Sabtu, 01 Juli 2023

KUPELUK ERAT RAMADANKU



 
Dalam hitungan hari, bulan mulia akan kembali menyapa kita. Bulan istimewa yang dinantikan miliaran umat Islam di seluruh dunia.
 
Nggak kebayang, tahun lalu kita belum tahu apakah masih bisa ketemu lagi dengan Ramadan kali ini. Tahu sendiri dong, namanya ajal bisa datang kapan aja tanpa notifikasi. Di antara kita mungkin ada yang dalam setahun terakhir kehilangan orang-orang yang dekat atau yang sangat dicintai. Ramadan lalu masih bareng berbuka puasa, namun kali ini kita berziarah ke pusaranya. Emot nangis.
 
Karena itu, betapa bahagia dan beruntungnya kita Allah swt kasih kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan nuzulul quran ini. Lantas, apa yang harus kita lakukan atas peluang dahsyat ini?
 
*Karpet Merah untuk Ramadanku*
 
Bagi sebagian remaja muslim, bisa jadi Ramadan kali ini disikapi sama dengan bulan lainnya. Apalagi kalo ngerasa terbebani dengan kewajiban puasa. Haus dan lapar ditahan seharian cuman untuk menggugurkan kewajiban. Kaya puasa sunah senin kemis aja. Itu juga kalo nggak tergoda oleh bestienya yang ngajakin ngemil sambil ngumpet.
 
Tapi bagi kita, khususnya pembaca setia buletin remaja Teman Surga, pastinya Ramadan selalu istimewa dalam kamus hidup kita. Pasalnya, Rasulullah saw telah mengingatkan berbagai keutamaan bulan mulia dalam khutbahnya menjelang bulan Ramadan.

*_“WAHAI_*_ manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama._

_Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya._

_Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat._

_Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu._

_Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu._

_(Amirul mukminin k.w. (d__ibaca: _karramaallahu wajhah)_ berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”)_

_Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.”_

_Wahai manusia! Sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”_

_“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”_

_“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.“_

_“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”(HR. Ibnu Huzaimah)_

Dengan segudang keutamaan yang ada pada bulan Ramadan, tentu sangat beralasan bagi kita untuk menggelar karpet merah akan kedatangan bulan mulia. Istimewa tiada tara.

*Kugenjot Tabungan Pahalaku*
 
Nggak ada yang tahu seberapa banyak tabungan pahala kita sampai saat ini. Meski kita ngaku sholat wajibnya nggak pernah bolong, belum tentu tabungan pahala kita surplus. Malah bisa jadi minus lantaran kemaksiatan yang kita lakukan.
 
Karena itu, yang bisa kita lakukan untuk menjaga tabungan pahala kita agar terus bertambah hingga tiba waktunya diaudit oleh Allah swt di padang Mahsyar, adalah dengan terus menggenjot amal sholehnya. Inilah beruntungnya kita bisa kembali bertemu dengan bulan Ramadan.
 
Tanpa tapi tanpa nanti, langsung gaspol keseharian kita selama Ramadan dengan amal sholeh. Dari bangun tidur sampa tidur lagi, jangan kasih kendor. Apa aja? Simak pesan Rasulullah saw dalam khutbahnya menjelang Ramadan ini:
 
_1. Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirothol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat._

_2. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya._

_3. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka._

_4. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain._

_5. “Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.” Ramadan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin di dalamnya.”_

_6. “Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”_
_(Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa.) Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”_

_7. “Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.”_

Dari mulai shalat tahajud sebelum sahur, sahur menjelang shubuh, shalat sunat fajar sebelum shubuh, tadarus quran, shalat dhuha, sedekah, menuntu ilmu, hingga waktu berbuka dilanjut shalat malam. Rutin tanpa absen.
 
*Tak Akan Kulepaskan..*
 
Paket komplit yang menyertai kehadiran Ramadan selalu bikin baper. Gimana nggak, Allah swt yang Maha Pengasih dan Penyayang ngasih kesempatan pada kita selaku hamba-Nya untuk mendapatkan kemudahan pengampunan dosa di bulan ini. Banyakin istighfar.
 
Selain bulan pengampunan dan obral pahala, suasana Ramadan juga bisa bikin keimanan naik drastis sampai ubun-ubun. Karena itu, manfaatkan untuk menguatkan benteng akidah. Agar setelah Ramadan, semangat Islam kita tetap berkobar. Konsisten terikat syariah dan aktif berdakwah.
 
Buang jauh-jauh budaya mager. Hadir di majlis ilmu biar kebanjiran berkah dan panen tsaqofah. Tadarus al-Qur’an gak cuman ngejar khataman. Tapi dibarengi dengan pemahaman setiap ayat yang dibaca. Jangan lupa perbaiki juga cara baca dan ilmu tajwidnya.
 
Dan 10 hari terakhir nanti, siapkan diri kita untuk berburu malam lailatul qadar. I’tikaf di masjid. Bukan sibuk kasak-kusuk nyari diskonan dan flash sale baju lebaran.
 
Terakhir, selama Ramadan jangan bosan untuk selalu menengadahkan tangan. Berdoa agar Allah swt menjaga diri dan menguatkan hati kita. Agar konsisten beramal sholeh. Tanamkan pada diri kita, Ramadan kali ini harus menang banyak. Gaskeuuun..![]
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar