Selasa, 21 Maret 2023

MUHASABAH CINTA REMAJA


"Tuhan kuatkan aku/ Lindungiku dari putus asa/ Jika ku harus mati/ Pertemukan aku dengan-Mu"

"Kata-kata cinta terucap indah/ Mengalir berzikir di kidung do'aku/ Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku"

"Butir-butir cinta air mataku/ Teringat semua yang Kau beri untukku / Ampuni khilaf dan salah selama ini Ya Ilahi/ Muhasabah cintaku"

Pada akhir bulan kedua tahun masehi, bekas-bekas sambutan hari cinta sedunia masih tersisa. Terutama promo cemilan khas seperti coklat atau permen yang masih teronggok di rak-rak mini market. Pastinya, bukan cemilan itu yang kita buru di akhri bulan. 

Tapi sebuah renungan tentang balada cinta yang terus menerus menghantui remaja. Untuk itu, penulis teringat sebuah lagu lawas yang bisa bikin super baper yang dengerinnya. Sebuah single dari group nasyid yang di rilis tahun 2012. Liriknya yang mengharu biru, mengingatkan kita akan sebuah penyesalan saat rasa cinta justra menjauhkan kita dari Dia. Muhasabah Cinta. 

Sebagai bentuk muhasabah dari tren pergaulan remaja, berikut beberapa catatan untuk kita renungkan bersama. 

*# Pertama, Stop Budaya Pacaran*

Pacaran sering dijadikan simbol pergaulan remaja modern. Seolah, belon afdhol jadi remaja kalo gak kenal dunia pacaran. Mitosnya, pacaran bikin remaja tambah gaul, trendi, dan pastinya kekinian. Walhasil, banyak remaja yang terjerumus ke dalam ajang baku syahwat ini. 

Padahal kenyataannya, pacaran cuman jadi tempat ngebucin antar dua remaja yang tengah dimabuk asmara. Terutama di bulan Februari, linimasa sosial media dipenuhi remaja en remaji yang pamer gacoan. Tak sungkan mengumbar kemesraan biar jadi bahan omongan. Banjir pujian.

Kebayang ya kalo udah ngebucin, lupa daratan tapi ingat petunjuk setan. Udah nggak peduli lagi dengan peringatan Allah swt dalam firmanNya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’ : 32).

Gak ada ceritanya remaja pacaran itu jauh-jauhan. Kalo pun ada LDR, itu cuman kemasan aja. Jauh di mata, dekat di hati. Terpisah jarak, terikat janji. Giliran kopdar, tetep aja deketin zina. Jalan bareng. Makan bareng. Sampai kebablasan tidur bareng. Ngeri!

Karena itu, ayo kita sama-sama kampanyekan stop budaya pacaran. Terutama di kalangan remaja, biar masa depan mereka di dunia dan akhirat tak tergadaikan. 

*# Kedua, Say No To Valentine Day*

Ini yang jadi biang makin terhanyutnya remaja dalam kubangan maksiat atas nama cinta. Tanggal merah jambu yang hanya ada di bulan Februari ini, selalu ditunggu remaja en remaji yang tengah dimabuk asmara. Bahkan yang jomblo sekalipun, bela-belain berburu pasangan biar saat hari H, bisa ikut-ikutan pamer gacoan dan latah mengumbar kemesraan. 

Padahal bagi remaja muslim, gak ada secuilpun kebaikan dengan ikut ambil bagian dari perayaan budaya barat ini. Udah tahu kan, kalo asal muasal perayaan hari kasih sayang ini terhubung dengan budaya pemujaan terhadap dewa-dewa dan penyebaran agama di luar Islam. 

Itu artinya, kalo kita sebagai remaja muslim ikut-ikutan ngerayain sama dengan menggadaikan akidah dan keimanan kita. Cuman dapat kesenangan, tapi kemuliaan agamanya dipertaruhkan. Boncos abis!

_Rasulullah saw mengingatkan kita, “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut .” (HR. At-Tirmidzi)_

Ibnul Qayyim berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan semisalnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutu-kan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”

So, jangan sampai budaya pemujaan terhadap rasa cinta ini menjerumuskan kita pada kekufuran. Suarakan dengan lantang pada dunia, remaja muslim nggak valentinan!

*# Ketiga, Jangan Gagal Fokus Gaes!*

Dalam Islam, remaja sejatinya bukan sekedar masa transisi dari kehidupan anak-anak menuju manusia dewasa. Tapi remaja adalah masa emas para calon pemimpin masa depan yang sudah terbebani oleh hukum syariat. Sehingga kehidupan mereka idealnya tak jauh dari dua hal saja sebagaimana diingatkan dalam sebuah nasihat. 

“Demi Allah, hakikat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan taqwa; bila keduanya tidak ada padanya maka tidak ada harga diri baginya”. (Imam Syafi’i).

Kalo hari-harinya remaja cuman dihabiskan dengan mengumbar kemesraan di sosial media, pamer gacoan, atau ngebucin tak kenal tempat, pastinya makin menjauh dari perilaku taat. Boro-boro getol membekali dirinya dengan ilmu dan takwa, yang ada ditempel terus oleh perilaku maksiat. Gegara cinta yang ternoda. 

Karena itu, remaja muslim jangan gagal fokus untuk mengisi hari-harinya. Bukan berkutat dalam dunia percintaan. Tapi selalu hadir dalam majelis-majelis ilmu untuk menambah pengetahuan dan tsaqofah islam. Tak lupa, ketakwaannya juga selalu dijaga dengan menjadikan aturan Islam sebagai standar perbuatannya. 

Untuk urusan cinta, cukup dipahami kalo rasa ini adalah anugerah. Kalo udah siap berumah tangga, baru deh tanam benih-benih asmara pada dia yang akan menjadi pasangan sejati pencetak generasi Islam pemimpin masa depan. 

Kalo belum siap, amankan dulu rasa cintanya agar perburuan bekal ilmu dan takwa terus menggelora. Bukakan jalannya dengan aktif dalam pengajian rutin. Kenali Islam lebih dalam sehingga ilmu kita bertambah, makin getol juga beribadah. 

Dan jangan lupa, selalu berdoa agar Allah swt mengampuni dosa dan khilaf kita selama ini yang telah melakukan mal praktek dalam urusan cinta. Seperti kata sebuah group nasyid, "Ampuni khilaf dan salah Selama ini Ya Ilahi/ Muhasabah cintaku". []

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/ 
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG - https://instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

THE PURSUIT OF TRUE LOVE


“Salahkah jatuh cinta?” Hai #TemanSurga remaja-remaji di manapun berada, apa kabarnya hati? Sudah disinggahi sama virus merah jambu? Sudah mulai ada getar-getar tak menentu di dalam dada? Sudah mulai serba salah dengan suasana dan perasaan yang naik turun enggak karuan?
Jika semua pertanyaan di atas jawabannya adalah “YA”, pernahkah terlintas tanya “salahkah jatuh cinta?” Atau gaspol aja teros tanpa tolah-toleh kanan kiri dan depan belakang? Wkwkwk!
Ada apa dengan cinta? Bagaimana cinta sejati yang harus dikejar? Mari kita bicara tentang cinta!
*# Remaja Jatuh Cinta*
Ada banyak remaja yang biasa saja ketika kedatangan rasa cinta. Dinikmati dengan suka cita. Ditekuni hingga tak lagi peduli dengan yang lainnya. Pagi, siang, sore, hingga malamnya hanya ada luapan rasa cinta yang berbunga-bunga. Sama sekali tak terbersit tanya, “Salah atau benar?”

Namun, di sisi yang lain juga pasti ada sosok –sosok yang gugup bukan kepalang ketika disambangi rasa cinta. Perasaan tak nyaman bahkan merasa berdosa. Takut, tapi ingin menyelam lebih dalam. Bingung, harus berbuat apa. Dihantui sebuah tanya yang menggelisahkan, “Salahkah jatuh cinta?”
Kamu yang lagi baca tulisan ini, masuk ke tim mana nih? Jalani dan nikmati, atau pikir dulu seribu kali? Jawab jujur dalam hati, enggak usah pakai nyengir sendiri. Hehehe!
Adalah hal yang manusiawi dan normal ketika kita ada pada fase berpapasan dengan si cinta. Mau atau tidak, rasa itu akan hadir menyelinap di relung-relung hati. Menciptakan debaran yang aneh. Mengganggu konsentrasi. Kadang bikin senyum, tak jarang juga bikin nangis sendiri. Setiap remaja, alaminya merasakan hal ini. Tertarik dengan lawan jenis. Wajar, kok. Itu tandanya normal.

“So, enggak salah dong kalau punya komitmen alias pacaran? Normal kan ya?”
Eitsss, bentar Sist dan Bro. jangan main nyeruduk aja. Kita ngobrol pelan-pelan, yuk. Sambil ngemil juga boleh. Agar tetap enjoy dan santuy. Kuy!
*Mengekspresikan Cinta dengan Pacaran*
Benar bahwa rasa cinta adalah fitrah. Betul bahwa jatuh cinta adalah manusiawi. Mahfum bahwa menyukai lawan jenis adalah wajar. Hanya saja, tetap ada syarat dan ketentuan untuk mengekspresikannya. Bukankah kita muslim? Ya, seorang muslim terikat syariat dalam setiap ekpresi hidupnya. Tidak terkecuali dalam perkara cinta.
Sist dan Bro #TemanSurga, islam itu keren banget. Pandangan hidup yang tidak menafikkan fitrah manusia, tetapi juga tidak membebaskan begitu saja. Islam memberikan kesempatan kepada manusia untuk mengekspresikan apa yang ia rasa, dan bersamaan dengan itu islam juga memberikan aturannya. Tentang cinta misalnya, maka islam melarang kita menodainya dengan cara pacaran. Begitu!
Ribet? Sama sekali enggak. Justru kita mesti bersyukur benget menjadi seorang muslim yang diatur sedemikian detail oleh syariat islam. Karena semua aturan yang ada, hakikatnya adalah untuk kebaikan hidup kita. Tidak hanya baik di dunia, tetapi juga baik hingga sampai ke Surga. Meleleh enggak sih dengan kasih sayangnya Allah SWT ini ke kita? 
Jadi bagaimana mengeskpresikan cinta agar bahagianya sampai ke Surga? Agar enggak celaka di dunia dan enggak sengsara di neraka?
*# Cinta Suci, Taat Ilahi*
Wajib bagi kita menjaga kesucian cinta. Jangan menjadi penoda. Cinta suci itu adalah cinta yang dilandasi dengan ketaatan kepada titah illahi. Bukan cinta buta. Bukan pula cinta berbalut nafsu semata. Cinta suci adalah cinta yang akan menjadi jalan keselamatan hingga ke Surga. Bagaimana caranya merajut cinta suci nan mulia ini?
Caranya adalah dengan taat syariat. Segera laksanakan apa yang Allah SWT perintahkan. Sepahit apapun itu. Segera tinggalkan apa yang Allah SWT larang. Semanis apapun itu. Yakin 100% bahwa taat membawa bahagia dan maksiat membawa petaka. Yakin bahwa apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah SWT. Yakin bahwa apa yang menurut kita buruk, belum tentu buruk pula di sisi Allah SWT. Fix, cukuplah penilaian Allah SWT sebagai standar hidup kita.
Berkaitan dengan mengekspresikan cinta, Allah SWT sudah memberikan rambu-rambunya. Bagi yang sudah mampu, maka disyariatkan untuk segera menikah. Mampu dalam hal apa? Tidak hanya secara biologis semata, tetapi juga mental. Sebab berumahtangga itu banyak tantangan yang menghadang. Butuh kesiapan mental. Oleh karena itu butuh ilmu yang sangat buanyak. Jangan sampai gara-gara tidak cukup ilmu, rumah tangga berubah jadi rumah duka. Hanya air mata yang ada di dalamnya. Serem, kan? Makanya, belajar yang bener selagi masih ada kesempatan belajar. Catet, ya!
Lalu bagaimana bagi yang belum mampu menikah? Maka syariat mengatur kita agar menjaga pandangan. Tahan mata, woy. Tahan jempol. Jangan stalking teros di sosmed si Doi. Setop kepoin apapun tentang dia. Banyakin istigfar untuk meredam genderang rasa dalam dada. Bisa yuk bisa. Kita enggak bakal mati kok, cuma sedikit gelisah aja. Bisa banget dialihkan ke aktivitas lain yang berfaedah.

Setelah menahan pandangan selanjutnya tahan pergaulan. Hindari berdua-duaan dan campur baur dengan lawan jenis yang bukan mahram. Pegang kuat prinsip ini. Enggak papa terlihat asing dan beda dari yang lain. Enggak masalah dibilang makhluk langka. Bukankah berlian juga langka dibandingkan arang? Menjadi langka karena Allah SWT itu istimewa. Aaseeek!
Inilah mengapa penting bagi kita memahami Islam. Wajib mengkajinya secara kaffah. Agar hidup kita memiliki prinsip yang kuat. Tidak mudah baper dengan kondisi. Mampu mengambil sikap tanpa harus ikut-ikutan yang sedang kekinian. Teguh berpendirian, “Taat pasti bahagia, maksiat pasti sengsara.” Meski tak ramai yang membersamai, tak mengapa asalkan Allah SWT meridai.

Siap ya menjaga cinta agar tetap suci? Semangat ya untuk senantiasa taat pada Illahi? Sampai waktunya nanti. Bahagia akan menghampiri. Keberkahan akan menyelimuti. Keselamatan dunia hingga akhirat akan kita dapati. Yuk bisa yuk, menjaga cinta agar tetap suci dengan mentaati titah illahi. Sebab hakikat dari ekspresi cinta adalah mencintai Illahi Rabbi dengan mentaati syariat-Nya. Ya, inilah pengejaran cinta sejati yang semestinya. The pursuit of true love. []

Terhubung dgn teman surga, klik : taplink.cc/temansurga

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/ 
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG - https://instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

CHOICE, CHANGE, CHAMPION


“Life is choice” begitu kalimat yang sering kita dengar, betul atau betul? Sadar nggak sadar konsep ini sebenarnya sudah sering kita praktekkan. Sejak kecil hingga dewasa senantiasa kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Bahkan tiap jam pun juga selalu bersinggungan dengan pilihan. Dari mau makan apa, pakai baju warna apa, sampai mau pilih lanjut SMA di mana juga bicara tentang pilihan. Selagi nyawa kita masih berhembus urusan pilih-memilih ini tidak akan pernah usai.

Jika kita sudah mewarnai Januari dengan berbagai resolusi yang kita tuliskan, mestinya di bulan Februari ini perjuangan juga terus dilanjutkan. Penelitian berbicara 90% orang gagal menjalankan resolusinya; 64% orang melupakan resolusinya di bulan kedua. Jangan sampai ya, resolusi kita untuk berubah jadi lebih baik di segala hal menjadi gagal hanya karena berbagai distraksi yang dihadapkan. Misalnya, yang kemarin punya resolusi bisa move on dari mantan kudu terus dilanjutkan nih, bahkan harus dinaikkan tarafnya bukan hanya move on tapi juga move up. 

Sedih deh pokoknya kalau bulan Februari gagal move on karena diajak ngerayain valentine. Kalau mau dianalogikan dengan proses pembentukan habits, sekali putus siklusnya akan ambyar selamanya. Hijrahmu pun demikian, jangan biarkan siklusnya putus sekali. Khawatir siklusnya putus ketika nafas kita berakhir berhembus. Wah, bisa su’ul khatimah jatuhnya nanti.

Memang cinta adalah fitrah, meski begitu bukan berarti karena cinta adalah fitrah bisa di ekspresikan seenaknya sob. Bayangin aja kalau fitrah diekspresikan seenaknya hasilnya akan terjadi kerusakan di mana-mana. Sobat sendiri juga tahu kan yang lagi trending di negeri ini? Anak-anak usia sekolah yang minta dispensasi nikah. Naudzubillah! Itu semua akibat pengekspresian cinta seenaknya. Tidak kah kita takut dengan peringatan dari Allah dan Rasul ”Jika zina dan riba tersebar luas di suatu kampung, maka sungguh mereka telah menghalalkan atas diri mereka sendiri azab Allah” (HR. Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani)

Supaya manusia mampu menjalankan tugasnya dengan baik di muka bumi ini, maka Allah memberikan kepada manusia potensi kehidupan yang terdiri dari akal, hajatul udhowiyah (kebutuhan jasmani) dan gharizah (naluri). Seperti yang kita ketahui sob, harta yang paling berharga yang dititipkan kepada manusia adalah akal. Akal juga lah yang membedakan manusia dengan hewan. Tidak ada satupun netizen yang protes jika ada hewan yang mengawini betina tanpa nikah dulu, karena memang hewan tidak Allah titipi akal. Tapi jika ada remaja yang menyerahkan kehormatannya dengan suka rela dalam ikatan pacaran jangan heran jika netizen banyak yang protes, karena manusia diberi akal, beda dengan hewan!

Sehingga keberadaan akal ini akan menjadi navigasi untuk memenuhi potensi yang Allah titipkan, itupun juga harus dibimbing dengan wahyu, karena kalau tidak akan kacau juga pemenuhannya, sebab akal tidak mampu membedakan baik-buruk, terpuji dan tercela jika tidak dipandu dengan Alquran.

Selanjutnya kita bicara tentang naluri dan kebutuhan jasmani. Meski keduanya sama-sama menuntut untuk dipenuhi tapi keduanya juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Pemenuhan kebutuhan jasmani hukumnya wajib, jika tidak dipenuhi efek terburuknya akan menimbulkan kematian. Karena karakteristik kebutuhan jasmani rangsangannya dari dalam tubuh kita sendiri contohnya makan, minum, buang hajat dll. Bayangin aja apa yang terjadi kalau kita pensiun minum selama tiga pekan, bisa pindah alam secara cepat alias mati he he he. Sedangkan jika kita bicara tentang naluri, jika tidak dipenuhi, tidak sampai menimbulkan kematian, melainkan hanya gelisah, karena rangsangannnya berasal dari luar. Nggak heran dong, jika konten yang sobat konsumsi serba uwu, channel yang kita subscribe tentang merah jambu nalurimu akan senantiasa membuncah menuntut pemenuhan, karena kita yang mengizinkan rangsangan itu menyapa terus menerus.

So, pengendalian naluri manusia khususnya dalam pembahasan ini, yakni gharizatun-nau (naluri melestarikan jenis) adalah choice yang harus dipilih, apa akan dipenuhi dengan cara yang Allah ridha dengan jalan pernikahan atau dengan pacaran, termasuk ikut merayakan valentine itu sendiri.

Tapi kan, aku belum siap menikah... Nah jika belum siap PR kita adalah menyiapkan Sob. Sebab pernikahan itu bukan hanya urusan menyatukan dua insan yang dimabuk cinta, melainkan juga terdapat tanggung jawab besar untuk menunaikan syariatnya Allah yang berkaitan dengannya. Jadi modal cinta aja nggak cukup, butuh modal ilmu, kematangan emosional dll.

Maka sesiapapun pemuda yang mengaku mencintai Allah dan Rasulnya harus berani mengambil arus anti mainstream yakni pernikahan tanpa diawali dengan pacaran. Agar waktu yang Allah karuniakan di usia muda benar-benar diisi dengan perjuangan penegakan agama Allah, bukan habis mikirin doi doang. Ingat ya sob usia muda adalah usia yang paling besar hisabnya. Begitulah Rasulullah mengingatkan kita “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya”(HR. Tirmidzi)

Nggak kebayang deh, mau jawab pertanyaan Allah pakai jawaban apa kalau usia muda kita habis buat caper di depan doi atau galau soalan doi juga. Betapa naifnya kita, bermaksiat dengan nikmat yang Allah Ta’ala berikan. Yuk saatnya kembali pada aturan yang sudah Allah turunkan. Tentunya dengan mengkaji Islam. Gimana ceritanya kita bisa tau apa yang Allah minta kalau nggak melakukan pengkajian? Mustahil sob.

Apa cukup hanya dengan mengkaji Islam? Tentu tidak. Karena se-shalih-shalihnya kita menjaga, kekuatan media menyebarkan konten-konten tidak senonoh lebih besar gaungnya. Sekarang deh sambil baca buletin ini, coba buka tik-tok, pasti yang viral kebanyakan yang tidak menutup aurat. Haduh miris! Maka langkah selanjutnya adalah amalkan hasil pengkajian Islam tadi kemudian didakwahkan kepada semua pemuda di negeri ini.

Pemuda harus bergerak, sebab karena budaya gaul bebas yang diimpor oleh peradaban Barat ke negeri ini membuat banyak muslimah di negeri ini statusnya gawat. Dari digoda lelaki buaya lewat chat-chatan mbangunin tahajjud sampai kehilangan identitasnya sebagai manusia mulia, sepotong coklat untuk menebus syahwat. Naudzubillah

Mari mewarnai Rajab dengan penuh ketaatan. Bulan mulia, bulan menuai pahala, bulan haram yang super luar biasa ganjarannya. Semoga sobat semua mampu untuk memerangi hawa nafsu dengan menjadi pemuda muslim original! Apa tuh? Pemuda dengan identitas aslinya sebagai hamba Allah yang memiliki tugas besar menjadi pemimpin di bumi, jangan biarkan bumi rusak karena pemudanya tidak taat pada aturan yang Allah turunkan.

https://temansurga.online/buletin-teman-surga-212-choice-change-champion/

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/ 
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG - https://instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

S.O.S PERGAULAN REMAJA!



Gaul bebas remaja makin beringas. Belakangan, linimasa sosial media ramai oleh pemberitaan ratusan pelajar di kota reog yang minta dispensasi nikah muda ke departemen agama karena kedapatan hamil di luar nikah. Waduh!

Dikutip dari detikjatim.com Ratusan pelajar SMP dan SMA di Ponorogo mengajukan permohonan dispensasi menikah dini dengan alasan hamil di luar nikah. Jumlah permohonan yang dikabulkan PA Ponorogo mencapai 176 kasus. Sedangkan sisanya 8 ditolak, 4 dicabut, 2 tidak diterima, dan 1 gugur. Bahkan dari banyak kasus di atas sudah ada yang melahirkan.

Sementara di kota kembang, Pengadilan Agama (PA) Kota Bandung mencatat 143 warga berusia sekolah mengajukan dispensasi menikah. Belakangan diketahui kasus itu didominasi akibat ratusan pelajar hamil di luar nikah. (Inisumedang.com, 20 Januari 2023).

Kurang lebih sebanyak 276 pasangan mengajukan dispensasi kawin di Pengadilan Agama (PA) Bima sepanjang tahun 2022. Ratusan pasangan di bawah umur itu didominasi pelajar SMP dan SMA di Kota dan Kabupaten Bima.

Kepala Bidang Informasi dan Pengaduan PA Bima, Subhan, SH, mengaku ratusan perkara yang mengajukan dispensasi kawin tersebut sebanyak 85 persen yang mengajukan lantaran hamil di luar nikah. (SUARANTB.COM,17 Januari 2023)

Ratusan pelajar lulusan SMP di Pacitan, Jawa Timur hamil di luar nikah dan memilih menikah dini. Berdasarkan data Pengadilan Agama Pacitan yang mengajukan permohonan dispensasi pada tahun 2022 sebanyak 308 dan minggu kedua Januari 2023 sebanyak 20 pemohon. Disinyalir, faktor ekonomi dan lokasi yang berada di pegunungan menjadi salah satu penyebab para remaja itu memilih nikah dini. Selain itu, para remaja ini juga sudah hamil. (konteks.co.id, Rabu, 18 Januari 2023)

Dari data-data di atas, tak salah kalo SOS alias tanda bahaya pergaulan remaja harus terus dibunyikan. Kalo perlu, kencangkan suaranya. Viralkan di sosial media. Biar warga +62 nyadar bahaya yang tengah mengancam negerinya.

*# Gaul Bebas Kian Beringas*

Setiap hari kita disodorkan potret buram gaul bebas remaja yang menghiasi headline media massa. Beritanya berseliweran liar pada linimasa sosial media. Tak terkendali hingga memancing beragam komentar dari netizen yang bikin potret itu makin buram, lecek dan tak berbentuk kaya kanebo kering. Absurd!

Pertanyaan besarnya, apa yang bikin remaja gaulnya kebablasan? Gak sekedar temenan, tapi juga demenan. Gak sekedar demenan, lanjut pacaran. Gak sekedar pacaran, tapi ngebucin hingga marak perzinahan. Kenapa?

Kalo kita ulik, setidaknya ada tiga faktor yang mungkin bikin remaja kalap dalam pergaulan. Yaitu:

Pertama, informasi sesat seputar pergaulan remaja. Remaja kadung dicekoki gaya hidup pergaulan bebas. Interaksi cewek cowok tanpa batas dilabeli pergaulan modern dan kekinian. Biasa aja gitu mulai dari jalan bareng, belajar bareng, makan bareng, nonton bareng, sampai tidur bareng.

Sejatinya, bergaul dengan lawan jenis hukum asalnya terpisah sebagaimana diatur dalam Islam. Biar manusia tetap terjaga kemuliaannya tak seperti kehidupan hewan. Kalo dibiarkan bebas, nafsu syahwatnya bakal jadi panutan. Akibatnya, musibah datang bertubi-tubi tanpa notifikasi.

Sebagaimana diingatkan oleh Imam Ibnul Qayyim, “Tidak diragukan lagi bahwa membiarkan kaum perempuan bergaul bebas dengan kaum laki-laki adalah biang segala bencana dan kerusakan, bahkan ini termasuk penyebab (utama) terjadinya berbagai melapetaka yang merata. Sebagaimana ini juga termasuk penyebab (timbulnya) kerusakan dalam semua perkara yang umum maupun khusus. Pergaulan bebas merupakan sebab berkembangpesatnya perbuatan keji dan zina, yang ini termasuk sebab kebinasan massal (umat manusia) dan wabah penyakit-penyakit menular yang berkepanjangan.”

Kedua, lingkungan pergaulan yang steril dari aturan islam. Saat ini remaja muslim hidup dalam lingkungan keseharian yang jauh dari nilai-nilai Islam. Masyarakat nggak risih ngeliat remaja pacaran. Mereka menganggap itu hal yang wajar. Sehingga gak ada yang ngingetin saat kemaksiatan merajalela.

Terlebih lagi, pertunjukkan kisah cinta para idola remaja begitu vulgar tayang di berbagai media. Baik offline apalagi online. Terutama linimasa sosial media para idola yang dipantengin terus keseharian dan kisah cintanya. Dari mulai isu kedekatan, pdkt, ungkapan cinta, bucin, sampai putus nyambungnya jadi kontent viral.

Hasilnya, pergaulan remaja makin luput dari pengawasan karena dianggap sudah dewasa. Kenyataannya, dewasa sebelum waktunya akibat terhanyut dalam dekapan syahwat saat berduaan. Bablas. Perzinahan tak terelakkan.

Ketiga, benteng akidah yang rapuh. Hidup dalam lingkungan yang jauh dari nilai-nilai Islam bagi remaja muslim itu sebuah tantangan tersendiri. Gimana nggak, ketika temen-temen sebayanya terbiasa dengan gaul bebas, busana yang mengumbar aurat, hingga berdua-duaan, remaja muslim yang masih komitmen dengan keislamannya mesti bisa jaga diri. Kalo dia pergi, taruhannya bakal dijauhi. Kalo dia tetap di sana, hatinya gelisah dengan kemaksiatan yang merajalela di depan matanya.

Sayangnya, sekuat-kuatnya batu kalo terus dijatuhi tetesan air akan cekung juga. Begitulah yang terjadi pada keimanan remaja muslim yang hidup dalam lingkungan sekuler. Awalnya masih bisa bertahan. Kelamaan, akidahnya makin keropos dihantam gaya hidup hedonis yang menghantam bertubi-tubi keimanannya. Sampai akhirnya menyerah, dan terjerumus dalam pergaulan bebas.
 
*# Tanggung Jawab Bersama*

Gaul bebas di kalangan remaja tak bisa diabaikan. Apalagi sudah makan korban hingga ratusan pelajar yang terenggut masa depannya. Usia puber jangan dijadikan alasan untuk membiarkan mereka pacaran. Apalagi sampai orangtua ngerasa risau bin galau saat putra putrinya tercinta yang beranjak dewasa belum punya pasangan. No way!

Bagusnya orangtua ngerasa bahagia kalo buah hatinya tak terjerumus dalam budaya pacaran. Sambil terus berdoa semoga mereka tetap terjaga kemuliaanya selagi muda demi menjemput kebaikan di masa tua. Ajib kan.

Yang seharusnya bikin kita prihatin adalah ketika gaul bebas remaja kian beringas. Masalahnya, bukan cuman mereka para pelaku gaul bebas aja yang bakal jadi korban. Tapi kita semua generasi muda dambaan umat juga kena getahnya dengan wabah hiv/ids, penyakit menural seksual, prostitusi, aborsi, hingga Allah swt menegur kita dengan caranya.

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Jika perbuatan zina telah nampak (tersebar) di suatu negeri maka Allah akan membinasakan negeri tersebut.”

Selain keluarga dan sekolah, negara juga punya peran besar untuk menjaga kemuliaan generasi muda. Negara yang bisa mecegah merajalelanya tayangan-tayangan remaja yang menyajikan keseharian publik figure yang erat dengan pergaulan bebas. Negara yang bisa memberikan sanksi yang tegas pada pelaku zina biar pelakunya kapok dan masyarakat jadi tercegah untuk berbuat hal yang sama.

Terlebih, kita selaku remaja muslim mesti berani katakan tidak pada gaul bebas. Jaga jarak dengan lawan jenis kecuali dalam interaksi yang diperbolehkan. Bentengi diri kita dari bisikan setan dan godaan media yang memprovokasi remaja untuk dekat dengan lawan jenis. Dan jangan sampai lupa, tetap kenali Islam lebih dalam. Biar benteng akidah tak mudah goyah. Ngaji yuk! []

https://temansurga.com/buletin-teman-surga-211-sos-pergaulan-remaja/

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/ 
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG - https://instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg