Rabu, 16 Mei 2018

TAMU AGUNG TELAH TIBA



Guys, bayangin kalau rumah kamu didatengi oleh kepala sekolah, orang yang paling dihormati di sekolah kamu. Bagaimana reaksimu? Pastinya merasa bangga dong, dan akan menjamu tamu tersebut dengan baik.

Sekarang, bayangin kalau rumah kamu didatengi oleh bupati? Wah, tamunya kepala sekolah saja kamu akan menjamu dengan baik, apalagi selevel bupati, pejabat nomor 1 di kabupaten. Pastinya akan menjamu jauh lebih baik lagi, kalau perlu bersih-bersih rumah dulu!

Kali ini bayangin kalau rumah kamu didatengi oleh kepala negara? Wah... pastinya dalam menjamu akan lebih baik lagi dibandingkan dengan tamunya kepala sekolah ataupun bupati.

Nah, sekarang guys, bagaimana kalau tamunya adalah sesuatu yang lebih agung daripada semua orang tadi, bahkan diturunkan langsung dari Rabb alam semesta? Siapa kah tamu tersebut? Ya, tamu itu adalah bulan suci Ramadhan, yang hari ini kita berada di dalamnya.

Guys, sadar ngga kamu bahwa hari ini adalah hari yang beda dari yang kemarin? Lah, memang apanya yang beda? Satu hari tetep 24 jam, Matahari tetep terbit dari timur dan terbenam di barat; terus, apanya yang beda?

Perbedaannya adalah, hari ini kita sedang berada dalam bulan yang di dalamnya rahmat, ampunan, dilipatgandakan seluruh amal kebaikan, serta ditutupnya pintu Neraka serapat-rapatnya.

Maka, meskipun satu hari nya tetep 24 jam, namun keberkahan setiap detiknya beda dengan di bulan lain. Meskipun Mataharinya tetep terbit dari timur, tapi makna fajar nya berbeda beda dengan di bulan lain. Dan meskipun Mataharinya tetep terbenam di barat, namun kebahagiaan memandangnya berbeda dengan di bulan lain.

Memangnya, seberapa agung kah bulan suci Ramadhan? Cukuplah kegembiraan Rasul saw. dan para sahabatnya yang mulia menjadi bukti betapa agungnya bulan ini.

Ma’la bin Fadhal berkata,
“Dulu sahabat Rasulullah berdoa kepada Allah sejak enam blan sebelum masuk Ramadhan agar Allah sampaikan umur mereka ke bulan yang penuh berkah itu. Kemudian selama enam bulan sejak Ramadhan berlalu, mereka berdoa agar Allah terima semua amal ibadah mereka di bulan itu. Diantara doa mereka ialah, ‘Yaa Allah, sampaikan aku ke Ramadhan dalam keadaan selamat. Yaa Allah, selamatkan aku saat Ramadhan dan selamatkan amal ibadahku di dalamnya sehingga menjadi amal yang diterima.”

Bayangin guys. Dalam pandangan sahabat, kemuliaan yang begitu agung pada bulan Ramadhan sehingga membuat mereka senantiasa ingat Ramadhan sepanjang tahun, baik sebelum maupun setelah berlalunya!

Allah SWT sendiri memfirmankan tentang keagungan Ramadhan, diantaranya melalui al-Baqarah ayat 185,
 “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Maka, sudah sepantasnya kita ‘menjamu’ tamu agung ini dengan penjamuan extraordinary. Terlebih karena ia hanya hadir di rumah kita selama 29 atau 30 hari, tidak pantes bagi kita untuk menyia-nyiakan kehadirannya. Diantara penjamuan kita adalah:

1. Memperbanyak waktu ‘berkhalwat’ dengan Allah SWT. Selama 1 bulan ke depan kita shaum, banyak waktu-waktu yang sangat indah bagi kita berkhalwat dengan Allah. Pada momen itu tidak ada hijab antara kita dan Dia. Diantaranya adalah waktu sepertiga malam, saat-saat i’tikaf, serta malam yang lebih baik dari 1.000 bulan, Laylatul Qadr.

2. Memaksimalkan amal ibadah. Saat Ramadhan jangan tanggung dalam meningkatkan amal ibadah. Jangan cuman tambah sedikit, yang biasanya dhuha 2 rakaat, paling nambah 4 rakaat. Sayang, guys. Maksimalkan semua waktu kita untuk meningkatkan amal ibadah, baik ibadah mahdhah maupun ghair mahdhah.

3. Momen yang tepat untuk banyak-banyak mengajak teman kita berhijrah. Mumpung Ramadhan, mumpung ghirah keislaman sedang berapi-apinya, jangan lewatkan momen ini untuk berdakwah. Selain berdakwah sendiri merupakan perkataan yang dijamin oleh Allah merupakan perkataan terbaik (Fussilat: 33), ditambah pada bulan terbaik, tentu menjadi aktivitas dakwah yang terbaik.[]

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Whatsapp - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar