Rabu, 22 Januari 2020

Doyan Jajan? Hati-Hati Gaes..!



"Tahu bulat, digoreng dadakan, lima ratusan, gurih-gurih nyoi!"  

Kamu pasti udah familier dengan Jingle yang sering terdengar dari penjual tahu bulat yang berkeliling menggunakan mobil bak terbuka ini. Saban hari tuh jingle meramaikan suasana jalan perkotaan hingga memecah kesunyian jalan perkampungan.  Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa berbondong-bondong beli selagi hangat. Apalagi harganya juga sangat terjangkau. Cuman gope gitu lho!


Menjamurnya Jajanan Kekinian

Selain tahu bulat, jajanan pinggir jalan yang siap santap makin banyak dijajakan para pedagang keliling. Malah hari gini, cemilan favorit pelajar ini gampang kita jumpai di depan sekolah. Mulai dari tahu goreng, bakso goreng, sotong, seblak, cilok, cilung, telur gulung, dll. Semuanya laris manis diserbu anak-anak baik saat jam istirahat atau pulang sekolah. 

Apa sih yang bikin cemilan murah meriah basreng dan kaumnya itu diminati remaja dan anak-anak? Yang pasti cita rasa gurihnya yang dominan. Campuran saos kacang, kecap, dan sambal bikin jajanan cilok atau batagor makin mantap disantap. Begitu juga dengan sensasi toping bumbu gurih, manis, hingga pedas yang ditambahkan pada tahu bulat, cimol, cireng, atau basreng. Mak nyus! 

Selain makanan, aneka minuman kekinian dengan cita rasa manis yang dominan juga nggak kalah populernya di kalangan pelajar. Sebut saja Thai Tea. Minuman asal Thailand ini tak pernah kehabisan konsumen meski yang jualnya udah banyak dengan berbagai macam merk. Atau Cheese Tea, perpaduan tea dan keju menghasilkan rasa unik bin nikmat dalam setiap sedotannya. Nggak ketinggalan Boba Drink, tekstur boba yang kenyal dan rasa manis bikin minum es makin asyik. 

Meski enak dan kekinian, kita mesti jujur kalo kebanyakan jajanan yang digandrungi remaja dan pelajar saat ini termasuk kategori makanan sampah alias Junk Food yang tak sehat dan tak aman lho. Menurut data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM), selama tahun 2006-2010 terdapat sebanyak 40 persen jajanan tidak sehat yang ditemukan mengandung zat adiktif seperti bahan pewarna, pemanis, pengawet, pengenyal, dan penambah rasa.

Dr. Oetoro, seorang dokter spesialis gizi mengatakan bahwa Junk Food mengandung jumlah lemak yang besar, rendah serat, banyak mengandung garam, gula, zat aditif dan kalori tinggi tetapi rendah nutrisi, rendah vitamin, dan rendah mineral sehingga dapat memicu segala macam penyakit berbahaya seperti obesitas, jantung dan kanker. 

Biar kamu bisa pilih jajanan sehat, kenali beberapa jenis makanan yang dicap Junk Food oleh WHO (World Health Organization) yang mesti dihindari. Yaitu,  gorengan, fast food, jeroan dan daging berlemak, asinan, daging olahan, makanan yang dipanggang, sajian manis beku, manisan kering, makanan kaleng, dan semua olahan keju.

Nggak ketinggalan, minuman kekinian dengan harga terjangkau, kandungan gulanya lumayan tinggi bahkan ada yang segaja ditambahkan pemanis buatan. Sangat beresiko terserang sakit diabetes melitus bagi penikmatnya. Mau? 


Bahaya Di Balik Junk Food

Tiada hari tanpa jajan jadi tren remaja kekinian. Uang saku tak hanya untuk ongkos ke sekolah, mesti ada lebih untuk jajan kuliner yang lagi ngehits. Mereka bukan tak tahu bahaya di balik konsumsi Junk Food yang berlebihan. Tapi ngeliat teman merem melek gitu gigitin cilung yang kenyal berbalut saos merah pedas kayanya enak. Tergoda deh. Belon lagi kalo ditraktir temen makan di gerai fast food. Hamburger, kentang goreng, dan soft drink jadi menu utama. Yummy!

Untuk itu, kita mau ngingetin lagi bahaya di balik konsumsi Junk Food jika sering dikonsumsi. Meski nggak tiap hari. Berikut beberapa bahaya yang mengintai para penikmat Junk Food. 

Obesitas. Kelebihan konsumsi lemak trans yang ditemukan dalam makanan yang digoreng dan diolah dapat mengirim sinyal campuran ke otak yang membuat sulit untuk memproses rasa kenyang. Akibatnya, seseorang yang mengonsumsi Junk Food cenderung makan lebih banyak dan mudah lapar. Lemak trans dalam Junk Food juga dapat menyebabkan peradangan di hipotalamus, bagian otak yang mengandung neuron untuk mengendalikan berat badan.

Aterosklerosis. Junk Food berbasis daging dan ikan, serta snack seperti onion ring dan kentang goreng, mengandung kolesterol dan lemak jenuh dalam jumlah besar, zat yang mengancam kesehatan arteri. Semakin banyak makanan ini dikonsumsi semakin besar penumpukan di arteri. Ini mempersempit ruang darah mengalir, sehingga mengurangi jumlah oksigen yang mencapai sel-sel. Kerusakan pada dinding arteri dapat membuat pendarahan dan pembekuan darah yang berbahaya yang disebut Aterosklerosis.

Stroke. Stroke terjadi ketika suplai darah ke bagian otak terganggu atau berkurang, sehingga jaringan oksigen dan nutrisi tidak tercukupi. Stroke dapat disebabkan oleh arteri yang tersumbat (stroke iskemik) atau kebocoran atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Salah satu penyebab stroke adalah obesitas akibat sering mengonsumsi Junk Food.

Hipertensi. Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, secara langsung terkait dengan asupan natrium yang berlebihan. Banyak makanan cepat saji mengandung natrium yang berasal dari garam yang digunakan dalam bumbu. Burger, taco, kentang goreng, dan bahkan pai buah panas memiliki kandungan natrium yang tinggi. Hipertensi meningkatkan perkembangan aterosklerosis dan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.


Perbaiki Pola Makanmu, Terjaga Kesehatanmu

Nggak bisa dipungkiri kalo makan itu kebutuhan jasmani. Artinya, kalo gak makan, kesehatan kita bisa terganggu. Masalahnya, hari gini banyak makanan nggak sehat yang masuk kategori Junk Food seperti diuraikan di atas hits di kalangan remaja.

Mentang-mentang masih muda, sehat, segar bugar, segala macam bentuk jajanan yang murah meriah dengan cita rasa gurih dan manis yang dominan dijabanin. Awal cuman nyicipin ngikutin teman, kelamaan jadi ketagihan. 

Padahal jelas banget kalo bahaya Junk Food nggak bisa disepelekan. Emang sih, dampak kritisnya gak langsung terasa saat itu juga. Paling cepat, cuman sakit perut atau radang tenggorokan yang sering dianggap wajar meski terkadang bikin tepar. Setelah ke dokter, minum obat, kondisinya baik, langsung jajan lagi. Pokoknya tiada hari tanpa jajan meski sudah bawa bekal makan siang dari rumah. 

Padahal kalo kita membaca kisah kehidupan Rasulullah saw, beliau nggak pernah jajan lho. Bukan karena semata2 di Madinah sana saat itu gak ada tukang tahu bulat keliling atau yang jual basreng dan thai tea pinggir jalan ya, tapi karena pola hidup beliau dalam urusan makanan, tak berlebihan. 

Allah swt Ta’ala berfirman, “Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf  [7]: 31)

Larangan sikap berlebih-lebihan juga ditegaskan oleh Rasulullah saw  dalam sabdanya “Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas.” (HR Ibnu Majah no. 3349, dinilai shahih oleh Al-Albani) 

Terkadang, Nabi saw tidak makan sama sekali karena memang tidak punya makanan. Dan pada kondisi semacam itu, beliau pun kemudian berpuasa sunnah. Dari ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan “Rasulullah saw bertanya kepadaku pada suatu hari, “Wahai ‘Aisyah, apakah Engkau memiliki sesuatu (untuk dimakan pagi ini)?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, kita tidak memiliki makanan sedikit pun (untuk dimakan).” Beliau lalu berkata, “Kalau begitu, aku akan puasa hari ini.” (HR. Muslim no. 1154)

Dengan pola makan sehat, Rasulullah  jarang sakit karena beliau mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Ada beberapa kebiasaan positif dalam urusan makanan yang membuat Rasulullah saw selalu tampil fit, sehat dan jarang sakit, antara lain:

Pertama, selektif terhadap makanan. Tidak ada makanan yang masuk ke mulut Rasulullah, kecuali makanan yang halal dan thayyib (baik). Halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan saluran pencernaan. Rasul bersabda,” Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran”(HR. Ibnu Majah dan Hakim).

Kedua, tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas). Hal ini sebagaimana sabda rasulullah,”Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Ketiga, tidak makan/minum sambil berdiri. Dari Anas bin Malik ra dari Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam bahwasanya beliau melarang seseorang untuk minum dengan berdiri. Qatadah bertanya kepada Anas, “Bagaimana kalau makan ?” Anas menjawab, “Kalau makan dengan berdiri itu lebih jelek dan lebih buruk.” (HR Muslim). Jika kita minum sambil berdiri, air yang kita minum akan meluncur langsung menuju kandung kemih tanpa disaring terlebih dahulu oleh sistem dalam tubuh. Akibatnya akan terjadi pengendapan di saluran ureter. Endapan ini bila semakin dapat menyebabkan penyakit kristal ginjal atau batu ginjal.

Nah teman, bagi yang doyan jajan Junk Food, hati-hati ya. Jangan cuman mikirin lidah yang pengen selalu dimanjain atau gengsi yang mau dinaikin. Pikirin juga bagian tubuh lain yang sering terkena getahnya lantaran kebiasaan jajan Junk Food yang kalap. Kesehatan tubuh kita gak cuman hari ini saja, tapi juga sampai nanti sampai mati. 

Tak sedikit orang tua yang menjalani sisa hidupnya bergelut dengan berbagai penyakit. Mulai dari diabetes, jantung, gula darah, atau stroke. Padahal, secara medis bisa kita hindari semua itu sedini mungkin dengan menerapkan pola hidup sehat dalam urusan makanan selagi kita masih muda. Seperti dicontohkan Rasulullah saw. So, bijaklah dalam memuaskan nafsu makanmu. Doyan jajan? Hati-hati gaes!


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Kamis, 16 Januari 2020

Pemuda Penakluk Kota Roma



 “Kalaulah dunia ini sebuah negara, maka Konstantinopel inilah yang paling layak menjadi ibu kota negaranya!”

Kata-kata itulah yang diucapkan oleh Napoleon Bonaparte, seorang kaisar sekaligus jenderal kebanggaan Prancis pada abad ke-19 yang terkagum-kagum dengan kota yang letaknya di jalur strategis pertemuan antara benua Asia dan benua Eropa itu. Siapa sangka, ibukota negara dunia itu berhasil ditaklukkan oleh umat islam!


Takluknya Konstantinopel, Jayanya Islam

Berabad-abad lamanya, kota Konstantinopel yang indah dan makmur ini telah menjadi simbol kejayaan di mata dunia internasional. Ia dibangun pada tahun 330 M oleh Kaisar Theodosius. Lokasinya yang strategis membuat ia menjadi salah satu kota terpenting di dunia. Sejak didirikan oleh Kekaisaran Byzantium atau Romawi Timur, ia telah menjadi ibu kota pemerintahaan negeri Byzantium itu.


Konstantinopel dikelilingi oleh tiga lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu Selat Bosphorus, Laut Marmara, dan Selat Tanduk Emas yang terpasang rantai amat besar. Dikelilingi benteng besar dan berlapis-lapis, perairan dalam dan rantai yang kokoh. Mustahil pihak asing bisa masuk dengan mudah. 


Namun sejarah mencatat peristiwa besar pernah terjadi sekitar 567 tahun lalu. Tepatnya pada tanggal 29 Mei 1453. Kota dengan benteng Theodosius legendaris yang memiliki tinggi 30 meter dan ketebalan 30 meter tak tertembus itu akhirnya runtuh di tangan Sultan Muhammad Al-Fatih atau yang juga dikenal dengan nama Sultan Mehmet II.


Sultan ke-7 Turki Utsmani itu berhasil memimpin penaklukan Konstantinopel ketika usianya baru 21 tahun. Ia dianggap telah membuktikan hadis yang diucapkan Nabi Muhammad SAW pada 8 abad sebelumnya.

"Sesungguhnya Konstantinopel itu pasti akan dibuka (dibebaskan). Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya," HR Bukhari.

Emang nggak semudah upload vide receh di tiktok untuk menaklukan Konstantinopel. Bayangin aja, upayanya telah dilakukan sedikitnya sebanyak 8 kali oleh umat Islam. Lima kali pada kekhalifahan Umayyah, satu kali pada kekhalifahan Abbasiyah, dan dua kali pada masa Utsmaniyah. Tiga generasi Bro!

Pada akhirnya pasukan Muhammad Al-Fatih-lah yang mampu membuktikan hadis nabi di atas. Upaya pengepungan kota Konstantinopel berlangsung sejak 6 April 1453 sampai 29 Mei 1453. Setelah berhasil membebaskan Konstantinopel, Muhammad Al-Fatih kemudian mengganti nama kota tersebut menjadi Islam Bul yang berarti kota Islam.


Di kota Islam Bul itu Muhammad Al-Fatih kemudian membangun sekolah, pasar, perumahan, dan rumah sakit. Ia melindungi segenap penduduk, termasuk yang beragama Nasrani maupun Yahudi, dan menerapkan budaya toleransi. Ia menggratiskan pendidikan untuk setiap warga dan bahkan menyediakan rumah untuk para pendatang yang mencari nafkah di kota itu.


Sang Penakluk Konstantinopel


Muhammad al-Fatih dilahirkan pada 27 Rajab 835 H/30 Maret 1432 M di Kota Erdine, ibu kota Daulah Utsmaniyah saat itu. Ia adalah putra dari Sultan Murad II yang merupakan Sultan keenam Daulah Utsmaniyah.


Sultan Murad II memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anaknya. Ia menempa buah hatinya agar kelak menjadi seorang pemimpin yang baik dan tangguh. Perhatian tersebut terlihat dari Muhammad kecil yang telah menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz, mempelajari hadis-hadis, memahami ilmu fikih, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang. Selain itu, Muhammad juga mempelajari berbagai bahasa, seperti: bahasa Arab, Persia, Latin, dan Yunani. Tidak heran, pada usia 21 tahun Muhammad sangat lancar berbahasa Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani, luar biasa!


Sultan Muhammad II diangkat menjadi Khalifah Utsmaniyah pada tanggal 5 Muharam 855 H bersamaan dengan 7 Febuari 1451 M. Program besar yang langsung ia canangkan ketika menjabat sebagai khalifah adalah menaklukkan Konstantinopel!


Sultan Muhammad II menyiapkan lebih dari 4 juta prajurit yang akan mengepung Konstantinopel dari darat. Pada saat mengepung benteng Bizantium banyak pasukan Utsmani yang gugur karena kuatnya pertahanan benteng tersebut. Pengepungan yang berlangsung tidak kurang dari 50 hari itu, benar-benar menguji kesabaran pasukan Utsmani, menguras tenaga, pikiran, dan perbekalan mereka.


Di laut, Bizantium telah memagari laut mereka dengan rantai yang membentang di semenanjung Tanduk Emas. Tidak mungkin bisa menyentuh benteng Bizantium kecuali dengan melintasi rantai tersebut.

Akhirnya Sultan Muhammad menemukan ide yang ia anggap merupakan satu-satunya cara agar bisa melewati rantai tersebut. Ia menggandeng 70 kapalnya melintasi perbukitan Galata ke muara setelah meminyaki batang-batang kayu. Hal itu dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, tidak sampai satu malam!


Di pagi hari, Bizantium kaget bukan kepalang, mereka sama sekali tidak mengira Sultan Muhammad dan pasukannya menyeberangkan kapal-kapal mereka lewat jalur darat. Peperangan dahsyat pun tak terelakkan. 


Akhirnya kerajaan besar yang berumur 11 abad itu jatuh ke tangan kaum muslimin. Peperangan besar itu mengakibatkan 265.000 pasukan umat Islam syahid. Pada tanggal 20 Jumadil Awal 857 H bersamaan dengan 29 Mei 1453 M, Sultan al-Ghazi Muhammad berhasil memasuki Kota Konstantinopel. Sejak saat itulah ia dikenal dengan nama Sultan Muhammad al-Fatih, penakluk Konstantinopel.


Setelah itu rentetan penaklukkan strategis dilakukan oleh Sultan Muhammad al-Fatih; la membawa pasukannya menaklukkan Balkan, Yunani, Rumania, Albania, Asia Kecil, dll. Bahkan la telah mempersiapkan pasukan dan mengatur strategi untuk menaklukkan kerajaan Romawi di Italia, akan tetapi kematian telah menghalanginya untuk mewujudkan hal itu.


Jadilah Pemuda Penakluk Kota Roma!


Sosok Al-Fatih begitu fenomenal. Semenjak usia 12 tahun ia sudah diangkat menjadi sultan. Dengan keberhasilannya membebaskan kota Konstantinopel, Ia telah membuktikan hadis Nabi Muhammad SAW pada 8 abad sebelumnya. 


Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash berkata, Saat kami dengan menulis di sekeliling Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya tentang kota manakah dari kedua kota yang akan dibebaskan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma? Maka, Rasulullah SAW menjawab, Kota Heraclius akan dibebaskan terlebih dahulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel. (HR Ahmad)


Dan ternyata, selain Konstantinopel masih ada satu kota lagi yang dijanjikan Rasul akan dibebaskan oleh umat Islam. Kota Roma. Dalam kitab Mu’jam al-Buldaan, karya Yakut al-Hamawi dijelaskan bahwa maksud Rumiyah dalam hadis di atas adalah ibu kota Italia hari ini, yaitu Roma. (Mu’jam al-Buldan, 3/100).


Setelah pembebasan Konstantinopel tujuh abad yang lalu, hingga sekarang umat Islam belum berhasil membebaskan kota Roma. Tugas umat Islam bukan menunggu. Tapi terus mempersiapkan diri agar bisa bergabung dengan mereka bila Allah menakdirkannya mengalami zaman tersebut. Dan salah satu persiapannya adalah dengan meneladani karakter yang melekat pada AL-Fatih sebagai upaya memantaskan diri dalam pembebasan kota Roma diantaranya, 


Pertama, Berjiwa Pembelajar. Bercermin dari kehidupan Al-Fatih, seorang pejuang Islam tak pernah berhenti belajar. Ash-Shalabi menulis dalam bukunya bahwa sejak kecil Muhammad Al-Fatih telah belajar Al-Qur’ān, hadis, fikih, dan ilmu modern lainnya seperti ilmu berhitung, ilmu falak, sejarah, serta pendidikan kemiliteran, secara teori maupun praktis. 


Dengan ilmu yang kita pelajari, tentu akan lebih banyak kontribusi yang bisa disumbangkan untuk kebangkitan Islam dan kaum Muslimin. Imam Syafi’ie mengingatkan, ‘Barangsiapa yang tidak memanfaatkan masa mudanya untuk menuntut ilmu, maka bertakbirlah empat kali untuknya sebagai tanda kematiannya.”


Kedua, Taat Setiap Saat. Ketaatan menjadi kunci kemenangan para penakluk dalam melawan musuh-musuh Islam. Sebagaimana disampaikan oleh seorang panglima Romawi yang curhat kepada rajanya setelah dikalahkan oleh pasukan Khalid bin Walid.


“Tuanku, tentara kita berperang dengan suatu kaum yang berpuasa pada siang hari dan beramal ibadah pada waktu malam. Mereka berpegang teguh pada janji, saling berkasih sayang sesama mereka bagaikan saudara. Mereka senantiasa mengerjakan kebaikan dan tidak melakukan kemungkaran.” Dia berkata dengan jujur. “Sedangkan tentara kita suka minum arak, melakukan zina, selalu ingkar janji, suka berbuat jahat, dan melakukan kezaliman. Karena itulah kita kalah.” (Diriwayatkan Ahmad bin Marwan al-Malik). 


Ketiga, Getol Beribadah. Kedekatan kita pada Allah swt dalam beribadah akan membuka jalan kemenangan kita dalam berjuang. Karena Allah swt bersama kita. seperti ditegaskan olehNya. 


“Bila seorang mendekat kepada-Ku sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta, bila ia mendekat kapada-Ku sehasta, maka akun mendekat kepadanya sedepa, dan apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan maka Aku datang dengan berlari” (HR. Bukhari)


Seperti itulah yang dilakukan oleh Muhammad al-Fatih. Sejak akil baligh tak pernah absen dalam menjalankan shalat sunnah rawatib dan menunaikan shalat tahajud di kesunyian malam. Cakep!


Keempat, Pantang Menyerah. Bukan perkara mudah untuk mewujudkan janji kemenangan Rasul dalam menaklukkan Konstantinopel. Dan bukan al-Fatih namanya kalo gampang mundur dari pertempuran. Al-Munyawi mengisahkan dalam bukunya, ketika Konstantin menolak untuk menyerahkan kota Konstantinopel, Al-Fatih bersiteguh, “Baiklah! Tidak lama lagi aku akan mempunyai singgasana di Konstantinopel atau aku akan mempunyai kuburan di sana!”


Tekad kuatnya dalam menaklukkan Kontantinopel, melahirkan kecemerlangan dalam berpikir sehingga tercetus ide brilian memindahkan kapal-kapal perang dari pangkalannya di Baskatasy ke Tanduk Emas dengan cara menariknya melalui jalan darat yang ada di antara dua pelabuhan. 


Kelima, Aktif Berdakwah. Seorang penakluk bukan tipikal indivudalis yang cuman mikirin hidupnya sendiri. Dia selalu memikirkan kondisi kaum muslimin dan kebaikan apa yang bisa dilakukannya untuk kebangkitan Islam. Karena itu, aktifitas dakwah sudah menjadi bagian dari kesehariannya. 


Dari mulai ngingetin teman untuk nggak pacaran, ngajakin sohib ikut pengjian, bagikan buletin Teman Surga, terjun dalam aksi damai solidaritas muslim Uyghur hingga bersuara di sosial media. Apapun kontribusi kita dalam berdakwah, tak ada yang percuma. Semuanya bernilai pahala yang berlipat ganda di hadapan Allah swt. 


Itulah beberapa karakter yang bisa kita teladani untuk memantaskan diri jadi bagian dari pemuda penakluk kota Roma. Bukan untuk gagah-gagahan, tapi semata untuk mewujudkan kabar gembira dari Rasulullah saw. Tak sekedar mengagumi kisah heroik Muhammad al-Fatih dalam menaklukkan Konstantinopel, namun ikut berkontribusi sebagai pelaku sejarah kelak dalam membebaskan kota Roma. Siap? Kuy!


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Rabu, 08 Januari 2020

Berani Bersih Itu Baik



Ssstt… man-teman kita mau nanya sesuatu yang rahasia bangets nih ke kamu. Jangan sampe teman di sebelah kamu tahu ya. Pertanyaannya, pernah nggak sih pas waktu siang yang terik, dan berkeringat, trus temanmu dekatin kamu, koq tiba-tiba ada bau yang meggelitik hidung? Bau yang nggak biasa, bau yang bikin kamu, duh kurang nyaman gitu. Pernah nggak sih gitu? Kamunya mau bilang ke temanmu, takut tersinggung, eh nggak dibilang tapi ada baunya. 


Nah, pas tetiba temanmu itu menjauh, koq baunya masih ada sih?! Masa sih, bau ninggalin jejak ?! Ternyata, telisik punya telisik, yang bau burket alias bubur ketek adalah diri kita sendiri, wkwkwk… itu namanya, kuman di seberang lautan nampak, eh burket sendiri segede gajah, tak nampak, hehe…


Gaes, ilustrasi di atas sebagai gambaran aja kalo kejadian yang sepele kayak gitu, sering kita jumpai di pergaulan kita. Bukan hanya masalah burket, tapi ini masalah menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh kita sendiri. Salah-salah kalo kita nggak pandai menjaga kebersihan badan kita, bisa memperburuk stabilitas perkawanan kita. Lho iya beneran, kalo misal aja kasusnya kayak ilustrasi di atas, kan kita bisa diledekin, sampe mugkin dijauhin sama teman-teman kita.


Itu baru bau badan, gimana juga kalo kita orang yang nggak rajin menjaga kesehatan mulut dan gigi, yang akibatnya bikin kuman bersarang di mulut, salah satu dampaknya, bau mulut atau karbon monoksida yang keluar dari mulut atau nafas kita jadi bau. Jadi, sekali lagi yang kelihatannya sepele bin remeh, tapi kalo nggak diperhatikan benar-benar bisa bikin runyam pergaulan kita.


Bersih Itu Peduli

Sepertinya ortu kita adalah orang yang paling cerwet deh kalo soal kebersihan diri atau tubuh kita. Mulai dari urusan mandi, sewaktu kita masih kecil, kalo pas pagi hari, baik pas waktu sekolah maupun liburan, ibu kita selalu meminta kita cepetan mandi. Coba diinget-inget, kira-kira berapa kali dalam setiap pagi, ibu kita selalu perintahkan kita mandi, tapi dasar kita ya waktu itu, baru perintah yang ke 100, kayaknya kita baru berangkat ke kamar mandi. Hayo, ngaku siapa yang kayak gitu? Hehe..


Tapi emang beneran, bebersih diri itu penting, kayaknya nggak ada yang mengelak kalo itu penting banget. Sebabnya, bebersih diri itu kaitannya dengan tadi, salah satunya bau badan, tapi juga bebersih diri (mandi) bagi kita yang muslim kaitannya dengan kesucian. Bukan sok suci, tapi kesucian dari hadats, dari najis dan sejenisnya. Sebab kalo kita nggak bersuci (mandi), berarti kita kan masih punya hadats, baik hadats besar maupun kecil. Nah, kalo kita mau ibadah sholat misalnya, dalam kondisi kayak gitu, tentu saja, ibadah sholat kita jadi nggak sah.


Itu baru bersih diri, nah kaitannya dengan bersih lingkungan sekitar kita juga hal yang sangat penting. Lingkungan sekitar tempat kita tinggal, mulai dari rumah, selokan, sampe ke sungai dekat rumah kita, juga penting kita jaga kebersihan dan kesehatannya. Selain memang pencemaran lingkungan di sungai datanya cukup mengejutkan. Menurut data Badan Pusat Statistik tentang perubahan status pencemaran sungai di Tahun 2015. Sebanyak 343 titik sungai mempunyai kualitas buruk dari 471 titik sungai yang dipantau oleh KLHK.

Sedangkan untuk pencemaran di lautan, data LIPI pada tahun 2018 menyebutkan diperkirakan 100 ribu hingga 400 ribu ton plastik pertahun milik masyarakat Indonesia masuk ke laut Indonesia.


Jadi, kalo kita pikir dengan cuek pada kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan itu nggak masalah atau nggak ngaruh, maka itu mah salah besar. Dengan nggak pedulinya kita pada bersih diri, bisa berakibat teman kita menjauhi kita karena bau badan. Dengan nggak pedulinya kita pada kebersihan lingkungan, bisa bikin bau nggak sedap karena tumpukan sampah, bahkan kalo dampak yang gede bisa pencemaran kali sampe ke masalah banjir. Semua itu berawal dari kesadaran dan kepedulian kita.


Kesucian Bagian Dari Iman

Islam ini agama yang sempurna dan paripurna, sampe urusan yang sepele saja diurusin, salah satunya urusan thaharah (bersuci). Di dalam buku-buku fikih, pembahasan thaharah ini diletakkan di bab pertama. Salah satu alasan cukup mendasarnya, karena bersuci ini kaitannya dengan ibadah mahdoh (rutinitas) seperti sholat. Sementara Allah ciptakan manusia di dunia ini salah satu misinya adalah beribadah kepada Allah (QS. Ad Dzariyat 56). Nah, kalo disuruh ibadah, trus salah satu syarat sahnya ibadah adalah harus bersuci, maka wajar kalo bab bersuci menjadi penting untuk dibahas.


Rasullullah SAW sendiri menyampaikan, “Kesucian adalah bagian dari iman” (Muslim, No. 223). Dan hadist lain menyebutkan : “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan suka Keindahan.” (Muslim. No. 91). Kalo selama ini kita sering mendengar atau bahkan berucap bahwa “kebersihan sebagian dari iman”, maka mulai saat ini ucapan itu kalo disandarkan sebagai sebuah hadits, para ulama hadits sepakat, bahwa itu bukan hadits, alias hadits palsu. Hadits yang benar, seperti disebutkan di atas.


Atau di hadits lain yang cukup panjang disebutkan: 

“Dari Abi Malik Al-Asy’ari, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Kesucian itu sebagian dari iman, Alhamdulillah memberatkan timbangan, Subhanallah walhamdulillah memenuhi ruang antara langit dan bumi, shalat itu cahaya, sedekah itu bukti nyata, sabar itu pelita, Al-Qur’an itu hujjah (yang membela atau menghujat). Setiap manusia bekerja sampai ada yang menjual dirinya, hingga ia jadi merdeka atau jadi celaka.” (HR. Muslim)


Hadis tersebut juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, serta termasuk bagian dari hadis yang dimasukkan Imam Nawawi di dalam kitab Arba'innya yang fenomenal itu.


Kata thuhur di dalam hadis tersebut mempunyai arti suci. Dan kesucian di dalam agama Islam itu mencakup kesucian maknawi seperti suci dari kekufuran, kemaksiatan, serta kehinaan. Bisa juga mencakup kesucian secara hissi (indrawi), yakni kebersihan. Kesucian juga merupakan syarat sahnya shalat, baik suci dari hadas yang dapat dihilangkan dengan cara berwudu dan mandi, maupun suci dari najis yang harus dibersihkan sehingga sucilah pakaian, badan, dan tempat yang akan digunakan untuk shalat.


Oleh karenanya, bab thaharah atau kesucian ini menjadi pelajaran pertama yang harus dipelajari dalam fiqih Islam. Karena emang kesucian adalah pengantar kita menuju shalat. Sedangkan kunci surga adalah shalat, dan kuncinya shalat adalah bersuci. Itulah kenapa, sampe-sampe bersuci disejajarkan dengan iman, karena emang dengan bersuci kaitannya dengan keyakinan kita akan ibadah kepada Allah, sementara nggak ada ibadah kecuali memang harus dengan iman. Kalo ibadah (sholat), nggak ada iman, kita akan capek, karena cuman ngelakuin gerakan badan, dan ucapan, tapi kosong makna, dan nggak dinilai sebagai ibadah oleh Allah yang memerintahkan kita untuk ibadah. 


Makanya sampe para ulama membuat sebuah kaidah “Ma laa yatimmul Wlwajib illa bihii fa huwa wajib” (perkara yang menjadi penyempurna dari perkara wajib, hukumnya juga wajib) maksudnya, segala perkara yang menjadikan suatu amal kewajiban nggak dapat dikerjakan sama sekali atau bisa dikerjakan namun nggak sempurna kecuali dengan juga mengerjakan perkara tersebut, maka perkara tersebut yang asalnya tidak wajib, dihukumi wajib pula. Nah, salah satunya adalah masalah bersuci, baik wudhu maupun mandi menjadi wajib keberadaannya, sebelum melakukan ibadah sholat.


Sehingga, mulai dari sekarang bebersih diri, menjaga kesucian diri harus menjadi prioritas kita. Kalo masih bau burket, jarang sikat gigi, apalagi jarang mandi, harus jadi warning buat kita, itu artinya kita jarang memperhatikan kebersihan diri. Di dalam sholat saja, selain wajib bersih, juga disunnahkan untuk wangi. 


Dari Muhammad bin Ali ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah, ‘Apakah Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam memakai parfum? Ia menjawab, “Ya, dengan minyak wangi misik dan ‘anbar.” (HR. Nasa’i).


Dari Anas, ia berkata, "adalah Rasulullah SAW berkulit putih bercahaya (putih kemerahan), seolah-olah mutiara yang berkilauan. Apabila berjalan, beliau berjalan tegap. Dan aku belum pernah menyentuh sutra tebal atau sutra tipis yang selembut tapak tangan Rasulullah SAW, dan aku belum pernah mencium bau minyak wangi misk, maupun ambar yang lebih harum dari pada bau harumnya Rasulullah Saw.” (HR. Muslim)


So, tampil kucel, bau burket, bau mulut, bukanlah lifestyle yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ini berlaku bagi cowok maupun cewek lho ya. Jangan mentang-mentang cewek, lalu tampil apa adanya, bau apa adanya, hehee… jangan sampe bau dan tampilan dari dapur masih nempel pas waktu ketemu sama teman-temannya.


Kalo Masih Aja Nggak Peduli?

Kalo akibat kita nggak peduli kebersihan diri, mungkin efeknya cuman dijauhi teman, atau kalo kuman masih setia nempel di tubuh kita, efeknya bisa gatal atau penyakit kulit. Tapi kalo ketidakpedulian kita berlanjut pada ketidakpedulian terhadap kebersihan lingkungan, maka akibatnya bisa lebih gede. Allah SWT dalam QS. Ar-Rum ayat 41 yang artinya:

“Telah tampak kerusakan di darat dan laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). 


Ath Thobari menjelaskan di dalam kitabnya “Jami’ Al Bayan Fii Ta’wil Al Qur’an”, Allah SWT mengingatkan manusia bahwa, sudah nampak kemaksiatan di daratan bumi dan lautnya dan itu semua akibat dari perbuatan manusia padahal Allah sudah melarangnya. Peringatan Allah sudah sangat nampak saat ini kerusakan lingkungan baik di darat maupun di laut. Seperti pencemaran lingkungan, kebakaran hutan, rusaknya terumbu karang, serta lainnya. 


Banjir, seperti yang akhir-akhir ini menerjang sebagian Jawa Barat dan Jakarta, bukan tidak mungkin adalah salah satu akibat dari ketidakpedulian kita, dan yang jelas itu akibat ulah tangan manusia yang rakus akan dunia dengan menguasai hutan, menggunduli pohonnya. Sehingga hutan yang harusnya menjadi tempat menahan dan tersimpannya air hujan, langsung mengalir aja ke sungai. Air sungai, selokan yang tersumbat bikin air tak tertampung akhirnya menenggalamkan warga sekitar.


Sekali lagi, berawal dari ketidakpedulian kita, ternyata ketidakpedulian yang kita anggap sepele, yang kita pikir dampaknya buat kita aja, eh ternyata eh ternyata akibatnya berdampak pada orang lain. Kalo kita pikir dampaknya, hanya sekedar nyakitin teman, tapi pada faktanya, dampaknya sampe pada banjir yang menelan banyak korban meninggal dunia.


Yuk, kita hentikan ketidakpeduliaan kita, hentikan sikap cuek kita. Saatnya peduli dengan menjadikan Islam sebagai tata aturan bagi kehidupan kita, mulai dari yang urusan kecil, seperti thaharah, sampe urusan yang lebih besar dari itu, mengurusi seluruh urusan umat manusia. Karena kita yakin, Islam mampu menyelesaikan semua problematika hidup kita. Sebab Islam itu syamil dan kamil. Allahu Akbar![]


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Rabu, 01 Januari 2020

TAHUN BARU, DOSA BARU?

Dosa? belum mulai tahun baru kok udah ngomongin dosa. Yup betul banget tahun baru masehi memang belum di mulai, tapi  nggak terasa ya tahun 2019 sudah mau berakhir. Pastinya banyak banget yang kalian alamin di tahun 2019, dari mulai yang baru hijrah, mulai berhijab, mulai meninggalkan “OPPA” nan jauh di sana yang boro-boro dia kenal kita tapi kitanya yang histeris luar biasa (hehehe…) dan pastinya masih banyak lagi ya… proses atau perubahan yang temen-temen alamin di tahun ini.


Seperti yang sudah-sudah, tahun baru Masehi lebih ramai dari tahun baru Hijriyah. Maraknya pesta penyambutan tahun baru seolah mau nunjukkin bahwa tahun baru masehi itu layak disambut dengan suka-cita dan meriah bin cetar membahana. Semua kalangan merayakannya dengan pesta pora semalam suntuk. Adik-kakak, ponakan, paman-bibi, ayah-ibu, kakek-nenek, tetangga jauh tetangga dekat, pak RT dan pak RW sampe pejabat di atasnya ikutan latah menyambut momen pergantian tahun. Pokoknye semua merasa kudu merayakan tahun baru.  Betul apa bener ?


Di berbagai Media khususnya televisi sudah memberikan iklan jauh-jauh hari terkait perayaan tahun baru, setiap chanelnya mengundang berbagai artis untuk memeriahkan moment tersebut. Mulai dari MC penyanyi pelawak, dari papan atas sampai papan bawah, semuanya dapet Job yang komisinya lebih besar dari hari biasa. Sehingga mereka pun  sangat bersuka cita dengan moment tahun baru ini.


Belum lagi acara-acara televisi yang menayangkan para dukun kekinian dengan sebutan paranormal, yang bisa membaca situasi dan kondisi di tahun yang akan datang dengan didampingi tamu artis yang menjadi pasiennya. Sehingga paranormal pun bersikeras memangil “jin dan jun” untuk menerawang peristiwa demi peristiwa yang di request oleh acara tersebut. Selain itu  ramalan via kartu tarot, teropong lewat bola kristal, atau cuma dengan melihat garis-garis di telapak tangan langsung kebaca gimana nasib pasienya plus dibumbui trik and tips kalo terjadi sesuatu di kemudian hari. Percaya gengs?


Nah…nggak sedikit juga loh dari kalangan remaja yang merayakan dan mengabadikan moment-moment tahun baru bersama sahabat, kerabat ataupun “ TTM” alias teman tapi mesra (ups). Sampai bela-belain nggak jajan sebulan karna uangnya ditabung untuk acara yang nggak bermutu ini. Entah yang buat jalan-jalan ke pantai, ke alun-alun, ke monas dan tempat-tempat lainnya yang ada event-event tahun barunya. Kalo yang hemat paling tiup terompet bersama di rumah sambil bakar jagung dan ditambah cipika cipikinya ketika jam 12 teng telah berbunyi…sambil ngucapin “Happy New Year” (hadeehhh…)


Ada juga yang tipenya “Santuy”, mereka anggap biasa aja dan biarkan jalan sendiri. Sayangnya, mereka emang udah kebiasaannya nggak punya planning: dari waktu ke waktu, hari ke hari, minggu ke minggu, dan bulan ke bulan nggak ada peningkatan yang lebih baik. Prinsip hidupnya “gimana nanti aja” yang penting jalanin aja kaya air yang mengalir. Wah, kacau banget kan guys ? iya klao airnya mengalir ke tempat yang bersih dan baik kalo ke comberan yang penuh sampah dan limbah…naudzubillah deh…, ini sih golongan orang yang nggak punya harapan dan cita-cita. Jangan sampe kita kayak gitu ya gengs.(Aasiapp…)


By the way…tau nggak si asal usul tahun baru ? jangan-jangan auto ngikut aja ni gengs, biar dibilang gaul dan modern alias nggak ketinggalan jaman. Mau tau nggak asal-usulnya? Kita ulas sedikit ya tentang tahun baru, biar yang belum tau jadi tau…setuju? (SETUJU)


Ternyata peringatan tahun baru sudah dimulai sejak 45 tahun SM (Sebelum Masehi) pada masa Kaisar Julius Caesar. Bulan Januari sendiri dipilih  menjadi bulan pertama karena dikaitkan dengan nama dewa Janus yaitu Dewa yang memiliki dua wajah satu menghadap ke (masa) depan dan satu lagi menghadap ke (masa) lalu atau ke belakang. Pada tahun 1582 M, Paus Gregorius XIII mengubah Perayaan Tahun Baru Umat Kristen dari tanggal 25 Maret menjadi 1 Januari. Kalender Gregorian yang kita kenal sebagai kalender  Masehi dibuat berdasarkan kelahiran Yesus Kristus dalam keyakinan Kristen.  Seiring muncul dan berkembangnya agama Kristen, akhirnya perayaan ini diwajibkan oleh para pemimpin gereja sebagai suatu perayaan “suci” satu paket dengan hari Natal. Itulah mengapa ucapan Natal dan Tahun baru dijadikan satu (Merry Christmas and Happy New Year).


Nah itu sedikit penjelasan ya guys, jadi jangan sampai kita ikut-ikutan perayaan yang belum tau asal usulnya dan nggak mau cari tau infonya plus nggak tau hukumnya haram atau tidak ikut-ikutan acara tersebut. Karena kebiasaan buruk tersebut yang cuman ikut-ikutan tanpa landasan syariat islam kita merasa sah-sah aja bahkan dijadikan legalitas untuk nge-follow yang bukan berasal dari Islam. Astaghfirulloh


 Tegas Rasulullah SAW mengingatkan :

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).


Jangan sia-siakan waktu


 Sahabat taman syurga yang dirahmati Allah, udah saatnya kita ber alias muhasabah diri.  Apa sih yang dimaksud dengan muhasabah diri ? Duile hari gini nggak ngerti muhasabah, kuy lah kita simak.

Bro en Sis fillah, Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Hasyr [59]: 18)

Ayat ini merupakan isyarat untuk melakukan muhasabah setelah amal berlalu. Karena itu Umar bin Khaththab ra berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab” (Ibnu Qudamah, Minhajul Qashidin (terj.), hlm. 478)


 Guys…sampai kapan kita jadi remaja santuy…? sebagai manusia sadar nggak sih kita itu mahluk yang terbatas dan nggak sempurna. Itu sebabnya, kita jangan sampe melupakan siapa kita dan misi keberadaan kita di dunia ini. Ini wajib kita pahami betul, jangan sampai kita jadi budak dunia ataupun bucin  alias budak cinta yang nggak ada manfaatnya. Malahan kita jadi terjerumus ke lembah hitam yang semakin membawa kita larut dalam kemaksiatan. Berasa hidupnya masih lama, hidupnya suka semau gue, nggak peduli tentang sekitar, apalagi saudara islam yang tertindas di ughyhur.(Hmmm…jauh deh nggak akan tau…nyebut kata “ughyhur”nya aja susah…hihihi)


 Rasulullah saw bersabda: “Ada dua nikmat, dimana manusia banyak tertipu di dalamnya; kesehatan dan kesempatan.” (HR Bukhari)

Nah nikmat sehat ini nih…yang kadang buat kita lalai, padahal kalo lagi sakit kita ngeluh-ngeluh dan berdoa sama Allah untuk diberikan kesehatan. Tapi pas udah sehat kita lalai dalam beribadah, padahal Allah kasih kesempatan kita untuk beribadah tapi kita malah memilih aktivitas lain yang tidak bermanfaat ketimbang hadir di majelis ilmu untuk menambah tsaqofah Islam. Alhasil kesehatan dan kesempatan yang Alah berikan jadi sia-sia deh.(Hiks..)


Kejadian demi kejadian yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun ini harusnya menjadikan kita semakin dekat dengan Allah. Seperti kemaksiatan yang semakin merajalela di tengah remaja entah itu terjerat narkoba, pergaulan bebas hingga LGBT, belum lagi kemiskinan dan pengangguran di mana-mana, ketidakadilan dan kedzoliman yang terus berkepanjangan. Yang seharusnya menjadikan kita sadar dan bertaubat untuk tidak mengulanginya lagi. Karena inilah saatnya kita menjadi agent of change…kalo bukan kita siapa lagi pemuda yang mau peduli dengan umat Islam. 


Jadi jangan sampe kita nyesel seumur hidup akibat kita menzalimi diri sendiri. Sebab, kita nggak bakalan diberi kesempatan ulang untuk berbuat baik atau bertobat, bila kita udah meninggalkan dunia ini.

 Firman Allah Swt.: “Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.” (QS ar-Rûm [30]: 57)


Kuy…saatnya kita berubah, menjadi pribadi yang baik dengan mengkaji Islam. Ingat nggak ada kata terlambat selama kita masih bernafas. Yuk evaluasi diri, siapkan bekal sebelum bertemu Allah, jangan kebanyakan numpuk dosa. Karena sebaik-baik bekal adalah takwa. Mau berangkat sekolah aja kita butuh bekal untuk menunut ilmu, mulai dari bekal buku pelajaran, bekal uang untuk ongkos, jajan & quota. Apalagi bekal menghadap Allah harus dipersiapkan dengan matang. Jangan sampai ajal menjemput kamu pada momen pergantian tahun ketika kamu sedang maksiat. Naudzubillahi min dzalik.

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg