Senin, 15 April 2019

Stop Nge-Bully Ayo Ngaji!



Kasus penganiayaan yang menimpa salah seorang siswi SMP di Pontianak yang berinisial A masih menjadi buah bibir di kalangan netizen. Selebgram, youtuber, artis, aktivis, tokoh perempuan, para elite, pejabat daerah dan nasional hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun angkat bicara terkait kasus ini. Bahkan sejumlah publik figur sampai membatalkan jadwalnya demi datang ke Kota Khatulistiwa untuk menjenguk korban yang hingga Kamis (11/4/2019), masih dalam perawatan di RS ProMEDIKA Pontianak. Apa yang terjadi pada korban tersebut sampai melahirkan tagar yang jadi trending topik?

Darurat Bullying Pelajar

Awanya, korban dan pelaku terlibat aksi saling sindir via linimasa sosial media dengan pelaku. Berniat ingin menyelesaikan masalah, pertemuan pelaku dan korban berujung penganiayaan secara fisik. Kasus ini menjadi viral lantaran netizen begitu mudah terbawa opini liar yang beredar di dunia maya.

Terlepas dari hoax dan fakta seputar kasus ini kita patut prihatin dengan kekerasan pelajar yang sudah lintas gender. Nggak cuman anak cowok aja yang sering kedapatan berkelahi keroyokan, tawuran, hingga open fight satu lawan satu ala gladiator. Tapi juga pelajar putri ikut-ikutan melampiaskan kemarahannya dengan bullying hingga penganiayaan yang memakan korban. Dan kasus yang terjadi di Pontianak ini bukan yang pertama terjadi di ngeri ini. Ngeri!

Sebelumnya juga sudah banyak kasus bulying yang menimpa dan dilakukan oleh sesama pelajar putri yang terekam oleh media. Meski nggak sampai viral dan mengundang tokoh publik untuk ikut ngasih pernyataan sikap, tapi cukup bikin potret dunia pendidikan kita makin buram.

Pernah ada seorang siswi berinisal WN (14) yang dikeroyok oleh dua remaja putri, LS (16) dan YA (15) di Modernland, Cikokol, Jumat 9 Maret 2018. Dalam aksinya, kedua pelaku memukuli korban menggunakan tangan kosong. Peristiwa itu juga diabadikan dalam video dan tersebar di media sosial. Kedua pelaku kemudian dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Menurut data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jumlah kasus pendidikan di KPAI per tanggal 30 Mei 2018 berjumlah 161 kasus, dari jumlah tersebut terungkap data anak korban kasus kekerasan dan bullying mencapai 22,4% dan anak pelaku kekerasan dan bullying mencapai 25,5%," kata Komisioner KPAI, Retno Listyarti dalam keterangannya, Minggu (22/7/18).

Retno menjelaskan berdasarkan pengakuan korban, bully dilakukan secara langsung saat di sekolah dan kerap dilanjutkan di dunia maya yang kerap dikenal dengan istilah cyberbully.

Perilaku bullying gak bisa dipandang sebelah mata. Lantaran akibat bullying bisa bikin korban depresi hingga bunuh diri. Seperti yang terjadi pada Elfa Lestari, siswi Kelas X SMAN 1 Bangkinang yang nekat bunuh diri dengan terjun ke Sungai Kampar tahun 2017 silam. Elfa menjadi korban bully oleh teman-teman sekolahnya. Salah satu kata-kata ejekannya yaitu 'Jangan mau berteman sama Elfa karena ayah Elfa gila keluarga ndak beres ayahnya kerja angkut barang di pasar'.

Tingginya kasus bullying di Indonesia secara tidak langsung juga mempengaruhi kualitas belajar para siswa. Fakta menyebutkan, lebih dari 160.000 anak membolos setiap harinya untuk menghindari bullying. Lalu, hampir 10% siswa memutuskan untuk keluar sekolah atau pindah sekolah dengan alasan serupa. Selain kualitas belajar yang menurun, bullying juga menimbulkan dampak psikologis.

Bullying, Why?

Maraknya kasus bullying yang dilakukan pelajar, menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Ada apa dengan mental pelajar? Begitu mudahnya mereka mengekspresikan kekecewaan, rasa marah, hingga kebencian dengan perilaku yang menyakiti orang lain.  Setidaknya ada tiga pemicu perilaku bullying yang merajalela.

Pertama, minimnya edukasi dalam proses pencarian jati diri. Ahli kriminologi dari Universitas Diponegoro, Semarang, Nur Rochaeti, mencoba mengungkap latar belakang kasus pengeroyokan terhadap Audrey. Frustrasi disebutnya sebagai salah satu sumber utama timbulnya kenakalan remaja.

Frustasi karena tidak terpenuhinya empat kebutuhan pokok (four wishes) remaja. Adanya kebutuhan untuk memperoleh rasa aman; kebutuhan untuk memperoleh pengalaman baru sebagai usaha untuk memenuhi dorongan ingin tahu, petualangan, dan sensasi; kebutuhan untuk ditanggapi sebagai pemenuhan dorongan cinta dan persahabatan; dan kebutuhan untuk memperoleh pengakuan yang berupa status atau prestise. Perasaan frustrasi akan mendorongnya terutama sekali untuk melakukan perbuatan agresif.

Kedua, dampak sosial media. Psikolog klinis Dr. M.M. Nilam Widyarini, M.Si menyatakan media sosial perlahan mengalami pergeseran fungsi. Keberanian orang untuk mem-bully dan nyinyir karena tidak terjadinya komunikasi secara tatap muka. Komunikasi melalui Internet memungkinkan terjadi deindividualisasi, kondisi ketika identitas seseorang tidak mudah dikenali karena memakai nama samaran.

Tak heran kalau media sosial dimanfaatkan para pelaku bullying sebagai pabrik kebencian. Inilah yang akhirnya membuat orang jauh lebih berani, frontal, galak, dan senang menghujat ketika berada di media sosial.    

Ketiga, kekurangan kasih sayang dalam keluarga. Anak-anak yang jarang dipeluk, dicium, dan diperhatikan orangtuanya akan mengalami kondisi skin hunger (kelaparan kasih sayang). Keadaan ini membuat anak sulit membayangkan rasanya cinta, kasih sayang, dan berempati pada orang lain. Ruang batin anak-anak seperti ini kering dan malah hanya diisi dengan kesedihan bahkan dendam. Mereka sedih karena tak bisa merasakan kasih sayang seperti anak-anak lain, dan juga merasa dendam pada siapa saja yang ia anggap melukai hatinya.

Kasih sayang itu amat bermanfaat bukan saja mengisi ruang batin anak, tapi juga sekaligus sebagai kendali dan rem agresifitas seorang anak. Kecukupan kasih sayang pada seorang anak membuat ia tak mudah melampiaskan amarah apalagi menyakiti orang lain, karena ia bisa khawatir hal itu juga menimpa dirinya.

Keempat,  Pembiaran oleh sistem. Ya, hampir setiap ada kekerasan bahkan berakibat kematian yang dilakukan pelajar selalu ada excuse, pemakluman dan pengecualian. Pelaku tidak dipenjara, tapi diberikan perlakuan khusus yakni dianggap sebagai anak-anak. Minim efek jera. Sehingga memungkinkan remaja lainnya berbuat hal yang sama.

Terakhir, maraknya bullying oleh siswa di tanah air, juga cerminan arah dan pola pendidikan nasional masih bermasalah dan sistem sosial masyarakat yang kacau. Pendidikan nasional gagal membentuk karakter siswa berakhlak mulia, apalagi relijius. Ini semua karena sekulerisme menjadi pijakan bangsa ini termasuk dalam dunia pendidikan. Pelajaran agama minim dan sebatas teori, bukan untuk membentuk karakter yang berakhlak luhur.

Kasus bulying seperti mata rantai yang terus terjadi setiap tahun. Pelaku bullying biasanya pernah jadi korban, sehingga ada ‘dendam kesumat’ yang kebawa hingga dewasa. Kalo nggak segera diputus, mata rantai bullying terus lestari dan bisa mengancam generasi muda.

Stop Bullying, Ayo Ngaji!

Dalam Islam, bullying sangat dilarang karena menyakiti orang lain secara fisik dan mental. Baik bullying dalam bentuk verbal berupa ejekan yang merendahkan, perbuatan yang melukai fisik, atau celaan di dunia maya. Allah swt berfirman:

“Hai orang - orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula suka sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang zalim”. (QS. Al-Hujarat [49]: 11)

Dari ayat di atas sudah sangat jelas bahwa kita semua itu memiliki derajat yang sama di hadapan Allah SWT. Sehingga nggak ada alasan bagi kita untuk merendahkan, melecehkan, menghina, atau apapun bentuknya hanya karena teman kita difable, cacat secara fisik, keturunan tertentu atau beda warna kulit dan bahasa.

Rasulullah saw juga menegaskan agar keberadaan kita nggak bikin orang lain tersakiti oleh lisan dan tangan kita. “Muslim adalah orang yang menyelamatkan semua orang muslim dari lisan dan tangannya. Dan Muhajir adalah orang yang meninggalkan segala larangan Allah”. (HR. Bukhari)

Apalagi kepada sesama muslim, kita dipersaudarakan oleh akidah yang mulia. Rasulullah saw mengingatkan, "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak boleh menganiayanya, menelantarkannya, mendustakannya dan menghinanya. Taqwa itu bersumber di sini (Beliau mengisyaratkan dengan tangan kearah dadanya tiga kali). Cukuplah seorang itu dianggap jahat bila ia senang menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim itu haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya atas muslim yang lainnya". (HR. Muslim)

Kalo udah jelas-jelas Islam ngelarang bully, tentu seorang muslim nggak akan jadi pelakunya. Kalo kenyataannya banyak remaja muslim yang doyan nge-bully, berarti pemahaman agamanya harus diperkuat. Ini tanggung jawab bersama mulai dari orang tua, keluarga, sekolah, dan juga negara.

Untuk memperkuat pemahaman agama pada diri remaja saat ini tak bisa hanya mengandalkan mata pelajaran agama di sekolah. Keterbatasan waktu dan cakupan materinya, belum mampu melahirkan remaja muslim beraklak mulia. Sehingga harus ada kegiatan tambahan bagi siswa dan siswi untuk mengenal Islam lebih dalam. Tak sekedar belajar lebih jauh tentang ibadah, tapi juga pengokohan akidah. Benteng yang bisa menjaga mereka dari godaan perilaku bullying.

Bagi remaja, pentingnya mengenal Islam lebih dalam juga bagian dari edukasi yang membimbing mereka dalam proses pencarian jati diri. Islam akan mendampingi mereka menemukan arti kebahagiaan hidup. Sehingga mereka tak salah arah dalam upayanya memenuhi kebutuhan akan persahabatan, pengakuan, eksistensi, prestasi, prestise, cinta, maupun petualangan dalam kesehariannya. Kalo udah begini, tak ada lagi remaja yang frustasi. Dan perilaku bullying pun bisa dikurangi.

Kita nggak pernah berharap kaus bullying terulang lagi. Kita selaku pelajar, berperan besar untuk menghentikan budaya kekerasan di kalangan pelajar. Perilaku agresif remaja lebih banyak didorong oleh faktor internal alias dalam diri. Karena itu, pendidikan agama sebagai pondasi remaja muslim mesti diperkuat. Mesti dibarengi dengan kajian yang lebih intensif untuk semua pelajar. Agar keimanannya terjaga, akidahnya kokoh, dan sikap mentalnya juara. Stop nge-bully, ayo ngaji![]

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://twitter.com/RemajaKonawe?s=09
IG -  https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9

Selasa, 09 April 2019

PRANK!!


Pinokio. Siapa yang ngga kenal dengan kisah dongeng si boneka kayu satu ini? Dongeng yang terkenal dengan cerita di mana ketika Pinokio berbohong maka hidungnya akan bertambah panjang. Sewaktu kita kecil mungkin orang tua pernah mendongeng kisah ini atau juga kita membaca sendiri buku cerita Pinokio ini, yakng pada akhirnya bikin kita jadi takut untuk berbohong karna ngga mau kalau nanti hidungnya bertambah panjang. Padahal itu kan cuma dongeng ya, fiktif belaka. Ayoo, bisa ngebayangin ngga gimana kalau itu kejadian? Hii.. serem ya guys. Misal, kita bohong ke ortu kalau bakal pulang telat bilangnya ada kerja kelompok atau les padahal hang out sama temen-temen. Bohong bilang ngga ngerjain tugas karna ngurus ortu sakit padahal emang males ngerjain aja. Haduh, stop bohong deh. Karna bohong bisa jadi candu loh, sekali ngebohong bisa lanjut ngebohong untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Capek banget yah hidup cuma untuk bohong  dan menutupi kebohongan. Belum lagi nanggung dosanya itu berat, kamu ngga akan kuat.

Sayangnya nih friends, bohong seolah sudah menjadi lumrah malah sudah jadi trend. istilah bohong jaman now disebut hoax yaitu berita atau informasi bohong yang dibuat seolah-olah benar adanya. Terlebih dikondisi saat ini di mana suhu perpolitikan sedang memanas hoax pun menyebar bak virus yang mudah menjalar. Nah, ada juga nih becandaan yang berbalut kebohongan yang sekarang ini juga lagi jadi trending. Yes, apa lagi kalau bukan prank. Kamu pernah nge-prank atau di-prank? Beresin baca buletin kece ini yah.

Becanda Out of Control
Beriringan dengan berkembangnya teknologi digital, kaum milenial semakin asyik dengan dunia maya, dunia yang berada dalam genggaman melalui telepon pintar. Youtube channel semakin dilirik untuk menyebarkan informasi. Vlogging/Video Blogging menjadi hobi dari semua kalangan untuk meng-update segala hal termasuk kegiatan dari para vlogger atau youtuber, malah melalui youtube ini seseorang bisa mendapatkan penghasilan semakin banyak subscriber maka semakin banyak pula pundi yang didapatkan. Para youtuber harus beradu kreatifitas dan berinovasi dalam membuat konten yang bisa menarik banyak subscriber di channelnya. Meski hanya hitungan menit video yang diupload tapi jika kontennya menarik pasti banyak yang memfollownya. Sayang beribu sayang konten yang dianggap menarik justru yang berupa hiburan, bisa dibilang sesuatu yang ringan. Semisal, daily routine yang dilakukan artis idolanya sampai kepo-in isi rumahnya. Melalui youtube atau vlog juga jadi ajang para idola menjawab pertanyaan dari para netizen. Nah, ada satu lagi konten yang saat ini jadi trending dikalangan para vlogger. Apalagi kalau bukan prank, candaan berbalut skenario yang menyertakan kebohongan, tipu-tipu yang bikin korbannya menjadi kaget, ketakutan, nangis-nangis, atau marah-marah. Nah, yang jadi korban biasanya nanti akan membalas prank-nya. Dari prank yang iseng-iseng aja sampai yang ekstrem atau berbahaya. Ngga sedikit lho friends prank yang awalnya buat seseruan, karna kejahilan yang kebangetan dari para pranker ini malah memakan korban jiwa.

Seperti yang terjadi pada seorang pemuda bernama Sandy yang berulang tahun ke-21 mendapat kejutan spesial dari teman-temannya. Seperti remaja pada umumnya, biasanya yang berulang tahun akan dikerjain dengan berbagai hal konyol. Sandy sendiri diikat teman-temannya di sebuah tiang listrik sambil disirami dengan air. Sayangnya, terjadi korsleting pada tiang listrik itu dan menyebabkan Sandy tersetrum. Teman-temannya gak sadar saat Sandy mengalami kejang dan mengira ia cuma bercanda. Setelah dilarikan ke rumah sakit, nyawa Sandy tetap gak tertolong dan akhirnya tewas. Kalau berikut ini terjadi di luar negeri. Prank ini dilakukan empat orang pemuda asal Ohio. Dengan ide yang bertujuan untuk membuat bingung para pengendara yang lewat di jalan dekat rumah mereka, empat orang ini menutup rambu "Stop" yang ada di tepi jalan. Nahas, ulah usil mereka malah memakan korban tewas. Dua orang nenek yang masing-masing berusia 81 dan 85 tahun menjadi korban kekonyolan mereka. Mobil yang ditumpangi keduanya harus terperosok ke dalam jurang karena terus melaju di jalan yang berlubang. Alhasil, empat remaja itu dihukum empat tahun penjara.

Bersenda gurau/becandaan bisa jadi menjadi pilihan tepat dalam melepas kepenatan aktivitas atau rutinitas. Namun, jika senda gurau ini disertakan dengan tipuan atau kebohongan terlebih merugikan orang lain bahkan sampai memakan korban maka tentu senda gurau ini tidaklah patut untuk dilakukan. Pertama, larangan berdusta/bohong saat bercanda. Rasulullah saw bersabda “Celakalah bagi orang yang berbicara berdusta hanya karena ingin membuat orang tertawa. Celakalah dia, celakalah dia”. (HR. Ahmad). Seorang muslim harus berkata benar dalam candaan sekalipun. Allah swt berfirman dalam Qur’an Surat Al Isra: 53 “Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”.

Kedua, dari prank ini yang biasanya muncul dari korban adalah kepanikan atau ketakutan. Padahal Islam melarang seorang muslim menakut-nakuti orang lain walau bermaksud bercanda. Suatu hari seseorang menyembunyikan cambuk milik sahabat yang sedang tertidur. Pada saat terbangun, orang itu ketakutan karena merasa kehilangan cambuk. Rasulullah saw bersabda “Tidak halal bagi seorang muslim membuat takut muslim yang lain”. (HR. Abu Dawud). Ketiga, biasanya saat misi prank dirasa berhasil entah itu membuat korbannya ketakutan, panik atau menangis para pranker ini akan tertawa terbahak saat membuka skenarionya dan korban sadar bahwa dirinya dikerjai/dijahili. Sedasangkan Islam melarang kita untuk banyak tertawa atau tertawa sampai terpingkal-pingkal karna termasuk ke dalam akhlak tercela. Rasulullah saw, teladan tercinta kita mengingatkan “Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati”. (HR. At Tirmidzi)

Candanya Rasul
Islam ngga segitunya kok friends, kita boleh kok bersenda gurau atau bercanda. Uswah kita saja Rasulullah saw sering mengajak istri dan para sahabatnya bercanda dam bersenda gurau. Tapi candaanya Rasul itu ngga berlebihan tetap ada batasan syara. Jangan sampai kita buat orang lain tertawa tapi kita malah menangis di akhirat kelak karena candaan kita yang melanggar aturan Islam. Tertawanya Rasul ngga pernah sampai terbahak-bahak apalagi terpingkal-pingkal. Dituturkan oleh Aisyah Ra :  Aku belum pernah melihat Rasulullah saw tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan lidahnya, namun beliau hanya tersenyum”. Abu Hurairah ra menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw : “Wahai, Rasulullah! Apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami? “Rasulullah saw menjawab : “Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.

Kisah candaan Rasulullah saw dengan seorang nenek. beliau berkata bahwa ada seorang nenek datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasûlullâh! Mintalah kepada Allâh Azza wa Jalla agar aku dimasukkan ke dalam surga.” Rasûlullâh saw bersabda, “Wahai Ummu Fulan! Sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek-nenek.” Mendengar ini, nenek itu pergi sambil menangis. Nabi saw bersabda kepada para Sahabatnya, “Kabarkan kepadanya bahwa dia tidak akan masuk surga dalam keadaan tua. sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman: “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. penuh cinta lagi sebaya umurnya”. (TQS. Al Waqiah: 35-37)

Selain itu ada juga candaan Rasul dengan Ali. Suatu ketika, Rasulullah saw bersama para sahabat sedang berbuka puasa. Buah kurma terhidang di depan mereka. Setiap kali mereka makan kurma, biji-biji sisanya mereka sisihkan di tempatnya masing-masing. Beberapa saat kemudian, Ali menyadari bahwa dia memakan cukup banyak kurma. Jelas saja, biji-biji kurma yang ada di tempatnya menumpuk lebih banyak di bandingkan sahabat yang lain. Muncul keisengan Sahabat Ali. Diam-diam dia memindahkan biji kurma miliknya ke tempat biji kurma milik Rasul. Saat semua biji kurma sudah berpindah tempat, Ali menggoda Rasul. "Wahai Nabi tampaknya engkau begitu lapar. Sehingga makan kurma begitu banyak. Lihat biji kurma di tempatmu menumpuk begitu banyak." Bukannya terkejut atau marah, sambil tersenyum Nabi membalas keisengan Ali. "Ali, tampaknya kamulah yang sangat lapar. Sehingga engkau makan berikut biji kurmanya. Lihatlah, tak ada biji tersisa di depanmu." HR. Bukhari

Jadi, bercanda boleh-boleh aja TemanS asal ngga berlebihan dan tentu tidak mengandung kebohongan/tipuan. Sebagaimana Allah swt menyampaikan dalam firmanNya “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta”. (TQS. An Nahl: 105). So, don’t ever lie ya guys. Emang TemanS ngga mau dijaminkan surga oleh kekasih Allah? Simak nih, Rasulullah saw menyampaikan dalam sabdanya “Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaknya”. (HR. Abu Dawud)

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://twitter.com/RemajaKonawe?s=09
IG -  https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9

Selasa, 02 April 2019

Ajaran Islam Bukan Prasmanan




Prasmanan? Pasti yang kebayang makanan kan? Hehee. Judul di atas jelas bukan asal ngecap karena kita memang nggak lagi bicarain makanan, nggak juga asal jeplak, tapi kalo kita mau jujur di sekitar kita, nggak sedikit yang ngambil ajaran-ajaran Islam kayak ngambil makanan di sajian prasmanan. Mulai dari urusan individu, masyarakat sampe urusan yang lebih gede dari itu, urusan ngatur negara misalnya. Nggak sedikit teman-teman kita kalo disuruh sholat sih kayaknya nggak berat-berat amat, tapi giliran disuruh ninggalin pacaran, nah itu yang agak berat. Kalo disuruh belajar sih, kayaknya nggak begitu berat, walaupun kadar belajarnya ya segitu-gitunya aja, tapi kalo diminta nggak nyontek waktu ujian yang mana nyontek waktu ujian jelas nggak boleh dalam ajaran Islam, nah itu habits yang kadang agak susah disuruh ninggalin.

Urusannya dengan masyarakat juga kurang lebih kayak gitu.  Sudah jadi maklum di masyarakat apalagi yang sudah jadi ‘kebiasaan umum’, misalnya kalo ada acara manten alias walimah ya umumnya sih campur baur antara tamu pria dan wanita. Ketika ada upaya untuk mengembalikan ajaran Islam berupa terpisahnya kehidupan laki-perempuan, wa bil khusus di acara nikahan, maka nggak sedikit yang keberatan. Mulai dari pengantinnya sendiri, keluarga, sampe ke masyarakatnya.

Padahal nih dalam urusan pemisahan jamaah laki-wanita, di dalam jamaah sholat di masjid itu sudah biasa kita laksanakan, tapi giliran diterapkan pemisahan itu di pernikahan, koq banyak jadi masalah. Ada yang bilang aneh-lah, nggak kayak biasa lumrahnya-lah, entar nggak enak dibilang sama tetangga-lah, dan sebagainya. Akhirnya ajaran Islam tentang hal tersebut, nggak sedikit yang emoh untuk menerapkannya.

Trus, dalam urusan bernegara apakah nggak ada gejala untuk ngambil Islam layaknya makanan prasmanan? Heumm… heummm. Heuumm… heum heum…, kenapa jadi nyany nisa sabyan, hehehe…. Jawabanya, ada. Kita mau ngasih conto, tapi ini contohnya benar-benar riil terjadi ya, bukan mengada-ada, dan bukan sengaja diadain, dan jangan dianggap buletin ini memprovokasi yang engak-enggak. Catet itu ya, biar man-teman juga ngeh, bahwa emang ada bukti nyata yang ngambil Islam ‘semau gue’, alias asal gue seneng, sementara ajaran yang lain ditinggalin dalam urusan negara.

Contoh nyatanya dalam urusan politik. Duh… berat sebenarnya ngasih contoh ini, tapi ini terjadi di panggung politik kita, nyata ada di dunia dan rame di sosmed, dan anak-anak muda milenial juga ikut berkomentar tentangnya. Kita nggak bisa menghindar dari bukti-bukti nyata itu. Apalagi menjelang hajatan pemilihan, fenomena ngambil Islam kayak prasmanan itu terjadi. Jadi, ada sebagian orang dalam urusan berpolitik kalo demi keuntungan kelompoknya, simbol-simbol Islam diambil, tapi giliran ketika disodorkan ajaran Islam bahwa Islam ngatur tentang politik, eh mereka bilang jangan bawa-bawa Islam dalam politik deh, nanti dulu deh pembahasan kayak gitu, atau malah muncul tuduhan sebaliknya, kalo Islam kamu itu radikal, Islam garis keras, dan sebagainya. Duh cilaka tenan!

Islam Bukan Sekularisme
Nah, apa yang sudah dipaparkan di atas itu fakta loh ya, dan memang Islam ini kan ajaran yang sudah sempurna mengatur hidup manusia, sebagaimana Allah sampaikan dalam firman-Nya:
“Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu….” (QS.Al Maidah 3)

“Dan siapa yang mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Ali Imran: 85)

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir) merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.” (QS al-Nisa' 150-151).

Karena telah sempurna itu, sikap kita dalam mengambil ajaran Islam nggak boleh setengah-setengah, ngambil ajaran yang kita suka, yang bisa kita terapkan, yang nggak menimbulkan ‘pertentangan’ di masyarakat. Sikap kaya gitu jelas, ditentang oleh Al-Qur’an:
"Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia. ” (QS. Al-Baqarah :85).

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang beriman dan tidak pula perempuan yang beriman, apabila Alloh dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Alloh dan Rosul-Nya maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS. Al Ahzab: 36)

Jadi gaes, Islam itu memang bertentangan dengan sekularisme. Tahu kan apa itu ajaran sekularisme? Berasal dari kata sekular dan isme, kamus besar bahasa Indonesia mendefinisikan, sekularisme/se·ku·la·ris·me/ /sékularisme/ n paham atau pandangan yang berpendirian bahwa moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama.

Sekularisme secara definisi, adalah doktrin yang menolak campur tangan nilai-nilai keagamaan dalam urusan manusia, alias urusan manusia harus bebas dari agama atau dengan kata lain agama nggak boleh mengintervensi urusan manusia. Segala tata-cara kehidupan antar manusia jadi hak manusia untuk mengaturnya, Tuhan nggak boleh mengintervensinya. Ringkasnya, sekularisme adalah pemikiran yang memisahkan agama dari kehidupan. Agama itu hanya urusan ibadah aja, terkait dengan bagaimana beribadah kepada sang Pencipta. Sementara untuk urusan kehidupan, maka agama nggak boleh ikut campur.

Dari sisi sejarah munculnya sekularisme sebenarnya merupakan bentuk mosi tidak percaya masyarakat Eropa kepada para pendeta saat itu (abad 15an). Di mana kongkalikong antara kaum agamawan dan penguasa beberapa abad lamanya menenggelamkan dunia Barat ke dalam periode yang kita kenal sebagai the dark age. Ilmu pengetahuan yang menopang majunya sebuah peradaban malah dimusuhi. Ketika ada penemuan baru yang dianggap bertentangan dengan sabda dari kekuasaan, dianggap sebagai sebuah pelanggaran yang harus ditebus dengan nyawa. Sebagaimana yang dialami Copernicus yang menyatakan teori heliosentrisnya yang notabene bertentangan dengan teori pemegang kekuasaan yang mengemukan teori geosentris. Pertentangan berabad-abad itu sampe akhirnya, muncul pertentangan dari kaum filosof, ilmuwan, yang selanjutnya muncul “two swords” alias jalan tengah. Dari sisi ruh (spiritual) boleh dikuasai kaum rohaniawan, sementara dari sisi materi  (keduniaan) dikuasai/diperintah, diatur oleh kaum ilmuwan.

Sehingga dari segi teori, sejarah dan praktiknya, sekularisme itu secara watak alias tabiatnya bertentangan 180 derajat dengan Islam. Islam justru sebaliknya, mengajarkan umatnya untuk secara kaffah masuk kedalamnya, nggak boleh setengah-setengah.

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia merupakan musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 208)

Serta Al-Qur’an sendiri, sebagai salah satu syariat hukum bagi kaum muslimin, sudah lengkap menjelaskan segala sesuatu:
“Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Quran) sebagai penjelas segala sesuatu.” (QS An-Nahl: 89) Juga firman-Nya (yang artinya), “Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab (Al-Quran).” (QS Al-An’am: 38)

Jadi, Islam bukan dan nggak boleh dijadikan ajaran layaknya makanan prasmanan, kita ambil yang kita suka, kita tolak alias emoh kita terapkan karena nggak sesuai dengan ‘selera’ masyarakat. Padahal segala sesuatu perbuatan kita, telah ada aturan hukumnya dan diatur oleh Islam, sehingga problematika hidup kita, kudu mau diatur dengan Islam, nggak boleh ada rasa berat menerapkannya.
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS An-Nisa’: 65)

“Ucapan seorang mukmin yang apabila mereka diseru kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka hanya, ‘Kami mendengar dan kami taat.’ Dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS An-Nur: 51)

Jangan Nurutin Nafsu
Salah satu alasan kenapa seseorang agak suka berat kalo disuruh ninggalin yang dilarang Allah, dan ngelakuin yang telah diperintah Allah, karena sejatinya mereka menuruti hawa nafsunya dan hawa nafsu orang-orang di sekitarnya. Ketika diminta ngelakuin sholat mungkin nggak berat, tapi kalo sholatnya sudah ketepatan dengan main game PUBG misalnya, nah ketahuan mana yang lebih didahuluin. Kalo sudah dengar adzan, tapi masih main PUBG, lalu sholatnya mepet di akhir waktu, nah itu tanda-tanda banyak ngikutin hawa nafsu.

Demikian juga, misalnya kalo ada sebagian muslimah masih sulit disuruh pake jilbab dengan alasan nanti dan pake tapi. Alasan seperti “Nanti aja, aku siapin teman-teman aku dulu, biar mereka nggak kaget,” atau “tapi nanti teman-temanku menjauh aku gimana?” dan alasan serupa lainnya, itu berarti tandanya masih ngikutin hawa nafsu.

Jadi, bagi yang masih suka milih-milih ajaran atau syariat Islam untuk diterapkan, karena mengikuti hawa nafsu, coba perhatikan firman Allah berikut ini:
“Sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang dirahmati Rabb-ku.” (QS Yusuf: 53)

“Maka pernahkan kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya?” (QS Al-Jatsiyyah: 23)

“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (QS Al-Mukminun: 71)

Padahal sikap membenci syariat (ajaran) Islam, meskipun sebagian, termasuk pembatal Islam. Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah berkata dalam Nawaqidh Al-Islam, “(Pembatal Islam) kelima: siapa yang membenci sesuatu dari apa yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meski ia kerjakan, maka ia kafir.” Pernyataan ini disimpulkan dari firman Allah, “Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang Allah turunkan lalu Allah menghapus seluruh amal-amal mereka.” (QS Muhammad: 9)”

Wallahu’alam bi showab []

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://twitter.com/RemajaKonawe?s=09
IG -  https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9

Rabu, 27 Maret 2019

Mesjid, I Love You




Allahumma bariklanaa fii rajaba wa sya’baana  wa balighnaa ramadhaan.  Yaa Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami di bulan Ramadhan. Doa yang dipanjatkan Rasulullaah saw saat memasuki bulan mulia Rajab. Kalau sudah memasuki bulan Rajab itu artinya ngga akan lama lagi kita bakal ketemu dengan bulan Ramadhan. Ngga kerasa ya temanS waktu begitu cepat bergulir, aroma nuansa Ramadhan sudah mulai tercium oleh insan yang merindunya. Gimana ngga merindu, bagi kita seorang muslim mengumpulkan pundi-pundi pahala di dunia harus getol (rajin) kita lakukan agar kelak saat kita pulang ke kampung akhirat kita bisa menikmati indahnya surgawi. Nah, bulan Ramadhan ini bisa kita manfaatkan untuk meraih banyak pahala dan remove dosa-dosa yang bakal menghambat kita ke surgaNya. So, don’t miss it guys. Persiapkan diri dari sekarang supaya saat Ramadhan tiba, kita siap. Oiya, by the way teman-teman yang tahun lalu masih punya hutang puasa khususnya ukhties segera dilunasin yah jangan sampai keburu puasa Ramadhan tiba.

But anyway, oneday kita akan bahas all about Ramadhan. Sekarang karna masih di suasana rajab, kita akan ulik ada hal istimewa apa di bulan ke tujuh ini.

Bukan Perjalanan Biasa

Bicara soal Rajab, biasanya di sekolah-sekolah rutin mengadakan acara rajab-an, dimana sekolah mengumpulkan siswa-siswinya lalu memanggil seorang ustadz yang memberikan ceramah tentang peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw. Isra mi’raj memang terjadi pada tanggal 27 Rajab. Tentang apa atau bagaimana itu Isra Mi’raj rasanya Teman Surga semua sudah hapal deh. secara sedari SD bahkan mungkin TK kita sudah diceritakan tentang peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw. Al Qur’an Kariim mengabadikan peristiwa ini dalam surat Al Isra ayat 1. “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Perjalanan isra dan mi’raj Rasulullah saw bisa dibilang sebagai pelipur lara dan sedihnya Rasul setelah istri tercintanya yakni Khadijah (semoga Allah meridhoinya) meninggalkan Rasul untuk selama-lamanya. Khadijah selalu setia mendampingi Rasul dalam dakwahnya menyebarkan Islam. Kesedihan Rasul bertambah karna pamannya yang semasa hidupnya memberikan perlindungan dakwah yang Rasul lakukan meski sampai akhir hidup pamannya belum sempat memeluk Islam, dialah Abu Thalib. Dari sini, Allah swt ngga mau lihat kekasihNya bersedih maka Allah swt menghiburnya dengan perjalanan isra mi’raj.

Isra, perjalanan Rasulullah saw bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsho (Baitul Maqdis, Palestina). Dan, Mi’raj adalah sesuatu (tangga) khusus yang digunakan oleh Nabi saw untuk naik dari bumi menuju keatas langit. Perjalanan luar biasa yang ditempuh dalam waktu semalam saja dengan menunggangi Buraaq yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal. Inilah bukti atau tanda kebesaran Allah ya TemanS, banyak orang yang tidak mempercayai atas perjalanan yang Rasul lakukan namun ada seorang sahabat Rasul yang membenarkan dan mengimani peristiwa tersebut sampai akhirnya beliau digelari Ash Shiddiq (yang membenarkan), yes.. Abu Bakar Ash Shiddiq.

Perjalanan Mi’raj Rasulullah saw bersama Jibril dari langit pertama ke langit ketujuh dan berakhir di sidratul muntaha. Dari perjalanannya sampai langit ke tujuh ada peristiwa yang luar biasa dimana Rasulullah saw bertemu dengan Nabi Ibrahim as. Kisah ini diceritakan dalam riwayat Muslim. “...Kemudian Jibril naik bersamaku  ke langit ketujuh dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab, “Muhammad” Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab, “Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketujuh) dan saya bertemu dengan Ibrahim. Beliau sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma’muur. Setiap hari masuk ke Baitul Ma’muur tujuh puluh ribu malaikat yang tidak kembali lagi. Kemudian Ibrahim pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar. Tatkala dia diliputi oleh perintah Allah, diapun berubah sehingga tidak ada seorang pun dari makhluk Allah yang sanggup mengambarkan keindahannya. Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 sholat sehari semalam. Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam.  Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”. Saya menjawab: “50 sholat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Isra`il”. Beliau bersabda :“Maka saya pun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”. Maka dikurangi dariku 5 sholat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata:“Allah mengurangi untukku 5 sholat”. Dia berkata:“Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”. Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman:“Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 sholat sehari semalam, setiap sholat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 sholat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis (baginya) satu kejelekan”. Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musa’alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka sayapun berkata: “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai sayapun malu kepada-Nya”. (H.R Muslim)

Teman Surga yang sholih sholihah dari sinilah perintah sholat itu bermula. Kebayang ngga awalnya kita diperintahkan sholat sebanyak 50 kali sehari? Dan Rasul tercinta kita minta keringanan kepada Allah swt dan Allah pun mengurangi menjadi 5 kali dalam sehari, meski pahala yang Allah berikan sama seperti 50 sholat. Kalau 5 kali sholat masih ada yang ngerasa berat atau males trus masih bolong-bolong ini sih TER-LA-LU. Sampai-sampai saat Nabi Musa a.s menyarankan untuk tetap menguranginya lagi Rasulpun berkata malu (kepada Allah). Dipikir-pikir iya juga sih friends, coba aja deh hitung sehari kita dikasih waktu 24 jam, seandainya satu sholat yang kita kerjakan 10 menit itu artinya ngga sampe sejam waktu yang digunakan untuk kita sholat malah masih lebih banyak waktu tidur. Bener apa betul nih guys?

Asholaatu ‘Imaaduddiin

Sholat itu tiang agama. Ibarat pilar dalam sebuah bangunan fungsi pilar adalah untuk menegakkan bangunan agar kokoh dan ngga gampang roboh. Simplenya kalau sholat yang hanya 5 kali dalam sehari saja tidak ditegakkan bagaimana bisa menegakkan atau melaksanakan perintah Allah yang lainnya.  Sholat adalah kewajiban utama setelah syahadatain, konsekuensi sebagai seorang yang mengimani Allah dan RasulNya. Itu kenapa sholat menjadi pembeda antara muslim dan kafir, Rasul saw bersabda “Sesungguhnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikana adalah sholat. Barangsiapa meninggalkan sholat, maka ia kafir” (HR. Muslim). Dan sholat yang ngga lebih menyita waktu kamu inilah yang justru pertama kali akan dihisab oleh Allah swt. Nabi Muhammad saw bersabda, “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi...” (HR. Abu Daud).

Remaja Milenials yang sholih/sholihah ingatlah dan sadarilah bahwa kita ini adalah makhluk Allah, hamba Allah yang tercipta untuk menghamba kepadaNya seharusnya tanpa imbalan pun kita tunduk patuh atas perintahNya namun Allah Yang Maha Baik mengganjar setiap amalan yang kita lakukan. Seperti yang telah Allah janjikan dalam Qur’an Surat Al Mu’minun “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sholatnya, ... Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” Remember friends, sholat yang kita lakukan haruslah ditunaikan dengan dorongan iman dan taqwa sehingga kita akan berupaya untuk khusyuk dalam sholat. Sholat yang diiringi dengan ketundukan dan ketaatan sempurna kepada Allah akan membawa dampak yang luar biasa dimana kita akan mencegah kita dari melakukan kemaksiatan. “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. TQS. Al Ankabut: 45

So, kalau masih ada yang STMJ alias Sholat Terus Maksiat Jalan misal sholat tapi masih pacaran, sholat tapi masih nyontek, sholat tapi masih mengumbar aurat, sholat tapi masih ngelawan orang tua berarti sholatnya belum ditegakkan dengan kesadaran akan keberadaan diri sebagai makhluk yang menghamba kepada Allah swt (idrak silah billah). Tidak ada kata terlambat selama nyawa masih dikandung badan, yuk kita perbaiki sholat kita karna Allah. Mulai dari sekarang sholat ngga usah nunggu disuruh orang tua, begitu dengar panggilan Allah (adzan) bersegeralah penuhi panggilan indah itu, gegas ke mesjid sholat berjama’ah (diutamakan ikhwan).

Wahai para pemuda, jangan alergi dekat dengan mesjid terlebih takut pergi ke mesjid. Terlebih apa yang baru saja terjadi di sebuah mesjid di New Zealand, dimana jama’ah sholat ditembak secara brutal oleh teroris. Jangan biarkan musuh Allah menang dengan menjadikan generasi muslim menjauh dari mesjid, anti dengan kegiatan yang diadakan di  mesjid. See, apa yang terjadi di Selandia Baru justru malah membuat  warga negara non muslim di sana berbondong-bondong ingin lebih tahu dan dekat dengan Islam. Ngga sedikit dari mereka mendatangi mesjid-mesjid. So, how about us?? Remaja Keren itu remaja yang cinta mesjid dan memakmurkannya. “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”.  (TQS. At Taubah: 18)

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://twitter.com/RemajaKonawe?s=09
IG -  https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9

Jumat, 22 Maret 2019

Hadapi Ujian Nasional? Ashiaaap..!



Mulai bulan ini, ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2019 bakal menyapa para pelajar kelas 09 dan 12. Dimulai UN untuk SMK 25 – 28 Maret, lalu untuk SMA/MA 1, 2, 4, 8 April 2019 dilanjut UN untuk SMP/MTs 22 – 25 April. Udah kebayang deh gimana persiapan kamu-kamu yang mau hadapi UN tahun ini. Getol ikut les tambahan atau rajin latihan soal-soal ujian. Jam belajarnya mendadak over melebihi jam tidur. Segitunya....

Eh, ternyata nggak semua ding yang seriusan hadapi UN. Ada aja siswa yang santai kaya di pantai seolah tak ada yang istimewa dengan UN. Emang sih, hari gini hasil UN tak lagi menentukan kelulusan. Jadi meski hasilnya jeblok atau pas-pasan, tetap ada kemungkinan ikut ngerayain kelulusan.

Padahal ketika UN menjadi harga mati untuk kelulusan siswa, wabah harap-harap cemas alias H2C melanda banyak pihak. Dari pelajar, guru, dan tentu orang tua. Berabe kalo hasil UN jeblok. Alamat tinggal kelas dan mupeng tingkat dewa ngeliat teman-teman sekelas udan pindah sekolah atau ganti seragam. Jangan sampai deh!

Pentingnya Ujian Nasional

Temans, meski hasil UN kini tak lagi menentukan kelulusan, bukan berarti kita jadi ngerasa aman. Ingat lho, UN adalah bagian dari proses pembelajaran pendidikan formal. Itu artinya, secara akademis apapun hasilnya akan mempengaruhi kelanjutan pendidikan kita.

Pertama, saat mendaftar ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Emang sih, untuk saat ini jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN) bisa melalu SNMPTN, SBMPTN, atau jalur mandiri yang notabene nggak terlalu ngeliat hasil UN. Cuman mastiin aja pesertanya ikut UN.

Tapi kalo daftar ke PTS, selain jalur tes tertulis ada jalur yang melihat nilai di SMA. Terutama nilai raport dan hasil ujian UN. Semakin baik, tentu peluang diterima semakin besar. Gitu.

Kedua, syarat beasiswa. Hasil UN pastinya jadi pertimbangan dalam seleksi peserta beasiswa. Baik dalam maupun luar negeri. Kalo kamu punya cita-cita mengenyam pendidikan di luar negeri, mesti peduli dengan nilai raport dan hasil UN.

Ketiga, mengukur kemampuan akademis siswa. Biar tahu sejauh mana siswa menerima penyampaian ilmu dari guru selama kegiatan belajar mengajar, tes tertulis bisa jadi alat ukurnya. Baik buruknya nilai hasil UN, jadi evaluasi bersama pihak sekolah, guru, dan tentu saja siswa. Kalo bagus hasilnya, siswa layak untuk melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya yang lebih tinggi. Sebaliknya, kalo hasilnya kurang memuaskan, bisa kerepotan kalo harus nimba ilmu di jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. Keder deh!

Keempat, memetakan kemajuan pendidikan indonesia. Pelaksanaan UN secara serentak di banyak daerah dengan soal yang sama jadi alat bantu untuk mengukur kemajuan pendidikan dalam negeri. Apakah sudah cukup merata ilmu yang disampaikan baik di daerah perkotaan atau pedesaan.

Kelima, menjaga kepercayaan orang tua. Ini yang paling penting. Alasan terkuat kita ikut UN karena orang-orang yang kita sayangi menunggu hasilnya. Tiga tahun mengenyam pendidikan tingkat menengah, tentu bukan tanpa pengorbanan dari orang tua. Mereka banting tulang membiayai sekolah kita biar kitanya nyaman belajar dan mengukir prestasi. Ikut UN dan ngasih hasil terbaik bisa jadi salah satu cara kita menjaga amanah orang tua.

Semoga beberapa alasan di atas bisa makin menguatkan kamu-kamu untuk maju tak gentar hadapi ujian nasional.

Persiapan Hadapi UN

Temans, kalo udah tahu pentingnya UNBK, tentu gak ada alasan bagi kita untuk berleha-leha.  Nggak usah diingat hasil UN gak menentukan kelulusan. Tapi bayangkan, wajah sumringah orangtua yang bersukacita ngeliat hasil UN kita yang memuaskan. Untuk itu, jangan ragu untuk segera genjot semangat belajarmu selagi masih ada waktu. Banyak hal yang bisa dilakukan sebagai langkah persiapan hadapi UN. Di antaranya:

Pertama, baca ulang mata pelajaran yang diujikan. Ini bisa membantu kita mengingat kembali materi-materi sebelumnya yang mungkin sudah terlupakan. Bisa memulai dengan yang terakhir dipelajari lalu runut ke belakang. Karena soal UN gak cuman pelajaran kelas terakhir saja.

Jangan lupa, konsultasikan dengan guru. Materi pelajaran mana saja yang sebaiknya diutamakan sesuai kisi-kisi soal ujian UN. Biar waktu kita efektif setiap harinya.

Kedua, seringlah mengerjakan latihan soal. Inilah persiapan wajib yang jangan sampai kamu lupakan. Biar nggak kaget menghadapi ragam soal yang muncul.

Selain itu, latihan soal akan memberikan kamu kesempatan untuk menyusun strategi dalam mengerjakan soal. Strategi itu akan membantu kamu memaksimalkan waktu pengerjaan soal sehingga tidak ada waktu yang terbuang hanya untuk mengerjakan satu soal.

Ketiga, jauhi gagap teknologi. Namanya UN online pastinya dilaksanakan dengan menggunakan komputer. Makanya, kamu mesti terbiasa pake komputer. Mulai dari paham istilah-istilahnya, cara nyalainnya paham mekanisme login UNBK. Cari informasi mengenai pelaksanaan UNBK terdahulu, baik itu dari guru maupun dari kakak kelas yang sudah lulus. Jangan sampai waktu ujian habis untuk ngoprek komputer karena gagap. Kalo perlu, ikut simulasi UNBK.

Keempat, jaga stamina dan fisik. Meski kita harus banyak nambah jam belajar sebagai persiapan hadapi UNBK, tapi bukan berarti kita lupa dengan hak tubuh kita ya. Tetap jaga stamina biar nggak keporsir. Sesekali boleh bermain, ngumpul bareng kawan biar otak kita rileks. Ada waktunya tubuh kita memerlukan istirahat untuk memulihkan tenaga. Kalo digenjot tiap malam begadang belajar dan latihan soal, terus paginya udah berangkat sekolah bisa gempor tubuh kita. Bukannya sukse hadapi UN, eh malah absen karena sakit dan ikut ujian susulan. Jangan sampe deh!

Kuatkan Sikap Mentalmu

Selain persiapan dan kegiatan fisik, menjelang UN kita juga harus siapkan mental yang nggak kalah pentingnya. Ibaratnya pondasi, sikap mental ini nggak keliatan tapi menopang bangungan di atasnya. Sikap mental ini akan berpengaruh banyak terhadap konsistensi kita menghadapi dan pasca UNBK. Apa aja sikap mental yang perlu kita siapkan?

Pertama, niatkan untuk ibadah. Ikut UN adalah bagian dari proses menuntut ilmu. Dalam Islam, kegiatan tholabul ‘ilmi itu penuh dengan keberkahan jika kita niatkan karena Allah. Bukan diniatkan dapat nilai bagus biar banjir pujian dan penghargaan, tapi murni untuk dapetin ridho Allah dengan memberikan usaha yang maksimal. Sesuai lafadz doa yang selalu kita ucapkan sebelum belajar. Masih ingat kan?

Kedua, berjuang tanpa curang. Kalo belajar diniatkan untuk dapetin ridho Allah, tentu tak ada alasan bagi kita untuk tidak jujur alias curang saat jalanin UN. Kita nggak perlu berburu bocoran soal menjelang UN. Atau bikin contekan jawaban yang kreatif dan kekinian. Atau tergoda nyontek berjamaah. Karena di hadapan Allah swt, prosesnya yang dinilai bukan hasilnya. Terlebih lagi, kecurangan kita saat ujian bakal memberatkan kita di hari penghisaban nanti.

“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim no. 2607)

Ketiga, berdoa. Ini yang nggal boleh kelewatan. Setiap saat setiap waktu, panjatkan doa agar Allah meridhoi aktifitas kita, memberkahi ilmu yang kita pelajari, dan menambah pemahaman. Terlebih saat memulai proses belajar baik secara mandiri atau di sekolah. Sekedar ngingetin, berikut lafadz salah satu doa sebelum belajar yang bisa diamalkan.

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa, waj'alnii minash-shoolihiin

Artinya : "Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizqi akan kepahaman, Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang sholeh"

Dan doa setelah belajar.
رَبَّنَا انْفَعْنَا بِمَاعَلَمْتَنَا الَّذِيْ يَنْفَعُنَا وَزِدْنَا عِلْمًا وَالْحَمْدُلِلّٰهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
Rabbanan fa'naa bima 'alamtanaldzi yanfa'una wa zidna 'ilman walhamdulillahi 'ala kulihal

Artinya: "Ya Tuhan kami, jadikanlah ilmu kami ilmu yang bermanfaat, ajarkan kami apa-apa yang bermanfaat bagi kami serta tambahkan ilmu bagi kami, segala puji hanya bagi Allah dalam setiap keadaan."

Keempat, getol beribadah. Allah swt sayang banget sama hamba-Nya yang getol mendekati-Nya. Terutama ibadah sunnah setelah yang wajib tertunaikan sempurna. Nggak lupa diri. Kalo Allah swt udah sayang sama kita, Dia tak akan tinggal diam. Allah swt akan mengabulkan doa-doa kita. Sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits qudsi.

Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai seperti bila ia melakukan yang fardhu yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya." (HR. Bukhari).

Jangan kendorin ibadahnya ya. Biasakan bangun malam untuk tunaikan shalat tahajud, lanjut belajar hingga dapat shalat sunnah fajar sebelum menunaikan shalat shubuh. Nggak ketinggalan shalat dhuha, shaum sunnah, sedekah, dan amalan sunnah lainnya.

Kelima, bersabar apapun hasilnya. Sebagai pelajar, kita hanya bisa berusaha jalani UN dengan persiapan terbaik yang bisa dilakukan. Adapun hasilnya, itu di luar kekuasaan kita. Baik buruknya, itu semua ketetapan dari Allah swt yang pasti terbaik buat kita. Tetap bersabar, evaluasi diri, dan berprasangka baik pada Allah swt.

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. Al-baqarah : 153)

Temans, tetap semangat ya jalanin proses pembelajaran di sekolah atau di tempat lain. Ujian tertulis baik Ujian Nasional, Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester, atau jenis ujian lainnya dalam menuntut ilmu adalah tantangan yang harus kita hadapi. Jangan mundur apalagi kabur. Karena dibaliknya, akan ada kebaikan untuk pengembangan diri dan menguatkan mental kita. Hadapi Ujian Nasional? Ashiaaap...!

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://twitter.com/RemajaKonawe?s=09
IG -  https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9

Kamis, 14 Maret 2019

Jadilah Perempuan Berkarir Surga



Oh ibuku.. Engkaulah wanita yang ku cinta selama hidupku. Maafkan anakmu bila ada salah, pengorbananmu tanpa balas jasa. Yaa Allah.. ampuni dosanya, sayangilah seperti menyayangiku. Berilah dia kebahagiaan, di dunia juga di akhirat. Penggalan lirik lagu Ibu yang sangat menyentuh hati. Rasanya kita sebagai anak tidak akan pernah bisa memberikan atau membalas budi baik orang tua selama ini. Jasa yang tidak pernah bisa dihitung sedari kita dilahirkan hingga remaja saat ini. Keluh dan kesahnya tidak lebih sering terucap dibanding doa tulus bagi anak-anaknya. Sosok ibu adalah perawat dan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Kalau mau dipretelin satu-satu apa saja jasa orang tua kita selama ini, selembar edisi ini ngga akan cukup. Terkadang kita lebih sering menuntut keinginan ini dan itu dibanding mensyukuri atas apa yang sudah mereka berikan untuk kebaikan kita. Nasihat atau wejangan ibu sering kali kita anggap seperti angin lalu yang cuma masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Padahal nasihat itu adalah tanda sayang sekaligus kekhawatiran jangan sampai hal buruk atau yang tidak baik menimpa anak-anaknya. Cuma ya itu, dimasa-masa remaja yang lagi pengen coba ini itu, pengen mengaktualisasikan diri dalam berbagai hal akhirnya merasa nasihat orang tua dipandang mengekang keinginan mereka. Friends, seorang ibu itu merasa khawatir sangat wajar lho, bukan karna ngga percaya sama anaknya tapi yang ngga ibu percaya itu adalah lingkungan atau pergaulan di sekitar kamu. Karna sedikit banyak orang tua pasti mengajarkan kita mana yang baik dan mana yang buruk. Tapi, jahat dan menyeramkannya kondisi lingkungan pergaulan anak jaman now ini yang bikin jantung emak deg-degan khawatir. Lihat aja tuh, baru-baru ini ada sosok remaja yang viral karna beradegan mesra dengan pacarnya. Melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan seorang pelajar terhadap gurunya. Dan solatnya kalau pas pelajaran agama doang. Yes, you are right!! Dialah Dilan. Mirisnya dan yang bikin para ibu generasi geleng-geleng kepala sosok Dilan ini malah diusung sebagai remaja yang patut untuk ditiru. Sampai sini paham? Kenapa orang tua khususnya Ibu lebih sering mengingatkan anak-anaknya untuk hati-hati memilih teman dan pergaulan?

Kesetaraan Yang Menyengsarakan

Sosok ibu sungguh luar biasa. Bisa dibilang beliau itu wonder woman. Ibu adalah ratunya rumah tangga, manager segala bidang, perawat terbaik saat ada salah satu anggota keluarga sakit, sekaligus pendidik utama. Ibu yang mengajari kita tentang adab dan akhlak yang baik, tak bosan mengingatkan dan mengajak anak-anaknya untuk sholat. Gimana the best kan? Tugas mulia yang diganjar pahala spesial dari Allah SWT. That’s why, kita sebagai seorang anak harus berbuat baik kepada kedua orang tua dan senantiasa mendoakannya. Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat Al Isra: 23 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. Noted, Allah melarang kita tuh untuk membantah apalagi membentak mereka. So, seandainya kamu mau menyampaikan pendapat ke orang tuamu sampaikanlah dengan cara dan perkataan yang baik.

Jika peran seorang Ibu begitu sangat luar biasa dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya, mengapa masih banyak remaja yang sepertinya hilang kontrol orang tua, akhirnya melakukan aksi kenakalan remaja?. TemanS, sadar ngga sadar,  perlahan tapi pasti barat telah berhasil mem”brainwash” pemikiran para perempuan khususnya muslimah dengan paham kesetaraan gender yaitu persamaan hak sepenuhnya antara kaum perempuan dan laki-laki tanpa adanya diskriminasi. Menurut paham ini perempuan yang hebat itu adalah perempuan yang berkarir di luar rumah. Yang bisa bersaing dengan laki-laki bahkan melebihinya. Apapun yang dilakukan oleh laki-laki harus bisa dilakukan oleh perempuan. Kaum perempuan yang terbius dengan ide ini lebih senang dan bangga ketika menjabat sebagai wanita karir yang sibuk di luar rumah. Sebaliknya, perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga dianggap sebagai sebuah kemunduran atau kuno karna dianggap ngga produktif  alias ngga menghasilkan uang (materi) ditambah tidak memiliki prestise di tengah masyarakat.

Kerja dan berkarir di luar rumah menjadikan peran dan tugas hakiki seorang perempuan (Ibu) di dalam rumah menjadi terkorbankan terutama perannya sebagai pendidik anak-anaknya. Pemikiran feminis yang muncul dari paham liberal-sekuler akhirnya melahirkan perempuan yang merasa dirinya mampu berdikari alias berdiri di atas kaki sendiri. Maksudnya hidup tanpa laki-laki pun sanggup karna sudah punya penghasilan sendiri bahkan cenderung meremehkan laki-laki dalam hal ini adalah suaminya. Kalau sudah begini  bisa ditebak apa yang akan terjadi di dalam keluarga terutama anak-anaknya. Ya, lahirnya anak-anak broken home, yang selanjutnya  terlahir pula generasi muda yang lemah, generasi yang salah arah. Padahal Allah SWT sudah me”warning” dalam kalam muliaNya “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. TQS. An Nisa: 9

For you all, brothers and sisters.. memang ngga semua anak dengan kondisi broken home jadi anak nakal ya.. banyak juga dari mereka justru menjadi anak yang tangguh bahkan jadi anak yang sholih/sholihah. Karna mereka mencari dan bertemu dengan teman yang mengajak kepada kebaikan, teman surga yang menunjukkan arah hidup yang benar. Malah dari kesholihan anak broken home ini ngga sedikit yang menjadi wasilah bagi kedua orang tuanya kembali berbagi peran di keluarga sesuai dengan tuntunan Islam.

Perempuan Berkarir Surga

Semua ada porsinya, dan porsinya harus pas sesuai dengan yang Allah tetapkan. Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan hakikatnya adalah sama-sama  sebagai hamba Allah yang diberi kewajiban untuk tunduk dan beribadah kepada Allah. Namun, Allah telah menentukan kadar bagi masing-masing kita baik yang perempuan maupun laki-laki dengan adil. Allah SWT menciptakan dan memposisikan laki-laki sebagai qowwam (pemimpin) bagi kaum perempuan. “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita)...” TQS. An Nisa: 34. Bagi laki-laki dilebihkan bukan berarti berlaku semena-mena terhadap perempuan. Begitupun sebaliknya bukan juga berarti perempuan termarjinalkan. Secara fitrah laki-laki diciptakan memiliki kekuatan fisik yang lebih dibandingkan dengan perempuan. Karnanya laki-laki dituntut menjadi kepala keluarga yang berkewajiban memenuhi nafkah,  memberikan perlindungan bagi keluarganya dan memastikan pendidikan bagi anak-anaknya sudah benar serta ikut menanamkan aqidah dan akhlak pada anak-anaknya. “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..” TQS. AT Tahrim: 6

Sedangkan perempuan diciptakan penuh dengan kelemah lembutan dan memiliki kasih sayang yang lebih besar. Karnanya perempuan disiapkan untuk menjadi pendidik dan pembimbing bagi tumbuh dan kembang anak-anaknya, sekaligus mengurus rumah tangga. Kedua peran dan tugas ini sangatlah mulia. Ayah yang bekerja mencari nafkah dibalas pahala besar oleh Allah “Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar) sampai pun makanan yang kamu berikan kepada istrimu”. (HR. Bukhari).

Ibu yang bertugas mengurus rumah tangga dan anak-anak termasuk mendidiknya diganjar pahala yang luar biasa, bahkan seorang Ibu begitu dimuliakan. Rasulullaah saw memerintahkan kita untuk berbakti kepada Ibu. Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu." (HR. Bukhari)

For you girls, paham barat yang seolah ingin mengangkat derajat perempuan dan menjadikan perempuan setara dengan laki-laki itu hoax. Karna yang terjadi malah semakin membuat perempuan tidak berada pada posisi yang mulia dan dimuliakan. Berbeda dengan Islam yang begitu memuliakan perempuan. Rasulullah saw bersabda “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita” (HR. Muslim). Islam ngga ngelarang perempuan untuk berkarya dan menuntut ilmu terlebih jika ilmunya bisa memberikan manfaat bagi banyak orang selama itu semua tidak keluar dari koridor hukum syara ya sisters. Misal ada yang jadi dokter, guru, bahkan ilmuwan sekalipun seperti Maryam Al Asturlabi seorang astronom dan pembuat astrolab yang canggih sama seperti GPS. Intinya, selama bisa mensinergiskan dengan tugas utamanya maka Islam ngga larang. Tapi, buat kamu ukhties yang belum menikah bukan berarti bebas berkarier di luar rumah. Karna ada tugas utama kamu juga di rumah sebagai seorang anak yang wajib berbakti dan membantu orang tua. Jadilah perempuan berkarir surga, apa saja yang dilakukan baik itu menjalankan perannya di dalam rumah atau di luar rumah harus bervisi surga dengan memurnikan niat ikhlas karna Allah dan cara yang dilakukan benar sesuai dengan tuntunan Islam.

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://twitter.com/RemajaKonawe?s=09
IG -  https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9

Senin, 04 Maret 2019

Bukan Generasi Dilan Penakluk Kota Roma



Dilan? Apa yang ada di pikiranmu ketika nama itu disebut? Hampir bisa dipastikan, yang paling diingat di benak sebagian remaja, Dilan adalah sesosok remaja yang jago ngerayu gebetan dengan kata-kata romantis dan puitisnya kepada seorang cewek bernama Milea. Yupz, setahun pasca premiernya di awal tahun 2018, film ‘Dilan 1991’ banyak diburu di Februari tahun ini. Konon ada yang uring-uringan karena nggak kebagian nonton film ini. Ckckck, sampe segitunya ya?!

Kritikan Pedas Buat Dilan!

Dilan, sosok anak SMA yang lagi digandrungi remaja, dan kayaknya nggak sedikit yang sudah meniru gaya pacarannya Dilan. Bukan cuman pacaran, perilaku ‘bad boy’ bin flamboyant dengan hobi tawuran, gank motor, rese di sekolah, juga menjadi gambaran sosok Dilan. Di filmnya digambarkan, Dilan anak SMA yang suka dipanggil guru BP, pernah bentrok dengan guru, nggak punya adab ketika ngomong sama guru dan kepala sekolah. Sehingga karuan aja, kalo banyak pihak, justru menanyakan kenapa sosok seperti itu bisa jadi idola, dan filmnya diburu banyak orang?

Nih, salah satu kritikan terhadap film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan ini muncul dari Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri. Beliau menilai bahwa penampilan Dilan yang nggak memakai helm saat berkendara adalah hal yang membahayakan karena tidak memberikan contoh di dalam keamanan dalam berkendara. Begitupun dengan Kasat Lantas Polres Bandung, AKP Hasby Ristama, yang memberikan pernyataan senada bahwa sosok Dilan akan membuat masyarakat ter-"brainstroming" alias menjadi contoh buruk bagi masyarakat dalam berkendara (kumparan.com, 20/2/2019).

Kritikan lain, muncul dari Budayawan Sunda Hawe Setiawan, "Saya sendiri sebagai warga Jabar, tidak melihat ada urgensi dengan pembuatan taman atau pojok Dilan di Kota Bandung itu. Saya hanya melihat kemarin kegiatan publik berupa pawai, tidak lebih dari euforia kolektif saja. Ini semua marketing industri pertunjukan. Tidak ada urgensinya dengan nilai simbolik bagi Jawa Barat," (news.detik.com, 26/2/2019).

Pengamat dan Peneliti Komunikasi Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Profesor Karim Suryadi juga punya penilain kurang baik terhadap film Dilan "Dampaknya ke arus menonton ya, mungkin satu-satunya dampak dibentuk Dilan corner, menambah ke penasaran publik, dan bertanya ada apa dengan film Dilan dengan dibentuk corner, spesial banget," katanya. Jadi menurut beliau, dampaknya alih-alih membangkitkan semangat bagi publik dan apresiasi, justru menambah membangkitkan minat ingin menonton film itu. Jadi dampaknya justru ke arah komersil (kompas.com).

Dan yang paling mutakhir, kritikan bin penolakan keras disampaikan oleh unsur mahasiswa kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar. "Kan kalau film bukan dinas yang menilainya. Kan ada lembaga sensor film. Mereka datang ke dinas dan menyampaikan aspirasi. Ya saya terima saja dengan baik," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Rahman Bando saat berbincang dengan detikcom, Kamis (28/2/2019).

Dilan Versus Muhamad Al Fatih

Coba kalo ditanyakan, apa sih sisi positif dari film Dilan? Apa yang layak dari Dilan untuk bisa dijadikan inspirasi kebaikan? Hampir separoh lebih filmnya, isinya bagaimana ngasih tutorial ngerayu gebetan, trus tawuran, sok jagoan. Kalo pun itu dianggap sebagai sisi positifnya, apa coba positifnya pacaran? Nggak ada positifnya sama sekali. Kalo "postifnya" dosa, "positifnya" zina yaitu positif bisa hamil, mungkin itu baru bener “positifnya” pacaran. Naudzubillah...

Apa? Tawuran dan sok jagoan itu positif? Maksudnya, nilai setia sama kawan genk motor dan tawuran itu mau disebut positif juga? Okelah, kalo setia atau persahabatan, mungkin bisa sedikit disebut positif, tapi buat apa kalo kesetiaan dan persahabatan tapi ujung-ujungnya tawuran, vandalisme? Hampir semua orang tua ataupun guru sepakat kalo tawuran itu bikin ricuh dan salah satu masalah besar dunia pendidikan, yang sampe sekarang masih kumat-kumatan terjadi di sekolahan.

So, sosok Dilan yang flamboyan penuh kegombalan bukanlah sosok idaman, bukan potret pemuda yang mampu menginspirasi kebaikan bahkan nggak ada kontribusinya buat kebangkitan generasi. Kalo ada upaya bikin pojok Dilan, maka sebenarnya itu adalah simbolisasi ide kebebasan dan memfasiliasi kemaksiatan. Karena so pasti,  gimana umumnya taman aja, pasti di sana ada campur baur cowok-cewek, bahkan ada yang berpacaran. Intinya meskipun mungkin di taman tersebut bisa dilakukan hal positif, tapi lebih banyak peluang kemaksiatan di sana.

Perilaku pacaran, jauh dari nilai-nilai Islam yang ditampilkan sosok Dilan jelas menunjukkan bahwa Dilan nggak pantas bin nggak layak jadi idola remaja. Bukan nggak mungkin, kalo sosok Dilan masih dijadikan idola, efek buruknya bakalan makin marak perilaku buruk pacaran, pergaulan bebas, geng motor, kekerasan dan sebagainya. Ini bukan isapan jempol, dan ini mustinya yang jadi bahan pikiran penulisnya, para pembuat filmnya dan si pembuat taman Dilan itu sendiri, atau bahkan tokoh-tokoh remaja serupa lainnya di kemudian hari.

Kalo memang mau serius, ngasih sosok yang bisa dijadikan teladan buat anak-anak remaja, bisa dihadirkan sosok-sosok sholeh yang bisa jadi inspirasi remaja menciptakan masa depannya dan masa depan negerinya, masa depan kaum muslimin pada umumnya. Sosok seperti Muhammad Al Fatih, bisa dijadikan salah satu figure, di mana di saat usianya masih remaja diisi dengan ketaatan, disiplin, rajin, dan sebagainya. Bahkan, ada hal besar yang bisa ditiru dari sosok M Al Fatih ini, yang ini hampir nggak ada dikebanyakan generasi muda. Apa itu? Ya, big dream alias mimpi besar yang terinspirasi dari hadits nabi. Wow!

Kalo ada anak muda, impiannya kayak M Al Fatih, patut diacungin jempol, kalo perlu kalo semua jari tangan dan kaki kita jempol semua, kita kasih deh buat apresiasi remaja yang model begituan. Sosok yang langka, seorang anak remaja punya impian menaklukan kota Konstantinopel, dan memburu prestasi seperti yang dijanjikan nabi, sebagai “sebaik-baiknya pemimpin/panglima”. Bisyaroh alias berita gembira dari Rasulullah SAW yang berbunyi “…Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya” (HR Ahmad), inilah yang disambut dengan semangat membara oleh Muhammad sang penakluk (al fatih).

Bukan Generasi Dilan Penakluk Roma

Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, "bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, tiba-tiba beliau SAW ditanya tentang kota manakah yang akan ditaklukan lebih dahulu, Konstantinopel ataukah Roma? Rasulullah SAW menjawab, "Kota Heraklius terlebih dahulu (maksudnya Konstantinopel).

Konstantinopel dan Roma adalah dua simbol dua negara adidaya di masa itu. Konstantinopel mewakili Romawi Timur, sementara Roma mewakili Romawi Barat. Sementara kaum muslimin sendiri di Arab saat itu, merupakan cikal bakal adidaya baru yang para pemimpinnya impiannya sudah sangat besar, yakni menaklukan dua kota besar Roma dan Konstantinopel.

Dengan bekal sprit bisyarah nabi tersebut, yang menjadi penyemangat para Khalifah setelahnya untuk melakukan futuhat. Tercatat dalam sejarah bahwa Abu Ayyub al-Anshari (44 H) pada Khalifah Muawiyyah bin Abu Sufyan. Kemudian, selanjutnya secara berurutan ada Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik (98 H) pada masa Kekhalifahan Umayyah, lalu Khalifah Harun al-Rasyid (190 H) masa Kekhalifahan Abasiyyah, Khalifah Beyazid I (796 H) masa Kekhalifahan Utsmanityyah, Khalifah Murad II (824 H) masa Kekhalifahan Utsmaniyyah juga tercatat dalam usaha penaklukan konstantinopel, tetapi karena satu dan lain hal, Allah belum mengizinkan kaum muslim memenangkan pertempuran itu.

Akhirnya, Allah mengijinkan Muhamamd II alias Muhammad al-Fatih, yang menaklukan kota ini. Sejak kecil dia dididik oleh ulama-ulama besar pada zamannya, khususnya Syaikh Aaq Syamsuddin yang nggak hanya menanamkan kemampuan beragama dan ilmu Islam, tetapi juga membentuk mental pembebas pada diri Mumammad al-Fatih. Nggak heran kalo usia 23 tahun, al-Fatih telah menguasai 7 bahasa dan memimpin ibukota Khilafah Islam di Adrianopel (Edirne) sejak berumur 21 tahun. Sebagian besar hidup al-Fatih berada di atas kuda, dan Beliau tidak pernah meninggalkan shalat rawatib dan tahajjudnya untuk menjaga kedekatannya dengan Allah dan memohon pertolongan dan idzinnya atas keinginannya yang telah terpancang kuat dari awal: Menaklukan Konstantinopel.

Subhanallah, ini sebuah penegasan bahwa kemenangan nggak akan bisa dicapai dengan mengandalkan kekuatan belaka, bukan pula karena kecerdasan dan strategi perang. Muhammad al-Fatih sangat memahami bahwa kemenangan hanya akan tercapai dengan izin dan pertolongan Allah. Maka ia meminta seluruh pasukannya bermunajat pada Allah, menjauhkan diri dari maksiat, bertahajjud pada malam harinya dan berpuasa pada esok harinya. Pada tanggal 29 Mei 1453, serangan terakhir dilancarkan, dan sebelum Ashar, al-Fatih sudah menginjakkan kakinya di gerbang masuk konstantinopel. Berakhirlah pengepungan selama 52 hari lamanya dan penantian panjang akan janji Allah selama 825 tahun lamanya. Konstantinopel dibebaskan kaum muslim melalui tangan al-Fatih!

Nah, begitulah seharusnya seorang pemuda itu impiannya menaklukan adidaya demi menyambut berita gembira dari Rasulullah SAW. Kalo remaja, pikiranya cuman menaklukan hati gebetan, alaaah itu sih cemen binti dosa bangets. Kalo anak remaja hobinya tawuran, main keroyokan, hih itu mah nggak level. Contoh dong Muhammad Al Fatih, di usianya yang masih sangat muda, melatih diri dan pasukannya menjadi pasukan pilihan terbaik, bukan buat tawuran, tapi buat perang melawan musuh Romawi saat itu. Kalo remaja hobinya bikin puisi kayak Dilan, nggak sebanding dengan Muhammad Al Fatih bikin karya sebuah alat perang yang super dahsyad kala itu. Kalo remaja masih doyan maksiat, itu bukan karakter remaja penakluk, seharusnya remaja penakluk hari-harinya dipenuhi ketaatan layaknya Muhammad Al Fatih.

Gaes, Konstantinopel sudah takluk dengan semangat, kecerdasan, ketekunan, disiplin dan itu tidak akan terulang kembali karena posisi yang mulia dalam bisyarah rasulullah telah ditempati oleh Muhammad al-Fatih. Penaklukan kota Roma hanya menunggu waktu dan posisi kemuliaan itupun akan ditempati oleh satu orang. Dan posisi itu nggak mungkin ditempati oleh generasi-generasi Dilan, melainkan posisi itu akan diambil oleh generasi selevel Muhammad Al Fatih.

Then, 1400 tahun yang lalu, Allah telah berfirman kepada kaum muslim, dengan suatu firman yang sangat istimewa, firman ini yang harus menjadi spirit buat kita menaklukkan kota selanjutnya, Roma. Allah SWT befirman:
“dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menentukan-Nya. dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS al-Fath [48] : 21). Allahu Akbar! []

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://twitter.com/RemajaKonawe?s=09
IG -  https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9