Pertemanan lintas gender alias gaul bebas udah jadi menu keseharian remaja en remaji. Gak di sekolah, gak di rumah, udah biasa aja temenan dengan lawan jenis. Biar eksis dan nggak dianggap alien alias makhluk asing oleh temen sebaya. Karena kalo jaga jarak, alamat dikucilkan dari pergaulan dan bagi remaja itu rasanya nggak nyaman.
Namanya temenan dengan lawan jenis, pastinya nggak sekedar menjalin persahabatan. Kita udah paham kalo laki perempuan itu diciptakan untuk saling tarik menarik satu sama lain layaknya dua kutub yang memiliki muatan magnet. Semakin dekat, semakin kuat tarikannya satu sama lain. Awalnya sih cuman temenan, kelamanan jadi demenan. Pepatah jawa bilang, witing trisno jalaran soko kulino. Rasa cinta mendadak menyeruak dalam kalbu lantaran keseringan ketemu. Ini yang berabe.
Temenan Jadi Demenan
Remaja emang paling betah temenan dengan lawan jenis. Selain menumbuhkan rasa kebersamaan, juga melahirkan rasa simpati, terus empati, lama-kelamaan mulai tumbuh benih-benih cinta di hati. Akhirnya, jatuh hati. Makanya agak-agak mustahil kalo temenan ama lawan jenis itu nggak ada affair. Soalnya banyak yang ngakunya teman tapi tingkahnya kayak orang yang pacaran. Teman tapi mesra.
Emang bukan perkara aneh kalo remaja temenan ama lawan jenis. Dalam kacamata orang tua, dinilai bagus buat menepis kekhawatiran kalo anaknya penyuka sesama jenis (hiii…..). Dalam kacamata psikologi, dianggap penting sebagai ajang sosialisasi untuk perkembangan jiwa remaja. Dan bagi remaja sendiri, jadi keharusan biar ada tempat buat menyalurkan masa pubertasnya. Temenan sekalian nyari demenan. Maunya!
Namun dalam kacamata Islam, temenan dengan lawan jenis berarti membuka pintu masuknya virus merah jambu. Meskipun kita bilang bisa menguasai perasaan, yang udah ngalamin bilang akhirnya perasaan yang menguasai kita. Apalagi kalo temennya punya tampang eye catching, kalo ngobrol nyambung, dan care banget. Langsung deh, tadinya temenan jadi demenan. Kalo pun nggak jadian, tapi sering keliatan mesra-mesraan. Waspadalah!
Pacaran, Potret Pergaulan Bebas
Belon afdhol kalo udah demenan tapi nggak ada ikatan. Khawatir disalip teman, pujaan hati harus segera dimiliki. Rasa cinta udah semestinya dikasih ekspresi. Kalo udah saling cinta, nggak perlu lagi kode. Langsung gaspol!
Siapkan rencana untuk sebuah momen tak terlupakan. Sebuah ‘aksi penembakan’ yang menjadi saat-saat menegangkan bagi para aktivis pacaran. Soalnya, penting banget buat kelanjutan hubungan kasihnya dengan pujaan hati. Kalo ditolak, hubungan cukup sampe level teman (temen apa TTM?). Kalo diterima, yes! Hubungan bisa lanjut ke yang lebih serius. Maksudnya, serius menuju pelaminan? Eits, jangan asal nuduh dong. Maksudnya, serius merhatiin isi dompet pacar. Dan pastinya, serius ngenal pacar luar dalam. Nah lho? Kaya servis mobil aja luar dalam. Hoeks!
Kalo udah jadian, tak sungkan lagi untuk body contact. Bagi orang pacaran, seolah ada aturan tak tertulis yang ’mengizinkan’ mereka untuk saling bersentuhan secara fisik. Mulai dari ’kegiatan biasa’ seperti pegangan tangan, cium kening, plus pipi kiri dan kanan hingga yang mendekati zina seperti pelukan, saling membelai, kissing, necking, atau petting. Kalo udah gini, setan bersorak ngerasa sukses telah menjerumuskan keturunan Adam dan Hawa pada gelimang dosa.
Nggak ketinggalan, keseharian orang pacaran selalu pengen berdua-duaan dengan pasangannya. Dimana saja, kapan aja. Dalam keramaian maupun melipir ke pojokan. Biar bisa ngobrol lebih bebas dan intim diselingi canda tawa mesra yang kian mendekatkan hubungan cinta mereka. Pihak ketiga yang mau ikutan nimbrung, mesti izin dulu. Kecuali setan kali yaa. Soalnya setan kan nggak keliatan, jadi bisa dengan mudah menyelinap diantara mereka dan menggoda hati keduanya untuk mendekati zina.
Dari aktifitasnya, keliatan banget kalo pacaran itu jadi potret pergaulan bebas remaja. Bergaul lebih dekat dengan lawan jenis yang belum halal dalam kacamata Islam. Kalo udah halal mah, seintim apapun pergaulannya insya Allah berkah. Lah, kalo cuman diikat oleh emosi dan tanda cinta sebatas lisan, nggak ada hitam di atas putih, gampang putus nyambung kaya tali jemuran. Hati-hati ah!
Ajang Baku Syahwat
Udah bawaan dari lahir kalo kita punya kebutuhan biologis. Ekspresi naluri mempertahankan keturunan melahirkan ketertarikan pada lawan jenis. Tak sekedar rasa cinta tapi hingga pada pemenuhunan naluri seksual. Makanya, islam menjaga pergaulan antara lawan jenis kalo belum halal. Biar syahwat bisa kita kendalikan. Bukan malah mengendalikan kita.
Aktifitas pacaran itu menjadi ajang baku syahwat. Karena peluang untuk bermaksiat terbuka luas. Ikatan pacaran seolah jadi pembenaran untuk mengekspresikan cinta dari sekedar ucapan hingga hubungan badan. Kalo sudah berduaan, jadi lupa daratan. Lantaran termakan godaan setan. Mendekati zina pun tak sungkan.
Survei PKBI, bahwa 63% remaja di beberapa kota besar telah melakukan seks pranikah. Survei yang dilakukan juga menyebutkan perilaku seks bebas remaja yaitu perilaku ciuman 21.0%, perilaku pelukan 36.7%, perilaku memegang organ reproduksi 9.9%, keinginan berhubungan seksual 9.9%, perilaku petting 1.4%, perilaku intercost atau hubungan seksual 1.1%. (PKBI, 2015).
Survei RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2017 yang dilakukan oleh BKKBN menunjukkan kalo remaja laki-laki maupun perempuan mengaku pertama kali punya pacar di usia 16 tahun. Mereka yang punya pacar kebanyakan mengaku pernah melakukan hubungan seksual dibanding remaja pada umumnya. (tribunnews.com, 01/11/17)
Sudah jelas banget kalo pacaran yang notabene perilaku gaul bebas itu telah menjadi ajang baku syahwat. Meski bilangnya bisa jaga diri, kenyataannya makin lama berhubungan makin mudah terjerumus dalam kemaksiatan. Apalagi kalo udah ketemu momen spesial seperti hari kasih sayang. Pasangan remaja berduyun-duyun merayakan dengan bebas tanpa batas sebagai ekspresi cinta. Padahal modus!
Romantisme dalam perayaan VD memancing para aktivisnya untuk jor-joran dalam mengekpresikan cinta pada pasangannya. Apalagi gaya hidup permisif alias serba boleh dalam berperilaku makin mewabah di kalangan remaja. Sehingga perayaan VD kian hari tak sekedar tukar kado atau candle light dinner aja. Tapi udah menjurus ke arah erotisme dan seks bebas. Nah lho!
Bukan nuduh, cuman fakta di lapangan sepertinya mengiyakan. Yang paling keliatan, adanya peningkatan jumlah pembelian alat kontrasepsi kondom yang didominasi remaja menjelang malam valentine. Pantauan Radar Bekasi, di beberapa minimarket diketahui pembelian kondom meningkat sekitar 30 persen. Rata-rata pembeli kondom masuk dalam kategori remaja atau ABG. (http://jabar.pojoksatu.id/bekasi/2017/02/14/)
Ketika pergaulan bebas merajalela, penyakit sosial akan ikut meramaikan. Banyak kita temukan remaja yang notabene pelajar kedapatan hamil diluar nikah. Akibat pacaran yang kebablasan. Nggak heran kalo data BKKBN 2013 lalu menyebutkan sebanyak 20,9 persen remaja di Indonesia mengalami kehamilan dan kelahiran sebelum menikah. Ngeri!
Parahnya, ketika ngerasa belum siap untuk punya anak, tak sedikit remaji yang nekat mengaborsi bayi yang dikandungnya. Data Pusat Unggulan Asuhan Terpadu Kesehatan Ibu dan Bayi pada 2013 juga menyebut, sekitar 2,1 – 2,4 juta perempuan setiap tahun diperkirakan melakukan aborsi. Sebanyak 30 persen di antaranya dilakukan remaja.
Belum lagi rasa malu yang ditanggung remaji ketika terbongkar aibnya hamil diluar nikah. Ngerasa tak suci dan ujung-ujungnya terjun dalam dunia prositusi. Makin terjerumus dalam gaya hidup seks bebas yang rawan penyebaran penyakit menular seksual hingga HIV/AIDS.
Orang tua, keluarga, pihak sekolah maupun teman sebaya sangat punya alasan untuk terus mengingatkan remaja agar menjauhi pacaran. Terlebih kita sebagai seorang muslim, tak ada celah sedikitpun bagi remaja untuk menjalin asmara sebelum merit dalam ikatan pacaran. Karena dari awal, Islam sudah punya aturan super komplit untuk menjaga pergaulan antar lawan jenis biar nggak bebas.
Gaul Bebas Mengundang Bencana
Gaul bebas di kalangan remaja tak bisa dianggap biasa. Usia puber tak seharusnya jadi pemakluman terhadap ekspresi rasa suka di antara mereka dengan berpacaran. Orangtua pun tak perlu khawatir jika putra atau putrinya tak punya pacar. Boleh jadi mereka tengah menjaga kemuliaannya di masa muda untuk meraih kebaikan di masa tua.
Yang perlu kita khawatirkan justru ketika gaul bebas kian merajalela. Karena akan mengundang bencana. Tak hanya pada pelakunya saja yang bisa terjangkit penyakit menular seksual atau wabah hiv/aids. Tapi juga seluruh masyarakat akan terkena akibatnya jika mendiamkan.
Imam Ibnul Qayyim mengingatkan, “Tidak diragukan lagi bahwa membiarkan kaum perempuan bergaul bebas dengan kaum laki-laki adalah biang segala bencana dan kerusakan, bahkan ini termasuk penyebab (utama) terjadinya berbagai melapetaka yang merata. Sebagaimana ini juga termasuk penyebab (timbulnya) kerusakan dalam semua perkara yang umum maupun khusus. Pergaulan bebas merupakan sebab berkembangpesatnya perbuatan keji dan zina, yang ini termasuk sebab kebinasan massal (umat manusia) dan wabah penyakit-penyakit menular yang berkepanjangan.”
Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Jika perbuatan zina telah nampak (tersebar) di suatu negeri maka Allah akan membinasakan negeri tersebut.”
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz lebih menegaskan hal ini dalam ucapan beliau, “Dalil-dalil (dari Al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alahi wasallam) secara tegas menunjukkan haramnya (laki-laki yang) berduaan dengan perempuan yang tidak halal baginya, (demikian pula diharamkan) memandangnya, dan semua sarana yang menjerumuskan (manusia) ke dalam perkara yang dilarang oleh Allah.
Selain keluarga dan sekolah, negara juga sangat berkepentingan untuk menghentikan gaya hidup gaul bebas. Negara yang bisa menghentikan tayangan-tayangan remaja yang menyajikan keseharian publik figure yang erat dengan pergaulan bebas. Negara yang bisa memberikan sanksi yang tegas pada pelaku zina biar pelakunya kapok dan masyarakat jadi tercegah untuk berbuat hal yang sama.
Terlebih, kita selaku remaja muslim mesti berani katakan tidak pada gaul bebas. Jaga jarak dengan lawan jenis kecuali dalam interaksi yang diperbolehkan. Bentengi diri kita dari bisikan setan dan godaan media yang memprovokasi remaja untuk dekat dengan lawan jenis. Gaul bebas? Coret! [@Hafidz341]
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Whatsapp - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Senin, 26 Februari 2018
Jumat, 23 Februari 2018
Anak Muda? Mudah
"Mudah"
Kata yang terbilang tidak asing di telinga kita hari ini.
Begitu mudahnya kita mendengar kata "mudah" saat seseorang yakin atas apa yang dia lakukan.
Karena kata ini yang memicu negatif menjadi positif namun kadang terbalik yang positif menjadi negatif.
Ketika seorang pemuda dengan mudah mengankat semangat dia kala ia tak mampu bangkit.
Ada pula ketika pemuda yang jatuh karena mudahnya ia terpengaruh dengan apa yang dia lalui.
Fakta anak muda hari ini adalah mudah.
Anak muda hari ini mudah menerima mentah-mentah doktrin sekuler yang menjerumuskan dirinya pada kemaksiatan.
Anak muda hari ini mudah meniru apa yang ia lihat sekilas baik dalam acara, sinetron dan reality ahow lainnya.
Sehingga anak muda hari ini mudah tergerus dengan bentuk pemikiran dan perilaku sekuler.
Namun di satu sisi adapula yang masih kurang dari diri anak muda.
Anak muda seharusnya mudah menyebarkan kebaikan karena ia adalah tonggak peradaban.
Anak muda seharusnya mudah menjadikan dirinya sebagai objek yang baik karena ia adalah penerus bangsa.
Anak muda...
Jangan cuma mudah jatuh cinta tapi mudahkan dirinmu untuk menjatuhkan segala bentuk kebathilan dalam jiwa anak muda.
By Anca An-Nafis (Ketua Gema Pembebasan Konawe)
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Kata yang terbilang tidak asing di telinga kita hari ini.
Begitu mudahnya kita mendengar kata "mudah" saat seseorang yakin atas apa yang dia lakukan.
Karena kata ini yang memicu negatif menjadi positif namun kadang terbalik yang positif menjadi negatif.
Ketika seorang pemuda dengan mudah mengankat semangat dia kala ia tak mampu bangkit.
Ada pula ketika pemuda yang jatuh karena mudahnya ia terpengaruh dengan apa yang dia lalui.
Fakta anak muda hari ini adalah mudah.
Anak muda hari ini mudah menerima mentah-mentah doktrin sekuler yang menjerumuskan dirinya pada kemaksiatan.
Anak muda hari ini mudah meniru apa yang ia lihat sekilas baik dalam acara, sinetron dan reality ahow lainnya.
Sehingga anak muda hari ini mudah tergerus dengan bentuk pemikiran dan perilaku sekuler.
Namun di satu sisi adapula yang masih kurang dari diri anak muda.
Anak muda seharusnya mudah menyebarkan kebaikan karena ia adalah tonggak peradaban.
Anak muda seharusnya mudah menjadikan dirinya sebagai objek yang baik karena ia adalah penerus bangsa.
Anak muda...
Jangan cuma mudah jatuh cinta tapi mudahkan dirinmu untuk menjatuhkan segala bentuk kebathilan dalam jiwa anak muda.
By Anca An-Nafis (Ketua Gema Pembebasan Konawe)
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Sabtu, 03 Februari 2018
Derita Guru, Ada Apa?
Keadaan pendidikan hari ini semakin saja menunjukkan keprihatinan. Belum lagi maraknya kesenjagan sosial yang terjadi di dalam sistem pendidikan hari ini.
Kasus baru-baru ini terjadi di pulau Jawa seorang guru seni meninggal usai mengeluh sakit di leher.
Kala itu seorang siswa tidak memasuki jam pelajaran dan guru seni tersebut menegur.
Lantas siswa itu tidak menerima dan melakukan tindakan tak mendidik dan menghajar guru tersebut hingga terpental di bangku istirahat sekolah.
Itu hanya satu dari sekian. Masihkah kita ingat apa yang terjadi di Sulawesi Selatan tempo hari?
Guru harus mendapatkan perawatan khusus setelah tulang hidungnya patah.
Fenomena ini semakin menunjukkan bahwa ada masalah dengan sistem pendidikan hari ini.
Sekolah yang notabene sebagai wadah regenerasi utama kini menjadi tempat lika-likunya masalah.
Inilah dampak semakin jauhnya sistem pendidikan hari ini dengan syariat Islam. Maka guru, siswa dan lainnya akan mengalami kesenjangan.
Inilah pentingya kesadaran terhadap Islam. Pelaksanaan yang sesuai dengan Islam akan menghasilkan generasi yang bertaqwa.
Harapan terbaik dari kasus terbaru ini. Semoga ada muhasabah yang terbaik yang kita lakukan untuk senantiasa berada pada posisi taat tanpa tapi.
Oleh : Anca An-Nafis (Member of FPM-Konawe)
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Kasus baru-baru ini terjadi di pulau Jawa seorang guru seni meninggal usai mengeluh sakit di leher.
Kala itu seorang siswa tidak memasuki jam pelajaran dan guru seni tersebut menegur.
Lantas siswa itu tidak menerima dan melakukan tindakan tak mendidik dan menghajar guru tersebut hingga terpental di bangku istirahat sekolah.
Itu hanya satu dari sekian. Masihkah kita ingat apa yang terjadi di Sulawesi Selatan tempo hari?
Guru harus mendapatkan perawatan khusus setelah tulang hidungnya patah.
Fenomena ini semakin menunjukkan bahwa ada masalah dengan sistem pendidikan hari ini.
Sekolah yang notabene sebagai wadah regenerasi utama kini menjadi tempat lika-likunya masalah.
Inilah dampak semakin jauhnya sistem pendidikan hari ini dengan syariat Islam. Maka guru, siswa dan lainnya akan mengalami kesenjangan.
Inilah pentingya kesadaran terhadap Islam. Pelaksanaan yang sesuai dengan Islam akan menghasilkan generasi yang bertaqwa.
Harapan terbaik dari kasus terbaru ini. Semoga ada muhasabah yang terbaik yang kita lakukan untuk senantiasa berada pada posisi taat tanpa tapi.
Oleh : Anca An-Nafis (Member of FPM-Konawe)
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Kamis, 01 Februari 2018
KEPOIN VALENTINE DAY
Assalamualaikum soub, apa kabar nih? Gak kerasa yah kita udah memasuki bulan Februari. Biasanya sih bulan ini diidentikkan dengan bulan kasih sayang or Valentine Day yang penuh dengan nuansa lope-lope, hehe.
Soub, ada gak di antara kalian yang selalu merayakan Valentine Day tiap tahunnya (hayooo ngakuuu :D) atau ada yang sudah mempersiapkan kado, coklat, bunga, de el el untuk perayaan Valentine Day yang jatuh tepat pada tanggal 14 nanti?
Mungkin sobat merayakan Valentine Day karena hanya sekedar ikut trend jaman now biar kekinian gitcuuu, tanpa tau seluk-beluk Valentine Day. Nah sub, melalui tulisan singkat ini saya akan ngajak kalian buat kepoin history of Valentine Day and hukum merayakannya . But sebelum kita lanjut, makan dulu cemilannya, itupun kalau cemilannya ada, hehehehe.
History of Valentine Day.
Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga ia pun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).
Nah, soub dari penjelasan di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa Valentine Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan. Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine. Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.
Soub sekarang kita udah tau kaannn seperti apa sejarah Valentine Day itu sendiri.
Hukum Merayakan Valentine Day
Sejarahnya udah kita bahas. Next, apa sih hukum merayakan Valentino Rossi eh maksud saya Valentine day (hehehe) tentunya dengan sudut pandang Islam.
Dalam pandangan Islam sendiri merayakan Valentine Day hukumya haram alias gak boleh soub, coz Valentine day adalah ritual yang asal muasalnya adalah dilakukan oleh orang nasrani serta orang romawi yang menyembah berhala, dan jika dilihat dari faktanya Valentine Day juga dekat akan perbuatan zina dan campur baur antara cewek dan cowok dalam suatu pesta (kalo pak ustat nyebutnya ikhtilat) dan itu semuaa bertentangan dengan syariat Islam yang kita emban.
Ikut trend masa kini boleh-boleh saja soub, but kita juga harus memperhatikan apakah trend tersebut sesuai dengan aturan agama kita ataw gak, kalau sesuai monggo, tapi kalo gak plisss kita jauh-jauh aja yah.
Sooo, sebagai generasi muslim yang kece-kece sungguh sangat disayangkan jika masih ada yang ikut serta dalam perayaan Valentine Day nanti, bukan cuma itu soub, kita juga gak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan.
Masih ingatkannn soub dengan sabda Rasulullah, “Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. at-Tirmidzi).
Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari perbuatan-perbuatan maksiat.
Wallahu’alam.
#SayNoToValentineDay
By Syah Revolt
(Member of Dakwah Remaja Konawe)
*dikutip dari berbagai sumber
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Soub, ada gak di antara kalian yang selalu merayakan Valentine Day tiap tahunnya (hayooo ngakuuu :D) atau ada yang sudah mempersiapkan kado, coklat, bunga, de el el untuk perayaan Valentine Day yang jatuh tepat pada tanggal 14 nanti?
Mungkin sobat merayakan Valentine Day karena hanya sekedar ikut trend jaman now biar kekinian gitcuuu, tanpa tau seluk-beluk Valentine Day. Nah sub, melalui tulisan singkat ini saya akan ngajak kalian buat kepoin history of Valentine Day and hukum merayakannya . But sebelum kita lanjut, makan dulu cemilannya, itupun kalau cemilannya ada, hehehehe.
History of Valentine Day.
Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga ia pun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).
Nah, soub dari penjelasan di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa Valentine Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan. Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine. Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.
Soub sekarang kita udah tau kaannn seperti apa sejarah Valentine Day itu sendiri.
Hukum Merayakan Valentine Day
Sejarahnya udah kita bahas. Next, apa sih hukum merayakan Valentino Rossi eh maksud saya Valentine day (hehehe) tentunya dengan sudut pandang Islam.
Dalam pandangan Islam sendiri merayakan Valentine Day hukumya haram alias gak boleh soub, coz Valentine day adalah ritual yang asal muasalnya adalah dilakukan oleh orang nasrani serta orang romawi yang menyembah berhala, dan jika dilihat dari faktanya Valentine Day juga dekat akan perbuatan zina dan campur baur antara cewek dan cowok dalam suatu pesta (kalo pak ustat nyebutnya ikhtilat) dan itu semuaa bertentangan dengan syariat Islam yang kita emban.
Ikut trend masa kini boleh-boleh saja soub, but kita juga harus memperhatikan apakah trend tersebut sesuai dengan aturan agama kita ataw gak, kalau sesuai monggo, tapi kalo gak plisss kita jauh-jauh aja yah.
Sooo, sebagai generasi muslim yang kece-kece sungguh sangat disayangkan jika masih ada yang ikut serta dalam perayaan Valentine Day nanti, bukan cuma itu soub, kita juga gak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan.
Masih ingatkannn soub dengan sabda Rasulullah, “Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. at-Tirmidzi).
Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari perbuatan-perbuatan maksiat.
Wallahu’alam.
#SayNoToValentineDay
By Syah Revolt
(Member of Dakwah Remaja Konawe)
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Sabtu, 27 Januari 2018
Stop Latah V-Day!!!
By the way, gak terasa ya sob, tinggal menghitung jari Januari akan berakhir dan Pebruari cooming soon. Ssstt... tapi sobat semua kudu hati-hati nih dengan bulan yang satu ini. Kenapa ya?? Ada apa dengan Februari?? Sob, kalian harus tau ini, dan harus melek terhadap momen-momen yang dapat merusak generasi remaja khususnya.
Eng-ing-ong... Ternyata di bulan Pebruari ini ada momen V-Day alias Valentine’s Day. Tahu gak apa itu V-Day? Sejenis makanan coklat dengan rasa strawbery plus wangi mawar yang semerbak lagi, siapa sih ya, yang gak tertarik dengan coklat yang dibungkus rapi plus dikasih gratis..tis..tis.. pula, mau banget dong.
Nah, ini yang menjadi PR (pekerjaan rutin) buat kamu sob untuk membentengi diri dari hal-hal yang dilarang oleh Islam, karna V-Day adalah budaya barat yang merupakan perayaan Lupercalia yang sangat terkenal di Roma. Perayaan Lupercalia berlangsung dari tanggal 13-18 Pebruari. Lupercalia dianggap sebagai dewa kuburan yang berkaki kambing dan berkepala kambing, wuih ngeri ya? So, Lupercalia tersebut mirip dengan lambang setan dalam yahudi yaitu manusia berkepala kambing yang dikenal Baphomet. Dan pada tanggal 13-14 perayaan dipersembahkan untuk Dewi Cinta Juno Februata. Sehingga pada tanggal 14 Pebruari dikenallah dengan hari kasih sayang sedunia.
Saat ini sahabat remaja muslim yang latah untuk mengikuti budaya tersebut, dan malah berlomba-lomba untuk berburu kado spesial yang menarik dan unik, mulai dari buket bunga mawar, coklat bentuk hati, CD lagu romantic (so sweet), Permen cinta, kartu cinta sampai sepasang sandal jepit cinta pun dikasih, gawat bangeet ya sobat. Astaghfirullah. Remaja muslim tak sadar bahwa udah ngelakuin pola hidup yang rusak, bebas dan menuhankan hawa nafsu.
Ayo sobat, sadar dong! V-Day merupakan salah satu upaya dari barat untuk menghancurkan generasi muslim dengan cara faham liberal, kebebasan dalam hal mengekspresikan rasa suka, cinta, sayang terhadap lawan jenis. Allah telah berfirman dalam surah Al-Baqarah: 120 ”Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
Sobat, sebelum terlambat, yuk taubat, jangan mengikuti hawa nafsu dan langkah syaitan, dan jangan biarkan dirimu hancur berkeping-keping karna V-Day, dan kini saat ini katakan Say No to V-Day, and... Stop Latah! Ok deal ya!! (Al Azizy Revolusi)
Eng-ing-ong... Ternyata di bulan Pebruari ini ada momen V-Day alias Valentine’s Day. Tahu gak apa itu V-Day? Sejenis makanan coklat dengan rasa strawbery plus wangi mawar yang semerbak lagi, siapa sih ya, yang gak tertarik dengan coklat yang dibungkus rapi plus dikasih gratis..tis..tis.. pula, mau banget dong.
Nah, ini yang menjadi PR (pekerjaan rutin) buat kamu sob untuk membentengi diri dari hal-hal yang dilarang oleh Islam, karna V-Day adalah budaya barat yang merupakan perayaan Lupercalia yang sangat terkenal di Roma. Perayaan Lupercalia berlangsung dari tanggal 13-18 Pebruari. Lupercalia dianggap sebagai dewa kuburan yang berkaki kambing dan berkepala kambing, wuih ngeri ya? So, Lupercalia tersebut mirip dengan lambang setan dalam yahudi yaitu manusia berkepala kambing yang dikenal Baphomet. Dan pada tanggal 13-14 perayaan dipersembahkan untuk Dewi Cinta Juno Februata. Sehingga pada tanggal 14 Pebruari dikenallah dengan hari kasih sayang sedunia.
Saat ini sahabat remaja muslim yang latah untuk mengikuti budaya tersebut, dan malah berlomba-lomba untuk berburu kado spesial yang menarik dan unik, mulai dari buket bunga mawar, coklat bentuk hati, CD lagu romantic (so sweet), Permen cinta, kartu cinta sampai sepasang sandal jepit cinta pun dikasih, gawat bangeet ya sobat. Astaghfirullah. Remaja muslim tak sadar bahwa udah ngelakuin pola hidup yang rusak, bebas dan menuhankan hawa nafsu.
Ayo sobat, sadar dong! V-Day merupakan salah satu upaya dari barat untuk menghancurkan generasi muslim dengan cara faham liberal, kebebasan dalam hal mengekspresikan rasa suka, cinta, sayang terhadap lawan jenis. Allah telah berfirman dalam surah Al-Baqarah: 120 ”Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
Sobat, sebelum terlambat, yuk taubat, jangan mengikuti hawa nafsu dan langkah syaitan, dan jangan biarkan dirimu hancur berkeping-keping karna V-Day, dan kini saat ini katakan Say No to V-Day, and... Stop Latah! Ok deal ya!! (Al Azizy Revolusi)
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Selasa, 23 Januari 2018
WANTED: Peserta Audisi "Surga Idol"!
Jujur aja aku pengen nanya ke kalian semua. Aku nggak mau nanya dalam hati (emang gue cowok apaan, masak gue cuma ngebatin doang). Kalo boleh aku mau pake toa, speaker atau sound system segede gaban. Sambil berdiri, bila perlu berdiri diatas panggung 3 meter. Aku pengen teriak, biar semuanya denger! "Eh, gaes. Ngapain kalian susah-susah audisi jadi seleb?. Datang jauh-jauh, ngantri, berpanas-panasan, keringetan, dusel-duselan, pegal sama letih nggak dirasain. Semua demi nunggu giliran audisi. Pas dipanggil langsung dech tampil, ngebuktiin diri. Pamer keahlian nyanyi sambil bergaya-gaya di depan juri. Why???"
Jujur aku sedih ngeliatnya. Berderai-derai air mataku, lho kok audisi nyanyi seperti Indonesia Idol, yang ngantri banyak beneeer. Berjubel-jubel, itu punggung panitianya sampe nggak kelihatan! (Yaiyalah, kan pake baju. Xixixi...). Coba dech bandingin sama saat adzan berkumandang, panggilan sholat berjama'ah. Yang hadir berjubel-jubel? Antri sampe ribuan, jutaan, berdesak-desakan? Apakah mereka yang ngantri masuk masjid anak-anak muda?
Duh, kenapa ya audisi-audisi kayak gini tumbuh subur dan senantiasa ada tiap tahun. Dari jaman old sampe jaman now. Sejak jaman millenium sampe millenial. Dari mulai AFI, KDI, Mama Mia, X-Factor, The Voice, Indonesia Idol, dll. Kenapa audisi untuk jadi seleb terus aja bermunculan? Kenapa bukan audisi "Surga Idol" yang mempesona para muda? Audisi jadi artis, sukses dunia dibela-belain. Ngabisin waktu, tenaga sampe duit semua rela. Demi apa? Sukses hidup di dunia. (Wow....) Giliran audisi sukses akherat, semua pada cuek. Males dikejar, pengennya di dunia hidup enak. Sukses dan kaya raya, kalo udah mati pengennya masuk surga. Tapi, panggilan adzan berkali-kali diabaikan, pas udah iqomah masih aja hape-hapean. Baca Qur'an terbata-bata, pas jadwal majelis taklim di tinggal PS-an. Yang kayak gini mau jadi penghuni surga? Apakah yang kayak ginini yang senantiasa dirindukan surga, Surga Idol? (Ya enggak layauuuww..)
*Ceileee.... Masih aja mau ditipu dunia*
Eh Sob, dunia itu emang menyilaukan. Semua kesenangannya diumbar-umbar apalagi kalo berkolaborasi sama media-media massa. Semuanya bikin silau, kalo nggak kuat iman. Pasti dech bikin tergoda. Siapa sich yang nggak pengen terkenal, siapa sich yang nggak pengen kaya raya. Dan audisi jadi seleb-pun menjadi garansi buat dapetin semua itu dalam waktu singkat. Sekali lagi, duniapun menipumu. Ajang Idol-idolan seperti ini tak lebih dari ajang eksploitasi kemampuan diri (baca: tubuh). Juga sebagai ladang baru buat jadi tambang duit. Ya, semuanya ujung-ujungnya duit.
Masyarakat mau aja di tipu buat nongkrongin tivi. Sabar liat tivi sebab idolanya lolos eliminasi. Suara adzan sampe iqomah ternyata tak mampu buat hati bergeming. Tak beranjak pula kaki engkau, dari depan tivi. Makin banyak yang nonton, iklan makin laris.
Sekali lagi, "Fun" alias kesenangan duniawi membuat kalian lupa. Ngabisin waktu buat hal-hal itu-itu aja. Saat jam sholat tiba, malesnya ikutan datang. Saat jam acaranya tiba, kok yang hadir semangatnya, malesnya ngilang. Akhirnya, kitapun sekali lagi keranjingan sama TiVi.
*Kamukah itu, The Next Surga Idol?*
Jika setiap orang ditanya, "Kamu pengen masuk surga atau neraka?" Pasti jawabannya, surga. Tapi anehnya, saat audisi-audisi calon para penghuni surga. Yang hadir sepi, masih kalah jauh sama Idol-idolan itu. Padahal, kita semua percaya pada hari akhir. Tapi, tak banyak yang berlomba mencari kebahagiaan akherat. Aneh memang, tapi itu nyata.
Sob, surga dan neraka adalah hadiah dari audisi kita disini (baca: di dunia). Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan juga tahun akan senantiasa ada ujian demi ujian. Audisi demi audisi, untuk melayakkan dirimu. Apakah kamu, The Next Surga Idol?.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
_"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."_ [QS. Az-Zariyat: Ayat 56]
Noh kan, udah di kasih rambu-rambunya kalian musti taat, jangan bermaksiat. Tapi, nyatanya malah jarang beribadah, ato bahkan malah nggak pernah. (Enggak kan....). Di suruh sholat males, ngaji ogah. Yang perempuan, di suruh pake hijab enggak mau. Tapi, ikut idol malah nggak pake jilbab. Lekuk tubuhnya di pamerin kemana-mana. Nggak malu, pede atau nggak takut dosa?.
Musik bukan sekedar musik karena semua akan di mintai pertanggungjawaban. Jika kita masih muda, tenaga masih fresh dan semangat masih membara. Ngapain juga kita ngabisin waktu muda kita tuk hal sia-sia. Apalagi kalo kegiatan itu nggak berefek positif pada kehidupan akherat, rugi lah... Pengen masuk surga, pengen jadi idola surga. Tapi, tak pernah berkegiatan yang berpahala dan nambah iman. Bisa masuk surga, mungkinkah?
*Yang harus dilakukan*
Jadi Sob, memang kok kalo audisi menjadi penghuni surga itu pesertanya cuma sedikit. Sebab, itu hanya di peruntukan bagi orang-orang pilihan, manusia-manusia istimewa. Dan kalo mau sukses dengan lolos audisi ini. Insyaallah, hidup kamu bakalan bahagia, baik di dunia maupun di akherat.
Iman kepada Allah dan RasulNya, itu jelas _syarat yang pertama_. Mutlak harus ada pada diri seorang hamba Allah. _Yang kedua_, Harus berilmu. Biar mampu bedakan mana yang baik dan juga buruk, yang halal maupun haram, yang berpahala maupun yang berdosa. Singkatnya, kalian musti sering-sering ngaji dan datengin majelis ilmu. _Ketiga_, sering-sering beramal sholih. Manfaatkan sisa umurmu untuk kegiatan positif dan berpahala. _Keempat_, berdakwah. Sampaikanlah kepada umat manusia kebenaran itu, walau cuma satu ayat. Dan lakukanlah semuanya itu secara ikhlas, lillahi ta'ala.
Oke Sob, dunia ini memang ujian. Ujian bagi orang-orang yang beriman. Janganlah kamu terlena oleh kemilau indahnya dunia. Biarlah mereka-mereka itu, bersusah payah ikut audisi demi sukses di dunia yang hanya sementara ini. Marilah kita berlomba-lomba menyongsong masa depan. Sukses dunia dan juga akherat. Mari, berlomba-lomba dalam kebaikan demi meraih ridha Allah SWT.
Oleh: Aziz Rohman
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Jujur aku sedih ngeliatnya. Berderai-derai air mataku, lho kok audisi nyanyi seperti Indonesia Idol, yang ngantri banyak beneeer. Berjubel-jubel, itu punggung panitianya sampe nggak kelihatan! (Yaiyalah, kan pake baju. Xixixi...). Coba dech bandingin sama saat adzan berkumandang, panggilan sholat berjama'ah. Yang hadir berjubel-jubel? Antri sampe ribuan, jutaan, berdesak-desakan? Apakah mereka yang ngantri masuk masjid anak-anak muda?
Duh, kenapa ya audisi-audisi kayak gini tumbuh subur dan senantiasa ada tiap tahun. Dari jaman old sampe jaman now. Sejak jaman millenium sampe millenial. Dari mulai AFI, KDI, Mama Mia, X-Factor, The Voice, Indonesia Idol, dll. Kenapa audisi untuk jadi seleb terus aja bermunculan? Kenapa bukan audisi "Surga Idol" yang mempesona para muda? Audisi jadi artis, sukses dunia dibela-belain. Ngabisin waktu, tenaga sampe duit semua rela. Demi apa? Sukses hidup di dunia. (Wow....) Giliran audisi sukses akherat, semua pada cuek. Males dikejar, pengennya di dunia hidup enak. Sukses dan kaya raya, kalo udah mati pengennya masuk surga. Tapi, panggilan adzan berkali-kali diabaikan, pas udah iqomah masih aja hape-hapean. Baca Qur'an terbata-bata, pas jadwal majelis taklim di tinggal PS-an. Yang kayak gini mau jadi penghuni surga? Apakah yang kayak ginini yang senantiasa dirindukan surga, Surga Idol? (Ya enggak layauuuww..)
*Ceileee.... Masih aja mau ditipu dunia*
Eh Sob, dunia itu emang menyilaukan. Semua kesenangannya diumbar-umbar apalagi kalo berkolaborasi sama media-media massa. Semuanya bikin silau, kalo nggak kuat iman. Pasti dech bikin tergoda. Siapa sich yang nggak pengen terkenal, siapa sich yang nggak pengen kaya raya. Dan audisi jadi seleb-pun menjadi garansi buat dapetin semua itu dalam waktu singkat. Sekali lagi, duniapun menipumu. Ajang Idol-idolan seperti ini tak lebih dari ajang eksploitasi kemampuan diri (baca: tubuh). Juga sebagai ladang baru buat jadi tambang duit. Ya, semuanya ujung-ujungnya duit.
Masyarakat mau aja di tipu buat nongkrongin tivi. Sabar liat tivi sebab idolanya lolos eliminasi. Suara adzan sampe iqomah ternyata tak mampu buat hati bergeming. Tak beranjak pula kaki engkau, dari depan tivi. Makin banyak yang nonton, iklan makin laris.
Sekali lagi, "Fun" alias kesenangan duniawi membuat kalian lupa. Ngabisin waktu buat hal-hal itu-itu aja. Saat jam sholat tiba, malesnya ikutan datang. Saat jam acaranya tiba, kok yang hadir semangatnya, malesnya ngilang. Akhirnya, kitapun sekali lagi keranjingan sama TiVi.
*Kamukah itu, The Next Surga Idol?*
Jika setiap orang ditanya, "Kamu pengen masuk surga atau neraka?" Pasti jawabannya, surga. Tapi anehnya, saat audisi-audisi calon para penghuni surga. Yang hadir sepi, masih kalah jauh sama Idol-idolan itu. Padahal, kita semua percaya pada hari akhir. Tapi, tak banyak yang berlomba mencari kebahagiaan akherat. Aneh memang, tapi itu nyata.
Sob, surga dan neraka adalah hadiah dari audisi kita disini (baca: di dunia). Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan juga tahun akan senantiasa ada ujian demi ujian. Audisi demi audisi, untuk melayakkan dirimu. Apakah kamu, The Next Surga Idol?.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
_"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."_ [QS. Az-Zariyat: Ayat 56]
Noh kan, udah di kasih rambu-rambunya kalian musti taat, jangan bermaksiat. Tapi, nyatanya malah jarang beribadah, ato bahkan malah nggak pernah. (Enggak kan....). Di suruh sholat males, ngaji ogah. Yang perempuan, di suruh pake hijab enggak mau. Tapi, ikut idol malah nggak pake jilbab. Lekuk tubuhnya di pamerin kemana-mana. Nggak malu, pede atau nggak takut dosa?.
Musik bukan sekedar musik karena semua akan di mintai pertanggungjawaban. Jika kita masih muda, tenaga masih fresh dan semangat masih membara. Ngapain juga kita ngabisin waktu muda kita tuk hal sia-sia. Apalagi kalo kegiatan itu nggak berefek positif pada kehidupan akherat, rugi lah... Pengen masuk surga, pengen jadi idola surga. Tapi, tak pernah berkegiatan yang berpahala dan nambah iman. Bisa masuk surga, mungkinkah?
*Yang harus dilakukan*
Jadi Sob, memang kok kalo audisi menjadi penghuni surga itu pesertanya cuma sedikit. Sebab, itu hanya di peruntukan bagi orang-orang pilihan, manusia-manusia istimewa. Dan kalo mau sukses dengan lolos audisi ini. Insyaallah, hidup kamu bakalan bahagia, baik di dunia maupun di akherat.
Iman kepada Allah dan RasulNya, itu jelas _syarat yang pertama_. Mutlak harus ada pada diri seorang hamba Allah. _Yang kedua_, Harus berilmu. Biar mampu bedakan mana yang baik dan juga buruk, yang halal maupun haram, yang berpahala maupun yang berdosa. Singkatnya, kalian musti sering-sering ngaji dan datengin majelis ilmu. _Ketiga_, sering-sering beramal sholih. Manfaatkan sisa umurmu untuk kegiatan positif dan berpahala. _Keempat_, berdakwah. Sampaikanlah kepada umat manusia kebenaran itu, walau cuma satu ayat. Dan lakukanlah semuanya itu secara ikhlas, lillahi ta'ala.
Oke Sob, dunia ini memang ujian. Ujian bagi orang-orang yang beriman. Janganlah kamu terlena oleh kemilau indahnya dunia. Biarlah mereka-mereka itu, bersusah payah ikut audisi demi sukses di dunia yang hanya sementara ini. Marilah kita berlomba-lomba menyongsong masa depan. Sukses dunia dan juga akherat. Mari, berlomba-lomba dalam kebaikan demi meraih ridha Allah SWT.
Oleh: Aziz Rohman
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Minggu, 21 Januari 2018
Perbanyak Teman, Kurangi Musuh
Hidup ini emang gampang-gampang susah. Apalagi kalo cari teman susahnya minta ampyunnnn....
Cari teman itu susah. Apalagi cari teman yang mau di ajak taat. Duh, tambah susah!
Meski gitu sebagai anak muda zaman now. Kita-kita ini nggak boleh salah milih teman.
Karena teman, bisa aja kamu jadi rusak. Karena teman bisa juga kamu makin taat.
Tak perlulah engkau bingung, apalagi pusing diskripsikan seseorang itu. Cukup lihat dengan siapa dia berteman. Karena, temannya itulah cerminan siapa dirinya.
Jangan perbanyak musuh, tapi banyakin jumlah teman kamu. Lebih-lebih teman dalam ketaatan. Agar kamu makin giat beribadah. Biar kamu makin sholih, tambah sholihah.
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan share tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Cari teman itu susah. Apalagi cari teman yang mau di ajak taat. Duh, tambah susah!
Meski gitu sebagai anak muda zaman now. Kita-kita ini nggak boleh salah milih teman.
Karena teman, bisa aja kamu jadi rusak. Karena teman bisa juga kamu makin taat.
Tak perlulah engkau bingung, apalagi pusing diskripsikan seseorang itu. Cukup lihat dengan siapa dia berteman. Karena, temannya itulah cerminan siapa dirinya.
Jangan perbanyak musuh, tapi banyakin jumlah teman kamu. Lebih-lebih teman dalam ketaatan. Agar kamu makin giat beribadah. Biar kamu makin sholih, tambah sholihah.
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan share tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Langganan:
Postingan (Atom)