Masih ingat peristiwa Badai Aqsa alias Taufan AL-Aqsha 07 Oktober 2023 silam?
Anggota Biro Politik dan Kepala Kantor Hubungan Arab dan Islam gerakan Hamas, Khalil Al-Hayya, mengatakan bahwa aksi heroik Badai Al-Aqsa membangkitkan semangat jihad Palestina.
“Pada tanggal 7 Oktober, kami dan gerakan perlawanan lainnya mengarahkan serangan strategis terhadap pasukan Zionis di tingkat keamanan dan militer, untuk menunjukkan kegagalan penjajah dan bahwa kehadirannya tidak memiliki masa depan di tanah Palestina,” imbuhnya.
Menurut data PBB, udah lebih dari satu tahun, Agresi pendudukan tentara Zionis yang terus berlanjut terhadap Gaza telah menyebabkan 41.870 orang gugur sebagai syuhada, melukai 97.166 orang lainnya, dan mengungsinya 90% populasi Jalur Gaza. Apa artinya data ini bagi kita sesame muslim? Kebencian musuh-musuh Islam itu nyata!
Coba dengar baik-baik, Gaza Memanggil: #AynulMuslimiun?!
*# Islam Menjawab*
Kalo kita ngerasa panggilan dari Gaza itu sebatas kampanye kemanusiaan, sama seperti mereka yang bukan sesama saudara muslim. Tak ada dorongan kuat untuk merespon panggilan muslim di Gaza. Acuh tak acuh. Apalagi kalo tinggalnya jauh dari Palestina. Cuek bebek.
Beda cerita kalo sejatinya kita bagian dari umatnya Muhammad yang mulia. Islam mengajarkan kita agar peduli dengan nasib sesama muslim di manapun berada. Tak dibatasi oleh sekat-sekat negara. Karena kita satu saudara.
Persaudaraan kita sesama muslim itu diikat oleh keyakinan yang sama akan keesaan Allah swt dan kerasulan Muhammad saw. Keyakinan yang membangun akidah ini menguatkan keimanan kita dan kepedulian kepada sesama muslim yang diibaratkan seperti satu tubuh. Sehingga kita merasakan sakit dan pedihnya penderitaan muslim di Gaza. Rasulullah saw kembali mengingatkan,
”Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit, seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Kalo salah satu bagian dari tubuh kita sakit, pastinya organ tubuh lain akan merespon dengan cepat tanpa perintah. Misal Ketika kaki kita tanpa alas menginjak pecahan kaca yang berakibat luka di telapak, secara otomatis mulut kita akan berteriak mengaduh. Tangan kita refleks memegang bagian yang luka agar tidak banyak keluar darah. Zat antibodi dalam tubuh kita membentuk benteng agar luka tidak infeksi. Seperti itulah solidaritas dalam satu tubuh.
Karena itu, jika kita mendengar Gaza Memanggil, tanpa delay kita berusaha meresponnya dengan memberikan pertolongan sesuai dengan kemampuan kita. Bukan cuman untuk kebaikan mereka, tapi juga kebaikan kita karena kita satu tubuh. Seperti itulah cerminan saudara sesama muslim.
*# Umat Islam Bergerak*
Dalam Islam, hilangnya nyawa seorang muslim tanpa alasan syar’i itu lebih berat urusannya dibanding hancurnya dunia dan seisinya. Nabi Muhammad saw bersabda: “Kehancuran dunia ini lebih ringan di sisi Allah dibandingkan dengan pembunuhan seorang Muslim.” (HR: an-Nasa’i).
Makanya, nggak heran kalo pembelaan terhadap nyawa seorang muslim yang melayang oleh perilaku keji musuh Islam bukan kaleng-kaleng. Seperti ditunjukkan Rasulullah saw terhadap kaum Yahudi Bani Qainuqa.
Di dalam Kitab Tarikh Ibnu Hisyam dikisahkan, suatu hari, ada seorang Muslimah yang datang ke Pasar Bani Qainuqa’. Ia hendak melakukan transaksi jual beli dengan salah satu pedagang Yahudi.
Tanpa sepengetahuan Muslimah itu, datanglah seorang Yahudi lainnya, menghampirinya, dan mengikat ujung kerudungnya. Sehingga ketika Muslimah tersebut berdiri, maka tersingkaplah auratnya.
Orang-orang Yahudi di sekitarnya pun tertawa. Muslimah ini pun berteriak, lalu datanglah seorang sahabat Muslim membelanya. Terjadilah perkelahian antara Muslim dan Yahudi, dan terbunuhlah Yahudi yang mengganggu Muslimah tadi. Melihat hal itu, orang-orang Yahudi tidak tinggal diam. Mereka mengeroyok sahabat Muslim tadi hingga ia pun terbunuh.
Sampailah kejadian tersebut kepada Rasulullah saw, tentang adanya pelanggaran yang sangat besar, yaitu gangguan orang Yahudi yang bermaksud membuka aurat Muslimah. Ditambah terbunuhnya seorang sahabat yang dikeroyok beberapa orang Yahudi, karena sahabat tadi berusaha membela Muslimah.
Lalu Rasulullah saw pun segera mengumpulkan para sahabatnya dan mempersiapkan pasukan perangnya. Beliau memberikan bendera perang kepada Hamzah bin Abdul Muthalib, sahabat yang dikenal dengan “Asadullah” (Singa Allah).
Pasukan kaum Muslimin pun menuju Bani Qainuqa. Kaum Muslimin pun melakukan pengepungan terhadap benteng Bani Qainuqa’, dimulai pada pertengahan bulan Syawal, tahun 2 H, dan berakhir pada tanggal 1 Dzulqa’dah tahun yang sama. Ketika itu Bani Qainuqa’ menyerah dan tunduk kepada putusan Rasulullah saw.
Pasca Rasulullah saw wafat, pembelaan terhadap nyawa seorang muslim tak lekang oleh waktu. Pada tahun 837, Khalifah al-Mu’tasim Billah menyahut seruan seorang budak muslimah yang konon berasal dari Bani Hasyim yang sedang berbelanja di pasar, yang meminta pertolongan karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi. Kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya.
Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu’tashim Billah: “waa Mu’tashimaah!” (di mana engkau wahai Mutashim… Tolonglah aku!)
Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah (Turki). Seseorang meriwayatkan bahwa panjangnya barisan tentara ini tidak putus dari gerbang istana khalifah di kota Baghdad hingga kota Ammuriah (Turki), begitu besarnya pasukan yang dikerahkan oleh khalifah.
Catatan sejarah menyatakan di bulan April, 833 Masehi, kota Ammuriah dikepung oleh tentara Muslim selama kurang lebih lima bulan hingga akhirnya takluk di tangan Khalifah al-Mu’tasim pada tanggal 13 Agustus 833 Masehi.
Sebanyak 30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 lainnya ditawan. Pembelaan kepada Muslimah ini sekaligus dimaksudkan oleh khalifah sebagai pembebasan Ammuriah dari jajahan Romawi.
Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menjawab panggilan dari Gaza? Kalo kita punya pasukan militer, nggak pake lama langsung kirimkan ke Palestina untuk mengusir zionis Yahudi.
Kalo gak punya, selain mengirimkan doa atau bantuan kemanusiaan, kita mesti aktif terlibat dalam dakwah. Agar umat Islam yang banyak namun bagai buih di lautan ini bangun dan bersatu mengembalikan kepemimpinan Islam sedunia. Kepemimpinan yang akan mengayomi, melindungi, dan membela umat Islam tanpa kecuali. Seperti yang dilakukan Rasulullah saw dan khalifah al-Mu’tashim.
Jangan dianggap sepele aktifitas dakwah kita dengan mengaji rutin setiap pekan, mengenal Islam lebih dalam. Aktif memviralkan konten dakwah di sosial media. Gencar membagikan buletin Teman Surga. Semuanya menunjukan keberpihakan dan kepedulian kita pada muslim Gaza dan umat Islam seluruh dunia. #AynulMuslimiun? Here We Come..!!! []
_Buletin Teman Surga Edisi #264 (Jumadil Akhir 1446 / Desember 2024)_
https://buletintemansurga.com/buletin-teman-surga-264-gaza-memanggil-aynulmuslimun/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar