Kamis, 14 Maret 2024

IRI? ISTIGHFAR BOS!

"Hina Aja Terus Boss Ku / Dunia Ini Milik Kau / Pandang Ku Sebelah Mata / Anggap Kau Paling Sempurna / Gue Bikin Karya Malah Lau Yang Rusuh / Ngomong Di Belakang Itu Tanda Tak Mampu / Kalo Iri, Bilang Bosku / Hidup Tu, Jangan Belagu"

Penggalan lagu rap di atas lagi populer di salah satu platform sosial media. Meskipun banyak versi dan cover dengan judul lagu yang mirip, namun isi pesannya tetep sama tentang sikap toxic generasi muda dalam pergaulan. Iri alias hasad bin dengki. Hati-hati! 

*# Dari Linimasa Turun ke Hati*

Hari gini kecanggihan teknologi menggiring remaja untuk aktif berselancar di dunia maya. Terutama menjelajahi berbagai platform sosial media tempat paling favorit untuk bergaul online. Awalnya bikin akun cuman untuk formalitas aja biar dianggap gaul. Akhirnya, malah keasyikan tebar pesona dan stalking akun teman-teman sebayanya. 
Saking rajinnya remaja nongkrong di sosial media, tanpa disadari terpapar rasa insecure. Dirinya ngerasa minder kalo ngeliat sisi terbaik kehidupan teman-temannya yang diposting ke sosial media. Mulai dari jalan-jalan healing ke berbagai tempat yang keren, wisata kuliner masakan lezat dan viral, padu padan busana yang menggoda, hingga daya tarik fisiknya yang tanpa cela. 

Sementara dirinya, banyak kekurangan dan minim pencapaian. Kehidupan sempurna yang diinginkan gak kesampaian. Jadinya malah ‘mupeng’ alias muka pengen ngeliat teman-temannya hidup bahagia dalam album linimasa sosial media. Cuman bisa gigit jari. Lama kelamaan timbul rasa iri. Ini yang bikin mental health remaja rapuh layaknya jiwa-jiwa yang bersedih.

Disadur dari The Guardian, Profesor Psikologi dari University of Michigan, Ethan Kross, menyebut bahwa fenomena di era media sosial memang tidak begitu menyenangkan. Hasil penelitian terhadap pengguna Facebook pasif yang ia dan timnya lakukan menemukan, semakin banyak seseorang melihat kehidupan orang lain di media sosial, semakin tidak nyaman perasaan hatinya. "Kita dibombardir dengan 'kehidupan Photoshop' yang begitu indah, kehidupan yang belum pernah dirasakan manusia di peradaban sebelumnya," kata Kross.

Kalimat yang diutarakan Aristoteles pada abad ke-4 SM atau ratusan tahun lalu, sepertinya cukup menggambarkan fenomena yang muncul pada era media sosial saat ini: "Sakit rasanya, melihat keberuntungan baik yang dimiliki orang lain, mereka memiliki apa-apa yang seharusnya kita miliki." Dari sinilah rasa iri yang bersemai dalam hati makin menjadi-jadi. 

*# Cuman Dapat Capek!*

Apa yang kita dapat kalo melihara sikap iri? Capek bos! Asli gak ada guna. Ibaratnya kita bawa kursi dalam setiap aktifitas harian. Beban banget. Orang dengki itu hidupnya gak tenang karena dihantui perasaan gak jelas. Uring-uringan. Senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang. 
Hasad adalah sikap batin yang tidak senang terhadap kebahagiaan orang lain dan berusaha untuk menghilangkannya dari orang tersebut. Pendengki selalu cemburu terhadap nikmat yang dimiliki orang lain dan menghendaki nikmat tersebut berpindah kepada dirinya. Dia kufur terhadap nikmat yang diberikan Allah kepadanya karena menganggap dirinya lebih berhak mendapatkan nikmat tersebut dibanding orang lain.

Selama rasa dengki terus bersemayan di hati, lama kelamaan harus ada pelampiasan. Dia akan berusaha cari cara agar kenikmatan yang dirasakan oleh orang lain yang dicemburuin itu hilang atau merasa nggak nyaman. Akhirnya waktu berharga habis cuman untuk ngegosip, fitnah, atau menebar komentar nyinyir. Nggak produktif. Karena itulah, ajaran Islam memerintahkan kita untuk menjauhi penyakit hati yang berbahaya ini . 

"Jangan kamu saling dengki dan iri dan jangan pula mengungkit keburukan orang lain. Jangan saling benci dan jangan saling bermusuhan serta jangan saling menawar lebih tinggi atas penawaran yang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim itu adalah saudara bagi Muslim yang lain, maka tidak boleh menzaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya. Seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama Muslim. Setiap Muslim haram darahnya bagi Muslim yang lain, demikian juga harta dan kehormatannya." (HR Bukhari dan Muslim)

Ngerinya, rasa iri bisa menghabiskan pahala yang selama ini kita tabung. Rasulullah saw mengingatkan, "Waspadalah terhadap hasad (iri dan dengki), sesungguhnya hasad mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu." (HR Abu Daud)

*# Hapus Dengki, Hidup Lebih Berarti*

Gak ada kebaikan kita memelihara rasa dengki. Kalo pun pernah terbersit, segera beristighfar dan minta perlindungan kepada Allah swt. “Dan dari kejahatan orang yang dengki ketika dia iri.” (Al Qur'an Al Falaq ayat 5)

Selanjutnya, minimalisir informasi yang bisa memancing rasa iri nongol ke permukaan hati. Kurangi stalking akun-akun sosial media yang dipenuhi gaya hidup flexing alias doyan pamer dari kenalan kita. Kalo perlu, unfriend akunnya biar gak menyebar toxic. Karena kesempurnaan hidup yang disajikan linimasa sosial media, kerap kali hanya fatamorgana.  

Sebaliknya, follow akun-akun kebaikan yang kontennya banyak mengingatkan kita biar gak salah jalan. Sekalian like, comment, and share postingannya yang positif biar jadi ladang berkah juga untuk kita. 

Biar benih rasa iri dengki gak bersemai di hati, pelihara rasa syukur. Ini anti virus rasa iri. Karena dengan banyak bersyukur, kita gak merasa gundah gulana ketika ngelihat orang lain mendapat kenikmatan lebih dibandingkan diri sendiri. Hidup malah jadi lebih asyik dan produktif penuh energi kebahagiaan. 

Dari Abū Hurairah ia berkata, Rasūlullāh bersabda, “Lihatlah kepada yang di bawah kalian dan janganlah kalian melihat yang di atas kalian, sesungguhnya hal ini akan menjadikan kalian tidak merendahkan nikmat Allah yang Allah berikan kepada kalian.” (HR Muslim)

Tak lupa, kita bangun juga benteng pertahanan dengan menguatkan iman dan mengokohkan akidah dengan aktif ikut pengajian. Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali berkata: “Penyakit hati ini tidak bisa disembuhkan kecuali dengan ilmu dan amal saleh. Ilmu yang bermanfaat untuk melawan penyakit hasad adalah Anda mengetahui bahwasanya hasad itu kemudaratannya akan kembali kepada diri Anda, baik perkara dunia maupun perkara akhirat. Dan hasad yang Anda lakukan tersebut tidak akan menimpakan kemudaratan kepada orang yang Anda hasad kepadanya baik dunia maupun di akhirat, bahkan dia akan mendapatkan manfaat dengan hasadnya Anda.”

So, pastikan keseharian kita tak lepas dari kegiatan menimba ilmu Islam. Bisa dengerin ceramah ustadz via youtube, baca buletin Teman Surga, atau hadir di majelis-majelis ilmu. Dengan begitu, insya Allah hati kita sudah disuntik anti virus rasa dengki sehingga hidup kita akan jauh lebih produktif dan penuh arti. Yuk ngaji! []

_Buletin Teman Surga Edisi #236 (Jumadil Awal 1445 / November 2023)_

https://taplink.cc/temansurga

SUMPAH' PEMUDA PENAKLUK ANDALUSIA

Ini sumpah bukan sembarang sumpah. Bukan sumpah pocong kaya di film-film sinetron azab. Atau sumpah serapah yang kerap keluar dari mulut kaum nyinyiriun.

Secara bahasa dari kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), sumpah berarti pernyataan disertai tekad melakukan sesuatu untuk menguatkan kebenarannya atau berani menderita sesuatu kalau pernyataan itu tidak benar. Nah sumpah yang satu ini datang dari ucapan seorang pemuda panglima yang artinya mirip-mirip seperti definisi di atas.

Emang sumpahnya gak ditulis pada daun lontar. Atau terpatri pada prasasti bersejarah. Atau juga beredar di status sosmed. Tapi sumpah ini sangat memotivasi pasukan Islam pada era kekhilafahan Umayyah untuk membuka jalan penyebaran dakwah Eropa melalu Andalusia. Sumpah apakah itu?

*# Di Balik Saksi Bisu Selat Gibraltar*

Sebelum kita spill isi sumpahnya, kita mau kasih clue dulu saksi bisunya. Sebuah selat yang memisahkan Negeri Matador dan al-Maghribi. Sebuah tempat yang menghubungkan dua perairan, samudera atlantik dan Laut Tengah. Uniknya, kedua perairan ini airnya tak bisa bersatu sehingga terlihat jelas batasannya, seperti minyak dan air.

Uniknya lagi, nama Gibraltar berasal dari nama salah satu pahlawan besar Islam yang banyak dikenang dan diingat orang sepanjang masa. Seorang pemuda muslim bernama Thariq bin Ziyad. Panglima terbesar dalam sejarah Islam yang merupakan prajurit Kerajaan Umawiyah (Bani Umayyah).

Thariq bin Ziyad dilahirkan pada tahun 50 H atau 670 M di Kenchela, Aljazair, dari kabilah Nafzah. Ia bukanlah seorang Arab, akan tetapi seorang yang berasal dari kabilah Barbar yang tinggal di Maroko.

Dalam Tarikh Ibnu Nushair, sejarawan mengatakan Thariq adalah budak dari amir Kerajaan Umawiyah di Afrika Utara, Musa bin Nushair. Lalu Musa membebaskannya dari perbudakan dan mengangkatnya menjadi panglima perang.

Dalam perjalanan menaklukkan Afrika Utara, Musa bin Nushair dibuat kagum dengan kesungguhan dan keberanian Thariq bin Ziyad. Setelah menaklukkan beberapa wilayah, akhirnya pasukan ini berhasil menaklukkan Kota Al-Hoceima, salah satu kota penting di Maroko. Kota ini sebagai wilayah strategis yang mengantarkan pasukan Islam menguasai semua wilayah Maroko. Musa kembali ke Qairawan sedangkan Thariq menetap di sana dan memberi pengajaran keagamaan kepada masyarakat Barbar Maroko.

Setelah Musa bin Nushair membuka jalan pasukan Islam ke Eropa, Thariq bin Ziyad menyempurnakannya dengan menaklukkan Andalusia. Atas perintah Khalifah al-Walid bin Abdul Malik, Thariq membawa pasukan Islam menyeberangi selat Gibraltar menuju daratan Eropa. Dari sinilah sejarah bangsa Ifranji –sebutan untuk orang-orang Eropa- itu berubah.

*# Point of No Return!*

Jauh sebelum umat Islam menguasai Andalus, daratan Siberia itu dikuasai oleh seorang raja zalim yang dibenci oleh rakyatnya, yaitu Raja Roderick. Di sisi lain, berita tentang keadilan umat Islam masyhur di masyarakat seberang Selat Gibraltar ini. Oleh karena itu, orang-orang Andalusia sengaja meminta tolong dan memberi jalan kepada umat Islam untuk menggulingkan Roderick dan membebaskan mereka dari kezalimannya.

Segera setelah permintaan tersebut sampai kepada Thariq, ia langsung melapor kepada Musa bin Nushair untuk meminta izin membawa pasukan menuju Andalus. Kabar ini langsung disampaikan Musa kepada Khalifah al-Walid bin Abdul Malik dan beliau menyetujui melanjutkan ekspansi penaklukkan Andalus yang telah dirintis sebelumnya.

Pada bulan Juli 710 M, berangkatlah empat kapal laut yang membawa 500 orang pasukan terbaik umat Islam. Pasukan ini bertugas mempelajari bagaimana medan perang Andalusia, mereka sama sekali tidak melakukan kontak senjata dengan orang-orang Eropa. Setelah persiapan dirasa cukup dan kepastian kabar telah didapatkan, Thariq bin Ziyad membawa serta 7.000 pasukan lainnya melintasi lautan menuju Andalusia.

Mendengar kedatangan kaum muslimin, Roderick yang tengah sibuk menghadapi pemberontak-pemberontak kecil di wilayahnya, langsung mengalihkan perhatiannya kepada pasukan kaum muslimin. Ia kembali ke ibu kota Andalusia kala itu, Toledo, untuk mempersiapkan pasukannya menghadang serangan kaum muslimin. Gak tangung-tanggung, Roderick bersama 100.000 pasukan yang dibekali dengan peralatan perang lengkap segera berangkat ke Selatan menyambut kedatangan pasukan Thariq bin Ziyad.
Ketika Thariq bin Ziyad mengetahui kalo Roderick membawa pasukan yang begitu besar, ia segera menghubungi Musa bin Nushair untuk meminta bantuan. Dikirimlah pasukan tambahan yang jumlahnya hanya 5.000 orang.

Akhirnya pada 28 Ramadhan 92 H bertepatan dengan 18 Juli 711 M, 12.000 pasukan Muslim berangkat dari Maghreb (Maroko) dengan kapal-kapal mereka menuju Semenanjung Iberia.

Sesampainya di Andalusia, Thariq bin Ziyad mendengar bahwa Roderick akan datang menyambutnya dengan pasukan yang jauh lebih besar dan lebih banyak dari pasukannya. Pasukan Muslim galau, namun Thariq tidak. Doi malah meminta mereka melakukan hal ekstrim: Bakar seluruh kapal!

Tatkala ditanyakan kepadanya “Wahai pemimpin, sesungguhnya engkau mencelakakan kita dengan membakar kapal-kapal yang membawa kita kesini” Maka Thariq ‘bersumpah’:

_*“Sesungguhnya setiap daerah Allah dan bumi Allah adalah kampung halaman kita. Wahai manusia ke manakah kalian akan pergi. Sesungguhnya lautan ada di belakang kalian, dan musuh ada di depan kalian. Dan tidak ada yang tersisa pada kalian, Demi Allah, kecuali kebenaran dan kesabaran.”*_

Perang Sidonia yang dahsyat pun berkecamuk selama delapan hari. Kaum muslimin dengan jumlahnya yang kecil tetap bertahan kokoh menghadapi hantaman orang-orang Visigoth pimpinan Roderick. Keimanan dan janji kemenangan serta syahid di jalan Allah telah memantapkan kaki-kaki mereka dan menyirnakan rasa takut dari dada-dada mereka.

Dengan kebenaran dan kesabarannya, Thariq bin Ziyad berhasil memimpin pasukannya meraih kemenangan melawan musuh yang berlipat-lipat jumlah maupun persenjataannya. Dan akhirnya, umat Islam mengenalnya sebagai Pemuda Penakluk Andalusia, pembuka jalan dakwah ke Eropa yang jejaknya diabadikan pada daratan tempat pertama kali pasukanya berlabuh. Gibraltar alias Jabal ath-Thariq.

Dari ‘sumpah’ pemuda penakluk Andalusia, kita belajar satu hal yang amazing. “POINT of No Return”, upaya untuk maju terus meskipun tantangan dan resiko yang akan dihadapi sangat besar. Itulah karakter pemimpin terbaik.

Kalo kita udah bertekad meraih keberhasilan atau impian-impian yang mulia, jangan tanggung-tanggung. Kobarkan semangat Bakar Kapal seolah tak ada alasan bagi kita untuk mundur teratur. Sehingga memaksa kita untuk terus berusaha, belajar, mengaji dan mengeluarkan potensi terbaik agar impian besarnya tecapai atau kita mati ketika mengusahakannya. Seperti semangat jihad saudara-saudara kita di Gaza Palestina. Hanya ada 2 pilihan, hidup mulia atau mati syahid. Point of no return. Gaskeun! []

_Buletin Teman Surga Edisi #235 (Rabiul Akhir 1445 / Oktober 2023)_

https://taplink.cc/temansurga

JAUH DI GAZA DEKAT DI HATI

Sungguh aku merindu Tanah Gaza/ Aku sembunyikan rasa rindu ini setelah beranjak darinya/ Berharap Allah menyirami tanahnya, lalu aku raup debunya/ Akan aku pergunakan untuk bercelak dari kerinduan yang menyelimutiku

Ini bukan lirik lagu terbaru Michael Heart yang populer dengan senandung "We Will not Go Down" yang menunjukkan dukungan terhadap Palestina, khususnya di Jalur Gaza.

Syair di atas adalah suara hati seorang Imam Syafi’ie. Gaza, tempat kelahiran tokoh, ulama pengarang kitab ar-Risalah dan al-Umm tersebut, penuh dengan kenangan, dinamis, dan tetap bertahan tak pernah lekang oleh gerusan zaman. Lewat syair inilah Imam Syafi’i mengutarakan rasa rindunya akan Gaza, setelah ia berpindah ke Tanah Hijaz.

Kini, Gaza tengah mengalami genocide alias pembersihan etnis. Pasukan zionis laknatullah kembali menumpahkan darah di bumi Palestina. Di Gaza, jumlah korban meninggal telah mencapai 2.750 jiwa. Dari jumlah korban meninggal di Jalur Gaza saat ini, lebih dari 700 di antaranya merupakan anak-anak. Sementara korban jiwa di kalangan perempuan hampir mencapai 400 orang. (Republika, 16 Oktober 2023)

Kini kondisi kehidupan warga Palestina di Jalur Gaza juga sangat mengkhawatirkan. Hal itu karena zionis Yahudi memberlakukan blokade total terhadap wilayah tersebut. Pasokan barang-barang esensial, seperti makanan, obat-obatan, termasuk listrik dan air, disetop. Gaza bak "penjara terbuka paling besar di dunia". Ngeri!

*# Ada Apa dengan Jalur Gaza?*

Jalur Gaza adalah wilayah dengan panjang 41 kilometer dan lebar 10 kilometer yang terletak di antara Yahudi, Mesir, dan Laut Mediterania. Kawasan ini adalah rumah bagi sekitar 2,3 juta muslim Palestina dan kepadatan penduduknya salah satu yang tertinggi di dunia.

Namun, jauh sebelum huru-hara antara Yahudi dan Palestina, Jalur Gaza punya sejarah panjang lho. Kawasan ini beberapa kali dikepung dan diduduki oleh beragam pihak sejak 4.000 tahun lampau.

Gaza pernah diperintah, dihancurkan, dan dihuni kembali oleh berbagai dinasti, kekaisaran, dan masyarakat, mulai dari Mesir Kuno (ratusan tahun sebelum Masehi) hingga jatuh ke tangan Kekhilafahan Utsmaniyah pada abad ke-16.

Gaza adalah bagian dari Kesultanan Ottoman hingga 1917. Selanjutnya, kawasan itu dikuasai Inggris hingga bulan Mei tahun 1948. Setelah Pada 1947, keluar Resolusi PBB No. 181 terkait pembagian Palestina kepada zionis Yahudi dan Umat Islam sehingga membidani lahirnya entitas zionis Yahudi.

Intifadah (perlawanan) pertama yang dilakukan warga Palestina terhadap zionis Yahudi muncul di Gaza pada 1987, tahun yang sama ketika kelompok Islam Hamas didirikan. Sejak saat itu, Hamas telah bersumpah untuk menghancurkan zionis Yahudi dan ingin menggantinya dengan negara Islam.

Kini Gaza mengalami blokade dari darat, laut, udara oleh Mesir dan zionis Yahudi. Pasokan listrik, air, bahan makanan hingga obat-obatan dan bantuan kemanusiaan tidak diperbolehkan masuk ke Gaza. Betapa nestapanya kehidupan di Gaza.

Malam gelap tanpa penerang menghiasi hari-hari Gaza. Darah masih berceceran. Mayat bergelimpangan. Puing-puing bangunan berantakan. Tak ada tawa bahagia, tak ada yang yakin besok tetap bisa membuka mata.

Hidup hanya sebatas bisa bertahan, tak berani terlalu tinggi berharap. Kemerdekaan yang diperjuangkan tak kunjung didapatkan. Sampai kapan semua ini akan terjadi?

*# Duka Palestina Lara Kita Juga*

Terlalu naif kalo kita ngerasa duka saudara kita di Gaza Palestina, itu urusan mereka. Bukan urusan kita, warga Indonesia yang jauh letaknya beda benua. Nggak gitu konsepnya. Karena Rasulullah SAW mengingatkan kalo sesama muslim itu bersaudara, bagaikan satu tubuh. Meski beda wilayah, etnis, bahasa, budaya, rupa, status sosial, status pendidikan maupun status pernikahan, kita satu server. Tuhannya Allah SWT, Rasulnya Muhammad SAW, Kitab sucinya Alquran. Sama.

Karena itu, kalo ada saudara kita sesama muslim di belahan dunia lain dalam kondisi sakit, tertimpa bencana, atau mengalami penindasan, terasa pedihnya oleh muslim yang lain. Layaknya satu tubuh, kalo kaki kita yang tanpa alas nginjek pecahan kaca, mulut auto teriak mengaduh, tangan gerak cepat memegang bagian yang luka, dan antibodi dalam tubuh langsung membangun pertahanan dari serangan kuman. Seperti inilah gambaran hadits Rasulullah SAW tentang persaudaraan sesama muslim.

_“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)."_ *(HR. Bukhari dan Muslim)*

Jadi, tak ada alasan bagi kita seorang muslim yang notabene tinggal di Indonesia, hanya diam, mengutuk atau mengecam kebiadaban zionis Yahudi yang membumihanguskan Palestina.

Meski dunia mengganggap masalah Gaza sekadar bencana kemanusiaan. Bagi kita, ini adalah masalah kemuliaan agama. Masalah penjajahan akan bangsa Islam. Masalah merebut rumah umat Islam. Masalah merendahkan kehormatan umat Islam. Bukan sekadar kemanusiaan.

Palestina adalah tanah umat Islam. Oleh karena itu, bangsa zionis Yahudi sebenarnya tak memiliki andil dalam tanah Palestina. Kedatangan mereka hanya sebagai tamu yang tak tahu diri.

Untuk itu, mengalahkan penjajah zionis Yahudi diperlukan kekuatan yang besar. Yang dimiliki oleh pemimpin yang besar. Seperti Muhammad Al Fatih, Salahuddin Al Ayyubi, atau Umar bin Khatab.

Lantas apa yang bisa kita lakukan saat ini? Berdakwah hingga tegaknya kekuatan besar untuk melindungi umat Islam di seluruh dunia. Bisa juga menggelar aksi solidaritas, mengirimkan bantuan kemanusiaan, mengutus militer untuk memperkuat barisan perlawanan terhadap zionis Isreal, atau bentuk kepedulian lain yang menunjukkan dukungan kita pada rakyat Palestina. Yang pasti, meski jauh di Gaza, tetapi dekat di hati. Allahu Akbar! []

_Buletin Teman Surga Edisi #234 (Rabiul Akhir 1445 / Oktober 2023)_

http://taplink.cc/temansurga

THE POWER OF SHOLAWAT

Emang udah seharusnya sebagai seorang muslim, lisan kita auto Sholawat saat mendengar nama junjungan kita, Nabi Muhamad SAW Itu tanda kecintaan kita pada Rasul. Terlebih lagi di bulan kelahiran Nabi saat ini, kita makin sering mendengarkan lantunan Sholawat di mesjid-mesjid atau saat perayaan Maulid Nabi SAW.

Udah tahu kan, kalo membaca Sholawat kepada baginda Muhammad SAW adalah perintah secara langsung dari Allah SWT. Seperti dipertegas dalam TQS Al-Ahzab [33] ayat 56:

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Masalahnya, banyak di antara kita yang menganggap bacaan Sholawat itu ya biasa aja. Ngucapin bagus, gak ngucapin juga feel free aja. Hmm, sayang banget kalo bener gitu ya sikapnya.

Biar tambah greget, simak deh beberapa alasan kuat di bawah ini agar kita membiasakan bersholawat. Kuy!

*# Keutamaan Sholawat, Sayang Kalo Terlewat*

Sholawat memiliki banyak keutamaan yang akan didapat oleh orang-orang yang mengamalkannya. Makna Sholawat kepada Nabi SAW adalah meminta kepada Allah SWT agar Dia memuji dan mengagungkan Nabi SAW di dunia dan akhirat, di dunia dengan memuliakan penyebutan (nama) Nabi SAW, memenangkan agama dan mengokohkan syariat Islam yang Beliau bawa.

*Berikut beberapa keutamaan Sholawat yang mesti kita pahami.*

*# Pertama, Dikabulkan Doanya*

Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang di antara kamu membaca Sholawat, hendaklah dimulai dengan mengagungkan Allah Azza wa Jalla dan memuji-Nya. Setelah itu, bacalah shalawat kepada Nabi. Dan setelah itu, barulah berdoa dengan doa yang dikehendaki." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

*# Kedua, Dikumpulkan di Surga Bersama Nabi* 

Rasulullah SAW bersabda: "Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca Sholawat kepadaku." (HR. Tirmidzi)

*# Ketiga, Mendapatkan Syafaat Nabi SAW*

Dari Abdullah bin Umar, dia mendegar Rasulllah SAW bersabda: "Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin, kemudian bersholawatlah kepadaku. Sesungguhnya orang yang bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali. Lalu, mintalah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah adalah sebuat tempat di surga yang tidak akan dikaruniakan, melainkan kepada salah satu hamba Allah. Dan, aku berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan meraih syafaat." (HR. Muslim)

*# Bacaan Shalawat Sekitar Kita*

Kalo baca keutamaan Sholawat di atas, emang sayang kalo terlewat. Rugi dunia akhirat. Makanya setiap hari mesti kita lantunkan. Sekedar ngingetin, berikut di antaranya beberapa bacaan shalawat yang sering kita dengar dan ucapkan.

*# Pertama, Sholawat Ibrahimiyah*

_Allahumma sholli 'alaa Muhammadin wa’alaa Aali Muhammadin, Kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiima wa’alaa Aali Ibrahiima, wa Baarik ‘alaa Muhammadin wa 'alaa Aali Muhammadin, Kamaa Baarakta ‘alaa Ibraahima wa ‘alaa Aali Ibraahima, Fil 'Aalamiina innaka hamiidun Majiidun._

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung."

*# Kedua, Sholawat Nabi*

_“Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala ali Muhammad.”_

Artinya: “Ya, Allah. Berilah shalawat (sanjungan) kepada Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarga Nabi Muhammad SAW”

*# Ketiga, Sholawat Asyighil*

_Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in._

Artinya: “Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.”

*# Tanda Cinta Nabi: Bacakan Sholawat, Jalankan Syariat*

Ibnu Taimiyah berkata, “Allah telah menerangkan hak-hak Nabi SAW di dalam Alquran. Di antaranya, agar (kaum muslimin) taat kepada beliau, mencintai, mengagungkan, menghormati, dan membela beliau, berhukum kepada beliau, ridha dan menerima hukum yang ditetapkan oleh beliau, mengikuti beliau, mengucapkan salam dan shalawat kepada beliau, mendahulukan beliau di atas kepentingan diri, harta, dan keluarga, menyerahkan segala perselisihan kepada ketentuan beliau, dan lain-lainnya.” (dalam Majmu’ Al-Fatawa [I/68]).

Dari nasihat Ibnu Taimiyah di atas, ternyata selain bacaan Sholawat, bentuk kecintaan kita pada Nabi SAW juga mesti kita tunjukkan dengan selalu mengikuti apa yang diperintahkannya dan menjauhi apa yang dilarangnya. Itu artinya, kita wajib terikat pada Syariat setiap saat. Itu juga kalo kita ngaku muslim dan cinta Nabi SAW.

Karena orang yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir wajib taat kepada Rasulullah SAW. Dalam Alquran, Dia menyebutkan ketaatan kepada Rasul SAW lebih dari 30 kali.

Ibnu Katsir berkata, “Perintah Rasululullah SAW merupakan petunjuk, sunnah-sunnah, dan syariat-syariat beliau. Jadi, setiap ucapan dan perbuatan kita harus ditimbang dengan ucapan dan perbuatan beliau. Suatu perkataan, kalau sesuai dengan perkataan beliau, maka kita terima; tetapi kalau tidak sesuai, maka kita tolak, siapa pun yang mengatakannya.”

Allah swt berfirman “...Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah ia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (TQS Al Hasyr [59] Ayat 7).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ayat ini menjadi dasar dalam mengikuti Nabi SAW baik dalam ucapan, perbuatan, maupun keadaannya. Ayat ini juga menjelaskan bahwa bentuk kecintaan kepada beliau adalah mengikuti segala apa yang dibawanya yang berasal dari Rabb-nya.”

Untuk itu, yuk kita introspeksi selama ini apakah kita sudah serius bilang cinta Nabi dengan selalu melantunkan sholawat tapi di sisi lain masih bermaksiat. Ngerasa berat ikut pengajian tapi ringan kalo nonton konser musisi kesukaan. Terjerumus ke dalam budaya pacaran padahal Rasul tak pernah mencontohkan.

Saatnya kita berbenah diri. Cinta Nabi SAW jangan setengah-setengah. Baca Sholawat juga jalankan syariat. Biar diri punya pondasi untuk menjaga kobaran cinta Nabi SAW, ayo mulai aktif ngaji. Lagi, lagi, dan lagi. Tanpa tapi tanpa nanti. Yuk! []

_Buletin Teman Surga Edisi #233 (Rabiul Awal 1445 / Oktober 2023_

http://taplink.cc/temansurga

MATIPHOBIA, GAK BAHAYA TA?

Ngomongin kematian bagi remaja itu tabu banget tahu. Ngeri-ngeri sedap gitu. Secara gitu lho, ngerasa masih muda belon waktunya tutup usia. Padahal kan yang namanya kematian itu sebuah kepastian. Nggak bisa ditawar-tawar lagi. Cuman waktunya aja beda-beda. Bisa jadi teman kita duluan, kita belakangan. Atau sebaliknya. Kita belakangan, teman kita duluan, hehe.

*# Takut Mati, Normal Gak Sih?*

Sebagai manusia, kita udah paham dong kalo kontrak hidup kita nggak akan diperpanjang. Ketika udah expired, malaikat Izrail bakal datang menghampiri tanpa notifikasi. Siap-siap aja.

Meski kematian itu sebuah kepastian, ternyata banyak dari kita terutama remaja yang takut untuk menghadapinya. Mungkin takut kalo udah mati gak bisa ngumpul lagi bareng bestie, seru-seruan setiap hari, atau gak bisa having fun lagi di dunia yang fana ini.

Mungkin juga takut kalo udah mati, bakal sendirian di liang kubur. Cuman ditemenin cacing, kain kafan, bola kapas yang nutup hidung kita, serta potongan bambu penutup jenazah sebelum ditimbun tanah. Gelap gulita. Tak ada penerangan sambil tunggu tiba hari perhitungan. Ngeri!

Takut akan kematian itu wajar karena bagian dari fitrahnya manusia yang punya naluri mempertahankan diri (gharizatul baqo). Yang gak wajar itu kalo ketakutannya berlebihan alias akut hingga hari-harinya gak produktif. Dunia medis menyebutnya, thanatophobia. Bahaya.

Thanatophobia adalah bentuk kecemasan dan ketakutan ekstrem terhadap kematian atau proses kematian. Sehingga sulit beraktivitas saat sekolah, bekerja, atau dalam situasi sosial. Ketika berpikir tentang kematian, penderitanya bisa mengalami serangan panik. Mereka juga berusaha keras untuk menghindari pembicaraan apa pun tentang kematian atau proses kematian. Gitu.

Dalam Islam, ketakutan akan kematian alias mati phobia itu gejala penyakit wahn. Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata, ”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.”_ *(HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud).*

Sebagai seorang muslim, yang kita khawatirkan seharusnya bukanlah kematian. Tapi kecintaan dunia yang bikin kita takut akan mati. Sampai lupa mempersiapkan bekal untuk menjalani kehidupan kedua nanti. Malah asyik berlomba-lomba meneguk kesenangan dunia dengan menghalalkan segala cara. Bukannya getol nambah pahala, nabung dosa iya. Tekor!

*# Tak Takut Hadapi Maut*

Penyakit wahn gak ada dalam kamus kehidupan seorang muslim. Seperti itulah yang dicontohkan para sahabat Rasul. Seperti ditunjukkan seorang Khubaib bin Adi. Salah satu sahabat Rasul saw yang tak takut hadapi maut.

Ketika perang badar, prajurit berani mati ini berhasil menewaskan seorang pemimpin Quraisy yang bernama al-Harits bin’Amir bin Naufal. Setelah perang badar selesai dan sisa-sisa pasukan Quraisy yang kalah kembali ke Mekah, Bani Harits yang memendam dendam kesumat menghafalkan dengan baik siapa yang telah menewaskan bapak mereka. Khubaib bin ‘Adi!

Tak lama setelah perang badar, Rasulullah saw mengutus sepuluh orang sebagai mata-mata untuk menyelidiki strategi orang-orang Quraisy terkait pergerakan serta langkah persiapan mereka untuk suatu peperangan yang baru. Ashim bin Tsabit Al-Anshori, didaulat sebagai pemimpin dan Khubaib bin ‘Adi menjadi salah satu anggota tim.

Di suatu tempat antara ‘Usfan dan Mekkah, kelompok kecil ini diintai oleh sekitar 100 pemanah dari bani Lihyan. Mengetahui hal tersebut, Ashim segera memerintahkan teman-temannya agar berlindung ke sebuah bukit kecil di sekitar daerah tersebut.

Pasukan bani Haiyan hampir saja kehilangan jejak, tapi mereka melihat biji kurma berjatuhan di atas pasir. Biji-biji itu dipungut oleh sebagian di antara orang-orang ini, lalu berseru kepada teman-teman mereka: “Biji-biji itu berasal dari Yatsrib – nama lain dari Madinah — dari sinilah bani Lihyan mengetahui jejak mereka.

Dan tak lama kemudian mereka tertangkap. pemimpin kelompok itu yaitu Ashim bin Tsabit Al-Anshori dan 6 sahabat lainya telah syahid terlebih dahulu karena menolak keinginan bani Lihyan agar menyerahkan yang dibawa jika mereka ingin selamat tapi dengan tegas Ashim bin Tsabit Al-Anshori menjawab “Kami tidak akan menerima perlindungan orang kafir. Ya Allah, sampaikan berita kami kepada Nabi-Mu”.

Tinggallah Khubaib bin Adi, Zaid bin Datsinah dan seorang sahabat yang kemudian syahid di tangan bani Lihyan karena memberontak saat ditangkap. Lalu para musuh itupun membawa Khubaib dan Ibnu Datsinah dan menjual mereka di Mekkah.

Sementara itu, bani al-Harits yang selama ini menyimpan dendam kesumat. Dengan penuh antusias membeli Khubaib. Maka jadilah Khubaib bulan-bulanan seluruh anggota keluarga al-Harits. Setiap hari sahabat Anshar yang dikenal bersifat bersih, pemaaf, teguh keimanan dan taat beribadah ini harus menerima siksaan.

Orang-orang musyrikin itu mencoba menciutkan keimanan Khubaib dengan menceritakan tentang tewasnya serta penderitaan yang dialami shahabat dan saudaranya Zaid bin Datsinnah r.a. dan membujuknya dengan janji pembebasan jika dirinya mau mengingkari Muhammad SAW dan Allah SWT Karena keimanan telah memenuhi hati dan menjadi darah yang mengalir dalam tubuhnya, tawaran itu ditolak mentah-mentah.

Di suatu tempat yang bernama Tan’im, sahabat nabi ini menjemput sahid demi mempertahankan keimanannya. Sebelum dieksekusi, Khubaib meminta agar ia diijinkan sholat dua rakaat. Dan mereka mengijinkanya. Orang musyrikin menyangka, Khubaib shalat karena takut mati dan hendak memikirkan tawaran mereka agar selamat. Namun Khubaib menbantahnya dengan tegas, “Demi Allah, kalau bukanlah nanti ada sangkaan kalian bahwa aku takut mati, niscaya akan kulanjutkan lagi shalatku…!”

Teman surga, tempat kembali kita cuman dua, Surga atau Neraka. Kondisi saat maut menjemput juga dua, su'ul khatimah atau khusnul khatimah. Khubaib menunjukkan pada kita, bagaimana menjemput maut dalam keadaan tetap beriman kepada Allah SWT. So, gak perlu takut hadapi maut. Karena kita semua pasti mati. Yang penting, ayo kita siapkan diri kita agar khusnul khatimah dengan selalu pake aturan Allah SWT dalam keseharian kita. Stay tune with Islam! []

_Buletin Teman Surga Edisi #232 (Rabiul Awal 1445 / September 2023)_

http://taplink.cc/temansurga

HORMATI GURUMU, BERKAH ILMUMU!

Gaes, sebagai pelajar kita termasuk orang yang beruntung sedunia lho. Pasalnya, ilmu yang kita timba baik di sekolah, home schooling, majlis ta'lim atau tempat belajar lainnya adalah cahaya yang akan menerangi kehidupan kita. Tanpa ilmu, hidup kita akan tersesat. Sulit membedakan yang benar dan salah. 

Ilmu yang menjadikan kita sebagai pemenang, bukan pecundang. Ilmu juga yang akan mengantarkan kita pada tempat terbaik di akhirat nanti. Rasulullah saw mengingatkan, _"Barang siapa yang meniti suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."_ *(HR. Ahmad)*

Namun, jauh sebelum keutamaan ilmu kita peroleh ternyata ada yang lebih penting untuk kita siapkan sebelumnya. Agar ilmu yang kita dapat penuh keberkahan dan bermanfaat bagi orang banyak. Siapkan dulu 'garasi'-ilmu nya!

*# Pentingnya Adab Sebelum Ilmu*

Al-adab qabla al-'ilmi _"adab sebelum ilmu"_ Ungkapan ini sering kita dengar di lingkungan pendidikan Islam, khususnya pesantren. Meski begitu, bukan berarti nasihat mulia ini hanya ditujukan untuk temen-temen santri lho ya. Tapi untuk kita semua selaku pelajar. 

Adab secara bahasa artinya menerapakan akhlak mulia. Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar menyebutkan: _"Al adab artinya menerapkan segala yang dipuji oleh orang, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Sebagian ulama juga mendefinsikan, adab adalah menerapkan akhlak-akhlak yang mulia."_ *(Fathul Bari, 10/400)*

Adab bagi seorang pelajar itu ibarat garasi, tempat mangkalnya kendaraan biar nggak parkir sembarangan. Kebayang kalo ilmu gak ada garasinya, bisa membahayakan banyak orang. Makanya para ulama dulu not play-play alias nggak main-main kalo udah berurusan dengan adab. Sebagaimana nasihat Imam Malik, _"Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu."_

Abu Zakariya An Anbari rahimahullah mengingatkan: _"Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh."_

Nggak heran kalo ulama kawakan selevel Ibnu Mubarak juga menegaskan, _"Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun, sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun."_

Kebayang nggak sih, alokasi waktu belajar adabnya aja 1,5 kali lebih banyak dibanding menuntut ilmunya. Itu berarti, pentingnya adab sebelum ilmu itu nggak bisa ditawar-tawar lagi. Belajar adab itu harus dibayar di depan, nggak bisa COD. Apalagi nunggak. Apa pasal? 

Ulama Syaikh Sholeh Al 'Ushoimi menuturkan bahwa, _"Dengan mempelajari adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit memperhatikan adab, maka ilmu akan menjadi sia-sia."_

Wajar kalo Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab Fiqih. Karena dari situ Beliau banyak mempelajari adab, itulah yang kurang dari kita saat ini. Imam Abu Hanifah berkata, _"Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab Fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka."_ *(Al Madkhol, 1: 164)*

*# Pondasi Adab Para Pencari Ilmu, Hormati Gurumu!*

Salah satu pondasi adab bagi kita selaku para pencari ilmu adalah adab menghormati ahli ilmu alias guru. Imam Burhanudin Az Zarnuji penulis kitab fenomenal, Ta'lim Muta'alim mengingatkan, _"Ketahuilah, sesungguhnya seorang penuntut ilmu tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula bermanfaat ilmunya. Kecuali dengan mengagungkan ilmu dan ahli ilmu, mengagungkan gurunya dan menghormatinya."_

Bentuk penghormatan terhadap guru bukan seperti hormat kepada bendera setiap upacara lho ya. Tapi menempatkan guru sebagai sosok yang kita muliakan, kagumi, dan teladani keilmuannya. 

Sedekat apapun kita dengan guru, tetap harus ngukur diri dan jaga adab. Jangan sampai kebablasan. Sebenci apapun kita pada guru, tak menjadi alasan untuk membullynya, melecehkannya, mempermalukannya, merendahkan martabatnya, dan semua perlakuan tak pantas.

Seperti kejadian menimpa kepada salah satu Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri di Maluku Tengah. Dalam tayangan video yang viral itu, sang Ibu dipermainkan muridnya ketika akan pulang dari sekolah di parkiran motor. Kunci motornya diambil salah satu siswa, dan beliau disoraki murid-murid ketika berusaha mengambilnya. 

Miris rasanya kalo ngeliat perilaku pelajar yang sering kedapatan 'kurang ajar' kepada gurunya. Padahal kalo kita belajar adab, nggak ada ceritanya tuh perilaku songong murid pada gurunya. Karena sedikit saja hati guru kita tersakiti, alamat ilmu yang kita peroleh tak berarti. Nggak ada berkahnya. 

Agar berkah ilmu yang kita peroleh, berikut beberapa adab terhadap guru dikutip dari kitab Ta'lim Muta'alim karangan Imam Az Zarnuzi. 

1. Tidak berjalan di depan guru. Berjalan di depan guru atau membelakangi guru yang sedang berjalan merupakan perilaku tidak sopan. Misalnya ketika siswa sedang berjalan dan melihat gurunya berjalan di belakangnya, siswa tersebut harus berhenti dan mempersilahkan gurunya berjalan terlebih dahulu.

2. Tidak duduk di tempat yang biasa ditempati guru ketika mengajar. Misalnya ketika guru sedang istirahat di ruang guru, siswa tidak boleh duduk di kursi guru apalagi sampai membuka-buka buku guru.

3. Tidak memulai pembicaraan ketika guru tidak mengizinkan. Misalnya ketika guru sedang menjelaskan maka murid jangan berbicara walaupun itu menanyakan penjelasan yang belum dipahami, murid boleh bertanya ketika guru sudah mengizinkan untuk bertanya.

4. Ketika bertanya harus tahu waktu. Misalnya saat jam istirahat dan guru sedang beristirahat maka murid jangan bertanya, tunggu guru selesai istirahat baru bertanya.

5. Menerima hukuman dari guru dengan lapang dada selama tidak melanggar syariat. 

6. Bersabar ketika ingin bertemu guru, sampai guru datang menemui.

Teman surga, kalo selama ini kita merasa kesulitan menerima pelajaran atau kebingungan memahami ketika guru menjelaskan, bisa jadi ada yang salah dengan adab kita kepada para ahli ilmu. Mungkin tanpa sengaja kita pernah menyakiti hatinya. Segera temui, cium tangannya, minta ampunannya sampai bersih. Nggak boleh ada yang ganjel. 

Untuk itu, terus belajar adab dengan mengenal Islam lebih dalam. Nggak mesti jadi santri. Yang penting, kelakuan kita komitmen terikat hukum syara setiap hari. Sehingga terbentuk dalam diri kita akhlak mulia yang Allah ridhoi. Kalo udah gitu, dengan sendirinya pondasi adab kita sebagai penuntut ilmu akan terbangun sendiri. Dan kita jadi lebih mudah menerima ilmu dan menebar manfaat dari keilmuan kita di muka bumi. Karena itu, hormati gurumu akan berkah ilmumu. Yuk, gaskeun! []

_Buletin Teman Surga Edisi #231 (Safar 1445 / September 2023)_

http://taplink.cc/temansurga

MAGER NGGAK BIKIN KAMU BETTER!

Generasi rebahan, doyan berlama-lama scrolling hp, sibuk dengan dunianya sendiri. Itulah potret generasi saat ini. Remaja jompo yang magernya kebangetan. Aktivitas fisik dikit aja rasanya nyesek.

Gaya hidup seperti ini ternyata menyimpan banyak sisi negatif, lho! Ya, kurang gerak bisa mendatangkan banyak masalah bagi kesehatan. Ini problem yang menimpa sebagian besar remaja, BTS lovers. Terlebih di tengah arus digitalisasi. Banyak banget alasan untuk betah di dunia maya.

By the way, seperti yang dikatakan di atas, kurangnya aktivitas fisik berdampak pada masalah kesehatan. BTS lovers tau nggak? Ternyata, gaya hidup mager ini dapat meningkatkan risiko penyakit bahkan kematian. Wadidaw! Serius?! Ya, serius lah. Kita nggak sedang bercyandaaa, bercyandaaa. Ups!

Secara fisik, malas gerak berdampak pada hadirnya beberapa penyakit. Antara lain, penyakit kardiovaskular, diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, osteoporosis, dan lain-lain. Ya Allah, banyak banget ya? Itu baru sebagian, lho. BTS lovers bisa googling sendiri, deh.

Sebenarnya edukasi terkait pentingnya aktivitas fisik udah seliweran di layar ponsel kita. Hanya saja, gaya hidup yang sudah menjadi habits sebagian remaja udah sedemikian akut. Lebih mencengangkan lagi, menurut WHO, gaya hidup malas gerak ini nyaris menggejala di seluruh belahan dunia. Baik di negara maju maupun berkembang. Wah,. wah,. wah!

Kebiasaan mager dan doyan rebahan ini menyebabkan otot-otot tubuh kaku dan melemah karena kurang bergerak. Selain berdampak ke fisik, psikis juga jadi nggak sehat. Kurang gerak juga bisa menyebabkan tubuh mudah lelah dan tidak bersemangat, mudah stres, kurang motivasi, overthinking, juga gangguan pola makan dan tidur yang terganggu. Apalagi kalau udah begadang, widiw siang hari pasti keliyengan. So, begadang jangan begadaaang.

*# Lawan Malas, Ayo Bergerak!*

Mager ini memang susah-susah gampang untuk diubah, ya guys ya? Tetapi kalau menyimak banyaknya sisi negatif dari habits ini, harus ada motivasi kuat dari diri sendiri untuk berubah. Ya, mulailah membangun kebiasaan yang bisa mengolah fisik kita. Ada sekian banyak tips nih untuk memulai habits baru.

# Pertama, list aktivitas harian seperti beres-beres kamar, menyiram tanaman, bersih-bersih rumah, yang selama ini ogah kalian lakukan.

# Kedua, jadikan berolahraga sebagai rutinitas baru. Bisa dengan olah raga kecil, atau komitmen untuk merutinkan satu olah raga yang kalian gemari. Basket, badminton, berenang, memanah atau berkuda? Sesuaikan saja minatnya.

# Ketiga, agar aktivitasnya fun, ajak teman kamu untuk bareng-bareng biar seru. Pokoknya kurangi rebahan, perbanyak gerak.

Nah, kalau udah punya perencanaan, just do it! Nggak usah banyak mikir. Lakukan tanpa banyak alasan. Perkuat motivasi, minimalisir hal-hal yang kurang bermanfaat, dan mulailah membiasakan diri. Agar habits baru ini terbentuk, buatlah frekuensi tertentu. Seiring bertambahnya waktu, frekuensinya ditingkatkan lagi. Misal, awalnya 15 menit, tingkatkan jadi 30 menit. Sekali seminggu, tinggatkan jadi dua kali seminggu. Begitu seterusnya. Pokoknya lawan rasa malas dan mulailah bergerak.

Nah, kalau udah utuh mengadopsi habits baru, pertahankan. Komitmen dengan perubahan ini. Catet ya, mager ini dampak negatifnya banyak banget. Selain masalah kesehatan, hidup juga rasanya kurang produktif. Bayangin aja berjam-jam scrolling hp? Berapa banyak PR sekolah yang bisa dituntaskan? Berapa banyak pekerjaan rumah yang bisa kita selesaikan?

Melakukan aktivitas harian di rumah bisa ngebantu kita mengasah skill lho, BTS Lovers. Sedih deh kalau ada anak cowok yang ga tau benerin genteng bocor. Habis, kesehariannya sibuk maen FF atau mobile legend. Atau anak cewek yang ga tau dunia perdapuran karena kesehariannya asik selfi atau mantengin tutorial make up. Apalagi kalau semuanya jadi asosial dan lebih senang mengurung diri? Wah,. wah,. selain minus skill, bakal asing dari pergaulan sosial.

*# Meneladani Para Sahabat*

BTS Lovers, generasi muslim adalah generasi sehat. Rasulullah SAW dan para sahabat telah memberi contoh terbaik dalam memperhatikan kesehatan mereka. Rasulullah SAW sendiri memerintahkan kepada seluruh umatnya untuk menjaga kesehatan fisik dengan menerapkan pola hidup sehat.

Mengapa? karena jika seseorang memiliki jasmani yang sehat ia dapat mengoptimalkan waktunya untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga, dan lingkungan sekitar. Dengan tubuh yang sehat pula, seorang muslim dapat melaksanakan ibadah dengan lapang.

Hidup yang sehat ini bukan sekadar rutinitas harian yang mengolah fisik, tetapi juga mengatur pola hidup. Makanya, selama hidupnya Rasulullah tidak senang begadang. Rasulullah selalu tidur lebih awal agar bisa menjalankan salat sunah tahajud. Dari ibadahlah Beliau mengawali segala sesuatu. Selain itu, tidur lebih awal juga bisa mencegah bangun telat untuk mengerjakan salat subuh. Bener nggak? Nah, kalau udah salat subuh, jangan balik rebahan lagi, ya.

Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan kita untuk berolahraga. Dalam sebuah riwayat, diketahui bahwa Rasulullah sangat menyukai kegiatan olah fisik seperti berkuda, memanah, dan berenang. Hal itu menunjukkan bahwa tubuh Rasulullah tidak hanya sehat tetapi juga kuat.

Rasulullah SAW juga rajin mengamalkan puasa sunah. Nah, puasa ini terbukti mampu menjaga manusia dari lapar mata. Apalagi di tengah banyaknya makanan dan minuman instan yang berpotensi membawa penyakit.

Catet ya BTS Lovers, tingkat Diabetes dan Obesitas di kalangan usia muda tinggi lho. Penyebabnya apalagi kalau bukan asupan makanan dan minuman yang saat ini banyak wara-wiri. Kebayang dong usia masih muda tetapi sudah digerogoti beragam penyakit? Selain nggak produktif, kita jadi nggak bisa berkontribusi banyak untuk masyarakat. Padahal, masa depan peradaban tuh di tangan generasi. Kalau remajanya udah jompo sebelum waktunya, sakit-sakitan dan nggak produktif, gimana mau jadi penerus peradaban?

So, mulai sekarang tanamkan motivasi dalam diri untuk menjadi remaja sehat. Ingat ya, mager ga bikin kamu better. Pasti nggak mau kan disebut remaja jompo? Yuk giat bergerak! Agar tubuh sehat dan bisa berkontribusi untuk umat. Oke? []

_Buletin Teman Surga Edisi #230 (Safar 1445 / September 2023)_

http://taplink.cc/temansurga