Senin, 24 September 2018

Gak Percaya Tuhan? Ngawur...





Sok alim. Sok suci. Biasanya kata-kata ini yang meluncur mulus dari orang-orang yang belum move on karna ngelihat temannya atau orang lain yang berubah jadi lebih baik. Bukannya support terlebih termotivasi buat jadi lebih baik malah nyinyir ngata-ngatain. Ahh.. sudahlah. Apapun yang orang lain katakan, jangan sampe merubah keputusan kita untuk hijrah menjadi manusia yang lebih baik, lebih sholih/sholihah. Karna ngga ada alasan lain selain because of You (Allah SWT). Emang sih, saat kita berniat dan hendak melangkah hijrah banyak banget ujiannya.
Pertama dari diri sendiri, dimana si-musuh yang nyata meski wujudnya tak terindera yaitu SyaithonirRojiim ngga akan pernah rela kalo kita jadi lebih baik, jadi rajin ibadah, jadi lebih ta’at. Dibisikinlah kita biar ngga usah taubat, biar ngga usah hijrah, apalagi kamu yang cewek saat kamu memutuskan untuk menutup aurat, syaithon akan membuat hatimu galau dengan bisikan-bisikan kalo nanti pakai kerudung dan jilbab bakal ribet, susah dapet kerja, susah dapet jodohlah dan berjuta godaan yang tak jemu-jemu dihembuskan. “Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya”. (TQS. An Nisa: 60). Kalo untuk musuh yang pertama ini kamu cukup beristighfar dan memohon perlindungan dari Allah, In syaa Allah tuh setan bakal ngacir “Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah”. (TQS. Al A’raf: 200). Kedua, ujian selanjutnya sangat bisa jadi dari orang-orang di sekitar kita teman atau mungkin saudara. Kalo untuk yang kedua ini jangan coba-coba berta’awudz kenceng depan mukanya ya he hee.. hhmm.. emang butuh kesabaran dan juga pelan-pelan memahamkan mereka dengan cara yang baik, misal kenapa sekarang kamu menutup aurat, trus kenapa kamu milih ngga pacaran alias jadi jomblo mulia.
Kalo kita lihat belakangan ini, semakin banyak yah figur publik yang berhijrah lebih mendekat dengan agama dengan ikut pengajian, yang artis muda juga banyak yang mantap memutuskan untuk berhijab. Bagaimana seseorang menjemput hidayahnya bisa jadi berbeda-beda sampai akhirnya mereka berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin religius. Seorang mantan preman dan gangster atau bahkan penjahat sekalipun bisa berubah, karna Allah SWT telah memberi kita (manusia) fitrah beragama dan potensi berpikir. Dan selama kedua hal itu digunakan maka hidayah untuk berubah akan mudah, meski harus tetap menjaga istiqomah setelah berhijrah.

Manusia Butuh Agama (Islam)
Bicara soal agama, ada yang menganggapnya tabu untuk diperbincangkan karna katanya urusan agama adalah urusan diri pribadi dengan Tuhan saja. Misal saat seseorang yang tadinya sudah religius eh malah balik lagi ke kehidupan yang tak ingin diatur oleh agama dianggap biasa aja karna itu pilihan hidup dia, kita ngga usah komen dan ikut campur katanya, bahkan jika ada orang yang mudah berpindah-pindah keyakinan pun dianggap sebagai sesuatu yang lumrah katanya, semua agama sama saja. Bahkan yang milih ngga beragama sekalipun dianggap sah sah aja, haduuh.. ini makin kacau deh. Eh, tapi bener lho ada yang menganggap agama itu racun atau candu bahkan ngga percaya sama Tuhan atau yang lebih familiar dengan istilah ateis. Do you know? Di dunia ini ada salah satu faham atau tepatnya ideologi bernama Sosialisme yang berasaskan materialisme di mana segala sesuatu berasal dari materi belaka. Oleh karna materi merupakan asal usul dari terciptanya sesuatu maka faham/ideologi ini menafikan atau menolak keberadaan Tuhan, pikirnya tanpa Tuhan semua bisa mewujud.
Salah satu Bapak Sosialis Karl Marx bilang kalo perubahan dari satu bentuk materi ke bentuk lainnya disebut sebagai dialektika materialisme. Contohnya nih, pakaian (baju) sebagai materi berasal dari kain (materi juga) trus kain dari mana? Ya kain dari benang yang tersusun-susun dan benang pun adalah materi. Trus benangnya? Dari pohon kapas atau dari serat yang dihasilkan oleh kepompong ulat sutra dan ulat berasal dari telur. Dan dari kesemuanya ternyata itu adalah materi. Jadi ngga salah dong kalo semua hal berasal dari materi sehingga tidak membutuhkan adanya Tuhan sebagai Pencipta. Eits, jangan cepet-cepet ambil kesimpulan dund brothers and sisters. Gini deh, pertanyaan selanjutnya kalo materi satu bisa berubah menjadi materi lainnya lalu darimana asal dari materi pertama? Dalam hal ini telur ulat contohnya. Ada yang bisa jawab? Ngga mungkin ada tiba-tiba gitu aja kan TemanS. Trus misalnya lagi, manusialah yang bisa merubah air mentah menjadi air matang dengan cara memasaknya, manusialah yang bisa merubah air tawar menjadi air yang manis dengan memasukkan gula kedalamnya. Pertanyaannya, siapa yang menentukan titik didih air hingga menjadi matang adalah 100 derajat celcius? Siapa juga yang menciptakan gula itu rasanya manis semanis kamu? Tentu itu semua menunjukkan adanya Sang Pencipta sekaligus Sang Pengatur “... Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa". (TQS. Ar Ra’d: 16) dan dalam QS. Yunus: 3 “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan...”
Ada lho Negara yang mengemban ideologi ini. Negara ini akan melarang rakyatnya untuk beragama terlebih menjalankan perintah agama di kehidupan. Fitrah beragama pun dienyahkan begitu saja, jika ada yang kedapatan meyakini agama tertentu negara akan bertindak tegas seperti yang terjadi pada kaum muslim minoritas Uighur di Xinjiang China dilarang untuk beribadah, yang wanita dilarang menggunakan hijab. Sedih ya, melihat kondisi khoiru ummah (umat terbaik), ummatnya Nabi Muhammad saw saat ini. Ideologi ini memang benar-benar mengingkari adanya naluri beragama dan tak mengimani adanya Tuhan, Pencipta. Sampe-sampe Charles Darwin bilang kalo manusia itu berasal dari kera / monyet yang berevolusi. Wadduuh... ini sih kelewatan, meski akhirnya banyak yang menentang pendapat Darwin ini. Lha, kalo manusia berasal dari kera itu kera yang ada di Taman Safari masih tetep aja tuh jadi kera.
Allah SWT, ciptakan manusia udah sempurna banget friends ngga mungkin ada yang bisa mencipta sesempurna Dia (Allah). Diberikannya manusia potensi ghorizah tadayyun (naluri beragama) sebagai wujud keberadaannya sebagai seorang hamba dari Sang Pencipta. Nah trus, kalo di dalam ideologi ini ngga ngebolehin percaya sama Tuhan dan agama dianggap sebagai candu/racun berarti paham ini ngga sesuai dengan fitrah manusia dong? Ya iyalah.. manusia itu hakikatnya adalah makhluk ciptaan yang lemah, terbatas dan membutuhkan kepada yang lain. Eh, bukan hanya butuh tapi bahkan ketergantungan dengan Tuhan (Allah SWT). Gimana ngga bergantung buat nafas doang kita bergantung banget sama udara yang lagi-lagi udara diciptakan oleh Allah. “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu” (TQS. Al Ikhlas: 2)
Siapapun bisa dengan hebat bikin pesawat tercanggih, tapi bisa ngga dia ciptakan seekor lalat atau nyamuk kecil yang kalo ditepak kita juga udah mati tuh lalat? Di sini Allah SWT ngajak mikir kita sakaligus menyadarkan orang-orang sombong yang ngga mau beriman kepada Allah. Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu...” (TQS. Al Baqarah: 26). Jangankan ciptakan nyamuk, ngobatin nyamuk yang pingsan aja ngga mungkin bisa.
Gimana TemanS, makin yakin dong kalo alam, manusia dan kehidupan ini adalah makhluk yang hakikatnya berawal dan pasti berakhir. Sedangkan Allah SWT azali alias tidak berawal dan tidak berakhir, “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan” (TQS. Al Ikhlas: 3). Allah itu kekal “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi” (TQS. Al Baqarah: 255)

Who am I?
Teman Surga yang sholih dan sholihaah, kita berkontemplasi yuk?? Dari mulai kenali diri kita ini siapa? Kenapa kita perlu mengenali diri kita karna bisa jadi di antara kita ada yang belum kenal siapa sebenarnya kita. Jangan sampe kita “amnesia” tentang diri kita sendiri. Setelah panjang lebar pembahasan di atas kita semakin paham kan bahwa hakikat diri kita ini adalah seorang hamba Allah, di mana keberadaan kita sebagai makhluk yang terbatas, lemah dan bergantung kepada yang lain khususnya kepada Allah. Nah, setelah kita kenal siapa diri kita maka selanjutnya kita harus terima diri bahwa seorang hamba itu wajib ta’at dan tunduk kepada Allah “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” (TQS.  Al  Baqarah: 21) nih yang lebih spesifik “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (TQS. Adz Dzariat: 56).
Seperti sosok-sosok di tas atau siapapun yang berhijrah menjadi pribadi yang bertaqwa atau seseorang yang akhirnya menemukan agama yang benar (Islam). Tentu keberadaan naluri beragama dan potensi akal yang diberikan oleh Allah bisa menghantarkan seseorang pada jalan keimanan yang lurus. Allah Ta’ala telah memerintahkan kepada kita agar menggunakan akal atau berpikir tentang keberadaan Allah sebagai Al Khaliq (Pencipta) dan Al Mudabbir (Pengatur). “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal” (TQS. Ali Imran: 190). So, sangat mudah banget kan kita bisa membantah pandangan yang tidak meyakini adanya Tuhan (Pencipta)? Semua yang ada di sekitar kita terlalu sempurna kalo bukan Allah Ta’ala yang menciptakan.
The last but not least, seperti apapun kamu dulu, sebandel-bandelnya kamu dulu cukup jadikan itu sebagai pelajaran yang berharga karna yang terpenting adalah bagaimana kita sekarang mengisi kehidupan ini menjadi remaja muslim yang bertaqwa dengan tunduk patuh menjalankan perintah Allah SWT sampai kelak kita akhiri kehidupan ini dengan husnul khotimah. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (TQS. Ali Imran: 102)

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Selasa, 18 September 2018

Yuk Belajar Bahasa Arab

"Demi Allah, sesungguhnya kesalahan kalian dalam memanah lebih aku senangi daripada kesalahan kalian dalam bahasa kalian".

Sobat Soeara peladjar yang disayang Allah, Tahukah kita siapa pemilik ungkapan monumental diatas? Ya, dialah Khalifah Umar Ibnul Khatthab ra, manusia tegas yang syaithon minggir jika harus berpapasan dengan beliau di jalan.

Cerita lengkapnya ada di Ushulun Nahwu, Sa'id Al Afgani dimana Imam Al Asyakir meriwayatkan dalam Syarhul Mawahib,  Suatu ketika Umar Ibnul Khatthab ra melewati beberapa anak yang sedang bermain dengan anak panah. Dan salah seorang dari mereka salah dalam ucapanya, yaitu membaca fathah satu kata yang sebenarnya dibaca dlammah. Ketika ia berkata,   "Ya Amiral Mukminin, innama qaumun Muta'allimin". Kata Muta'allimin seharusnya dibaca Muta'allimun, maka beliaupun marah dan muncullah ungkapan tegas diatas.

Nah, Sobat peladjar rahimakumullah. Jika kita merasa malu karena nilai bahasa inggris kita dibawah garis kemiskinan, eh salah kenormalan maksudnya. ha..ha..ha dan bingung terus, langsung segera daftar kursus untuk naikkan nilai sekaligus harga diri. Maka seharusnya kita harus lebih bingung dan susah manakala belum bisa bahasa arab. Karena bahasa arab   akan menjadi bahasa resmi percakapan penduduk surga kelak.

Oh ya sobat, sekedar ngingatin saja takut lupa, cita-cita kita kan ingin masuk surga ya. Syukur dech jika masih ingat dan tetap istiqomah alias konsisten beramal tuk meraihnya.   

Sobat, Disamping menjadi bahasa resmi ahli surga kelak, ada alasan yang lebih urgen dan mendesak lagi kenapa kita harus mahir bahasa arab. Karena menyangkut kewajiban, hidup mati atau dosa pahala kita sehari hari.

"Bahasa arab adalah bagian dari agama (Islam), hukum mempelajarinya fardhu yang wajib, karena memahami Al Qur'an dan As Sunnah hukumnya fardhu. Sementara Al Qur'an dan As Sunnah tidak mungkin di pahami kecuali dengan memahami bahasa arab.

Sebagaimana kaidah, "Tidak sempurna suatu kewajiban, kecuali dengan suatu hal, maka hal tersebut hukumnya juga wajib". Demikian tutur Ibnu Taimiyah dalam Iqtidhau ash Shirathil Mustaqim Mukholafatu Ashabil Jahiim, 207.

Syaikh Atha Abu Rasytah dalam At Taisiru Fi Ushuli Tafsir, hal 22 juga mewanti-wanti kita bahwa, "siapa yang ingin lurus akidahnya dan memahami hukum hukum syari'at atas dasar ilmu, maka hendaklah ia menguasai bahasa arab..."

Nah sobat, ternyata mahir bahasa arab itu wajib. Artinya jika kita tinggalkan kewajiban tersebut berarti dosa kan. Duh gusti betapa banyak dosa hamba setiap hari gara gara ndak pandai bahasa arab. Astagfirullah al adhiem

Makanya, ayo kita hentikan bayang bayang dosa tersebut dengan segera belajar bahasa arab. Disamping manfaatnya bisa  gugurkan kewajiban tersebut. Syukur jika dengan belajar bahasa arab kita bisa menjadi orang baik dan  termasuk katagori hadits berikut karena bisa faham agama.

من يرد الله به خيرا يفقه فى الدين

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan Agama-Nya” (HR Bukhari dan Muslim)

Maka dari itu, tunggu apalagi segera cari guru atau kursusan bahasa arab ya. Keren kan jadinya jika peladjar seperti kamu itu bisa nguasai banyak bahasa dunia. Bisa berbahasa Arab, Indonesia, Inggris, Madura, Jawa, Banjar, Betawi, Sunda dll. Pasti bikin kamu makin pede melalang buana ke seluruh penjuru dunia. Tapi ingat, gunakanlah untuk kebaikan.

Dan jangan lupa, sobat juga harus pandai satu bahasa lagi. Bahasa apa itu? Bahasa isyarat! Yah, Kali aja pas lagi ngobrol lupa kosa kata. Biar tetap komunikatif, pake aja bahasa isyarat. Ha..ha..ha (ar)

Sumber: http://www.soeara-peladjar.com/2018/09/yuk-belajar-bahasa-arab.html

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/

Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Minggu, 16 September 2018

Islam; War and Peace

Gaes, pernah dengar ada yang bilang “Islam itu ditegakkan dengan pedang”? Pernah kan? Nah, kira-kira bener apa nggak sih pernyataan macam gitu? Trus apa kamu sudah menyediakan argumentasi untuk ngebelain Islam? Sudahkah kita menyediakan jawaban untuk mengatakan bahwa Islam yang risalahnya dibawa oleh Rasulullah SAW adalah agama rahmatan lil ‘alamin?

Hemm.. Kalo belum siap jawabannya, buletin kece ini akan membantu ngejawabnya. Makanya, baca dan pahami sampe kelar buletin ini. Oiya, jangan lupa sebarin ke teman-teman kamu ya, biar dakwah Islam makin menyebar.

Niscaya, Islam Vs Kebatilan
Ada satu hal yang kudu kita maklumi, sebelum kita ngebahas lebih lanjut tentang perang atau perdamaian. Karena ini bahasan yang ngeri-ngeri sedap, kayak semacam parno kalo dibahas, tapi mau nggak mau ya tetap kudu dibahas. Nah, satu hal yang kudu jadi pemakluman karena ini sebuah keniscayaan adalah berbenturannya antara Islam versus kebatilan.

Perseteruan antara Islam dengan kebatilan ini saling mengalahkan, saling menguasai dan saling menundukkan. Makanya, wajar jika kita membahas tentang masalah perdamaian, juga membahas tentang perang. Sehingga, kita sebagai muslim nggak perlu khawatir sebagai di pihak yang haq, musuhnya selalu ada, yakni kebatilan. Karena Allah sudah sampaikan melalui firman-Nya:
“Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (QS. al-Isra’: 18)

Sudah menjadi takdir, bahwa antara kebenaran dan kebathilan selalu ingin menguasai dan mengalahkan. Rasulullah saw bersabda“Saya diperintahkan untuk memerangi manusia, hingga mereka bersaksi, ‘tiada ilah yang berhak diibadahi selain Allah.’ Dan ‘Muhammad adalah rasulNya.” Serta mendirikan sholat, menunaikan zakat. Jika mereka sudah melaksanakan itu semua maka darah dan harta mereka terjaga. Tidak halal ditumpahkan, kecuali karena haknya. Dan hisab mereka ada pada Allah SWT.” (HR. Muslim)

Sebaliknya, kebatilan juga nggak bakal diam. Karakternya, bakal berusaha menghancurkan kebenaran. “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat.” (QS. al-Baqarah: 217)

Maka dengan dikasih pendahuluan kayak gini, biar kamu nggak begidig, nggak usah takut, khawatir ngebahas masalah perang ataupun perdamaian.

Perang, Nggak Selalu Buruk
Kita nggak perlu cari tahu, siapa yang bilang “Islam ditegakkan dengan perang”. Waktunya bisa panjang, dan nggak cukup media ini buat ngebahas itu. Simpel aja, sikap yang kita ambil. Kalo yang bilang itu, dia bukan Islam, kita doakan semoga dapat hidayah. Kalo yang bilang begitu seorang muslim, semoga yang bersangkutan, segera meralat dan bertaubat. Sebab, apa yang dia bilang sama sekali tidak benar.

Kalo yang dimaksud oleh mereka yang mengatakan ‘islam ditegakkan dengan pedang’ adalah sejarah-sejarah penaklukan (futuhat) Islam, maka kita juga kudu belajar dari sumber sejarah yang benar tentang, istilahnya prosedur sebelum sebuah negeri itu ditaklukan dengan peperangan. Nggak tetiba saja terjadi perang, tapi ada semacam prolognya sebelum kemudian terjadi peperangan antara negara Islam dengan negara kufur.

Tapi sebelum bicara perang itu boleh atau kagak, kita juga harus tahu alasan yang mendasari kita melakukan perang. Karena perilaku kita sebagai muslim tentu saja patokannya adalah dalil. Nah, begitu pun ketika kita diperintahkan untuk berperang (jihad), itu bukan tanpa alasan. Ada dalilnya:
“Dan perangilah dijalan Allah orang-orang yang menerangi kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. al-Baqoroh 190)
“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah  dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah” (QS. al-Anfal :39)

Wah, kalo begitu Islam melegalkan peperangan dong? Jangan keburu nafsu menyatakan atau menafsirkan bahwa perang itu selalu buruk. Memang kalo orang dengar kata “perang” itu seakan-akan sudah kebawa kepikiran jelek alias negative. Karena mungkin, melihat dampak atau efek akibat peperangan berupa kerusakan, kematian, pertumpahan darah dan sebagainya. Padahal, sebenarnya kita nggak boleh asal mencap sesuatu itu baik atau buruk, hanya karena mendengar perkataan, atau menstandarinya dengan perasaan. Kalo semua hal diukur dengan perasaan, bisa kacau semuanya. Termasuk ketika menafsirkan kata “perang” atau “peperangan”.

Perang atau peperangan adalah sebuah aktivitas, sementara itu untuk mengatakan sebuah aktivitas itu baik-buruk, benar-salah, patokannya harus Al-Qur’an, Hadits atau sumber dalil yang ditunjuk oleh keduanya. Maka perang itu ada yang baik, dan ada yang buruk. Perang atau berperang dan sampai membunuh orang yang memerangi Islam, maka sesuai dalil di atas itu baik. Sementara berperang atau membunuh sesama muslim yang tidak ada sebab atau alasan dia untuk dibunuh maka jelas itu buruk. Alasannya juga karena ada dalilnya. Allah SWT berfirman:
“Dan barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisa: 93)

Sampai sini paham ya, bahwa yang namanya perang jangan dihukumi dengan perasaan. Sehingga mungkin yang namanya perang itu kamu benci sekalipun, tapi kalo itu syariat dari Allah, kita kudu terima.
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah 216)

Nggak Ada Paksaan Masuk Islam
Nah, kalo sudah paham dasar dibolehinnya perang, yang harus jadi catatan penting bahwa yang bisa dan boleh melakukan perang adalah negara. Makanya ayat-ayat yang disebutkan di atas, di antaranya adalah ayat Madani, alias ayat yang diturunkan di Madinah. Dimana Madinah saat itu adalah negara Islam (Daulah Islam).

Pada masa itu terjadi perang antara Negara, maka Islam sebagai Negara di masa itu, pilihannya diperangi atau memerangi. Kalo terjadi peperangan dan umat Islam memenangi peperangan tersebut, maka dengan sendirinya orang-orang kafir yang berada di wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan umat Islam. Nah, pertanyaan selanjutnya “Apakah mereka dipaksa masuk Islam?” Jelas nggak. Kenapa koq gitu? Kembali lagi, alasannya adalah dalil
“Tidak ada paksaan dalam (memeluk) agama. Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. Karena itu sapa saja yang ingkar kepada thagut dan beriman kepada Allah, mka sesungguhnya ia telah berpegang pada tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqoroh 256)

Buktinya, orang-orang non muslim baik itu kristen dan yahudi yang hidup di negeri Islam, mereka hidup dengan damai dan aman di bawah kekuasaan umat Islam. Orang-orang Yahudi di Yaman, Iraq, masih ada sampai sekarang ini. Orang Nasrani di Iraq, Suriah, Libanon, Mesir, masih ada sampai sekarang ini.

Itu artinya, Islam memang agama yang mencintai perdamaian, dan nggak mengandalkan perang sebagai penyebarannya. Kalo pun perang, itu lebih karena demi menyelamatkan harta dan nyawa. Tapi setelah menang perang, tidak lantas berbuat semena-mena. Bahkan saat perang pun, tidak boleh membunuh wanita, anak, merusak atau merobohkan pepohonan dan sebagainya. Jadi, adalah salah besar kalo ada yang nuduh, Islam itu agama kekerasan, bar-bar. Baik secara dalil, maupun bukti sejarah telah terbukti Islam agama perdamaian.

Nah, ini sudah pasti berbeda dengan negara-negara penjajah macam Amerika dan konco-konco Baratnya, ketika mereka memproklamirkan perang kepada sebuah negara, itu artinya mereka ingin menguasai dan merampok negara tersebut. Bukti paling nyata, ketika Amerika Serikat dengan dalih War on Terorism kemudian menyerang Afghanistan, Irak. Tapi begitu negara tersebut dibombardir habis, baru deh Amerika mengambili semua kekayaan alam negara tersebut, sembari memasang kaki tangan penguasanya di negara tersebut.

Tentu perilaku seperti diatas, nggak pernah ada dalam aturan bahkan sejarah penaklukan (futuhat) Islam, sebaliknya membuat negara tersebut sejahtera, penduduknya boleh saja heterogen tapi tetap damai. Dengan metode seperti itulah, akhirnya Islam dengan negaranya pernah Berjaya selama kurang lebih 13 Abad dan menguasai hampir 2/3 belahan dunia. Sekai lagi, itu dilakukan tanpa memaksa penduduk yang ditaklukan untuk masuk Islam.

Islam Rahmatan Lil Alamin
Allah SWT berfirman: “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)

Rasulullah Muhammad SAW diutus membawa ajaran Islam, maka Islam adalah rahmatan lil’alamin, Islam adalah rahmat bagi seluruh manusia. Secara bahasa, rahmat artinya kelembutan yang berpadu dengan rasa iba (Lihat Lisaanul Arab, Ibnul Mandzur). Atau dengan kata lain rahmat dapat diartikan dengan kasih sayang. Jadi, diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh manusia.

Muhammad bin Ali Asy Syaukani dalam Fathul Qadir menyebutkan “Makna ayat ini adalah ‘Tidaklah Kami mengutusmu, wahai Muhammad, dengan membawa hukum-hukum syariat, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia tanpa ada keadaan atau alasan khusus yang menjadi pengecualian’. Dengan kata lain, ‘satu-satunya alasan Kami mengutusmu, wahai Muhammad, adalah sebagai rahmat yang luas. Karena kami mengutusmu dengan membawa sesuatu yang menjadi sebab kebahagiaan di akhirat’ ”

Tapi tafsiran ayat tersebut menjadi berubah, ketika orang yang mengusung isu pluralisme menafsirkan ‘Islam’ dalam ayat-ayat ini dengan ‘berserah diri’. Jadi semua agama benar asalkan berserah diri kepada Tuhan, kata mereka. Cukuplah kita jawab bualan mereka dengan sabda Rasulullah SAW:
”Islam itu engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, engkau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya” (HR. Muslim)

Dengan bekal ayat itu pulalah, sebagian kaum muslimin malah rela mencap saudaranya tidak toleran, tidak cinta kedamaian, bahkan yang lebih parah, mencap saudaranya sendiri sebagai teroris. Tentu saja ini sebuah keprihatinan, karena justru kepada orang-orang kafir, mereka malah berkasih sayang alias berlemah lembut.

Surat Al Anbiya ayat 107 ini sebenarnya bantahan telak terhadap pluralisme agama. Karena ayat ini merupakan dalil bahwa semua manusia di muka bumi wajib tunduk dengan syariat Islam. Karena Islam itu ‘lil alamin‘, diperuntukkan bagi seluruh manusia di muka bumi.

Sehingga tidak lantas, ketika ingin kelihatan menyenangkan orang kafir, dengan alasan rahmatan lil alamin, maka saling berpelukan, sementara kepada saudaranya sesama muslim, malah bersikap jahat. Padahal Allah SWT sudah menyampaikan:
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka,." (QS. Al-Fath: 29)

Keras yang dimaksud adalah tegas terhadap sikap beragama kita, karena “Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Rabb yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Rabb yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.” (QS. Al Kafirun: 1-6)

Dengan kedamaiannya Islam bukan berarti tidak tegas terhadap orang kafir. Dengan kedamaiannya pula, bukan berarti Islam memaksa orang untuk masuk Islam. Bahkan Allah dan Rasulullah mengajari bagaimana adab kita terhadap orang kafir dzimmi (orang kafir yang dilindungi).
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. al-Mumtahanah: 8)
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Imam An Nasa’i).

So, jangan pernah ragu, khawatir atau takut karena Islam ini memang agama perdamaian. Allahu Akbar! []

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Senin, 10 September 2018

TIPS HIJRAH SMART WITH ISLAM

*Tips Hijrah Smart with Islam :*

1. Pastikan kamu tidak berada di comfort zone (zona nyaman) yang keliru. Maksudnya seseorang ngga akan merubah posisinya kalo dia merasa bahwa posisinya sekarang nyaman-nyaman aja sehingga ngga perlu untuk berubah. Padahal posisinya saat ini sama sekali ngga Allah ridhoi. Inget ya sob, kita hanya bersandar pada standar Allah yang ngga pernah salah. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (TQS. Al Baqarah: 216)

2. Azzamkan hati untuk ikhlas hanya mengharap ridho Allah semata. Karena dengan azzam ini Insyaa Allah kita hanya fokus pada apa yang kita tuju dan lakukan, jadi apa yang dikatakan orang lain dan seperti apa penilaian mereka terhadap kita ngga akan mempengaruhi keputusan hijrah yang kita ambil. Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal kecuali amal yang dilaksanakan dengan ikhlas dan dilakukan karena mengharap ridho Allah semata. (HR. An Nasai dan Abu Dawud)

3. Carilah lingkungan teman atau komunitas yang bisa mendukung perubahanmu kearah yang lebih baik. Berkumpul dengan orang-orang sholih akan menjaga dan mengistiqomahkan kesholihan yang akan kamu mulai.

4. Mulailah untuk rajin menghadiri kajian-kajian keislaman yang akan menambah ilmu (agama) yang bersumber dari Al Quran dan Sunnah Rasul . Karena ini akan menjadi bekalmu saat melangkah dan berbuat sesuatu.

5. Teruslah mendekat untuk taat pada Allah swt. Karena Allah-lah yang akan memberimu kekuatan dan memudahkan segala urusanmu. …Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.  (TQS. Ath thalaq: 4)

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Minggu, 09 September 2018

KEEP YOUR TIME!


Deadline!! Yes, batas atau tenggat waktu untuk kita beresin sesuatu. Istilah deadline sebenernya lebih popular di dunia jurnalistik friends, tapi udah lumrah juga sih dipake sama kita-kita. Temen-temen pernah apa pernah banget nih dikejar sama yang namanya deadline ini? Hehee.. udah kaya monster aja tuh deadline pake dikejar segala. Meski kalo guru kasih tugas jarang pake istilah deadline tapi biasanya guru akan bilang “tugas ini dikumpulin hari Jum’at yaa!” nah hari jum’at itulah yang disebut sebagai deadline. Kalo temen-temen lupa atau malah sibuk ngerjain yang lain tau-tau udah hari kamis, akhirnya itu tugas bisa-bisa dikerjain dalam waktu semalem alias sistem kebut semalem. Segala jurus dikeluarkan biar tugas itu beres dan dikumpulkan sesuai waktunya. Dari mulai jurus seruput kopi biar melek sampe jurus Bang Oma “Begadang”. Kata Bang Oma "Begadang boleh saja asal ada perlunya". Hihihi.. Nah tuh yang mesam-mesem (red. senyum malu) pernah ngalamin juga yak??

Kalo kamu-kamu pernah atau bahkan sering ngalamin kabut kalang eh kalang kabut buat bikin tugas karna mepet deadline. Sepertinya ada yang sesuatu yang perlu dievaluasi dan diperbaiki deh. Karna kalo sampe hal ini ngga segera dicari solusinya bakal bikin kamu-kamu kesusahan apalagi ditambah jadi nyusahin orang. Hadeuuh.. So, let’s check this one out, friends.

Belajarnya Sang Pembelajar Sejati
Maju terus tapi ngga bisa mundur? Ayo apaa?? Tik..tuk..tik..tuk.. yes, kalo jawaban kamu WAKTU it’s right!!. Waktu itu terus bergulir maju tanpa pernah bisa mundur walau sekejap. Dan semakin kesini waktu semakin begitu cepat berlalu, baru kemaren lahir, ngemut jempol, ngompol eh sekarang udah remaja, udah dewasa udah pengen nikah. Ups, yang terakhir beneran mau? One day semoga Teman Surga bisa bahas about nikah yes dari A ampe Jet. Biar kamu juga punya pandangan bahkan persiapan. Karna jangan sampe punya pikiran nikah cuma buat halalin pacaran doang. Karna katanya nikah itu ibadah terlama jadi jangan sampe nikah tapi minim ilmu (agama). Eits, kenapa jadi nyerempet ke nikah? Hehee,, ngga apalah yaa? Intermezo dikit.

Nggak kerasa juga ternyata kita udah berganti tahun yang baru. Apaa? Taun baru?? Iyaaa.. tahun baru Islam genks.. 1 Muharram 1440 Hijriyah. Ga nyadar ya? Makanya jangan fokus and ingetnya sama tahun baru Masehi (1 Januari) aja, apalagi kalo sampe ikut-ikutan ngerayain. Wahh.. buahaya itu, namanya tasyabuh bil kuffar.

Back to topic. Waktu emang paling-paling deh,, kalo-kalo kita ngga bisa manfaatin dan gunakan waktu sebaik mungkin bisa jadi kita dibuat cenat-cenut. Malah ada yang mengibaratkan waktu itu seperti pedang yang kalo kita ngga pandai menggunakannya bisa-bisa kitalah yang “terluka” bahkan “terbunuh”. Jadi, berhati-hatillah kawandz. Jangan sampe kita merugi karna ngga pandai bagi waktu, manfaatin waktu. Allah Ta’ala sudah mengingatkan kita dalam Qur’an Surat Al Ashr “Demi masa (waktu). Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih. Dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran”. Gimana ngga disebut rugi, manusia yang oleh Allah dikasih waktu untuk hidup sebagai modal untuk beribadah dan mengumpulkan bekal pahala tapi malah ngga digunakan dengan baik. Padahal modal (waktu) kita semakin berkurang terus, secara waktu ngga pernah bisa kembali lagi walau sedetik. Makanya ada pengecualian tuh pertama buat yang beriman, kedua setelah beriman pasti dia membuktikan imannya dengan beramal sholih, ketiga biar ngga sholih sendiri makanya ada perintah untuk saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Buat kamu-kamu yang masih “makan bangku sekolahan” rasanya menjadi pembelajar sejati, pandai mengatur waktu adalah modal penting dalam meraih sukses. Sekolah bukanlah ajang mejeng atau gaya-gayaan, yang namanya pelajar ya tugasnya belajar. Bahkan ada yang bilang kalo kita ini adalah pembelajar di sepanjang hidup karna belajar hakikatnya bukan hanya formal di sekolah aja tapi juga belajar tentang kehidupan dunia dan bagaimana kelak pulang ke kehidupan akhirat. Semua perlu belajar dan persiapan. Kenapa kita harus terus belajar dan persiapan? Karna supaya kita siap untuk menghadapi ujian apapun bentuknya mau itu pilihan ganda ataupun essay. Maksudnya apapun bentuknya mau itu ujian di sekolah ataupun ujian kehidupan. Duh,, bahasanya berat bener yah ujian kehidupan. Eh, jangan salah loh Temans, kalo kita ngga SMART with Islam nih paling banter kita cuma bisa lewatin bahkan lulus di ujian sekolah tapi nangis bombay ga terima pas gilliran sama Allah dikasih ujian kehidupan misalnya saat kita ingin melanjutkan ke sekolah atau perguruan tinggi yang kita impikan tiba-tiba harapan itu harus pupus karna satu dan lain hal.

Makanya itu kenapa kita wajib cerdas bukan hanya bidang akademik aja tapi juga harus faqqih fiddin (paham terhadap ilmu agama). Dan bicara soal belajar, belajar bukan selalu tentang hapal menghapal aja lho tapi lebih dari itu kita harus memahami apa yang sedang kita pelajari. Contohnya aja Imam Syafi’i ngga hanya rajin menghapal ayat per ayat surat Al Qur’an saja tapi beliau juga memahami apa yang terkandung di dalamnya. Kalo ngga sambil dipahami, bisa jadi hapal-hapalan itu akan mudah hilang. Apalagi kalo ngapalin pelajarannya pas mau ada ujian aja. Ibaratnya ada gula ada semut, ada ujian baru belajar. Kalo kaya gini sih paling beres ngerjain ujian, kelar (beres) juga tuh hapalan alias menguap. Hadeuhh.. trus lulus sekolah abis itu hilang semua apa yang dipelajari selama sekolah? Yah.. mungkin ngga bisa disalahin 100% ke pelajar ya kenapa mereka akhirnya lebih getol dan sibuk ngapalin pelajaran dibanding BELAJAR. (hasegh.. ada yang bela). Bisa jadi karna target nilai yang harus mereka capai dengan bobot pelajaran yang makin ke sini makin berat, dan diperparah dengan ngga sebandingnya metode pembelajaran yang membuat anak didik semangat BELAJAR. Walhasil, bukannya prestasi yang diraih malah frustasi yang didapat.

Tapiiii.. kamu juga jangan berpangku tangan dan menyalahkan keadaan gitu aja TemanS. Jika saat ini kondisi pendidikan di negeri Pertiwi ini masih seperti ini, bukan berarti kamu pasrah en menyerah. Gaya kaya gini sih bukan Teman Surga banget. Let’s change your mind. Pertama, jadikan dan niatkan belajarmu menjadi amalan sholih yang bernilai ibadah. In syaa Allah, kalo semua sudah diniatkan karna Allah maka kita ngga akan lelah dalam belajar. Imam Syafi’i Rohimahulloh mengatakan “Jika kamu tak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kamu akan merasakan perihnya kebodohan”. Nah kan, bodoh itu perih Kawaaanz..!! Kedua, camkan!! nilai bagus, rangking 10 besar, juara kelas, dapet piala, dapet hadiah itu sebagai bonus aja karna tujuan utama adalah mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Karna kalo niat kita belajar cuma buat dapetin nilai bagus atau penghargaan doang, semisal itu semua ternyata ngga kita dapet bakalan kecewa berat itu sih. Ketiga, mulai dari sekarang manage waktu dan berdisiplin menjalankannya. Penuhi sebaik-baiknya apa yang sudah kamu agendakan karna orang yang beriman itu senantiasa memenuhi aqadnya. “Yaa ayyuhalladzina aamanuu awfuu bil uquud, hai orang-orang yang beriman penuhilah aqad-aqadmu” QS. Al Maidah ayat 1. Disiplin bagi remaja jaman kiwari (kini) emang ngga mudah di tengah derasnya godaan yang bukan hanya ada di depan mata seperti games, pergaulan dengan teman-teman yang pengennya having fun terus, tapi godaan untuk ngga disiplin juga bisa dari dalam diri kita juga lho. Apalagi kalo bukan M-A-L-A-S. Monster malas ini nih yang bikin semua yang udah dirancang jadi amburadul. Ayoo.. kalo muncul si-malas ini segera berta’awudz dan kerjakan apa yang seharusnya kamu lakukan, jangan turuti apa yang diinginkan si-malas karna dia tidak ingin kita banyak melakukan kebaikan atau amal sholih. Kalo udah terjangkit virus MaGer, pasti bawaannya pengennya santai, diem-diem aja gitu. Trus biasanya lagi orang-orang mager bakal ketemu dan dikumpulin sama yang senengannya juga mager, hiihhh.. ini sih bisa masuk ke komunitas masa depan suram.. Sorry yah, Teman Surga sih ngga mungkin masuk ke komunitas model beginian tapi masuknya komunitas SMART with Islam yang ketjeh (keren) abies.

Manage Time, right now!!
Islam, sebagai agama yang indah dan paripurna sudah mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang berdisiplin, ngga males selalu bersemangat menjalankan amal sholih. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan 5 perkara sebelum 5 perkara “Muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, sehat sebelum sakit, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati”. Kesempatan waktu yang Allah berikan gunakanlah sebaik-baiknya. Jangan sampai kita terlena yang akhirnya menyesal karna bagaimanapun waktu itu adalah salah satu nikmat yang Allah berikan yang tentu harus kita syukuri dengan cara memanfaatkannya dalam rangka ketaatan dan beramal sholih. Rasulullaah saw bersabda “Ada dua nikmat yang kebanyakan orang merugi padanya yaitu waktu luang dan kesehatan”. (HR. Bukhari)

Ayo.. kita mulai rancang gimana kita mengatur waktu dalam kegiatan sehari-hari. Minimal ada 3 hal penting yang bisa jadi pedoman untuk kita me-manage waktu. Pertama, susun semua aktivitas atau kegiatan yang harus kamu lakukan setiap harinya setelah itu buat batasan waktu untuk setiap aktivitas. Misal berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk tidur, siap-siap berangkat ke sekolah terus butuh berapa lama perjalanan menuju sekolah, berapa lama kamu mengulang pelajaran sebelum tidur. Kedua, mau ngga mau harus mendelete kegiatan atau aktivitas yang tak berfaedah dan berlebihan. Misal banyak tidur, nongkrong-nongkrong ga jelas, kebanyakan stalking medsos, maen game de el el. Our beloved Rasulullaah bersabda “Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR, Tirmidzi). Ketiga, jangan punya kebiasaan menunda-nunda apa yang harusnya kamu kerjakan. “Ah, ntar deh gampang” atau “Ah, gampanglah besok aja”. Inget genks, sekali aja kita nunda satu aktivitas bisa bikin berantakan aktivitas selanjutnya. Ingeettt!! Waktu itu terus berjalan dan ngga bisa di-pause apalagi di-rewind. Allah Ta’ala mengingatkan kita dalam surat Al Insyirah ayat 7 “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”. Kalo orang bule sono bilang time is money makanya mereka getol (rajin) bekerja. Nah, kalo kita yang muslim jadiin time is amal sholih, apapun aktivitas kita selama kita kerjain dengan ikhlas dan benar in syaa Allah bakal jadi amal sholih yang bernilai ibadah. Gimana udah semangat merancang sukses dunia akhirat? Yuk, awali dengan mengatur waktu.



***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Selasa, 04 September 2018

MUSLIM ANTI LETOY

Kalo Menang Berprestasi
Kalo Kalah Jangan Frustasi
Kalo Menang Solidaritas
Tetap Galang Sportifitas....

Dua minggu terakhir, official theme song Asian Games 2018 bertajuk ‘Meraih Bintang’ yang dibawakan oleh salah seorang penyanyi Indonesia merajalela di dunia maya dan dunia nyata. Covernya dibuat secara profesional dalam 6 bahasa. Saban hari diputar selama Asian games berlangsung. Genre musiknya yang pop dangdut menghanyutkan jari jempol untuk bergoyang.

Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang mendongkrak kecintaan masyarakat terutama remaja terhadap olahraga. Awalnya sih mungkin nggak pada ngeh dengan aturan main atau perolehan nilai dalam cabang olahraga berkuda, skate board, sepak takraw, pencak silat, jet sky, bridge dan yang lainnya. Tapi pas nonton atlet Indonesia yang tengah beraksi, mendadak suka olahraga. Kayanya seru. Jadi pengen bisa. Ciyus?

Generasi Mager Generasi Letoy

Di Inggris, jumlah anak-anak yang gemar melakukan aktivitas fisik selama satu jam dalam sehari turun hampir 40% antara usia lima dan 12 tahun. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa jelang tahun terakhir di sekolah dasar, hanya 17% siswa yang melakukan kegiatan fisik selama 60 menit yang direkomendasikan setiap hari.

Padahal sebuah survei yang dilakukan lembaga Kesehatan Masyarakat Inggris dan Disney melihat dampak aktivitas fisik terhadap kesejahteraan emosional anak-anak. Mereka mewawancara lebih dari 1.000 anak berusia lima sampai 11 tahun, serta para orang tua menyatakan bahwa giat beraktivitas membuat anak-anak mereka merasa lebih bahagia (79%), lebih percaya diri (72%), dan lebih luwes (74%).

"Anak-anak yang cukup banyak melakukan aktivitas fisik, lebih sehat secara mental dan fisik, dan memiliki perkembangan yang serba baik sampai beranjak dewasa - kebiasaan melakukan olahraga sejak dini bisa memberikan manfaat seumur hidup." kata Eustace de Sousa, dari lembaga Kesehatan Masyarakat Inggris.

Bagaimana dengan anak dan remaja di Indonesia?

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, dalam riset berkala yang dilakukan Badan Penelitian  dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), satu dari empat anak muda usia 20-24 tahun, kurang melakukan aktivitas fisik.

Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga (PDSKO), Dr R. Wishnu Hidayat, SpKOmengatakan aktivitas olahraga anak muda akhir-akhir ini berkurang, karena gaya hidupnya yang cenderung lebih pada penampilan dan bukan kesehatan.

Pastinya bukan tanpa alasan, remaja dalam usia pubertas cenderung malas berolahraga. Alasan remaja sulit olahraga ada beberapa. Di antaranya punya tugas dari sekolah atau kampus yang harus diselesaikan hingga larut malam. Ini sangat menyita waktu, tenaga, dan pikiran. So pasti kalo diajak olahraga, jawabannya nggak jauh dari capek, ngantuk, nggak ada waktu.

Ada yang merasa kurang semangat berolahraga karena tidak ada teman atau lokasi yang jauh. Atau bawaannya emang mager alias malas gerak. Padahal waktunya luang, teman yang ngajakin banyak, tempat olahraganya juga dekat. Doi malah lebih suka duduk, nunduk, jempolnya nggak mau diam tekan sana-sini layar gadgetnya. Ini yang paling banyak menimpa generasi milenial. Kemudahan yang disodorkan era digital, bikin banyak remaja mager. Kalo nggak inget waktu shalat, waktu mandi, waktu makan, mungkin main gadget seharian sampai ada masalah dengan kesehatannya.

Sekedar ngingetin, dari sisi kesehatan kalo kita malas berolahraga dampak buruknya banyak banget lho. Seperti obesitas alias kegemukan lantaran kalori dalam tubuh tidak terbakar dengan menggerakkan tubuh sehingga terjadi penumpukan lemak. Tumbuhnya bukan ke atas, malah ke samping.

Malas olahraga juga bisa bikin badan kita mudah lemas dan tak bertenaga. Tubuh kita tak terlatih untuk melakukan aktifitas yang menyita tenaga. Otot terasa kaku. Kalo udah gini, kesenggol anak TK aja bisa nyungsep. Letoy!

Olahraga Dalam Islam

Islam sebagai ajaran yang lengkap dan sempurna, nggak cuman ngatur masalah ibadah saja. Tapi semua hal yang berkaitan dengan aktifitas manusia, termasuk olahraga. Dalam Islam, olahraga bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh manusia. Itu artinya, kalo kita jarang berolahraga atau beraktifitas fisik, kesehatan tubuh bisa terganggung dan stamina jadi letoy. Jangan sampai deh!

Olahraga bagi seorang muslim dianjurkan untuk melatih kekuatan fisiknya. Lantaran, banyak aktifitas dalam beribadah yang menuntut fisik yang prima seperti shalat, puasa dan haji. Kebayang ya, bakal kerepotan kalo tubuh kita letoy saat menjalankan ibadah puasa ramadhan atau saat melaksanakan ibadah haji.
Syeikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri dalam kitabnya Minhajul Muslim menerangkan bawa olahraga pada masa awal Islam dikenal dengan istilah furusiyah yang meliputi cabang kepandaian menunggang kuda sebagai skill untuk dapat memelihara hak, mempertahankan dan membela diri.

Allah swt sangat mencintai mukmin yang kuat. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Orang mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mu’min yang lemah...” (Riwayat Muslim)

Karena itu, di usia 60 tahun lebih Nabi Muhammad tetap sehat meski sempat diberi makanan yang beracun oleh seorang wanita Yahudi. Nabi Muhammad bukan hanya menang bergulat dengan seorang yang berbadan kuat, namun juga sanggup memimpin peperangan ke negeri yang jauh yang terkadang memakan waktu berbulan-bulan.

Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah (1292-1350 M) dalam bukunya Zad al-Ma'ad  menekankan pentingnya berolahraga dan efeknya pada tubuh. Bagaimana olahraga memperkuat dan membentuk imunitas tubuh terhadap penyakit.

Untuk urusan aktifitas fisik, beberapa jenis olahraga dianjurkan dalam Islam. Rasul saw bersabda “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah.” (H.R. Sahih Bukhari dan Muslim)

Memanah adalah olahraga yang paling banyak disebutkan dalam hadist maupun Alquran. Rasulullah sendiri merupakan pemanah dan memiliki tiga busur. Memanah pada  zaman Rasulullah menjadi kemahiran yang lazim dimiliki seorang Muslim. Sahabat Sa'ad bin Abi Waqas dikenal sebagai pemanah andal.

Rasulullah bersabda : “Kamu harus belajar memanah, karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (HR. Bazzar dan Thabrani).

Namun harus diperhatikan bahwa sasaran panahnya tidak boleh makhluk hidup, Ibnu Umar mengatakan: “Sesungguhnya Rasulullah melaknat orang yang menjadikan sesuatu yang bernyawa sebagai sasaran memanah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berkuda. Hadits-hadits Rasulullah tentang berkuda sebenarnya sangat banyak. Beberapa di antaranya adalah, “Sesungguhnya Rasulullah pernah mengadakan pacuan kuda dan memberi hadiah kepada pemenangnya.” (HR. Muslim).

Berenang. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Ajarkan putera-puteramu berenang dan memanah.” (HR. Ath-Thahawi).

Temans, pilih deh cabang olahraga yang kamu enjoy jalaninnya. Biar tubuh kita tambah sehat dan bugar. Mau cobain cabang olahraga yang dianjurkan di atas, atau yang lain, silakan aja. Yang pasti, tetap jaga aurat jangan sampai tersingkap atau sengaja diumbar mentang-mentang lagi olahraga. Catatan banget nih buat remaja yang doyan main sepakbola, futsal, volley, berenang, atau olahraga apapun, pakai baju olahraga yang menutup aurat ya. Kasih tahu teman mainnya juga, biar sehatnya dapat, sama aturan Islam tetap taat. Oh ya, inget waktu juga saat olahraga. Jangan sampai nabrak waktu shalat sehingga melalaikan kewajiban yang utama. Akur?

Tak Sekedar Berolahraga

Temans, meski olahraga adalah sebuah permainan tak berarti kita terhanyut saking doyannya. Hidup kita bukan semata untuk bermain-main semata. Ada misi yang Allah swt titipkan pada kehidupan kita selama di dunia. Sebagai hamba-Nya, kita diperintahkan untuk menjunjung tinggi kalimah Allah dengan dakwah dan jihad, guna mengemban dan menyebarkan risalah Islam ke seluruh dunia.

Boleh saja hidup kita diselingi canda dan santai sejenak. Tapi ya itu, namanya selingan jangan sampai melenakan apalagi sampai menghabiskan waktu hidup kita. Ketika Nabi memerintahkan kita untuk belajar olahraga renang, berkuda, gulat, bela diri, atau memanah semata untuk menjaga kebugaran tubuh. Dan yang pasti untuk melatih kekuatan fisik sebagai persiapan berjuang di jalan Allah. Ya hanya dua itu saja tujuan berolahraga dalam Islam. Bukan sebagai sumber penghasilan, untuk mengumpulkan harta, atau mendapatkan popularitas.

Makanya, perhelatan akbar olahraga seperti Piala Dunia, Piala Eropa, Olimpiade tidak dikenal dalam budaya Islam. Begitu juga liga sepakbola di setiap negara, MotoGP, GrandPrix, NBA, Tour de France dan turnamen cabang olahraga lainnya. Ini mah kerjaan orang-orang kapitalis yang menjadikan olahraga sebagai industri dan hiburan sehingga melenakan umat dari kewajibannya berdakwah dan berjihad.

Olahraga sebagai industri telah menyihir kaum Muslim. Mereka mengikuti berita dan agenda olahraga Liga Itali, Liga Inggris, atau Liga Indonesia sampai jadwal mainnya, bursa transfer, skor pertandingan, hingga gosip seputar para pemainnya. Sementara urusan umat, saudaranya sesama muslim nyaris tak tersentuh. Parahnya, olahraga juga digunakan sebagai sarana untuk meracuni umat Islam dan menghalang-halangi mereka dari dzikir, shalat dan berjuang di jalan Allah. Miris!

Jadi, buat kamu-kamu yang masih mager, ayo mulai sempatkan berolahraga. Jangan tunggu waktu luang, tapi luangkan waktu. Niatkan berolahraga untuk ibadah, demi menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Bukan untuk ikut kejuaraan, jadi tontonan, atau ajang pertunjukan. Seorang muslim, harus kuat dan anti letoy biar siap setiap saat untuk terjun aktif dalam dakwah dan jihad.

Olahraga nggak mesti ke gelanggang olahraga, lapangan futsal, atau gymnasium kalo emang nggak ada waktu dan minim dana. Bisa jalan kaki keliling kampung atau komplek perumahan, atau gerak tubuh sederhana di rumah seperti push up, sit up, senam, ngepel lantai, nyuci baju pakai tangan, atau angkat rendaman cucian. Yang penting rutin dan enjoy jalaninnya. Have fun.

Syukur-syukur kalo kamu serius menekuni olahraga yang dianjurkan Nabi sampai punya keahlian. Mulai dari memanah, berenang, berkuda, bela diri yang semuanya jadi investasi agar bisa lebih besar berkontribusi dalam dakwah dan jihad. Saatnya kita kikis gaya hidup mager biar jadi muslim kuat anti letoy. Yo yo ayoo...!

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg