Sabtu, 17 Agustus 2024

MENJADI REMAJA MERDEKA ERA KINI

Merdeka! Satu kata yang terasa sakral di momen Agustusan bagi penduduk Indonesia. Disusul dengan riuh sorak aneka perlombaan. Diiringi dengan lambaian merah putih di setiap sudut kota bahkan sampai ke desa-desa. Terasa sesuka-cita itu nusantara kita dalam siklus tahunan di bulan Agustus. Bagaimana dengan kamu, duhai remaja?

*# Apakah Remaja Sudah Merdeka?*

Kamu generasi yang selalu update dan berselancar di sosial media, pasti tahu dong berita-berita yang lagi viral. Belum reda keriuhan soal legalisasi kontrasepsi di kalangan remaja, terbitlah kebijakan lepas kerudung bagi pasukan pengibar bendera di IKN. Meskipun kabarnya sudah dibatalkan  karena digerudug sama netizen di sosial media. Kamu termasuk yang bersuara atau yang diam-diam aja? Atau malah enggak tahu ada berita seheboh ini? Jangan ya dek ya, kudu update kondisi terkini. Karena nyatanya, kita sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Mari buka mata lebih lebar lagi. Nyatanya, banyak sekali problematika yang menimpa dunia remaja. Pergaulan bebas, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, LGBT,  HIV/AIDS, narkoba, judol, pinjol, gameol, bahkan obesitas, gagal ginjal, dan cuci darah rutin, jadi musibah yang menerpa dunia remaja saat ini. Banyak banget korbannya, merata se-Indonesia raya. 

Yuk lebarkan mata sedikit lagi. Dulu, para pemuda memperjuangkan kemerdekaan dengan peperangan untuk membumi hanguskan penjajahan. Mereka gugur di medan perang dengan kemuliaan dan kebanggaan. Setelah kata merdeka dikumandangkan dan 79 tahun berlalu, kini justru banyak pemuda yang “gugur” di pembaringan. Gugur karena pergaulan bebas. Gugur karena HIV/AIDS. Gugur karena Narkoba. Gugur karena judol, pinjol, gameol. Gugur karena kgagal ginjal akibat makanan dan minuman yang beracun. Benar aja atau benar banget nih, Guys? Pahit, tapi harus ditelan. Glek!

Kalau begitu, apakah remaja sudah merdeka? Apa makna merdeka bagi kita?

*# Kepoin Yuk Akar Masalahnya*

Kita coba kepoin dulu reminder yang sudah Allah SWT spil sejak 14 abad yang lalu, yuk. Jadi di dalam Alquran, Allah SWT sudah mention kita tentang kerusakan yang terjadi dan apa penyebabnya. Cekidot!

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [QS. Ar-Rum: 41]

Guys, ngerasa enggak sih kalau apa yang Allah SWT spil dalam QS. Ar-Rum ayat 41 ini nyambung banget sama kondisi kita? Di mana kerusakan itu merebak sangat ugal-ugalan. Ternyata sebabnya adalah ulah tangan manusia sendiri. Kata Allah, kerusakan yang tampak hanyalah sebagian saja. Sengaja hanya Allah SWT berikan sebagian saja, agar manusia berpikir dan mau kembali ke jalan yang benar. Guys, meleyot enggak sih sama kasih sayangnya Allah ke kita? Sesayang itu loh. Meski udah jauh banget langkah kita dari jalan-Nya, tapi Allah SWT Maha Rahman dan masih memberikan kita kesempatan. Jangan sampai diskip ya dek, ya.

Btw, apa maksud kata “ulah tangan manusia” dalam ayat tersebut? Ya, maksudnya adalah perbuatan manusia yang menyalahi aturan Allah SWT. Semakin hari semakin jauh dari rambu-rambu yang telah Allah SWT tetapkan.  Tidak lagi merasa risih melakukan kemkasiatan. Malah merasa sangat asing dengan ketaatan. Memang sejauh itu. Hiks!

Guys, lebih mengejutkan lagi, ternyata jauhnya manusia dari aturan Allah SWT itu bukan terjadi begitu saja. Melainkan ada upaya terencana dan disengaja agar manusia semakin jauh dari agama. Biang keroknya ada pada penerapan ide-ide Barat dalam kehidupan kita. Ide kapitalisme yang serba matrealistik berkolaborasi dengan sekularisme (pemisahan agama dalam kehidupan) melahirkan gaya hidup serba liberal (bebas). Jadilah kehidupan ini serba bebas, bablas, bahkan amblas atau binasa. Jauh dari kata merdeka. Bolehkah hal ini terus dibiarkan? Jangan ya dek ya. Harus ada perubahan dan kita termasuk agen perubahan tersebut. Bagaimana caranya berubah? Tidak ada cara lain, kecuali kembali ke jalan yang benar, jalan Allah SWT.

*# Masa Muda Jangan Disia-sia*

“Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan kamu setelah keadaan lemah itu menjadi kuat. Kemudian Dia menjadikan kamu setelah kuat itu lemah kembali dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa.”[QS. Ar-Rum: 54]

Guys, masa muda itu adalah anugrah terindah, kekuatan di antara dua kelemahan. Dua kelemahan itu maksudnya adalah usia bayi dan usia tua. Dua kondisi itu adalah kondisi lemah. Maka jika kita ada di masa muda, kita ada di keadaan kuat. Jangan disia-siakan. Harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Kita harus pahami bahwa remaja Islam itu beda. Memiliki privilege langsung dari Allah SWT. Diantaranya, punya hak menjadi salah satu gologan dari tujuh golongan untuk dapat naungan dari Allah SWT ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya. Yakni di hari penghisaban kelak. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “...Pemuda yang senantiasa BERIBADAH kepada Allah semasa hidupnya, …” [HR. Abu Hurairah, al-Bukhari, dan Muslim]

Inilah kunci kemerdekaan hakiki kita. Yakni menjadikan kesempatan hidup yang Allah SWT berikan untuk semata menjalankan ketaatan (ibadah). Mari kita install sebanyak-banyaknya pemahaman Islam dalam benak. Agar virus-virus liberalisme dapat disapu bersih dari pemikiran kita. Sehingga pola hidup kita berupa food, fun, dan fashionnya berstandar Islam. Jika sudah demikian, maka bangga kita teriak MERDEKA! Wallahualam. []

https://buletintemansurga.com/buletin-teman-surga-256-menjadi-remaja-merdeka-era-kini/

THE SHARPEST SWORD

“Orang bodoh yang tidak menghargai masa lalu kemungkinan besar akan mengulanginya.” – Nico Robin, One Piece

Pernah baca manga One Piece? Kalau pernah, pasti udah nggak asing lagi sama karakter Roronoa Zoro. Tokoh rekaan Eiichiro Oda yang satu ini digambarkan sebagai pendekar pedang yang juga kuat luar biasa dan terbiasa ngangkat barbel 10 ton. Wah wah!

Nah, karena Zoro ini pendekar pedang, dan kekuatannya seperti kingkong, maka Oda harus membuat pedang yang gila-gilaan juga untuknya. Zoro menggunakan tiga pedang, yang disebut Santoryu. Tiga pedang utamanya adalah Wado Ichimonji, Sandai Kitetsu, dan Shusui (kemudian digantikan oleh Enma). Dan pedang legendaris persembahan Oda untuk Zoro ini adalah katana yang bisa memotong besi.

Nggak cuman Zoro, mungkin ada juga yang ngefans dengan Kenshin Himura (Rurouni Kenshin). Mantan pembunuh bayaran yang dikenal sebagai Hitokiri Battousai. Setelah bertobat, dia bersumpah untuk tidak membunuh lagi dan menggunakan Sakabatou (pedang bermata terbalik) untuk melindungi yang lemah.

Atau mungkin Ichigo Kurosaki (Bleach) dengan pedang besar Zangetsu; Guts (Berserk) dengan pedang besar Dragonslayer; dan nggak ketinggalan Sasuke Uchiha (Naruto) dengan pedang Kusanagi yang digunakan dalam berbagai pertempuran dan dapat diperkuat dengan chakra listrik. Dan masih banyak tokoh fiktif pendekar pedang dengan senjata andalannya masing-masing.

Tapi semuanya hanya ada dalam dunia khayal. Kekaguman pada tokoh-tokoh manga di atas hanya sebatas imajinasi yang tak kunjung kita temukan di dunia nyata. Namun untuk kehebatan senjatanya, ternyata ada juga pedang legendaris yang super duper tajam terkenal di dunia nyata.

Ada pedang Katana dari Jepang. Pedang panjang tradisional Jepang yang digunakan oleh Samurai dari periode Kamakura hingga periode Edo ini memiliki bilah melengkung, satu sisi tajam, dan pegangan panjang yang memungkinkan penggunaan dengan dua tangan.

Ada juga Ulfberht Viking Sword. Pedang dari era Viking (abad ke-9 hingga ke-11) yang ditemukan di Eropa Utara. Falchion, pedang satu sisi yang digunakan di Eropa selama Abad Pertengahan, terutama dari abad ke-13 hingga ke-16. Atau Excalibur, pedang legendaris dari mitologi Raja Arthur.

Dan yang paling keren, Damascus Steel. Pedang baja Damascus yang berasal dari kota Damaskus di Suriah, pusat perdagangan pedang pada abad pertengahan. Baja ini dikenal dengan pola berliku-liku yang unik pada bilahnya, yang terbentuk dari kombinasi baja dengan kandungan karbon yang berbeda. Karena pedang legendaris ini bagian dari jejak ketinggian peradaban Islam, kita mau kasih paham teman surga untuk tahu lebih dekat. Yuk!

*# Mengenal Kemilau Pedang Damascus*

Menurut para ahli di Eropa sana, pedang yang terkuat dan tertajam di dunia memang bukanlah katana, bukan flamberge, bukan claymore, bukan keris apalagi clurit, melainkan pedang pasukan muslim abad pertengahan yang terkenal sebagai pedang damaskus (damascus sword). Disebut damascus karena pedang ini hanya diproduksi di daerah Damaskus (Damsyik), Suriah.

Pedang damaskus yang dipakai pasukan muslim ini umumnya berbentuk scimitar, shamshir atau saif, yaitu pedang arab yang ramping dan melengkung. Pedang ini one-handed, jadi beratnya pun lebih ringan dari katana Jepang dan longsword Eropa yang kudu dipegang dengan kedua tangan. Tapi soal kekuatan dan ketajaman, pedang damaskus jauh lebih hebat.

Tikaman pedang damaskus mampu menembus baju zirah tentara salib, dan tebasannya mampu membelah tameng baja jadi dua. Bahkan yang lebih dahsyat, sapu tangan sutra yang jatuh melayang dari udara akan terpotong bila mengenai ujung tajamnya. Ck ck ck!

Selain tajam luar biasa. pedang damaskus juga terkenal kuat, namun fleksibel dan nggak mudah retak, bahkan bisa ditekuk melingkar dari ujung pedang sampe ke gagangnya. Nggak heran para tentara salib yang baru datang dari Eropa shock bukan main melihat kemampuan pedang pasukan muslim.

Salah satu ciri khas pedang damaskus yang nggak dimiliki pedang lain, yaitu adanya pola garis bergelombang pada bilah pedang yang mirip seperti urat kayu. Orang Eropa menyebutnya damascene pattern atau damask. Pola ini berbeda dengan watermark pada katana dan keris, karena bukan didapat dari teknik pelipatan logam. Dalam beberapa pedang pola garis itu membentuk barisan seperti tangga di sepanjang pedang, dan di antara “anak tangga” itu ada pola berbentuk spiral yang disebut roses (mawar).

Selain kuat, tajam dan indah, pedang ini juga misterius. Walaupun para pandai besi terbaik di Eropa sudah mempelajari pedang damaskus yang dibawa oleh tentara salib, nggak ada satu pun yang mampu membuat pedang dengan kekuatan, ketajaman dan pola garis yang serupa.

Teknik pembuatan pedang Damaskus memang dirahasiakan dengan ketat, dan hanya beberapa keluarga pandai besi di damaskus yang menguasainya. Misteri ini makin bertambah ketika teknik pembuatan pedang ini akhirnya punah di awal tahun 1800. Bahkan dengan teknologi modern pun, para ilmuwan masih kesulitan membuat replika yang 100% sama.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr.Peter Paufler, crystallographer dari Universitas Teknik Dresden, Jerman, ternyata dalam pedang damaskus yang berusia 4 abad terdapat struktur canggih yang sekarang lagi ngetrend yaitu carbon nanotubes (CNT).

Struktur karbon nanotube inilah yang menjadi rahasia kekuatan dan ketajaman pedang damaskus karena karakternya yang luar biasa, 250 kali lebih kuat dari baja, tapi 10 kali lebih ringan. Teknologi CNT sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 1991. Ini juga sekaligus penemuan pertama CNT dalam baja, padahal sampai sekarang belum ada ilmuwan yang bisa membuat carbon nanotubes dalam struktur mikro baja!

Dengan serat nanotube yang menjelujur di seluruh badan pedang, baja pedang seolah-olah mendapat tulang tambahan sehingga kekuatannya pun bertambah puluhan kali lipat dari pedang biasa, namun tetap lentur dan tajam. Mungkin Asadullah Isfahani, sang swordmaker termasyhur dari abad 17, dan juga swordmaker-swordmaker muslim lainnya nggak ngeh sama sekali bahwa mereka sedang menerapkan teknologi nano yang begitu canggih, tapi pencapaian para ilmuwan tersebut menjadi bukti kemajuan teknologi Islam saat itu. Bener-bener super! Roronoa Zoro mah lewaattt!

Banyak dari kita selaku remaja muslim yang tak mengenal ketinggian peradaban Islam seperti keberadaan pedang legendaris Damaskus di atas. Wajar sih, lantaran sejarah kegemilangan Islam yang sampai ke kita hanya sebagian kecil saja. Malah banyak yang disembunyikan atau diputarbalikan faktanya.

Semoga bahasan pedang legendari Damaskus bisa membuka mata kita, terutama remaja yang silau oleh kisah-kisah kehebatan para pendekar pedang fiktif. Agar kita yakin kalo Islam punya sejarah hebat sehingga makin bersemangat untuk tidak melupakan sejarah dan mengenal ajarannya lebih dalam. Aktif ngaji, sampai nanti sampai mati. Berangkat! []

_Buletin Teman Surga Edisi #255 (Safar 1446 / Agustus 2024)_

DARURAT PELAJAR "JUDOL"

Judol ini bukan salah satu cabang olahraga bela diri asal negeri matahari terbit ya. Meski sama-sama sarat dengan teknik ‘bantingan’, tapi lawan yang dibikin teparnya beda. Kalo judo, yang dikembangkan dari seni bela diri kuno Jepang Jujutsu oleh Kano Jigoro tahun 1882 ini mampu mebanting lawan tandingnya dengan tangan kosong maupun senjata pendek dalam jarak dekat.

Sebaliknya, kalo judol mampu membanting masa depan, akidah, hingga keharmonisan rumah tangga para pemainnya. Sadiz!

Sialnya, negeri kita tercinta ini tengah diancam oleh serangan ‘Dewa Zeus’ yang berslot-slot banyaknya. Judi online makin merajalela dan menyedot dana masyarakat hingga triliuan rupiah.

Bayangin aja, Menurut laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) nilai transaksi judi online naik sangat fantastis. Pada 2017 nilai transaksi judi online mencapai Rp 2 triliun, 2018 sebanyak Rp 3,9 triliun, 2019 sejumlah Rp 6,2 triliun, 2020 melompat jadi Rp 15,8 triliun, 2021 meningkat drastis hingga Rp 57,9 triliun, 2022 naik dua kali lipat menjadi Rp 104,4 triliun dan 2023 naik sangat fantastis menjadi Rp 327 triliun. Pada kuartal I Januari-Maret 2024 saja sudah menyentuh angka Rp100 triliun!

Dan parahnya, para pemain judi online di Indonesia makin menyasar pelajar dan mahasiswa. Satgas Pemberantasan Judi Online yang mendeteksi bahwa terdapat anak usia di bawah 10 tahun melakukan aktivitas perjudian secara online mencapai 80 ribu anak, atau 2 persen dari seluruh kategori usia pemain. Dan data usia pemain judi online antara 10-20 tahun sebanyak 11 persen atau kurang lebih 440 ribu orang. Ngeri!

*# Kalah Penasaran, Menang Ketagihan*

Miris juga ya ngeliat para pelajar makin banyak tejerumus rayuan ‘Dewa Zeus’. Mati-matian main judol biar ngerasain dapat jackpot. Sialnya, meski berulang kali tekor, banyak pelajar bukan kapok dan berhenti. Malah makin gacor mainnya. Whatsapp?

Secara psikologi, karakter pelajar itu punya rasa kepo yang tinggi. Wajar kalo mereka pengen eksplor banyak hal. Apalagi kalo sudah berkaitan dengan tren di dunia maya. Baik game online, pornografi, hingga judi online.

Awalnya mungkin para pelajar itu pengen tahu aja apa sih judi online yang masih misterius dan konon kabarnya banyak tantangan yang memicu adrenalin. Cari pengalaman ikut-ikutan teman yang bilang kalo judol bisa jadi alternatif nambah uang saku. Bisa buat jajan, beli kuota, dan traktir bestie. Mau dong.

Ternyata kejadian dapat “kemenangan sementara”. Euforia karena mendapatkan uang dari permainan yang mereka mainkan membuat mereka semakin tertarik memainkannya. Makin pede. Makin akut kecanduannya. Padahal jurang kenestapaan tengah menganga di depan mata yang akan menenggelamkan masa depannya. Waduh!

Salah satu pemicu pelajar kecanduan judi online adalah adanya efek plasebo. Plasebo adalah bahasa Latin yang berarti ‘saya akan menyenangkan’. Secara medis, efek plasebo merujuk pada perawatan yang tampak nyata, tetapi dirancang untuk tidak memberikan manfaat. Disangka obat dan terasa bermanfaat, padahal bukan. Sugesti aja.

Efek plasebo dalam judi online membuat pelajar akan terus percaya bahwa mereka menang, bahkan di saat sebenarnya mereka telah kalah. Sehingga mereka selalu husnudzon alias berbaik sangka pada permainan berikutnya yang terus diulang. Kalo menang ketagihan, kalo kalah penasaran. Gitu aja terus.

Padahal, namanya judi online yang dikendalikan teknologi informasi, bisa dengan mudah direkayasa kemenangannya oleh sang bandar. Bukan keberuntungan apalagi kelihaian sang pemain. Murni dari ‘kebaikan hati’ panitianya.

Sesekali pemain dikasih jackpot sepanjang sejarah permainannya, biar makin sering dan makin tinggi depo-nya setelah berhasil. Setelah itu, tekor berkali-kali lipat tapi nggak ngerasa rugi. Bilangnya, bukan kalah cuman kemenangan yang tertunda. Waduh!

*# Sayangi Masa Depanmu*

Bagi pelajar, main judol seperti kecanduan main game online. Lupa diri. Lupa waktu. Lupa kalo gak punya doku. Imbasnya kemana-mana ini.

MR (16) seorang pelajar SMK di Kabupaten Cianjur nekat merampok dan menodongkan senjata tajam ke kasir minimarket di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Aksi itu diduga dilakukan untuk membayar utang akibat kecanduan judi online. (DetikJabar, 16 Jan 2024)

Sebelum makin terjerumus pada tindakan kriminal seperti MR di atas, pelajar bisa mengalami masalah berikut akibat kecanduan judi online.

*1. Gangguan Kesehatan Fisik*

Anak-anak yang kecanduan judi online cenderung menghabiskan banyak waktu di depan layar, sehingga aktivitas fisik mereka menurun. Kurangnya aktivitas fisik dapat berdampak pada kesehatan fisik mereka.

*2. Gangguan Kesehatan Mental*

Kecanduan judi online dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental pada anak-anak. Mereka mungkin mengalami stres, kecemasan, depresi, dan masalah emosional lainnya akibat dari tekanan dan kecanduan tersebut.

*3. Gangguan Pendidikan*

Anak-anak yang terlibat dalam judi online cenderung mengalami penurunan kinerja akademik. Mereka mungkin menghabiskan banyak waktu untuk bermain judi online, sehingga mengabaikan tugas sekolah dan pembelajaran.

*4. Gangguan Sosial*

Keterlibatan dalam judi online dapat mengisolasi anak-anak dari interaksi sosial yang sehat. Mereka mungkin lebih fokus pada permainan online daripada berinteraksi dengan teman sebaya atau keluarga.

Bagi kita sebagai remaja muslim, Islam udah dengan tegas melarang permainan judi. Apapun bentuknya. Baik offline atau pun online. Dari mulai Parlay, Olympus, Aztec Bonanza, atau Slot. Allah swt menegaskan dalam firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (mengkonsumsi) khamar, berjudi (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan. 

Sesungguhnya setan bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran minum khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat maka berhentilah kamu mengerjakan perbuatan itu”. (Q.S Al-Maidah Ayat 90-91)

Agar mata rantai penularan wabah judi online di kalangan pelajar bisa segera dihentikan, pemerintah harus makin gacor menindak tegas iklan bandar judi online yang merajalela menyapa remaja. Baik servernya lokal, maupun internasional.

Dari pihak sekolah, edukasi dampak negatif judi online yang bisa merampas masa depan pelajar di dunia dan akherat harus terus dilakukan. Baik dengan media tulisan seperti buletin sekolah, majalah dinding, atau website sekolah. Atau ngadain seminar atau kajian Islam tentang bahaya judi online dan solusinya. Biar pelajar makin nyadar dan tak mudah tergoda ‘Dewa Zeus’.

Salah seorang penyintas judi online, Dicky, 24 tahun, seorang pemuda asal Solo, Jawa Tengah selama 2021 hingga 2022 yang Insyaf setelah mendengar salah satu temannya mau bunuh diri gegera terjerat judi online dan pinjol mengingatkan kita.

“Pesanku berhenti bermain judi berarti kamu mencintai orang di sekitarmu. Yang merasakan candu kamu sendiri, tapi dampaknya bisa ke orang lain. Ada keluarga, teman, dan waktu yang jauh lebih berharga, ketimbang kemenangan scatter semumu itu,”

Untuk itu, kita selaku pelajar Islam, perkuat benteng akidah dan keimanan kita. Biar tahan godaan setan. Tahu sendiri, setan itu kalo udah ngegodain kita, bisa banget lewat teman atau iklan saat kita main game atau berselancar di dunia maya. Mari kenali Islam lebih dalam. Ikut ngaji rutin tanpa tapi tanpa nanti. Judi online, nggak lah yauw! []

https://buletintemansurga.com/buletin-teman-surga-254-darurat-pelajar-judol/

TAHUN BARU, SEMANGAT BARU!

Tak ada hingar-bingar saat pergantian tahun baru Islam. Karena emang Islam nggak ngajarin pesta pora untuk memperingati peristiwa penting dalam kalender Islam. Tapi bukan berarti kita gak boleh berbahagia lho ya.

Makanya di beberapa tempat, umat Islam menggelar parade tarhib muharam sebagai ekspresi kebahagiaan pergantian tahun baru. Ada yang turun ke jalan semacam aksi damai sambil menyampaikan nasihat untuk umat Islam di sepanjang Jalan. Ada juga yang bikin pengajian dengan membaca doa akhir tahun dan awal tahun di beberapa mesjid. Atau pawai obor yang dibawa remaja mesjid keliling kampung. Seru!

Apapun bentuknya, yang penting kita sebagai umat Islam peduli dengan kalender Islam. Jangan sampai kita gak tahu nama-nama bulan Hijriah dan urutannya serta sejarah awal mula tahun baru Islam. Udah hafal kan?

*# Sejarah Penanggalan Hijriah*

Jauh sebelum Nabi Muhammad SAW lahir,  bangsa Arab telah menggunakan kalender yang berdasarkan pada peredaran bulan. Sistem penanggalan itu disebut sebagai qamariyah, berasal dari nama qamar yang berarti ‘bulan’.

Sampai dengan wafatnya Rasulullah SAW, sistem penanggalan qamariyah tidak mengalami perubahan. Tetap dipakai seperti biasa. Barulah pada zaman khalifah Umar bin Khattab RA, ada kejadian menarik yang memicu diskusi lahirnya kalender Islam.

Pada suatu hari, di sekitar tahun 638 Masehi, Gubernur Basrah Abu Musa al-Asy’ari mengirimkan surat kepada sang khalifah. Isinya dibuka dengan kalimat yang cukup menggelitik: “Menjawab surat Tuan yang tidak bertanggal...”

Kata-kata itu ternyata menarik perhatian Umar RA. Ia pun bermusyawarah dengan para sahabatnya untuk menggali kemungkinan umat Islam memiliki kalender sendiri.

Ada beberapa usulan. Pertama, patokan awal sistem penanggalan ini merujuk pada “Tahun Gajah”, yakni ketika tentara bergajah menyerang Ka’bah. Momen itu juga istimewa karena menandai tahun kelahiran Rasulullah SAW. Kedua, berpatokan pada masa turunnya wahyu pertama kepada Nabi SAW, yang ketika itu berusia 40 tahun. Ketiga, acuannya adalah tahun wafatnya Rasulullah SAW. Keempat, hijrahnya Nabi SAW dan kaum muhajirin dari Makkah ke Yastrib (Madinah).

Terhadap masukan-masukan itu, Khalifah Umar RA mempertimbangkannya dengan masak. Seperti diceritakan Muhammad Husain Haekal dalam biografi Umar bin Khattab RA, sang amirul mukminin condong pada usul terakhir, yang konon diajukan Ali bin Abi Thalib RA.

Umar menguatkannya dengan berpandangan bahwa hijrah Rasulullah SAW ke Madinah merupakan suatu peristiwa besar dalam sejarah Islam. Dengan itulah, Allah SWT semakin memperkuat kedudukan Nabi Muhammad SAW dan syiar agama-Nya.

Akhirnya, Umar RA memutuskan yang kemudian disetujui oleh seluruh sahabat, dan dibuatlah kalender Islam dengan nama kalender Hijriah. Penetapannya, dilakukan pada tahun 1 Hijriah atau 17 tahun pasca hijrah nabi (638 Masehi). Gitu.

*# Tahun Ajaran Baru*

Tahun baru Islam kali ini terasa berbeda. Lantaran bertepatan dengan pergantian tahun ajaran pendidikan di negeri konoha, eh negeri ibu Pertiwi. Setelah libur akhir tahun pendidikan, para pelajar kembali ke sekolah. Ada yang pindah sekolah, pindah kelas, atau pindah jenjang Pendidikan.

Pastinya, ada keseruan baru saat pertama menginjakkan kaki kembali di sekolah. Nuansa mager pasca liburan masih terasa tipis-tipis. Ke sekolah cuman untuk melepas kangen aja ama besti. Pengen tahu kelas baru, guru baru, pelajaran baru, tapi kalo harus langsung belajar, entar dulu.

Makanya untuk siswa baru ada agenda MPLS alias Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah. Biar nggak asing dengan lingkungan barunya. Biar bisa ngikutin aturan baru. Dan biar saling kenal dengan kakak kelas, teman sekelas, penjaga sekolah, sampai mamang-mamang aktivis street food di depan sekolah.

Pasca MPLS, gak ada alasan untuk mager. Begitu juga dengan yang naik kelas. Udah siap-siap menimba ilmu lagi dengan semangat empat lima. Maju terus, pantang kabur!

*# Dongkrak Semangat Belajarmu!*

Idealnya, namanya belajar itu nggak ada matinya dan nggak kenal tempat. Di mana aja kapan aja dan dengan siapa aja, kita bisa belajar. Tapi kenyataannya, banyak godaan yang terkadang bikin semangat belajar kita turun drastis. Ngeliat buku pelajaran hawanya ngantuk. Di kelas, sebelum guru ngajar, bukannya baca doa nuntut ilmu malah baca doa sebelum tidur. Waduh!

Semangat kakak...! Seumur hidup, kita nggak bisa lepas dari proses belajar. Dengan belajar, hidup kita lebih dinamis dan penuh warna serta bisa ngasih manfaat untuk orang lain dari ilmu yang kita pelajari. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa mendongkrak semangat belajar kamu yang turun naik kaya roller coaster. Lets cekidot!

Pertama, niat ikhlas-tujuan jelas. Niat ikhlas dalam belajar berarti bukan untuk nipu orang, demi prestasi bin gengsi, atau bikin kerusakan. Tapi untuk dapetin ridho Allah atas manfaat dari ilmu kita. Tujuan belajar juga harus jelas biar kita bisa fokus mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencapai tujuan.

Perpaduan niat ikhlas-tujuan jelas bisa menjaga kita dari godaan dalam belajar. Makanya kalo mau dapet ilmu yang berkah, pastinya bukan dengan bolos sekolah atau nyontek saat ujian dong. Bagusnya sih ‘maksain’ hadir di kelas saat pelajaran berlangsung, nanya sama guru biar lebih ngerti, atau nyari bahan pelengkapnya di perpus atau dunia maya. Itu juga kalo kita mau hidup kita maju dan berilmu.

Kedua, jadikan sebagai investasi dunia akhirat. Kerasanya mungkin ngebosenin, tapi sebenernya kegiatan belajar seperti di sekolah penting banget buat hidup kita. Karena setiap hari, lingkungan sekitar kita mengalami perubahan. Dari mulai gaya hidup, tren fashion, dunia hiburan, sampai cemilan viral pun nggak ketinggalan. Kebayang kalo kita males belajar, kita bakal ketinggalan jaman. Malah bisa terjerumus ke dalam kehidupan yang menyengsarakan. Jangan sampai deh!

Makanya Allah ngasih penghargaan lebih bagi orang-orang yang berilmu dan getol menuntut ilmu. Seperti ditegaskan Allah swt dalam firman-Nya :

...dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadalah [58]: 11)

Fix ya, nggak ada alasan buat kita untuk males bin gabut dalam menuntut ilmu. Selagi masih bisa mengenyam pendidikan formal, manfaatkan peluang itu sebaik mungkin. Jangan sia-siakan pengorbanan ortu yang udah biayain ongkos pendidikan kita. Apalagi Menuntut ilmu itu wajib bagi kita selaku muslim dan muslimah (HR. Ibnu Adi dan Baihaqi).

Dan jangan menyerah kalo ada masalah, karena Allah SWT akan memudahkan jalan para pencari ilmu. Rasul SAW bersabda, “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu (baik ilmu umum maupun ilmu agama, pen.), maka Allah memudahkan jalan baginya menuju surga.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Eh, kayanya bel masuk udah bunyi tuh. Buruan gih masuk kelas. Tahun baru, optimis mengebu-gebu. Semangat kakak…! []


https://buletintemansurga.com/buletin-teman-surga-253-tahun-baru-semangat-baru/

Kamis, 14 Maret 2024

MUDA MULIA PANTANG FOYA-FOYA

"Masa muda adalah waktu emas, jangan sia-siakan dalam kesenangan semu." (Ibnu Qayyim al-Jauziyah)

Liburan telah tiba berbarengan dengan pergantian tahun masehi. Fix ini mah bakal panen keramaian di berbagai tempat. Secara, akhir tahun selalu dinanti banyak orang untuk mengumbar kesenangan dengan berbagai kegiatan. 

Ada yang sekedar ngumpul bareng keluarga menghabiskan malam pergantian tahun dengan bakar jagung, bakar ayam, sambil nyalakan petasan dan kembang api. Ada juga yang sengaja bikin pesta pora baik dalam ruangan atau di alam bebas yang dekat dengan kemaksiatan. Having fun semua.

Bagi kita remaja muslim, momen pergantian tahun sering bikin dilema. Lantaran Islam nggak pernah ngajarin untuk merayakan pergantian tahun baru Masehi. Sementara teman-teman dekatnya malah sibuk bikin agenda seru-seruan di sana-sini. Mau ikut-ikutan, itu jelas-jelas bukan budaya Islam. Nggak ikut, dibully dan dijauhi teman. Lantas gimana dong?  

*# Tahun Baruan Bukan Budaya Islam*

Santuy aja. Tenangkan diri. Sebelum menentukan sikap, kita pahami dulu masalahnya. Peringatan tahun baru sudah dimulai sejak 45 tahun SM (Sebelum Masehi) pada masa Kaisar Julius Caesar. Bulan Januari sendiri dipilih menjadi bulan pertama karena dikaitkan dengan nama dewa Janus yaitu Dewa yang memiliki dua wajah satu menghadap ke (masa) depan dan satu lagi menghadap ke (masa) lalu atau ke belakang. 

Pada tahun 1582 M, Paus Gregorius XIII mengubah Perayaan Tahun Baru Umat Kristen dari tanggal 25 Maret menjadi 1 Januari. Kalender Gregorian yang kita kenal sebagai kalender Masehi dibuat berdasarkan kelahiran Yesus Kristus dalam keyakinan Kristen.  

Seiring muncul dan berkembangnya agama Kristen, akhirnya perayaan ini diwajibkan oleh para pemimpin gereja sebagai suatu perayaan “suci” satu paket dengan hari Natal. Itulah mengapa ucapan Natal dan Tahun baru dijadikan satu (Merry Christmas and Happy New Year).

Nah itu sedikit penjelasan ya. Jadi jangan sampai kita ikut-ikutan perayaan yang belum tau asal usulnya dan nggak mau cari tau infonya plus nggak tau hukumnya haram atau tidak ikut-ikutan acara tersebut. Karena kebiasaan buruk tersebut yang cuman ikut-ikutan tanpa landasan syariat islam kita merasa sah-sah aja bahkan dijadikan legalitas untuk nge-follow yang bukan berasal dari Islam. Astaghfirulloh

Tegas Rasulullah SAW mengingatkan : “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Jangan sampai cuman karena niup terompet sambil teriak hitungan mundur di penghujung waktu pergantian kalender, akidah kita tergadaikan. Kemuliaan kita sebagai seorang muslim tercabut. Padahal tak ada anugerah terbesar yang kita terima dari Allah swt selain Iman dan Islam dalam diri kita. Jadi, jauhi budaya foya-foya yang bisa menjerumuskan kita pada kehinaan dunia akhirat. Catat!

*# Kunci Muda Mulia*

Kemuliaan hidup kita bukan ditentukan oleh ridho manusia. Teman sebaya atau circle pertemanan kita. Emang nggak nyaman kalo dijauhi teman. Tapi jauh lebih nelangsa kalo perilaku kita melanggar hukum syariat dan nggak diridhoi sang Pencipta. 

Sebagai remaja muslim, kunci kemuliaan hidup kita ditentukan oleh dua hal sebagaimana nasihat Imam Syafi’i dalam kitab Diwan-nya. “Eksistensi seorang pemuda – Demi Allah – adalah dengan ilmu dan ketakwaan. Jika keduanya tidak ada padanya, maka tidak ada jati diri padanya.”

# Pertama, ilmu yang akan mengantarkan kita pada kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat. Dalam sebuah halaqah, terjadilah diskusi antara guru dan para muridnya mengenai kemuliaan ilmu. 

Salah seorang murid mengajukan pertanyaan kepada gurunya, Imam Syafi’i , “Wahai guru, berikanlah alasan kenapa ilmu bisa memuliakan seseorang yang memilikinya?” 
Sang guru tersenyum lirih seraya menjawab, “Dari dirimu sendiri, engkau bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu dan membuktikan bahwa ilmu dapat memuliakan pemiliknya. Pada hakikatnya, engkau akan senang ketika ada seseorang yang memujimu karena keluasan ilmu yang engkau miliki. Demikian sebaliknya, engkau akan sedih dan marah ketika ada seseorang mencela keterbatasan ilmu yang ada dalam dirimu”. 

Mendengar jawaban sang guru, murid itu akhirnya dapat memahami bahwa ilmu dapat mengangkat derajat seseorang. Artinya, orang yang berilmu lebih tinggi derajatnya beberapa tingkat daripada orang yang tidak berilmu. 

Dalam kitab Diwan Imam Syafi’i, beliau pernah berkata: “Belajarlah! Karena tak seorang pun yang terlahir sebagai ilmuwan. Seorang yang berilmu, tak sama dengan orang yang bodoh. Pembesar suatu kaum jika bodoh, akan menjadi kecil saat pembesar berkumpul. Orang kecil jika pandai, akan tampak besar saat berada dalam perkumpulan.”

# Kedua, ketakwaan yang menjadikan hidup kita mulia. Imam al-Ghazali menyebutkan ada 40 keutamaan yang didapatkan orang yang bertakwa. Diantaranya, dihilangkan kesulitannya, selalu diberi jalan keluar bagi masalahnya, dan diberi rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka. 

Sebagaimana firman Allah, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya,” (Q.S. ath-Thalaq [65]: 2-3).

Ketakwaan itu lahir dari hasil menimba ilmu. Karena itu, jangan pernah lelah untuk terus belajar dan mengenal Islam lebih dalam. Ikut ngaji tanpa tapi tanpa nanti. 
Kalo ada bestie yang ngajak ikut ngerayain tahun baru, ingetin aja kalo keseruan itu bisa menjerumuskan kita. Gak masalah dikatain cupu di mata mereka, tapi muila di hadapan Allah swt. Sebaliknya, ajakin doi untuk ikut ngaji atau mengisi waktunya dengan muhasabah diri. 

Allah swt mengingatkan kita, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Hasyr [59]: 18)

Ayat ini merupakan isyarat untuk melakukan muhasabah setelah amal berlalu. Karena itu Umar bin Khaththab ra berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab” (Ibnu Qudamah, Minhajul Qashidin (terj.), hlm. 478)

Kuy! saatnya kita berubah, menjadi pribadi yang baik dengan mengkaji Islam. Ingat nggak ada kata terlambat selama kita masih bernafas. Segera evaluasi diri, siapkan bekal sebelum bertemu Allah, jangan kebanyakan numpuk dosa. Karena sebaik-baik bekal adalah takwa yang membuahkan pahala. Muda mulia pantang foya-foya! []

_Buletin Teman Surga Edisi #240 (Jumadil Akhir 1445 / Desember 2023)_

https://taplink.cc/temansurga

SIAPA TEMAN CURHATMU?

"Sampaikan pada jiwa yang bersedih / Begitu dingin dunia yang kau huni / Jika tak ada tempatmu kembali / Bawa lukamu biar aku obati //"

"Tidak kah letih kakimu berlari / Ada hal yang tak mereka mengerti / Beri waktu tuk bersandar sebentar / Selama ini kau hebat / Hanya kau tak didengar //"

Isu kesehatan mental alias mental health pada diri remaja kerap mewarnai pemberitaan media massa. Konon kabarnya, generasi Z punya kondisi metal yang rapuh. Begitu mudah menyerah dan putus asa. Seperti tersirat dalam lagu jiwa yang bersedih.

Laporan UNICEF yang berjudul The State of the World's Children 2021; On My Mind: promoting, protecting, and caring for children’s mental health mengungkap bahwa 1 dari 7 remaja berusia 10-19 tahun mengidap penyakit mental, seperti burnout dan rasa cemas atau anxiety.

Hal senada juga disampaikan oleh Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) yang melaporkan bahwa pada tahun 2022, setidaknya 1 dari 3 remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Sementara Presiden Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Indonesia (INASP), Sandersan Onie, menyatakan bahwa gen Z saat ini memang lebih rentan mengalami depresi. Ngeri!

*# Pentingnya Curhat Bagi Remaja*

Curahatan hati alias curhat, udah sering dilakukan kebanyakan remaja. Mereka yang tak biasa memendam rasa, terutama kalo lagi ada masalah, akan cerita kepada orang-orang yang dia percaya. Entah itu teman dekat, orang tua, guru, atau psikiater. Yang pasti, sebagai makhluk sosial kita umumnya perlu orang lain untuk berbagi rasa dan cerita. 

Remaja yang terbiasa curhat menang banyak dalam urusan mentalnya. Mental health alias kesehatan mentalnya lebih terjaga. Lantaran curhat akan memberi kita dampak positif diantaranya, 

Pertama, mengurangi beban emosional. Kalo udah curhat, rasanya plong. Berbagai rasa emosi yang selama ini bikin resah, seolah berkurang bahkan menghilang setelah bercerita. Kondisi ini yang bisa mengurangi beban mental. Lega. Hidup tanpa beban. 

Kedua, langkah awal penyelesaian masalah. Berbagi masalah kita kepada orang lain emang gak mudah. Tapi bisa menjadi langkah awal untuk mendapatkan solusinya. Orang yang jadi tempat curhat, pastinya punya sudut pandang lain tentang masalah kita. Bisa jadi, dia punya jalan keluarnya atau setidaknya bisa nunjukkin jalannya. 
Ketiga, lebih kuat hadapi masalah. Setelah curhat, kita jadi lebih kuat karena tidak sendiri hadapi masalah. Ada orang yang siap membantu kita. Nasihat mereka menguatkan mental kita. Saran mereka membuka mata dan hati kita.

*# Siapa Tempat Curhat Remaja?*

Tak mudah bagi remaja untuk menceritakan masalah pribadinya. Itu berarti, kalo ada yang jadi tempat curhat mereka, itu istimewa banget. Makanya mereka pilih yang bisa dipercaya, bisa nyimpan rahasia, dan ngasih saran dan solusi. Biasanya mereka curhat sama: 

Pertama, bestie. Ini paling banyak dilakukan remaja. Mereka nyaman kalo curhat ama teman dekat di sekolah, dengan kakak atau adik di rumah. Tahu-sama tahu rahasia masing-masing. Terkadang mereka gak dapat solusinya, tapi ngerasa nyaman kalo udah berbagi. 

Kedua, orang tua. Masih ada remaja yang curhat sama orang tua. Mereka yakin, inilah tempat terbaik untuk berbagi rasa suka dan duka. Ortu tercinta akan menguatkannya ketika rapuh, dan menunjukkan jalan keluar dari setiap masalah. 

Ketiga, guru di sekolah. Agak tengsin juga kalo udah dipanggil guru di sekolah untuk curhat. Masalahnya, ada ketakutan kalo ceritanya bocor dan jadi isu di sekolah. Tapi biasanya, untuk urusan curhat udah ada guru BK alias Bimbingan Konseling yang bisa dipercaya dan bisa jaga rahasia. 

Keempat, mentor/ panutan. Kalo remaja gabung dalam komunitas atau aktif dalam dakwah, biasanya pembimbing mereka yang jadi panutan kerap jadi tempat curhat. Seperti guru ngaji. Selain mengurangi beban mental, guru ngaji bisa ngasih saran biar kita gak salah arah dalam memecahkan masalah. 

Kelima, online. Ini yang makin banyak beredar di dunia maya. Ada yang digawangi psikolog remaja yang buka layanan curhat online, atau organisasi yang peduli generasi. Kalo ini masih aman. Jangan sampai remaja curhat di sosial media, ngeri banget dah. Masalah privasi diumbar di linimasa sosial media itu lebih banyak berujung masalah baru dibanding solusi yang dinanti. 

Siapapun yang jadi tempat curhat kita, pastikan bisa ngasih arahan tepat sesuai syariat. Tak sekedar tempat buang rasa penat dan sampah gundah gulana. Agar nyamannya kita setelah curhat dibarengi dengan kekuatan baru untuk bangkit dan tumbuh menjadi remaja tangguh. Ganbatte!

*# Remaja Taat, Remaja Sehat*

Jauh sebelum virus galau menjangkiti remaja, ajaran Islam sudah punya serum anti virusnya. Lantaran kita sebagai muslim diajarkan kalo ada masalah tetap cool, calm, and confident.
 
Setiap masalah yang datang itu bagian dari tantangan hidup yang mendewasakan kita. Selalu ada sisi baiknya agar kita terus berbaik sangka. Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, No. 2999)

Imam Al-Munawi berkata dalam Faidhul Qadir, “Keadaan seorang mukmin semuanya itu baik. Hanya didapati hal ini pada seorang mukmin. Seperti itu tidak ditemukan pada orang kafir maupun munafik. Keajaibannya adalah ketika ia diberi kesenangan berupa sehat, keselamatan, harta dan kedudukan, maka ia bersyukur pada Allah atas karunia tersebut. Ia akan dicatat termasuk orang yang bersyukur. Ketika ia ditimpa musibah, ia bersabar. Ia akan dicatat termasuk orang yang bersabar.”

Jangan lupa, kala galau melanda usir rasa itu dengan mengambi air wudhu, lanjut shalat sunnah dan membaca Alquran. Ibnu Mas’ud mengatakan, “Kalau perasaan tak tenteram, jiwa gelisah dan pikiran kusut menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat; pertama, tempat orang membaca Al Quran, engkau baca Alquran atau kau dengarkan dengan baik orang membacanya. Kedua, engkau pergi ke majelis ilmu yang mengingatkan hatimu kepada Allah SWT. Ketiga, engkau cari waktu dan tempat yang sunyi, di sana engkau berkhalwat mengabdikan diri kepada Allah SWT.”

Makanya, sudah pas banget jalan hidup kita kalo keseharian terikat dengan syariat. Tak lelah berdakwah. Tak berat meringankan kaki ke majelis ilmu. Kenali Islam lebih dalam agar masa depan kita tak suram. Kesehatan mental kita pun aman sentosa. Kuncinya, ikut ngaji tanpa tapi tanpa nanti. Yuk! []

_Buletin Teman Surga Edisi #239 (Jumadil Akhir 1445 / Desember 2023)_

https://taplink.cc/temansurga

JEJAK 'SANG GURU'

"Guru adalah orang yang membuka mata kita untuk melihat dunia, membuka hati kita untuk mencintai dunia, dan membuka pikiran kita untuk memahami dunia." (Imam Al-Ghazali)

Akhir bulan November punya nilai tersendiri bagi dunia pendidikan nasional. Pasalnya, setiap tanggal 25 November selalu diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Sebagai penghargaan untuk para guru yang telah membidani lahirnya para pemimpin di negeri katulistiwa ini.

Kalo kita ulik sejarahnya, peringatan Hari Guru Nasional bertepatan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tanggal 25 November 1945. Sebelumnya, pada tahun 1912, organisasi ini bernama PGHB (Persatuan Guru Hindia Belanda).

Pada tahun 1932, PGHB mengubah namanya menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Pada saat itu, Belanda sebagai negara penjajah, tidak menerima unsur nama “Indonesia” dalam PGI karena dianggap sebagai sebuah ancaman untuk mereka. Dengan merubah namanya, PGI menjadi semakin nasionalis dan perjuangan kemerdekaan Indonesia semakin kuat bersama guru.

Pada jaman penjajahan Jepang, PGI dilarang untuk melakukan aktivitas. Tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan, PGI menggelar Kongres Guru Indonesia yang pertama di Surakarta, Jawa Tengah pada tanggal 24–25 November 1945. Kongres tersebut membidani lahirnya PGRI. Akhirnya, melalui Keputusan Presiden No. 8 Tahun 1994 ditetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional. Salam takzim untuk guru-guru tercinta.

*# Universitas Kedua Tertua di Dunia*

Kehadiran guru tak lepas dari tempat mereka belajar sebelum menjadi seorang pengajar. Kebanyakan guru mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Karena itu, Islam yang sangat menghargai peran guru dengan segudang kemuliaannya tak luput dari perhatian terhadap sekolah tinggi yang melahirkan guru-guru jempolan.

Pada masa keemasannya, peradaban Islam selalu tampil di mata dunia sebagai pionir dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Lembaga pendidikan Islam berkembang mulai dari halqah-halqah (lingkaran) pendidikan di emper masjid, hingga kemudian menjadi lembaga pendidikan tinggi (jami’ah) setara dengan universitas.

Dari sekian banyak universitas yang didirikan oleh kaum muslimin, terdapat salah satu universitas kedua tertua di dunia setelah Universitas Az-Zaitunah, Tunisia (737 M) yang keduanya masih eksis hingga kini. Universitas itu adalah Universitas Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko yang berdiri pada tahun 859 Masehi. Universitas ini sudah berkembang jauh sebelum universitas tertua di Eropa, yakni Bologna yang terletak di Italia, didirikan sekitar tahun 1088 M, dan juga jauh sebelum Universitas Oxford, universitas tertua di Inggris, dibangun sekitar 1096 M.

Di barat universitas Al-Qarawiyyin dikenal dengan university of Al-Karaouine. Tahun 1998 Gunness Book of World Records menetapkan universitas Qarawiyyin sebagai universitas tertua yang memberikan gelar kesarjanaan akademis yang masih beroperasi hingga sekarang.

Universitas ini didirikan oleh Fatimah Al-Fihri, putri dari seorang saudagar konglomerat yang merupakan pendatang dari Qayrawan, Tunisia. Awalnya, perempuan yang fasih dalam fikih dan hadits ini membangun sebuah masjid yang dinamainya Al- Qarawiyyin di sebuah tanah yang dibelinya dari seorang pria suku Hawaara.

Di samping masjid ini, didirikan juga sebuah sekolah dengan standar tertinggi diberikan. Seperti masjid lain pada umumnya, masjid yang kemudian dikenal dengan Qarawiyyin ini juga digunakan sebagai tempat diskusi dan madrasah. Lama kelamaan materi-materi yang dibahas dalam halqah-halqah tersebut semakin berkembang mencakup berbagai bidang, tak cuma mengkaji Alquran dan Fikih saja.

Wacana yang dibahas dalam diskusi di emper Masjid itu akhirnya meluas hingga mengkaji tata bahasa, logika, kedokteran, matematika, astronomi, kimia, sejarah, geografi, bahkan musik. Halqah-halqah itu pun diikuti oleh para pemburu ilmu dari berbagai belahan dunia. Nggak heran karena materi-materi kuliah disajikan dengan berkualitas oleh para ilmuwan terkemuka.

Sejak itulah, aktivitas keilmuan di Masjid Al-Qarawiyyin berubah menjadi kegiatan bertaraf perguruan tinggi. Jumlah pendaftar yang berminat untuk menimba ilmu di universitas itu begitu banyak sampai-sampai, pihak universitas menerapkan sistem seleksi yang ketat bagi para calon mahasiswanya.

Universitas inipun melahirkan sejumlah tokoh Muslim kenamaan. Di antaranya, Abu Abullah Al-Sati, Abu Al-Abbas al-Zwawi, Ibnu Rashid Al-Sabti, Ibnu Al-Haj Al-Fasi, serta Abu Mazhab Al-Fasi. Muhammad al Idrisi, Ibnu Khaldun, al Wazzan, al Bitruji juga ditengarai pernah menjadi pengajar di universitas tersebut.

Bukan hanya muslim, universitas top kelas dunia ini juga menerima mahasiswa non muslim. Misalnya filosof yahudi Musa bin Maimun atau Maimonides dan Gerbert d’Aurillac dari kalangan kristen. Yang terakhir ini kemudian menjadi paus bergelar Paus Silvester II, yang memperkenalkan sempoa dan astrolab pada orang eropa yang masih jahiliyah, serta mengajarkan matematika dan astronomi yang dipelajarinya di Al-Qarawiyyin.

*# Jejak Hidup yang Tak Pernah Redup*

Dari sosok Fatimah al-Fihri kita bisa mengambil hikmah tentang ketulusan niat wanita visioner ini dalam mendirikan lembaga pendidikan. Kecintaan Fatimah terhadap ilmu pengetahuan membuatnya berpikir untuk menggabungkan madrasah dan masjid. Tujuannya, agar umat tidak hanya sekedar beribadah, namun madrasah untuk menuntut ilmu.

Fatimah kemudian mewujudkan impiannya tersebut dengan membeli sebidang tanah yang luas, kemudian ia mendirikan masjid sekaligus madrasah untuk kaum muslim belajar dan beribadah. Inilah cikal bakal salah satu kampus tertua di dunia. Universitas Al-Qarawiyyin.

Kebayang ya, dengan ketulusan niat kontribusi Fatimah dalam bidang pendidikan, pahala untuknya terus mengalir deras hingga saat ini. Seperti itulah karakter seorang muslim sejati. Kebaikannya bukan untuk mengejar materi atau menuai sanjung puji. Tapi murni kontribusi untuk kebangkitan Islam dan kaum muslimin.

Saatnya kita ikuti jejak ‘Sang Guru’ Fatimah dengan karya nyata dan menebar manfaat kepada sesama. Asah kemampuan kita agar bisa meninggalkan jejak hidup yang tak pernah redup. Manfaatnya tak mengenal kadaluarsa. Pahalanya terus mengalir meski kita sudah tiada. Mulailah dengan mengenal Islam lebih dalam dan berdakwah sebagai pondasi kokoh para pejuang kontribusi. Mari mengaji tanpa tapi tanpa nanti. Yuk! []

_Buletin Teman Surga Edisi #238 (Jumadil Awal 1445 / Desember 2023)_

https://taplink.cc/temansurga