukan datar!

Yang mesti kita pertanyakan, kok bisa ya ada orang yang kepikiran bumi itu bulat lalu dibuat miniaturnya. Bener-bener gak habis Fikri dan di luar Nurul. Kalo orang biasa, pastinya gak mau ambil pusing mikirin tentang bumi yagn luas terus gimana caranya pergi ke berbagai tempat di belahan dunia lain. Boro-boro mikirin jalan-jalan ke berbagai tempat, ngubek di wilayahnya sendiri aja masih nyasar. Saat itu nggak ada petunjuk jalan. Apalagi aplikasi Google Maps atau Waze. Karena itulah pentingnya ilmu kartografi biar tak tersesat sana sini.

*# Kartografi, Apaan Sih?*

Sebelum bicara kartografi, kita kenalan dulu dengan yang namanya peta. Pastinya udah gak asing dong dengan temennya Dora the Explorer ini. Kalo menurut kamus online wikipedia, peta adalah gambaran permukaan bumi yang ditampilkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar handphone.

Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Peran peta sangat penting biar manusia nggak nyasar kalo mau pergi ke suatu tempat. Nah, ilmu pembuatan peta itu yang dinamakan kartografi.

Lengkapnya, Kartografi (berasal dari bahasa Yunani chartes, "papirus, selembar kertas, peta", dan graphein, "tulis") merupakan sebuah studi dan seni membuat dan mempelajari peta. Kartografi menggabungkan sains, estetika, dan teknik, sehingga peta yang dihasilkan lebih akurat, jelas dan menarik.

Dulu bentuk awal peta dibuat dengan tanah liat, dilukis dengan tangan pada dinding gua atau pada perkamen alias kertas yang dibuat dari kulit binatang. Konon, peta pertama yang menunjukkan wilayah berupa perbukitan dan lembah adalah peta dari peradaban Mesopotamia yang dibuat 600 tahun sebelum Masehi.

Ilmu Kartografi mencapai puncak kejayaannya di Yunani dan Roma berkat kerja keras Ptolemaeus, yang lebih dikenal dengan nama Ptolemy pada 85 sampai 165 sebelum masehi. Dia berhasil menciptakan sebuah peta dunia yang digambarkan berdasarkan pembagian Garis Lintang atau Latitude sekitar 60 derajat Lintang Utara (N) sampai dengan 30 derajat Lintang Selatan (S). Dia juga menulis sebuah karya besar yang disebutnya “Geographike Hyphygesis” (Guide to Geography), yang merupakan acuan ilmu Geografi yang mendunia. Bagaimana dengan peradaban Islam?

*# Ilmuwan Islam Pencipta Globe*

Sebagai agama yang sempurna, ketinggian peradaban Islam tak luput dari karya agung para ilmuwannya yang berkaitan dengan peta dan kartografi. Salah satunya yang dikenal sebagai Pencipta Globe alias bola dunia, Al-Idrisi.

Nama lengkapnya *Abu Abdullah Muhammad al-Idrisi al-Qurtubi al-Hasani al-Sabti* atau Muhammad al-Idrisi yang lahir di kota Afrika Utara Ceuta (dulu dikenal dengan nama Sabtah - karena itu disebut dengan Al Sabti) yang termasuk bagian dari Kekaisaran Murabitun. Al-Idrisi merupakan keturunan para penguasa Idrisiyyah (nama Al Idrisi merujuk pada kata ini) di Maroko. yang merupakan keturunan Hasan bin Ali, putra Ali dan cucu nabi Muhammad (nama Al Hasani menunjukan bahwa beliau keturunan Hasan bin Ali.

Al-Idrisi adalah geografer dan kartografer (pembuat peta) termasyhur di abad ke-12 M yang tinggal di Sisilia, tepatnya di istana Raja Roger II (Sultan Ar Rujari). Kepopuleran Al-Idrisi dalam dua bidang ilmu sosial itu telah membuat sang raja yang beragama Nasrani itu kepincut. Apalagi, Raja Roger II sangat tertarik dengan studi geografi.

Salah satu proyek besar yang dikerjakan Al-Idris adalah pembuatan peta dunia pertama yang akurat. Al-Idris dan Raja Roger II bersepakat proyek pembuatan peta dunia itu akan diselesaikan dalam tempo 15 tahun. Guna mewujudkan ambisinya, didirikanlah akademi geografer yang dipimpin Raja Roger II dan Al-Idrisi.

Megaproyek pembuatan peta dunia itu melibatkan 12 sarjana dan sebanyak 10 orang di antaranya adalah ilmuwan Muslim. Adalah berkah tersendiri bagi Al-Idrisi bisa mengerjakan pembuatan peta itu di kota Palermo. Sebab, di kota itulah para navigator dari berbagai wilayah seperti Mediterania, Atlantik dan perairan utara kerap bertemu.

Al-Idrisi menggali informasi dari setiap navigator yang tengah beristirahat di Palermo. Ia bersama timnya mewawancarai dan menggali pengalaman para navigator. Penjelasan dari seorang navigator akan dicocokkan kepada navigator lainnya. Hasil kajiannya itu lalu dirumuskan. Setelah bertahun-tahun menyaring fakta yang berhasil dikumpulkan, akhirnya pada tahun 1154 M peta itu selesai. Al-Idrisi secara gemilang membuat peta bola bumi alias globe dari perak dengan berat sekitar 400 kilogram.

Globe perak ciptaan al-Idrisi mendapat apresiasi positif dari para ilmuwan Barat. “Saat itu, para ahli geografi dan kartografi Barat masih menggunakan pendekatan simbolis dan fantasi,’‘ ungkap Frances Carney Gie dalam tulisannya berjudul Al-Idrisi And Roger’s Book. Alih-alih menggunakan pendekatan ilmiah seperti yang dilakukan para ilmuwan Muslim, para sarjana Barat ternyata masih bertumpu pada hal-hal mistis dan tradisional dalam membuat peta.

Menurut Dr A Zahoor dalam tulisannya berjudul Al-Idrisi, saat melakukan ekspedisi mengelilingi dunia, Columbus menggunakan peta yang dibuat Al- Idrisi. Inilah salah satu fakta lainnya yang dapat mematahkan klaim Barat bahwa Columbus merupakan penemu benua Amerika yang pertama.

Teman surga, al-Idrisi merupakan salah satu dari sekian banyak Ilmuwan Islam jenius yang patut kita teladani. Ketelitian dan kegigihannya dalam membuat peta dengan tingkat akurasi tinggi, menunjukkan karakter seorang Muslim yang pantang menyerah untuk ngasih kontribusi positif bagi kebaikan Islam dan kaum Muslimin. So, kini saatnya kita menjadi bagian dari barisan muslim sejati yang tak berhenti untuk selalu berkontribusi, layaknya al-Idrisi. Kuncinya, ngaji. Kuy! []

_Buletin Teman Surga Edisi #229 (Safar 1445 / Agustus 2023)_

http://taplink.cc/temansurga

GENERASI RASA STRAWBERRY

Yummy! Ngebayangin lagi cuaca panas terik makan es krim float yang kuncupnya ditaroin buah yang satu ini dijamin auto ngiler. Adem. Buah merah jerawatan ini emang juara kalo urusan rasa. Dari es krim hingga sirup, selalu ada varian rasa dan warnanya.

Namun, gimana jadinya kalo rasa strawberry (selajutnya ditulis ‘stroberi’) ini nempel pada diri remaja? Nah lho emang ada? Hari ini, apa sih yang gak ada. Simak ulasan buletin Teman Surga kesayanganmu kali ini. Kuy!

*# Apa Itu Generasi Stroberi?*

Istilah “generasi stroberi” diciptakan oleh sosiolog Australia, Paul Hirst pada tahun 1978. Istilah ini pertama kali muncul dalam buku karangannya berjudul The Graying Of The Greens: Demographic Change And Political Realignment In Australia (1978). Paul Hirst berpendapat bahwa ada tiga generasi utama yang hadir dalam masyarakat Australia; Baby Boomer, Generasi X dan apa yang ia sebut sebagai “Generasi Stroberi” (mereka yang lahir antara tahun 1970 – 1980).

Generasi Stroberi adalah generasi muda yang kreatif dan memiliki banyak ide cemerlang, tapi mudah hancur ketika mendapat tekanan sosial. Mereka menjadi tidak mau bekerja keras karena menyerah dengan tekanan yang ada. Istilah ini biasanya merujuk pada generasi di bawah milenial yang dianggap lunak seperti buah stroberi. Indah tapi lemah.

Pastinya generasi stroberi ini nongol ke dunia bukan karena unsur genetis alias keturunan ya, Tapi pengaruh dari lingkungan yang membentuk karakter mereka. Usut punya usut, di antaranya ada tiga hal yang menjadi penyebab munculnya generasi stroberi, yaitu:

*# Self diagnosis (mendiagnosis diri sendiri) terlalu dini tanpa melibatkan pihak yang ahli.* Terutama remaja, paling doyan membanding-bandingkan gaya hidup flexing yang bertebaran di media sosial dengan keadaan dirinya. Kemampuan gak punya, tapi jiwa pengen sosialita. Tanpa sadar, jadi ngerasa minder, tertekan, stress hingga depresi. Kalo udah gitu, ogah nyari solusi malah cenderung lari dari setiap masalah yang dihadapi.

*# Pola pengasuhan orang tua yang kerap memanjakan remaja.* Terutama kalo keluarganya berada secara ekonomi. Nggak pengen anaknya hidup sengsara seperti yang mungkin pernah dialaminya sebelum sejahtera seperti saat ini.

*# Perkataan orang tua yang sering ngasih label anaknya “moody”alias mudah mengalami perubahan suasana hati.* Akibatnya kebawa sampai dewasa. Mau ngerjain apapun, tergantung pada mood. Endingnya, kebanyakan mager daripada produktif.

*# Indah Tapi Lemah*

Gak bisa bohong kalo kehadiran generasi stroberi punya nilai keunikan tersendiri. Era keterbukaan dan hidup dalam kepungan teknologi turut membentuk karakter positif yang indah dan patut dibanggakan, di antaranya:

*# Menyukai Tantangan.* Generasi Stroberi menyukai tantangan karena dianggap mampu menguji dan mengasah kemampuan mereka. Hal ini sangat berguna untuk pengembangan karier mereka di masa mendatang agar bisa menjadi seorang yang profesional.

*# Tidak Takut Menyampaikan Pendapat.* Generasi Stroberi tidak takut untuk menyampaikan pendapatnya. Kadang tanpa pikir panjang akibatnya. Speak up aja selama dia pikir akan membawa kebaikan untuk dirinya dan circle persahabatannya.

*# Mengikuti Perkembangan Zaman.* Generasi Stroberi hampir mirip dengan generasi milenial dan gen Z yang mengikuti perkembangan zaman. Mereka aktif menggunakan internet dan lincah menggunakan teknologi terkini.

*# Generasi Stroberi memiliki pemikiran yang kreatif, kritis, dan cerdas.* Ditambah lagi kemampuan mereka dalam menyikapi perkembangan teknologi juga turut menjadi nilai tambah keberadaannya.

Namun di balik keindahannya, ternyata Generasi Stroberi juga dianggap sebagai generasi pemalas. Hal tersebut karena biasanya mereka menginginkan kesuksesan, tapi juga ingin santai. Atau bahkan instan. Kalo bisa pakai jalan pintas untuk meraih kesuksesan, kenapa harus bersusah payah meniti jalan terjal dan proses yang panjang. Gitu prinsipnya.

Padahal, kalo bicara kesukesan tak ada yang dibayar tunai. Kebanyakan dicicil dengan daya juang yang tinggi. Kalo tiba-tiba sukses, itu mah door prize. Feel before afternya gak dapat. Cuman endingnya aja nyampe. Rasanya hambar. Padahal justru sebuah keberhasilan itu akan sangat bernilai dan mulia ketika dicapai secara alami selangkah demi selangkah. Legit rasanya.

Generasi Stroberi juga identik dengan kegiatan favoritnya yang gak boleh diganggu gugat, “healing” atau “refreshing”. Belon apa-apa, kalo ada masalah bawaannya pengen menenangkan diri dulu dengan ber-healing ria. Masalahnya ditinggal tanpa berusaha untuk diselesaikan. Giliran healingnya sudah kelar, makin panik karena masalahnya bukannya hilang atau berkurang malah tambah banyak dan besar.

Generasi stroberi juga terkenal si paling royal dalam urusan “self reward” alias penghargaan untuk dirinya. Alih-alih membeli sesuatu sesuai kebutuhan dan ingin mengapresiasi diri, self reward justru membuat generasi stroberi menjadi boros dan konsumtif. Boncos!

*# Remaja Muslim Anti Rapuh*

Teman Surga, sebagai manusia kita nggak bisa lepas dari yang namanya masalah. Di mana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun. Biar nggak ketularan perilaku Generasi Stroberi yang doyan lari dari masalah, kita mesti pandai menghadapi masalah. Rumusnya, “kalo salah dalam memandang masalah (ujian), maka salah mengambil sikap”. Yes, karena itulah kita kudu tahu gimana cara ngadepin masalah/ujian dalam hidup kita.

# Pertama, masalah merupakan bentuk kasih sayang Allah swt yang berupa ujian dan peringatan.

# Kedua, masalah merupakan cara Allah swt untuk meningkatkan derajat dan status kita sebagai hamba.

# Ketiga, Allah swt memberikan masalah sesuai dengan kadar kemampuan kita. Allah swt Maha Adil yang tidak akan membebani hambaNya di luar batasnya. Cara pandang seperti ini akan membuat kita selalu optimis dalam menjalani hidup dan menghadapi masalah. Ketika kita telah yakin, maka kita tinggal mencari jalan keluarnya.

# Keempat, setiap masalah pasti ada solusinya. Di mana ada kesulitan di situ pasti ada kemudahan, sebagaimana firman Allah swt dalam Q.S al-Insyirah: 6, _"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."_

# Kelima, coba renungkan hadits Rasulullah saw berikut ini: _"Perhatikanlah orang yang lebih rendah keadaannya dari pada kalian, dan jangan perhatikan orang yang lebih sukses dibandingkan kalian. Karena ini cara paling efektif, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah bagi kalian."_ *(HR. Ahmad, Turmudzi, dan Ibnu Majah)*

Jadi, Generasi Stroberi yang dikenal rapuh saat hadapi tekanan hidup bukan karena banyak atau beratnya masalah yang mereka hadapi. Tapi mungkin belum tahu sikap terbaik untuk mengatasi setiap masalahnya. Beruntungnya kita sebagai generasi muda muslim, ajaran Islam yang kita kaji secara rutin membuat kita tetap enjoy ketika diuji dengan masalah. Untuk itu, jangan sampai absen ngajinya. Gass poll! Karena kita remaja muslim yang tangguh anti rapuh. Generasi Stroberi, no way! []

_Buletin Teman Surga Edisi #228 (Safar 1445 / Agustus 2023)_

YANG MUDA YANG MERDEKA

Kemerdekaan bagi sebuah bangsa itu sangat berarti ketika estafet kepemimpinannya terus berlanjut. Nggak mentok sampai bapack-bapack yang tengah menduduki kursi kepemimpinan aja. Tapi ada penerus dari generasi muda yang siap menyambut tampuk kepemimpinan dengan suka cita.

Namun, ngeliat kondisi remaja saat ini banyak yang meragukan peran mereka di masa depan. Apakah mungkin bisa menjadi bagian dari solusi negeri ini. Atau malah menjadi bagian dari masalah yang terus bertambah. Entahlah.

Kalo diajak ngobrol seputar masa depan dan kepempimpinan, sedikit remaja yang antusias. Kebanyakan mendadak low sinyal, Blank spot. Tapi kalo udah diajak menyelami dunia hiburan, bukan cuman sinyalnya yang kenceng tapi baterenya juga full. Kalo perlu, bawa power bank. Seolah kehidupan remaja itu isinya cuman hal-hal yang menyenangkan semua, Just for fun.

Padahal kalo kita bercermin pada para pejuang di setiap negeri, isinya ya kebanyakan para pemuda. Mereka para pemuda yang serius memikirkan masa depan negerinya untuk lebih baik lagi.

*# Kemedekaan Bagi Remaja*

Hari gini, emang bukan lagi jaman penjajahan secara fisik seperti tahun 45 dulu. Seharusnya, bukan cuman negeri ini yang merayakan merdeka dan terus berulang tahun hingga 78 kali. Tapi juga generasi mudanya harus merdeka secara hakiki. Punya prinsip hidup dan nggak individualis. Untuk itu, ini yang harus kita lakukan.

# Pertama, merdeka dari tekanan teman sebaya. Usia remaja masanya punya circle tempat berbagi cerita suka dan duka. Gak bisa dipungkiri kalo mereka lebih nyaman cerita kepada teman sebaya dibanding orang tua. Alhamdulillah kalo circle pertemanannya positif. Saling mengingatkan kalo salah jalan. Saling menguatkan saat ditimpa kesedihan.

Berabe kalo circle pertemanannya toxic. Ada peer pressure alias tekanan teman sebaya kalo temannya gak sejalan. Terutama kalo sudah nyerempet-nyerempet perilaku menyimpang yang identik dengan kenakalan remaja. Mulai dari icip-icip narkoba, provokasi gaul bebas, hingga ngomporin untuk ikut tawuran.

# Kedua, merdeka dari budaya sesat barat. Dunia hiburan yang dekat dengan keseharian remaja, banyak disponsori oleh budaya barat. Lantaran kehidupan barat yang jauh dari nilai-nilai agama, dekat dengan pemujaan terhadap kesenangan dunia. Prinsip kebebasan dan keserbabolehan kental dalam gaya hidupnya. Bagi remaja muslim, ini menyesatkan.

Budaya sesat barat itu gencar menyapa remaja melalui tayangan film, konser musik, wisata kuliner, dan pesta pora. Sialnya, gaya hidup senang-senang itu dikasih label modern, gaul, kekinian, atau trendi. Remaja muslimpun banyak yang kebawa arus.

# Ketiga, merdeka dari jeratan hawa nafsu. Ini yang paling utama. Masa remaja yang diisi dengan upaya mencari identitas diri kerap mudah tergoda dengan gaya hidup hedonis. Berlomba-lomba mengejar kesenangan dunia hingga melupakan kemuliaannya sebagai remaja merdeka.

Tahu sendri, nafsu syahwat kalo udah pasang jebakannya bikin remaja terlena. Lupa diri, lupa waktu, lupa identitasnya sebagai muslim. Yang ada, bawaannya pengen senang-senang terus. Padahal dibalik kesenangan itu ada ancaman yang bisa menghancurkan masa depannya.

*# Kamu Merdeka, Kamu Mulia!*

Kemerdekaan pada diri remaja, akan mengantarkan dirinya pada kemuliaan. Ketika remaja merdeka dari tekanan teman sebaya, dia punya kemandirian dan berani memegang prinsip hidupnya. Tak sungkan mengingatkan bestienya yang benar itu benar dan yang salah itu salah. No compromise!

Ketika remaja merdeka dari penjajahan budaya sesat barat, dia hadir sebagai sosok remaja muslim ideal harapan umat. Berakhlak mulia dan berdaya. Dia jadikan aturan Islam sebagai standar perbuatannya. Dia jadikan ridho Allah swt sebagai tujuan hidupnya. Dia jadikan aktifitas dakwah sebagai jalan hidupnya.

Ketika remaja medeka dari hawa nafsunya, hidupnya mulia dunia dan akhirat. Rasulullah saw bersabda, _"Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah."_ *(HR. Ahmad)*

Maksud "shabwah" adalah pemuda yang tidak mengikuti hawa nafsunya, dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan.

Untuk menjadi remaja yang merdeka dan mulia itu, apa yang bisa kita lakukan?

# Pertama, kuatkan pondasi keimanan. Yakinkan bahwa hidup ini sementara dan kita perlu bekal amal sholeh untuk menghadapi kehidupan kekal di akhirat nanti. Kalo kita lalai menyiapkan bekal untuk akhirat, rugi tujuh turunan. Karena akan kehilangan tiket untuk menebus jatah kapling kita di surga-Nya.

# Kedua, bergabunglah dalam circle pertemanan positif yang bisa mempertahankan dan mendongrak kualitas keimanan kita. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, _"Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian."_ *(HR. Abu Daud)*

# Ketiga, maksimalkan waktu hidup kita untuk kegiatan yang sarat manfaat. Hadir di majelis ilmu untuk menguatkan keimanan. Baca buku untuk menambah wawasan. Tadarus Alquran untuk selalu menautkan hati kita dengan Sang Pencipta. Kejar ibadah sunah untuk menambah tabungan pahala dan berdakwah untuk mengikat semua kegiatan manfaat.

Salah satu celah yang bisa menjerumuskan remaja pada jurang kemaksiatan adalah kekosongan waktu. Kalo gak diisi dengan kegiatan positif, setan akan mengajak kita pada kegiatan negatif. Minim manfaat dan cenderung bermaksiat.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah mengingatkan, _"Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil."_

# Keempat, jangan berhenti berjuang ketika tujuan belum tercapai hingga kita dipanggil menghadap Allah SWT. Seperti sikap seorang Uqbah bin Nafi bin Qais al-Fihri, sahabat Nabi penakluk Benua Afrika. Setelah memenangi pertempuran dan mencapai Samudera Atlantik, beliau berkata:

“Duhai Rabb, seandainya samudera ini tidak menghalangi niscaya aku lanjutkan perjuangan di Jalan-Mu. Ya Allah saksikanlah aku telah menyampaikan dengan sungguh-sungguh, seandainya tidak terhalang samudera ini akan lanjutkan di negeri itu peperangan pada siapa saja yang mengingkari-Mu hingga tidak ada yang disembah selain diri-Mu.”

Teman surga, kemerdekaan bukan hanya hak segala bangsa. Tapi juga hak kita sebagai remaja. Kemerdekaan bagi kita berwujud kemandirian dan meniti jalan kemuliaan. Kecintaan pada negeri tak semata ditunjukkan dengan ikut lomba tujuh belasan, tapi menjadi garda terdepan dalam membebaskan generasi muda ibu pertiwi dari penjajahan pemikiran dan budaya barat. Yang Muda Yang Merdeka, Itulah Kita! []

Buletin Teman Surga Edisi #227 (Muharram 1445 / Agustus 2023)