Minggu, 24 November 2024

REMAJA "KEBAL" DOSA

Check in. Bagi seorang traveler alias tukang jalan-jalan, istilah ini udah familier. Begitu juga dengan seorang pengusaha atau karyawan yang harus keluar kota berhari-hari untuk urusan bisnis. Udah sering check in di penginapan demi tugasnya.

Tapi bagi seorang remaja putri usia 13 tahun yang bilang udah biasa check in bareng pacarnya saat ditanya content creator, tentu bikin netizen geleng-geleng kepala. Beragam komentar miring langsung berhamburan memadati linimasa sosial media.

Gimana nggak heboh, usia 13 tahun itu sebaya bocil kelas 1 smp. Bisa-bisanya check in dan berasyik masyuk dengan pacarnya di hotel. Ngeri. Dan sialnya, bukan cuman urusan syahwat, belakangan warganet juga dihebohkan oleh perilaku sadis remaja di kota pempek. IS, 16 tahun, bersama 3 orang teman sebayanya tega membunuh dan memperkosa AA (13 thn) karena cintanya ditolak.

Sementara di Jakarta, dua remaja putri kakak adik pelajar SMA tega menghabisi ayah kandungnya. Mereka nggak terima dimarahi oleh sang ayah karena telah mencuri uangnya. Sependek itu sumbu emosinya. Ngeri!

*# Ada Apa dengan Remaja Kita?*

Perilaku remaja yang ‘kebal’ dosa seperti beberapa kasus di atas, nggak bisa dianggap sepele. Baik dosa besar seperti meninggalkan sholat, zina atau menghilangkan nyawa maupun dosa-dosa lainnya seperti membuka aurat, gaul bebas cewek dan cowok, menyebarkan berita hoax dan sebagainya. Apapun level dosanya, sama aja maksiatnya kepada Allah swt. Nggak ada yang bener.

Lantas, gimana ceritanya sampai remaja ‘kebal’ dosa? Terbiasa bermaksiat. Pemuja syahwat. Nggak ada penyesalan meski telah melakukan perbuatan tercela. Kok bisa?

Pertama, lemahnya iman. Mereka yang ‘kebal’ terhadap perbuatan dosa, biasanya akidahnya kendor. Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin (ketika) ia melihat dosa-dosanya, adalah seperti (ketika) ia duduk di lereng sebuah gunung, dan ia sangat khawatir gunung itu akan menimpanya. Sedangkan seorang fajir (orang yang selalu berbuat dosa), ketika ia melihat dosa-dosanya adalah seperti ia melihat seekor lalat yang hinggap di batang hidungnya, kemudian ia mengusirnya seperti ini lalu terbang (ia menganggap remeh dosa).” (HR. Bukhari)

Kedua, tontonan jadi tuntunan. Hari gini, remaja begitu mudah mengakses hiburan tanpa sensor dari genggaman tangannya. Terbiasa melihat tontonan vulgar hingga kucuran darah segar yang merajalela menyapa remaja. Saking terbiasanya, mereka penasaran untuk melakukan hal yang sama. Berburu pengalaman baru dan menjadikan tontonan tak pantas itu sebagai tuntunan.

Ketiga, nggak ada sanksi tegas. Kemaksiatan akan berulang kalo pelakunya nggak dikasih sanksi alias hukuman yang bikin kapok. Bukannya berujung penyesalan, malah ketagihan. Tak sekedar mendekam di balik jeruji besi atau pembinaan di dalam rumah tahanan. Tapi sanksi setimpal yang bikin orang lain berpikir ribuan kali untuk melakukan kemaksiatan yang sama. Seperti penerapan hukum yang telah ditetapkan oleh Islam.

Usia remaja, doyan coba-coba. Pola hidupnya beranjak dewasa, namun cara berpikirnya masih harus banyak dibina. Informasi salah yang mereka terima, melahirkan remaja yang ‘kebal’ terhadap perbuatan dosa. Di sinilah pentingnya kita membenahi cara berpikir remaja.

Pola Pendidikan sekuler yang mengepung kegiatan belajar remaja, harus diimbangi dengan asupan nutrisi iman yang kokoh dan kuat. Ajak pelajar muslim untuk mengenal Islam lebih dalam. Galakan program pengajian untuk membentengi generasi muda muslim dari serangan budaya dan pemikiran sesat.

Sejatinya, ketika remaja jauh dari pengawasan guru, orang tua, atau pihak sekolah, godaan setan gencar menggoda mereka berbuat dosa. Saat itu, tak ada yang bisa diharapkan untuk melindungi dan menjaga mereka selain keimanan dan akidah yang tertancap kuat dalam dirinya.

*# Obat Anti Maksiat*

Seorang laki-laki menghadap Ibrahim bin Adham, seorang ulama Sufi. Beliau termasuk salah satu dokter hati. Lelaki tersebut berkata kepadanya, “Sungguh, saya telah menjerumuskan diri saya dalam kemaksiatan. Oleh karena itu, tolong berikan saya resep untuk mencegahnya.” Ibrahim bin Adham berkata kepadanya, “Jika engkau mampu melakukan lima hal, engkau tidak akan menjadi ahli maksiat.” Lelaki tersebut berkata – Dia sangat penasaran untuk mendengarkan nasihatnya, “Tolong ungkapkan apa yang ada di benak Anda wahai Ibrahim bin Adham!”

Ibrahim bin Adham berkata, “Pertama, ketika engkau hendak berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka janganlah engkau makan sedikit pun dari rezeki Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Lelaki tersebut heran kemudian dia bertanya, “bagaimana Anda bisa mengatakan hal tersebut wahai Ibrahim. Padahal semua rezeki berasal dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala?” Ibrahim berkata, “Jika engkau telah menyadari hal itu, maka apakah pantas engkau makan rezeki-Nya padahal engkau berbuat maksiat kepada-Nya?” Lelaki tersebut menjawab, “Tentu tidak pantas. Lalu apa yang kedua, wahai Ibrahim!”

“Kedua, jika engkau hendak berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka janganlah engkau tinggal di bumi-Nya.”

Lelaki tersebut terheran-heran melebihi yang pertama, kemudian dia berkata, “Bagaimana Anda bisa mengatakan hal tersebut wahai Ibrahim? Padahal setiap bagian bumi ini milik Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Ibrahim menjelaskan kepadanya, “Jika engkau telah menyadari hal itu, maka apakah pantas engkau tinggal di bumi-Nya padahal engkau berbuat maksiat kepada-Nya?” Lelaki tersebut menjawab, “Tentu tidak pantas. Lalu apa yang ketiga, wahai Ibrahim!”

Ibrahim bin Adham berkata, “Ketiga, jika engkau hendak berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka carilah tempat di  mana Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak dapat melihatmu, lalu berbuatlah maksiat di tempat itu!”

Lelaki tersebut berkata, “Bagaimana Anda bisa mengatakan hal tersebut wahai Ibrahim? Padahal Allah Maha Mengetahui hal-hal rahasia (Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi). Dia dapat mendengar merayapnya semut pada batu besar yang keras di malam yang gelap.” Ibrahim menjelaskan kepadanya, “Jika engkau telah menyadari hal itu, maka apakah pantas engkau berbuat maksiat kepada-Nya?” Lelaki tersebut menjawab, “Tentu tidak pantas. Lalu apa yang keempat, wahai Ibrahim!”

Ibrahim bin Adham berkata, “Keempat, jika malaikat maut datang untuk mencabut nyawamu, maka katakanlah padanya, ‘Tundalah kematianku sampai waktu tertentu!’

Lelaki tersebut bertanya, “Bagaimana Anda bisa mengatakan hal tersebut wahai Ibrahim? Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.” (QS. Al-Araf: 34)

Ibrahim bin Adham menjeaskan kepadanya, “Jika engkau telah menyadari hal itu, lantas mengapa engkau masih mengharap keselamatan?” Dia menjawab, “Iya. Lalu apa yang kelima wahai Ibrahim?”

Ibrahim bin Adham berkata, “Kelima, apabila malaikat Zabaniyah – mereka adalah malaikat penjaga – mendatangimu untuk menyeretmu ke neraka Jahannam, maka janganlah engkau ikut mereka.

Belum sampai lelaki ini mendengarkan nasihat yang kelima, dia berkata sambil menangis, “Cukup, Ibrahim. Saya memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya. Akhirnya dia senantiasa beribadah sampai meninggal dunia.”

Semoga kisah inspiratif di atas, bisa menjadi  pengingat ketika kita tergoda bermaksiat. Jangan lupa, ikut ngaji sampai nanti sampai mati. Agar tak terjerumus dalam komunitas remaja pendosa. Yuk ngaji! []

https://buletintemansurga.com/buletin-teman-surga-260-remaja-kebal-dosa/

GUYS, KEPOIN KEAGUNGAN PERADABAN ISLAM, YUK!

Hai Guys, edisi kali ini kita akan bahas soal peradaban nih. Agak gimana gitu yah anak zaman now bahas-bahas peradaban? Eits, jangan puyeng dulu. Dijamin pembahasan kita kali ini bakalan seru dan ngebuka jendela pengetahuan wa bilkhusus tentang Islam yang lebih luas lagi.

Kita awali dengan ungkapan seorang sejarawan sains asal Belgia-Amerika, George Sarton. Ia menyatakan bahwa peradaban Islam pada abad pertengahan adalah era yang sangat penting dalam sejarah manusia. Karena menurutnya, saat itulah ilmu pengetahuan menjadi sangat subur.

Satu lagi, kita simak yuk pernyataan Bill Gates. Tahu kan siapa Doi? Yaps, Doi adalah pendiri Microsoft, Guys. Lantas apa pendapat Doi terkait peradaban Islam? Bill Gates menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi Islam telah memengaruhi dunia modern secara besar-besaran. Terutama dalam bidang matematika, astronomi, dan kedokteran. Waw!

Gimana wahai generasi Islam, malu enggak tuh sama Pakde George dan Pakde Bill Gates kalau kita sampai enggak tahu soal peradaban Islam yang secetar itu? Masak iya sih mereka yang bukan muslim justru lebih paham dari kita yang sejak orok sudah jadi Muslim? Apa kata dunia? Malu, dong! Hiks!

*# Islam Masa Kini*

Guys, ngerasa enggak sih jika saat ini kita tuh jadi kayak jauh banget dari Islam? Islam sejak lahir sih, tapi banyak enggak pahamnya tentang apa yang menjadi ketetapan Allah SWT dan Rasulullah-Nya. Padahal semua petunjuk kehidupan itu sudah komplit di dalam Alquran dan Hadist, tapi kita terus-terusan tersesat. Lagi dan lagi hidup dalam kebuntuan. Terasa hampa di tengah hingar bingarnya dunia. Adakah merasakan hal yang sama?

Wajar sih, Guys. Karena memang saat ini kita hidup jauh dari peradaban Islam. Lebih tepatnya, peradaban Islam sudah enggak ada lagi di masa kita saat ini. Yaps, sejak 1924M yang lalu. Ketika kekhilafahan Islam yang berpusat di Turkiye diruntuhkan. Sejak keruntuhan peradaban Islam, kaum muslimin tidak lagi merasakan bagaimana keagungan Islam. Islam hanya dipandang sebagai agama ritual yang hanya bicara soal salat, puasa, membayar zakat, haji, dan umroh. Padahal, Islam tidak hanya mengatur perihal ritualitas saja melainkan juga mengatur seluruh aspek kehidupan kita.

Lantas apa saja sih keagungan peradaban Islam yang bisa kita kepoin saat ini? Yuk kita kepoin lebih dalam lagi!

*# Keagungan Islam Di Bidang Pendidikan*

Ilmu dalam pandangan Islam sangat diperhatikan. Bahkan Allah SWT sudah spil ke kita tentang derajat orang-orang berilmu yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang tidak berilmu.

“Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah:11)

Jika kita hitung-hitung, maka akan kita dapati banyak sekali kata ilmu yang Allah SWT sebutkan di dalam Alquran. Setidaknya ada 779 kata ilmu yang Allah SWT ualng-ulang. Selain dari itu, Rasulullah SAW juga menegaskan tentang kedudukan ilmu. Beliau SAW bersabda: “Dunia itu terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya pun terlaknat, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang ‘alim atau penuntut ilmu syar’i.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah. Dalam Shohihul Jami’, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)

Sebab besarnya perhatian Allah SWT dan Rasulullah SAW terhadap ilmu inilah, maka peradaban Islam begitu serius dalam menjamin pendidikan bagi setiap individu manusia yang ada di dalam naungannya. Bukan hanya untuk muslim, tetapi juga berlaku bagi non muslim. Perhatian yang amat besar ini pula, yang menjadikan kaum muslim berlomba-lomba untuk mendalami ilmu secara luas dalam berbagai bidang ilmu. Luar biasa!

Salah satu fasilitas pendidikan yang diberikan oleh peradaban Islam adalah dibangunnya perpustakaan umum. Perpustakaan ini dibangun dengan sangat megah dan indah. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai untuk siapa saja yang mau mereguk ilmu di dalamnya. Hingga saat ini kita masih dapat menjumpai beberapa perpustakaan terkemuka pada masa peradaban Islam berjaya. Diantaranya: Perpustakaan Baghdad, Cordoba, Sevilla, Kairo, Quds, Damaskus, Tripoli, Madinah, Sana’ (Yaman), Waqas, dan Qairwan.

Lalu bagaimana hasil (output) pendidikan di dalam peradaban Islam? Yuk kita kepoin  kesaksian dari para tokoh barat. Cekidot!

Briffault, seorang sejarahwan berkebangsaan Amerika, mengatakan, ”Tidak satupun kemajuan peradaban di Eropa kecuali secara meyakinkan dan pasti telah mengambil dari kemajuan perdaban Islam.”

Daniel Briffault berkata, ”Sejak tahun 700 Masehi, cahaya peradaban Arab Islam mulai berkibar membentang dari Timur Tengah menuju arah Timur sampai daerah Persia dan ke Barat sampai ke Spanyol. Mereka telah mengembalikan penemuan-penemuan sebagaian besar ilmu pengetahuan klasik dan membukukan penemuan-penemuan baru yang mereka temukan dalam bidang matematika, kimia, fisika, dan ilmu-ilmu lain. Dalam keadaan yang demikian ini, maka kaum muslimin arab merupakan guru bangsa Eropa, karena kaum muslimin telah menyumbangkansaham besar demi mengantarkan kebangkitan ilmu-ilmu pengetahuan di benua Eropa ini.”

Gimana Guys, terang-ang-ang-ang nggak nih dengan luar biasanya peradaban Islam di bidang pendidikan? Ini baru kesaksian dari dua tokoh Barat loh. Masih banyak lagi kesaksian lainnya yang enggak akan cukup kalau dituliskan semua di lembaran buletin ini. Kalian searching aja deh, dijamin makin terkagum-kagum dengan dahsyatnya keagungan peradaban Islam yang pernah ada. Ingat ya, jangan sampai orang Barat lebih tahu tentang keagungan Islam daripada kita. Malu!

*# Kembalinya Peradaban Islam*

Guys, apakah peradaban Islam hanya berkutat dalam dunia pendidikan? Tentu saja tidak, ya. Peradaban Islam itu memperhatikan dan mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Dari sisi spiritualitas, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, politik, kenegaraan, dan lain sebagainya. Seluruhnya diperhatikan dan diatur berdasarkan wahyu Allah SWT. Jadi sama sekali jauh dari hawa nafsu.

Alhasil, peradaban Islam mampu melahirkan peradaban dunia yang beradab, makmur, sejahtera, dan penuh kedamaian sepanjang 13 abad. Dimulai sejak Rasulullah SAW hijrah ke Madinah hingga keruntuhan peradaban Islam di pusat ibu kotanya yang terakhir (Turkiye) pada tahun 1924 M. Yapz, sudah 100 tahun lebih peradaban Islam itu lenyap. Maka wajar, jika hari ini banyak yang kabur bahkan sengaja dikubur apa-apa yang berkaitan dengan keagungan peradaban Islam. Sehingga kita sebagai generasi Islam masa kini, menjadi asing di dalam agamanya sendiri.

Maka menjadi tugas kita sebagai generasi muda untuk memperjelas yang kabur dan menggali yang terkubur. Agar keagungan peradan Islam dapat kembali terlihat dan bahkan kembali menjadi mercusuar peradaban dunia. Emangnya bisa?

Jawabannya adalah pasti bisa. Sebab kembalinya peradaban Islam telah dijanjikan oleh Allah SWT. Juga telah dikabarkan oleh Rasulullah SAW. Bahwa ending dari panggung peradaban dunia ini akan kembali dikendalikan oleh Islam. Rahmatan lil alamin akan kembali menyelimuti alam semesta dan seisinya sebelum semuanya berakhir (kiamat). Plot twist banget, ya. Tapi ini disutradarai oleh Allah SWT dan Rasulullah saw, maka pasti beneran akan kejadian.

Pertanyaanya, kita mau ada di posisi sebagai apa? Enggak mau tahu alias bodo amat? Atau meyakini apa yang Allah SWT dan Rasulullah saw kabarkan, kemudian lanjut lebih semangat lagi belajar Islam? Yaps, paling bener kita pilih yang kedua aja ya. Semoga kita termasuk generasi yang turut berkontribusi untuk kembalinya keagungan peradaban Islam di masa yang akan datang. Sebentar lagi, inshaallah. Bismillah! []

https://buletintemansurga.com/buletin-teman-surga-259-guys-kepoin-keagungan-peradaban-islam-yuk/

SI PEDANG ALLAH YANG TERHUNUS

“Tidak ada malam yang lebih indah bagiku selain malam yang dingin dan gelap, penuh dengan hujan deras, ketika aku berada di barisan depan pasukan, menanti pagi untuk menyerang musuh.” – Sayfullah

Quote gacor di atas pastinya keluar dari lisan seorang pecinta perang sejati. Eit jangan salah. Si Cinta perang ini bukan orang yang hobi menumpahkan darah dan mencari masalah. Sebaliknya, dia adalah sosok menakjubkan di sepanjang sejarah kemiliteran dunia Islam.

Ia berasal dari suku Quraisy, dari klan Makhzum yang merupakan salah satu suku terkemuka di Mekah. Ayahnya, Walid bin al-Mughirah, adalah seorang pemuka suku Quraisy yang sangat dihormati. Nama lengkapnya adalah Khalid bin Walid bin al-Mughirah al-Makhzumi. Tahu kan?

Khalid bin Walid adalah seorang jenderal besar yang telah membawa pasukan Islam memenangkan berbagai pertempuran. Beberapa di antaranya adalah Perang Mu’tah (629 M); Penaklukan Mekah (630 M); Perang Hunain (630 M) melawan suku Hawazin; Perang Yarmuk (636 M) melawan kekaisaran Bizantium; serta Penaklukan Persia dalam Pertempuran Walaja dan Pertempuran Ullais.

Sehingga Rasulullah saw menggelarinya “Pedang Allah yang Terhunus” (Sayfullah al-Maslul) setelah Khalid bin Walid membuktikan kehebatannya dalam perang Mu’tah.

*# ‘Bulan Sabit’ di Medan Perang*

Prestasi besar Khalid bin Walid bukan cuma dikagumi oleh kaum Muslim, tetapi juga oleh orang kafir. Zahid Ivan Salam, dalam sebuah karyanya, mengatakan bahwa seorang Jenderal Nazi Jerman, Erwin Rommel, mencontek strategi perang Khalid dan itu membuatnya selalu menang dalam pertempuran melawan sekutu di front Afrika.

Salah satu strategi perang jitu Khalid bin Walid diterapkannya pada Perang Walaja melawan Persia. Perang Walaja terjadi pada bulan Mei 633 Masehi di sebuah daerah bernama Walaja (sekarang Irak). Waktu itu jumlah pasukan Islam hanya 15.000 prajurit, sementara jumlah pasukan Persia lebih banyak tiga kali lipatnya. Pasukan Persia dipimpin oleh seorang jenderal bernama Andarzaghar, pasukan Islam tentu saja dipimpin oleh Khalid bin Walid.

Andarzaghar dengan pongah sesumbar bahwa dia akan mengalahkan pasukan Islam. Dia menetapkan sasaran untuk tiba di Walaja lebih dahulu daripada pasukan Islam. Sayangnya, pasukan Persia bergerak amat lambat karena membawa peralatan perang yang berat. Pasukan Islam mendahului pasukan Persia tiba di Walaja. Khalid pun memerintahkan pasukannya berkemah di sekitar Walaja sambil terus mengawasi medan.

Akhirnya terlihatlah pasukan Persia datang berduyun-duyun dengan seluruh peralatan perang mereka yang berat. Lokasi perang Walaja ini adalah sebuah padang rumput yang luas, yang berada di antara dua lereng bukit yang tingginya 20 sampai 30 kaki. Saat Khalid melihat pasukan Persia sudah memasuki medan perang, ia menyaksikan bahwa kebanyakan pasukan Persia adalah infanteri (pasukan jalan kaki), dan jumlah kavaleri (pasukan berkuda) Persia jauh lebih sedikit daripada pasukan kavaleri Muslim. Jumlah kavaleri Muslim adalah 5.000 personil, dan Khalid membagi pasukan ini menjadi dua detasemen.

Pada malam sebelum pertempuran, Khalid memerintahkan kedua pasukan berkuda ini untuk bergerak ke belakang lereng bukit itu. satu detasemen di belakang bukit sebelah kanan, dan sisanya di belakang lereng bukit sebelah kiri. Khalid menempatkan pasukan berkudanya di belakang barisan pasukan Persia tanpa sepengetahuan mereka. Khalid memerintahkan mereka untuk tetap bersembunyi di belakang kedua lereng bukit itu dan hanya menyerang jika diberi tanda.

Pertempuran pun dimulai. Andarzhagar menerapkan strategi bertahan pada awal peperangan itu. Dia amat percaya diri dengan kekuatan pasukannya, dan dia berharap pasukan Islam akan cepat kehabisan tenaga dan kelelahan. Barulah setelah itu dia akan melancarkan serangan balasan dan menghancurkan pasukan Islam sekaligus.

Khalid memerintahkan pasukannya untuk berhadap-hadapan dengan pasukan Persia dan menyerang dengan sengit. Mereka berjihad di jalan Allah dengan gigih. Benar saja, pasukan Persia punya pertahanan yang cukup kuat, walaupun pasukan Islam terus menekan, mereka tetap bisa bertahan.

Maka tiba-tiba Khalid memerintahkan pasukannya untuk mundur perlahan-lahan. Bagian tengah pasukan Islam pun mundur, dan terus mundur, hingga perlahan-lahan bentuk barisan pasukan Islam jadi melengkung seperti bulan sabit (karena yang diperintahkan mundur hanya bagian tengah saja, pasukan sayap diperintakan untuk tetap mempertahankan posisinya, dan bahkan meluaskan jangkauan).

Andarzaghar melihat pasukan Islam mundur, dan dia seolah menyaksikan kesempatan emas. Dia melancarkan serangan umum untuk mengejar pasukan Islam dan menghancurkannya sekaligus. Pasukan Persia pun mengejar pasukan Islam. Saat itulah pasukan Persia masuk ke dalam jebakan pasukan Islam. Dengan semakin dalam mengejar pasukan Islam, Pasukan Persia makin terjebak di dalam lengkungan berbentuk bulan sabit yang dibuat pasukan Islam, sehingga mereka hampir terkepung oleh pasukan Islam. Saat itulah Khalid memberi tanda kepada pasukan kavaleri yang berada di balik kedua bukit itu.

Sekonyong-konyong pasukan kavaler Muslim bergerak dengan sangat cepat dari balik bukit dan memukul bagian belakang pasukan Persia. Formasi bulan sabit itu pun ditutup dengan datangnya pasukan kavaleri Muslim dari balik bukit, membuat pasukan Persia terjebak dalam lingkaran pasukan Muslim. Mereka dikelilingi pasukan Muslim dan tidak ada lagi tempat melarikan diri. Saat itulah pasukan Persia digempur dan dihabisi. Dan kemenangan pun kembali diraih para kesatria Muslim.

Khalid bin Walid kembali berhasil membawa pasukan Islam pada kemenangan, namun mereka yakin bahwa semua ini adalah karunia Allah ‘azza wajalla. “Terkadang Tuhan memberimu kemenangan karena strategi yang baik, terkadang Tuhan memberimu kemenangan hanya karena imanmu.”

Meski keseharian Khalid bin Walid dihabiskan untuk kejayaan militer Islam, namun siapa sangka akhir hayatnya justru di atas pembaringan dalam rumahnya. “Aku telah berperang di seratus medan, mencari kematian di setiap langkahku, namun di tempat tidur inilah aku akan mati seperti seekor unta mati.” Khalid bin Walid, si Pedang Allah yang Terhunus, wafat pada tahun 642 M (21 H) di kota Homs, Suriah, dalam usia sekitar 50 tahun.

Sejatinya, panglima Khalid bin Walid masuk dalam daftar idola kita. Bukan tokoh fiksi superhero Marvel atau DC. Berjuang untuk kejayaan Islam, sampai nanti sampai mati. Gass! []

https://buletintemansurga.com/buletin-teman-surga-258-si-pedang-allah-yang-terhunus/

Sabtu, 17 Agustus 2024

MENJADI REMAJA MERDEKA ERA KINI

Merdeka! Satu kata yang terasa sakral di momen Agustusan bagi penduduk Indonesia. Disusul dengan riuh sorak aneka perlombaan. Diiringi dengan lambaian merah putih di setiap sudut kota bahkan sampai ke desa-desa. Terasa sesuka-cita itu nusantara kita dalam siklus tahunan di bulan Agustus. Bagaimana dengan kamu, duhai remaja?

*# Apakah Remaja Sudah Merdeka?*

Kamu generasi yang selalu update dan berselancar di sosial media, pasti tahu dong berita-berita yang lagi viral. Belum reda keriuhan soal legalisasi kontrasepsi di kalangan remaja, terbitlah kebijakan lepas kerudung bagi pasukan pengibar bendera di IKN. Meskipun kabarnya sudah dibatalkan  karena digerudug sama netizen di sosial media. Kamu termasuk yang bersuara atau yang diam-diam aja? Atau malah enggak tahu ada berita seheboh ini? Jangan ya dek ya, kudu update kondisi terkini. Karena nyatanya, kita sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Mari buka mata lebih lebar lagi. Nyatanya, banyak sekali problematika yang menimpa dunia remaja. Pergaulan bebas, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, LGBT,  HIV/AIDS, narkoba, judol, pinjol, gameol, bahkan obesitas, gagal ginjal, dan cuci darah rutin, jadi musibah yang menerpa dunia remaja saat ini. Banyak banget korbannya, merata se-Indonesia raya. 

Yuk lebarkan mata sedikit lagi. Dulu, para pemuda memperjuangkan kemerdekaan dengan peperangan untuk membumi hanguskan penjajahan. Mereka gugur di medan perang dengan kemuliaan dan kebanggaan. Setelah kata merdeka dikumandangkan dan 79 tahun berlalu, kini justru banyak pemuda yang “gugur” di pembaringan. Gugur karena pergaulan bebas. Gugur karena HIV/AIDS. Gugur karena Narkoba. Gugur karena judol, pinjol, gameol. Gugur karena kgagal ginjal akibat makanan dan minuman yang beracun. Benar aja atau benar banget nih, Guys? Pahit, tapi harus ditelan. Glek!

Kalau begitu, apakah remaja sudah merdeka? Apa makna merdeka bagi kita?

*# Kepoin Yuk Akar Masalahnya*

Kita coba kepoin dulu reminder yang sudah Allah SWT spil sejak 14 abad yang lalu, yuk. Jadi di dalam Alquran, Allah SWT sudah mention kita tentang kerusakan yang terjadi dan apa penyebabnya. Cekidot!

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [QS. Ar-Rum: 41]

Guys, ngerasa enggak sih kalau apa yang Allah SWT spil dalam QS. Ar-Rum ayat 41 ini nyambung banget sama kondisi kita? Di mana kerusakan itu merebak sangat ugal-ugalan. Ternyata sebabnya adalah ulah tangan manusia sendiri. Kata Allah, kerusakan yang tampak hanyalah sebagian saja. Sengaja hanya Allah SWT berikan sebagian saja, agar manusia berpikir dan mau kembali ke jalan yang benar. Guys, meleyot enggak sih sama kasih sayangnya Allah ke kita? Sesayang itu loh. Meski udah jauh banget langkah kita dari jalan-Nya, tapi Allah SWT Maha Rahman dan masih memberikan kita kesempatan. Jangan sampai diskip ya dek, ya.

Btw, apa maksud kata “ulah tangan manusia” dalam ayat tersebut? Ya, maksudnya adalah perbuatan manusia yang menyalahi aturan Allah SWT. Semakin hari semakin jauh dari rambu-rambu yang telah Allah SWT tetapkan.  Tidak lagi merasa risih melakukan kemkasiatan. Malah merasa sangat asing dengan ketaatan. Memang sejauh itu. Hiks!

Guys, lebih mengejutkan lagi, ternyata jauhnya manusia dari aturan Allah SWT itu bukan terjadi begitu saja. Melainkan ada upaya terencana dan disengaja agar manusia semakin jauh dari agama. Biang keroknya ada pada penerapan ide-ide Barat dalam kehidupan kita. Ide kapitalisme yang serba matrealistik berkolaborasi dengan sekularisme (pemisahan agama dalam kehidupan) melahirkan gaya hidup serba liberal (bebas). Jadilah kehidupan ini serba bebas, bablas, bahkan amblas atau binasa. Jauh dari kata merdeka. Bolehkah hal ini terus dibiarkan? Jangan ya dek ya. Harus ada perubahan dan kita termasuk agen perubahan tersebut. Bagaimana caranya berubah? Tidak ada cara lain, kecuali kembali ke jalan yang benar, jalan Allah SWT.

*# Masa Muda Jangan Disia-sia*

“Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan kamu setelah keadaan lemah itu menjadi kuat. Kemudian Dia menjadikan kamu setelah kuat itu lemah kembali dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa.”[QS. Ar-Rum: 54]

Guys, masa muda itu adalah anugrah terindah, kekuatan di antara dua kelemahan. Dua kelemahan itu maksudnya adalah usia bayi dan usia tua. Dua kondisi itu adalah kondisi lemah. Maka jika kita ada di masa muda, kita ada di keadaan kuat. Jangan disia-siakan. Harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Kita harus pahami bahwa remaja Islam itu beda. Memiliki privilege langsung dari Allah SWT. Diantaranya, punya hak menjadi salah satu gologan dari tujuh golongan untuk dapat naungan dari Allah SWT ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya. Yakni di hari penghisaban kelak. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “...Pemuda yang senantiasa BERIBADAH kepada Allah semasa hidupnya, …” [HR. Abu Hurairah, al-Bukhari, dan Muslim]

Inilah kunci kemerdekaan hakiki kita. Yakni menjadikan kesempatan hidup yang Allah SWT berikan untuk semata menjalankan ketaatan (ibadah). Mari kita install sebanyak-banyaknya pemahaman Islam dalam benak. Agar virus-virus liberalisme dapat disapu bersih dari pemikiran kita. Sehingga pola hidup kita berupa food, fun, dan fashionnya berstandar Islam. Jika sudah demikian, maka bangga kita teriak MERDEKA! Wallahualam. []

https://buletintemansurga.com/buletin-teman-surga-256-menjadi-remaja-merdeka-era-kini/

THE SHARPEST SWORD

“Orang bodoh yang tidak menghargai masa lalu kemungkinan besar akan mengulanginya.” – Nico Robin, One Piece

Pernah baca manga One Piece? Kalau pernah, pasti udah nggak asing lagi sama karakter Roronoa Zoro. Tokoh rekaan Eiichiro Oda yang satu ini digambarkan sebagai pendekar pedang yang juga kuat luar biasa dan terbiasa ngangkat barbel 10 ton. Wah wah!

Nah, karena Zoro ini pendekar pedang, dan kekuatannya seperti kingkong, maka Oda harus membuat pedang yang gila-gilaan juga untuknya. Zoro menggunakan tiga pedang, yang disebut Santoryu. Tiga pedang utamanya adalah Wado Ichimonji, Sandai Kitetsu, dan Shusui (kemudian digantikan oleh Enma). Dan pedang legendaris persembahan Oda untuk Zoro ini adalah katana yang bisa memotong besi.

Nggak cuman Zoro, mungkin ada juga yang ngefans dengan Kenshin Himura (Rurouni Kenshin). Mantan pembunuh bayaran yang dikenal sebagai Hitokiri Battousai. Setelah bertobat, dia bersumpah untuk tidak membunuh lagi dan menggunakan Sakabatou (pedang bermata terbalik) untuk melindungi yang lemah.

Atau mungkin Ichigo Kurosaki (Bleach) dengan pedang besar Zangetsu; Guts (Berserk) dengan pedang besar Dragonslayer; dan nggak ketinggalan Sasuke Uchiha (Naruto) dengan pedang Kusanagi yang digunakan dalam berbagai pertempuran dan dapat diperkuat dengan chakra listrik. Dan masih banyak tokoh fiktif pendekar pedang dengan senjata andalannya masing-masing.

Tapi semuanya hanya ada dalam dunia khayal. Kekaguman pada tokoh-tokoh manga di atas hanya sebatas imajinasi yang tak kunjung kita temukan di dunia nyata. Namun untuk kehebatan senjatanya, ternyata ada juga pedang legendaris yang super duper tajam terkenal di dunia nyata.

Ada pedang Katana dari Jepang. Pedang panjang tradisional Jepang yang digunakan oleh Samurai dari periode Kamakura hingga periode Edo ini memiliki bilah melengkung, satu sisi tajam, dan pegangan panjang yang memungkinkan penggunaan dengan dua tangan.

Ada juga Ulfberht Viking Sword. Pedang dari era Viking (abad ke-9 hingga ke-11) yang ditemukan di Eropa Utara. Falchion, pedang satu sisi yang digunakan di Eropa selama Abad Pertengahan, terutama dari abad ke-13 hingga ke-16. Atau Excalibur, pedang legendaris dari mitologi Raja Arthur.

Dan yang paling keren, Damascus Steel. Pedang baja Damascus yang berasal dari kota Damaskus di Suriah, pusat perdagangan pedang pada abad pertengahan. Baja ini dikenal dengan pola berliku-liku yang unik pada bilahnya, yang terbentuk dari kombinasi baja dengan kandungan karbon yang berbeda. Karena pedang legendaris ini bagian dari jejak ketinggian peradaban Islam, kita mau kasih paham teman surga untuk tahu lebih dekat. Yuk!

*# Mengenal Kemilau Pedang Damascus*

Menurut para ahli di Eropa sana, pedang yang terkuat dan tertajam di dunia memang bukanlah katana, bukan flamberge, bukan claymore, bukan keris apalagi clurit, melainkan pedang pasukan muslim abad pertengahan yang terkenal sebagai pedang damaskus (damascus sword). Disebut damascus karena pedang ini hanya diproduksi di daerah Damaskus (Damsyik), Suriah.

Pedang damaskus yang dipakai pasukan muslim ini umumnya berbentuk scimitar, shamshir atau saif, yaitu pedang arab yang ramping dan melengkung. Pedang ini one-handed, jadi beratnya pun lebih ringan dari katana Jepang dan longsword Eropa yang kudu dipegang dengan kedua tangan. Tapi soal kekuatan dan ketajaman, pedang damaskus jauh lebih hebat.

Tikaman pedang damaskus mampu menembus baju zirah tentara salib, dan tebasannya mampu membelah tameng baja jadi dua. Bahkan yang lebih dahsyat, sapu tangan sutra yang jatuh melayang dari udara akan terpotong bila mengenai ujung tajamnya. Ck ck ck!

Selain tajam luar biasa. pedang damaskus juga terkenal kuat, namun fleksibel dan nggak mudah retak, bahkan bisa ditekuk melingkar dari ujung pedang sampe ke gagangnya. Nggak heran para tentara salib yang baru datang dari Eropa shock bukan main melihat kemampuan pedang pasukan muslim.

Salah satu ciri khas pedang damaskus yang nggak dimiliki pedang lain, yaitu adanya pola garis bergelombang pada bilah pedang yang mirip seperti urat kayu. Orang Eropa menyebutnya damascene pattern atau damask. Pola ini berbeda dengan watermark pada katana dan keris, karena bukan didapat dari teknik pelipatan logam. Dalam beberapa pedang pola garis itu membentuk barisan seperti tangga di sepanjang pedang, dan di antara “anak tangga” itu ada pola berbentuk spiral yang disebut roses (mawar).

Selain kuat, tajam dan indah, pedang ini juga misterius. Walaupun para pandai besi terbaik di Eropa sudah mempelajari pedang damaskus yang dibawa oleh tentara salib, nggak ada satu pun yang mampu membuat pedang dengan kekuatan, ketajaman dan pola garis yang serupa.

Teknik pembuatan pedang Damaskus memang dirahasiakan dengan ketat, dan hanya beberapa keluarga pandai besi di damaskus yang menguasainya. Misteri ini makin bertambah ketika teknik pembuatan pedang ini akhirnya punah di awal tahun 1800. Bahkan dengan teknologi modern pun, para ilmuwan masih kesulitan membuat replika yang 100% sama.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr.Peter Paufler, crystallographer dari Universitas Teknik Dresden, Jerman, ternyata dalam pedang damaskus yang berusia 4 abad terdapat struktur canggih yang sekarang lagi ngetrend yaitu carbon nanotubes (CNT).

Struktur karbon nanotube inilah yang menjadi rahasia kekuatan dan ketajaman pedang damaskus karena karakternya yang luar biasa, 250 kali lebih kuat dari baja, tapi 10 kali lebih ringan. Teknologi CNT sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 1991. Ini juga sekaligus penemuan pertama CNT dalam baja, padahal sampai sekarang belum ada ilmuwan yang bisa membuat carbon nanotubes dalam struktur mikro baja!

Dengan serat nanotube yang menjelujur di seluruh badan pedang, baja pedang seolah-olah mendapat tulang tambahan sehingga kekuatannya pun bertambah puluhan kali lipat dari pedang biasa, namun tetap lentur dan tajam. Mungkin Asadullah Isfahani, sang swordmaker termasyhur dari abad 17, dan juga swordmaker-swordmaker muslim lainnya nggak ngeh sama sekali bahwa mereka sedang menerapkan teknologi nano yang begitu canggih, tapi pencapaian para ilmuwan tersebut menjadi bukti kemajuan teknologi Islam saat itu. Bener-bener super! Roronoa Zoro mah lewaattt!

Banyak dari kita selaku remaja muslim yang tak mengenal ketinggian peradaban Islam seperti keberadaan pedang legendaris Damaskus di atas. Wajar sih, lantaran sejarah kegemilangan Islam yang sampai ke kita hanya sebagian kecil saja. Malah banyak yang disembunyikan atau diputarbalikan faktanya.

Semoga bahasan pedang legendari Damaskus bisa membuka mata kita, terutama remaja yang silau oleh kisah-kisah kehebatan para pendekar pedang fiktif. Agar kita yakin kalo Islam punya sejarah hebat sehingga makin bersemangat untuk tidak melupakan sejarah dan mengenal ajarannya lebih dalam. Aktif ngaji, sampai nanti sampai mati. Berangkat! []

_Buletin Teman Surga Edisi #255 (Safar 1446 / Agustus 2024)_

DARURAT PELAJAR "JUDOL"

Judol ini bukan salah satu cabang olahraga bela diri asal negeri matahari terbit ya. Meski sama-sama sarat dengan teknik ‘bantingan’, tapi lawan yang dibikin teparnya beda. Kalo judo, yang dikembangkan dari seni bela diri kuno Jepang Jujutsu oleh Kano Jigoro tahun 1882 ini mampu mebanting lawan tandingnya dengan tangan kosong maupun senjata pendek dalam jarak dekat.

Sebaliknya, kalo judol mampu membanting masa depan, akidah, hingga keharmonisan rumah tangga para pemainnya. Sadiz!

Sialnya, negeri kita tercinta ini tengah diancam oleh serangan ‘Dewa Zeus’ yang berslot-slot banyaknya. Judi online makin merajalela dan menyedot dana masyarakat hingga triliuan rupiah.

Bayangin aja, Menurut laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) nilai transaksi judi online naik sangat fantastis. Pada 2017 nilai transaksi judi online mencapai Rp 2 triliun, 2018 sebanyak Rp 3,9 triliun, 2019 sejumlah Rp 6,2 triliun, 2020 melompat jadi Rp 15,8 triliun, 2021 meningkat drastis hingga Rp 57,9 triliun, 2022 naik dua kali lipat menjadi Rp 104,4 triliun dan 2023 naik sangat fantastis menjadi Rp 327 triliun. Pada kuartal I Januari-Maret 2024 saja sudah menyentuh angka Rp100 triliun!

Dan parahnya, para pemain judi online di Indonesia makin menyasar pelajar dan mahasiswa. Satgas Pemberantasan Judi Online yang mendeteksi bahwa terdapat anak usia di bawah 10 tahun melakukan aktivitas perjudian secara online mencapai 80 ribu anak, atau 2 persen dari seluruh kategori usia pemain. Dan data usia pemain judi online antara 10-20 tahun sebanyak 11 persen atau kurang lebih 440 ribu orang. Ngeri!

*# Kalah Penasaran, Menang Ketagihan*

Miris juga ya ngeliat para pelajar makin banyak tejerumus rayuan ‘Dewa Zeus’. Mati-matian main judol biar ngerasain dapat jackpot. Sialnya, meski berulang kali tekor, banyak pelajar bukan kapok dan berhenti. Malah makin gacor mainnya. Whatsapp?

Secara psikologi, karakter pelajar itu punya rasa kepo yang tinggi. Wajar kalo mereka pengen eksplor banyak hal. Apalagi kalo sudah berkaitan dengan tren di dunia maya. Baik game online, pornografi, hingga judi online.

Awalnya mungkin para pelajar itu pengen tahu aja apa sih judi online yang masih misterius dan konon kabarnya banyak tantangan yang memicu adrenalin. Cari pengalaman ikut-ikutan teman yang bilang kalo judol bisa jadi alternatif nambah uang saku. Bisa buat jajan, beli kuota, dan traktir bestie. Mau dong.

Ternyata kejadian dapat “kemenangan sementara”. Euforia karena mendapatkan uang dari permainan yang mereka mainkan membuat mereka semakin tertarik memainkannya. Makin pede. Makin akut kecanduannya. Padahal jurang kenestapaan tengah menganga di depan mata yang akan menenggelamkan masa depannya. Waduh!

Salah satu pemicu pelajar kecanduan judi online adalah adanya efek plasebo. Plasebo adalah bahasa Latin yang berarti ‘saya akan menyenangkan’. Secara medis, efek plasebo merujuk pada perawatan yang tampak nyata, tetapi dirancang untuk tidak memberikan manfaat. Disangka obat dan terasa bermanfaat, padahal bukan. Sugesti aja.

Efek plasebo dalam judi online membuat pelajar akan terus percaya bahwa mereka menang, bahkan di saat sebenarnya mereka telah kalah. Sehingga mereka selalu husnudzon alias berbaik sangka pada permainan berikutnya yang terus diulang. Kalo menang ketagihan, kalo kalah penasaran. Gitu aja terus.

Padahal, namanya judi online yang dikendalikan teknologi informasi, bisa dengan mudah direkayasa kemenangannya oleh sang bandar. Bukan keberuntungan apalagi kelihaian sang pemain. Murni dari ‘kebaikan hati’ panitianya.

Sesekali pemain dikasih jackpot sepanjang sejarah permainannya, biar makin sering dan makin tinggi depo-nya setelah berhasil. Setelah itu, tekor berkali-kali lipat tapi nggak ngerasa rugi. Bilangnya, bukan kalah cuman kemenangan yang tertunda. Waduh!

*# Sayangi Masa Depanmu*

Bagi pelajar, main judol seperti kecanduan main game online. Lupa diri. Lupa waktu. Lupa kalo gak punya doku. Imbasnya kemana-mana ini.

MR (16) seorang pelajar SMK di Kabupaten Cianjur nekat merampok dan menodongkan senjata tajam ke kasir minimarket di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Aksi itu diduga dilakukan untuk membayar utang akibat kecanduan judi online. (DetikJabar, 16 Jan 2024)

Sebelum makin terjerumus pada tindakan kriminal seperti MR di atas, pelajar bisa mengalami masalah berikut akibat kecanduan judi online.

*1. Gangguan Kesehatan Fisik*

Anak-anak yang kecanduan judi online cenderung menghabiskan banyak waktu di depan layar, sehingga aktivitas fisik mereka menurun. Kurangnya aktivitas fisik dapat berdampak pada kesehatan fisik mereka.

*2. Gangguan Kesehatan Mental*

Kecanduan judi online dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental pada anak-anak. Mereka mungkin mengalami stres, kecemasan, depresi, dan masalah emosional lainnya akibat dari tekanan dan kecanduan tersebut.

*3. Gangguan Pendidikan*

Anak-anak yang terlibat dalam judi online cenderung mengalami penurunan kinerja akademik. Mereka mungkin menghabiskan banyak waktu untuk bermain judi online, sehingga mengabaikan tugas sekolah dan pembelajaran.

*4. Gangguan Sosial*

Keterlibatan dalam judi online dapat mengisolasi anak-anak dari interaksi sosial yang sehat. Mereka mungkin lebih fokus pada permainan online daripada berinteraksi dengan teman sebaya atau keluarga.

Bagi kita sebagai remaja muslim, Islam udah dengan tegas melarang permainan judi. Apapun bentuknya. Baik offline atau pun online. Dari mulai Parlay, Olympus, Aztec Bonanza, atau Slot. Allah swt menegaskan dalam firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (mengkonsumsi) khamar, berjudi (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan. 

Sesungguhnya setan bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran minum khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat maka berhentilah kamu mengerjakan perbuatan itu”. (Q.S Al-Maidah Ayat 90-91)

Agar mata rantai penularan wabah judi online di kalangan pelajar bisa segera dihentikan, pemerintah harus makin gacor menindak tegas iklan bandar judi online yang merajalela menyapa remaja. Baik servernya lokal, maupun internasional.

Dari pihak sekolah, edukasi dampak negatif judi online yang bisa merampas masa depan pelajar di dunia dan akherat harus terus dilakukan. Baik dengan media tulisan seperti buletin sekolah, majalah dinding, atau website sekolah. Atau ngadain seminar atau kajian Islam tentang bahaya judi online dan solusinya. Biar pelajar makin nyadar dan tak mudah tergoda ‘Dewa Zeus’.

Salah seorang penyintas judi online, Dicky, 24 tahun, seorang pemuda asal Solo, Jawa Tengah selama 2021 hingga 2022 yang Insyaf setelah mendengar salah satu temannya mau bunuh diri gegera terjerat judi online dan pinjol mengingatkan kita.

“Pesanku berhenti bermain judi berarti kamu mencintai orang di sekitarmu. Yang merasakan candu kamu sendiri, tapi dampaknya bisa ke orang lain. Ada keluarga, teman, dan waktu yang jauh lebih berharga, ketimbang kemenangan scatter semumu itu,”

Untuk itu, kita selaku pelajar Islam, perkuat benteng akidah dan keimanan kita. Biar tahan godaan setan. Tahu sendiri, setan itu kalo udah ngegodain kita, bisa banget lewat teman atau iklan saat kita main game atau berselancar di dunia maya. Mari kenali Islam lebih dalam. Ikut ngaji rutin tanpa tapi tanpa nanti. Judi online, nggak lah yauw! []

https://buletintemansurga.com/buletin-teman-surga-254-darurat-pelajar-judol/

TAHUN BARU, SEMANGAT BARU!

Tak ada hingar-bingar saat pergantian tahun baru Islam. Karena emang Islam nggak ngajarin pesta pora untuk memperingati peristiwa penting dalam kalender Islam. Tapi bukan berarti kita gak boleh berbahagia lho ya.

Makanya di beberapa tempat, umat Islam menggelar parade tarhib muharam sebagai ekspresi kebahagiaan pergantian tahun baru. Ada yang turun ke jalan semacam aksi damai sambil menyampaikan nasihat untuk umat Islam di sepanjang Jalan. Ada juga yang bikin pengajian dengan membaca doa akhir tahun dan awal tahun di beberapa mesjid. Atau pawai obor yang dibawa remaja mesjid keliling kampung. Seru!

Apapun bentuknya, yang penting kita sebagai umat Islam peduli dengan kalender Islam. Jangan sampai kita gak tahu nama-nama bulan Hijriah dan urutannya serta sejarah awal mula tahun baru Islam. Udah hafal kan?

*# Sejarah Penanggalan Hijriah*

Jauh sebelum Nabi Muhammad SAW lahir,  bangsa Arab telah menggunakan kalender yang berdasarkan pada peredaran bulan. Sistem penanggalan itu disebut sebagai qamariyah, berasal dari nama qamar yang berarti ‘bulan’.

Sampai dengan wafatnya Rasulullah SAW, sistem penanggalan qamariyah tidak mengalami perubahan. Tetap dipakai seperti biasa. Barulah pada zaman khalifah Umar bin Khattab RA, ada kejadian menarik yang memicu diskusi lahirnya kalender Islam.

Pada suatu hari, di sekitar tahun 638 Masehi, Gubernur Basrah Abu Musa al-Asy’ari mengirimkan surat kepada sang khalifah. Isinya dibuka dengan kalimat yang cukup menggelitik: “Menjawab surat Tuan yang tidak bertanggal...”

Kata-kata itu ternyata menarik perhatian Umar RA. Ia pun bermusyawarah dengan para sahabatnya untuk menggali kemungkinan umat Islam memiliki kalender sendiri.

Ada beberapa usulan. Pertama, patokan awal sistem penanggalan ini merujuk pada “Tahun Gajah”, yakni ketika tentara bergajah menyerang Ka’bah. Momen itu juga istimewa karena menandai tahun kelahiran Rasulullah SAW. Kedua, berpatokan pada masa turunnya wahyu pertama kepada Nabi SAW, yang ketika itu berusia 40 tahun. Ketiga, acuannya adalah tahun wafatnya Rasulullah SAW. Keempat, hijrahnya Nabi SAW dan kaum muhajirin dari Makkah ke Yastrib (Madinah).

Terhadap masukan-masukan itu, Khalifah Umar RA mempertimbangkannya dengan masak. Seperti diceritakan Muhammad Husain Haekal dalam biografi Umar bin Khattab RA, sang amirul mukminin condong pada usul terakhir, yang konon diajukan Ali bin Abi Thalib RA.

Umar menguatkannya dengan berpandangan bahwa hijrah Rasulullah SAW ke Madinah merupakan suatu peristiwa besar dalam sejarah Islam. Dengan itulah, Allah SWT semakin memperkuat kedudukan Nabi Muhammad SAW dan syiar agama-Nya.

Akhirnya, Umar RA memutuskan yang kemudian disetujui oleh seluruh sahabat, dan dibuatlah kalender Islam dengan nama kalender Hijriah. Penetapannya, dilakukan pada tahun 1 Hijriah atau 17 tahun pasca hijrah nabi (638 Masehi). Gitu.

*# Tahun Ajaran Baru*

Tahun baru Islam kali ini terasa berbeda. Lantaran bertepatan dengan pergantian tahun ajaran pendidikan di negeri konoha, eh negeri ibu Pertiwi. Setelah libur akhir tahun pendidikan, para pelajar kembali ke sekolah. Ada yang pindah sekolah, pindah kelas, atau pindah jenjang Pendidikan.

Pastinya, ada keseruan baru saat pertama menginjakkan kaki kembali di sekolah. Nuansa mager pasca liburan masih terasa tipis-tipis. Ke sekolah cuman untuk melepas kangen aja ama besti. Pengen tahu kelas baru, guru baru, pelajaran baru, tapi kalo harus langsung belajar, entar dulu.

Makanya untuk siswa baru ada agenda MPLS alias Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah. Biar nggak asing dengan lingkungan barunya. Biar bisa ngikutin aturan baru. Dan biar saling kenal dengan kakak kelas, teman sekelas, penjaga sekolah, sampai mamang-mamang aktivis street food di depan sekolah.

Pasca MPLS, gak ada alasan untuk mager. Begitu juga dengan yang naik kelas. Udah siap-siap menimba ilmu lagi dengan semangat empat lima. Maju terus, pantang kabur!

*# Dongkrak Semangat Belajarmu!*

Idealnya, namanya belajar itu nggak ada matinya dan nggak kenal tempat. Di mana aja kapan aja dan dengan siapa aja, kita bisa belajar. Tapi kenyataannya, banyak godaan yang terkadang bikin semangat belajar kita turun drastis. Ngeliat buku pelajaran hawanya ngantuk. Di kelas, sebelum guru ngajar, bukannya baca doa nuntut ilmu malah baca doa sebelum tidur. Waduh!

Semangat kakak...! Seumur hidup, kita nggak bisa lepas dari proses belajar. Dengan belajar, hidup kita lebih dinamis dan penuh warna serta bisa ngasih manfaat untuk orang lain dari ilmu yang kita pelajari. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa mendongkrak semangat belajar kamu yang turun naik kaya roller coaster. Lets cekidot!

Pertama, niat ikhlas-tujuan jelas. Niat ikhlas dalam belajar berarti bukan untuk nipu orang, demi prestasi bin gengsi, atau bikin kerusakan. Tapi untuk dapetin ridho Allah atas manfaat dari ilmu kita. Tujuan belajar juga harus jelas biar kita bisa fokus mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencapai tujuan.

Perpaduan niat ikhlas-tujuan jelas bisa menjaga kita dari godaan dalam belajar. Makanya kalo mau dapet ilmu yang berkah, pastinya bukan dengan bolos sekolah atau nyontek saat ujian dong. Bagusnya sih ‘maksain’ hadir di kelas saat pelajaran berlangsung, nanya sama guru biar lebih ngerti, atau nyari bahan pelengkapnya di perpus atau dunia maya. Itu juga kalo kita mau hidup kita maju dan berilmu.

Kedua, jadikan sebagai investasi dunia akhirat. Kerasanya mungkin ngebosenin, tapi sebenernya kegiatan belajar seperti di sekolah penting banget buat hidup kita. Karena setiap hari, lingkungan sekitar kita mengalami perubahan. Dari mulai gaya hidup, tren fashion, dunia hiburan, sampai cemilan viral pun nggak ketinggalan. Kebayang kalo kita males belajar, kita bakal ketinggalan jaman. Malah bisa terjerumus ke dalam kehidupan yang menyengsarakan. Jangan sampai deh!

Makanya Allah ngasih penghargaan lebih bagi orang-orang yang berilmu dan getol menuntut ilmu. Seperti ditegaskan Allah swt dalam firman-Nya :

...dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadalah [58]: 11)

Fix ya, nggak ada alasan buat kita untuk males bin gabut dalam menuntut ilmu. Selagi masih bisa mengenyam pendidikan formal, manfaatkan peluang itu sebaik mungkin. Jangan sia-siakan pengorbanan ortu yang udah biayain ongkos pendidikan kita. Apalagi Menuntut ilmu itu wajib bagi kita selaku muslim dan muslimah (HR. Ibnu Adi dan Baihaqi).

Dan jangan menyerah kalo ada masalah, karena Allah SWT akan memudahkan jalan para pencari ilmu. Rasul SAW bersabda, “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu (baik ilmu umum maupun ilmu agama, pen.), maka Allah memudahkan jalan baginya menuju surga.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Eh, kayanya bel masuk udah bunyi tuh. Buruan gih masuk kelas. Tahun baru, optimis mengebu-gebu. Semangat kakak…! []


https://buletintemansurga.com/buletin-teman-surga-253-tahun-baru-semangat-baru/