Rabu, 28 September 2022

HIJABKU PELINDUNGKU


 
 
Ada yang spesial untuk muslimah di setiap September. Teman-teman udah pada tahu apa yang spesial? Yapz, sejak 2004 lalu telah ditetapkan hari solidaritas hijab internasional setiap 4 September. Spesial banget kan?
 
Btw, apa sih yang melatarbelakangi adanya hari solidaritas hijab internasional ini? Betul banget, guys. Momen ini diadakan sebagai bentuk dukungan bagi muslimah di seluruh dunia untuk mengenakan hijab tanpa perlu takut diintimidasi atau dikriminalisasi. Sebab faktanya memang demikian, masih banyak negeri-negeri yang secara resmi melarang penggunaan hijab bagi muslimah. Mengsedih banget sih rasanya.
 
Kalau secara internasional ada momen dukungan bagi muslimah untuk berhijab, lain lagi cerita di negeri kita tercinta. Meski katanya menjadi salah satu negara yang turut mendukung Hari Solidaritas Hijab Internasional, nyatanya perkara hijab masih saja dipersoalkan. Persoalan yang tampaknya sengaja digiring menggelinding sampai bikin pusing.
 
Teman-teman sudah tahu dong beritanya. Ramai diberitakan bahwa seorang siswi jadi depresi gara-gara katanya dipaksa memakai kerudung. Hal yang bikin janggal, auto ramai pula seruan untuk mengembalikan seragam sekolah seperti tempo doeloe, Guys. Rok span selutut dan baju berlengan pendek bagi siswi. Lengkap dengan jargon ”Sekolah negeri bukan sekolah Islam!” Nah, loh! Bikin puyeng enggak tuh, Guys?
 
Ya, seolah-olah berkerudung itu menjadi beban mental yang menakutkan. Lebih menakutkan dari narkoba bahkan pergaulan bebas. Dari pada kampanye menolak kerudung di sekolah, apakah tidak lebih baik menolak gaul bebas ya? Bukankah kerudung itu memuliakan sedangkan gaul bebas itu menghinakan? Tapi kok malah banyak yang memilih gaya dan gaul bebas ya? Hem, gimana-gimana? Mumpung momennya lagi ramai tentang Hari Solidaritas Hijab Internasional, yuk kita kuliti aja tentang perkara hijab. Gaskeun!
 
Perempuan Itu Mulia
 
Guys, tahu enggak sih kalau perempuan itu sangat dimuliakan dalam Islam? Bahkan Islam memandang bahwa perempuan itu adalah kehormatan yang wajib dijaga. Tidak boleh asal-asalan dalam memperlakukan sosok perempuan.
 
Begitu istimewanya perempuan dalam Islam, sampai-sampai dibuatkan tutorial khusus untuk menjaga diri si kaum hawa ini. Ada batasan aurat yang harus dilindungi. Tidak boleh sembarang mata memandang. Apalagi sembarang tangan menyentuh, sungguh ini tidak dibenarkan. Perempuan dalam Islam itu bagai berlian. Ya, memang sesepesial itu, Guys.
 
Oleh karena itu, yang namanya berlian pasti ditempakan di tempat istimewa pula. Tidak mungkin dibiarkan terbuka begitu saja di pinggir jalan. Tidak boleh setiap orang asal-asalan memegang. Berlian akan berada di dalam toko yang super eksklusif. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihat dan menyentuhnya. Super banget, kan?!
 
Begitulah posisi perempuan dalam frame Islam. Diperlakukan bagai berlian. Oleh sebab itu, auratnya harus terjaga. Diberi hijab sempurna. Agar terhindar dari tatapan dan sentuhan liar yang menghinakan. Guys, meleleh enggak sih dijaga sampai sebegininya?
 
Jadi, ketika ada perintah memakai hijab semestinya kita kudu gimana dong? Mengsedih atau mengbahagia nih? Ngerti kan jawabannya? Ngerti dong. Masak enggak ngerti! 
 
Berhijab Titah Tuhan, Bukan Tawaran
 
Bestie-bestie saleha, saat ini kita memang sedang berada di medan pertempuran pemikiran. Di mana antara yang hak dan batil saling bergumul sengit. Serbuan informasi begitu dahsyat menghantam benak kita setiap hari. Gawatnya, saat ini informasi sesat lebih mendominasi daripada informasi yang benar.
 
Saat ini standar baik atau buruknya sesuatu dinilai berdasarkan asas manfaat semata. Sama sekali tidak memandang halal atau haram, Guys. Lebih ekstrim lagi, sesuatu dikatakan benar atau salah tergantung pada kenyamanan setiap individu. Sesuatu dikatakan benar ketika si individu merasa nyaman, dan sesuatu itu disebut salah ketika si individu merasa tidak nyaman. Gawat berlipat-lipat ini, Guys!
 
Artinya kebebasan menjadi sebuah gaya hidup yang digaungkan. Bebas berpendapat. Bebas berekspresi. Dan bebas apa saja. Seolah-olah kebahagiaan itu hadir karena adanya kebebasan. Padahal sesuatu yang bebas itu biasanya akan menyebabkan kebablasan dan berujung pada kebinasaan. Serem enggak sih, Bestie?
 
Sebagai seorang muslim semestinya kita sadar bahwa hidup kita diatur sepenuhnya oleh Sang Pencipta. Tidak ada kebebasan secara mutlak untuk kita. Sebab hakikatnya apa yang ada pada diri kita adalah titipan Tuhan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, kita tidak boleh semaunya sendiri dalam mengatur diri, ada rambu-rambu yang harus kita taati.
 
Ya, misalnya berkaitan degan tata cara berbusana. Kita semestinya memahami bahwa menutup aurat itu adalah kewajiban. Sebagaimana yang telah Allah SWT firmankan dalam QS. An-Nur ayat 31 dan QS. Al-Ahzab ayat 59.  So, berhijab dalam rangka melindungi aurat adalah titah Tuhan, bukan tawaran. Maka, tidak layak bagi kita menawar-nawar apa yang telah Tuhan titahkan. Tugas kita adalah mendengar dan menaati apa-apa yang sudah dititahkan.
 
Tidak perlu bertanya kenapa. Karena setiap perintah dan larangan sudah pasti telah Allah SWT perhitungkan. Bukan untuk menguntungkan Allah SWT loh ya. Semua perintah dan larangan-Nya justru dalam rangka menjaga kita dari berbagai mara bahaya. Baik di dunia ataupun di akhirat nanti. Sesayang itu loh Allah SWT sama kita. Yakin enggak jauh cinta? 
 
Sungguh, tidak ada yang paling tahu tentang diri kita kecuali yang menciptakan kita. So, tugas kita di bumi ini simple banget sebenarnya. Tinggal manut dan nurut dengan rambu-rambu dari Sang Maha Pencipta. Maka insyaallah akan mendapatkan kemuliaan plus kebahagiaan. Jadi enggak ada ceritanya trauma karena titah Allah SWT. Sebab kita paham, bahwa ini adalah kebaikan. Sip, ya!
 
Yuk Belajar Islam
 
Guys, karena peluru kebebasan yang menyesatkan itu begitu cepat melesat, maka kita butuh tameng yang tebal dan kuat. Jangan sampai kita lumpuh dan tergelepar dengan serbuan ide-ide kebebasan. Sehingga kita menjadi generasi Islam yang kehilangan jati diri dan mudah depresi. Jangan ya, Guys!
 
Oleh karena itu penting bagi kita untuk belajar Islam. Tidak cukup sekadar belajar tentang ibadah ritual semata. Sebab Islam adalah jalan hidup, sehingga kita perlu belajar Islam secara keseluruhan. Bagaimana tata cara berpakaian, batasan interaksi dengan lawan jenis, dan lain sebagainya. Semua ada aturannya dalam Islam. Kita tinggal pahami, yakini, dan mentaati. Mengamalkan seluruh syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kita selamat dan bahagia, di dunia hingga surga.


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

https://yubi.id/koreapi1453

Jumat, 23 September 2022

REMAJA MERDEKA ITU...


Agustus ini, Ibu pertiwi ulang tahun kemerdekaan untuk yang ke 77 kalinya. Merdeka dari penjajahan fisik yang pernah menimpa Bumi Nusantara oleh negeri matahari terbit dan negeri kincir angin sebelum 17 Agustus 1945.

Sejatinya, bukan cuman negara kita yang merdeka dari penjajahan. Rakyatnya juga nggak boleh ketinggalan, mesti merdeka juga dari berbagai tekanan. Tak terkecuali generasi muda yang kelak bakal membawa negeri ini meraih kemerdekaan hakiki. Tak hanya terbebas dari invasi militer, tapi juga penjahan secara politik, ekonomi, atau budaya yang tak kasatmata.

Pertanyaannya, seperti apa karakter remaja merdeka yang menjadi dambaan umat? Lets cekidot!

*Pertama, lepas dari jerat nafsu.*

Geliat jiwa muda gampang banget terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan. Terutama kalo udah terpapar virus hedonis. Gaya hidup yang memuja kesenangan dunia. Setan pinter banget ngegoda remaja untuk ikutin jalannya yang sesat. Saking pinternya, remaja banyak yang nggak nyadar kalo udah terjerat nafsu akibat godaan setan.

Tengok saja, banyak remaja yang keranjingan berlenggak-lenggok di atas zebra cross dengan busana yang mengumbar aurat. Belum lagi budaya pacaran yang makin beringas dalam kemasan pergaulan bebas. Nggak ketinggalan, adu jotos seringkali jadi pelarian kalo sesama kaum Adam _slek_. Kalo udah begini, remaja makin diperbudak oleh nafsu. Gak bisa lepas.

_“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”(*QS. Al-Jatsiya : 23)*_

Karena itu, remaja merdeka bakal mati-matian berusaha untuk lepas dari jeratan nafsu. Bukan perkara mudah, tapi bisa dilakukan selama kita tetap ngaji, mengenal Islam lebih dalam. Karena, hanya Islam yang bisa menundukkan hawa nafsu.

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin Al Ash ra, Rasulullah SAW bersabda, _“Tidak beriman seseorang sampai hawa nafsunya ia tundukkan demi mengikuti apa yang aku bawa”_ (HR. At-Thabrani) 

Kedua, bebas dari tekanan teman sebaya

Dalam lingkungan pergaulan, pengaruh teman satu sirkel punya peran besar dalam membentuk karakter remaja. Terutama kalo sudah melibatkan _peer pressure_ alias tekanan teman sebaya.

Secara istilah _Peer pressure_ bisa diartikan sebagai tekanan perasaan ketika seseorang harus melakukan hal yang sama seperti orang lain pada usia dan kelompok sosial tertentu agar disukai atau dihargai. _Peer pressure_ bisa memberi pengaruh yang kuat dalam suatu kelompok, di mana anggotanya akan berperilaku seperti yang lain.

Ngerinya, kalo sirkel pertemanan kita dihuni oleh remaja toxic. Mereka bisa menekan temen-temen mainnya untuk berperilaku negatif seperti mereka. Mulai dari merokok, nenggak miras, bolos sekolah, bohong pada orang tua, pacaran, atau tawuran.

Sialnya, banyak remaja “menyerah” berada dalam _peer pressure_ negatif karena ingin disenangi, ingin dihargai oleh sirkel pertemannya atau khawatir bakal dicengin anak – anak lain kalo nggak punya kelompok pertemanan.

Remaja yang merdeka itu, dia nggak pilah pilih teman. Karena dia bisa menunjukkan sikap terbaik dalam menghadapi peer pressure. Kalo ada temannya yang ngajak maksiat, dia pilih mengingatkan dan meninggalkan mesti resikonya bakal dijauhi oleh teman-temannya.

Sebaliknya, kalo ada teman yang ngajak taat, dia langsung mengiyakan dan segera ambil bagian. Lantaran teman model gini yang bakal menyelamatkannya dari bencana di dunia dan musibah di akhirat.

Lantas,bagaimana caranya remaja merdeka itu bisa bebas dari tekanan teman sebaya, dia harus punya rasa bangga yang membuncah sebagai seorang muslim. Sebagaimana ditegaskan Allah swt dalam firman-Nya:

_“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”_ (*QS. Fussilat Ayat 30)*

Ketiga, Say no to wasting time

Godaan yang satu ini, paling susah ditolak oleh remaja, terutama kalo diajak oleh teman dekatnya. Wasting time alias membuang waktu. Sibuk dengan aktifitas yang minim manfaat. Meski bukan perbuatan yang diharamkan, tapi bisa melenakan hingga melalaikan kewajiban atau nyerempet kemaksiatan.

Remaja merdeka itu dia berusaha menjaga kemuliaannya sebagai seorang muslim dengan menjauhi segala kegiatan yang minim manfaat. Sebagaimana diingatkan Rasulullah saw, _“Diriwayatkan dari Abi Hurairah –semoga Allah menridhainya- ia berkata, ‘Rasulullah SAW bersabda, ‘Termasuk baik Islam seseorang  adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.’”_

_Imam al-Qori berkomentar mengenai makna “meninggalkan sesuatu yang tidak berguna”. Maksudnya sesuatu yang tidak penting dan tidak patut ia lakukan. Baik berupa ucapan atau tindakan. Baik sekedar melihat maupun memikirkan._

Daripada waktunya dihabiskan untuk mabar, nonton konser musik, nongkrong di pinggir jalan, atau ngobrol ngalor ngidul, atau mager gak jelas, remaja merdeka lebih memilih untuk belajar dan beribadah.

Keempat, growth to contribute

Hakikat eksistensi bagi remaja muslim, tergambar dalam nasihat  seorang Ulama besar Abu Abdillah Muhammad bin Idris atau yang masyhur dengan sapaan Imam Syafi’i. _“Demi Allah, hakikat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan takwa. Jika keduanya tidak ada maka pribadinya tidak bernilai.”_

Itu artinya, kalo seorang remaja ogah-ogahan menimba ilmu atau males-malesan mengenal Islam lebih dalam, seperti mayat hidup. Imam Syafi’i mengingatkan _“Siapa yang tidak belajar di masa mudanya, bertakbirlah untuknya 4 kali karena kematiannya”_

Sebaliknya, kalo remaja getol belajar baik ilmu agama maupun ilmu dunia berarti dia telah menghargai kehidupannya. Karena salah satu ciri makhluk hidup terus bertumbuh dan berkembang. Wawasannya terus bertambah, kemampuannya kian terasah.

Tak cukup sekedar menimba ilmu, remaja merdeka itu selalu berusaha menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Dia menjadikan dakwah sebagai poros hidupnya. Tak sungkan berkontribusi, tanpa tapi, tanpa nanti, tanpa lelah.

Terakhir, remaja merdeka itu… kamu! Iya kamu. Merdeka![]

***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

https://yubi.id/koreapi1453

KENALI SEKOLAHMU, KENALI MASA DEPANMU


Horeee! Tahun ajaran baru sudah dimulai. Back to school dengan suasana baru. Baru aktif tatap muka pasca corona. Baru pula sekolahnya bagi yang naik ke jenjang sekolah berikutnya. Gimana, masa pengenalan lingkungan sekolah sudah dilalui, kan? 

Penting ya kita tahu seluk beluk lingkungan sekolah yang baru. Agar enggak canggung sehingga jadi nyaman selama menuntut ilmu di dalamnya. Belajar pun menjadi asyik dan bisa menghabiskan masa-masa sekolah dengan seru. Tanpa drama dan air mata. Harapannya begitu kan? Ya, memang sepenting itu sih masa pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa-siswi baru.

Mayoritas peserta didik baru pasti sangat antusias dengan kegiatan ini. Sudah dipersiapkan jauh-jauh hari segala keperluannya. Bahkan sampai ada yang enggak bisa tidur karena sudah tidak sabar untuk mengikuti pengenalan lingkungan di sekolah barunya. Merasa cemas dan khawatir jika terlambat sampai di sekolah. Bisa-bisa ketinggalan banyak informasi yang akan menyulitkan diri sendiri nantinya dalam proses pembelajaran. Hayo ngaku, kamu mengalami juga kan perasaan nano-nano di hari pertama masuk sekolah? hehehe!

Eh, tapi tunggu dulu. Secemas-cemasnya mau masuk ke sekolah baru, pernah enggak sih merasa cemas juga untuk fase kehidupan yang baru? Semisal dari masa sebelum baligh menjadi baligh, gitu? Sudah pernah berusaha mengenali apa saja S&K sebagai manusia dewasa? Ini juga enggak kalah penting untuk kita kenali sebagai bekal masa depan kita loh. Gimana?

.
Remaja Bahagia, No Baper-baper Club
.

Menjadi remaja itu emang enggak mudah. Banyak banget tantangannya. Mau yang dari dalam diri sendiri ataupun yang dari luar diri, ada-ada aja yang menguji keimanan. Mau jadi anak baik, dibilang sok alim. Mau ikut-ikutan gaul dan kekinian, dikatain nakal. Huft, serba salah ya jadi remaja?

Enggak juga kok, Bestie. Menjadi remaja itu adalah sebuah fase yang telah Allah SWT tetapkan dan mau enggak mau harus kita jalani. Enggak perlu galau dengan fase ini. Hal yang perlu kita siapkan adalah bekal sebanyak-banyaknya agar kita tidak menjadi remaja galau tanpa arah tujuan. Bagaimana caranya mendapatkan bekal? Nah di sinilah kita perlu mengenali diri kita sendiri. Kemudian lanjut mengenali bagaimana masa depan yang harus kita persiapkan.

Jika kita sudah kenal dengan diri sendiri dan sudah tahu kelak mau apa, maka dijamin deh hidup bakalan adem bin bahagia. Persis kayak lagi duduk di tepi pantai, minum air kelapa muda, plus kena hembusan angin sepoi-sepoi. Adem banget enggak tuh? Mau punya kehidupan yang super adem begitu sejak remaja alias no baper-baper club? Insyaallah bisa!

.
Mengenali Diri Sendiri
.

Hal utama yang harus kita ulik untuk mengenali diri adalah menjawab sebuah pertanyaan, ”Siapa saya?”. Hayo, sudah pada tahu siapa dirinya? Bukan sekadar nama atau nasab semata loh. Tapi lebih detail lagi.
Yaps, setiap kita adalah hamba, Bestie. Kita adalah hamba yang diciptakan oleh Allah SWT. Kita ada di dunia karena Allah SWT berkehendak menciptakan kita.
Bermula di alam Rahim ibunda lalu terlahir ke dunia. Sejak kita dalam kandungan hingga sampai detik ini, Allah SWT jaga kita tanpa henti. Ngerasa enggak sih sesayang itu Allah SWT sama kita? Ngerasa enggak kalau kita itu beneran lemah tanpa kasih sayang-Nya? Hiks, jadi melow kalau udah ingat-ingat baiknya Allah SWT ke diri ini. Sumpah, Allah SWT itu baik banget.

”Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (Rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS. Al Mu’minun: 12-14)

.
Hadir Di Dunia Untuk Apa?
.

Ok, setelah tahu bahwa diri kita adalah hamba, lantas selanjutnya apa lagi? Nah, kita harus tahu nih. Bahwa sebagai hamba itu memiliki tugas untuk taat kepada Sang Pencipta. So, hidup kita ini tidak bebas secara mutlak. Tapi harus terikat dengan rambu-rambu yang Allah SWT berikan. Ya, karena Allah SWT yang menciptakan kita, maka hanya Allah SWT lah yang paling tahu tentang kita. Allah SWT tahu apa yang baik dan buruk untuk kita.

Oleh sebab itu, Allah SWT berikan aturan yang super komplit untuk kita. Demi apa coba? Demi keselamatan kita di dunia bahkan hingga di akhirat nanti. Dengan aturan ini sebenarnya kita itu lebih dimanusiakan loh. Dijaga kemuliaan dan kehormatan kita sebagai manusia. Secara, aturannya berasal dari zat yang menciptakan kita gitu loh.
Beda halnya dengan paham kebebasan atau liberalisme yang menentang aturan agama. Paham ini mah menjerumuskan manusia dalam kesesatan bahkan kecelakaan di dunia dan di akhirat kelak. Karena paham liberalisme ini memprovokasi manusia untuk hidup serba bebas. Hasilnya banyak manusia tanpa terkecuali remaja yang memilih hidup bebas, bablas, dan berujung amblas. Alias binasa. Hiiiii, serem ya?! Udah deh, emang aturan Allah SWT itu yang paling benar. Tidak hanya membumikan, tetapi juga melangitkan manusia. Menyelamatkan dunia hingga akhiratnya. The best lah pokoknya.
”Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Az-Zariyat:56)

.
Masa Depan Kita
.

Wah, ternyata seru ya ngulik tentang siapa diri kita. Ternyata kita ini sudah diberi amanah yang jelas selama hidup di dunia. So, hidup kita ini bukan sekadar soal makan, main, rebahan, drakoran, pamer outfit kekinian, dan bersenang-senang. Lebih mulia dari itu, Allah SWT mengamanahkan kepada kita untuk beribadah selama hidup di dunia. Ibadah itu bukan sekadar salat dan dzikir ya, Bestie. Setiap amal perbuatan kita yang niatnya ikhlas karena Allah SWT dan caranya benar sesuai syariat, maka amal tersebut merupakan ibadah.

Emang ngapain sih kita mesti capek-capek ibadah? Bukannya masa muda itu memang waktunya untuk senang-senang? Waktunya untuk menampakkan eksistensi diri dengan beragam cara dan sarana? Kok malah harus terikat dengan aturan dan mesti mikirin ibadah melulu, sih. Terus senang-senangnya kapan?
Tenang, jangan panik dulu. Taat syariat itu enggak sekaku yang dibayangkan kok. Beribadah juga tidak sehoror yang teman-teman kira. Bisa banget jadi pribadi yang taat beribadah dan tetap happy sepanjang hari. Sudah banyak loh yang membuktikan. Tinggal kita cari aja circle yang tepat.

Apalagi jika pemahaman tentang tujuan hidup sudah ada di benak kita. Bahwa kita punya tujuan yang pasti di masa depan. Bukan di dunia ini tujuan itu ada. Melainkan akhirat, yakni Surga. Inilah tujuan hidup. Inilah masa depan kita yang harus serius untuk diperjuangkan.
 Kita harus sadar bahwa hidup di dunia ini fana. Bersifat sementara. Tidak ada yang abadi. Kita pasti akan mati. Kita pasti akan dibangkitkan kembali. Lantas apa yang harus kita lakukan dalam ketidakabadian ini?

Jawaban cerdasnya adalah, ”Bersiap mengumpulkan banyak bekal untuk pulang di keabadian”. Bekal berupa apa? Tidak lain dan tidak bukan adalah amal saleh. Amal yang Allah SWT ridhai. Amal yang berpahala. Amal yang menghantarkan ke Surga. Begitu, Bestie!
“Kemudian setelah itu, sungguh kamu pasti mati. Kemudian, sungguh kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat.” (QS. Al Mu’minun: 15-16)

Gimana, sudah semakin kenal dengan diri sendiri? Sudah tahu mau ngapain selama masih di atas bumi? Sudah jelas bagaimana masa depan yang diinginkan? Serius, jangan tergoda dengan kesenangan sesaat, ya. Manfaatkan masa muda sebaik mungkin. Jangan sampai masa remaja dilalui dengan sia-sia bahkan celaka karena jauh dari aturan-Nya.

Kita buktikan bahwa remaja bisa berprestasi dengan ilmu. Remaja bisa hebat dan mulia dengan memahami agama. Remaja menjadi berguna dengan tahu masa depan yang sesungguhnya yakni Surga. Berbekal ini semua, semestinya sudah lebih dari cukup untuk kita lebih aktif, produktif, dan inovatif dalam berbagai kebaikan.

Yuk kita berazam untuk menjadi generasi yang memberi warna terindah untuk peradaban di masa yang akan datang. Mari kita berjuang untuk menjadi generasi yang akan memajukan bangsa ini. Semangat belajar, menggelora untuk taat, dan berkobar untuk menebar manfaat di dunia hingga akhirat. Seluas-luasnya tanpa batas. Bissmillah, kita pasti bisa! Hidup remaja Indonesia!

***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

https://yubi.id/koreapi1453

Minggu, 14 Februari 2021

MARI BICARA CINTA


Hai, Dear! Boleh bantu jawab, seberapa penting sih ngobrol soal cinta? Penting banget atau penting aja? Atau bahkan enggak ada penting-pentingnya? Wah, jadi gaduh ya gara-gara si cinta. Ternyata banyak kubunya. Hehehe!


Ketika Allah Swt menciptakan sesuatu, maka sudah pasti ada hal penting di sana. Termasuk halnya dengan perkara cinta. Yapz, cinta adalah sebuah rasa yang Allah Swt cipta untuk kita. Artinya, penting banget bagi kita untuk membincangkannya. Agar apa? Agar kita tidak terjerembab dalam malpraktik cinta. So, jangan skip tulisan ini, ya. Baca dan resapi hingga titik terakhir. Siap, ya?!


Reminder Tentang Makna Cinta


Kalau remaja lagi bicara soal cinta, kira-kira apa yang jadi topiknya? Soal rasa deg-degan, berdebar, bahagia, merana, menderita, terluka, atau nestapa? Sepertinya semua rasa ada dalam cinta, ya kan? Memang aneh, tapi begitulah realitanya. Hihihii!


Tapi obrolan kali ini beda dong. Bukan membahas soal aneka rasa dalam cinta. Tetapi lebih istimewa dari sekadar rasa pastinya. Kali ini kita akan kembali mendudukkan makna cinta yang semestinya. Cinta yang sesuai fitrah. Sehingga hadirnya cinta bisa membawa berkah. Bukan sebaliknya.


Yapz, cinta adalah fitrah. Ia ada memang senngaja dicipta. Allah Swt yang menciptakannya. Sebagimana yang kita pahami, bahwa Allah Swt tidak pernah sia-sia dalam menciptakan segala sesuatunya. Termasuk juga soal cinta.


Cinta merupakan salah satu potensi naluri yang ada pada setiap manusia. Bukan tanpa sebab adanya cinta. Allah Swt hadirkan ia untuk menjaga kelestarian makhluk yang bernama manusia. Yapz, kita. Maka alaminya manusia yang saling jatuh cinta kemudian tidak mampu menjaga rasa akan menuju pada sebuah aktivitas yang bisa menyebabkan terjadinya kehamilan. Demikian fitrahnya.


Gimana, sudah tahu penyebab banyaknya remaja yang bablas alias hamil di luar pernikahan? Yapz, karena telah terjebak dalam pusaran malpraktik cinta. Salah kaprah alias keliru dalam mendudukkan cinta yang ada. Lantas bagaimana agar tidak salah memaknai cinta?


Agar Tidak Melakukan Malpraktik Cinta


Kenapa disebut malpraktik cinta? Ya, karena melakukan kesalahan dalam memperlakukan cinta. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan fatal. Bukan hanya kerugian di dunia, tetapi juga kecelakaan besar di akhirat. Serem, kan? 


Nah jadi gimana agar tidak menjadi pelaku malpraktik cinta? Tidak ada cara lain, kecuali ikuti syarat dan ketentuan yang telah Allah Swt tetapkan. Apa sajakah syarat dan ketentuannya? Catat dan ingat baik-baik ya, Dear!


Pertama, ingat selalu bahwa cinta dicipta untuk menjaga keturunan. Artinya, rasa cinta hanya boleh diekspresikan dalam ikatan yang sah yakni pernikahan. Nah, kalau sudah kebelet mau mengekspresikan cinta, udah deh nikah aja! Inilah satu-satunya jalan agar cinta yang ada bisa menumbuhkan takwa. Berbuah pahala. Dan menjadi jalan untuk menuju surga. Masyaallah!


Lantas bagaimana kalau belum siap untuk menikah? Ok, kita geser ke syarat dan ketentuan yang kedua, ya. Jika belum siap menikah, maka jangan coba-coba bermain cinta. Simple banget, kan?!


”Simpel, sih. Tapi, cinta itu kan suka datang tiba-tiba. Gimana coba cara agar bisa menghindarinya? Susah!”


Susah bukan berarti enggak bisa loh ya. Terus, siapa bilang jika cinta itu datang begitu saja? Tidak mungkin itu. Harus dibenarkan dan diluruskan mindsetnya. Bahwa pasti ada yang mengundang kehadiran cinta, sehingga cinta itu datang bertandang. Betul apa betul?


Coba cek, macam-macam rasa yang ada di hati kita muncul begitu saja atau ada sebabnya? Pasti ada sebab, kan? Yapz, karena memang perasaan kita sangat dipengaruhi oleh faktor rangsangan dari luar. Tidak terkecuali juga dengan rasa cinta.   Harus ada suatu penampakan maka rasa itu akan mendera.


Dalam bentuk apa kira-kira penampakan yang dimaksud? Macam-macam modusnya. Bisa stalking akun si doi. Atau bahkan chatingan setiap hari. Bisa juga keseringan ngobrol tanpa batasan. Hangout bareng. Bahkan juga modus belajar bareng. Ada juga pakai modus adek kakak-an. Ini semua bisa menjadi pintu gerbang masuknya bucin yang meresahkan. Waspadalah!”


Kalau misal enggak pernah ketemuan bagaimana? Cuma komitmenan doang gitu. Enggak ngapa-ngapain. Cuma ngobrol lewat chat tanpa pernah sekalipun bertemu. Boleh?”


Kalau enggak ngapa-ngapain ya kenapa mesti chatingan tiada bertepi Zeyeng? Coba berhenti chatingannya, ngaruh enggak tu ke perasaan? Pasti ngaruh, kan? Ngaku aja! Udah deh, intinya setiap adanya interaksi antara lawan jenis maka wajib hati-hati. Karena apa? Karena hal ini bisa menyebabkan rasa nyeri di dalam dada. Alias jatuh cinta.


Kalau sudah terlanjur jatuh, maka pasti tidak akan mudah untuk bangkit. Maka baiknya jangan deh jatuh cinta, tetapi pilihlah untuk bangun cinta. Emang bisa? Bisa dong!


Membangun Cinta


Ingat, bahwa rasa cinta adalah fitrah. Adanya rasa ini sebenarnya tidak salah. Penyebab salah atau benarnya cinta itu terletak pada perbuatan kita sebagai hamba. Ya, bagaimana cara kita mengekspresikan rasa cinta yang ada. Amal inilah yang menyebabkan munculnya dosa atau pahala.


Jika cinta bisa mendatangkan dosa, bisa juga mendatangkan pahala, maka baiknya kita memilih yang mana?  So pasti memlih yang mendatangkan pahala dong, ya?! Ya, balik lagi bahwa kita adalah muslim. Sebagai orang yang beriman tentu kita inginkan pahala sebagai tiket untuk bisa sampai ke surga. Sepakat, ya?!


Nah, agar urusan cinta bisa mendatangkan pahala maka pastikan kitalah yang membangunnya, jadi bukan justru jatuh di dalamnya. Bagaimana caranya?


Pertama, ingatlah selalu bahwa ada Sang Pemilik Cinta yang berkuasa atas cinta itu sendiri. Dialah Allah Swt. Karena Allah Swt sebagai Sang Pemilik Cinta, maka Dia memiliki seperangkat aturan bagaimana cinta itu harus diperlakukan. Maka jangan sekali-kali melanggarnya.


Kedua, harus dipahami bahwa bicara cinta sebenarnya bukan hanya soal hubungan khusus antara  lawan jenis. Cinta juga mencakup kepada hubungan keluarga. Orang tua ke anak. Anak ke orang tua. Kakak ke adik. Adik ke kakak. Begitu seterusnya. Sudahkah cinta pada keluarga ini dipupuk dan dirawat? Serius, cinta ini akan mendatangkan banyak pahala, loh! Jangan sia-siakan!


Ketiga, jika memang mulai muncul rasa cinta pada lawan jenis sedangkan diri belum siap menikah maka patuhi rambu-rambu syariatnya. Apa saja? Jaga jarak sejauh mungkin. Skip semua pintu interaksi dengan si doi. Sekecil apapun pintunya, tutup! Hapus, kubur, lenyapkan apapun tentang dirinya. Jika sudah beres, maka alihkan segenap pikiran kepada hal lain yang positif lagi menyibukkan dalam kebaikan. Contohnya? Gabung dengan komunitas remaja Islam. Mengkaji Islam secara kaffah. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Belajar, beramal, dan dakwahkan. Keren banget kan?!


Insyaallah, jika ini semua dilakukan dengan ikhlas semata karena Allah Swt dan ditempuh dengan cara sesuai dengan syariat-Nya pasti berkah. Kita aka sukses membangun cinta di atas rida-Nya. Cinta hanya pada keluarga, sahabat taat, dan juga pada pasangan yang halal dalam pandangan-Nya. Inilah bangunan cinta yang akan menaungi kita sampai ke Surga. So, mau jatuh cinta atau bangun cinta? Jangan sampai salah pilih, loh ya! Sip![]


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

https://yubi.id/koreapi1453

Jumat, 17 Juli 2020

Remaja Melek Finansial, Why Not!

**

Pandemi corona masih bertahan. Sekolah pun kembali resmi diliburkan. Praktis, hampir semua kegiatan dialihkan ke dunia dalam jaringan. Maka rebahan menjadi posisi ternikmat dalam menjalani hari-hari yg tidak  biasa ini.

Ngusap-ngusap layar hp udah melebihi jadwal minum obat. Over dosis deh rasanya. Ada yg samaan?

Belum lagi godaan saat berselancar di samudera persosmedan. Bbeeeh! Banyak iklan berseliweran. Segala rupa penawaran terpampang nyata di beranda. Dari mulai cemilan, aksesoris hp, fashion, dan aneka barang menggiurkan lainnya berlenggak-lenggok minta perhatian.

Huh! Sering deh khilaf klik ”Beli sekarang”. Padahal setelah dipikir-pikir, apa yang dipesan itu hanya keinginan bukan kebutuhan. Ada yg begitu juga? Hiks!

Fix, Dear! Kita para remaja harus melek finansial agar hidup lebih bijak dalam memperhitungkan nominal. Ingat, dalam persoalan harta ini kelak kita akan ditanya ”dari mana” & ”untuk apa”. Bukan kaleng-kaleng nih, Guys. Kalau sudah menyangkut pahala dan dosa, enggak ada kata santuy untuk kita. Sepakat!

*Sumber Penghasilan Remaja*

Biarpun masih remaja & berstatus siswa sejatinya kita sudah memiliki sumber penghasilan loh, Guys. Yapz, sebab kepemilikan harta di dalam Islam itu bukan sekadar dari bekerja.

Tanpa bekerja pun, seseorang bisa peroleh harta. Dari mana? Salah satunya adalah dari pemberian. Nah, coba dihitung sudah berapa jumlah rupiah yg orang tua berikan untuk kita? Dijamin bakal kesulitan deh menghitungnya. Enggak terhitung, kan?

Eh, tapi, sebagai remaja kita juga sangat bisa kok bekerja untuk menghasilkan uang. Di zaman serba digital seperti saat ini, rasanya banyak cara untuk bisa menghasilkan uang. secara mandiri kita bisa berjualan apa saja secara online.

Minimal untuk kalangan teman sekitar dulu. Eits, tapi tetap harus patuhi protokol loh, ya. Hanya menjual sesuatu yg halal. Aaasiap!

Apa sih pentingnya ngomongin sumber penghasilan bagi remaja? Jelas sangat penting, Guys. Sebab kita adalah seorang muslim dan semua urusan itu tidak ada yang sia-sia. Semuanya penting di dalam Islam.

Apalagi masalah harta, penting banget untuk diobrolin. Seperti yang sudah kita singgung di awal tadi, soal harta ini berat hisabnya. Nah, loh!

Dear #TemanSurga, rasa syukur akan muncul dengan mengetahui dari mana sumber harta yang kita miliki. Jika syukur itu sudah bertabur di hati, maka kita tdk akan sembarangan lagi dlm memperoleh & membelanjakan harta.

Kita akan mudah mendeteksi dari mana dan untuk apa harta yang kita punya. Kita akan berjuang untuk mendapatkan harta yang halal. Juga membelanjakannya untuk apa-apa yg diridai Allah Swt. Begitulah rasa syukur, mendekatkan kita kpd takwa. Masyaallah!

Jadi, meskipun sumber penghasilan kita baru dari orang tua saja, kita juga tetap harus memastikan bahwa itu halal. Artinya, kita benar-benar menerima pemberian itu dari org tua. bukan mengambil sendiri tanpa izin. Uppss, ini namanya mencuri ya, Guys!

Jangan dilakukan meskipun itu milik org tua kita sendiri. Mencuri tetaplah mencuri dan dia haram hukumnya. Harta yg didapat dari mencuri pun menjadi haram & haram pula dibelanjakan untuk apapun.

Tahukan konsekuensi haram? Yaps, haram sama dengan dosa, dosa sama dg neraka. Ampun, dah! Amit-amit!

Nah, sudah tergambar kan kenapa penting ngomongin sumber penghasilan bagi remaja? Yes, agar kita paham dan memastikan bahwa uang yg kita pakai untuk beli cilok itu adalah uang yg halal.

Sehingga tubuh kita tumbuh tanpa terpapar sedikitpun keharaman. Alhasil, belajar jadi berkah. Ibadah terasa mudah. Hidup di dunia terasa indah. Mati dg gelar husnul khatimah. Di akhirat mendapat Jannah. Omo!

*Prinsip dalam Membelanjakan Harta*

Setelah tahu dari mana sumber harta yang kita punya, selanjutnya adalah cari tahu bagaimana cara membelanjakannya. Bener banget, Dear! Islam memang super keren dengan seperangkat aturan yang telah Allah Swt tetapkan.

Begitu detailnya, sampai permasalahan belanja juga masuk dalam pembahasan. Enggak sembarangan nih, Guys! Allah Swt. langsung berikan panduan untuk kita dlm perkara ini.
*_”Janganlah kalian berbuat israf (menafkahkan harta di jalan kemaksiatan) krn Allah tidak menyukai orang-orang yg berbuat israf.”_ (QS. al-An’am [6]: 141)*

Nah, jelas banget kan ya! Meskipun harta itu ada dalam genggaman kita, bukan berarti kita bebas mau pakai buat apa saja. Batasannya sudah sangat jelas dlm firman Allah Swt. Bahwa kita dilarang membelanjakan harta dlm kemaksiatan.

Karena hakikatnya, harta yg  ada di kita itu hanyalah titipan, Guys. Hak milik tetap ada pada Allah Swt. sebagai Sang Penguasa alam semesta. So, dlm menggunakan harta kita harus dapat izin dari-Nya. Alias enggak boleh asal nyelonong aja beli-beli ini & itu. Catet!

Termasuk dalam kemaksiatan adalah menjadikan hawa nafsu dlm menghambur-hamburkan harta. Yaps, lebih kpd mengutamakan keinginan (nafsu) dari pd kebutuhan. Hayo ngaku, siapa yg begini? Kuy istigfar berjamaah! Nastagfirullah!

Tidak dipungkiri, sih! Bahwa saat ini godaan belanja itu sangat besar. Bukan hanya kaum emak-emak yang diserang tawaran menggiurkan. Kita para kalangan remaja pun tidak lepas dari bidikan para pembuat iklan.

Mulai dari produk yg unyu-unyu sampai tawaran diskon gila-gilaan, seringkali membuat kita kalap enggak karu-karuan. Pontang-panting cari aliran dana demi mendapatkan apa yg sedang diinginkan.

Tidak jarang manyun ke orang tua gara-gara enggak dapat barang incaran. Busyet bener deh tuh tukang iklan, tahu aja kalau saat ini kita selalu on di jagad persosmedan! Serbuan iklan berhamburan membutakan mata dan pikiran. Tepok jidat!

Kalau sudah sekacau ini, lantas bagaimana solusinya? Tenang, selalu ada solusi dalam Islam. Mari kita simak bersama pesan-pesan berikut ini. Cusss!

*Bedakan antara Kebutuhan dan Keinginan*

Dear #TemanSurga, ketahuilah bahwa Islam membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Disebut kebutuhan adalah ketika sesuatu itu tdk kita dapatkan maka akan menyebabkan kematian.

Apa saja yang termasuk kebutuhan?  Makanan, minuman, pakaian, & tempat tinggal merupakan kebutuhan bagi manusia. Demikian juga pendidikan, kesehatan, dan keamanan.

Nah, Islam memandang bahwa kebutuhan ini bersifat terbatas. Artinya, kita bisa menakar seberapa harta yg harus dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Misalnya seperti makan.

Lambung kita pasti memiliki keterbatasan dalam menampung makanan, kan? Begitu juga dg kebutuhan yang lainnya, memiliki sifat yg terbatas. Artinya, dlm memenuhi kebutuhan untuk hidup semestinya tidak perlu berfoya-foya.

Adapun yg memiliki sifat tidak terbatas itu adalah keinginan. Keinginan ini lebih cendrung kpd hawa nafsu. Seringkali berhasrat membeli sesuatu bukan karena butuh tetapi hanya sekadar ingin. Inilah yg menjadikan kita terpacu untuk berbudaya konsumtif.

Membeli apa saja yang terlihat. Istilahnya mah lapar mata. Akhirnya tanpa sadar telah berprilaku boros bahkan mubazir. Betul apa bener?

Lalu bagaimana agar kita bisa mengendalikan keinginan sehingga dpt menggunakan harta sesuai dg kebutuhan? 

Kita bisa memulainya dengan mendahulukan skala prioritas.

*Pertama*, membeli benda atau makanan hanya yg halal saja. Standar halal ini sudah harga mati, yes. tdk bisa ditawar-tawar lagi.

*Kedua*, pastikan barang atau makanan itu memang kita butuhkan. Sebelum membeli coba pikirkan terlebih dahulu. Jika berbentuk makanan maka timbang-timbang maslahatnya untuk tubuh.

Membawa maslahat atau mudharat. Jadi mengkonsumsi sesuatu bukan hanya sekadar enak atau kekinian semata, tetapi juga harus dipertimbangkan kebaikannya untuk tubuh. Sebab memasukkan makanan atau minuman sembarangan ke dalam tubuh adalah bentuk kedzaliman terhadap diri sendiri.

Jika yg akan kita beli dlm bentuk benda, kitapun harus jeli dalam memilihnya. Pastikan barang dlm kebaikan. Menjadi sarana untuk menunjang kebaikan masa depan  di dunia dan akhirat kita.

*Ketiga*, kendalikan diri dari budaya konsumtif dg selalu bersikap qonaah.  Yakni bersyukur dg apa yg sudah dimiliki. Tutup mata dari berbagai godaan iklan yg menggila. Dari pd stalking aneka promo & diskonan, lebih baik mata digunakan untuk mengulang pelajaran atau hafalan Al Qur’an. Cakep!

*Keempat*, jangan lelah untuk terus mengkaji Islam scr kaffah alias menyeluruh. Hal ini dipastikan mampu membentengi diri kita dari bisikan hawa nafsu setan. Sebab pemahaman ilmu Islam adalah senjata bagi kita untuk melawan derasnya arus kebebasan dlm kehidupan.

Memahami Islam secara keseluruhan artinya kita memiliki pegangan yg kokoh dalam menghadapi berbagai godaan. Insyaallah kita pun tdk akan hanyut terseret-seret tren yg tidak pernah ada habisnya. Yapz, kita menjadi pribadi yang memiliki prinsip hidup sekokoh karang. tidak tergoyahkan!

Dear remaja, semoga semakin semangat ya untuk bijak dalam mengelola finansialnya. Ingat, bahwa harta yg kita punya kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Pastikan bahwa harta kita bersumber dari yg halal dan dibelanjakan hanya untuk yg halal lagi kita butuhkan.

So, remaja melek finansial? Why not! Justru harus bin kudu![]

Kamis, 23 April 2020

Ramadhan Tiba, Kuy Kejar Surga!


Hallo #TemanSurga! Tidak terasa bulan Sya’ban akan segera pergi. Ramadhan Agung telah bersiap untuk hadir menyambangi. Gimana perasaanmu Guys?

Emang agak berbeda ya di tahun ini. Bagaimanapun, bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Jujur, kehadiran Ramadhan selalu kita nanti-nanti. Limpahan berkah dan rahmat Allah Swt.. menjadi alasannya. Senang ketika Ramadhan akan bertandang? Pasti!

Namun di sisi lain, kali ini kita dihadapkan pada situasi dan kondisi yang 180 derajat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ramadhan tahun ini, kita diminta tidak boleh ada hiruk-pikuk. Semuanya cukup merayakan suka cita dengan di rumah aja. nyesek enggak, sih? Banget!

Tapi kita kudu tetap yakin bahwa ini semua adalah ketetapan dari Allah Swt. Sebagai generasi smart with islam, kita udah paham banget bahwa jika datangnya dari Allah Swt. semua urusan itu baik. Karenanya, tidak ada yang sia-sia dalam urusan orang beriman. Ditimpa kesenangan ia bersyukur dan ketika dilanda kesusahan ia bersabar. Dua-duanya baik. Dapat pahala.

Termasuk dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum juga usai menjelang Ramadhan ini. Kita wajib bersabar karenanya. Juga, harus bersyukur karena masih diberi sehat hingga detik ini. Tinggal banyakin merengek ke Allah Swt. agar usia kita sampai di bulan yang mulia. Bertemu dengan bulan yang dirindu, Ramadhan Karim.

So, bukan saatnya lagi buang-buang waktu ya Guys. Buang tuh mager. Campakkan halu. Singkirkan kesedihan. Kuy move on. Sambut Ramadhan yang mulia!

Persiapkan Diri, Sambut Bulan Suci

Dear #TemanSurga, bukan hanya ujian sekolah yang harus dipersiapkan! Kita juga mesti bersiap untuk menyambut datangnya bulan yang suci. Sepakat juga ya jika dikatakan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan istimewa? Nah, masak sih bulan yang mulia mau kita sambut biasa-biasa aja? Big No!

Super hero Baginda Nabi Muhammad Saw. sudah memberikan tutorial super komplit soal hal ini. Ya, amalan luar biasa untuk menyambut bulan yang istimewa. Amalan ini tentu saja harus kita ketahui untuk diteladani. Apa sajakah itu?

  1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas shalat

Nah, ini penting banget. Latihan buat kita agar tetap strong beribadah selama Ramadhan nanti terutama shalat. Ingat kalau di Ramadhan itu kita akan banyak melakukan aktivitas shalat. Karenanya, sebelum Ramadhan tiba kita harus sudah terbiasa memperbanyak shalat dan menjaga kualitasnya. Ini demi kebaikan kita  kok!

Insyaallah! Masih ada waktu, ayo mulai tambah deh kuantitas shalatnya. Jangan cukup hanya di shalat wajib. Rawatib, duha, witir dan tahajud mari mulai dibiasakan. Semangat!

  1. Berinterakasi dengan Al Qur’an

Ini adalah amalan kedua Rasulullah Saw.. ketika bersiap menyambut Ramadhan. Kita tahu, bahwa salah satu keistimewaan Ramadhan adalah diturunkannya kitab suci umat islam yakni Al Qur’an. Oleh karena itu, Nabi Muhammad Saw. selalu memperbanyak berinteraksi dengan Al Qur’an menjelang Ramadhan. Sehingga ketika Ramadhan tiba, aktivitas berlama-lama dengan Al Qur’an sudah menjadi kebiasaan. Asyik pakai banget, nih! Wajib copy paste!

  1. Memperbanyak Sedekah

Amalan yang tidak kalah penting dalam menyambut bulan suci Ramadhan adalah membiasakan sedekah. Hal ini pula yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Kenapa harus dilatih? Ya, agar kita terbiasa melakukannya. Kalau sudah biasa, maka tidak ada beban dalam menunaikannya. Minimal, rajin senyum. Senyum juga bagian dari sedekah, kan? Hehehe, enggak sepelit itu juga kali! #TemanSurga mah pada dermawan, insyaallah.

Catat Resolusimu!

Persiapan menyambut Ramadhan sudah dilakukan. Selanjutnya jangan lupa buat catatan. Resolusi apa yang mau dicapai selama Ramadhan, tulis!

“Kenapa sih mesti begitu? Ribet amat! Puasa ya puasa aja. Jalani apa adanya. Gitu aja kok repot!”

Hallo Guys, masih punya cita-cita masuk jannah? Tidak ada surga bagi hamba yang meremehkan amalnya. Semua harus optimal dan untuk itu butuh direncanakan. Persis! Buat rencana, eksekusi, dan evaluasi. Pilih mana, evaluasi diri sendiri mumpung masih di dunia atau nunggu nanti dievaluasi sama Allah Swt. pas udah di akhirat? Ingat, di akhirat mah enggak ada lagi kesempatan untuk nambah amal ya Guys, catet!

Yups jangan ditunda-tunda ya Guys!  Allah Swt. telah mewarning kita soal waktu. Jangan main-main dengannya. Karena waktu ibarat pedang. Salah mencengkramainya, kita akan binasa. Longgar dalam ketaatan, hati-hati karena pasti akan digantikan dengan kemaksiatan. Horor enggak, sih?!

”Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebaikan dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 1-3)

Dalam satu tahun hanya sekali Ramadhan datang. Waktu satu bulan itu sungguh sangatlah singkat. Namun di balik singkatnya waktu Ramadhan. Allah Swt. limpahkan keberkahan bagi orang yang beriman. Obral besar-besaran pakai banget.

Berbagai amal dilipat gandakankan pahalanya. Bahkan amal sunnahpun dihitung sebagai amal wajib di sisi Allah. Intinya, rugi besar bagi yang melewatkan Ramadhan begitu saja. Karena apa? Karena belum tentu berjumpa dengan Ramadhan di tahun berikutnya. Juga belum pasti amal kita di bulan-bulan lainnya peroleh banyak pahala. So, mumpung obral jangan diabaikan. Borong!

Nah, sebagai bentuk kesungguhan kita untuk berubah menjadi lebih baik, maka perlu banget nih untuk membuat resolusi. Jangan cuma dibayangin. Ambil pena, siapkan kertas kosong. Bila perlu pakai kertas origami yang warna-warni, yes! Kuy, tuliskan resolusimu selama nongkrong bareng Ramadhan satu bulan full. Apa aja daftarnya? Cekidot!

  1. Tadarus dan mengkhatamkan Al Qur’an

Buat target berapa kali khatam Al Qur’an selama Ramadhan. Eits, tidak sekadar khatam loh ya. Pastikan membaca Al Qur’an dengan tartil dan tadaburi maknanya. Agar apa yang kita baca betul-betul membekas dan menjadi petunjuk dalam kehidupan.

  1. Perbanyak sedekah

Salah satu sedekah yang bisa kita lakukan adalah memberikan bukaan bagi yang berpuasa. Meski hanya satu butir kurma, pahalanya bisa berlipat ganda, loh. Bahkan bisa setara dengan pahala orang yang berpuasa. Bagi para remaja muslimah yang lagi dapet, bisa banget mengamalkan amalan ini. Meski datang bulan, tetap bisa raup pahala di bulan Ramadhan. Mantap!

  1. Melaksanakan shalat tarawih

Sudah tau dong ya kalau shalat tarawih ini hanya ada di bulan Ramadhan? Oleh karena itu, pastikan aktivitas shalat tarawih ada dalam daftar resolusimu. Jangan sampai shalat yang hanya ada satu tahun sekali ini luput dari amalan harian selama Ramadhan. Bisa rugi besar kita! So, Catat ya!

  1. Melakukan Itikaf di Sepuluh Malam Terakhir

Jangan lupa masukkan amalan ini di daftar resolusimu. Sebab dikabarkan,  pada sepuluh malam terakhir ini pula akan ada satu malam yang istimewa. Yakni malam lailatul qadar. Baginda Nabi Saw. saja memburunya, lantas bagaimana dengan kita? Harus mengupayakannya ya Gusy, gas pol!

  1. Berdakwah

Dakwah adalah aktivitas agung nan mulia. Amalan yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul, juga para sahabat. Sebagai remaja Islam yang memiliki kepedulian tinggi, aktivitas dakwah ini tentu menjadi rutinitasnya. Apa lagi selama Ramadhan, amal ini tidak akan mungkin dilewatkan.

Tetap menebar cinta melalui dakwah. Jadikan beranda sosmed kita sebagai mimbar-mimbarnya. Suarakan semua hal tentang Islam dari sana. Sehingga rahmatan lil alaminnya Islam semakin dirundukan oleh siapa saja. semangat!

  1. Bertaubat

Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan. Maka jangan lupa agendakan Ramadhanmu untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh. Memohon ampunan Allah Swt. seraya mengharap ridha-Nya. Semoga peroleh keberkahan hidup di dunia dan di akhirat.

Gimana, Guys? Semoga semakin mantap menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan. Jangan berleha-leha, manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ramadhan tiba, kuy kejar Surga! Enggak pakai lama! Enggak pakai tunda! Segera![]


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Jumat, 17 April 2020

Ramadhan yang Kurindukan



Tak lama lagi, kita bakal berjumpa lagi dengan bulan suci Ramadhan. Bulan mulia yang ‘memaksa’ sebagian besar umat Islam untuk inget akherat. Soalnya di bulan-bulan laen, banyak dari kita yang pura-pura lupa dengan surga atau neraka. Asyik aja berlomba-lomba mengejar kesenangan dunia. Boro-boro inget ama pahala dan dosa. Ketutup sama hawa nafsu yang gak ada ujungnya.

Makanya beruntung banget kita masih bisa ketemuan lagi dengan bulan puasa ini. Jadi masih dikasih kesempatan untuk tobat. Atau minimal bisa mendongkrak kesadaran kita tentang akherat. Lantaran di bulan suci, geliat umat Islam menunjukkan tanda-tanda kehidupannya. Di dunia nyata, dunia maya, juga dalam dunia layar kaca. Segala hal yang berbau gaya hidup hedonis kudu rela dikarantina. Minggir!


Jangan Jadi Kaum Rebahan

Bulan Ramadhan selalu dinanti kehadirannya. Karena di bulan ini kita punya kesempatan guede banget untuk menambah tabungan pahala kita. Coba simak cuplikan khotbah Rasulullah SAW menjelang bulan Ramadhan yang diriwayatkan Imam Ali R.A.

“Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.

“Lalu Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib berdiri dan berkata: ‘Ya Rasulallah, amal apa yang paling utama di bulan ini.’ Rasul yang mulia menjawab, ‘Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT”

“Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rab-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan saum dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini.

“Wahai manusia! Barang siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, dia akan berhasil melewati shiraatalmustaqim, pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya dan membantunya di bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaannya di hari kiamat.

“Barang siapa yang menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murkanya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya di hari berjumpa dengan-Nya, dan barang siapa yang menyambungkan tali silaturahmi di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Dan barang siapa yang memutuskan silaturahmi di bulan ini, Allah akan memutuskan dia dari rahmat-Nya.

“Siapa yang melakukan salat sunat di bulan Ramadhan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa yang melakukan salat fardu, baginya ganjaran seperti 70 salat fardu di bulan yang lain. “Barang siapa yang memperbanyak salawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barang siapa yang pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama dengan mengkhatamkan Al-Quran di bulan-bulan yang lain.“Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkan-nya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonkanlah kepada Rab-mu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar mereka tidak pernah lagi menguasaimu.

Tuh kan, bener apa yang kita bilang. Banyak banget amal kebaikan yang berbuah pahala berlipat di bulan Ramadhan. Makanya sayang banget kalo kita cuman puasa kita dipake bengang-bengong gak ada kerjaan nunggu bedug magrib dipukul. Mentang-mentan liburan, banyak waktu untuk besantuy ria. Meskipun tidurnya orang puasa berpahala, tetep aja masih lebih baik ikut kajian Islam, tilawah qur’an, atau bersedekah. Jadi, jangan biarkan Ramadhan cuman berakhir di pelaminan, eh di pembaringan. Jauh-jauh deh dari komunitas kaum rebahan. Rugi!


Teladan Ramadhan Para Shahabat

Sebaik-baiknya teladan kita dalam berperilaku mulia, tentu Rasulullah saw dan para shahabat. Seperti yang mereka tunjukkan saat Ramadhan tiba. Para Shahabat sangat menanti kedatangan Ramadhan setiap tahunnya. Kerinduan mereka, bak calon pengantin menantikan hari pernikahannya. Begitu menggebu.

Nggak heran kalo ekspresi bahagia menyambut datangnya bulan mulia, ditunjukkan para shahabat sejak bulan Sya’ban. Diriwayatkan Anas bin Malik bahwa para sahabat Nabi saw jika melihat bulan sabit Sya’ban mereka serta merta meraih mushaf mereka dan membacanya. Kaum Muslimin mengeluarkan zakat harta mereka agar yang lemah menjadi kuat dan orang miskin mampu berpuasa di bulan Ramadhan. Para gubernur memanggil tawanan, barangsiapa yang mesti dihukum segera mereka dihukum atau dibebaskan. Para pedagang pun bergerak untuk melunasi apa yang menjadi tanggungannya dan meminta apa yang menjadi hak mereka. Sampai ketika mereka melihat bulan sabit Ramadhan segera mereka mandi dan i’tikaf.”

Ketika memasuki bulan Ramadhan, para Shahabat makin greget. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khatthab menyambutnya dengan menyalakan lampu-lampu penerang di masjid-masjid untuk ibadah dan membaca Al-Qur’an. Dan konon, Umar adalah orang pertama yang memberi penerangan di masjid-masjid. Sampai pada zaman Ali bin Abi Thalib. Di malam pertama bulan Ramadhan ia datang ke masjid dan mendapati masjid yang terang itu ia berkata, “Semoga Allah menerangi kuburmu wahai Ibnul Khatthab sebagaimana engkau terangi masjid-masjid Allah dengan Al-Qur’an.”

Sebagaimana Nabi saw, dalam bulan Ramadhan mereka meningkat kedermawanannya. Pada bulan agung ini mereka semakin rajin bersedekah. Mereka melakukan demikian karena meneladani Rasulullah SAW yang digambarkan Ibnu Abbas, “Beliau lebih dermawan di bulan Ramadhan melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, Muslim). Bentuk sedekah yang sering diberikan mereka di bulan Ramadhan ialah: memberi makan dan menyiapkan buka (ta`jil) bagi orang-orang yang berpuasa.

Sahabat semisal Abdullah bin Umar RA, setiap kali berbuka, beliau selalu menyertakan orang miskin dan anak yatim. Anda bisa membayangkan betapa besarnya sedekah mereka di bulan Ramadhan. Apa yang mereka lakukan terinspirasi dari hadits nabi yang menyatakan bahwa orang yang menyiapkannya, akan diberi ganjaran tanpa mengurangi ganjarannya sedikit pun (HR. Ahmad, Nasai).

Hal lain yang dilakukan sahabat ialah tadarus al-Qur`an. Pada momen agung ini, mereka bersungguh-sungguh dalam membaca al-Qur`an. Utsman bin Affan misalnya, menyelesaikan bacaan al-Qur`annya setiap hari sekali. Abdullah bin Amru bin `Ash mampu mengkhatamkan al-Qur`an seharian (walaupun diperintah Rasul minimal tiga hari). Ada yang mengkhatamkannya selama tiga malam sekali, ada yang tujuh malam sekali, sampai ada juga yang sepuluh malam sekali baru bisa khatam. Itu semua menggambarkan betapa semangatnya mereka dalam membaca al-Qur`an.

Di samping itu, mereka terbiasa duduk di masjid bakda shalat shubuh hingga terbit matahari. Mereka meneladani kebiasaan nabi duduk di masjid setelah subuh hingga matahari terbit (HR. Muslim). Di sisi lain, mereka juga tahu bahwa orang yang duduk di masjid pada waktu tersebut, ganjarannya bagaikan haji dan umrah secara sempurna (HR. Tirmidzi). Selanjutnya biasa dilanjutkan dengan ibadah lain seperti shalat Dhuha. Poll banget kegiatan harian Ramadhannya.

Persiapan Menjelang Ramadhan

Ramadhan udah di depan mata. Layaknya menyambut sang pujaan hati, tak ada salahnya kita persiapkan diri. Agar ramadhan kali ini lebih berarti. Biar kamu nggak bingung tanya sana-sini, berikut beberapa tips dari kami. Monggo!

Pertama, murnikan niat. Setiap amal ibadah, nggak akan punya nilai kalo ada noda dalam keiklhasan kita. Makanya hati-hati kalo dorongan kita berpuasa karena temen-temen juga puasa atau iming-iming door prize dari ortu di akhir Ramadhan. Padahal hanya yang berpuasa karena Allah swt saja yang dijanjikan pengampunan dosa. Rasul saw bersabda:

Barangsiapa shaum Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhary Muslim).

Kedua, sisihkan harta. Selagi masih dikasih uang jajan, bagus banget kalo kita sisihkan untuk Ramadhan ntar. Eit, jangan salah sangka ya. Uang simpanan itu bukan untuk berburu kuliner Ramadhan. Tapi untuk dilipatgandakan nilainya di hadapan Allah swt. Diantaranya dengan menyediakan ifthar alias makanan berbuka bagi yang berpuasa. Rasul saw bersabda:

“Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain.  Mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulallah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.’ Beliau berkata, ‘Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu…Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagak di mana ia tidak akan haus hingga masuk surga.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi)

Ketiga, jaga lisan dan perilaku kita. Kamu pasti bisa kalo cuman menahan lapar dan haus selama kurang lebih empat belas jam. Tapi jangan lupa kalo puasa juga mengharuskan kita untuk menahan hawa nafsu dalam perkataan maupun perbuatan. Terkadang puasa sih iya, tapi gosip jalan terus. Gaul bebas tanpa hambatan. Padahal gara-gara hawa nafsu itu, kita akan kehilangan pahala puasa kita. Rasul saw bersabda:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.” (HR Ahmad)

Keempat, mengkaji Islam. Amal tanpa ilmu, gak bermutu alias nggak bernilai.  Ilmu tanpa amal, cuman nyampe teori belaka. Dalam Islam, setiap amal kudu dibarengi ilmu dan setiap ilmu kudu diamalkan. Makanya, kita kudu punya ilmunya biar amalan di bulan Ramadhan bener-bener berbuah tiket surga di akherat kelak. Disinilah pentingnya kita ikut kajian Islam.

Nah teman surga, mumpung di bulan puasa, jangan sampe waktu terbuang percuma. Ikuti kajian ramadhan online yang saban hari digelar demi menimba ilmu. Luangkan untuk tilawah qur’an setiap waktu. Syukur-syukur bisa hatam 30 juz minimal satu kali selama Ramadhan.

Yang ini juga nggak boleh kelewat, shalat tarawih sebulan penuh. Dan tetep beraktivitas seperti biasa meski #dirumahaja. Semoga Allah swt memasukkan kita dalam golongan mukmin kuat yang dicintai-Nya. Amiin. Meski puasa, tetep perkasa dan selalu greget mengejar pahala. []


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg