Rabu, 12 Juli 2023

AL QUR’AN PEDOMAN HIDUPKU

**

Sobat TemanSurga, siapa nih di antara Sobat sekalian kemanapun perginya, google maps patokannya? Atau kalau lagi bingung cari jawabnya ke mbah google? Hayo ngaku. Hihi.. Dari tanya masalah headset yang nggak bisa mengeluarkan irama sampai tutorial ngerjain soal matematika. Secara nggak sadar jutaan orang hari ini rela merogoh koceknya masing-masing untuk mendapatkan sebuah petunjuk.

Misalnya saja, di tengah-tengah musim sibuknya ujian sekolah, ada lho kawan-kawan kita yang bela-belain untuk ndaftar di bimbel-bimbel ternama yang tentu tidak lain dan tidak bukan agar tahu bagaimana tutorial mengerjakan soal dengan mudah tanpa penat. Begitulah hidup, selagi ruh masih melekat di badan, pasti manusia tidak akan pernah luput dari ujian.

Eh iya Sob, ngobrolin soalan ujian, bukankah Allah sendiri yang memberikan jaminan, bahwa setiap masalah yang dihadirkan senantiasa beriringan dengan penyelesaiannya? Tapi mengapa ya hari ini masalah semakin menjadi-jadi tak beraturan. 

Padahal Al Qur’an sudah turun lengkap. Kalau yang salah Al Qur’an tentu mustahil, sebab Al Qur’an wahyu dari Allah dan terbukti bukan hanya mengubah pribadi-pribadi para sahabat yang biasa menjadi orang berkapasitas internasional dan berkepribadian agung, lebih dari itu Al Qur’an mengubah peradaban Arab jahiliyah menjadi peradaban Islam, mengubah peradaban Eropa yang gelap gulita menjadi bercahaya. Berarti yang perlu dievaluasi adalah kitanya nih Sob.

Dan rasa-rasanya berita seks bebas, aborsi, narkoba, korupsi, kemiskinan, sulitnya untuk bisa makan atau sekedar mencari lapangan kerjaan dll adalah gosip yang nongkrong di media kita setiap hari nggak sih Sob? Dari sini kita belajar, hadirnya Al Qur’an sebagai manual book instruction saja tidak cukup untuk mengubah kehidupan kalau tidak ada prosesi pengkajian kemudian dipahami dan diamalkan.

Allah SWT berfirman _“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”_ *(QS. Al Jumuah: 2)*

Kata ‘yatlu’ di dalam surat Al Jumuah di atas maknanya bukan hanya sekedar membaca, karena jika hanya sekedar membaca, dulu di zaman Rasul tidak ada media baca-nya, orang-orangnya ummi semuanya. 

Makanya hari ini kita sering salah kaprah ketika bicara tentang qori’. Qori’ itu Sob bukan cuma bacaannya doang yang bagus. Di zaman Rasulullah qori’ adalah alim ulama yang paling ngerti tentang Al Qur’an. Para sahabat yang bergelar qori’ ini merupakan orang-orang pilihan Rasulullah yang sangat dekat dengan Rasulullah. Nah siap nggak nih Sob, kita jadi orang yang dekat dengan Rasul dengan bersahabat dengan Al Qur’an juga?

Kita ngerti sendiri Sob, belajar makharijul huruf aja membutuhkan waktu yang lama, belajar tajwid apalagi, kebayang nggak sih kalau kita mau memahami tafsir menghabiskan waktu seberapa banyak? 

Ini menunjukkan kepada kita Sob kalo kita nggak boleh mencukupkan diri untuk ngefans pada imam-imam muda di masjid yang berhenti pada bacaannya bagus saja. Karena nggak cukup asal bagus bacaannya saja tapi juga harus ngerti isinya? Ibarat resep obat, sebagus-bagusnya obat kalau nggak diminum ya nggak akan sembuh atas izin Allah.

Sama dengan Al Qur’an, sebagus-bagusnya manual book instruction untuk manusia, kalau nggak dipahami dan diterapkan hanya akan berputar menikmati indahnya lantunan ayatnya saja. Islami sih, tapi gak memberi solusi. Sedih banget.

*Bukan Sekedar Kumpulan Surat*

Dengan Al Qur’an kita menjadi umat yang istimewa. Malaikat yang berinteraksi dengan Al Qur’an sebagai penyampai risalah menjadi malaikat yang istimewa, bulan yang menjadi bulan turunnya Al Qur’an menjadi istimewa, orang yang menghafal Al Qur’an menjadi mendapatkan kemuliaan yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Terbukti! 

Al Qur’an bukan sekedar kumpulan surat, melainkan mu’jizat. Setiap hari kita melantunkan doa untuk diberi jalan yang lurus dalam Al Fatihah minimal 17 x. Lantas bagaimana menjadikan Al Qur’an ini menjadi pedoman hidup? Jawabannya sederhana lihat bagaimana Rasulullah mengajarkan.

Ternyata Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk mengambil syariat secara keseluruhan (tidak boleh prasmanan). Allah berfirman _“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”_ *(QS. Al Baqarah: 208).*

Tidak hanya itu, Allah juga mengancam siapapun yang pilih-pilih syariat _“Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.”_ *(QS. Al Baqarah: 85)*. Nakutin banget ga sih Sob?

Ya Allah Ya Rabb, memang betul Islam itu sempurna dan paripurna, karena Islam bukan hanya mengatur kehidupan yang sifatnya ritual saja (seperti sholat, puasa, zakat) lebih dari itu Islam mengatur urusan dari bangun tidur sampai tidur lagi. 

So, konten-konten Islami di tiktok yang kita tonton (kaya anjuran sabar, tips lancar rizki dengan Al-Waqiah, shalawat kepada Rasulullah) semuanya itu masih 1% dari syariat yang Allah turunkan. Masih banyak bahasan-bahasan syariat yang butuh kita pelajari.

Percaya nggak kalau Islam ngatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri? Iya Sob ternyata! Dari urusan berpakaian, cara makan, minum dan akhlak kita. Islam juga mengatur sistem pendidikan, kesehatan, muamalah dll yang itu tadi hari ini tidak kita temui di segala lini, jangan heran jika kerusakan menjadi-jadi. 

So, biar bener-bener bisa ngejadiin Al Qur’an sebagai pedoman hidup langkah sederhananya kudu ngaji dulu Sob, biar bisa ngerti surat cintanya Allah kepada kita. 

Sobat sendiri gimana, sudah mengkaji Islam secara intensif belum? Jangan sampai kendor ya, bulan Syawal adalah bulan peningkatan! Pastikan mengkaji Islam masuk target bulan Syawalmu ya. Yuk…![]

Sumber: _Buletin Teman Surga #217 April 2023_

The POWER OF RAMADAN


**

Asyiknya puasa, kita serasa dimanja. Di sekolah, kegiatan belajar juga dijadwalkan supaya gak memberatkan yang puasa. Udah mah jam belajar dipangkas, eh ada libur awal dan akhir Ramadan pula. Di rumah, kondisinya juga gak jauh beda. 

Kita punya alasan untuk bermesraan dengan guling seharian. Mager setiap saat. Kan tidurnya orang puasa berpahala. Ciee..pake dalil segala. Padahal mah udah bawaan orok tuh gampang tidur lupa bangun. Puasa gak puasa, teteeep!

Padahal, kalo kita bercermin pada para shahabat, meski puasa mereka tetap perkasa. Lembaran sejarah Islam mencatat dengan tinta emas kisah-kisah kemenangan Umat Islam yang diraihnya saat Ramadan. Coba deh simak.

_1 Ramadan 587 H._ Penghancuran dan penguasaan kota ‘Asqolan yang merupakan pintu masuk menuju kota Al Quds. Penghancuran dan penguasaan kota ini dilakukan oleh Sholahuddin Al Ayyubi sebagai strategi menahan laju kekuatan kaum salib (nasrani) yang akan merebut kota Quds. Pada hari penaklukannya Sholahuddin Al Ayyubi berkata, “ Demi Allah sesungguhnya penghancuran benteng di ‘Asqolan lebih aku sukai walaupun aku harus kehilangan seluruh anakku, karena penguasaan ‘Askolan adalah demi kemaslahatan Islam dan kaum Muslimin”. Sekarang kota ‘Asqolan dikenal dengan nama kota Asduud di negara Palestina.

_6 Ramadan 223 H._ Sultan Al Mu’tasim seorang khalifah ‘Abasiyah mengadakan pengepungan terhadap kota ‘Umuriyah’ yang merupakan benteng pertahanan terkuat kerajaan Benzantiniyyah di Asia kecil. Usaha beliau berhasil dengan takluknya kota tersebut.

_9 Ramadan 222 H._ Panglima Al Afsyiin salah satu panglima perang Khalifah ‘Abasiyah Al Mu’tasim bin Harun Ar Rasyid mampu menaklukan kota albadz pusat pemerintahan Babak Al Khurmi setelah melakukan pertempuran dan pengepungan selama dua tahun penuh. Faktor pemberontakan Babak Al Khurmi yang dimulai tahun 201 H pada masa Khalifah Ma’mun adalah keinginannya untuk merebut kekhalifahan dari ras Arab yang Muslim untuk ras Faris dan Majusi. Selain itu merekapun menolak segala bentuk peribadahan seperti Sholat, Shaum, Zakat, haji dan menghalalkan minum Arak dan menghalalkan segala yang diharamkan oleh Islam. Makanya pantas diperangi.

_17 Ramadan 2 H._ Perang Badar al-Kubra. Boleh dibilang, ini adalah perang “hidup-mati” antara kaum muslimin dengan orang-orang kafir Quraisy. Rasulullah pernah merasa takut, kalau pertempuran itu akan memusnahkan kaum mukminin Madinah di muka bumi ini. Beliau berdoa kepada Allah: “Ya, Allah, jika kelompok ini sekarang binasa tidak ada lagi yang menyembah-Mu di atas muka bumi ini.”

Untungnya, Allah Swt. turut ’campur tangan’ dalam peperangan tersebut. Dan hasilnya, 313 tentara kaum muslimin berhasil menghajar telak dan melibas 1000 pasukan kaum kafir Quraisy.

_20 Ramadan 8 H._ Futuh Makkah (Penaklukan Makkah). Rasulullah SAW keluar bersama 10 ribu pasukan perang dari kaum Muhajirin dan Anshor menuju Makkah. Faktor keberangkatan beliau disebabkan penyerangan yang dilakukan kabilah Bani Bakar sekutu kaum Quraisy terhadap sekutu Rasulullah SAW kabilah Khuza’ah yang berarti pelanggaran terhadap perjanjian Hudaibiyah yang telah disepakati antara kaum Quraisy dengan Rosulullah SAW. Penaklukkan kota Mekkah berhasil dengan gemilang tanpa melalui peperangan. 

_25 Ramadan 658 H._ Perang Ain Jalut yang terjadi antara kaum muslimin dan Tartar merupakan perang yang besar dalam sejarah Islam. Hal itu dikarenakan Tartar mampu menguasai banyak daerah Islam, menjatuhkan Khilafah Abbasiah dan berhasil membunuh Khalifah Mu’tashim Billah di Baghdad pada tahun 656 H / 1256 M. Bahkan meminta Sultan Mamluki “Quds” untuk tunduk di bawah kekuasaannya. Permintaan ini ditolak dan Sultan memutuskan untuk menghadapi Tartar dalam peperangan.

Maka pada hari Jum’at tanggal 25 Ramadan 658 H, bertemulah dua pasukan besar di wilayah Ain Jalut. Dalam peperangan ini Sultan Quds mengumandangkan syiar “Wahai Allah tolonglah hamba-Mu Quds dari kaum Tartar.” Peperangan ini berakhir dengan kemenangan kaum muslimin.

_28 Ramadan 92H._ Kisah kemenangan kaum muslimin pada hari ini dimulai dengan persiapan Musa bin Nashir dengan pasukan dari Arab dan Barbar yang jumlahnya mencapai 7 ribu tentara di bawah kepemimpinan Thoriq bin Ziyad untuk menaklukkan wilayah Andalus. Maka berangkatlah Thoriq bersama pasukan dengan menyeberangi laut pada hari Senin tanggal 5 Rajab 92 H dan mereka mampu memenangkan peperangan menghadapi sekumpulan pasukan Qouth dalam 
perjalan menuju ibukata Andalus.

Akan tetapi musuh kembali menghimpun kekuatan di bawah pimpinan Rodrik raja Qouth dengan pasukan sejumlah 100 ribu tentara. Lalu mereka berjalan menuju selatan untuk menundukkan kekuatan kaum muslimin. Untuk menghadapi kekuatan musuh yang besar maka dikirimlah pasukan tambahan sejumlah 5 ribu tentara sehingga jumlah pasukan Islam di bawah pimpinan Thoriq berjumlah 12 ribu tentara. Maka bertemulah dua pasukan yang tidak seimbang dari segi jumlah pasukan di tepian sungai Wadilaka.

Peperangan terjadi selama empat hari dan pada hari keempat pasukan Qouth mampu dikalahkan dengan menelan kerugian yang sangat besar. Tidak sampai satu tahun wilayah Andalus dapat ditaklukan hampir 100% sehingga terbentuklah sebuah wilayah yang maju dalam ilmu pengetahuan dan peradaban.

Tuh, kebayang nggak sih. Udah mah puasa, ‘dipanggang’ panas terik matahari, menjelajah gurun pasir yang gersang, dan satu lagi…, harus perang! Wah, pastinya berat banget ya jalaninnya. Untung perjuangan kaum Muslimin dilandasi dengan keimanan kepada Allah Swt. Jadinya nggak gampang mundur apalagi kabur dari medan tempur. Malah mereka tambah semangat, karena yakin dengan pertolongan Allah Swt. Laahaula walaa quwwata illa billahi!

*Meski Puasa Tetap Perkasa, Ini Caranya!*

Kita bisa belajar banyak dari ’keperkasaan’ orang-orang yang tetep produktif walau puasa. Mereka bukan termasuk orang yang berbadan kekar kaya atlet binaraga. Bukan juga jelmaan superhero Marvel atau DC. Mereka sama seperti kita kok. Punya rasa lapar dan haus. Cuman mungkin, mereka lebih bisa mengendalikan nafsunya. Jadi nggak gampang tergoda untuk memanjakan dirinya. Mentang-mentang puasa, jadi lemah tak berdaya. Nggak lah yauw!

Kita juga bisa belajar pada keperkasaan mereka yang komitmen berhijrah. Move on dari kemaksiatan menuju ketaatan. Meski menghadapi banyak tantangan, tak surut semangatnya mengejar ampunan. Terutama di bulan Ramadan, saat ridho Allah swt membersamai mereka dalam ibadah dan amal sholehnya demi menghapus dosa. 

Untuk jadi perkasa, yang kita perlu lakukan cuman satu. Bangun dan perkuat benteng akidah sebagai pertahanan untuk menaklukkan hawa nafsu. Karena hawa nafsu kalo nggak dikendalikan bisa menginjak-nginjak harga diri kita sebagai hamba Allah. Itu yang bikin kita lemah bin letoy. Seperti diingatkan dalam firman-Nya:

_“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”._ *(QS. Shâd [38]: 26)*

Jalan yang paling pas untuk memperkuat benteng akidah adalah dengan mengenal Islam lebih dalam. Plus getol beribadah dan berdakwah. Biar lebih ngejoss, banyak deh bergaul dengan orang alim dan takwa agar keimanan tetep terjaga. Kalo keimanan kita udah tangguh, insya Allah hawa nafsu juga bakal ngeper. Fisik kita pun lebih siap ngadepin tantangan demi meraih ridho Allah swt. Nggak peduli meski badan tinggal tulang dan dosa. Yang penting, pantang menyerah meraih berkah!

Nah, mumpung di bulan puasa, jangan sampe waktu terbuang percuma. Nikmati kegiatan pesantren Ramadan demi menimba ilmu. Luangkan waktu untuk tilawah qur’an. Syukur-syukur bisa hatam 30 juz minimal satu kali selama Ramadan. Yang ini juga nggak boleh kelewat, shalat tarawih sebulan penuh. Ini semua yang melahirkan the power of Ramadan dalam diri kita. Semoga Allah swt memasukkan kita dalam golongan mukmin kuat yang dicintai-Nya. Meski puasa, tetep perkasa![]

Sumber: _Buletin Teman Surga 216 #April 2023_

Sabtu, 01 Juli 2023

KUPELUK ERAT RAMADANKU



 
Dalam hitungan hari, bulan mulia akan kembali menyapa kita. Bulan istimewa yang dinantikan miliaran umat Islam di seluruh dunia.
 
Nggak kebayang, tahun lalu kita belum tahu apakah masih bisa ketemu lagi dengan Ramadan kali ini. Tahu sendiri dong, namanya ajal bisa datang kapan aja tanpa notifikasi. Di antara kita mungkin ada yang dalam setahun terakhir kehilangan orang-orang yang dekat atau yang sangat dicintai. Ramadan lalu masih bareng berbuka puasa, namun kali ini kita berziarah ke pusaranya. Emot nangis.
 
Karena itu, betapa bahagia dan beruntungnya kita Allah swt kasih kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan nuzulul quran ini. Lantas, apa yang harus kita lakukan atas peluang dahsyat ini?
 
*Karpet Merah untuk Ramadanku*
 
Bagi sebagian remaja muslim, bisa jadi Ramadan kali ini disikapi sama dengan bulan lainnya. Apalagi kalo ngerasa terbebani dengan kewajiban puasa. Haus dan lapar ditahan seharian cuman untuk menggugurkan kewajiban. Kaya puasa sunah senin kemis aja. Itu juga kalo nggak tergoda oleh bestienya yang ngajakin ngemil sambil ngumpet.
 
Tapi bagi kita, khususnya pembaca setia buletin remaja Teman Surga, pastinya Ramadan selalu istimewa dalam kamus hidup kita. Pasalnya, Rasulullah saw telah mengingatkan berbagai keutamaan bulan mulia dalam khutbahnya menjelang bulan Ramadan.

*_“WAHAI_*_ manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama._

_Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya._

_Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat._

_Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu._

_Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu._

_(Amirul mukminin k.w. (d__ibaca: _karramaallahu wajhah)_ berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”)_

_Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.”_

_Wahai manusia! Sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”_

_“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”_

_“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.“_

_“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”(HR. Ibnu Huzaimah)_

Dengan segudang keutamaan yang ada pada bulan Ramadan, tentu sangat beralasan bagi kita untuk menggelar karpet merah akan kedatangan bulan mulia. Istimewa tiada tara.

*Kugenjot Tabungan Pahalaku*
 
Nggak ada yang tahu seberapa banyak tabungan pahala kita sampai saat ini. Meski kita ngaku sholat wajibnya nggak pernah bolong, belum tentu tabungan pahala kita surplus. Malah bisa jadi minus lantaran kemaksiatan yang kita lakukan.
 
Karena itu, yang bisa kita lakukan untuk menjaga tabungan pahala kita agar terus bertambah hingga tiba waktunya diaudit oleh Allah swt di padang Mahsyar, adalah dengan terus menggenjot amal sholehnya. Inilah beruntungnya kita bisa kembali bertemu dengan bulan Ramadan.
 
Tanpa tapi tanpa nanti, langsung gaspol keseharian kita selama Ramadan dengan amal sholeh. Dari bangun tidur sampa tidur lagi, jangan kasih kendor. Apa aja? Simak pesan Rasulullah saw dalam khutbahnya menjelang Ramadan ini:
 
_1. Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirothol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat._

_2. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya._

_3. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka._

_4. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain._

_5. “Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.” Ramadan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin di dalamnya.”_

_6. “Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”_
_(Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa.) Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”_

_7. “Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.”_

Dari mulai shalat tahajud sebelum sahur, sahur menjelang shubuh, shalat sunat fajar sebelum shubuh, tadarus quran, shalat dhuha, sedekah, menuntu ilmu, hingga waktu berbuka dilanjut shalat malam. Rutin tanpa absen.
 
*Tak Akan Kulepaskan..*
 
Paket komplit yang menyertai kehadiran Ramadan selalu bikin baper. Gimana nggak, Allah swt yang Maha Pengasih dan Penyayang ngasih kesempatan pada kita selaku hamba-Nya untuk mendapatkan kemudahan pengampunan dosa di bulan ini. Banyakin istighfar.
 
Selain bulan pengampunan dan obral pahala, suasana Ramadan juga bisa bikin keimanan naik drastis sampai ubun-ubun. Karena itu, manfaatkan untuk menguatkan benteng akidah. Agar setelah Ramadan, semangat Islam kita tetap berkobar. Konsisten terikat syariah dan aktif berdakwah.
 
Buang jauh-jauh budaya mager. Hadir di majlis ilmu biar kebanjiran berkah dan panen tsaqofah. Tadarus al-Qur’an gak cuman ngejar khataman. Tapi dibarengi dengan pemahaman setiap ayat yang dibaca. Jangan lupa perbaiki juga cara baca dan ilmu tajwidnya.
 
Dan 10 hari terakhir nanti, siapkan diri kita untuk berburu malam lailatul qadar. I’tikaf di masjid. Bukan sibuk kasak-kusuk nyari diskonan dan flash sale baju lebaran.
 
Terakhir, selama Ramadan jangan bosan untuk selalu menengadahkan tangan. Berdoa agar Allah swt menjaga diri dan menguatkan hati kita. Agar konsisten beramal sholeh. Tanamkan pada diri kita, Ramadan kali ini harus menang banyak. Gaskeuuun..![]