Jumat, 28 Februari 2025

HIDUPKAN BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH

_Laporan index minat baca yang kau rilis berulangkali/ Telah menyentak seluruh jiwa dan hati sanubari/ Menampar rona merah muka anak negeri/ Yang baru saja merangkak meraih mimpi //_
 
_Nilai yang kau beri sungguh tak bisa kumengerti/ Yang telah melempar harga diri ke bawah titik nadir sampai mati/ Bagaimana bisa hal ini terjadi/ Menimpa seluruh anak negeri yang sedang merajut mimpi //_

Penggalan puisi karya pegiat literasi Pak Idris Apandi, M.Pd bertajuk Literasi Atau Mati! di atas, cukup menggambarkan kondisi dunia literasi dalam negeri. Memprihatinkan. Gimana nggak, berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61).

Hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 juga menempatkan posisi membaca siswa Indonesia di urutan ke 69 dari 80 negara yang yang terdaftar dalam penilaian PISA 2022 oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Dan peringkat ke-6 dari 8 negara Asean yang berpartisipasi.

Dilaporkan, skor literasi membaca di Indonesia hanya sebesar 359 poin pada tahun 2022. Capaian ini tercatat lebih rendah dibanding tahun 2018 yang memiliki skor 371 poin. Bahkan jika ditelisik lebih jauh, skor literasi membaca Indonesia juga lebih rendah dibandingkan capaian pada tahun 2000. Ini menjadikan skor literasi 2022 Indonesia sebagai rekor terendah sejak awal berpartisipasi dalam PISA.

Sebagai informasi, studi PISA ini melibatkan sebanyak 14.000 pelajar di Indonesia berusia 15 tahun kelas VIII di tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan kelas X di tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) atau SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Sementara, data PISA tahun 2022 diambil pada periode Mei-Juni 2022.

Ngeri juga kalo skor literasi Ibu Pertiwi terus menukik tajam. Bagaimana wajah masa depan negeri kita jika kualitas literasinya anjlok dibawah rata-rata. Padahal budaya literasi yang telah mengawal perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Literasi juga yang telah melahirkan seorang Buya Hamka, maestro sastra Islam Indonesia yang mendunia. Lantas, apa kabar literasi pelajar?

*# Menyala Literasi Sekolahku!*

Bagi yang belum tahu, literasi itu berkaitan dengan minat baca dan kemampuan mengolah kata. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia online, arti kata literasi adalah kemampuan menulis dan membaca. Secara harfiah, “literacy” berasal dari bahasa Latin yaitu “literatus” artinya “a learned person” yaitu orang yang belajar, atau bahasa Latin lainnya yaitu “litera”(huruf) serta dari kamus Merriam – Webster disebut “literature”dan bahasa Inggris “letter”.

Budaya literasi erat kaitannya dengan dunia pendidikan. Gimana nggak, kegiatan menulis dan membaca sebagai bentuk literasi dasar, udah jadi cemilan harian generasi pelajar. Makanya, miris kalo kita ngeliat siswa siswi yang notabene generasi terdidik, minat baca bukunya minim dan tradisi menulisnya pudar.

Untuk itu, harus ada langkah nyata yang bisa dilakukan oleh sekolah selaku tempat belajar formal untuk menghidupkan kembali budaya literasi. Berikut beberapa kegiatan yang bisa jadi pilihan.

*# Jadwal Wajib Kunjung Perpustakaan*

Jadwal berkunjung ke perpustakaan adalah contoh program gerakan literasi pertama yang bisa dilaksanakan di sekolah. Program ini bisa diterapkan dengan cara menyusun jadwal agar setiap kelas bisa mengunjungi perpustakaan. Bisa perpustakaan sekolah atau perpustakaan daerah.

Bukan hanya berkunjung saja, tetapi wajibkan pula siswa untuk meminjam buku. Lalu  menuliskan resume dari beberapa lembar buku yang telah dibacanya. Kemudian wajibkan pula siswa untuk mengembalikan buku.

*# Pemberdayaan Mading Setiap Kelas*

Pemberdayaan mading di setiap kelas ini bisa dilakukan dengan cara mewajibkan siswa untuk membaca bebas ataupun mencari referensi apapun di sekitar sekolah setidaknya selama 10 menit.

Setelah itu, wajibkan siswa untuk membuat laporan, karangan ataupun resum dari apa yang dibacanya ataupun diamatinya, dan hasilnya tempelkan pada mading kelas. Sebagai langkah awal, program ini bisa dilakukan setiap seminggu sekali.

*# Membaca Buku Non Pelajaran Sebelum Proses Belajar Dimulai*

Buku non pelajaran yang dimaksudkan di sini bisa berupa buku cerita, novel ataupun buku jenis lain yang lebih mengajarkan nilai budi pekerti, norma agama, dan lain-lain yang lebih disesuaikan pada tahap perkembangan siswa.

*# Posterisasi Sekolah*

Membuat poster-poster yang berisi ajakan, motivasi maupun kata mutiara yang ditempel atau digantung di beberapa spot di kelas atau di sekolah. Ini bisa memancing kreatifitas siswa untuk mengabadikan kata mutiara sendiri atau tokoh idolanya.

# Membuat Sudut Baca di beberapa tempat di sekolah

Sudut baca merupakan suatu tempat khusus di bagian kelas/sekolah yang menyediakan kumpulan buku bacaan dan tempat duduk yang nyaman untuk membaca. Tempatnya bisa di depan kelas, pojok kelas, samping kantin, depan ruang guru, samping mushola sekolah, dll.

*# Membuat Buletin atau Koran Sekolah*

Buletin atau koran sekolah bisa jadi media penyaluran hobi literasi siswa. Mulai dari cerpen, liputan kegiatan, opini remaja, hingga puisi. Media sekolah ini bisa diterbitkan setiap bulan. Siswa juga bisa belajar menjadi jurnalis media massa.

*# Diskusi Pegiat Literasi*

Acara bedah buku atau meet and greet dengan pegiat literasi bisa semakin mendekatkan pelajar dengan dunia kepenulisan. Banyak inspirasi dan motivasi yang bisa didapat para siswa agar semangat literasi tetap manyala.

*# Mengadakan Lomba Duta Literasi Sekolah*

Agenda Lomba Duta Literasi sekolah merupakan salah satu program alternatif untuk memotivasi anak dalam ber-literasi. Beberapa kriteria untuk menjadi Duta Literasi Sekolah antara lain adalah siapa peminjam buku perpustakaan terbanyak dalam satu semester / siapa yang berhasil menyelesaikan banyak buku untuk dibaca dalam satu semester dll.

*# Mengadakan Lomba Karya Literasi Antar Kelas*

Lomba Karya Literasi antar kelas juga bisa menjadi salah satu program gerakan literasi sekolah yang menarik. Lombanya bisa berupa lomba mading antar kelas, lomba poster antar kelas, lomba membuat pohon literasi antar kelas, dll.

Apapun pilihan kegiatannya, semoga bisa kesampaian ya di setiap sekolah. Bukan apa-apa, biar generasi muda khususnya pelajar terbiasa baca buku dan menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Kalo udah gitu, bisa jadi akan lahir para calon pejuang literasi yang akan menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Menyala literasi sekolahku. Gaas! []

_Buletin Teman Surga Edisi #265 (Rajab 1446 / Januari 2025)_

https://buletintemansurga.com/buletin-teman-surga-265-hidupkan-budaya-literasi-di-sekolah/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar