Jumat, 17 Juli 2020

Remaja Melek Finansial, Why Not!

**

Pandemi corona masih bertahan. Sekolah pun kembali resmi diliburkan. Praktis, hampir semua kegiatan dialihkan ke dunia dalam jaringan. Maka rebahan menjadi posisi ternikmat dalam menjalani hari-hari yg tidak  biasa ini.

Ngusap-ngusap layar hp udah melebihi jadwal minum obat. Over dosis deh rasanya. Ada yg samaan?

Belum lagi godaan saat berselancar di samudera persosmedan. Bbeeeh! Banyak iklan berseliweran. Segala rupa penawaran terpampang nyata di beranda. Dari mulai cemilan, aksesoris hp, fashion, dan aneka barang menggiurkan lainnya berlenggak-lenggok minta perhatian.

Huh! Sering deh khilaf klik ”Beli sekarang”. Padahal setelah dipikir-pikir, apa yang dipesan itu hanya keinginan bukan kebutuhan. Ada yg begitu juga? Hiks!

Fix, Dear! Kita para remaja harus melek finansial agar hidup lebih bijak dalam memperhitungkan nominal. Ingat, dalam persoalan harta ini kelak kita akan ditanya ”dari mana” & ”untuk apa”. Bukan kaleng-kaleng nih, Guys. Kalau sudah menyangkut pahala dan dosa, enggak ada kata santuy untuk kita. Sepakat!

*Sumber Penghasilan Remaja*

Biarpun masih remaja & berstatus siswa sejatinya kita sudah memiliki sumber penghasilan loh, Guys. Yapz, sebab kepemilikan harta di dalam Islam itu bukan sekadar dari bekerja.

Tanpa bekerja pun, seseorang bisa peroleh harta. Dari mana? Salah satunya adalah dari pemberian. Nah, coba dihitung sudah berapa jumlah rupiah yg orang tua berikan untuk kita? Dijamin bakal kesulitan deh menghitungnya. Enggak terhitung, kan?

Eh, tapi, sebagai remaja kita juga sangat bisa kok bekerja untuk menghasilkan uang. Di zaman serba digital seperti saat ini, rasanya banyak cara untuk bisa menghasilkan uang. secara mandiri kita bisa berjualan apa saja secara online.

Minimal untuk kalangan teman sekitar dulu. Eits, tapi tetap harus patuhi protokol loh, ya. Hanya menjual sesuatu yg halal. Aaasiap!

Apa sih pentingnya ngomongin sumber penghasilan bagi remaja? Jelas sangat penting, Guys. Sebab kita adalah seorang muslim dan semua urusan itu tidak ada yang sia-sia. Semuanya penting di dalam Islam.

Apalagi masalah harta, penting banget untuk diobrolin. Seperti yang sudah kita singgung di awal tadi, soal harta ini berat hisabnya. Nah, loh!

Dear #TemanSurga, rasa syukur akan muncul dengan mengetahui dari mana sumber harta yang kita miliki. Jika syukur itu sudah bertabur di hati, maka kita tdk akan sembarangan lagi dlm memperoleh & membelanjakan harta.

Kita akan mudah mendeteksi dari mana dan untuk apa harta yang kita punya. Kita akan berjuang untuk mendapatkan harta yang halal. Juga membelanjakannya untuk apa-apa yg diridai Allah Swt. Begitulah rasa syukur, mendekatkan kita kpd takwa. Masyaallah!

Jadi, meskipun sumber penghasilan kita baru dari orang tua saja, kita juga tetap harus memastikan bahwa itu halal. Artinya, kita benar-benar menerima pemberian itu dari org tua. bukan mengambil sendiri tanpa izin. Uppss, ini namanya mencuri ya, Guys!

Jangan dilakukan meskipun itu milik org tua kita sendiri. Mencuri tetaplah mencuri dan dia haram hukumnya. Harta yg didapat dari mencuri pun menjadi haram & haram pula dibelanjakan untuk apapun.

Tahukan konsekuensi haram? Yaps, haram sama dengan dosa, dosa sama dg neraka. Ampun, dah! Amit-amit!

Nah, sudah tergambar kan kenapa penting ngomongin sumber penghasilan bagi remaja? Yes, agar kita paham dan memastikan bahwa uang yg kita pakai untuk beli cilok itu adalah uang yg halal.

Sehingga tubuh kita tumbuh tanpa terpapar sedikitpun keharaman. Alhasil, belajar jadi berkah. Ibadah terasa mudah. Hidup di dunia terasa indah. Mati dg gelar husnul khatimah. Di akhirat mendapat Jannah. Omo!

*Prinsip dalam Membelanjakan Harta*

Setelah tahu dari mana sumber harta yang kita punya, selanjutnya adalah cari tahu bagaimana cara membelanjakannya. Bener banget, Dear! Islam memang super keren dengan seperangkat aturan yang telah Allah Swt tetapkan.

Begitu detailnya, sampai permasalahan belanja juga masuk dalam pembahasan. Enggak sembarangan nih, Guys! Allah Swt. langsung berikan panduan untuk kita dlm perkara ini.
*_”Janganlah kalian berbuat israf (menafkahkan harta di jalan kemaksiatan) krn Allah tidak menyukai orang-orang yg berbuat israf.”_ (QS. al-An’am [6]: 141)*

Nah, jelas banget kan ya! Meskipun harta itu ada dalam genggaman kita, bukan berarti kita bebas mau pakai buat apa saja. Batasannya sudah sangat jelas dlm firman Allah Swt. Bahwa kita dilarang membelanjakan harta dlm kemaksiatan.

Karena hakikatnya, harta yg  ada di kita itu hanyalah titipan, Guys. Hak milik tetap ada pada Allah Swt. sebagai Sang Penguasa alam semesta. So, dlm menggunakan harta kita harus dapat izin dari-Nya. Alias enggak boleh asal nyelonong aja beli-beli ini & itu. Catet!

Termasuk dalam kemaksiatan adalah menjadikan hawa nafsu dlm menghambur-hamburkan harta. Yaps, lebih kpd mengutamakan keinginan (nafsu) dari pd kebutuhan. Hayo ngaku, siapa yg begini? Kuy istigfar berjamaah! Nastagfirullah!

Tidak dipungkiri, sih! Bahwa saat ini godaan belanja itu sangat besar. Bukan hanya kaum emak-emak yang diserang tawaran menggiurkan. Kita para kalangan remaja pun tidak lepas dari bidikan para pembuat iklan.

Mulai dari produk yg unyu-unyu sampai tawaran diskon gila-gilaan, seringkali membuat kita kalap enggak karu-karuan. Pontang-panting cari aliran dana demi mendapatkan apa yg sedang diinginkan.

Tidak jarang manyun ke orang tua gara-gara enggak dapat barang incaran. Busyet bener deh tuh tukang iklan, tahu aja kalau saat ini kita selalu on di jagad persosmedan! Serbuan iklan berhamburan membutakan mata dan pikiran. Tepok jidat!

Kalau sudah sekacau ini, lantas bagaimana solusinya? Tenang, selalu ada solusi dalam Islam. Mari kita simak bersama pesan-pesan berikut ini. Cusss!

*Bedakan antara Kebutuhan dan Keinginan*

Dear #TemanSurga, ketahuilah bahwa Islam membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Disebut kebutuhan adalah ketika sesuatu itu tdk kita dapatkan maka akan menyebabkan kematian.

Apa saja yang termasuk kebutuhan?  Makanan, minuman, pakaian, & tempat tinggal merupakan kebutuhan bagi manusia. Demikian juga pendidikan, kesehatan, dan keamanan.

Nah, Islam memandang bahwa kebutuhan ini bersifat terbatas. Artinya, kita bisa menakar seberapa harta yg harus dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Misalnya seperti makan.

Lambung kita pasti memiliki keterbatasan dalam menampung makanan, kan? Begitu juga dg kebutuhan yang lainnya, memiliki sifat yg terbatas. Artinya, dlm memenuhi kebutuhan untuk hidup semestinya tidak perlu berfoya-foya.

Adapun yg memiliki sifat tidak terbatas itu adalah keinginan. Keinginan ini lebih cendrung kpd hawa nafsu. Seringkali berhasrat membeli sesuatu bukan karena butuh tetapi hanya sekadar ingin. Inilah yg menjadikan kita terpacu untuk berbudaya konsumtif.

Membeli apa saja yang terlihat. Istilahnya mah lapar mata. Akhirnya tanpa sadar telah berprilaku boros bahkan mubazir. Betul apa bener?

Lalu bagaimana agar kita bisa mengendalikan keinginan sehingga dpt menggunakan harta sesuai dg kebutuhan? 

Kita bisa memulainya dengan mendahulukan skala prioritas.

*Pertama*, membeli benda atau makanan hanya yg halal saja. Standar halal ini sudah harga mati, yes. tdk bisa ditawar-tawar lagi.

*Kedua*, pastikan barang atau makanan itu memang kita butuhkan. Sebelum membeli coba pikirkan terlebih dahulu. Jika berbentuk makanan maka timbang-timbang maslahatnya untuk tubuh.

Membawa maslahat atau mudharat. Jadi mengkonsumsi sesuatu bukan hanya sekadar enak atau kekinian semata, tetapi juga harus dipertimbangkan kebaikannya untuk tubuh. Sebab memasukkan makanan atau minuman sembarangan ke dalam tubuh adalah bentuk kedzaliman terhadap diri sendiri.

Jika yg akan kita beli dlm bentuk benda, kitapun harus jeli dalam memilihnya. Pastikan barang dlm kebaikan. Menjadi sarana untuk menunjang kebaikan masa depan  di dunia dan akhirat kita.

*Ketiga*, kendalikan diri dari budaya konsumtif dg selalu bersikap qonaah.  Yakni bersyukur dg apa yg sudah dimiliki. Tutup mata dari berbagai godaan iklan yg menggila. Dari pd stalking aneka promo & diskonan, lebih baik mata digunakan untuk mengulang pelajaran atau hafalan Al Qur’an. Cakep!

*Keempat*, jangan lelah untuk terus mengkaji Islam scr kaffah alias menyeluruh. Hal ini dipastikan mampu membentengi diri kita dari bisikan hawa nafsu setan. Sebab pemahaman ilmu Islam adalah senjata bagi kita untuk melawan derasnya arus kebebasan dlm kehidupan.

Memahami Islam secara keseluruhan artinya kita memiliki pegangan yg kokoh dalam menghadapi berbagai godaan. Insyaallah kita pun tdk akan hanyut terseret-seret tren yg tidak pernah ada habisnya. Yapz, kita menjadi pribadi yang memiliki prinsip hidup sekokoh karang. tidak tergoyahkan!

Dear remaja, semoga semakin semangat ya untuk bijak dalam mengelola finansialnya. Ingat, bahwa harta yg kita punya kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Pastikan bahwa harta kita bersumber dari yg halal dan dibelanjakan hanya untuk yg halal lagi kita butuhkan.

So, remaja melek finansial? Why not! Justru harus bin kudu![]

Kamis, 23 April 2020

Ramadhan Tiba, Kuy Kejar Surga!


Hallo #TemanSurga! Tidak terasa bulan Sya’ban akan segera pergi. Ramadhan Agung telah bersiap untuk hadir menyambangi. Gimana perasaanmu Guys?

Emang agak berbeda ya di tahun ini. Bagaimanapun, bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Jujur, kehadiran Ramadhan selalu kita nanti-nanti. Limpahan berkah dan rahmat Allah Swt.. menjadi alasannya. Senang ketika Ramadhan akan bertandang? Pasti!

Namun di sisi lain, kali ini kita dihadapkan pada situasi dan kondisi yang 180 derajat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ramadhan tahun ini, kita diminta tidak boleh ada hiruk-pikuk. Semuanya cukup merayakan suka cita dengan di rumah aja. nyesek enggak, sih? Banget!

Tapi kita kudu tetap yakin bahwa ini semua adalah ketetapan dari Allah Swt. Sebagai generasi smart with islam, kita udah paham banget bahwa jika datangnya dari Allah Swt. semua urusan itu baik. Karenanya, tidak ada yang sia-sia dalam urusan orang beriman. Ditimpa kesenangan ia bersyukur dan ketika dilanda kesusahan ia bersabar. Dua-duanya baik. Dapat pahala.

Termasuk dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum juga usai menjelang Ramadhan ini. Kita wajib bersabar karenanya. Juga, harus bersyukur karena masih diberi sehat hingga detik ini. Tinggal banyakin merengek ke Allah Swt. agar usia kita sampai di bulan yang mulia. Bertemu dengan bulan yang dirindu, Ramadhan Karim.

So, bukan saatnya lagi buang-buang waktu ya Guys. Buang tuh mager. Campakkan halu. Singkirkan kesedihan. Kuy move on. Sambut Ramadhan yang mulia!

Persiapkan Diri, Sambut Bulan Suci

Dear #TemanSurga, bukan hanya ujian sekolah yang harus dipersiapkan! Kita juga mesti bersiap untuk menyambut datangnya bulan yang suci. Sepakat juga ya jika dikatakan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan istimewa? Nah, masak sih bulan yang mulia mau kita sambut biasa-biasa aja? Big No!

Super hero Baginda Nabi Muhammad Saw. sudah memberikan tutorial super komplit soal hal ini. Ya, amalan luar biasa untuk menyambut bulan yang istimewa. Amalan ini tentu saja harus kita ketahui untuk diteladani. Apa sajakah itu?

  1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas shalat

Nah, ini penting banget. Latihan buat kita agar tetap strong beribadah selama Ramadhan nanti terutama shalat. Ingat kalau di Ramadhan itu kita akan banyak melakukan aktivitas shalat. Karenanya, sebelum Ramadhan tiba kita harus sudah terbiasa memperbanyak shalat dan menjaga kualitasnya. Ini demi kebaikan kita  kok!

Insyaallah! Masih ada waktu, ayo mulai tambah deh kuantitas shalatnya. Jangan cukup hanya di shalat wajib. Rawatib, duha, witir dan tahajud mari mulai dibiasakan. Semangat!

  1. Berinterakasi dengan Al Qur’an

Ini adalah amalan kedua Rasulullah Saw.. ketika bersiap menyambut Ramadhan. Kita tahu, bahwa salah satu keistimewaan Ramadhan adalah diturunkannya kitab suci umat islam yakni Al Qur’an. Oleh karena itu, Nabi Muhammad Saw. selalu memperbanyak berinteraksi dengan Al Qur’an menjelang Ramadhan. Sehingga ketika Ramadhan tiba, aktivitas berlama-lama dengan Al Qur’an sudah menjadi kebiasaan. Asyik pakai banget, nih! Wajib copy paste!

  1. Memperbanyak Sedekah

Amalan yang tidak kalah penting dalam menyambut bulan suci Ramadhan adalah membiasakan sedekah. Hal ini pula yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Kenapa harus dilatih? Ya, agar kita terbiasa melakukannya. Kalau sudah biasa, maka tidak ada beban dalam menunaikannya. Minimal, rajin senyum. Senyum juga bagian dari sedekah, kan? Hehehe, enggak sepelit itu juga kali! #TemanSurga mah pada dermawan, insyaallah.

Catat Resolusimu!

Persiapan menyambut Ramadhan sudah dilakukan. Selanjutnya jangan lupa buat catatan. Resolusi apa yang mau dicapai selama Ramadhan, tulis!

“Kenapa sih mesti begitu? Ribet amat! Puasa ya puasa aja. Jalani apa adanya. Gitu aja kok repot!”

Hallo Guys, masih punya cita-cita masuk jannah? Tidak ada surga bagi hamba yang meremehkan amalnya. Semua harus optimal dan untuk itu butuh direncanakan. Persis! Buat rencana, eksekusi, dan evaluasi. Pilih mana, evaluasi diri sendiri mumpung masih di dunia atau nunggu nanti dievaluasi sama Allah Swt. pas udah di akhirat? Ingat, di akhirat mah enggak ada lagi kesempatan untuk nambah amal ya Guys, catet!

Yups jangan ditunda-tunda ya Guys!  Allah Swt. telah mewarning kita soal waktu. Jangan main-main dengannya. Karena waktu ibarat pedang. Salah mencengkramainya, kita akan binasa. Longgar dalam ketaatan, hati-hati karena pasti akan digantikan dengan kemaksiatan. Horor enggak, sih?!

”Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebaikan dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 1-3)

Dalam satu tahun hanya sekali Ramadhan datang. Waktu satu bulan itu sungguh sangatlah singkat. Namun di balik singkatnya waktu Ramadhan. Allah Swt. limpahkan keberkahan bagi orang yang beriman. Obral besar-besaran pakai banget.

Berbagai amal dilipat gandakankan pahalanya. Bahkan amal sunnahpun dihitung sebagai amal wajib di sisi Allah. Intinya, rugi besar bagi yang melewatkan Ramadhan begitu saja. Karena apa? Karena belum tentu berjumpa dengan Ramadhan di tahun berikutnya. Juga belum pasti amal kita di bulan-bulan lainnya peroleh banyak pahala. So, mumpung obral jangan diabaikan. Borong!

Nah, sebagai bentuk kesungguhan kita untuk berubah menjadi lebih baik, maka perlu banget nih untuk membuat resolusi. Jangan cuma dibayangin. Ambil pena, siapkan kertas kosong. Bila perlu pakai kertas origami yang warna-warni, yes! Kuy, tuliskan resolusimu selama nongkrong bareng Ramadhan satu bulan full. Apa aja daftarnya? Cekidot!

  1. Tadarus dan mengkhatamkan Al Qur’an

Buat target berapa kali khatam Al Qur’an selama Ramadhan. Eits, tidak sekadar khatam loh ya. Pastikan membaca Al Qur’an dengan tartil dan tadaburi maknanya. Agar apa yang kita baca betul-betul membekas dan menjadi petunjuk dalam kehidupan.

  1. Perbanyak sedekah

Salah satu sedekah yang bisa kita lakukan adalah memberikan bukaan bagi yang berpuasa. Meski hanya satu butir kurma, pahalanya bisa berlipat ganda, loh. Bahkan bisa setara dengan pahala orang yang berpuasa. Bagi para remaja muslimah yang lagi dapet, bisa banget mengamalkan amalan ini. Meski datang bulan, tetap bisa raup pahala di bulan Ramadhan. Mantap!

  1. Melaksanakan shalat tarawih

Sudah tau dong ya kalau shalat tarawih ini hanya ada di bulan Ramadhan? Oleh karena itu, pastikan aktivitas shalat tarawih ada dalam daftar resolusimu. Jangan sampai shalat yang hanya ada satu tahun sekali ini luput dari amalan harian selama Ramadhan. Bisa rugi besar kita! So, Catat ya!

  1. Melakukan Itikaf di Sepuluh Malam Terakhir

Jangan lupa masukkan amalan ini di daftar resolusimu. Sebab dikabarkan,  pada sepuluh malam terakhir ini pula akan ada satu malam yang istimewa. Yakni malam lailatul qadar. Baginda Nabi Saw. saja memburunya, lantas bagaimana dengan kita? Harus mengupayakannya ya Gusy, gas pol!

  1. Berdakwah

Dakwah adalah aktivitas agung nan mulia. Amalan yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul, juga para sahabat. Sebagai remaja Islam yang memiliki kepedulian tinggi, aktivitas dakwah ini tentu menjadi rutinitasnya. Apa lagi selama Ramadhan, amal ini tidak akan mungkin dilewatkan.

Tetap menebar cinta melalui dakwah. Jadikan beranda sosmed kita sebagai mimbar-mimbarnya. Suarakan semua hal tentang Islam dari sana. Sehingga rahmatan lil alaminnya Islam semakin dirundukan oleh siapa saja. semangat!

  1. Bertaubat

Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan. Maka jangan lupa agendakan Ramadhanmu untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh. Memohon ampunan Allah Swt. seraya mengharap ridha-Nya. Semoga peroleh keberkahan hidup di dunia dan di akhirat.

Gimana, Guys? Semoga semakin mantap menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan. Jangan berleha-leha, manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ramadhan tiba, kuy kejar Surga! Enggak pakai lama! Enggak pakai tunda! Segera![]


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Jumat, 17 April 2020

Ramadhan yang Kurindukan



Tak lama lagi, kita bakal berjumpa lagi dengan bulan suci Ramadhan. Bulan mulia yang ‘memaksa’ sebagian besar umat Islam untuk inget akherat. Soalnya di bulan-bulan laen, banyak dari kita yang pura-pura lupa dengan surga atau neraka. Asyik aja berlomba-lomba mengejar kesenangan dunia. Boro-boro inget ama pahala dan dosa. Ketutup sama hawa nafsu yang gak ada ujungnya.

Makanya beruntung banget kita masih bisa ketemuan lagi dengan bulan puasa ini. Jadi masih dikasih kesempatan untuk tobat. Atau minimal bisa mendongkrak kesadaran kita tentang akherat. Lantaran di bulan suci, geliat umat Islam menunjukkan tanda-tanda kehidupannya. Di dunia nyata, dunia maya, juga dalam dunia layar kaca. Segala hal yang berbau gaya hidup hedonis kudu rela dikarantina. Minggir!


Jangan Jadi Kaum Rebahan

Bulan Ramadhan selalu dinanti kehadirannya. Karena di bulan ini kita punya kesempatan guede banget untuk menambah tabungan pahala kita. Coba simak cuplikan khotbah Rasulullah SAW menjelang bulan Ramadhan yang diriwayatkan Imam Ali R.A.

“Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.

“Lalu Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib berdiri dan berkata: ‘Ya Rasulallah, amal apa yang paling utama di bulan ini.’ Rasul yang mulia menjawab, ‘Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT”

“Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rab-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan saum dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini.

“Wahai manusia! Barang siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, dia akan berhasil melewati shiraatalmustaqim, pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya dan membantunya di bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaannya di hari kiamat.

“Barang siapa yang menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murkanya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya di hari berjumpa dengan-Nya, dan barang siapa yang menyambungkan tali silaturahmi di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Dan barang siapa yang memutuskan silaturahmi di bulan ini, Allah akan memutuskan dia dari rahmat-Nya.

“Siapa yang melakukan salat sunat di bulan Ramadhan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa yang melakukan salat fardu, baginya ganjaran seperti 70 salat fardu di bulan yang lain. “Barang siapa yang memperbanyak salawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barang siapa yang pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama dengan mengkhatamkan Al-Quran di bulan-bulan yang lain.“Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkan-nya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonkanlah kepada Rab-mu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar mereka tidak pernah lagi menguasaimu.

Tuh kan, bener apa yang kita bilang. Banyak banget amal kebaikan yang berbuah pahala berlipat di bulan Ramadhan. Makanya sayang banget kalo kita cuman puasa kita dipake bengang-bengong gak ada kerjaan nunggu bedug magrib dipukul. Mentang-mentan liburan, banyak waktu untuk besantuy ria. Meskipun tidurnya orang puasa berpahala, tetep aja masih lebih baik ikut kajian Islam, tilawah qur’an, atau bersedekah. Jadi, jangan biarkan Ramadhan cuman berakhir di pelaminan, eh di pembaringan. Jauh-jauh deh dari komunitas kaum rebahan. Rugi!


Teladan Ramadhan Para Shahabat

Sebaik-baiknya teladan kita dalam berperilaku mulia, tentu Rasulullah saw dan para shahabat. Seperti yang mereka tunjukkan saat Ramadhan tiba. Para Shahabat sangat menanti kedatangan Ramadhan setiap tahunnya. Kerinduan mereka, bak calon pengantin menantikan hari pernikahannya. Begitu menggebu.

Nggak heran kalo ekspresi bahagia menyambut datangnya bulan mulia, ditunjukkan para shahabat sejak bulan Sya’ban. Diriwayatkan Anas bin Malik bahwa para sahabat Nabi saw jika melihat bulan sabit Sya’ban mereka serta merta meraih mushaf mereka dan membacanya. Kaum Muslimin mengeluarkan zakat harta mereka agar yang lemah menjadi kuat dan orang miskin mampu berpuasa di bulan Ramadhan. Para gubernur memanggil tawanan, barangsiapa yang mesti dihukum segera mereka dihukum atau dibebaskan. Para pedagang pun bergerak untuk melunasi apa yang menjadi tanggungannya dan meminta apa yang menjadi hak mereka. Sampai ketika mereka melihat bulan sabit Ramadhan segera mereka mandi dan i’tikaf.”

Ketika memasuki bulan Ramadhan, para Shahabat makin greget. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khatthab menyambutnya dengan menyalakan lampu-lampu penerang di masjid-masjid untuk ibadah dan membaca Al-Qur’an. Dan konon, Umar adalah orang pertama yang memberi penerangan di masjid-masjid. Sampai pada zaman Ali bin Abi Thalib. Di malam pertama bulan Ramadhan ia datang ke masjid dan mendapati masjid yang terang itu ia berkata, “Semoga Allah menerangi kuburmu wahai Ibnul Khatthab sebagaimana engkau terangi masjid-masjid Allah dengan Al-Qur’an.”

Sebagaimana Nabi saw, dalam bulan Ramadhan mereka meningkat kedermawanannya. Pada bulan agung ini mereka semakin rajin bersedekah. Mereka melakukan demikian karena meneladani Rasulullah SAW yang digambarkan Ibnu Abbas, “Beliau lebih dermawan di bulan Ramadhan melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, Muslim). Bentuk sedekah yang sering diberikan mereka di bulan Ramadhan ialah: memberi makan dan menyiapkan buka (ta`jil) bagi orang-orang yang berpuasa.

Sahabat semisal Abdullah bin Umar RA, setiap kali berbuka, beliau selalu menyertakan orang miskin dan anak yatim. Anda bisa membayangkan betapa besarnya sedekah mereka di bulan Ramadhan. Apa yang mereka lakukan terinspirasi dari hadits nabi yang menyatakan bahwa orang yang menyiapkannya, akan diberi ganjaran tanpa mengurangi ganjarannya sedikit pun (HR. Ahmad, Nasai).

Hal lain yang dilakukan sahabat ialah tadarus al-Qur`an. Pada momen agung ini, mereka bersungguh-sungguh dalam membaca al-Qur`an. Utsman bin Affan misalnya, menyelesaikan bacaan al-Qur`annya setiap hari sekali. Abdullah bin Amru bin `Ash mampu mengkhatamkan al-Qur`an seharian (walaupun diperintah Rasul minimal tiga hari). Ada yang mengkhatamkannya selama tiga malam sekali, ada yang tujuh malam sekali, sampai ada juga yang sepuluh malam sekali baru bisa khatam. Itu semua menggambarkan betapa semangatnya mereka dalam membaca al-Qur`an.

Di samping itu, mereka terbiasa duduk di masjid bakda shalat shubuh hingga terbit matahari. Mereka meneladani kebiasaan nabi duduk di masjid setelah subuh hingga matahari terbit (HR. Muslim). Di sisi lain, mereka juga tahu bahwa orang yang duduk di masjid pada waktu tersebut, ganjarannya bagaikan haji dan umrah secara sempurna (HR. Tirmidzi). Selanjutnya biasa dilanjutkan dengan ibadah lain seperti shalat Dhuha. Poll banget kegiatan harian Ramadhannya.

Persiapan Menjelang Ramadhan

Ramadhan udah di depan mata. Layaknya menyambut sang pujaan hati, tak ada salahnya kita persiapkan diri. Agar ramadhan kali ini lebih berarti. Biar kamu nggak bingung tanya sana-sini, berikut beberapa tips dari kami. Monggo!

Pertama, murnikan niat. Setiap amal ibadah, nggak akan punya nilai kalo ada noda dalam keiklhasan kita. Makanya hati-hati kalo dorongan kita berpuasa karena temen-temen juga puasa atau iming-iming door prize dari ortu di akhir Ramadhan. Padahal hanya yang berpuasa karena Allah swt saja yang dijanjikan pengampunan dosa. Rasul saw bersabda:

Barangsiapa shaum Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhary Muslim).

Kedua, sisihkan harta. Selagi masih dikasih uang jajan, bagus banget kalo kita sisihkan untuk Ramadhan ntar. Eit, jangan salah sangka ya. Uang simpanan itu bukan untuk berburu kuliner Ramadhan. Tapi untuk dilipatgandakan nilainya di hadapan Allah swt. Diantaranya dengan menyediakan ifthar alias makanan berbuka bagi yang berpuasa. Rasul saw bersabda:

“Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain.  Mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulallah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.’ Beliau berkata, ‘Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu…Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagak di mana ia tidak akan haus hingga masuk surga.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi)

Ketiga, jaga lisan dan perilaku kita. Kamu pasti bisa kalo cuman menahan lapar dan haus selama kurang lebih empat belas jam. Tapi jangan lupa kalo puasa juga mengharuskan kita untuk menahan hawa nafsu dalam perkataan maupun perbuatan. Terkadang puasa sih iya, tapi gosip jalan terus. Gaul bebas tanpa hambatan. Padahal gara-gara hawa nafsu itu, kita akan kehilangan pahala puasa kita. Rasul saw bersabda:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.” (HR Ahmad)

Keempat, mengkaji Islam. Amal tanpa ilmu, gak bermutu alias nggak bernilai.  Ilmu tanpa amal, cuman nyampe teori belaka. Dalam Islam, setiap amal kudu dibarengi ilmu dan setiap ilmu kudu diamalkan. Makanya, kita kudu punya ilmunya biar amalan di bulan Ramadhan bener-bener berbuah tiket surga di akherat kelak. Disinilah pentingnya kita ikut kajian Islam.

Nah teman surga, mumpung di bulan puasa, jangan sampe waktu terbuang percuma. Ikuti kajian ramadhan online yang saban hari digelar demi menimba ilmu. Luangkan untuk tilawah qur’an setiap waktu. Syukur-syukur bisa hatam 30 juz minimal satu kali selama Ramadhan.

Yang ini juga nggak boleh kelewat, shalat tarawih sebulan penuh. Dan tetep beraktivitas seperti biasa meski #dirumahaja. Semoga Allah swt memasukkan kita dalam golongan mukmin kuat yang dicintai-Nya. Amiin. Meski puasa, tetep perkasa dan selalu greget mengejar pahala. []


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Selasa, 07 April 2020

Hidup Sehat Itu Penting!



Apa kabar kamu hari ini, Dear? Sudah lebih tiga pekan belajar di rumah. Tidak ke mana-mana, segalanya serba dunia maya. Gimana, sudah mulai rindu dengan suasana belajar di sekolah? Kangen dengan canda tawa bersama sahabat, juga nasihat langsung dari para guru? Sudah mulai jemu dengan karantina yang tak jua kunjung berlalu?

Ya, sepertinya kita kudu lebih bersabar lagi menghadapi kondisi ini. Fokus perbanyak amal saleh serta doa agar bencana corona segera sirna. Selain itu, coba deh mulai cek dan ricek hal-hal apa saja yang kamu alami selama masa sosial distancing. Percaya gak percaya, banyak banget loh hikmah yang bisa jadi pelajaran.

Bagi kita para remaja, hal apa sih yang biasanya sering luput dari kesadaran? Yes, betul banget! Soal kebersihan dan kesehatan adalah hal yang lumrah kita dengar tetapi sering hilang dari ingatan. Banyak faktor sih  yang menjadikan remaja lupa dengan masalah kebersihan dan kesehatn. Eh, faktor atau alasan ya?  Hem, sepertinya emang hanya alasan, deh. Hehehe!

Alasan yang paling sering terungkap adalah padatnya jadwal. Bener, kita-kita ini memiliki jadwal yang super padat ya kan. Udah kayak selebritas lah pokoknya. Apalagi bagi yang sekolahnya seharian. Berangkat pagi, pulang udah sore. Belum lagi terjebak macet, kehujanan atau telat dapat jemputan. Bbbehhh, udah deh! Langsung tepar itu sampai rumah. Betul?

Kemudian jadi halal deh itu si mager. Makan mau yang serba instan. Kamar udah seperti sarang tikus, bodo amat. Rumah kotor belum disapu, kan ada mama yang ready selalu. Cucian piring numpuk, pura-pura gak tahu. Baju kotor sudah bergelantungan di balik pintu, tinggal semprot lagi pakai pewangi baju. Ada yang semager ini? Setop manggut-manggutnya, seneng banget ya berasa ada teman? Hadeh!

Kalau dipikir-pikir, memang bikin capek sih aktivitas harian yang selalu kita jalani. Tetapi bukan kemudian berarti sah jika kita melupakan hal penting dalam kehidupan. Yapz, menjaga kebersihan dan kesehatan itu sangat penting loh bagi kehidupan kita. Apalagi sebagai generasi islam, tumbuh sehat itu adalah sebuah keharusan.

Tanya kenapa? Kompleks banget deh jawabannya. Semua kewajiban yang harus dilakukan oleh umat islam itu menuntut kondisi tubuh yang sehat, Dear. Mau aktifitas belajar, salat, puasa, naik haji, berbakti pada orang tua, semuanya itu membutuhkan kekuatan dan kesehatan fisik kita. Apalagi jika bercita-cita ingin menjadi penakhluk seperti Muhammad Al-Fatih, sehat jiwa raga udah mesti kudu itu mah. Gak bisa nego!

Dear  #TemanSurga, kondisi sosial distancing yang berlangsung saat ini pas banget jadi ajang terapi buat kita. Ya, terapi untuk membangun dan membiasakan pola hidup sehat. Full di rumah aja kan? Cucok banget deh untuk memulai kebiasaan baik demi kualitas hidup kita. Mulai dari mana? Cekidot!

  1. Pola Makan Sehat

Hari gini siapa sih yang gak kenal dengan berbagai varian makanan dan minuman serba instan? Selain kemasannya menarik, rasanya juga selalu endolita. Lezat memanjakan lidah. Iya, kan?

Tetapi sayangnya, sedikit dari kita yang aware tentang kandungan gizi pada jajanan tersebut. Sehat atau tidak mah nanti aja, paling penting itu enak dan kekinian. Apalagi kalau kemasannya instragamable, gas pol komandan. Hempaskan soal kesehatan. Duh! Padahal mengkonsumsi makanan yang begituan dapat menyebabkan beragam penyakit nyarang di tubuh loh, Dear. Serem, tau!

Setop lah ya! Jangan lanjutkan ke-santuy-an memamah makanan serta minuman rendah nutrisi itu. Yuk mulai perbaiki semuanya dari hari ini. mumpung di rumah aja, saatnya membentuk habits baru yang memberi dampak positif buat diri kita.

Makan dan minum hanya yang bergizi dan bernutrisi. Bahasa kekinian mah real food, ya. Bahasa imannya, halal dan thayib! Yapz, tidak sekadar halal, kita juga harus pastikan bahwa apa yang masuk ke tubuh kita adalah sesuatu yang thayib atau baik.

Selain untu kesehatan tubuh yang paripurna, mengkonsumsi makanan dan minuman halal lagi thayib ini juga dalam rangka mentaati perintah Allah SWT., loh! Yeah, Islam itu emang super duper keren. Sampai-sampai urusan makan dan minumpun tidak luput dari syariatnya. Demi apa coba? Demi kebaikan kita, Bro dan Sist! Tandai dan garis bawahi, yah!

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168)

Aduhai ngerinya, perkara makanan bisa menjerumuskan kita pada  langkah-langkah setan nih, Sob! Serem bin horor loh ini. Udah deh, mumpung lagi di rumah aja dan gak ngumpul-ngumpul bareng teman, ini saat yang tepat banget buat memulai kebiasaan makan minum halalan thayiban. Jadi, sip ya untuk makan dan minum yang sehat-sehat aja? Aasiap!

  1. Bersih-bersih Diri

#TemanSurga yang kece badai di seluruh nusantara, adakah yang punya kebiasaan males untuk bersih-bersih diri sendiri? Mandi minimal dua kali dalam sehari. Gosok gigi menjelang tidur malam. Memakai pakaian bersih dan rapi. Ada yang masih mager?

No! No! No! Hempaskan mager kamu secepatnya. Bagaimana mau jadi generasi unggul dan mengukir peradaban gemilang jika urusan mandi aja belum kelar?

Sebagai remaja smart with islam, perkara kebersihan diri ini harusnya sudah khata. Yes, kita bisa. Kita mampu. Jika selama ini mager karena sudah terlalu penat dengan rutinitas yang padat, maka saat ini tidak ada alasan. Waktu kita sangat lapang untuk membangun habits peduli pada kebersihan diri.

Ingat, ini semua buka soalan ”Gue” semata. Remaja islam bukanlah makhluk yang hanya mementingkan dirinya sendiri, kan? Pun, remaja saleh-salehah juga tidak akan memndang hidup hanya sekadar dunia. Yes, hidup kita juga sangat berkaitan erat dengan keabadian. Kehidupan akhirat.

Jadi, peduli pada kebersihan diri ini juga dalam rangka menjalankan syariat. Dalam rangka taat. Dalam rangka peroleh banyak pahala sebagai bekal menuju surga. Widiw, kalau sudah menyangkut masalah surga mah jangan sampai lolos. Kerjakan deh penuh suka cita!

  1. Beres-beres Kamar

Hai, apa kabar dengan lantai kamarmu? Sudah disapu hari ini?  Itu buku atau daun, bisa gitu ya berserak menguasai ruangan? Halo, itu sudut kamarmu atau sudut kamar spiderman? Sarang laba-labanya di mana-mana.  Hihihi! Aib banget ya kayaknya kalau ngomongin soal kamarnya remaja.

Yang lalu biarlah berlalu. Masih ada waktu untuk menjadi lebih baik. Kapan? Hari ini dong, dear! Sebab hari inilah yang pasti, sedangkan hari esok itu masih rahasia. Yapz, tidak ada jaminan bahwa esok kita masih bisa membuka mata. *Musik pengiring mendadak melow. Hiks!

Dear #TemanSurga, jika kita memang benar mencintai Allah SWT., maka sudah semestinya kita juga mencintai apa yang Allah SWT. Dear, Sang Pencipta itu Maha Indah dan begitu mencintai keindahan. Maka cukuplah ini menjadi alasan bagi kita untuk bergegas membereskan kamar kita. Agar tampak bersih dan indah. Bukan sekadar untuk kenyamanan, tetapi juga untuk peroleh reward dari-Nya. MasyaAllah!

Bener deh, ya. Sungguh luar biasa segala urusan orang yang beriman. Tidak ada yang sia-sia. Soalan beres-beres kamar aja bisa berbuah pahala. Maka nikmat mana yang mau kita dustakan? Bro and Sist, gercep gih berbenah kamar masing-masing. Gak pakai lama!

  1. Menjaga Lingkungan

Tidak cukup hanya memperhatikan kebersihan diri sendiri, generasi terbaik juga wajib bin kudu untuk peduli lingkungan ya, Dear! Kita bisa memulai dengan membuang sampah pada tempatnya. Meminamilisir sampah plastik. Perbanyak menanam meski hanya di sekitar rumah.

Banyak banget tutorial bercocok tanam yang bisa kita amati, tiru, dan modifikasi. Dari mulai menanam macam-macam bunga hingga berbagai jenis sayur, bisa kita lakukan di rumah. Kabar bahagianya, lagi-lagi, aktivitas tanam-menanam ini juga ada disinggung loh dalam syariat islam. Wow!

“Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tetumbuhan kemudian burung, manusia, dan hewan ternak memakan buah-buahan dari pohon yang dia tanam kecuali hal tersebut terhitung sedekah baginya.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat Imam Muslim terdapat tambahan kalimat,

“Dan buah-buahan yang dicuri dari pohon tersebut maka hal itu adalah sedekah baginya,” dan juga tambahan “maka hal tersebut adalah sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim)

Sesuper ini loh apresiasi yang Allah SWT kasih ketika manusia menjaga alam semesta termasuk lingkungan tempat tinggal kita. Kurang apa lagi coba? Adakah hal yang lebih membahagikan daripada peroleh kebaikan dari Rabb penguasa alam semesta?

Nah #TemanSurga, sudah semakin jelas kan bahwa hidup sehat itu penting banget. Bukan hanya sekadar  untuk kepentingan di dunia yang fana, tetapi juga berimbas pada kedudukan kita di alam baka. Masih komitmen mau masuk surga, kan? Kuy, jaga diri dengan istiqomah menjalankan pola hidup sehat. Semangat![]


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Rabu, 01 April 2020

ISLAM DI LAYAR LEBAR



Gaes, kalian sudah atau pernah nonton film-film islami ini: Hijab (2015), Ada Surga di Rumahmu (2015), Sang Kiai (2013), Sang Pencerah (2010 ), 99 Cahaya di Langit Eropa (2013), Ayat-Ayat Adinda (2015), Haji Backpacker (2014), Mencari Hilal (2015), Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea (2016), Assalamualaikum Beijing (2014), Surga yang Tak Dirindukan (2015), Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 (2016) ? Kalo belum pernah nonton berarti kamu emang bukan golongan Sufi alias suka film, hehe. Tapi bagi golongan sufi, film-film itu atau mungkin yang terbaru udah pada lahap ditonton abis.


Selera Masyarakat atau Nilai Islam?

Film-film islami kayaknya emang gencar diproduksi akhir-akhir ini. Nggak tahu apa ini sebuah fenomena atau emang menangkap peluang pasar di saat ghirah keislaman masyarakat mulai naik. Sebagai sebuah contoh aja, saat di negeri ini lagi rame-ramenya aksi massa 212, lalu muncul inisiatif bikin film The Power of Love (212). Meski sempat mengalami kontroversi untuk ditayangkan di bioskop, tapi karena hanya menangkap fenomena aja, akhirnya film tersebut bisa dibilang nggak begitu booming, ketka semangat 212 mulai meredup, eh tapi lebih tepatnya diredupkan, hehehe…..


Sekedar contoh lagi, ada film yang tergolong film islami, diangkat dari buku yang ditulis oleh seorang Ustadz yang populer di kalangan Milenial “Udah Putusin Aja” lalu diangkat di layar lebar tahun 2018, tapi ternyata nongkrongnya di bioskop cuman seumur jagung. Pasti man-teman generasi Z, pada nggak tahu film itu, kecuali beberapa generasi milienial aja yang kebetulan fanatik film. Karena memang film itu dibuat setelah mengalami proses yang panjang. Penulisnya sendiri ngejelasin bahwa di film tersebut adegan-adegannya sudah disesuaikan. Tapi malah justru ketika disesuaikan dengan nilai-nilai Islam, malah filmnya kurang laku di pasaran.


Kalo bisa dibilang dua conto film di atas mewakili film yang kurang sesuai selera masyarakat. Tapi ada lagi satu film layar lebar juga yang man-teman ada yang belum pernah nonton film Alif Lam Mim. Film yang digawangi oleh Arie K Untung ini, konon emang dinilai ekstrim, karena ada penggambaran perang antar kebatilan dan kebenaran (Islam), apalagi dibumbui nilai-nilai jihad di dalamnya. Maka pantas aja, bukan nggak sesuai selera masyarakat tapi juga dinilai berbahaya bagi masyarakat yang jamaknya mengadopsi prinsip sekularisme.


Ya, di tengah masyarakat sekular kayak gini, emang si pembuat film dihadapkan antara idealisme ataukah selera masyarakat. Kalo pengin laku ya ngikutin selera pasar, dan menyedikitkan nilai-nilai Islam dalam filmnya, apalagi nilai-nilai yang dianggap masih ekstrim kayak nilai jihad. Sementara penonton yang mayoritas masih masyarakat sekuler, juga nggak begitu peduli dengan nilai-nilai Islam alias masa bodo, yang penting mah menghibur, itu kayaknya prinsip penonton.


Jadi, klop deh akhirnya film yang cukup laku, yang ada kurasan air matanya, ada melo bin bapernya, mirip film-film islami yang ditonton kakak atau mamak-mamak kita, kayak Surga yang Tak Dirindukan 1 dan 2, Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2, dan sejenisnya.


Mereduksi Nilai Islam

Dulu di jamannya kakak-kakak kita, pernah ada film Ayat-Ayat Cinta. Bisa dibilang film Ayat-Ayat Cinta merupakan film islami pertama yang diangkat dari novel best seller karya Kang Abik. Sebagai film islami pertama, film tersebut bisa dibilang cukup berhasil menyita perhatian masyarakat kala itu, khususnya di bioskop. Waktu itu juga, masih jayanya jaman CD/VCD, sehingga di lapak-lapak mamang VCD di emperan, banyak juga dijual versi bajakannya.


Tapi sayang sejuta sayang, kalo film tersebut nggak sesuai karya aslinya di novel. Kang Abik, sebagai penulisnya waktu itu juga ngakuin, kalo di versi filmnya, ada beberapa part yang direduksi, dikompromi “sesuai selera” producer film. Ya, wajar sih kalo emang standarnya kapitalistik rupiah, buat nyari untung, maka pikirannya si producer film kudu ngelakuin hal kayak gitu. Dan sepertinya itu yang bakal berlaku di setiap film-film apapun, termasuk film yang kontennya islami.


Di film Sultan Agung misalnya, juga berlaku hal kayak gitu. Ustadz Salim A Fillah sebagai pemerhati sejarah Islam, pernah mengkritik keras sutradara film tersebut, karena menghilangkan bagian-bagian penting dari cerita asli tentang Sultan Agung. Tapi emang sih khusus sutradara satu ini mengantongi rapor merah kalo bikin film yang bernuansa Islam. Kayak udah jamak, hampir semua orang tahu kalo film-filmnya “agak miring” memposisikan Islam.


So, nggak abis pikir, kalo yang direduksi alias dihilangkan atau disesuaikan itu justru nilai-nilai Islam. Misalnya, dari si penulis buku atau penulis skenario maunya idealis banget ingin menampilkan nilai-nilai Islam, misal aja hijab syar’i, nggak pacaran dan sejenisnya. Tapi kalo si producer dan sutradara nggak menghendaki, ya bisa hilang nilai-nilai itu. Atau kalo pun ditampilkan aslinya, kayaknya bakal kurang laku di masyarakat, seperti film ‘Udah Putusin Aja’ yang kita ceritakan di atas tadi.


Itu artinya gini gaes, bahwa telah terjadi kapitalisasi agama. Maksudnya, para producer dan perangkatnya dengan sengaja ngangkat tema-tema Islami, karena mumpung lagi diminati masyarakat, tapi dengan tujuan tetap nyari sebongkah berlian dari situ. Sebenarnya sih sah-sah aja dari sisi nyari duitnya, tapi kalo sampe mereduksi atau sampe mau ganti nilai-nilai Islam dengan nilai-nilai selain Islam, liberalis misalnya, maka itu bukan lagi wajar, tapi kurang ajar. Berarti memang si pembuat film, ada misi di situ. Nah itu yang gaswat, kalewat-lewat!


Bukan Islam Sesungguhnya

Satu sisi wajib kita syukuri, kalo sekarang film-film islami menghiasi layar lebar. Tapi di sisi yang lain, sepertinya kita masih harus bersabar kalo mau jadiin film, khususnya layar lebar sebagai tuntunan bagi masyarakat, belum seratus persen bisa. Karena dari sekian banyak film islami yang sudah ada, mungkin bisa dihitung dengan jari yang bisa benar-benar dibilang murni menyampaikan pesan Islam. Selalu ada bumbu-bumbu yang ingin ditambahkan, biar laku, biar meriah, biar menarik untuk ditonton masyarakat (yang sekular).


Contohny di film Sultan Agung, Ust Salim A Fillah menyampaikan  tulisanya di fanspage resmi beliau “di banyak bagian film harus menundukkan pandangan karena kostum para tokoh putri terlebih santriwati Padepokan Jejeran belum sesuai harapan, haha. Juga adegan-adegan masa remaja Raden Mas Rangsang dan gadis bernama Lembayung dari jalan mesra di pematang sawah hingga mandi di air terjun yang dijadikan sub alur utama cerita kan sesungguhnya tidak berdasar sejarah” Tuh kan ?!


Itu baru satu contoh film aja lho ya. Gimana kalo setiap film dibegituin? Bakal ambyar nilai-nilai Islam. Maka, sepertinya kita masih harus berpikir cukup panjang bin rumit kalo menjadikan film sebagai sebuah tuntunan. Karena selalu bakal berperang kepentingan antara hiburan atau nilai-nilai Islam yang sesungguhnya. Sehingga, dulu pernah ada seloroh bilang gini Tuh Rhoma Irama aja pacaran, di filmnya”. Meski nggak semua film Bang Haji isinya begitu, tapi itulah kesan dan pesan yang ditangkap masyarakat, sehingga akhirnya dijadikan prinsip sebagian dari mereka.


Maka bagi siapa aja yang ke depannya bikin film yang di dalamnya ada konten Islam, kudu memperhatikan hal kayak gitu. Trus, bagi penontonnya sendiri, nggak usah menjadikan film itu sebagai tuntunan hidup kita. Justru kalo ada dari konten film yang nggak sesuai dengan Islam, bertentangan dengan nilai Islam, maka kita kudu berani mengkritik dan menyampaikannya kepada masyarakat. Kalo pun ditonton, hanya sekedar hiburan, tapi kalo hiburan ternyata bertentangan dengan nilai-nilai Islam, ya nggak usah ditonton, Abaikan aja!


Menggagas Film Dakwah?

Gimana kalo jadiin film layer lebar, sebagai wasilah atau sarana dakwah? Ya tentu saja boleh, tapi tentu aja dengan banyak catatan. Sekali lagi, karena mengingat mayoritas masyarakat kita masih sekuler. Memandang Islam hanya sebelah mata, Islam hanya dicukupkan pada ibadah ritual. Nah, kalo masyarakatnya masih begitu, trus filmnya kudu sesuai dengan selera masyarakat, maka bisa gaswat, nilai-nilai Islam yang mau kita dakwahkan jadi ikut tereduksi.


Urgent bin penting banget, yang utama Islam ini nggak bisa ditawar-tawar. Biar dikata, kita orang yang fundamentalis, atau orang yang kolot sekalipun, kalo itu Islam ya tetap harus kita pegang. Sebagaimana Rasulullah SAW sampaikan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi)

Seseorang nggak mungkin menggenggam bara api yang panas. Rasulullah ingin mengajarkan melalui hadits ini, mereka yang memiliki kesabaran yang ekstra di tengah kesulitan yang luar biasa itulah gambaran orang yang konsekuen dengan ajaran Islam saat ini. Tapi nantikan balasannya di sisi Allah yang luar biasa andai mau bersabar. Ingatlah janji Allah:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10).

Itulah hal prinsipil kalo mau menggagas film dakwah. Selanjutnya penting juga bagi para penggagasnya kudu paham Islam yang sesungguhnya, maksudnya harus memahami Islam yang kaffah. Kalo nggak paham-paham amat, maka yang terjadi, misalnya suatu adegan sudah dianggap Islami, tapi malah ternyata belum. Nah yang kayak gitu itu blunder. Ya blunder, bukan blender, hehee..


Blunder kalo film itu udah tayang di masyarakat, trus menganggapnya itu ajaran Islam yang sesungguhnya. Contoh aja misalnya, tentang ajaran jilbab dan kerudung, atau bahasa trendnya sekarang hijab. Nah, kalo para pemain, pemeran, apalagi kru sutradaranya memahami kalo celana panjang (legging) itu sebagai hijab, kerudung nggak menutup dada sebagai hijab, atau baju ketat (kaos) sebagai hijab. Maka film kayak gini kalo diproduksi dan abis itu tayang, apalagi sampe trending, waduh bisa gaswat blundernya bagi ajaran Islam tentang hijab. Padahal yang diajarkan oleh Islam, bukan begitu yang namanya jilbab dan kerudung (hijab).


Nah, itu contoh satu ajaran aja, gimana kalo semua nilai Islam yang dibawa oleh film, hampir selalu begitu ditampilkannya. Sehingga para pembuat film memang harus mau ngaji dulu Islam yang kaffah, baru bikin filmnya. Ngaji selain dapat ilmunya, juga bisa dapat pahalanya, kalo ikhlas. InsyaAllah kalo ngajinya ikhlas, memburu ridha Allah, itu yang bikin hati tenang, sehingga kalo ingin mengemas film jadi film dakwah, insyaAllah itu lebih berkah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.[]


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Selasa, 24 Maret 2020

Beramal Optimal dalam Kondisi Minimal (Remaja Islam Menyikapi Wabah Virus Corona)


Duka sedang melanda negeri kita. Semula biasa saja mendengar istilah corona, kini tiba-tiba bagai bencana. Si mungil yang tadinya hanya beredar di Wuhan Cina, kini mereka eksodus ke ratusan negara termasuk Indonesia.  Kabar yang dimuat di Kompas.com pada jumat (20/3) menyebutkan bahwa sebanyak 242.713 orang yang telah positif covid-19. Ini yang terdata loh ya, bagaimana dengan yang tidak atau belum terdata? Seperti fenomena gunung es gitu. Ngeri, ya!


Tak Kenal Maka Kenalan


 Hai! Barangkali masih ada yang termangu mencari tahu tentang apa itu virus corona, sini kita ngobrol dan kenalan dulu. Ada yang unik, nih. Kuy! Jadi, penamaan Corona Virus dipilih berdasarkan kemiripan bentuknya dengan crown atau mahkota. Mahkota loh, Guys! Mahkota! Temuan ini didapatkan oleh para ilmuwan di National Institute of Health (NIH), Amerika Serikat. Data ini dirangkum oleh Tribunnews.com dari Dily Mail pada 16 Maret 2020. Tapi sayangnya, ternyata mahkota itu tidak selalu menjadi simbol kekaguman. Yaa, sebagaimana virus Corona yang telah menjagal ribuan nyawa manusia ini. Adakah yang mengaguminya? Serius, pasti gak ada yang mau dipakein mahkota dari bangsa virus ini, kan? Pasti! 


Ngomong-ngomong, tahukah kamu? Ternyata virus Corona ini emang sudah ada sejak dulu, loh. Hanya saja si mungil ini memiliki setidaknya enam jenis keluarga. Nah, dari enam jenis ini mayoritas di antara mereka hanya menyebabkan flu atau demam biasa. Adapun yang tergolong berbahaya, para pakar mengidentifikasi dalam dua jenis yakni MERS-Cov dan SARS-Cov. SARS-Cov sendiri pernah mewabah di indonesia pada tahun 2002.


Masing-masing virus dari keluarga Corona ini memiliki qadar (khasiat) yang spesifik, yakni menyerang pada area pernafasan. Menurut Bapak Ahmad Rusdan, Ph.D (Ahli Biologi Molekuler), jenis paling ekstrim adalah yang terbaru saat ini. Yakni coronavirus atau disebut juga dengan Covid-19. Ia menyasar ke paru-paru dan mengakibatkan penyempitan saluran pernafasan. Inilah penyebab si penderita tiba-tiba kejang-kejang dan tumbang seperti yang beredar di banyak video. Mereka gagal nafas.


Lebih dahsyat lagi dari Covid-19 ini adalah tingkat penularan yang sangat cepat bahkan hingga jadi pandemi. Meneror dunia hingga detik ini dengan jumlah kematian yang melaju tajam karenanya. Subhanallah, horor banget! Maka, qadar dari virus mungil ini tidak boleh diremehkan, yes! Harus dipahami dan diwaspadai agar tepat dalam bersikap agar selamat semuanya, terhindar dari bahaya. Sip, ya?!


Jangan Santuy, Jangan Cemas, Ikuti Panduan!


#TemanSurga di seluruh nusantara, berita tentang pesatnya laju penyebaran Covid-19 khususnya di Indonesia pasti sudah sampai ke kamu, kan? Sejak 16 Maret 2020 sekolah-sekolah sudah diliburkan. Setidaknya dua pekan waktu yang diberikan untuk kita agar #dirumahaja. Dipilih waktu selama 14 hari ini bukan tanpa alasan loh, ya. Ada data dan penelitian yang tentu saja tidak mudah untuk peroleh angka 14 ini.


Coba sini, duduk manis dulu. Menurut para ahli, waktu 14 hari itu sangat penting untuk memotong rantai penularan virus Covid-19. Mampu menghentikan laju penularannya. Bahkan mampu menyelamatkan ribuan orang. Syaratnya, masing-masing kita harus patuh tetap diam di rumah selama 14 hari yang ditetapkan.


Jadi begini, sebagaimana tulisan dr. Raisa Broto Asmoro yang viral di sosial media, #dirumahaja ini memiliki filosofi penting, loh! Disebutkan bahwa ketika seseorang kontak dengan apapun yang bisa menginfeksi dirinya dengan Covid-19, maka harus ditunggu minimal 14 hari untuk diobservasi. Jika dalam waktu 14 hari tidak terjadi apa-apa, maka orang tersebut aman.


Masalah besarnya adalah ketika kita tidak menghiraukan perintah untuk #dirumahaja in. Masih tetap ingin serasa sebahagia dan sesantai di pantai, kita menganggap bahwa  libur 14 hari adalah waktunya bersuka ria. Bebas dari sekolah, berarti merdeka mau apa aja. STOP! Dalam kondisi wabah virus corona ini, tindakan tersebut berbahaya bagi diri sendiri juga orang lain, Bro dan Sist!


Keluguan dan kecerobohan kita tersebut akan menggagalkan pemutusan rantai wabah virus corona. Jika kita terjangkiti virus, kemudian kita berinteraksi dengan orang lain maka orang tersebut akan tertular. Begitu seterusnya hingga penularan terjadi di mana-mana. Efek domino akan berlangsung, rantai penularan akan terus berlangsung. Libur 14 hari yang sejatinya untuk mengisolasi diri agar wabah bisa ditangani pun menjadi sia-sia. Korban akan semakin banyak sedangkan tenaga dan alat medis terbatas. Apa jadinya? Bayangkan saja, sungguh mengerikan.


Namun demikian, rasa takut dan cemas berlebihan juga tidak dibenarkan. Sebagai seorang muslim, kita punya pegangan dan sandaran yang kokoh banget. Ya, pegangan kita adalah aqidah islam. sandaran kita adalah Allah SWT. Adakah yang lebih kuat dari itu semua? Pasti tidak!


Tugas kita adalah mengupayakan apa yang berada pada area yang kita kuasai. Semisal berikhtiar untuk menghindari stimulus penularan seperti berkerumun, tempat keramaian, dll. Selain itu, konsumsi makanan sehat bergizi, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan badan dan lingkungan, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker jika sedang sakit, ini semua juga masuk ke dalam wilayah yang kita kuasai dan sangat bisa kita ikhtiarkan. Gampangnya nih ya, udah deh, ikuti aja panduan yang sudah diberikan oleh para ahli yang ada. Jangan songong dan belagu buat aturan main sendiri yang justru akan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sip, ya!


Selanjutnya, tugas kita adalah perbanyak doa dan bertawakal. Meminta ampunan kepada Allah SWT. Memohon pertolongan-Nya agar segera tiba. Mengiba agar Allah SWT. memusnahkan virus corona. Merengek supaya masih ada kesempatan bagi kita untuk hidup dan menambah berat timbangan pahala. So,  jangan santuy, jangan pula cemas berlebihan. Cukup ikuti panduan!


Beramal Maksimal dalam Kondisi Minimal


Sahabat, memang tidak mudah bagi kita untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Rasa bosan pasti akan menghampiri. Tetapi ingat, kita harus tetap bersabar dan bertahan dalam masa isolasi ini demi keselamatan bersama.


Hal yang juga paling penting untuk selalu kita ingat adalah banyaknya kebaikan bagi seorang muslim dalam kondisi apapun. Ya, dalam kondisi wabah yang menggila ini, kita sangat bisa mendulang kebaikan dan mengumpulkan pundi-pundi pahala, loh. Caranya gampang banget.


Pertama, luruskan niat kita agar ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Diam di rumah untuk membantu memutus rantai wabah penyakit merupakan bagian dari syariat, jika kita melakukannya semata karena Allah, maka diamnya kita di rumah bisa berpahala. Asyik, kan?!


Selanjutnya, lakukan berbagai aktivitas positif  yang bisa kita lakukan di rumah. Apa saja aktivitasnya? Banyak! Kita bisa memaksimalkan belajar di rumah. Baik belajar pelajaran sekolah maupun belajar tentang keislaman. Baca buku, simak kajian di youtube, atau sesekali video call-an dengan para guru kesayangan. Lebih fleksibel dan santai, bisa sambil rebahan. Kurang enak apa coba? Alhamdulillah.


Selain itu, kita juga bisa semakin jor-joran dalam berbakti kepada kedua orang tua. Selama diam di rumah, kita bisa membantu berbagai aktivitas mereka. Bersama-sama menyiapkan hidangan makan, atau bersih-bersih rumah dan pekarangan misalnya. Ini pasti seru banget dan semakin menumbuhkan rasa kasih dan sayang. Masyaallah!


Hal penting lainnya yang juga bisa dilakukan dari rumah adalah tetap melakukan aktivitas menebar cinta. Yakni aktivitas amar makruf nahiy munkar alias dakwah. Ya, kita tetap bisa berbagi kebaikan islam dari rumah untuk teman-teman kita.


Caranya? Melalui sosial media, kita tetap bisa saling menasehati dan mengingatkan teman-teman untuk selalu terikat pada syariat. Melalui akun sosmed kita bisa menebarkan kebaikan secara leluasa. Tanpa batas, jarak, dan waktu. Kapanpun bisa panen pahala dari sana. Seru ga? 


Semua sudah dikerjakan. Bantu ortu, beres. Tugas-tugas sekolah, finish. Baca-baca buku, tuntas.  Berbagi kebaikan via sosmed juga sudah. Nah, tiba waktunya bagi kita untuk perbanyak zikir agar semakin dekat dengan Allah SWT. dan bisa terhindar dari virus ini.  Berikut doa dan dzikir yang dapat kita munajatkan kepada Allah Swt.:


سورة الفاتحة   

المعوذات (سورة الإخلاص وسورة الفلق وسورة الناس)


اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ اَلَّذِى لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ“

Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung,  tiada Tuhan selain Dia Yang hidup kekal serta terus menerus mengurus (makhluk); dan aku bertobat kepada-Nya.” (minimal 10x)


بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“(Aku berlindung) dengan Nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu di bumi dan di langit yang bisa membahayakan. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (3 kali)


أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya. (3 kali)


Lalu doa berikut :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit sopak, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan lainnya.


اللَّهُمَّ إِنِّي اعوذ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

Ya Allâh, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya musibah yang tak mampu ditanggung, dari datangnya sebab-sebab kebinasaan, dari buruknya akibat apa yang telah ditakdirkan, dan gembiranya musuh atas penderitaan yang menimpa. 


اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ


“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu. 


Masyaallah, ternyata banyak banget kegiatan positif yang bisa kita lakukan selama masa isolasi diri ini. Intinya mah, kalau mau berbuat kebaikan pasti ada aja jalannya. Yakin deh, kita mampu beramal optimal meski dalam kondisi yang minimal seperti saat ini. tinggal kemauan kita yang harus diperbesar.


Hempaskan mager dan berkeluh kesah. Tingkatkan sabar, syukur dan amal soleh untuk dapatkan berlipat kebaikan. Semangat lawan virus corona, yes! Semoga wabah ini segera berlalu, rahmat Allah SWT. tercurah untuk kita dan seluruh kaum muslimin di muka bumi ini. Amin![]


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Jumat, 20 Maret 2020

Arsitektur Islam, Amazing Bukan Main!



Taj mahal, the Crowning Jewel (Mahkota permata) . Sebuah kompleks bangunan dan taman seluas 22,4 hektar yang dibangun pada tahun 1632 atas nama cinta Raja Shah Jahan atau Sultan Jehan kepada istri ketiganya, Mumtaz Mahal. Di dalamnya terdapat air mancur, makam, dan juga kolam yang memanjang. Nggak heran kalo situs warisan dunia UNESCO menempatkannya sebagai satu dari Tujuh Kejaiban Dunia Baru.

Francois Bernier, seorang wisatawan Perancis populer, pernah berkata makam Taj Mahal harus diberi peringkat lebih tinggi daripada piramida Mesir soal keajaiban dunia. Menurut ahli arsitektur Islam, Taj Mahal memiliki begitu banyak keunggulan yang membuatnya masih berdiri menjadi saksi kekuatan arsitektur Islam di India. Mantul!

Saksi Sejarah Ketinggian Peradaban Islam
Arsitekstur dalam Islam, tak sekedar seni memperindah bangunan bersejarah. Tapi lebih dari itu, bagian dari saksi bisu peradaban Islam yang sangat luhur dan tinggi. Cantiknya arsitektur Islam bisa disaksikan dari beberapa bangunan berikut yang hingga hari ini masih berdiri kokoh. 

Blue Mosque, Istanbul, Turki

Salah satu fitur paling menonjol dari cakrawala Istanbul adalah kubah yang menjulang tinggi dari kompleks Masjid Suleymaniye atau Blue Mosque. Masjid ini dibangun oleh Kaisar Ottoman Suleyman The Magnificent antara tahun 1550 dan 1557.
Masjid ini merupakan kompleks masjid terbesar dan paling mengesankan di Istanbul. Kompleks ini dirancang oleh arsitek utama Ottoman bernama Mimar Sinan. Di sekitar masjid itu terdapat rumah sakit, beberapa sekolah agama, deretan toko, makam, dan pemandian. 

Dome of The Rock, Yerusalem, Palestina

Monumen Islam tertua yang masih ada saat ini adalah Dome of The Rock alias Kubah Batu di Yerusalem. Masjid Kubah Batu didirikan di antara tahun 687-692 M oleh Khalifah Abdul Malik dari Bani Umayyah. Masjid ini dianggap sebagai bangunan berkubah yang pertama dalam peradaban Islam. Sebab, tradisi bangunan orang Arab sebelumnya memiliki atap yang rata/datar. Bangsa Arab waktu itu memang belum punya tradisi arsitektural secanggih peradaban Bizantium dan Persia. Setelah Khilafah Islam berkuasa di Palestina yang sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan Bizantium, kaum Muslimin pun mengadopsi teknik dan seni arsitektur Bizantium

Benteng Aleppo, Suriah

Salah satu karya arsitektur paling mengesankan di Timur Tengah adalah benteng yang berdiri di atas bukit di tengah Kota Aleppo, Suriah. Ini merupakan contoh arsitektur militer Islam yang sangat mengesankan. Di bagian dalam terdapat tempat tinggal, toko, sumur, masjid, dan instalasi pertahanan militer. Semua yang diperlukan untuk bertahan di masa perang atau pengepungan. Bangunan ini memiliki dua gerbang yang menjulang yaitu disebut Gerbang Ular dan Gerbang Singa.

Istana Alhambra, Granada, Spanyol

Alhambra adalah istana yang dibangun oleh seorang pangeran Dinasti Muslim Nasrid pada abad ke-14. Beberapa bagian dari istana telah dihancurkan. Saat ini, ada tiga bagian yang tersisa seperti sebuah benteng (al-Qasbah) di ujung barat bukit, sekelompok paviliun, dan taman yang dikenal sebagai Generalife. Semuanya didekorasi indah dengan ubin berwarna, bentuk geometris, kayu berukir, dan kaligrafi yang mengesankan.

Si-yo-se-pol, Isfahan – Iran (1599-1602)

Kita beralih sejenak dari bangunan masjid atau istana. Kali ini arsitek Islam membangun sebuah jembatan dengan desain yang unik. Namun tetap memiliki cita rasa Islam yang sangat kental. Nama jembatan ini Si-yo-se-pol atau jembatan Allah Verdi Khan. Jembatan ini merupakan contoh dari desain jembatan Safavid yang sangat terkenal di abad ke-17 masehi. Jembatan Si-yo-se-pol memiliki 33 lengkungan yang dilintasi aliran Sungai Sayandeh. 

Masih banyak bangunan bersejarah lainnya yang menjadi simbol ketinggian peradaban islam. Sebut saja Masjid Badshahi di Lahore – Pakistan (1671-1673), Masjid Besar Xi’an di China (742), Masjid Al-Azhar di Kairo – Mesir (972) atau Masjid Besar Djenne di Mali (1907). 

Ciri Khas Arsitektur Islam

Layaknya sebuah masterpiece, sebuah karya spektakuler punya ciri khas yang menjadikannya istimewa dan berbeda dari yang lain. Begitu juga dengan berbagai keindahan arsitektur Islam. Berikut beberapa ciri khas yang sering ditemui dalam arsitektur Islam. 

Kebun

Selama berabad-abad, kebun dan air memainkan peran yang paling penting dalam budaya Islam, dan sering disebut sebagai taman surga. Taman Islam yang tradisional biasanya memiliki air dan tempat untuk berteduh. Hal ini dikarenakan Islam umumnya datang dan tersebar di iklim yang panas dan gersang. Kebun Islam dibuat untuk istirahat dan biasanya memiliki tempat duduk.

Halaman (sehan)

Halaman biasanya ditemukan pada struktur bangunan biasa dan keagamaan. Pada rumah biasa, halaman biasanya memiliki tembok dengan jenis tanaman estetis, air, dan pencahayaan yang alami. Halaman pada rumah juga digunakan sebagai ruang pendingin dengan adanya air mancur dan sumber udara saat musim panas. Halaman di tembok dengan tujuan untuk melindungi wanita di dalam rumah agar mereka tidak perlu memakai hijab.

Sehan

Sehan adalah halaman yang berada di dalam masjid yang memiliki arsitektur Islam. Halaman pada masjid memiliki struktur yang terbuka dan dikelilingi oleh struktur lainnya berupa aula atau ruangan lainnya. Pada sehan juga terdapat tempat untuk berwudhu, teras untuk beristirahat atau melakukan pertemuan lainnya.

Kubah

Berdasarkan gaya kubah pada masa Bizantium, arsitektur Ottoman mengembangkan bentuk kubah sentral yang lebar dengan diameter besar yang didirikan di tengah-tengah bangunan. Bentuk kubah Hagia Sophia contohnya, bentuk kubah yang megah di pusat bangunan dengan struktur kubah dan tiang penyangga yang membentuk satu kesatuan struktur tunggal.

Lengkungan runcing

Bentuk arsitektur lengkungan runcing sering digunakan pada arsitektur Islam. Desain interior pintu yang digunakan biasanya berukuran besar dan dekoratif. Pintu biasanya juga dihiasi dengan ukiran Islam dan warna-warna yang cerah.

Muqarnas

Unsur arsitektur muqarnas merupakan ornamen yang dibuat pada kubah atau pada tempat lainnya. Muqarnas biasanya terbuat dari bahan yang berbeda-beda seperti batu, bata, kayu atau semen.

Ornamen

Ornamen merupakan fitur yang paling penting dari arsitektur Islam. Pola-pola yang digunakan biasanya adalah pola-pola yang rumit, seperti motif geometris, motif floral, atau kaligrafi. Motif floral yang rumit melambangkan konsep tak terbatas yang membuktikan eksistensi Allah yang kekal. Dalam Islam tidak boleh (haram) menggunakan gambar-gambar makhluk hidup, baik itu manusia ataupun hewan.

Kaligrafi adalah bentuk yang paling dihormati dari seni Islam karena kaligrafi menghubungkan antara Bahasa umat Islam dengan agamanya. Isi dari Al-Quran menjadi sumber dari kaligrafi Islam. Ciri khas kaligrafi arab dibanding dengan seni menulis lainnya seperti kaligrafi Cina, menurut Ghani Alani, master kaligrafer kelahiran Irak, adalah mampu mencakup tiga jenis kaligrafi sekaligus, yakni; (1) piktografi, penggunaan gambar untuk melambangkan suatu kata atau frasa, seperti hieroglyph Mesir Kuno; (2) ideograf, tulisan berupa simbol-simbol yang melambangkan ide tertentu seperti huruf Kanji; dan (3) tulisan alfabetis (abjad) yang rangkaian simbolnya (huruf) bisa menggambarkan bunyi kata yang diucapkan.

Minaret

Minaret adalah menara yang berbentuk persegi dan digunakan untuk mengumandangkan adzan pada masjid. Minaret diambil dari Bahasa Arab “nur” yang berarti cahaya. Minaret di Masjid Agung Kairouan di Tunisia dianggap sebagai minaret tertua di dunia.

Mihrab

Mihrab merupakan tempat imam memimpin shalat yang mengarah ke Ka’bah di Mekkah.

Ketinggian Peradaban Islam

Rasulullah saw bersabda, “Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya.” [HR Ar-Rawiyani, Ad-Daruquthni, Al-Baihaqi)
Hadits di atas mengingatkan kita kalo agama Islam yang kita anut tak sekedar agama ritual belaka. Lebih dari itu, Islam merupakan keyakinan sekaligus aturan hidup bagi penganutnya. Islam punya aturan yang lengkap dalam hal makanan, minuman, pakaian, ibadah, bisnis, pendidikan, jual beli, hingga masalah ekonomi dan politik. Gak ada yang terlewat. 

Begitu juga dalam arsitektur bangunan, Islam punya aturan yang khas. Bukan cuman bikin bangunan yang keren dan amazing bukan main. Arsitektur Islam dibalut oleh nilai ruhiyah sebagai wujud ketaatan pada Sang Pencipta. Karena itu, gak sembarangan bikin bangunannya. Inilah cerminan ketinggian peradaban Islam dalam setiap bangunannya yang indah nan megah.

Ketinggian peradaban Islam dalam seni arsitektur sesuai dengan predikat Umat Islam sebagai khoiru ummah alias umat terbaik yang menjadi teladan bagi umat manusia lainnya. Sebagaimana ditegaskan Allah swt dalam firman-Nya. 

“Kalian (umat Islam) adalah umat yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran, dan beriman kepada Allah.” (Q.S. Ali-Imran [3]: 110).

Untuk itu, sudah selayaknya kita sebagai bagian dari umat terbaik ngerasa bangga dan percaya diri untuk menunjukkan identitas kita sebagai seorang muslim. Kebanggaan kita bukan untuk menzhalimi penganut agama lain. Tapi bangga dengan kesempurnaan aturan hidup Islam yang kita amalkan. Dan percaya diri untuk menyampaikan kebenaran Islam kepada orang lain untuk kebaikan seluruh manusia.

Jadi, nggak ada alasan bagi kita untuk bersedih hati bin baperan ketika ada yang nyinyirin aktifitas pengajian kita atau cuekin dakwah kita. Lanjut aja. Ingat, Allah SWT mengingatkan bahwa umat Islam paling tinggi derajatnya di antara umat-umat lain. 

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang beriman” (Q.S. Ali-Imran [3]: 139).

Mari kita sama-sama mengenal Islam lebih dalam dan aktif berdakwah dalam keseharian. Sampai nanti sampai mati. Sebagai bentuk kebanggan kita pada kebenaran ajaran Islam dan ketinggian peradabannya yang pernah menguasai dunia. Sebagaimana diungkapkan oleh sejarawan barat, Jacques C. Reister, “Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi.” Semuanya tercermin dalam keindahan bangunan-bangunan bersejarah Islam. Arsitektur Islam, amazing bukan main!

Rabu, 18 Maret 2020

Pikir Kritis untuk Jadi Selebritis



Gais, udah menjadi pemandangan rutin saban tahun ribuan peserta antre untuk ikut kompetisi pencarian bakat. Bukan saja para abege dan para seniornya yang antusias dan berharap menjadi idola instan, para batita juga tidak mau kalah eksis. Tapi yang terakhir ini sih kayaknya emak-emaknya deh yang ngebet. Hihihi.


Yah, gak heran sih di era serba sosmed hari ini, seolah menjadi lumrah untuk mengaktualisasikan diri. Segala potensi yang kita punya, sangat bisa untuk dikabarkan pada dunia. “Ini loh Gue!”. Begitu! Bisa jadi gak kecuali kamu juga kan? Hehe..


Ingin Dikenal itu Fitrah, Kok!


Gaes,  pastinya kamu akan merasa bahagia saat dipujI,  senang saat unggahan kita disinggahi ribuan jempol, sedih jika dilupakan. Mendadak galau kalau sosial media kita sepi kunjungan.  Bohong kalau gak! Ups..


Terus, salah gak sih punya perasaan seperti itu? Secara kita kan generasi Islam, generasi terbaik. Masak iya serapuh itu. Tapi kenyataannya emang ada sih perasaan-perasaan begitu. Terus gimana dong? Hiks!


Tenang, bukan Islam namanya kalau tidak menjawab tuntas setiap persoalan. Dear, wajar kok jika kita punya rasa bahagia, sedih, cinta, benci, takut, marah, suka, duka dan berbagai rasa lainnya terhadap sesuatu. Baik itu terhadap benda-benda, manusia, ataupun situasi dan kondisi tertentu.


Semua rasa yang ada ini adalah penampakan dari naluri yang Allah Swt. anugrahkan untuk kita. Naluri mempertahankan diri namanya atau biasa juga dikenal dengan gharizatul baqa. Jadi, setiap manusia pasti memiliki fitrah ini. Ingin dihargai, dikenal, dihormati, dipuji bahkan cendrung ingin menguasai adalah sesuatu yang manusiawi. Tidak ada yang salah sampai di sini.


Sebagaimana yang telah Allah Swt. isyaratkan dalam Alquran:


”Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebagai bagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan kami sendiri, lalu mereka menguasainya?” (QS. Yaasin:71)


Nah, hanya saja kita juga harus ingat kembali. Bahwa adanya segala rasa tadi pasti akan mendorong kita untuk beramal atau beraktivitas. Ya, tentu dalam rangka mengekspresikan rasa yang ada. Dalam beramal inilah kita membutuhkan aturan. Tidak boleh bebas tanpa batas. Sebab kebebasan pasti akan membawa kita pada amal yang kebablasan dan berakhir pada kebinasaan. Ngeri, kan?!


Lantas aturan apa yang kita butuhkan? Aturan lalu lintas? Hem, aturan dari yang menciptakan kita dong, gais! Aturan yang tidak mungkin salah. Aturan yang pasti benar dan menyelamatkan. Yups, aturan Islam. Al Quran dan As Sunnah. Generasi terbaik memang tidak bisa jauh-jauh dari mukjizat ini, gais!


Ringkasnya, punya jiwa ngartis itu fitrah. Alaminya manusia memang suka jadi sorotan. Senang kalau diidolakan. Hanya saja, kita mesti teliti. Dalam hal apa kita ingin jadi idola dan dikenali? Ini penting, gais. Karena akan menentukan tempat kita di akhirat kelak. Yapz, generasi Islam emang kudu selalu mikir tentang tempat kembalinya. Surga atau neraka.


Hitam Kelam Dunia Selebritis


Membludaknya peserta dalam setiap audisi ajang pencarian bakat setidaknya menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang ingin uji talenta. Mengadu nasib, barangkali terpilih menjadi bintang yang dipuja. Sekadar eksis bahkan juga sebagai pendulang pundi-pundi materi tentu saja jadi alasan.


Tidak hanya melalui audisi, jagad sosial mediapun bisa menjadi corong untuk mengorbitkan siapa saja. Sama, terkenal di dunia dalam jaringan juga berpotensi mendatangkan ketenaran dan penghasilan. Ya, memang dua hal inilah kata kunci yang menjadikan gemerlap selebriti digandrungi.


Berbagai macam cara sanggup dilakukan demi mendulang popularitas. Macam-macam peran dan adegan tidak jadi soalan asalkan bisa menghantarkan pada puncak kemasyhuran. Meski harus melanggar aturan dari keyakinan yang dimiliki, tetap tidak peduli. Pokoknya klimis, eksis, jadi artis. Nastagfirullah!


Banyak pula kita saksikan konten-konten unfaedah bertebaran di televisi ataupun di jagad sosial media. Unjuk kesadisan, pamer kekayaan, bangga jadi pelaku perundungan, buka-bukaan pakaian, ekstrim-ekstriman gaya pacaran, alih peran laki-laki jadi perempuan atau perempuan jadi laki-laki alias transgender, dan segudang amoral lainnya merebak bak cendawan di musim hujan. Mengerikan!


Demi apa sih rela memutus urat malu dan nurani gitu?  Gak takut apa sama dosa? Hidup di dunia ini kan hanya sementara. Kita akan kembali menghadap kepada Allah Swt. dan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita. sekecil apapun itu. so, apa gunanya coba segala ketenaran dan harta benda jika hanya akan menyeret kita ke neraka. Ih, ogah ah!


Secara akal warasnya memang begitu, zheyeng. Tapi tidak bagi yang telah terpapar virus sekularisme dan liberalisme. Sekularisme menghembuskan sihir agar manusia memisahkan agama dari kehidupan. Liberalisme pula menaburkan racun kebebasan. Sehingga siapa saja yang mereguk dua virus ini, niscaya hanya gerlap dunia yang mereka cinta. Maka halal dan haram tidak akan lagi masuk dalam kamus kehidupannya. Lagi-lagi, yang hinggap dipikiran hanyalah menjadi kondang dan banyak uang. Titik!


Begitulah dunia selebritis. Alam yang memuja ketenaran. Sangat dekat dengan hitam dan kelamnya kehidupan. Karena memang dipisahkan dari aturan yang menyelamatkan. Dijauhkan dari cahaya kebenaran. Diasingkan dari rahmat Islam.


Jadi Idola untuk Jalan Ke Surga


Katanya ingin jadi terkenal itu fitrah, gak salah. Tapi kok terkesan dibuat susah, sih? Benarnya seperti apa, dong?


Betul bahwa setiap manusia memiliki naluri mempertahankan diri. Ingin terkenal, ingin kaya, dan ingin-ingin yang lainnya. Ini semua memang dibolehkan dalam Islam. Tidak dilarang meraih ketenaran. Tidak diharamkan menjadi hartawan. Asal syarat dan ketentuanya dilaksanakan. Catat!


Jika bicara masalah ketenaran, siapakah kiranya yang lebih tenar dari Rasulullah Saw.? Pun, adakah tandingan jumlah follower dari Baginda Nabi Saw.? Baginda Nabi Saw. dikenal oleh seluruh penduduk bumi bahkan juga oleh penduduk langit. Pengikut Rasulullah Saw. tidak hanya hitungan jutaan, tapi milyaran. Ada lawan?


Begitu pula halnya dengan kekayaan. Rasulullah Saw. adalah orang yang selalu terdepan dalam mendermakan hartanya. Ada saja tujuan untuk menjadi tempat berderma baginya. Sedekah untuk fakir miskin. Bantuan untuk jihad fi sabilillah. Juga nafkah untuk keluarganya. Ini adalah pertanda bahwa Muhammad Saw. adalah manusia yang juga kaya akan harta.


Para sahabat Nabi Saw. juga tidak terhitung jumlahnya yang tenar dan berdinar. Bahkan keterkenalan mereka tidak sebatas hanya di masanya. Melainkan tembus hingga ke masa kita sekarang.


Abu Bakar As-Shidiq ra., Umar bin Khatab ra., Utsman bin Afan ra., dan Ali bin Abi Tholib ra. adalah sahabat yang selalu dikenang hingga sepanjang masa. Khalifaur rosyidin yang namanya selalu disebut dalam setiap pelaksanaan salat terawih. Bagaimana eloknya kepemimpinan mereka selepas meninggalnya Rasulullah Saw. juga selalu jadi perbincangan. Meninggalkan gemilang jejak peradaban Islam yang tidak akan pernah terlupakan.


Banyak pula sahabat Rasululla Saw. yang menjadi hartawan. Bahkan ketika memilih jalan hijrah dari Mekah ke Madinah tanpa membawa harta sekalipun, kekayaan tetap datang menghampirinya. Dialah Abdurrahman bin Auf ra. yang namanya juga masih kita kenal hingga saat ini. Tentu saja, bukan hanya Abdurrahman bun Auf ra. yang bergelar saudagar kaya, masih banyak yang lainnya.


Sungguh, faktanya menjadi idola dan berharta bukanlah keburukan dalam pandangan Islam. Sangat manusiawi dan sama sekali tidak dihalangi. Hanya saja, Islam memiliki aturan yang jelas dan rinci dalam hal ini.


”Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabb-Nya, hingga ia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan kemana dibelanjakan, serta bagaimana ia mengamalkan ilmu yang dipunya.” (HR. AT-Tirmidzi, no. 2416)


Bagaimana, cukup jelas apa yang tersurat dalam hadist di atas? Inilah syarat dan ketentuan yang harus kita tunaikan dalam beramal apa saja. Ya, kita harus memastikan bahwa semua kata dan laku harus peroleh rida-Nya. Kenapa? Karena hidup kita tidak berhenti hanya di dunia. ada kehidupan lain yang kita kenal dengan keabadian. Itulah kehidupan akhirat di mana ada surga dan neraka di dalamnya. Kita tentu mengidamkan surga bukan? Karenanya hidup kita di dunia harus patuh pada syariat-Nya. Jelas, ya!


Maka, silahkan menjadi idola. Sangat boleh jika ingin kaya. Tapi pastikan bahwa semua itu bisa membawamu ke Surga. Caranya mudah. Jadilah idola yang semakin mendekatkan penggemarmu pada Allah Swt. Buatlah konten-konten penuh inspirasi sehingga membawa follower-mu ke jalan ketaatan. Bertakwa hanya pada Allah Swt. yang Maha Menciptakan.


Menjelmalah sebagai hartawan yang menjemput kaya dengan jalan halal. Kemudian tidak ragu berderma untuk kebangkitan Islam. Menyantuni fakir miskin, membiayai anak yatim,  berinfak untuk berbagai kegiatan dakwah, dan kegiatan syiar Islam lainnya. Jadi bukan justru hedon dan foya-foya. Pamer harta hanya  demi pujian dari manusia. Big no!


Intinya, lakukan semuanya demi Islam. Demi Allah Swt. dan Rasul-Nya. Bagaimana, siap menjadi idola untuk jalan menuju surga? Kuy![]


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Jumat, 13 Maret 2020

LaGiBeTe Koq Bangga?


Gaes, kayaknya nggak banyak yang tahu ya, kalo setiap tanggal 1 Maret diperingati sebagai hari solidaritas L68T nasional. Nggak perlu kita ceritakan gimana awal mulanya koq bisa diperingati sebagai hari itu, tapi yang jelas keberadaan kaum L68T bukan hal sepele dua pele dari segi jumlah. Mereka sengaja bikin sebuah peringatan, tentu ada maksud dan tujuannya, salah satunya biar keberadaan mereka di bumi nusanara diakui. Kalo sudah diakui oleh masyarakat, itu artinya mereka bakal makin bebas, lebih berani dan biar dianggap lumrah bin wajar. Wadaw, gaswat bener nih!


Kita, beberapa bulan yang lalu sempat dihebohkan oleh berita yang mendunia tentang perilaku menyimpang kaum LGxx ini. Perihnya, pelaku maksiat tersebut mahasiswa Indonesia yang didakwa atas 136 pemerkosaan yang dilakukan di Manchester, Inggris, sejak tahun 2015 sampai 2017. Duh! Itu artinya sebenarnya di Barat yang liberal, perilaku menyimpang ini bisa terkategori sebagai sebuah kriminal, tapi dengan catatan, kalo korbannya melaporkan sebagai perbuatan kriminal. Kalo antara pelaku dan korban diem-dieman alias suka sama suka, maka ya well done, namanya juga liberal.


Nah, di Barat yang sekuler bin liberal emang kayak gitu, apa iya di negeri ini mau mencontek abis perilaku menyimpang itu, lalu dibiarkan bebas-bebas aja?! Dengan adanya hari solidaritas itu membuktikan bahwa di Indonesia para pelaku penyimpangan seksual ini sudah berani untuk minta diperhatiin. Kalo pun nggak diperhatiin sih kayaknya mereka bakal tetap kekeuh nyari perhatian. Mereka menggelar acara peringatan solidartas dalam rangka biar terbentuk opini umum, bahwa kaum mereka berikut perilakunya, bukanlah penyimpangan, kriminal atau dosa.


Kaum L68T, Siapa Mereka?


Biar ngebahasnya enak, kita kudu jelas dulu nih siapa yang kita sebut kaum LGxx itu. Oiya sebelum lanjut, ditulisan ini sengaja kita nggak tulis (ketik) dengan sebutan normal, tapi kita pake kode L68T atau LGxx, karena kalo ditulis asli, trus nti diuplod di sosmed (FB dan IG) bakal dideteksi sebagai ujaran kebencian, udah gitu nti pasti kehapus otomatis sama robotnya FB maupun Instagram. Padahal maksud kita dakwah lho, ngasih tau ke khalayak kalo perilaku kaum L6xx ini dosa maksiat dan kriminal. Masak iya dakwah dikategorikan sebagai ujaran kebencian. Aneh aja!


Kaum L68T bisa diwakili oleh perilaku lesbian dan gay (homosekusual). Homoseksual (gay) di dalam Islam disebut dengan istilah “al-liwath” (طاوللا) yang artinya orang yang melakukan perbuatan  seperti  perbuatan  kaum  Nabi  Luth,  yang  pelakunya disebut “al-luthiyyu” (يطوللا), yang berarti laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan laki-laki. Seperti dijelaskan dalam Majma‟ al-Lughah al-‟Arabiyah. Sementara lesbian di dalam Kamus Al-Munawir  disebut dengan “al-sihaq” (قاحسلا)  yang berarti perempuan yang melakukan hubungan seksual dengan sesama perempuan.


Jadi, homoseksual adalah hubungan seksual antara cowok dengan cowok, sedangkan berhubungan seks antara cewek, disebut lesbian (female homosex). Lawan homosex dan lesbian adalah heterosex, artinya hubungan seksual antara orang-orang yang berbeda jenis kelaminnya (seorang pria dengan seorang wanita). Dalam berbagai referensi semua mengatakan, bahwa homoseksual  adalah kebiasaan seorang laki- laki melampiaskan nafsu seksualnya pada sesamanya. Sedangkan lesbian adalah kebiasaan seorang perempuan melampiaskan nafsu seksualnya pada sesamanya.


Perbuatan homoseks disebut  liwath,  karena  perbuatan tersebut pernah dilakukan oleh kaum yang durhaka kepada seruan Nabi Luth as. Kaum itu berdomisili di negeri Sodom (di sebelah timur Laut Mati atau di Yordania sekarang) dan karena itu di kalangan bangsa   Barat, perbuatan mereka disebut sodomi.


L68T Adalah Penyimpangan


Perbuatan kaum homoseks atau liwath termasuk adalah tindak pidana berat (dosa besar), karena termasuk perbuatan keji, sebagaimana firman Allah dalam QS al-A‟raf ayat 80 dan 81:


“Dan (kami juga telah mengutus) Luth ketika dia berkata kepada mereka: “mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini)”. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”.


Rasululah dalam sabadanya juga menyebutkan: “Allah tidak melihat seorang  laki-laki  yang  mendatangi  laki-laki  (melakukan hubungan sex dengan sesamanya) dan mendatangi (menggauli) isteri melalui dubur).” (HR. al Tirmidzi).


“Allah mengutuk perempuan yang menyerupai laki-laki dan laki-laki menyerupai perempuan.” (HR. Ahmad, Abu Daud, al-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas)


Jadi, jelas bin gamblang kalo kita menggunakan standar al-Qur’an dan Hadits maka perbuatan kaum nabi luth ini termasuk penyimpangan seksual yang terkategori dosa alias maksiat. Adapun kalangan liberal pelaku dan pembela kaum LGxx menyebut perilaku suka dengan sesama jenis sebagai “given” atau pemberian Tuhan, adalah kesalahan besar.


Cowok yang mempunyai  sifat  feminim dan sebaliknya,  itu  bisa terbentuk dari lingkungannya sejak kecil. Kalau lingkungan keluarga membiarkan anak cowok bergaul dengan anak perempuan terus-menerus, bahkan mengikuti pakaian, atau aktivitasnya,  maka  anak  cowok itu  akan  terbiasa  mengikuti sifat-sifat  anak  perempuan.  Begitu  pula  sebaliknya.  Maka di sinilah peran orang tuanya bisa mengarahkannya menjadi seorang laki-laki atau seorang perempuan sesuai dengan jenis kelamin anak. Sehingga perilaku feminim seorang cowok, atau perilaku macho seorang cewek bukan given alias pemberian, melainkan itu hasil bentukan (baca: ikhtiar) manusia.


Awas, Mereka Pake Dalil


Kaum liberal pelaku maupun pembela LGxx biar bisa diterima kaum muslim, wa bil khusus di negeri ini, mereka pake dalil untuk melegalkan perbuatan keji tersebut. Biasanya ayat yang mereka pake adalah ayat tentang pernikahan, seperti QS Ar-Rum ayat 21.


“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguh-nya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.


Dalam ayat tersebut terdapat frase “اجاوزأ”, yang oleh kaum liberal ditafsirkan “pasangan”, nah pasangan menurut mereka tidak disebutkan di ayat tersebut harus heteroksesual, yakni pria-wanita, tapi bisa juga adalah homoseksual alias pria dengan pria, atau wanita dengan wanita. Artinya, mereka secara nggak langsung pengin mengatakan bahwa pernikahan sesama jenis nggak apa-apa, asalkan sakinah ma wadah wa rahmah. Wacaw!


Padahal kalo kita merujuk ke tafsir popular Ibnu Katsir, pengertian ayat 21 al-Rum  di  atas adalah  “yaitu   (dan   di   antara   tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri- isteri dari jenismu sendiri), yakni menciptakan kaum wanita  dari  jenismu  sebagai  pasangan  hidup,  (supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya), yakni agar terciptalah keserasian di antara mereka, karena kalau pasangan itu bukan dari jenismu, maka timbullah keganjilan. Maka  di  antara  rahmat-Nya  ialah  Dia menciptakan kamu semua, laki-laki dan perempuan, dari jenis  yang  satu  sehingga  timbullah  rasa  kasih  sayang, cinta dan senang. Karena itu, Dia berfirman, (dan dijadikan-Nya  di  antara  kamu  rasa  kasih  dan  sayang), agar sarana-sarana keterikatan tetap terpelihara dan proses berketurunan   pun   berkesinambungan,   (sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir).” (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur‟an al-‟Azhim, jilid III).  Penafsiran kata “اجاوزأ” dengan makna isteri-isteri, juga disampaikan juga oleh al-Qurthuby, dalam tafsirnya al-Jami‟ li Ahkam al-Qur‟an,  cet III, Jilid XIII.


Dari penafsiran para ulama tafsir terkemuka di atas, semuanya menunjukkan, bahwa kata-kata “اجاوزا” – “جاوزلاا”  dan “يجوز” adalah berarti pasangan laki-laki dan perempuan. Nggak ada satu pun di antara ulama tafsir yang mengatakan, bahwa   kata-kata   tersebut   berarti   pasangan   laki-laki dengan   laki-laki   (homo),   atau   pasangan   perempuan dengan perempuan (lesbi).


So, nggak benar sama sekali ungkapan kaum liberal, alias kaum liberal itu hanya sok ngutip ayat, tapi penafsirannya berdasarkan akal dan hawa nafsu mereka. Ungkapan mereka adalah menyesatkan, karena bertentangan  dengan  nash-nash  Al-Qur‟an  dan  Hadis serta kesepakatan ulama Islam yang mengatakan bahwa homoseks dan lesbian haram hukumnya dan pelakunya harus diberi hukuman atau sanksi. Jadi pelaku homoseks dan lesbian bukan masalah khilafiyah (perbedaan pendapat ulama fikih dalam menetapkan  hukumnya),  karena  ada  larangan  langsung dari Al-Qur'an dan Hadis, kemudian diikuti dengan kesepakatan ulama tentang keharaman perbuatan homo dan lesbi tersebut.


Kudu Dikasih Solusi Tuntas


Dalam Islam sendiri untuk mencegah perilaku menyimpang dalam  hal  permainan,  pakaian,  menganjurkan untuk memisahkan tempat tidur antara laki- laki dan perempuan ketika usia udah tujuh tahun, sebagaimana Hadits Nabi Muhammad Saw:


“Dari Amr bin Syu‟aib, dari ayahnya, dari kakeknya yang mengatakan bahwa Rasululllah Saw bersabda:“Perintahlah anak-anakmu melakukan shalat ketika umurnya sudah sampai tujuh tahun dan pukullah jika mereka meninggalkan shalat, jika umurnya sudah sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya.” (H.R. Abu Daud)


Maka di sini peran orang tua sangat urgent banget, menjauhkan hal-hal yang dapat mengarahkan pada perilaku yang mendekatkan pada tindakan homoseksual dan lesbian. Misalnya melarang laki-laki melakukan hal-hal yang menyerupai tindakan perempuan, begitupun sebaliknya.


Sebagaimana Rasulullah Muhammad Saw sampaikan “Allah mengutuk     laki-laki     memakai pakaian perempuan dan perempuan memakai pakaian laki-laki.” (H.R. Abu Daud dan al-Hakim dari Ibnu Abbas).


Dan yang nggak kalah pentingnya, menetapkan dan menerapkan hukuman dan sanksi terhadap   pelaku   penyimpangan   seksual   (homoseksual   dan lesbian). Kudu ada regulasi atau kebijakan yang melarang segala bentuk propaganda, promosi dan dukungan terhadap legalisasi dan perkembangan LGxx. Harus dilarang masuknya dana asing  yang diperuntukkan bagi kampanye dan  sosialisasi serta dukungan bagi LGxx di Indonesia yang dilakukan oleh pihak manapun, termasuk oleh organisasi internasional serta perusahaan internasional. Karena sebenarnya yang mereka inginkan cuman satu, yakni rusaknya generasi muda, wa bil khusus generasi muslim, sebagai penghuni terbesar negeri ini.


Oleh karenanya, man-teman semuanya, yang ngebaca buletin ini kudu ngeh, bangkit dan ngasih tau kepada teman-temannya, biar mereka nggak ikut-ikutan mengkampanyekan perilaku menyimpang kaum pelangi ini. Dan bekalnya untuk ngasih tau itu cuman satu, yaitu NGAJI. Ayo ngaji sekarang, atau mau nunggu orang-orang baik ikutan rusak, dirusak dan merusak. Naudzubilah min dzalik. []


***

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/koreapi1453/
Twitter - https://twitter.com/koreapi_1453?s=09
IG -  https://www.instagram.com/koreapi.1453?igshid=3x7tpluws2nb
WA - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg