Rabu, 27 Maret 2019

Mesjid, I Love You




Allahumma bariklanaa fii rajaba wa sya’baana  wa balighnaa ramadhaan.  Yaa Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami di bulan Ramadhan. Doa yang dipanjatkan Rasulullaah saw saat memasuki bulan mulia Rajab. Kalau sudah memasuki bulan Rajab itu artinya ngga akan lama lagi kita bakal ketemu dengan bulan Ramadhan. Ngga kerasa ya temanS waktu begitu cepat bergulir, aroma nuansa Ramadhan sudah mulai tercium oleh insan yang merindunya. Gimana ngga merindu, bagi kita seorang muslim mengumpulkan pundi-pundi pahala di dunia harus getol (rajin) kita lakukan agar kelak saat kita pulang ke kampung akhirat kita bisa menikmati indahnya surgawi. Nah, bulan Ramadhan ini bisa kita manfaatkan untuk meraih banyak pahala dan remove dosa-dosa yang bakal menghambat kita ke surgaNya. So, don’t miss it guys. Persiapkan diri dari sekarang supaya saat Ramadhan tiba, kita siap. Oiya, by the way teman-teman yang tahun lalu masih punya hutang puasa khususnya ukhties segera dilunasin yah jangan sampai keburu puasa Ramadhan tiba.

But anyway, oneday kita akan bahas all about Ramadhan. Sekarang karna masih di suasana rajab, kita akan ulik ada hal istimewa apa di bulan ke tujuh ini.

Bukan Perjalanan Biasa

Bicara soal Rajab, biasanya di sekolah-sekolah rutin mengadakan acara rajab-an, dimana sekolah mengumpulkan siswa-siswinya lalu memanggil seorang ustadz yang memberikan ceramah tentang peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw. Isra mi’raj memang terjadi pada tanggal 27 Rajab. Tentang apa atau bagaimana itu Isra Mi’raj rasanya Teman Surga semua sudah hapal deh. secara sedari SD bahkan mungkin TK kita sudah diceritakan tentang peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw. Al Qur’an Kariim mengabadikan peristiwa ini dalam surat Al Isra ayat 1. “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Perjalanan isra dan mi’raj Rasulullah saw bisa dibilang sebagai pelipur lara dan sedihnya Rasul setelah istri tercintanya yakni Khadijah (semoga Allah meridhoinya) meninggalkan Rasul untuk selama-lamanya. Khadijah selalu setia mendampingi Rasul dalam dakwahnya menyebarkan Islam. Kesedihan Rasul bertambah karna pamannya yang semasa hidupnya memberikan perlindungan dakwah yang Rasul lakukan meski sampai akhir hidup pamannya belum sempat memeluk Islam, dialah Abu Thalib. Dari sini, Allah swt ngga mau lihat kekasihNya bersedih maka Allah swt menghiburnya dengan perjalanan isra mi’raj.

Isra, perjalanan Rasulullah saw bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsho (Baitul Maqdis, Palestina). Dan, Mi’raj adalah sesuatu (tangga) khusus yang digunakan oleh Nabi saw untuk naik dari bumi menuju keatas langit. Perjalanan luar biasa yang ditempuh dalam waktu semalam saja dengan menunggangi Buraaq yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal. Inilah bukti atau tanda kebesaran Allah ya TemanS, banyak orang yang tidak mempercayai atas perjalanan yang Rasul lakukan namun ada seorang sahabat Rasul yang membenarkan dan mengimani peristiwa tersebut sampai akhirnya beliau digelari Ash Shiddiq (yang membenarkan), yes.. Abu Bakar Ash Shiddiq.

Perjalanan Mi’raj Rasulullah saw bersama Jibril dari langit pertama ke langit ketujuh dan berakhir di sidratul muntaha. Dari perjalanannya sampai langit ke tujuh ada peristiwa yang luar biasa dimana Rasulullah saw bertemu dengan Nabi Ibrahim as. Kisah ini diceritakan dalam riwayat Muslim. “...Kemudian Jibril naik bersamaku  ke langit ketujuh dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab, “Muhammad” Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab, “Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketujuh) dan saya bertemu dengan Ibrahim. Beliau sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma’muur. Setiap hari masuk ke Baitul Ma’muur tujuh puluh ribu malaikat yang tidak kembali lagi. Kemudian Ibrahim pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar. Tatkala dia diliputi oleh perintah Allah, diapun berubah sehingga tidak ada seorang pun dari makhluk Allah yang sanggup mengambarkan keindahannya. Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 sholat sehari semalam. Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam.  Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”. Saya menjawab: “50 sholat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Isra`il”. Beliau bersabda :“Maka saya pun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”. Maka dikurangi dariku 5 sholat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata:“Allah mengurangi untukku 5 sholat”. Dia berkata:“Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”. Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman:“Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 sholat sehari semalam, setiap sholat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 sholat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis (baginya) satu kejelekan”. Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musa’alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka sayapun berkata: “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai sayapun malu kepada-Nya”. (H.R Muslim)

Teman Surga yang sholih sholihah dari sinilah perintah sholat itu bermula. Kebayang ngga awalnya kita diperintahkan sholat sebanyak 50 kali sehari? Dan Rasul tercinta kita minta keringanan kepada Allah swt dan Allah pun mengurangi menjadi 5 kali dalam sehari, meski pahala yang Allah berikan sama seperti 50 sholat. Kalau 5 kali sholat masih ada yang ngerasa berat atau males trus masih bolong-bolong ini sih TER-LA-LU. Sampai-sampai saat Nabi Musa a.s menyarankan untuk tetap menguranginya lagi Rasulpun berkata malu (kepada Allah). Dipikir-pikir iya juga sih friends, coba aja deh hitung sehari kita dikasih waktu 24 jam, seandainya satu sholat yang kita kerjakan 10 menit itu artinya ngga sampe sejam waktu yang digunakan untuk kita sholat malah masih lebih banyak waktu tidur. Bener apa betul nih guys?

Asholaatu ‘Imaaduddiin

Sholat itu tiang agama. Ibarat pilar dalam sebuah bangunan fungsi pilar adalah untuk menegakkan bangunan agar kokoh dan ngga gampang roboh. Simplenya kalau sholat yang hanya 5 kali dalam sehari saja tidak ditegakkan bagaimana bisa menegakkan atau melaksanakan perintah Allah yang lainnya.  Sholat adalah kewajiban utama setelah syahadatain, konsekuensi sebagai seorang yang mengimani Allah dan RasulNya. Itu kenapa sholat menjadi pembeda antara muslim dan kafir, Rasul saw bersabda “Sesungguhnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikana adalah sholat. Barangsiapa meninggalkan sholat, maka ia kafir” (HR. Muslim). Dan sholat yang ngga lebih menyita waktu kamu inilah yang justru pertama kali akan dihisab oleh Allah swt. Nabi Muhammad saw bersabda, “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi...” (HR. Abu Daud).

Remaja Milenials yang sholih/sholihah ingatlah dan sadarilah bahwa kita ini adalah makhluk Allah, hamba Allah yang tercipta untuk menghamba kepadaNya seharusnya tanpa imbalan pun kita tunduk patuh atas perintahNya namun Allah Yang Maha Baik mengganjar setiap amalan yang kita lakukan. Seperti yang telah Allah janjikan dalam Qur’an Surat Al Mu’minun “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sholatnya, ... Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” Remember friends, sholat yang kita lakukan haruslah ditunaikan dengan dorongan iman dan taqwa sehingga kita akan berupaya untuk khusyuk dalam sholat. Sholat yang diiringi dengan ketundukan dan ketaatan sempurna kepada Allah akan membawa dampak yang luar biasa dimana kita akan mencegah kita dari melakukan kemaksiatan. “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. TQS. Al Ankabut: 45

So, kalau masih ada yang STMJ alias Sholat Terus Maksiat Jalan misal sholat tapi masih pacaran, sholat tapi masih nyontek, sholat tapi masih mengumbar aurat, sholat tapi masih ngelawan orang tua berarti sholatnya belum ditegakkan dengan kesadaran akan keberadaan diri sebagai makhluk yang menghamba kepada Allah swt (idrak silah billah). Tidak ada kata terlambat selama nyawa masih dikandung badan, yuk kita perbaiki sholat kita karna Allah. Mulai dari sekarang sholat ngga usah nunggu disuruh orang tua, begitu dengar panggilan Allah (adzan) bersegeralah penuhi panggilan indah itu, gegas ke mesjid sholat berjama’ah (diutamakan ikhwan).

Wahai para pemuda, jangan alergi dekat dengan mesjid terlebih takut pergi ke mesjid. Terlebih apa yang baru saja terjadi di sebuah mesjid di New Zealand, dimana jama’ah sholat ditembak secara brutal oleh teroris. Jangan biarkan musuh Allah menang dengan menjadikan generasi muslim menjauh dari mesjid, anti dengan kegiatan yang diadakan di  mesjid. See, apa yang terjadi di Selandia Baru justru malah membuat  warga negara non muslim di sana berbondong-bondong ingin lebih tahu dan dekat dengan Islam. Ngga sedikit dari mereka mendatangi mesjid-mesjid. So, how about us?? Remaja Keren itu remaja yang cinta mesjid dan memakmurkannya. “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”.  (TQS. At Taubah: 18)

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://twitter.com/RemajaKonawe?s=09
IG -  https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9

Jumat, 22 Maret 2019

Hadapi Ujian Nasional? Ashiaaap..!



Mulai bulan ini, ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2019 bakal menyapa para pelajar kelas 09 dan 12. Dimulai UN untuk SMK 25 – 28 Maret, lalu untuk SMA/MA 1, 2, 4, 8 April 2019 dilanjut UN untuk SMP/MTs 22 – 25 April. Udah kebayang deh gimana persiapan kamu-kamu yang mau hadapi UN tahun ini. Getol ikut les tambahan atau rajin latihan soal-soal ujian. Jam belajarnya mendadak over melebihi jam tidur. Segitunya....

Eh, ternyata nggak semua ding yang seriusan hadapi UN. Ada aja siswa yang santai kaya di pantai seolah tak ada yang istimewa dengan UN. Emang sih, hari gini hasil UN tak lagi menentukan kelulusan. Jadi meski hasilnya jeblok atau pas-pasan, tetap ada kemungkinan ikut ngerayain kelulusan.

Padahal ketika UN menjadi harga mati untuk kelulusan siswa, wabah harap-harap cemas alias H2C melanda banyak pihak. Dari pelajar, guru, dan tentu orang tua. Berabe kalo hasil UN jeblok. Alamat tinggal kelas dan mupeng tingkat dewa ngeliat teman-teman sekelas udan pindah sekolah atau ganti seragam. Jangan sampai deh!

Pentingnya Ujian Nasional

Temans, meski hasil UN kini tak lagi menentukan kelulusan, bukan berarti kita jadi ngerasa aman. Ingat lho, UN adalah bagian dari proses pembelajaran pendidikan formal. Itu artinya, secara akademis apapun hasilnya akan mempengaruhi kelanjutan pendidikan kita.

Pertama, saat mendaftar ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Emang sih, untuk saat ini jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN) bisa melalu SNMPTN, SBMPTN, atau jalur mandiri yang notabene nggak terlalu ngeliat hasil UN. Cuman mastiin aja pesertanya ikut UN.

Tapi kalo daftar ke PTS, selain jalur tes tertulis ada jalur yang melihat nilai di SMA. Terutama nilai raport dan hasil ujian UN. Semakin baik, tentu peluang diterima semakin besar. Gitu.

Kedua, syarat beasiswa. Hasil UN pastinya jadi pertimbangan dalam seleksi peserta beasiswa. Baik dalam maupun luar negeri. Kalo kamu punya cita-cita mengenyam pendidikan di luar negeri, mesti peduli dengan nilai raport dan hasil UN.

Ketiga, mengukur kemampuan akademis siswa. Biar tahu sejauh mana siswa menerima penyampaian ilmu dari guru selama kegiatan belajar mengajar, tes tertulis bisa jadi alat ukurnya. Baik buruknya nilai hasil UN, jadi evaluasi bersama pihak sekolah, guru, dan tentu saja siswa. Kalo bagus hasilnya, siswa layak untuk melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya yang lebih tinggi. Sebaliknya, kalo hasilnya kurang memuaskan, bisa kerepotan kalo harus nimba ilmu di jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. Keder deh!

Keempat, memetakan kemajuan pendidikan indonesia. Pelaksanaan UN secara serentak di banyak daerah dengan soal yang sama jadi alat bantu untuk mengukur kemajuan pendidikan dalam negeri. Apakah sudah cukup merata ilmu yang disampaikan baik di daerah perkotaan atau pedesaan.

Kelima, menjaga kepercayaan orang tua. Ini yang paling penting. Alasan terkuat kita ikut UN karena orang-orang yang kita sayangi menunggu hasilnya. Tiga tahun mengenyam pendidikan tingkat menengah, tentu bukan tanpa pengorbanan dari orang tua. Mereka banting tulang membiayai sekolah kita biar kitanya nyaman belajar dan mengukir prestasi. Ikut UN dan ngasih hasil terbaik bisa jadi salah satu cara kita menjaga amanah orang tua.

Semoga beberapa alasan di atas bisa makin menguatkan kamu-kamu untuk maju tak gentar hadapi ujian nasional.

Persiapan Hadapi UN

Temans, kalo udah tahu pentingnya UNBK, tentu gak ada alasan bagi kita untuk berleha-leha.  Nggak usah diingat hasil UN gak menentukan kelulusan. Tapi bayangkan, wajah sumringah orangtua yang bersukacita ngeliat hasil UN kita yang memuaskan. Untuk itu, jangan ragu untuk segera genjot semangat belajarmu selagi masih ada waktu. Banyak hal yang bisa dilakukan sebagai langkah persiapan hadapi UN. Di antaranya:

Pertama, baca ulang mata pelajaran yang diujikan. Ini bisa membantu kita mengingat kembali materi-materi sebelumnya yang mungkin sudah terlupakan. Bisa memulai dengan yang terakhir dipelajari lalu runut ke belakang. Karena soal UN gak cuman pelajaran kelas terakhir saja.

Jangan lupa, konsultasikan dengan guru. Materi pelajaran mana saja yang sebaiknya diutamakan sesuai kisi-kisi soal ujian UN. Biar waktu kita efektif setiap harinya.

Kedua, seringlah mengerjakan latihan soal. Inilah persiapan wajib yang jangan sampai kamu lupakan. Biar nggak kaget menghadapi ragam soal yang muncul.

Selain itu, latihan soal akan memberikan kamu kesempatan untuk menyusun strategi dalam mengerjakan soal. Strategi itu akan membantu kamu memaksimalkan waktu pengerjaan soal sehingga tidak ada waktu yang terbuang hanya untuk mengerjakan satu soal.

Ketiga, jauhi gagap teknologi. Namanya UN online pastinya dilaksanakan dengan menggunakan komputer. Makanya, kamu mesti terbiasa pake komputer. Mulai dari paham istilah-istilahnya, cara nyalainnya paham mekanisme login UNBK. Cari informasi mengenai pelaksanaan UNBK terdahulu, baik itu dari guru maupun dari kakak kelas yang sudah lulus. Jangan sampai waktu ujian habis untuk ngoprek komputer karena gagap. Kalo perlu, ikut simulasi UNBK.

Keempat, jaga stamina dan fisik. Meski kita harus banyak nambah jam belajar sebagai persiapan hadapi UNBK, tapi bukan berarti kita lupa dengan hak tubuh kita ya. Tetap jaga stamina biar nggak keporsir. Sesekali boleh bermain, ngumpul bareng kawan biar otak kita rileks. Ada waktunya tubuh kita memerlukan istirahat untuk memulihkan tenaga. Kalo digenjot tiap malam begadang belajar dan latihan soal, terus paginya udah berangkat sekolah bisa gempor tubuh kita. Bukannya sukse hadapi UN, eh malah absen karena sakit dan ikut ujian susulan. Jangan sampe deh!

Kuatkan Sikap Mentalmu

Selain persiapan dan kegiatan fisik, menjelang UN kita juga harus siapkan mental yang nggak kalah pentingnya. Ibaratnya pondasi, sikap mental ini nggak keliatan tapi menopang bangungan di atasnya. Sikap mental ini akan berpengaruh banyak terhadap konsistensi kita menghadapi dan pasca UNBK. Apa aja sikap mental yang perlu kita siapkan?

Pertama, niatkan untuk ibadah. Ikut UN adalah bagian dari proses menuntut ilmu. Dalam Islam, kegiatan tholabul ‘ilmi itu penuh dengan keberkahan jika kita niatkan karena Allah. Bukan diniatkan dapat nilai bagus biar banjir pujian dan penghargaan, tapi murni untuk dapetin ridho Allah dengan memberikan usaha yang maksimal. Sesuai lafadz doa yang selalu kita ucapkan sebelum belajar. Masih ingat kan?

Kedua, berjuang tanpa curang. Kalo belajar diniatkan untuk dapetin ridho Allah, tentu tak ada alasan bagi kita untuk tidak jujur alias curang saat jalanin UN. Kita nggak perlu berburu bocoran soal menjelang UN. Atau bikin contekan jawaban yang kreatif dan kekinian. Atau tergoda nyontek berjamaah. Karena di hadapan Allah swt, prosesnya yang dinilai bukan hasilnya. Terlebih lagi, kecurangan kita saat ujian bakal memberatkan kita di hari penghisaban nanti.

“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim no. 2607)

Ketiga, berdoa. Ini yang nggal boleh kelewatan. Setiap saat setiap waktu, panjatkan doa agar Allah meridhoi aktifitas kita, memberkahi ilmu yang kita pelajari, dan menambah pemahaman. Terlebih saat memulai proses belajar baik secara mandiri atau di sekolah. Sekedar ngingetin, berikut lafadz salah satu doa sebelum belajar yang bisa diamalkan.

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ
Robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa, waj'alnii minash-shoolihiin

Artinya : "Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizqi akan kepahaman, Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang sholeh"

Dan doa setelah belajar.
رَبَّنَا انْفَعْنَا بِمَاعَلَمْتَنَا الَّذِيْ يَنْفَعُنَا وَزِدْنَا عِلْمًا وَالْحَمْدُلِلّٰهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
Rabbanan fa'naa bima 'alamtanaldzi yanfa'una wa zidna 'ilman walhamdulillahi 'ala kulihal

Artinya: "Ya Tuhan kami, jadikanlah ilmu kami ilmu yang bermanfaat, ajarkan kami apa-apa yang bermanfaat bagi kami serta tambahkan ilmu bagi kami, segala puji hanya bagi Allah dalam setiap keadaan."

Keempat, getol beribadah. Allah swt sayang banget sama hamba-Nya yang getol mendekati-Nya. Terutama ibadah sunnah setelah yang wajib tertunaikan sempurna. Nggak lupa diri. Kalo Allah swt udah sayang sama kita, Dia tak akan tinggal diam. Allah swt akan mengabulkan doa-doa kita. Sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits qudsi.

Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai seperti bila ia melakukan yang fardhu yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya." (HR. Bukhari).

Jangan kendorin ibadahnya ya. Biasakan bangun malam untuk tunaikan shalat tahajud, lanjut belajar hingga dapat shalat sunnah fajar sebelum menunaikan shalat shubuh. Nggak ketinggalan shalat dhuha, shaum sunnah, sedekah, dan amalan sunnah lainnya.

Kelima, bersabar apapun hasilnya. Sebagai pelajar, kita hanya bisa berusaha jalani UN dengan persiapan terbaik yang bisa dilakukan. Adapun hasilnya, itu di luar kekuasaan kita. Baik buruknya, itu semua ketetapan dari Allah swt yang pasti terbaik buat kita. Tetap bersabar, evaluasi diri, dan berprasangka baik pada Allah swt.

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. Al-baqarah : 153)

Temans, tetap semangat ya jalanin proses pembelajaran di sekolah atau di tempat lain. Ujian tertulis baik Ujian Nasional, Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester, atau jenis ujian lainnya dalam menuntut ilmu adalah tantangan yang harus kita hadapi. Jangan mundur apalagi kabur. Karena dibaliknya, akan ada kebaikan untuk pengembangan diri dan menguatkan mental kita. Hadapi Ujian Nasional? Ashiaaap...!

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://twitter.com/RemajaKonawe?s=09
IG -  https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9

Kamis, 14 Maret 2019

Jadilah Perempuan Berkarir Surga



Oh ibuku.. Engkaulah wanita yang ku cinta selama hidupku. Maafkan anakmu bila ada salah, pengorbananmu tanpa balas jasa. Yaa Allah.. ampuni dosanya, sayangilah seperti menyayangiku. Berilah dia kebahagiaan, di dunia juga di akhirat. Penggalan lirik lagu Ibu yang sangat menyentuh hati. Rasanya kita sebagai anak tidak akan pernah bisa memberikan atau membalas budi baik orang tua selama ini. Jasa yang tidak pernah bisa dihitung sedari kita dilahirkan hingga remaja saat ini. Keluh dan kesahnya tidak lebih sering terucap dibanding doa tulus bagi anak-anaknya. Sosok ibu adalah perawat dan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Kalau mau dipretelin satu-satu apa saja jasa orang tua kita selama ini, selembar edisi ini ngga akan cukup. Terkadang kita lebih sering menuntut keinginan ini dan itu dibanding mensyukuri atas apa yang sudah mereka berikan untuk kebaikan kita. Nasihat atau wejangan ibu sering kali kita anggap seperti angin lalu yang cuma masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Padahal nasihat itu adalah tanda sayang sekaligus kekhawatiran jangan sampai hal buruk atau yang tidak baik menimpa anak-anaknya. Cuma ya itu, dimasa-masa remaja yang lagi pengen coba ini itu, pengen mengaktualisasikan diri dalam berbagai hal akhirnya merasa nasihat orang tua dipandang mengekang keinginan mereka. Friends, seorang ibu itu merasa khawatir sangat wajar lho, bukan karna ngga percaya sama anaknya tapi yang ngga ibu percaya itu adalah lingkungan atau pergaulan di sekitar kamu. Karna sedikit banyak orang tua pasti mengajarkan kita mana yang baik dan mana yang buruk. Tapi, jahat dan menyeramkannya kondisi lingkungan pergaulan anak jaman now ini yang bikin jantung emak deg-degan khawatir. Lihat aja tuh, baru-baru ini ada sosok remaja yang viral karna beradegan mesra dengan pacarnya. Melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan seorang pelajar terhadap gurunya. Dan solatnya kalau pas pelajaran agama doang. Yes, you are right!! Dialah Dilan. Mirisnya dan yang bikin para ibu generasi geleng-geleng kepala sosok Dilan ini malah diusung sebagai remaja yang patut untuk ditiru. Sampai sini paham? Kenapa orang tua khususnya Ibu lebih sering mengingatkan anak-anaknya untuk hati-hati memilih teman dan pergaulan?

Kesetaraan Yang Menyengsarakan

Sosok ibu sungguh luar biasa. Bisa dibilang beliau itu wonder woman. Ibu adalah ratunya rumah tangga, manager segala bidang, perawat terbaik saat ada salah satu anggota keluarga sakit, sekaligus pendidik utama. Ibu yang mengajari kita tentang adab dan akhlak yang baik, tak bosan mengingatkan dan mengajak anak-anaknya untuk sholat. Gimana the best kan? Tugas mulia yang diganjar pahala spesial dari Allah SWT. That’s why, kita sebagai seorang anak harus berbuat baik kepada kedua orang tua dan senantiasa mendoakannya. Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat Al Isra: 23 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. Noted, Allah melarang kita tuh untuk membantah apalagi membentak mereka. So, seandainya kamu mau menyampaikan pendapat ke orang tuamu sampaikanlah dengan cara dan perkataan yang baik.

Jika peran seorang Ibu begitu sangat luar biasa dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya, mengapa masih banyak remaja yang sepertinya hilang kontrol orang tua, akhirnya melakukan aksi kenakalan remaja?. TemanS, sadar ngga sadar,  perlahan tapi pasti barat telah berhasil mem”brainwash” pemikiran para perempuan khususnya muslimah dengan paham kesetaraan gender yaitu persamaan hak sepenuhnya antara kaum perempuan dan laki-laki tanpa adanya diskriminasi. Menurut paham ini perempuan yang hebat itu adalah perempuan yang berkarir di luar rumah. Yang bisa bersaing dengan laki-laki bahkan melebihinya. Apapun yang dilakukan oleh laki-laki harus bisa dilakukan oleh perempuan. Kaum perempuan yang terbius dengan ide ini lebih senang dan bangga ketika menjabat sebagai wanita karir yang sibuk di luar rumah. Sebaliknya, perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga dianggap sebagai sebuah kemunduran atau kuno karna dianggap ngga produktif  alias ngga menghasilkan uang (materi) ditambah tidak memiliki prestise di tengah masyarakat.

Kerja dan berkarir di luar rumah menjadikan peran dan tugas hakiki seorang perempuan (Ibu) di dalam rumah menjadi terkorbankan terutama perannya sebagai pendidik anak-anaknya. Pemikiran feminis yang muncul dari paham liberal-sekuler akhirnya melahirkan perempuan yang merasa dirinya mampu berdikari alias berdiri di atas kaki sendiri. Maksudnya hidup tanpa laki-laki pun sanggup karna sudah punya penghasilan sendiri bahkan cenderung meremehkan laki-laki dalam hal ini adalah suaminya. Kalau sudah begini  bisa ditebak apa yang akan terjadi di dalam keluarga terutama anak-anaknya. Ya, lahirnya anak-anak broken home, yang selanjutnya  terlahir pula generasi muda yang lemah, generasi yang salah arah. Padahal Allah SWT sudah me”warning” dalam kalam muliaNya “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. TQS. An Nisa: 9

For you all, brothers and sisters.. memang ngga semua anak dengan kondisi broken home jadi anak nakal ya.. banyak juga dari mereka justru menjadi anak yang tangguh bahkan jadi anak yang sholih/sholihah. Karna mereka mencari dan bertemu dengan teman yang mengajak kepada kebaikan, teman surga yang menunjukkan arah hidup yang benar. Malah dari kesholihan anak broken home ini ngga sedikit yang menjadi wasilah bagi kedua orang tuanya kembali berbagi peran di keluarga sesuai dengan tuntunan Islam.

Perempuan Berkarir Surga

Semua ada porsinya, dan porsinya harus pas sesuai dengan yang Allah tetapkan. Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan hakikatnya adalah sama-sama  sebagai hamba Allah yang diberi kewajiban untuk tunduk dan beribadah kepada Allah. Namun, Allah telah menentukan kadar bagi masing-masing kita baik yang perempuan maupun laki-laki dengan adil. Allah SWT menciptakan dan memposisikan laki-laki sebagai qowwam (pemimpin) bagi kaum perempuan. “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita)...” TQS. An Nisa: 34. Bagi laki-laki dilebihkan bukan berarti berlaku semena-mena terhadap perempuan. Begitupun sebaliknya bukan juga berarti perempuan termarjinalkan. Secara fitrah laki-laki diciptakan memiliki kekuatan fisik yang lebih dibandingkan dengan perempuan. Karnanya laki-laki dituntut menjadi kepala keluarga yang berkewajiban memenuhi nafkah,  memberikan perlindungan bagi keluarganya dan memastikan pendidikan bagi anak-anaknya sudah benar serta ikut menanamkan aqidah dan akhlak pada anak-anaknya. “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..” TQS. AT Tahrim: 6

Sedangkan perempuan diciptakan penuh dengan kelemah lembutan dan memiliki kasih sayang yang lebih besar. Karnanya perempuan disiapkan untuk menjadi pendidik dan pembimbing bagi tumbuh dan kembang anak-anaknya, sekaligus mengurus rumah tangga. Kedua peran dan tugas ini sangatlah mulia. Ayah yang bekerja mencari nafkah dibalas pahala besar oleh Allah “Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar) sampai pun makanan yang kamu berikan kepada istrimu”. (HR. Bukhari).

Ibu yang bertugas mengurus rumah tangga dan anak-anak termasuk mendidiknya diganjar pahala yang luar biasa, bahkan seorang Ibu begitu dimuliakan. Rasulullaah saw memerintahkan kita untuk berbakti kepada Ibu. Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu." (HR. Bukhari)

For you girls, paham barat yang seolah ingin mengangkat derajat perempuan dan menjadikan perempuan setara dengan laki-laki itu hoax. Karna yang terjadi malah semakin membuat perempuan tidak berada pada posisi yang mulia dan dimuliakan. Berbeda dengan Islam yang begitu memuliakan perempuan. Rasulullah saw bersabda “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita” (HR. Muslim). Islam ngga ngelarang perempuan untuk berkarya dan menuntut ilmu terlebih jika ilmunya bisa memberikan manfaat bagi banyak orang selama itu semua tidak keluar dari koridor hukum syara ya sisters. Misal ada yang jadi dokter, guru, bahkan ilmuwan sekalipun seperti Maryam Al Asturlabi seorang astronom dan pembuat astrolab yang canggih sama seperti GPS. Intinya, selama bisa mensinergiskan dengan tugas utamanya maka Islam ngga larang. Tapi, buat kamu ukhties yang belum menikah bukan berarti bebas berkarier di luar rumah. Karna ada tugas utama kamu juga di rumah sebagai seorang anak yang wajib berbakti dan membantu orang tua. Jadilah perempuan berkarir surga, apa saja yang dilakukan baik itu menjalankan perannya di dalam rumah atau di luar rumah harus bervisi surga dengan memurnikan niat ikhlas karna Allah dan cara yang dilakukan benar sesuai dengan tuntunan Islam.

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://twitter.com/RemajaKonawe?s=09
IG -  https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9

Senin, 04 Maret 2019

Bukan Generasi Dilan Penakluk Kota Roma



Dilan? Apa yang ada di pikiranmu ketika nama itu disebut? Hampir bisa dipastikan, yang paling diingat di benak sebagian remaja, Dilan adalah sesosok remaja yang jago ngerayu gebetan dengan kata-kata romantis dan puitisnya kepada seorang cewek bernama Milea. Yupz, setahun pasca premiernya di awal tahun 2018, film ‘Dilan 1991’ banyak diburu di Februari tahun ini. Konon ada yang uring-uringan karena nggak kebagian nonton film ini. Ckckck, sampe segitunya ya?!

Kritikan Pedas Buat Dilan!

Dilan, sosok anak SMA yang lagi digandrungi remaja, dan kayaknya nggak sedikit yang sudah meniru gaya pacarannya Dilan. Bukan cuman pacaran, perilaku ‘bad boy’ bin flamboyant dengan hobi tawuran, gank motor, rese di sekolah, juga menjadi gambaran sosok Dilan. Di filmnya digambarkan, Dilan anak SMA yang suka dipanggil guru BP, pernah bentrok dengan guru, nggak punya adab ketika ngomong sama guru dan kepala sekolah. Sehingga karuan aja, kalo banyak pihak, justru menanyakan kenapa sosok seperti itu bisa jadi idola, dan filmnya diburu banyak orang?

Nih, salah satu kritikan terhadap film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan ini muncul dari Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri. Beliau menilai bahwa penampilan Dilan yang nggak memakai helm saat berkendara adalah hal yang membahayakan karena tidak memberikan contoh di dalam keamanan dalam berkendara. Begitupun dengan Kasat Lantas Polres Bandung, AKP Hasby Ristama, yang memberikan pernyataan senada bahwa sosok Dilan akan membuat masyarakat ter-"brainstroming" alias menjadi contoh buruk bagi masyarakat dalam berkendara (kumparan.com, 20/2/2019).

Kritikan lain, muncul dari Budayawan Sunda Hawe Setiawan, "Saya sendiri sebagai warga Jabar, tidak melihat ada urgensi dengan pembuatan taman atau pojok Dilan di Kota Bandung itu. Saya hanya melihat kemarin kegiatan publik berupa pawai, tidak lebih dari euforia kolektif saja. Ini semua marketing industri pertunjukan. Tidak ada urgensinya dengan nilai simbolik bagi Jawa Barat," (news.detik.com, 26/2/2019).

Pengamat dan Peneliti Komunikasi Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Profesor Karim Suryadi juga punya penilain kurang baik terhadap film Dilan "Dampaknya ke arus menonton ya, mungkin satu-satunya dampak dibentuk Dilan corner, menambah ke penasaran publik, dan bertanya ada apa dengan film Dilan dengan dibentuk corner, spesial banget," katanya. Jadi menurut beliau, dampaknya alih-alih membangkitkan semangat bagi publik dan apresiasi, justru menambah membangkitkan minat ingin menonton film itu. Jadi dampaknya justru ke arah komersil (kompas.com).

Dan yang paling mutakhir, kritikan bin penolakan keras disampaikan oleh unsur mahasiswa kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar. "Kan kalau film bukan dinas yang menilainya. Kan ada lembaga sensor film. Mereka datang ke dinas dan menyampaikan aspirasi. Ya saya terima saja dengan baik," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Rahman Bando saat berbincang dengan detikcom, Kamis (28/2/2019).

Dilan Versus Muhamad Al Fatih

Coba kalo ditanyakan, apa sih sisi positif dari film Dilan? Apa yang layak dari Dilan untuk bisa dijadikan inspirasi kebaikan? Hampir separoh lebih filmnya, isinya bagaimana ngasih tutorial ngerayu gebetan, trus tawuran, sok jagoan. Kalo pun itu dianggap sebagai sisi positifnya, apa coba positifnya pacaran? Nggak ada positifnya sama sekali. Kalo "postifnya" dosa, "positifnya" zina yaitu positif bisa hamil, mungkin itu baru bener “positifnya” pacaran. Naudzubillah...

Apa? Tawuran dan sok jagoan itu positif? Maksudnya, nilai setia sama kawan genk motor dan tawuran itu mau disebut positif juga? Okelah, kalo setia atau persahabatan, mungkin bisa sedikit disebut positif, tapi buat apa kalo kesetiaan dan persahabatan tapi ujung-ujungnya tawuran, vandalisme? Hampir semua orang tua ataupun guru sepakat kalo tawuran itu bikin ricuh dan salah satu masalah besar dunia pendidikan, yang sampe sekarang masih kumat-kumatan terjadi di sekolahan.

So, sosok Dilan yang flamboyan penuh kegombalan bukanlah sosok idaman, bukan potret pemuda yang mampu menginspirasi kebaikan bahkan nggak ada kontribusinya buat kebangkitan generasi. Kalo ada upaya bikin pojok Dilan, maka sebenarnya itu adalah simbolisasi ide kebebasan dan memfasiliasi kemaksiatan. Karena so pasti,  gimana umumnya taman aja, pasti di sana ada campur baur cowok-cewek, bahkan ada yang berpacaran. Intinya meskipun mungkin di taman tersebut bisa dilakukan hal positif, tapi lebih banyak peluang kemaksiatan di sana.

Perilaku pacaran, jauh dari nilai-nilai Islam yang ditampilkan sosok Dilan jelas menunjukkan bahwa Dilan nggak pantas bin nggak layak jadi idola remaja. Bukan nggak mungkin, kalo sosok Dilan masih dijadikan idola, efek buruknya bakalan makin marak perilaku buruk pacaran, pergaulan bebas, geng motor, kekerasan dan sebagainya. Ini bukan isapan jempol, dan ini mustinya yang jadi bahan pikiran penulisnya, para pembuat filmnya dan si pembuat taman Dilan itu sendiri, atau bahkan tokoh-tokoh remaja serupa lainnya di kemudian hari.

Kalo memang mau serius, ngasih sosok yang bisa dijadikan teladan buat anak-anak remaja, bisa dihadirkan sosok-sosok sholeh yang bisa jadi inspirasi remaja menciptakan masa depannya dan masa depan negerinya, masa depan kaum muslimin pada umumnya. Sosok seperti Muhammad Al Fatih, bisa dijadikan salah satu figure, di mana di saat usianya masih remaja diisi dengan ketaatan, disiplin, rajin, dan sebagainya. Bahkan, ada hal besar yang bisa ditiru dari sosok M Al Fatih ini, yang ini hampir nggak ada dikebanyakan generasi muda. Apa itu? Ya, big dream alias mimpi besar yang terinspirasi dari hadits nabi. Wow!

Kalo ada anak muda, impiannya kayak M Al Fatih, patut diacungin jempol, kalo perlu kalo semua jari tangan dan kaki kita jempol semua, kita kasih deh buat apresiasi remaja yang model begituan. Sosok yang langka, seorang anak remaja punya impian menaklukan kota Konstantinopel, dan memburu prestasi seperti yang dijanjikan nabi, sebagai “sebaik-baiknya pemimpin/panglima”. Bisyaroh alias berita gembira dari Rasulullah SAW yang berbunyi “…Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya” (HR Ahmad), inilah yang disambut dengan semangat membara oleh Muhammad sang penakluk (al fatih).

Bukan Generasi Dilan Penakluk Roma

Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, "bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, tiba-tiba beliau SAW ditanya tentang kota manakah yang akan ditaklukan lebih dahulu, Konstantinopel ataukah Roma? Rasulullah SAW menjawab, "Kota Heraklius terlebih dahulu (maksudnya Konstantinopel).

Konstantinopel dan Roma adalah dua simbol dua negara adidaya di masa itu. Konstantinopel mewakili Romawi Timur, sementara Roma mewakili Romawi Barat. Sementara kaum muslimin sendiri di Arab saat itu, merupakan cikal bakal adidaya baru yang para pemimpinnya impiannya sudah sangat besar, yakni menaklukan dua kota besar Roma dan Konstantinopel.

Dengan bekal sprit bisyarah nabi tersebut, yang menjadi penyemangat para Khalifah setelahnya untuk melakukan futuhat. Tercatat dalam sejarah bahwa Abu Ayyub al-Anshari (44 H) pada Khalifah Muawiyyah bin Abu Sufyan. Kemudian, selanjutnya secara berurutan ada Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik (98 H) pada masa Kekhalifahan Umayyah, lalu Khalifah Harun al-Rasyid (190 H) masa Kekhalifahan Abasiyyah, Khalifah Beyazid I (796 H) masa Kekhalifahan Utsmanityyah, Khalifah Murad II (824 H) masa Kekhalifahan Utsmaniyyah juga tercatat dalam usaha penaklukan konstantinopel, tetapi karena satu dan lain hal, Allah belum mengizinkan kaum muslim memenangkan pertempuran itu.

Akhirnya, Allah mengijinkan Muhamamd II alias Muhammad al-Fatih, yang menaklukan kota ini. Sejak kecil dia dididik oleh ulama-ulama besar pada zamannya, khususnya Syaikh Aaq Syamsuddin yang nggak hanya menanamkan kemampuan beragama dan ilmu Islam, tetapi juga membentuk mental pembebas pada diri Mumammad al-Fatih. Nggak heran kalo usia 23 tahun, al-Fatih telah menguasai 7 bahasa dan memimpin ibukota Khilafah Islam di Adrianopel (Edirne) sejak berumur 21 tahun. Sebagian besar hidup al-Fatih berada di atas kuda, dan Beliau tidak pernah meninggalkan shalat rawatib dan tahajjudnya untuk menjaga kedekatannya dengan Allah dan memohon pertolongan dan idzinnya atas keinginannya yang telah terpancang kuat dari awal: Menaklukan Konstantinopel.

Subhanallah, ini sebuah penegasan bahwa kemenangan nggak akan bisa dicapai dengan mengandalkan kekuatan belaka, bukan pula karena kecerdasan dan strategi perang. Muhammad al-Fatih sangat memahami bahwa kemenangan hanya akan tercapai dengan izin dan pertolongan Allah. Maka ia meminta seluruh pasukannya bermunajat pada Allah, menjauhkan diri dari maksiat, bertahajjud pada malam harinya dan berpuasa pada esok harinya. Pada tanggal 29 Mei 1453, serangan terakhir dilancarkan, dan sebelum Ashar, al-Fatih sudah menginjakkan kakinya di gerbang masuk konstantinopel. Berakhirlah pengepungan selama 52 hari lamanya dan penantian panjang akan janji Allah selama 825 tahun lamanya. Konstantinopel dibebaskan kaum muslim melalui tangan al-Fatih!

Nah, begitulah seharusnya seorang pemuda itu impiannya menaklukan adidaya demi menyambut berita gembira dari Rasulullah SAW. Kalo remaja, pikiranya cuman menaklukan hati gebetan, alaaah itu sih cemen binti dosa bangets. Kalo anak remaja hobinya tawuran, main keroyokan, hih itu mah nggak level. Contoh dong Muhammad Al Fatih, di usianya yang masih sangat muda, melatih diri dan pasukannya menjadi pasukan pilihan terbaik, bukan buat tawuran, tapi buat perang melawan musuh Romawi saat itu. Kalo remaja hobinya bikin puisi kayak Dilan, nggak sebanding dengan Muhammad Al Fatih bikin karya sebuah alat perang yang super dahsyad kala itu. Kalo remaja masih doyan maksiat, itu bukan karakter remaja penakluk, seharusnya remaja penakluk hari-harinya dipenuhi ketaatan layaknya Muhammad Al Fatih.

Gaes, Konstantinopel sudah takluk dengan semangat, kecerdasan, ketekunan, disiplin dan itu tidak akan terulang kembali karena posisi yang mulia dalam bisyarah rasulullah telah ditempati oleh Muhammad al-Fatih. Penaklukan kota Roma hanya menunggu waktu dan posisi kemuliaan itupun akan ditempati oleh satu orang. Dan posisi itu nggak mungkin ditempati oleh generasi-generasi Dilan, melainkan posisi itu akan diambil oleh generasi selevel Muhammad Al Fatih.

Then, 1400 tahun yang lalu, Allah telah berfirman kepada kaum muslim, dengan suatu firman yang sangat istimewa, firman ini yang harus menjadi spirit buat kita menaklukkan kota selanjutnya, Roma. Allah SWT befirman:
“dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menentukan-Nya. dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS al-Fath [48] : 21). Allahu Akbar! []

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://twitter.com/RemajaKonawe?s=09
IG -  https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9