"Tuhan kuatkan aku/ Lindungiku dari putus asa/ Jika ku harus mati/ Pertemukan aku dengan-Mu"
"Kata-kata cinta terucap indah/ Mengalir berzikir di kidung do'aku/ Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku"
"Butir-butir cinta air mataku/ Teringat semua yang Kau beri untukku / Ampuni khilaf dan salah selama ini Ya Ilahi/ Muhasabah cintaku"
Pada akhir bulan kedua tahun masehi, bekas-bekas sambutan hari cinta sedunia masih tersisa. Terutama promo cemilan khas seperti coklat atau permen yang masih teronggok di rak-rak mini market. Pastinya, bukan cemilan itu yang kita buru di akhri bulan.
Tapi sebuah renungan tentang balada cinta yang terus menerus menghantui remaja. Untuk itu, penulis teringat sebuah lagu lawas yang bisa bikin super baper yang dengerinnya. Sebuah single dari group nasyid yang di rilis tahun 2012. Liriknya yang mengharu biru, mengingatkan kita akan sebuah penyesalan saat rasa cinta justra menjauhkan kita dari Dia. Muhasabah Cinta.
Sebagai bentuk muhasabah dari tren pergaulan remaja, berikut beberapa catatan untuk kita renungkan bersama.
*# Pertama, Stop Budaya Pacaran*
Pacaran sering dijadikan simbol pergaulan remaja modern. Seolah, belon afdhol jadi remaja kalo gak kenal dunia pacaran. Mitosnya, pacaran bikin remaja tambah gaul, trendi, dan pastinya kekinian. Walhasil, banyak remaja yang terjerumus ke dalam ajang baku syahwat ini.
Padahal kenyataannya, pacaran cuman jadi tempat ngebucin antar dua remaja yang tengah dimabuk asmara. Terutama di bulan Februari, linimasa sosial media dipenuhi remaja en remaji yang pamer gacoan. Tak sungkan mengumbar kemesraan biar jadi bahan omongan. Banjir pujian.
Kebayang ya kalo udah ngebucin, lupa daratan tapi ingat petunjuk setan. Udah nggak peduli lagi dengan peringatan Allah swt dalam firmanNya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’ : 32).
Gak ada ceritanya remaja pacaran itu jauh-jauhan. Kalo pun ada LDR, itu cuman kemasan aja. Jauh di mata, dekat di hati. Terpisah jarak, terikat janji. Giliran kopdar, tetep aja deketin zina. Jalan bareng. Makan bareng. Sampai kebablasan tidur bareng. Ngeri!
Karena itu, ayo kita sama-sama kampanyekan stop budaya pacaran. Terutama di kalangan remaja, biar masa depan mereka di dunia dan akhirat tak tergadaikan.
*# Kedua, Say No To Valentine Day*
Ini yang jadi biang makin terhanyutnya remaja dalam kubangan maksiat atas nama cinta. Tanggal merah jambu yang hanya ada di bulan Februari ini, selalu ditunggu remaja en remaji yang tengah dimabuk asmara. Bahkan yang jomblo sekalipun, bela-belain berburu pasangan biar saat hari H, bisa ikut-ikutan pamer gacoan dan latah mengumbar kemesraan.
Padahal bagi remaja muslim, gak ada secuilpun kebaikan dengan ikut ambil bagian dari perayaan budaya barat ini. Udah tahu kan, kalo asal muasal perayaan hari kasih sayang ini terhubung dengan budaya pemujaan terhadap dewa-dewa dan penyebaran agama di luar Islam.
Itu artinya, kalo kita sebagai remaja muslim ikut-ikutan ngerayain sama dengan menggadaikan akidah dan keimanan kita. Cuman dapat kesenangan, tapi kemuliaan agamanya dipertaruhkan. Boncos abis!
_Rasulullah saw mengingatkan kita, “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut .” (HR. At-Tirmidzi)_
Ibnul Qayyim berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan semisalnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutu-kan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”
So, jangan sampai budaya pemujaan terhadap rasa cinta ini menjerumuskan kita pada kekufuran. Suarakan dengan lantang pada dunia, remaja muslim nggak valentinan!
*# Ketiga, Jangan Gagal Fokus Gaes!*
Dalam Islam, remaja sejatinya bukan sekedar masa transisi dari kehidupan anak-anak menuju manusia dewasa. Tapi remaja adalah masa emas para calon pemimpin masa depan yang sudah terbebani oleh hukum syariat. Sehingga kehidupan mereka idealnya tak jauh dari dua hal saja sebagaimana diingatkan dalam sebuah nasihat.
“Demi Allah, hakikat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan taqwa; bila keduanya tidak ada padanya maka tidak ada harga diri baginya”. (Imam Syafi’i).
Kalo hari-harinya remaja cuman dihabiskan dengan mengumbar kemesraan di sosial media, pamer gacoan, atau ngebucin tak kenal tempat, pastinya makin menjauh dari perilaku taat. Boro-boro getol membekali dirinya dengan ilmu dan takwa, yang ada ditempel terus oleh perilaku maksiat. Gegara cinta yang ternoda.
Karena itu, remaja muslim jangan gagal fokus untuk mengisi hari-harinya. Bukan berkutat dalam dunia percintaan. Tapi selalu hadir dalam majelis-majelis ilmu untuk menambah pengetahuan dan tsaqofah islam. Tak lupa, ketakwaannya juga selalu dijaga dengan menjadikan aturan Islam sebagai standar perbuatannya.
Untuk urusan cinta, cukup dipahami kalo rasa ini adalah anugerah. Kalo udah siap berumah tangga, baru deh tanam benih-benih asmara pada dia yang akan menjadi pasangan sejati pencetak generasi Islam pemimpin masa depan.
Kalo belum siap, amankan dulu rasa cintanya agar perburuan bekal ilmu dan takwa terus menggelora. Bukakan jalannya dengan aktif dalam pengajian rutin. Kenali Islam lebih dalam sehingga ilmu kita bertambah, makin getol juga beribadah.
Dan jangan lupa, selalu berdoa agar Allah swt mengampuni dosa dan khilaf kita selama ini yang telah melakukan mal praktek dalam urusan cinta. Seperti kata sebuah group nasyid, "Ampuni khilaf dan salah Selama ini Ya Ilahi/ Muhasabah cintaku". []
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG - https://instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar