**
Sobat TemanSurga, siapa nih di antara Sobat sekalian kemanapun perginya, google maps patokannya? Atau kalau lagi bingung cari jawabnya ke mbah google? Hayo ngaku. Hihi.. Dari tanya masalah headset yang nggak bisa mengeluarkan irama sampai tutorial ngerjain soal matematika. Secara nggak sadar jutaan orang hari ini rela merogoh koceknya masing-masing untuk mendapatkan sebuah petunjuk.
Misalnya saja, di tengah-tengah musim sibuknya ujian sekolah, ada lho kawan-kawan kita yang bela-belain untuk ndaftar di bimbel-bimbel ternama yang tentu tidak lain dan tidak bukan agar tahu bagaimana tutorial mengerjakan soal dengan mudah tanpa penat. Begitulah hidup, selagi ruh masih melekat di badan, pasti manusia tidak akan pernah luput dari ujian.
Eh iya Sob, ngobrolin soalan ujian, bukankah Allah sendiri yang memberikan jaminan, bahwa setiap masalah yang dihadirkan senantiasa beriringan dengan penyelesaiannya? Tapi mengapa ya hari ini masalah semakin menjadi-jadi tak beraturan.
Padahal Al Qur’an sudah turun lengkap. Kalau yang salah Al Qur’an tentu mustahil, sebab Al Qur’an wahyu dari Allah dan terbukti bukan hanya mengubah pribadi-pribadi para sahabat yang biasa menjadi orang berkapasitas internasional dan berkepribadian agung, lebih dari itu Al Qur’an mengubah peradaban Arab jahiliyah menjadi peradaban Islam, mengubah peradaban Eropa yang gelap gulita menjadi bercahaya. Berarti yang perlu dievaluasi adalah kitanya nih Sob.
Dan rasa-rasanya berita seks bebas, aborsi, narkoba, korupsi, kemiskinan, sulitnya untuk bisa makan atau sekedar mencari lapangan kerjaan dll adalah gosip yang nongkrong di media kita setiap hari nggak sih Sob? Dari sini kita belajar, hadirnya Al Qur’an sebagai manual book instruction saja tidak cukup untuk mengubah kehidupan kalau tidak ada prosesi pengkajian kemudian dipahami dan diamalkan.
Allah SWT berfirman _“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”_ *(QS. Al Jumuah: 2)*
Kata ‘yatlu’ di dalam surat Al Jumuah di atas maknanya bukan hanya sekedar membaca, karena jika hanya sekedar membaca, dulu di zaman Rasul tidak ada media baca-nya, orang-orangnya ummi semuanya.
Makanya hari ini kita sering salah kaprah ketika bicara tentang qori’. Qori’ itu Sob bukan cuma bacaannya doang yang bagus. Di zaman Rasulullah qori’ adalah alim ulama yang paling ngerti tentang Al Qur’an. Para sahabat yang bergelar qori’ ini merupakan orang-orang pilihan Rasulullah yang sangat dekat dengan Rasulullah. Nah siap nggak nih Sob, kita jadi orang yang dekat dengan Rasul dengan bersahabat dengan Al Qur’an juga?
Kita ngerti sendiri Sob, belajar makharijul huruf aja membutuhkan waktu yang lama, belajar tajwid apalagi, kebayang nggak sih kalau kita mau memahami tafsir menghabiskan waktu seberapa banyak?
Ini menunjukkan kepada kita Sob kalo kita nggak boleh mencukupkan diri untuk ngefans pada imam-imam muda di masjid yang berhenti pada bacaannya bagus saja. Karena nggak cukup asal bagus bacaannya saja tapi juga harus ngerti isinya? Ibarat resep obat, sebagus-bagusnya obat kalau nggak diminum ya nggak akan sembuh atas izin Allah.
Sama dengan Al Qur’an, sebagus-bagusnya manual book instruction untuk manusia, kalau nggak dipahami dan diterapkan hanya akan berputar menikmati indahnya lantunan ayatnya saja. Islami sih, tapi gak memberi solusi. Sedih banget.
*Bukan Sekedar Kumpulan Surat*
Dengan Al Qur’an kita menjadi umat yang istimewa. Malaikat yang berinteraksi dengan Al Qur’an sebagai penyampai risalah menjadi malaikat yang istimewa, bulan yang menjadi bulan turunnya Al Qur’an menjadi istimewa, orang yang menghafal Al Qur’an menjadi mendapatkan kemuliaan yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Terbukti!
Al Qur’an bukan sekedar kumpulan surat, melainkan mu’jizat. Setiap hari kita melantunkan doa untuk diberi jalan yang lurus dalam Al Fatihah minimal 17 x. Lantas bagaimana menjadikan Al Qur’an ini menjadi pedoman hidup? Jawabannya sederhana lihat bagaimana Rasulullah mengajarkan.
Ternyata Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk mengambil syariat secara keseluruhan (tidak boleh prasmanan). Allah berfirman _“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”_ *(QS. Al Baqarah: 208).*
Tidak hanya itu, Allah juga mengancam siapapun yang pilih-pilih syariat _“Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.”_ *(QS. Al Baqarah: 85)*. Nakutin banget ga sih Sob?
Ya Allah Ya Rabb, memang betul Islam itu sempurna dan paripurna, karena Islam bukan hanya mengatur kehidupan yang sifatnya ritual saja (seperti sholat, puasa, zakat) lebih dari itu Islam mengatur urusan dari bangun tidur sampai tidur lagi.
So, konten-konten Islami di tiktok yang kita tonton (kaya anjuran sabar, tips lancar rizki dengan Al-Waqiah, shalawat kepada Rasulullah) semuanya itu masih 1% dari syariat yang Allah turunkan. Masih banyak bahasan-bahasan syariat yang butuh kita pelajari.
Percaya nggak kalau Islam ngatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri? Iya Sob ternyata! Dari urusan berpakaian, cara makan, minum dan akhlak kita. Islam juga mengatur sistem pendidikan, kesehatan, muamalah dll yang itu tadi hari ini tidak kita temui di segala lini, jangan heran jika kerusakan menjadi-jadi.
So, biar bener-bener bisa ngejadiin Al Qur’an sebagai pedoman hidup langkah sederhananya kudu ngaji dulu Sob, biar bisa ngerti surat cintanya Allah kepada kita.
Sobat sendiri gimana, sudah mengkaji Islam secara intensif belum? Jangan sampai kendor ya, bulan Syawal adalah bulan peningkatan! Pastikan mengkaji Islam masuk target bulan Syawalmu ya. Yuk…![]
Sumber: _Buletin Teman Surga #217 April 2023_