Sabtu, 17 Agustus 2024

THE SHARPEST SWORD

“Orang bodoh yang tidak menghargai masa lalu kemungkinan besar akan mengulanginya.” – Nico Robin, One Piece

Pernah baca manga One Piece? Kalau pernah, pasti udah nggak asing lagi sama karakter Roronoa Zoro. Tokoh rekaan Eiichiro Oda yang satu ini digambarkan sebagai pendekar pedang yang juga kuat luar biasa dan terbiasa ngangkat barbel 10 ton. Wah wah!

Nah, karena Zoro ini pendekar pedang, dan kekuatannya seperti kingkong, maka Oda harus membuat pedang yang gila-gilaan juga untuknya. Zoro menggunakan tiga pedang, yang disebut Santoryu. Tiga pedang utamanya adalah Wado Ichimonji, Sandai Kitetsu, dan Shusui (kemudian digantikan oleh Enma). Dan pedang legendaris persembahan Oda untuk Zoro ini adalah katana yang bisa memotong besi.

Nggak cuman Zoro, mungkin ada juga yang ngefans dengan Kenshin Himura (Rurouni Kenshin). Mantan pembunuh bayaran yang dikenal sebagai Hitokiri Battousai. Setelah bertobat, dia bersumpah untuk tidak membunuh lagi dan menggunakan Sakabatou (pedang bermata terbalik) untuk melindungi yang lemah.

Atau mungkin Ichigo Kurosaki (Bleach) dengan pedang besar Zangetsu; Guts (Berserk) dengan pedang besar Dragonslayer; dan nggak ketinggalan Sasuke Uchiha (Naruto) dengan pedang Kusanagi yang digunakan dalam berbagai pertempuran dan dapat diperkuat dengan chakra listrik. Dan masih banyak tokoh fiktif pendekar pedang dengan senjata andalannya masing-masing.

Tapi semuanya hanya ada dalam dunia khayal. Kekaguman pada tokoh-tokoh manga di atas hanya sebatas imajinasi yang tak kunjung kita temukan di dunia nyata. Namun untuk kehebatan senjatanya, ternyata ada juga pedang legendaris yang super duper tajam terkenal di dunia nyata.

Ada pedang Katana dari Jepang. Pedang panjang tradisional Jepang yang digunakan oleh Samurai dari periode Kamakura hingga periode Edo ini memiliki bilah melengkung, satu sisi tajam, dan pegangan panjang yang memungkinkan penggunaan dengan dua tangan.

Ada juga Ulfberht Viking Sword. Pedang dari era Viking (abad ke-9 hingga ke-11) yang ditemukan di Eropa Utara. Falchion, pedang satu sisi yang digunakan di Eropa selama Abad Pertengahan, terutama dari abad ke-13 hingga ke-16. Atau Excalibur, pedang legendaris dari mitologi Raja Arthur.

Dan yang paling keren, Damascus Steel. Pedang baja Damascus yang berasal dari kota Damaskus di Suriah, pusat perdagangan pedang pada abad pertengahan. Baja ini dikenal dengan pola berliku-liku yang unik pada bilahnya, yang terbentuk dari kombinasi baja dengan kandungan karbon yang berbeda. Karena pedang legendaris ini bagian dari jejak ketinggian peradaban Islam, kita mau kasih paham teman surga untuk tahu lebih dekat. Yuk!

*# Mengenal Kemilau Pedang Damascus*

Menurut para ahli di Eropa sana, pedang yang terkuat dan tertajam di dunia memang bukanlah katana, bukan flamberge, bukan claymore, bukan keris apalagi clurit, melainkan pedang pasukan muslim abad pertengahan yang terkenal sebagai pedang damaskus (damascus sword). Disebut damascus karena pedang ini hanya diproduksi di daerah Damaskus (Damsyik), Suriah.

Pedang damaskus yang dipakai pasukan muslim ini umumnya berbentuk scimitar, shamshir atau saif, yaitu pedang arab yang ramping dan melengkung. Pedang ini one-handed, jadi beratnya pun lebih ringan dari katana Jepang dan longsword Eropa yang kudu dipegang dengan kedua tangan. Tapi soal kekuatan dan ketajaman, pedang damaskus jauh lebih hebat.

Tikaman pedang damaskus mampu menembus baju zirah tentara salib, dan tebasannya mampu membelah tameng baja jadi dua. Bahkan yang lebih dahsyat, sapu tangan sutra yang jatuh melayang dari udara akan terpotong bila mengenai ujung tajamnya. Ck ck ck!

Selain tajam luar biasa. pedang damaskus juga terkenal kuat, namun fleksibel dan nggak mudah retak, bahkan bisa ditekuk melingkar dari ujung pedang sampe ke gagangnya. Nggak heran para tentara salib yang baru datang dari Eropa shock bukan main melihat kemampuan pedang pasukan muslim.

Salah satu ciri khas pedang damaskus yang nggak dimiliki pedang lain, yaitu adanya pola garis bergelombang pada bilah pedang yang mirip seperti urat kayu. Orang Eropa menyebutnya damascene pattern atau damask. Pola ini berbeda dengan watermark pada katana dan keris, karena bukan didapat dari teknik pelipatan logam. Dalam beberapa pedang pola garis itu membentuk barisan seperti tangga di sepanjang pedang, dan di antara “anak tangga” itu ada pola berbentuk spiral yang disebut roses (mawar).

Selain kuat, tajam dan indah, pedang ini juga misterius. Walaupun para pandai besi terbaik di Eropa sudah mempelajari pedang damaskus yang dibawa oleh tentara salib, nggak ada satu pun yang mampu membuat pedang dengan kekuatan, ketajaman dan pola garis yang serupa.

Teknik pembuatan pedang Damaskus memang dirahasiakan dengan ketat, dan hanya beberapa keluarga pandai besi di damaskus yang menguasainya. Misteri ini makin bertambah ketika teknik pembuatan pedang ini akhirnya punah di awal tahun 1800. Bahkan dengan teknologi modern pun, para ilmuwan masih kesulitan membuat replika yang 100% sama.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr.Peter Paufler, crystallographer dari Universitas Teknik Dresden, Jerman, ternyata dalam pedang damaskus yang berusia 4 abad terdapat struktur canggih yang sekarang lagi ngetrend yaitu carbon nanotubes (CNT).

Struktur karbon nanotube inilah yang menjadi rahasia kekuatan dan ketajaman pedang damaskus karena karakternya yang luar biasa, 250 kali lebih kuat dari baja, tapi 10 kali lebih ringan. Teknologi CNT sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 1991. Ini juga sekaligus penemuan pertama CNT dalam baja, padahal sampai sekarang belum ada ilmuwan yang bisa membuat carbon nanotubes dalam struktur mikro baja!

Dengan serat nanotube yang menjelujur di seluruh badan pedang, baja pedang seolah-olah mendapat tulang tambahan sehingga kekuatannya pun bertambah puluhan kali lipat dari pedang biasa, namun tetap lentur dan tajam. Mungkin Asadullah Isfahani, sang swordmaker termasyhur dari abad 17, dan juga swordmaker-swordmaker muslim lainnya nggak ngeh sama sekali bahwa mereka sedang menerapkan teknologi nano yang begitu canggih, tapi pencapaian para ilmuwan tersebut menjadi bukti kemajuan teknologi Islam saat itu. Bener-bener super! Roronoa Zoro mah lewaattt!

Banyak dari kita selaku remaja muslim yang tak mengenal ketinggian peradaban Islam seperti keberadaan pedang legendaris Damaskus di atas. Wajar sih, lantaran sejarah kegemilangan Islam yang sampai ke kita hanya sebagian kecil saja. Malah banyak yang disembunyikan atau diputarbalikan faktanya.

Semoga bahasan pedang legendari Damaskus bisa membuka mata kita, terutama remaja yang silau oleh kisah-kisah kehebatan para pendekar pedang fiktif. Agar kita yakin kalo Islam punya sejarah hebat sehingga makin bersemangat untuk tidak melupakan sejarah dan mengenal ajarannya lebih dalam. Aktif ngaji, sampai nanti sampai mati. Berangkat! []

_Buletin Teman Surga Edisi #255 (Safar 1446 / Agustus 2024)_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar