Rabu, 28 September 2022
HIJABKU PELINDUNGKU
Jumat, 23 September 2022
REMAJA MERDEKA ITU...
KENALI SEKOLAHMU, KENALI MASA DEPANMU
Minggu, 14 Februari 2021
MARI BICARA CINTA
Hai, Dear! Boleh bantu jawab, seberapa penting sih ngobrol soal cinta? Penting banget atau penting aja? Atau bahkan enggak ada penting-pentingnya? Wah, jadi gaduh ya gara-gara si cinta. Ternyata banyak kubunya. Hehehe!
Ketika Allah Swt menciptakan sesuatu, maka sudah pasti ada hal penting di sana. Termasuk halnya dengan perkara cinta. Yapz, cinta adalah sebuah rasa yang Allah Swt cipta untuk kita. Artinya, penting banget bagi kita untuk membincangkannya. Agar apa? Agar kita tidak terjerembab dalam malpraktik cinta. So, jangan skip tulisan ini, ya. Baca dan resapi hingga titik terakhir. Siap, ya?!
Reminder Tentang Makna Cinta
Kalau remaja lagi bicara soal cinta, kira-kira apa yang jadi topiknya? Soal rasa deg-degan, berdebar, bahagia, merana, menderita, terluka, atau nestapa? Sepertinya semua rasa ada dalam cinta, ya kan? Memang aneh, tapi begitulah realitanya. Hihihii!
Tapi obrolan kali ini beda dong. Bukan membahas soal aneka rasa dalam cinta. Tetapi lebih istimewa dari sekadar rasa pastinya. Kali ini kita akan kembali mendudukkan makna cinta yang semestinya. Cinta yang sesuai fitrah. Sehingga hadirnya cinta bisa membawa berkah. Bukan sebaliknya.
Yapz, cinta adalah fitrah. Ia ada memang senngaja dicipta. Allah Swt yang menciptakannya. Sebagimana yang kita pahami, bahwa Allah Swt tidak pernah sia-sia dalam menciptakan segala sesuatunya. Termasuk juga soal cinta.
Cinta merupakan salah satu potensi naluri yang ada pada setiap manusia. Bukan tanpa sebab adanya cinta. Allah Swt hadirkan ia untuk menjaga kelestarian makhluk yang bernama manusia. Yapz, kita. Maka alaminya manusia yang saling jatuh cinta kemudian tidak mampu menjaga rasa akan menuju pada sebuah aktivitas yang bisa menyebabkan terjadinya kehamilan. Demikian fitrahnya.
Gimana, sudah tahu penyebab banyaknya remaja yang bablas alias hamil di luar pernikahan? Yapz, karena telah terjebak dalam pusaran malpraktik cinta. Salah kaprah alias keliru dalam mendudukkan cinta yang ada. Lantas bagaimana agar tidak salah memaknai cinta?
Agar Tidak Melakukan Malpraktik Cinta
Kenapa disebut malpraktik cinta? Ya, karena melakukan kesalahan dalam memperlakukan cinta. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan fatal. Bukan hanya kerugian di dunia, tetapi juga kecelakaan besar di akhirat. Serem, kan?
Nah jadi gimana agar tidak menjadi pelaku malpraktik cinta? Tidak ada cara lain, kecuali ikuti syarat dan ketentuan yang telah Allah Swt tetapkan. Apa sajakah syarat dan ketentuannya? Catat dan ingat baik-baik ya, Dear!
Pertama, ingat selalu bahwa cinta dicipta untuk menjaga keturunan. Artinya, rasa cinta hanya boleh diekspresikan dalam ikatan yang sah yakni pernikahan. Nah, kalau sudah kebelet mau mengekspresikan cinta, udah deh nikah aja! Inilah satu-satunya jalan agar cinta yang ada bisa menumbuhkan takwa. Berbuah pahala. Dan menjadi jalan untuk menuju surga. Masyaallah!
Lantas bagaimana kalau belum siap untuk menikah? Ok, kita geser ke syarat dan ketentuan yang kedua, ya. Jika belum siap menikah, maka jangan coba-coba bermain cinta. Simple banget, kan?!
”Simpel, sih. Tapi, cinta itu kan suka datang tiba-tiba. Gimana coba cara agar bisa menghindarinya? Susah!”
Susah bukan berarti enggak bisa loh ya. Terus, siapa bilang jika cinta itu datang begitu saja? Tidak mungkin itu. Harus dibenarkan dan diluruskan mindsetnya. Bahwa pasti ada yang mengundang kehadiran cinta, sehingga cinta itu datang bertandang. Betul apa betul?
Coba cek, macam-macam rasa yang ada di hati kita muncul begitu saja atau ada sebabnya? Pasti ada sebab, kan? Yapz, karena memang perasaan kita sangat dipengaruhi oleh faktor rangsangan dari luar. Tidak terkecuali juga dengan rasa cinta. Harus ada suatu penampakan maka rasa itu akan mendera.
Dalam bentuk apa kira-kira penampakan yang dimaksud? Macam-macam modusnya. Bisa stalking akun si doi. Atau bahkan chatingan setiap hari. Bisa juga keseringan ngobrol tanpa batasan. Hangout bareng. Bahkan juga modus belajar bareng. Ada juga pakai modus adek kakak-an. Ini semua bisa menjadi pintu gerbang masuknya bucin yang meresahkan. Waspadalah!”
Kalau misal enggak pernah ketemuan bagaimana? Cuma komitmenan doang gitu. Enggak ngapa-ngapain. Cuma ngobrol lewat chat tanpa pernah sekalipun bertemu. Boleh?”
Kalau enggak ngapa-ngapain ya kenapa mesti chatingan tiada bertepi Zeyeng? Coba berhenti chatingannya, ngaruh enggak tu ke perasaan? Pasti ngaruh, kan? Ngaku aja! Udah deh, intinya setiap adanya interaksi antara lawan jenis maka wajib hati-hati. Karena apa? Karena hal ini bisa menyebabkan rasa nyeri di dalam dada. Alias jatuh cinta.
Kalau sudah terlanjur jatuh, maka pasti tidak akan mudah untuk bangkit. Maka baiknya jangan deh jatuh cinta, tetapi pilihlah untuk bangun cinta. Emang bisa? Bisa dong!
Membangun Cinta
Ingat, bahwa rasa cinta adalah fitrah. Adanya rasa ini sebenarnya tidak salah. Penyebab salah atau benarnya cinta itu terletak pada perbuatan kita sebagai hamba. Ya, bagaimana cara kita mengekspresikan rasa cinta yang ada. Amal inilah yang menyebabkan munculnya dosa atau pahala.
Jika cinta bisa mendatangkan dosa, bisa juga mendatangkan pahala, maka baiknya kita memilih yang mana? So pasti memlih yang mendatangkan pahala dong, ya?! Ya, balik lagi bahwa kita adalah muslim. Sebagai orang yang beriman tentu kita inginkan pahala sebagai tiket untuk bisa sampai ke surga. Sepakat, ya?!
Nah, agar urusan cinta bisa mendatangkan pahala maka pastikan kitalah yang membangunnya, jadi bukan justru jatuh di dalamnya. Bagaimana caranya?
Pertama, ingatlah selalu bahwa ada Sang Pemilik Cinta yang berkuasa atas cinta itu sendiri. Dialah Allah Swt. Karena Allah Swt sebagai Sang Pemilik Cinta, maka Dia memiliki seperangkat aturan bagaimana cinta itu harus diperlakukan. Maka jangan sekali-kali melanggarnya.
Kedua, harus dipahami bahwa bicara cinta sebenarnya bukan hanya soal hubungan khusus antara lawan jenis. Cinta juga mencakup kepada hubungan keluarga. Orang tua ke anak. Anak ke orang tua. Kakak ke adik. Adik ke kakak. Begitu seterusnya. Sudahkah cinta pada keluarga ini dipupuk dan dirawat? Serius, cinta ini akan mendatangkan banyak pahala, loh! Jangan sia-siakan!
Ketiga, jika memang mulai muncul rasa cinta pada lawan jenis sedangkan diri belum siap menikah maka patuhi rambu-rambu syariatnya. Apa saja? Jaga jarak sejauh mungkin. Skip semua pintu interaksi dengan si doi. Sekecil apapun pintunya, tutup! Hapus, kubur, lenyapkan apapun tentang dirinya. Jika sudah beres, maka alihkan segenap pikiran kepada hal lain yang positif lagi menyibukkan dalam kebaikan. Contohnya? Gabung dengan komunitas remaja Islam. Mengkaji Islam secara kaffah. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Belajar, beramal, dan dakwahkan. Keren banget kan?!
Insyaallah, jika ini semua dilakukan dengan ikhlas semata karena Allah Swt dan ditempuh dengan cara sesuai dengan syariat-Nya pasti berkah. Kita aka sukses membangun cinta di atas rida-Nya. Cinta hanya pada keluarga, sahabat taat, dan juga pada pasangan yang halal dalam pandangan-Nya. Inilah bangunan cinta yang akan menaungi kita sampai ke Surga. So, mau jatuh cinta atau bangun cinta? Jangan sampai salah pilih, loh ya! Sip![]
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Jumat, 17 Juli 2020
Remaja Melek Finansial, Why Not!
**
Pandemi corona masih bertahan. Sekolah pun kembali resmi diliburkan. Praktis, hampir semua kegiatan dialihkan ke dunia dalam jaringan. Maka rebahan menjadi posisi ternikmat dalam menjalani hari-hari yg tidak biasa ini.
Ngusap-ngusap layar hp udah melebihi jadwal minum obat. Over dosis deh rasanya. Ada yg samaan?
Belum lagi godaan saat berselancar di samudera persosmedan. Bbeeeh! Banyak iklan berseliweran. Segala rupa penawaran terpampang nyata di beranda. Dari mulai cemilan, aksesoris hp, fashion, dan aneka barang menggiurkan lainnya berlenggak-lenggok minta perhatian.
Huh! Sering deh khilaf klik ”Beli sekarang”. Padahal setelah dipikir-pikir, apa yang dipesan itu hanya keinginan bukan kebutuhan. Ada yg begitu juga? Hiks!
Fix, Dear! Kita para remaja harus melek finansial agar hidup lebih bijak dalam memperhitungkan nominal. Ingat, dalam persoalan harta ini kelak kita akan ditanya ”dari mana” & ”untuk apa”. Bukan kaleng-kaleng nih, Guys. Kalau sudah menyangkut pahala dan dosa, enggak ada kata santuy untuk kita. Sepakat!
*Sumber Penghasilan Remaja*
Biarpun masih remaja & berstatus siswa sejatinya kita sudah memiliki sumber penghasilan loh, Guys. Yapz, sebab kepemilikan harta di dalam Islam itu bukan sekadar dari bekerja.
Tanpa bekerja pun, seseorang bisa peroleh harta. Dari mana? Salah satunya adalah dari pemberian. Nah, coba dihitung sudah berapa jumlah rupiah yg orang tua berikan untuk kita? Dijamin bakal kesulitan deh menghitungnya. Enggak terhitung, kan?
Eh, tapi, sebagai remaja kita juga sangat bisa kok bekerja untuk menghasilkan uang. Di zaman serba digital seperti saat ini, rasanya banyak cara untuk bisa menghasilkan uang. secara mandiri kita bisa berjualan apa saja secara online.
Minimal untuk kalangan teman sekitar dulu. Eits, tapi tetap harus patuhi protokol loh, ya. Hanya menjual sesuatu yg halal. Aaasiap!
Apa sih pentingnya ngomongin sumber penghasilan bagi remaja? Jelas sangat penting, Guys. Sebab kita adalah seorang muslim dan semua urusan itu tidak ada yang sia-sia. Semuanya penting di dalam Islam.
Apalagi masalah harta, penting banget untuk diobrolin. Seperti yang sudah kita singgung di awal tadi, soal harta ini berat hisabnya. Nah, loh!
Dear #TemanSurga, rasa syukur akan muncul dengan mengetahui dari mana sumber harta yang kita miliki. Jika syukur itu sudah bertabur di hati, maka kita tdk akan sembarangan lagi dlm memperoleh & membelanjakan harta.
Kita akan mudah mendeteksi dari mana dan untuk apa harta yang kita punya. Kita akan berjuang untuk mendapatkan harta yang halal. Juga membelanjakannya untuk apa-apa yg diridai Allah Swt. Begitulah rasa syukur, mendekatkan kita kpd takwa. Masyaallah!
Jadi, meskipun sumber penghasilan kita baru dari orang tua saja, kita juga tetap harus memastikan bahwa itu halal. Artinya, kita benar-benar menerima pemberian itu dari org tua. bukan mengambil sendiri tanpa izin. Uppss, ini namanya mencuri ya, Guys!
Jangan dilakukan meskipun itu milik org tua kita sendiri. Mencuri tetaplah mencuri dan dia haram hukumnya. Harta yg didapat dari mencuri pun menjadi haram & haram pula dibelanjakan untuk apapun.
Tahukan konsekuensi haram? Yaps, haram sama dengan dosa, dosa sama dg neraka. Ampun, dah! Amit-amit!
Nah, sudah tergambar kan kenapa penting ngomongin sumber penghasilan bagi remaja? Yes, agar kita paham dan memastikan bahwa uang yg kita pakai untuk beli cilok itu adalah uang yg halal.
Sehingga tubuh kita tumbuh tanpa terpapar sedikitpun keharaman. Alhasil, belajar jadi berkah. Ibadah terasa mudah. Hidup di dunia terasa indah. Mati dg gelar husnul khatimah. Di akhirat mendapat Jannah. Omo!
*Prinsip dalam Membelanjakan Harta*
Setelah tahu dari mana sumber harta yang kita punya, selanjutnya adalah cari tahu bagaimana cara membelanjakannya. Bener banget, Dear! Islam memang super keren dengan seperangkat aturan yang telah Allah Swt tetapkan.
Begitu detailnya, sampai permasalahan belanja juga masuk dalam pembahasan. Enggak sembarangan nih, Guys! Allah Swt. langsung berikan panduan untuk kita dlm perkara ini.
*_”Janganlah kalian berbuat israf (menafkahkan harta di jalan kemaksiatan) krn Allah tidak menyukai orang-orang yg berbuat israf.”_ (QS. al-An’am [6]: 141)*
Nah, jelas banget kan ya! Meskipun harta itu ada dalam genggaman kita, bukan berarti kita bebas mau pakai buat apa saja. Batasannya sudah sangat jelas dlm firman Allah Swt. Bahwa kita dilarang membelanjakan harta dlm kemaksiatan.
Karena hakikatnya, harta yg ada di kita itu hanyalah titipan, Guys. Hak milik tetap ada pada Allah Swt. sebagai Sang Penguasa alam semesta. So, dlm menggunakan harta kita harus dapat izin dari-Nya. Alias enggak boleh asal nyelonong aja beli-beli ini & itu. Catet!
Termasuk dalam kemaksiatan adalah menjadikan hawa nafsu dlm menghambur-hamburkan harta. Yaps, lebih kpd mengutamakan keinginan (nafsu) dari pd kebutuhan. Hayo ngaku, siapa yg begini? Kuy istigfar berjamaah! Nastagfirullah!
Tidak dipungkiri, sih! Bahwa saat ini godaan belanja itu sangat besar. Bukan hanya kaum emak-emak yang diserang tawaran menggiurkan. Kita para kalangan remaja pun tidak lepas dari bidikan para pembuat iklan.
Mulai dari produk yg unyu-unyu sampai tawaran diskon gila-gilaan, seringkali membuat kita kalap enggak karu-karuan. Pontang-panting cari aliran dana demi mendapatkan apa yg sedang diinginkan.
Tidak jarang manyun ke orang tua gara-gara enggak dapat barang incaran. Busyet bener deh tuh tukang iklan, tahu aja kalau saat ini kita selalu on di jagad persosmedan! Serbuan iklan berhamburan membutakan mata dan pikiran. Tepok jidat!
Kalau sudah sekacau ini, lantas bagaimana solusinya? Tenang, selalu ada solusi dalam Islam. Mari kita simak bersama pesan-pesan berikut ini. Cusss!
*Bedakan antara Kebutuhan dan Keinginan*
Dear #TemanSurga, ketahuilah bahwa Islam membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Disebut kebutuhan adalah ketika sesuatu itu tdk kita dapatkan maka akan menyebabkan kematian.
Apa saja yang termasuk kebutuhan? Makanan, minuman, pakaian, & tempat tinggal merupakan kebutuhan bagi manusia. Demikian juga pendidikan, kesehatan, dan keamanan.
Nah, Islam memandang bahwa kebutuhan ini bersifat terbatas. Artinya, kita bisa menakar seberapa harta yg harus dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Misalnya seperti makan.
Lambung kita pasti memiliki keterbatasan dalam menampung makanan, kan? Begitu juga dg kebutuhan yang lainnya, memiliki sifat yg terbatas. Artinya, dlm memenuhi kebutuhan untuk hidup semestinya tidak perlu berfoya-foya.
Adapun yg memiliki sifat tidak terbatas itu adalah keinginan. Keinginan ini lebih cendrung kpd hawa nafsu. Seringkali berhasrat membeli sesuatu bukan karena butuh tetapi hanya sekadar ingin. Inilah yg menjadikan kita terpacu untuk berbudaya konsumtif.
Membeli apa saja yang terlihat. Istilahnya mah lapar mata. Akhirnya tanpa sadar telah berprilaku boros bahkan mubazir. Betul apa bener?
Lalu bagaimana agar kita bisa mengendalikan keinginan sehingga dpt menggunakan harta sesuai dg kebutuhan?
Kita bisa memulainya dengan mendahulukan skala prioritas.
*Pertama*, membeli benda atau makanan hanya yg halal saja. Standar halal ini sudah harga mati, yes. tdk bisa ditawar-tawar lagi.
*Kedua*, pastikan barang atau makanan itu memang kita butuhkan. Sebelum membeli coba pikirkan terlebih dahulu. Jika berbentuk makanan maka timbang-timbang maslahatnya untuk tubuh.
Membawa maslahat atau mudharat. Jadi mengkonsumsi sesuatu bukan hanya sekadar enak atau kekinian semata, tetapi juga harus dipertimbangkan kebaikannya untuk tubuh. Sebab memasukkan makanan atau minuman sembarangan ke dalam tubuh adalah bentuk kedzaliman terhadap diri sendiri.
Jika yg akan kita beli dlm bentuk benda, kitapun harus jeli dalam memilihnya. Pastikan barang dlm kebaikan. Menjadi sarana untuk menunjang kebaikan masa depan di dunia dan akhirat kita.
*Ketiga*, kendalikan diri dari budaya konsumtif dg selalu bersikap qonaah. Yakni bersyukur dg apa yg sudah dimiliki. Tutup mata dari berbagai godaan iklan yg menggila. Dari pd stalking aneka promo & diskonan, lebih baik mata digunakan untuk mengulang pelajaran atau hafalan Al Qur’an. Cakep!
*Keempat*, jangan lelah untuk terus mengkaji Islam scr kaffah alias menyeluruh. Hal ini dipastikan mampu membentengi diri kita dari bisikan hawa nafsu setan. Sebab pemahaman ilmu Islam adalah senjata bagi kita untuk melawan derasnya arus kebebasan dlm kehidupan.
Memahami Islam secara keseluruhan artinya kita memiliki pegangan yg kokoh dalam menghadapi berbagai godaan. Insyaallah kita pun tdk akan hanyut terseret-seret tren yg tidak pernah ada habisnya. Yapz, kita menjadi pribadi yang memiliki prinsip hidup sekokoh karang. tidak tergoyahkan!
Dear remaja, semoga semakin semangat ya untuk bijak dalam mengelola finansialnya. Ingat, bahwa harta yg kita punya kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Pastikan bahwa harta kita bersumber dari yg halal dan dibelanjakan hanya untuk yg halal lagi kita butuhkan.
So, remaja melek finansial? Why not! Justru harus bin kudu![]
Kamis, 23 April 2020
Ramadhan Tiba, Kuy Kejar Surga!
Hallo #TemanSurga! Tidak terasa bulan Sya’ban akan segera pergi. Ramadhan Agung telah bersiap untuk hadir menyambangi. Gimana perasaanmu Guys?
Emang agak berbeda ya di tahun ini. Bagaimanapun, bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Jujur, kehadiran Ramadhan selalu kita nanti-nanti. Limpahan berkah dan rahmat Allah Swt.. menjadi alasannya. Senang ketika Ramadhan akan bertandang? Pasti!
Namun di sisi lain, kali ini kita dihadapkan pada situasi dan kondisi yang 180 derajat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ramadhan tahun ini, kita diminta tidak boleh ada hiruk-pikuk. Semuanya cukup merayakan suka cita dengan di rumah aja. nyesek enggak, sih? Banget!
Tapi kita kudu tetap yakin bahwa ini semua adalah ketetapan dari Allah Swt. Sebagai generasi smart with islam, kita udah paham banget bahwa jika datangnya dari Allah Swt. semua urusan itu baik. Karenanya, tidak ada yang sia-sia dalam urusan orang beriman. Ditimpa kesenangan ia bersyukur dan ketika dilanda kesusahan ia bersabar. Dua-duanya baik. Dapat pahala.
Termasuk dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum juga usai menjelang Ramadhan ini. Kita wajib bersabar karenanya. Juga, harus bersyukur karena masih diberi sehat hingga detik ini. Tinggal banyakin merengek ke Allah Swt. agar usia kita sampai di bulan yang mulia. Bertemu dengan bulan yang dirindu, Ramadhan Karim.
So, bukan saatnya lagi buang-buang waktu ya Guys. Buang tuh mager. Campakkan halu. Singkirkan kesedihan. Kuy move on. Sambut Ramadhan yang mulia!
Persiapkan Diri, Sambut Bulan Suci
Dear #TemanSurga, bukan hanya ujian sekolah yang harus dipersiapkan! Kita juga mesti bersiap untuk menyambut datangnya bulan yang suci. Sepakat juga ya jika dikatakan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan istimewa? Nah, masak sih bulan yang mulia mau kita sambut biasa-biasa aja? Big No!
Super hero Baginda Nabi Muhammad Saw. sudah memberikan tutorial super komplit soal hal ini. Ya, amalan luar biasa untuk menyambut bulan yang istimewa. Amalan ini tentu saja harus kita ketahui untuk diteladani. Apa sajakah itu?
- Meningkatkan kuantitas dan kualitas shalat
Nah, ini penting banget. Latihan buat kita agar tetap strong beribadah selama Ramadhan nanti terutama shalat. Ingat kalau di Ramadhan itu kita akan banyak melakukan aktivitas shalat. Karenanya, sebelum Ramadhan tiba kita harus sudah terbiasa memperbanyak shalat dan menjaga kualitasnya. Ini demi kebaikan kita kok!
Insyaallah! Masih ada waktu, ayo mulai tambah deh kuantitas shalatnya. Jangan cukup hanya di shalat wajib. Rawatib, duha, witir dan tahajud mari mulai dibiasakan. Semangat!
- Berinterakasi dengan Al Qur’an
Ini adalah amalan kedua Rasulullah Saw.. ketika bersiap menyambut Ramadhan. Kita tahu, bahwa salah satu keistimewaan Ramadhan adalah diturunkannya kitab suci umat islam yakni Al Qur’an. Oleh karena itu, Nabi Muhammad Saw. selalu memperbanyak berinteraksi dengan Al Qur’an menjelang Ramadhan. Sehingga ketika Ramadhan tiba, aktivitas berlama-lama dengan Al Qur’an sudah menjadi kebiasaan. Asyik pakai banget, nih! Wajib copy paste!
- Memperbanyak Sedekah
Amalan yang tidak kalah penting dalam menyambut bulan suci Ramadhan adalah membiasakan sedekah. Hal ini pula yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Kenapa harus dilatih? Ya, agar kita terbiasa melakukannya. Kalau sudah biasa, maka tidak ada beban dalam menunaikannya. Minimal, rajin senyum. Senyum juga bagian dari sedekah, kan? Hehehe, enggak sepelit itu juga kali! #TemanSurga mah pada dermawan, insyaallah.
Catat Resolusimu!
Persiapan menyambut Ramadhan sudah dilakukan. Selanjutnya jangan lupa buat catatan. Resolusi apa yang mau dicapai selama Ramadhan, tulis!
“Kenapa sih mesti begitu? Ribet amat! Puasa ya puasa aja. Jalani apa adanya. Gitu aja kok repot!”
Hallo Guys, masih punya cita-cita masuk jannah? Tidak ada surga bagi hamba yang meremehkan amalnya. Semua harus optimal dan untuk itu butuh direncanakan. Persis! Buat rencana, eksekusi, dan evaluasi. Pilih mana, evaluasi diri sendiri mumpung masih di dunia atau nunggu nanti dievaluasi sama Allah Swt. pas udah di akhirat? Ingat, di akhirat mah enggak ada lagi kesempatan untuk nambah amal ya Guys, catet!
Yups jangan ditunda-tunda ya Guys! Allah Swt. telah mewarning kita soal waktu. Jangan main-main dengannya. Karena waktu ibarat pedang. Salah mencengkramainya, kita akan binasa. Longgar dalam ketaatan, hati-hati karena pasti akan digantikan dengan kemaksiatan. Horor enggak, sih?!
”Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebaikan dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 1-3)
Dalam satu tahun hanya sekali Ramadhan datang. Waktu satu bulan itu sungguh sangatlah singkat. Namun di balik singkatnya waktu Ramadhan. Allah Swt. limpahkan keberkahan bagi orang yang beriman. Obral besar-besaran pakai banget.
Berbagai amal dilipat gandakankan pahalanya. Bahkan amal sunnahpun dihitung sebagai amal wajib di sisi Allah. Intinya, rugi besar bagi yang melewatkan Ramadhan begitu saja. Karena apa? Karena belum tentu berjumpa dengan Ramadhan di tahun berikutnya. Juga belum pasti amal kita di bulan-bulan lainnya peroleh banyak pahala. So, mumpung obral jangan diabaikan. Borong!
Nah, sebagai bentuk kesungguhan kita untuk berubah menjadi lebih baik, maka perlu banget nih untuk membuat resolusi. Jangan cuma dibayangin. Ambil pena, siapkan kertas kosong. Bila perlu pakai kertas origami yang warna-warni, yes! Kuy, tuliskan resolusimu selama nongkrong bareng Ramadhan satu bulan full. Apa aja daftarnya? Cekidot!
- Tadarus dan mengkhatamkan Al Qur’an
Buat target berapa kali khatam Al Qur’an selama Ramadhan. Eits, tidak sekadar khatam loh ya. Pastikan membaca Al Qur’an dengan tartil dan tadaburi maknanya. Agar apa yang kita baca betul-betul membekas dan menjadi petunjuk dalam kehidupan.
- Perbanyak sedekah
Salah satu sedekah yang bisa kita lakukan adalah memberikan bukaan bagi yang berpuasa. Meski hanya satu butir kurma, pahalanya bisa berlipat ganda, loh. Bahkan bisa setara dengan pahala orang yang berpuasa. Bagi para remaja muslimah yang lagi dapet, bisa banget mengamalkan amalan ini. Meski datang bulan, tetap bisa raup pahala di bulan Ramadhan. Mantap!
- Melaksanakan shalat tarawih
Sudah tau dong ya kalau shalat tarawih ini hanya ada di bulan Ramadhan? Oleh karena itu, pastikan aktivitas shalat tarawih ada dalam daftar resolusimu. Jangan sampai shalat yang hanya ada satu tahun sekali ini luput dari amalan harian selama Ramadhan. Bisa rugi besar kita! So, Catat ya!
- Melakukan Itikaf di Sepuluh Malam Terakhir
Jangan lupa masukkan amalan ini di daftar resolusimu. Sebab dikabarkan, pada sepuluh malam terakhir ini pula akan ada satu malam yang istimewa. Yakni malam lailatul qadar. Baginda Nabi Saw. saja memburunya, lantas bagaimana dengan kita? Harus mengupayakannya ya Gusy, gas pol!
- Berdakwah
Dakwah adalah aktivitas agung nan mulia. Amalan yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul, juga para sahabat. Sebagai remaja Islam yang memiliki kepedulian tinggi, aktivitas dakwah ini tentu menjadi rutinitasnya. Apa lagi selama Ramadhan, amal ini tidak akan mungkin dilewatkan.
Tetap menebar cinta melalui dakwah. Jadikan beranda sosmed kita sebagai mimbar-mimbarnya. Suarakan semua hal tentang Islam dari sana. Sehingga rahmatan lil alaminnya Islam semakin dirundukan oleh siapa saja. semangat!
- Bertaubat
Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan. Maka jangan lupa agendakan Ramadhanmu untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh. Memohon ampunan Allah Swt. seraya mengharap ridha-Nya. Semoga peroleh keberkahan hidup di dunia dan di akhirat.
Gimana, Guys? Semoga semakin mantap menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan. Jangan berleha-leha, manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ramadhan tiba, kuy kejar Surga! Enggak pakai lama! Enggak pakai tunda! Segera![]
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Jumat, 17 April 2020
Ramadhan yang Kurindukan
Tak lama lagi, kita bakal berjumpa lagi dengan bulan suci Ramadhan. Bulan mulia yang ‘memaksa’ sebagian besar umat Islam untuk inget akherat. Soalnya di bulan-bulan laen, banyak dari kita yang pura-pura lupa dengan surga atau neraka. Asyik aja berlomba-lomba mengejar kesenangan dunia. Boro-boro inget ama pahala dan dosa. Ketutup sama hawa nafsu yang gak ada ujungnya.
Makanya beruntung banget kita masih bisa ketemuan lagi dengan bulan puasa ini. Jadi masih dikasih kesempatan untuk tobat. Atau minimal bisa mendongkrak kesadaran kita tentang akherat. Lantaran di bulan suci, geliat umat Islam menunjukkan tanda-tanda kehidupannya. Di dunia nyata, dunia maya, juga dalam dunia layar kaca. Segala hal yang berbau gaya hidup hedonis kudu rela dikarantina. Minggir!
Jangan Jadi Kaum Rebahan
Bulan Ramadhan selalu dinanti kehadirannya. Karena di bulan ini kita punya kesempatan guede banget untuk menambah tabungan pahala kita. Coba simak cuplikan khotbah Rasulullah SAW menjelang bulan Ramadhan yang diriwayatkan Imam Ali R.A.
“Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.
“Lalu Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib berdiri dan berkata: ‘Ya Rasulallah, amal apa yang paling utama di bulan ini.’ Rasul yang mulia menjawab, ‘Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT”
“Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rab-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan saum dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini.
“Wahai manusia! Barang siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, dia akan berhasil melewati shiraatalmustaqim, pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya dan membantunya di bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaannya di hari kiamat.
“Barang siapa yang menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murkanya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya di hari berjumpa dengan-Nya, dan barang siapa yang menyambungkan tali silaturahmi di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Dan barang siapa yang memutuskan silaturahmi di bulan ini, Allah akan memutuskan dia dari rahmat-Nya.
“Siapa yang melakukan salat sunat di bulan Ramadhan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa yang melakukan salat fardu, baginya ganjaran seperti 70 salat fardu di bulan yang lain. “Barang siapa yang memperbanyak salawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barang siapa yang pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama dengan mengkhatamkan Al-Quran di bulan-bulan yang lain.“Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkan-nya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonkanlah kepada Rab-mu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar mereka tidak pernah lagi menguasaimu.
Tuh kan, bener apa yang kita bilang. Banyak banget amal kebaikan yang berbuah pahala berlipat di bulan Ramadhan. Makanya sayang banget kalo kita cuman puasa kita dipake bengang-bengong gak ada kerjaan nunggu bedug magrib dipukul. Mentang-mentan liburan, banyak waktu untuk besantuy ria. Meskipun tidurnya orang puasa berpahala, tetep aja masih lebih baik ikut kajian Islam, tilawah qur’an, atau bersedekah. Jadi, jangan biarkan Ramadhan cuman berakhir di pelaminan, eh di pembaringan. Jauh-jauh deh dari komunitas kaum rebahan. Rugi!
Teladan Ramadhan Para Shahabat
Sebaik-baiknya teladan kita dalam berperilaku mulia, tentu Rasulullah saw dan para shahabat. Seperti yang mereka tunjukkan saat Ramadhan tiba. Para Shahabat sangat menanti kedatangan Ramadhan setiap tahunnya. Kerinduan mereka, bak calon pengantin menantikan hari pernikahannya. Begitu menggebu.
Nggak heran kalo ekspresi bahagia menyambut datangnya bulan mulia, ditunjukkan para shahabat sejak bulan Sya’ban. Diriwayatkan Anas bin Malik bahwa para sahabat Nabi saw jika melihat bulan sabit Sya’ban mereka serta merta meraih mushaf mereka dan membacanya. Kaum Muslimin mengeluarkan zakat harta mereka agar yang lemah menjadi kuat dan orang miskin mampu berpuasa di bulan Ramadhan. Para gubernur memanggil tawanan, barangsiapa yang mesti dihukum segera mereka dihukum atau dibebaskan. Para pedagang pun bergerak untuk melunasi apa yang menjadi tanggungannya dan meminta apa yang menjadi hak mereka. Sampai ketika mereka melihat bulan sabit Ramadhan segera mereka mandi dan i’tikaf.”
Ketika memasuki bulan Ramadhan, para Shahabat makin greget. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khatthab menyambutnya dengan menyalakan lampu-lampu penerang di masjid-masjid untuk ibadah dan membaca Al-Qur’an. Dan konon, Umar adalah orang pertama yang memberi penerangan di masjid-masjid. Sampai pada zaman Ali bin Abi Thalib. Di malam pertama bulan Ramadhan ia datang ke masjid dan mendapati masjid yang terang itu ia berkata, “Semoga Allah menerangi kuburmu wahai Ibnul Khatthab sebagaimana engkau terangi masjid-masjid Allah dengan Al-Qur’an.”
Sebagaimana Nabi saw, dalam bulan Ramadhan mereka meningkat kedermawanannya. Pada bulan agung ini mereka semakin rajin bersedekah. Mereka melakukan demikian karena meneladani Rasulullah SAW yang digambarkan Ibnu Abbas, “Beliau lebih dermawan di bulan Ramadhan melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, Muslim). Bentuk sedekah yang sering diberikan mereka di bulan Ramadhan ialah: memberi makan dan menyiapkan buka (ta`jil) bagi orang-orang yang berpuasa.
Sahabat semisal Abdullah bin Umar RA, setiap kali berbuka, beliau selalu menyertakan orang miskin dan anak yatim. Anda bisa membayangkan betapa besarnya sedekah mereka di bulan Ramadhan. Apa yang mereka lakukan terinspirasi dari hadits nabi yang menyatakan bahwa orang yang menyiapkannya, akan diberi ganjaran tanpa mengurangi ganjarannya sedikit pun (HR. Ahmad, Nasai).
Hal lain yang dilakukan sahabat ialah tadarus al-Qur`an. Pada momen agung ini, mereka bersungguh-sungguh dalam membaca al-Qur`an. Utsman bin Affan misalnya, menyelesaikan bacaan al-Qur`annya setiap hari sekali. Abdullah bin Amru bin `Ash mampu mengkhatamkan al-Qur`an seharian (walaupun diperintah Rasul minimal tiga hari). Ada yang mengkhatamkannya selama tiga malam sekali, ada yang tujuh malam sekali, sampai ada juga yang sepuluh malam sekali baru bisa khatam. Itu semua menggambarkan betapa semangatnya mereka dalam membaca al-Qur`an.
Di samping itu, mereka terbiasa duduk di masjid bakda shalat shubuh hingga terbit matahari. Mereka meneladani kebiasaan nabi duduk di masjid setelah subuh hingga matahari terbit (HR. Muslim). Di sisi lain, mereka juga tahu bahwa orang yang duduk di masjid pada waktu tersebut, ganjarannya bagaikan haji dan umrah secara sempurna (HR. Tirmidzi). Selanjutnya biasa dilanjutkan dengan ibadah lain seperti shalat Dhuha. Poll banget kegiatan harian Ramadhannya.
Persiapan Menjelang Ramadhan
Ramadhan udah di depan mata. Layaknya menyambut sang pujaan hati, tak ada salahnya kita persiapkan diri. Agar ramadhan kali ini lebih berarti. Biar kamu nggak bingung tanya sana-sini, berikut beberapa tips dari kami. Monggo!
Pertama, murnikan niat. Setiap amal ibadah, nggak akan punya nilai kalo ada noda dalam keiklhasan kita. Makanya hati-hati kalo dorongan kita berpuasa karena temen-temen juga puasa atau iming-iming door prize dari ortu di akhir Ramadhan. Padahal hanya yang berpuasa karena Allah swt saja yang dijanjikan pengampunan dosa. Rasul saw bersabda:
Barangsiapa shaum Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhary Muslim).
Kedua, sisihkan harta. Selagi masih dikasih uang jajan, bagus banget kalo kita sisihkan untuk Ramadhan ntar. Eit, jangan salah sangka ya. Uang simpanan itu bukan untuk berburu kuliner Ramadhan. Tapi untuk dilipatgandakan nilainya di hadapan Allah swt. Diantaranya dengan menyediakan ifthar alias makanan berbuka bagi yang berpuasa. Rasul saw bersabda:
“Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain. Mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulallah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.’ Beliau berkata, ‘Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu…Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagak di mana ia tidak akan haus hingga masuk surga.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi)
Ketiga, jaga lisan dan perilaku kita. Kamu pasti bisa kalo cuman menahan lapar dan haus selama kurang lebih empat belas jam. Tapi jangan lupa kalo puasa juga mengharuskan kita untuk menahan hawa nafsu dalam perkataan maupun perbuatan. Terkadang puasa sih iya, tapi gosip jalan terus. Gaul bebas tanpa hambatan. Padahal gara-gara hawa nafsu itu, kita akan kehilangan pahala puasa kita. Rasul saw bersabda:
“Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.” (HR Ahmad)
Keempat, mengkaji Islam. Amal tanpa ilmu, gak bermutu alias nggak bernilai. Ilmu tanpa amal, cuman nyampe teori belaka. Dalam Islam, setiap amal kudu dibarengi ilmu dan setiap ilmu kudu diamalkan. Makanya, kita kudu punya ilmunya biar amalan di bulan Ramadhan bener-bener berbuah tiket surga di akherat kelak. Disinilah pentingnya kita ikut kajian Islam.
Nah teman surga, mumpung di bulan puasa, jangan sampe waktu terbuang percuma. Ikuti kajian ramadhan online yang saban hari digelar demi menimba ilmu. Luangkan untuk tilawah qur’an setiap waktu. Syukur-syukur bisa hatam 30 juz minimal satu kali selama Ramadhan.
Yang ini juga nggak boleh kelewat, shalat tarawih sebulan penuh. Dan tetep beraktivitas seperti biasa meski #dirumahaja. Semoga Allah swt memasukkan kita dalam golongan mukmin kuat yang dicintai-Nya. Amiin. Meski puasa, tetep perkasa dan selalu greget mengejar pahala. []
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg