Rabu, 28 September 2022

HIJABKU PELINDUNGKU


 
 
Ada yang spesial untuk muslimah di setiap September. Teman-teman udah pada tahu apa yang spesial? Yapz, sejak 2004 lalu telah ditetapkan hari solidaritas hijab internasional setiap 4 September. Spesial banget kan?
 
Btw, apa sih yang melatarbelakangi adanya hari solidaritas hijab internasional ini? Betul banget, guys. Momen ini diadakan sebagai bentuk dukungan bagi muslimah di seluruh dunia untuk mengenakan hijab tanpa perlu takut diintimidasi atau dikriminalisasi. Sebab faktanya memang demikian, masih banyak negeri-negeri yang secara resmi melarang penggunaan hijab bagi muslimah. Mengsedih banget sih rasanya.
 
Kalau secara internasional ada momen dukungan bagi muslimah untuk berhijab, lain lagi cerita di negeri kita tercinta. Meski katanya menjadi salah satu negara yang turut mendukung Hari Solidaritas Hijab Internasional, nyatanya perkara hijab masih saja dipersoalkan. Persoalan yang tampaknya sengaja digiring menggelinding sampai bikin pusing.
 
Teman-teman sudah tahu dong beritanya. Ramai diberitakan bahwa seorang siswi jadi depresi gara-gara katanya dipaksa memakai kerudung. Hal yang bikin janggal, auto ramai pula seruan untuk mengembalikan seragam sekolah seperti tempo doeloe, Guys. Rok span selutut dan baju berlengan pendek bagi siswi. Lengkap dengan jargon ”Sekolah negeri bukan sekolah Islam!” Nah, loh! Bikin puyeng enggak tuh, Guys?
 
Ya, seolah-olah berkerudung itu menjadi beban mental yang menakutkan. Lebih menakutkan dari narkoba bahkan pergaulan bebas. Dari pada kampanye menolak kerudung di sekolah, apakah tidak lebih baik menolak gaul bebas ya? Bukankah kerudung itu memuliakan sedangkan gaul bebas itu menghinakan? Tapi kok malah banyak yang memilih gaya dan gaul bebas ya? Hem, gimana-gimana? Mumpung momennya lagi ramai tentang Hari Solidaritas Hijab Internasional, yuk kita kuliti aja tentang perkara hijab. Gaskeun!
 
Perempuan Itu Mulia
 
Guys, tahu enggak sih kalau perempuan itu sangat dimuliakan dalam Islam? Bahkan Islam memandang bahwa perempuan itu adalah kehormatan yang wajib dijaga. Tidak boleh asal-asalan dalam memperlakukan sosok perempuan.
 
Begitu istimewanya perempuan dalam Islam, sampai-sampai dibuatkan tutorial khusus untuk menjaga diri si kaum hawa ini. Ada batasan aurat yang harus dilindungi. Tidak boleh sembarang mata memandang. Apalagi sembarang tangan menyentuh, sungguh ini tidak dibenarkan. Perempuan dalam Islam itu bagai berlian. Ya, memang sesepesial itu, Guys.
 
Oleh karena itu, yang namanya berlian pasti ditempakan di tempat istimewa pula. Tidak mungkin dibiarkan terbuka begitu saja di pinggir jalan. Tidak boleh setiap orang asal-asalan memegang. Berlian akan berada di dalam toko yang super eksklusif. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihat dan menyentuhnya. Super banget, kan?!
 
Begitulah posisi perempuan dalam frame Islam. Diperlakukan bagai berlian. Oleh sebab itu, auratnya harus terjaga. Diberi hijab sempurna. Agar terhindar dari tatapan dan sentuhan liar yang menghinakan. Guys, meleleh enggak sih dijaga sampai sebegininya?
 
Jadi, ketika ada perintah memakai hijab semestinya kita kudu gimana dong? Mengsedih atau mengbahagia nih? Ngerti kan jawabannya? Ngerti dong. Masak enggak ngerti! 
 
Berhijab Titah Tuhan, Bukan Tawaran
 
Bestie-bestie saleha, saat ini kita memang sedang berada di medan pertempuran pemikiran. Di mana antara yang hak dan batil saling bergumul sengit. Serbuan informasi begitu dahsyat menghantam benak kita setiap hari. Gawatnya, saat ini informasi sesat lebih mendominasi daripada informasi yang benar.
 
Saat ini standar baik atau buruknya sesuatu dinilai berdasarkan asas manfaat semata. Sama sekali tidak memandang halal atau haram, Guys. Lebih ekstrim lagi, sesuatu dikatakan benar atau salah tergantung pada kenyamanan setiap individu. Sesuatu dikatakan benar ketika si individu merasa nyaman, dan sesuatu itu disebut salah ketika si individu merasa tidak nyaman. Gawat berlipat-lipat ini, Guys!
 
Artinya kebebasan menjadi sebuah gaya hidup yang digaungkan. Bebas berpendapat. Bebas berekspresi. Dan bebas apa saja. Seolah-olah kebahagiaan itu hadir karena adanya kebebasan. Padahal sesuatu yang bebas itu biasanya akan menyebabkan kebablasan dan berujung pada kebinasaan. Serem enggak sih, Bestie?
 
Sebagai seorang muslim semestinya kita sadar bahwa hidup kita diatur sepenuhnya oleh Sang Pencipta. Tidak ada kebebasan secara mutlak untuk kita. Sebab hakikatnya apa yang ada pada diri kita adalah titipan Tuhan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, kita tidak boleh semaunya sendiri dalam mengatur diri, ada rambu-rambu yang harus kita taati.
 
Ya, misalnya berkaitan degan tata cara berbusana. Kita semestinya memahami bahwa menutup aurat itu adalah kewajiban. Sebagaimana yang telah Allah SWT firmankan dalam QS. An-Nur ayat 31 dan QS. Al-Ahzab ayat 59.  So, berhijab dalam rangka melindungi aurat adalah titah Tuhan, bukan tawaran. Maka, tidak layak bagi kita menawar-nawar apa yang telah Tuhan titahkan. Tugas kita adalah mendengar dan menaati apa-apa yang sudah dititahkan.
 
Tidak perlu bertanya kenapa. Karena setiap perintah dan larangan sudah pasti telah Allah SWT perhitungkan. Bukan untuk menguntungkan Allah SWT loh ya. Semua perintah dan larangan-Nya justru dalam rangka menjaga kita dari berbagai mara bahaya. Baik di dunia ataupun di akhirat nanti. Sesayang itu loh Allah SWT sama kita. Yakin enggak jauh cinta? 
 
Sungguh, tidak ada yang paling tahu tentang diri kita kecuali yang menciptakan kita. So, tugas kita di bumi ini simple banget sebenarnya. Tinggal manut dan nurut dengan rambu-rambu dari Sang Maha Pencipta. Maka insyaallah akan mendapatkan kemuliaan plus kebahagiaan. Jadi enggak ada ceritanya trauma karena titah Allah SWT. Sebab kita paham, bahwa ini adalah kebaikan. Sip, ya!
 
Yuk Belajar Islam
 
Guys, karena peluru kebebasan yang menyesatkan itu begitu cepat melesat, maka kita butuh tameng yang tebal dan kuat. Jangan sampai kita lumpuh dan tergelepar dengan serbuan ide-ide kebebasan. Sehingga kita menjadi generasi Islam yang kehilangan jati diri dan mudah depresi. Jangan ya, Guys!
 
Oleh karena itu penting bagi kita untuk belajar Islam. Tidak cukup sekadar belajar tentang ibadah ritual semata. Sebab Islam adalah jalan hidup, sehingga kita perlu belajar Islam secara keseluruhan. Bagaimana tata cara berpakaian, batasan interaksi dengan lawan jenis, dan lain sebagainya. Semua ada aturannya dalam Islam. Kita tinggal pahami, yakini, dan mentaati. Mengamalkan seluruh syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kita selamat dan bahagia, di dunia hingga surga.


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

https://yubi.id/koreapi1453

Jumat, 23 September 2022

REMAJA MERDEKA ITU...


Agustus ini, Ibu pertiwi ulang tahun kemerdekaan untuk yang ke 77 kalinya. Merdeka dari penjajahan fisik yang pernah menimpa Bumi Nusantara oleh negeri matahari terbit dan negeri kincir angin sebelum 17 Agustus 1945.

Sejatinya, bukan cuman negara kita yang merdeka dari penjajahan. Rakyatnya juga nggak boleh ketinggalan, mesti merdeka juga dari berbagai tekanan. Tak terkecuali generasi muda yang kelak bakal membawa negeri ini meraih kemerdekaan hakiki. Tak hanya terbebas dari invasi militer, tapi juga penjahan secara politik, ekonomi, atau budaya yang tak kasatmata.

Pertanyaannya, seperti apa karakter remaja merdeka yang menjadi dambaan umat? Lets cekidot!

*Pertama, lepas dari jerat nafsu.*

Geliat jiwa muda gampang banget terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan. Terutama kalo udah terpapar virus hedonis. Gaya hidup yang memuja kesenangan dunia. Setan pinter banget ngegoda remaja untuk ikutin jalannya yang sesat. Saking pinternya, remaja banyak yang nggak nyadar kalo udah terjerat nafsu akibat godaan setan.

Tengok saja, banyak remaja yang keranjingan berlenggak-lenggok di atas zebra cross dengan busana yang mengumbar aurat. Belum lagi budaya pacaran yang makin beringas dalam kemasan pergaulan bebas. Nggak ketinggalan, adu jotos seringkali jadi pelarian kalo sesama kaum Adam _slek_. Kalo udah begini, remaja makin diperbudak oleh nafsu. Gak bisa lepas.

_“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”(*QS. Al-Jatsiya : 23)*_

Karena itu, remaja merdeka bakal mati-matian berusaha untuk lepas dari jeratan nafsu. Bukan perkara mudah, tapi bisa dilakukan selama kita tetap ngaji, mengenal Islam lebih dalam. Karena, hanya Islam yang bisa menundukkan hawa nafsu.

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin Al Ash ra, Rasulullah SAW bersabda, _“Tidak beriman seseorang sampai hawa nafsunya ia tundukkan demi mengikuti apa yang aku bawa”_ (HR. At-Thabrani) 

Kedua, bebas dari tekanan teman sebaya

Dalam lingkungan pergaulan, pengaruh teman satu sirkel punya peran besar dalam membentuk karakter remaja. Terutama kalo sudah melibatkan _peer pressure_ alias tekanan teman sebaya.

Secara istilah _Peer pressure_ bisa diartikan sebagai tekanan perasaan ketika seseorang harus melakukan hal yang sama seperti orang lain pada usia dan kelompok sosial tertentu agar disukai atau dihargai. _Peer pressure_ bisa memberi pengaruh yang kuat dalam suatu kelompok, di mana anggotanya akan berperilaku seperti yang lain.

Ngerinya, kalo sirkel pertemanan kita dihuni oleh remaja toxic. Mereka bisa menekan temen-temen mainnya untuk berperilaku negatif seperti mereka. Mulai dari merokok, nenggak miras, bolos sekolah, bohong pada orang tua, pacaran, atau tawuran.

Sialnya, banyak remaja “menyerah” berada dalam _peer pressure_ negatif karena ingin disenangi, ingin dihargai oleh sirkel pertemannya atau khawatir bakal dicengin anak – anak lain kalo nggak punya kelompok pertemanan.

Remaja yang merdeka itu, dia nggak pilah pilih teman. Karena dia bisa menunjukkan sikap terbaik dalam menghadapi peer pressure. Kalo ada temannya yang ngajak maksiat, dia pilih mengingatkan dan meninggalkan mesti resikonya bakal dijauhi oleh teman-temannya.

Sebaliknya, kalo ada teman yang ngajak taat, dia langsung mengiyakan dan segera ambil bagian. Lantaran teman model gini yang bakal menyelamatkannya dari bencana di dunia dan musibah di akhirat.

Lantas,bagaimana caranya remaja merdeka itu bisa bebas dari tekanan teman sebaya, dia harus punya rasa bangga yang membuncah sebagai seorang muslim. Sebagaimana ditegaskan Allah swt dalam firman-Nya:

_“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”_ (*QS. Fussilat Ayat 30)*

Ketiga, Say no to wasting time

Godaan yang satu ini, paling susah ditolak oleh remaja, terutama kalo diajak oleh teman dekatnya. Wasting time alias membuang waktu. Sibuk dengan aktifitas yang minim manfaat. Meski bukan perbuatan yang diharamkan, tapi bisa melenakan hingga melalaikan kewajiban atau nyerempet kemaksiatan.

Remaja merdeka itu dia berusaha menjaga kemuliaannya sebagai seorang muslim dengan menjauhi segala kegiatan yang minim manfaat. Sebagaimana diingatkan Rasulullah saw, _“Diriwayatkan dari Abi Hurairah –semoga Allah menridhainya- ia berkata, ‘Rasulullah SAW bersabda, ‘Termasuk baik Islam seseorang  adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.’”_

_Imam al-Qori berkomentar mengenai makna “meninggalkan sesuatu yang tidak berguna”. Maksudnya sesuatu yang tidak penting dan tidak patut ia lakukan. Baik berupa ucapan atau tindakan. Baik sekedar melihat maupun memikirkan._

Daripada waktunya dihabiskan untuk mabar, nonton konser musik, nongkrong di pinggir jalan, atau ngobrol ngalor ngidul, atau mager gak jelas, remaja merdeka lebih memilih untuk belajar dan beribadah.

Keempat, growth to contribute

Hakikat eksistensi bagi remaja muslim, tergambar dalam nasihat  seorang Ulama besar Abu Abdillah Muhammad bin Idris atau yang masyhur dengan sapaan Imam Syafi’i. _“Demi Allah, hakikat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan takwa. Jika keduanya tidak ada maka pribadinya tidak bernilai.”_

Itu artinya, kalo seorang remaja ogah-ogahan menimba ilmu atau males-malesan mengenal Islam lebih dalam, seperti mayat hidup. Imam Syafi’i mengingatkan _“Siapa yang tidak belajar di masa mudanya, bertakbirlah untuknya 4 kali karena kematiannya”_

Sebaliknya, kalo remaja getol belajar baik ilmu agama maupun ilmu dunia berarti dia telah menghargai kehidupannya. Karena salah satu ciri makhluk hidup terus bertumbuh dan berkembang. Wawasannya terus bertambah, kemampuannya kian terasah.

Tak cukup sekedar menimba ilmu, remaja merdeka itu selalu berusaha menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Dia menjadikan dakwah sebagai poros hidupnya. Tak sungkan berkontribusi, tanpa tapi, tanpa nanti, tanpa lelah.

Terakhir, remaja merdeka itu… kamu! Iya kamu. Merdeka![]

***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

https://yubi.id/koreapi1453

KENALI SEKOLAHMU, KENALI MASA DEPANMU


Horeee! Tahun ajaran baru sudah dimulai. Back to school dengan suasana baru. Baru aktif tatap muka pasca corona. Baru pula sekolahnya bagi yang naik ke jenjang sekolah berikutnya. Gimana, masa pengenalan lingkungan sekolah sudah dilalui, kan? 

Penting ya kita tahu seluk beluk lingkungan sekolah yang baru. Agar enggak canggung sehingga jadi nyaman selama menuntut ilmu di dalamnya. Belajar pun menjadi asyik dan bisa menghabiskan masa-masa sekolah dengan seru. Tanpa drama dan air mata. Harapannya begitu kan? Ya, memang sepenting itu sih masa pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa-siswi baru.

Mayoritas peserta didik baru pasti sangat antusias dengan kegiatan ini. Sudah dipersiapkan jauh-jauh hari segala keperluannya. Bahkan sampai ada yang enggak bisa tidur karena sudah tidak sabar untuk mengikuti pengenalan lingkungan di sekolah barunya. Merasa cemas dan khawatir jika terlambat sampai di sekolah. Bisa-bisa ketinggalan banyak informasi yang akan menyulitkan diri sendiri nantinya dalam proses pembelajaran. Hayo ngaku, kamu mengalami juga kan perasaan nano-nano di hari pertama masuk sekolah? hehehe!

Eh, tapi tunggu dulu. Secemas-cemasnya mau masuk ke sekolah baru, pernah enggak sih merasa cemas juga untuk fase kehidupan yang baru? Semisal dari masa sebelum baligh menjadi baligh, gitu? Sudah pernah berusaha mengenali apa saja S&K sebagai manusia dewasa? Ini juga enggak kalah penting untuk kita kenali sebagai bekal masa depan kita loh. Gimana?

.
Remaja Bahagia, No Baper-baper Club
.

Menjadi remaja itu emang enggak mudah. Banyak banget tantangannya. Mau yang dari dalam diri sendiri ataupun yang dari luar diri, ada-ada aja yang menguji keimanan. Mau jadi anak baik, dibilang sok alim. Mau ikut-ikutan gaul dan kekinian, dikatain nakal. Huft, serba salah ya jadi remaja?

Enggak juga kok, Bestie. Menjadi remaja itu adalah sebuah fase yang telah Allah SWT tetapkan dan mau enggak mau harus kita jalani. Enggak perlu galau dengan fase ini. Hal yang perlu kita siapkan adalah bekal sebanyak-banyaknya agar kita tidak menjadi remaja galau tanpa arah tujuan. Bagaimana caranya mendapatkan bekal? Nah di sinilah kita perlu mengenali diri kita sendiri. Kemudian lanjut mengenali bagaimana masa depan yang harus kita persiapkan.

Jika kita sudah kenal dengan diri sendiri dan sudah tahu kelak mau apa, maka dijamin deh hidup bakalan adem bin bahagia. Persis kayak lagi duduk di tepi pantai, minum air kelapa muda, plus kena hembusan angin sepoi-sepoi. Adem banget enggak tuh? Mau punya kehidupan yang super adem begitu sejak remaja alias no baper-baper club? Insyaallah bisa!

.
Mengenali Diri Sendiri
.

Hal utama yang harus kita ulik untuk mengenali diri adalah menjawab sebuah pertanyaan, ”Siapa saya?”. Hayo, sudah pada tahu siapa dirinya? Bukan sekadar nama atau nasab semata loh. Tapi lebih detail lagi.
Yaps, setiap kita adalah hamba, Bestie. Kita adalah hamba yang diciptakan oleh Allah SWT. Kita ada di dunia karena Allah SWT berkehendak menciptakan kita.
Bermula di alam Rahim ibunda lalu terlahir ke dunia. Sejak kita dalam kandungan hingga sampai detik ini, Allah SWT jaga kita tanpa henti. Ngerasa enggak sih sesayang itu Allah SWT sama kita? Ngerasa enggak kalau kita itu beneran lemah tanpa kasih sayang-Nya? Hiks, jadi melow kalau udah ingat-ingat baiknya Allah SWT ke diri ini. Sumpah, Allah SWT itu baik banget.

”Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (Rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS. Al Mu’minun: 12-14)

.
Hadir Di Dunia Untuk Apa?
.

Ok, setelah tahu bahwa diri kita adalah hamba, lantas selanjutnya apa lagi? Nah, kita harus tahu nih. Bahwa sebagai hamba itu memiliki tugas untuk taat kepada Sang Pencipta. So, hidup kita ini tidak bebas secara mutlak. Tapi harus terikat dengan rambu-rambu yang Allah SWT berikan. Ya, karena Allah SWT yang menciptakan kita, maka hanya Allah SWT lah yang paling tahu tentang kita. Allah SWT tahu apa yang baik dan buruk untuk kita.

Oleh sebab itu, Allah SWT berikan aturan yang super komplit untuk kita. Demi apa coba? Demi keselamatan kita di dunia bahkan hingga di akhirat nanti. Dengan aturan ini sebenarnya kita itu lebih dimanusiakan loh. Dijaga kemuliaan dan kehormatan kita sebagai manusia. Secara, aturannya berasal dari zat yang menciptakan kita gitu loh.
Beda halnya dengan paham kebebasan atau liberalisme yang menentang aturan agama. Paham ini mah menjerumuskan manusia dalam kesesatan bahkan kecelakaan di dunia dan di akhirat kelak. Karena paham liberalisme ini memprovokasi manusia untuk hidup serba bebas. Hasilnya banyak manusia tanpa terkecuali remaja yang memilih hidup bebas, bablas, dan berujung amblas. Alias binasa. Hiiiii, serem ya?! Udah deh, emang aturan Allah SWT itu yang paling benar. Tidak hanya membumikan, tetapi juga melangitkan manusia. Menyelamatkan dunia hingga akhiratnya. The best lah pokoknya.
”Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Az-Zariyat:56)

.
Masa Depan Kita
.

Wah, ternyata seru ya ngulik tentang siapa diri kita. Ternyata kita ini sudah diberi amanah yang jelas selama hidup di dunia. So, hidup kita ini bukan sekadar soal makan, main, rebahan, drakoran, pamer outfit kekinian, dan bersenang-senang. Lebih mulia dari itu, Allah SWT mengamanahkan kepada kita untuk beribadah selama hidup di dunia. Ibadah itu bukan sekadar salat dan dzikir ya, Bestie. Setiap amal perbuatan kita yang niatnya ikhlas karena Allah SWT dan caranya benar sesuai syariat, maka amal tersebut merupakan ibadah.

Emang ngapain sih kita mesti capek-capek ibadah? Bukannya masa muda itu memang waktunya untuk senang-senang? Waktunya untuk menampakkan eksistensi diri dengan beragam cara dan sarana? Kok malah harus terikat dengan aturan dan mesti mikirin ibadah melulu, sih. Terus senang-senangnya kapan?
Tenang, jangan panik dulu. Taat syariat itu enggak sekaku yang dibayangkan kok. Beribadah juga tidak sehoror yang teman-teman kira. Bisa banget jadi pribadi yang taat beribadah dan tetap happy sepanjang hari. Sudah banyak loh yang membuktikan. Tinggal kita cari aja circle yang tepat.

Apalagi jika pemahaman tentang tujuan hidup sudah ada di benak kita. Bahwa kita punya tujuan yang pasti di masa depan. Bukan di dunia ini tujuan itu ada. Melainkan akhirat, yakni Surga. Inilah tujuan hidup. Inilah masa depan kita yang harus serius untuk diperjuangkan.
 Kita harus sadar bahwa hidup di dunia ini fana. Bersifat sementara. Tidak ada yang abadi. Kita pasti akan mati. Kita pasti akan dibangkitkan kembali. Lantas apa yang harus kita lakukan dalam ketidakabadian ini?

Jawaban cerdasnya adalah, ”Bersiap mengumpulkan banyak bekal untuk pulang di keabadian”. Bekal berupa apa? Tidak lain dan tidak bukan adalah amal saleh. Amal yang Allah SWT ridhai. Amal yang berpahala. Amal yang menghantarkan ke Surga. Begitu, Bestie!
“Kemudian setelah itu, sungguh kamu pasti mati. Kemudian, sungguh kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat.” (QS. Al Mu’minun: 15-16)

Gimana, sudah semakin kenal dengan diri sendiri? Sudah tahu mau ngapain selama masih di atas bumi? Sudah jelas bagaimana masa depan yang diinginkan? Serius, jangan tergoda dengan kesenangan sesaat, ya. Manfaatkan masa muda sebaik mungkin. Jangan sampai masa remaja dilalui dengan sia-sia bahkan celaka karena jauh dari aturan-Nya.

Kita buktikan bahwa remaja bisa berprestasi dengan ilmu. Remaja bisa hebat dan mulia dengan memahami agama. Remaja menjadi berguna dengan tahu masa depan yang sesungguhnya yakni Surga. Berbekal ini semua, semestinya sudah lebih dari cukup untuk kita lebih aktif, produktif, dan inovatif dalam berbagai kebaikan.

Yuk kita berazam untuk menjadi generasi yang memberi warna terindah untuk peradaban di masa yang akan datang. Mari kita berjuang untuk menjadi generasi yang akan memajukan bangsa ini. Semangat belajar, menggelora untuk taat, dan berkobar untuk menebar manfaat di dunia hingga akhirat. Seluas-luasnya tanpa batas. Bissmillah, kita pasti bisa! Hidup remaja Indonesia!

***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

https://yubi.id/koreapi1453