"Demi Allah, sesungguhnya kesalahan kalian dalam memanah lebih aku senangi daripada kesalahan kalian dalam bahasa kalian".
Sobat Soeara peladjar yang disayang Allah, Tahukah kita siapa pemilik ungkapan monumental diatas? Ya, dialah Khalifah Umar Ibnul Khatthab ra, manusia tegas yang syaithon minggir jika harus berpapasan dengan beliau di jalan.
Cerita lengkapnya ada di Ushulun Nahwu, Sa'id Al Afgani dimana Imam Al Asyakir meriwayatkan dalam Syarhul Mawahib, Suatu ketika Umar Ibnul Khatthab ra melewati beberapa anak yang sedang bermain dengan anak panah. Dan salah seorang dari mereka salah dalam ucapanya, yaitu membaca fathah satu kata yang sebenarnya dibaca dlammah. Ketika ia berkata, "Ya Amiral Mukminin, innama qaumun Muta'allimin". Kata Muta'allimin seharusnya dibaca Muta'allimun, maka beliaupun marah dan muncullah ungkapan tegas diatas.
Nah, Sobat peladjar rahimakumullah. Jika kita merasa malu karena nilai bahasa inggris kita dibawah garis kemiskinan, eh salah kenormalan maksudnya. ha..ha..ha dan bingung terus, langsung segera daftar kursus untuk naikkan nilai sekaligus harga diri. Maka seharusnya kita harus lebih bingung dan susah manakala belum bisa bahasa arab. Karena bahasa arab akan menjadi bahasa resmi percakapan penduduk surga kelak.
Oh ya sobat, sekedar ngingatin saja takut lupa, cita-cita kita kan ingin masuk surga ya. Syukur dech jika masih ingat dan tetap istiqomah alias konsisten beramal tuk meraihnya.
Sobat, Disamping menjadi bahasa resmi ahli surga kelak, ada alasan yang lebih urgen dan mendesak lagi kenapa kita harus mahir bahasa arab. Karena menyangkut kewajiban, hidup mati atau dosa pahala kita sehari hari.
"Bahasa arab adalah bagian dari agama (Islam), hukum mempelajarinya fardhu yang wajib, karena memahami Al Qur'an dan As Sunnah hukumnya fardhu. Sementara Al Qur'an dan As Sunnah tidak mungkin di pahami kecuali dengan memahami bahasa arab.
Sebagaimana kaidah, "Tidak sempurna suatu kewajiban, kecuali dengan suatu hal, maka hal tersebut hukumnya juga wajib". Demikian tutur Ibnu Taimiyah dalam Iqtidhau ash Shirathil Mustaqim Mukholafatu Ashabil Jahiim, 207.
Syaikh Atha Abu Rasytah dalam At Taisiru Fi Ushuli Tafsir, hal 22 juga mewanti-wanti kita bahwa, "siapa yang ingin lurus akidahnya dan memahami hukum hukum syari'at atas dasar ilmu, maka hendaklah ia menguasai bahasa arab..."
Nah sobat, ternyata mahir bahasa arab itu wajib. Artinya jika kita tinggalkan kewajiban tersebut berarti dosa kan. Duh gusti betapa banyak dosa hamba setiap hari gara gara ndak pandai bahasa arab. Astagfirullah al adhiem
Makanya, ayo kita hentikan bayang bayang dosa tersebut dengan segera belajar bahasa arab. Disamping manfaatnya bisa gugurkan kewajiban tersebut. Syukur jika dengan belajar bahasa arab kita bisa menjadi orang baik dan termasuk katagori hadits berikut karena bisa faham agama.
من يرد الله به خيرا يفقه فى الدين
“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan Agama-Nya” (HR Bukhari dan Muslim)
Maka dari itu, tunggu apalagi segera cari guru atau kursusan bahasa arab ya. Keren kan jadinya jika peladjar seperti kamu itu bisa nguasai banyak bahasa dunia. Bisa berbahasa Arab, Indonesia, Inggris, Madura, Jawa, Banjar, Betawi, Sunda dll. Pasti bikin kamu makin pede melalang buana ke seluruh penjuru dunia. Tapi ingat, gunakanlah untuk kebaikan.
Dan jangan lupa, sobat juga harus pandai satu bahasa lagi. Bahasa apa itu? Bahasa isyarat! Yah, Kali aja pas lagi ngobrol lupa kosa kata. Biar tetap komunikatif, pake aja bahasa isyarat. Ha..ha..ha (ar)
Sumber: http://www.soeara-peladjar.com/2018/09/yuk-belajar-bahasa-arab.html
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Sobat Soeara peladjar yang disayang Allah, Tahukah kita siapa pemilik ungkapan monumental diatas? Ya, dialah Khalifah Umar Ibnul Khatthab ra, manusia tegas yang syaithon minggir jika harus berpapasan dengan beliau di jalan.
Cerita lengkapnya ada di Ushulun Nahwu, Sa'id Al Afgani dimana Imam Al Asyakir meriwayatkan dalam Syarhul Mawahib, Suatu ketika Umar Ibnul Khatthab ra melewati beberapa anak yang sedang bermain dengan anak panah. Dan salah seorang dari mereka salah dalam ucapanya, yaitu membaca fathah satu kata yang sebenarnya dibaca dlammah. Ketika ia berkata, "Ya Amiral Mukminin, innama qaumun Muta'allimin". Kata Muta'allimin seharusnya dibaca Muta'allimun, maka beliaupun marah dan muncullah ungkapan tegas diatas.
Nah, Sobat peladjar rahimakumullah. Jika kita merasa malu karena nilai bahasa inggris kita dibawah garis kemiskinan, eh salah kenormalan maksudnya. ha..ha..ha dan bingung terus, langsung segera daftar kursus untuk naikkan nilai sekaligus harga diri. Maka seharusnya kita harus lebih bingung dan susah manakala belum bisa bahasa arab. Karena bahasa arab akan menjadi bahasa resmi percakapan penduduk surga kelak.
Oh ya sobat, sekedar ngingatin saja takut lupa, cita-cita kita kan ingin masuk surga ya. Syukur dech jika masih ingat dan tetap istiqomah alias konsisten beramal tuk meraihnya.
Sobat, Disamping menjadi bahasa resmi ahli surga kelak, ada alasan yang lebih urgen dan mendesak lagi kenapa kita harus mahir bahasa arab. Karena menyangkut kewajiban, hidup mati atau dosa pahala kita sehari hari.
"Bahasa arab adalah bagian dari agama (Islam), hukum mempelajarinya fardhu yang wajib, karena memahami Al Qur'an dan As Sunnah hukumnya fardhu. Sementara Al Qur'an dan As Sunnah tidak mungkin di pahami kecuali dengan memahami bahasa arab.
Sebagaimana kaidah, "Tidak sempurna suatu kewajiban, kecuali dengan suatu hal, maka hal tersebut hukumnya juga wajib". Demikian tutur Ibnu Taimiyah dalam Iqtidhau ash Shirathil Mustaqim Mukholafatu Ashabil Jahiim, 207.
Syaikh Atha Abu Rasytah dalam At Taisiru Fi Ushuli Tafsir, hal 22 juga mewanti-wanti kita bahwa, "siapa yang ingin lurus akidahnya dan memahami hukum hukum syari'at atas dasar ilmu, maka hendaklah ia menguasai bahasa arab..."
Nah sobat, ternyata mahir bahasa arab itu wajib. Artinya jika kita tinggalkan kewajiban tersebut berarti dosa kan. Duh gusti betapa banyak dosa hamba setiap hari gara gara ndak pandai bahasa arab. Astagfirullah al adhiem
Makanya, ayo kita hentikan bayang bayang dosa tersebut dengan segera belajar bahasa arab. Disamping manfaatnya bisa gugurkan kewajiban tersebut. Syukur jika dengan belajar bahasa arab kita bisa menjadi orang baik dan termasuk katagori hadits berikut karena bisa faham agama.
من يرد الله به خيرا يفقه فى الدين
“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan Agama-Nya” (HR Bukhari dan Muslim)
Maka dari itu, tunggu apalagi segera cari guru atau kursusan bahasa arab ya. Keren kan jadinya jika peladjar seperti kamu itu bisa nguasai banyak bahasa dunia. Bisa berbahasa Arab, Indonesia, Inggris, Madura, Jawa, Banjar, Betawi, Sunda dll. Pasti bikin kamu makin pede melalang buana ke seluruh penjuru dunia. Tapi ingat, gunakanlah untuk kebaikan.
Dan jangan lupa, sobat juga harus pandai satu bahasa lagi. Bahasa apa itu? Bahasa isyarat! Yah, Kali aja pas lagi ngobrol lupa kosa kata. Biar tetap komunikatif, pake aja bahasa isyarat. Ha..ha..ha (ar)
Sumber: http://www.soeara-peladjar.com/2018/09/yuk-belajar-bahasa-arab.html
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar