Guys, apa sih yang membuat kita menangis? Banyak hal ya. Mulai dari sakit gara-gara jempol kaki nabrak lemari, ketakutan gara-gara nonton film hantu, sampai gara-gara motong bawang ngga pake masker.
Tapi, jujur ya, ingat ngga kapan terakhir kali kita nangis karena inget dosa? Kapan terakhir kali kita nangis karena membayangkan azab Allah atas amal buruk kita? Kapan terakhir kali kita nangis karena takut tidak masuk surga?
Mungkin jarang sekali kita nangis karena hal-hal tersebut. Paling banter kalau istigashah dan ESQ menjelang ujian nasional, itupun bukan nangis inget dosa, tapi gara-gara kaki udah sakit acaranya kelamaan.
Apa yang sebenarnya terjadi? Kalau ditanya, apakah kita takut dengan azab Allah, jawabannya pasti takut, ya ngga? Kalau ditanya, apakah kita takut kelak tidak masuk surga, jawabannya juga pasti takut, betul? Tapi kenapa kita jarang sekali menangis karena itu?
Pertanyaan tersebut bukan datang dari pembicara, melainkan retoris dari Allah SWT sendiri.
“Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis?” (TQS an-Najm [53]: 59-60)
Allah SWT menjelaskan pada kita bahwa Rasul saw. dan para sahabat adalah orang-orang yang ketika dibacakan ayat-ayat kebesaran-Nya, yang menunjukkan kerasnya siksa api Neraka, balasan atas dosa-dosa, dan lainnya, membuat mereka terjatuh, tersungkur, dan menangis. Allah SWT berfirman,
“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (TQS Maryam [19]: 58)
Rasulullah Muhammad saw. sendiri adalah seorang Nabi yang perkasa dan tegar dalam kebenaran, namun jika ayat al-Qur’an dibacakan untuknya, hatinya meleleh dan air matanya berlinangan. Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, telah bersabda Nabi saw. kepadaku,
“Bacalah al-Quran untukku!” Maka aku pun bertanya,”Wahai Rasul! Apakah aku harus membaca al- Quran untukmu, sedangkan al-Quran itu diturunkan kepadamu? Beliau saw. bersabda, “Aku sangat menyukai mendengarkan al-Quran dari orang lain.” Ibnu Mas’ud berkata; Maka aku membacakan al-Quran surat an-Nisa untuk Rasul, hingga aku sampai pada ayat: “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” (TQS. an-Nisa [4]: 41). Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Cukup sampai di sini.” Aku menoleh kepada Rasul saw., ternyata kedua matanya mengucurkan air mata.” (Mutafaq‘alaih).
Para sahabat juga sama, mereka senantiasa menangis ketika dibacakan ayat-ayat kebesaran Allah untuk mereka.
“Ketika Nabi saw. sakit menjelang wafat, Bilal datang meminta idzin untuk memulai shalat. Rasulullah bersabda, ‘Perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam dan shalatlah’. ‘Aisyah berkata, ‘Abu Bakar itu orang yang terlalu lembut, kalau ia mengimami shalat, ia mudah menangis. Jika ia menggantikan posisimu, ia akan mudah menangis sehingga sulit menyelesaikan bacaan Qur’an.’ Nabi tetap berkata, ‘Perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam dan shalatlah’. ‘Aisyah lalu berkata hal yang sama, Rasulullah pun mengatakan hal yang sama lagi, sampai ketiga atau keempat kalinya Rasulullah berkata, ‘Sesungguhnya kalian itu (wanita) seperti para wanita pada kisah Yusuf, perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam dan shalatlah’.”
Inilah karakter yang mesti kita tumbuhkan guys, yaitu senantiasa mengingat dan menangisi atas dosa-dosa yang telah kita kerjakan, seraya berusaha memperbaiki diri.
“Sesungguhnya seorang Mukmin itu melihat dosa- dosanya seolah-olah dia berada di kaki sebuah gunung, dia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sebaliknya, orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, dia mengusirnya dengan tangannya –begini–, maka lalat itu terbang.”(HR Tirmidzi)
Lalu bagaimana jika ngga terbiasa menangis secara alami? Bangunlah larut malam, sebelum sahur, bersujudlah dan bayangkan Allah SWT sedang melihat kita meski kita tidak melihat Dia, tumpahkan semua dosamu pada-Nya seraya memaksakan diri untuk meneteskan air mata berharap ampunan dan ridho-Nya.
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Whatsapp - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9

Tidak ada komentar:
Posting Komentar