Senin, 27 Agustus 2018

WE ARE ONE

Dimulai dari angka nol yaa!?. Ada yang ngeh (tahu) sama tagline itu?. Yes, kata-kata itu biasa diucapkan oleh petugas pengisian bahan bakar minyak (BBM). Dimulai dari nol lalu selanjutnya indikator pengisian BBM berjalan sesuai dengan jumlah liter yang diinginkan. Setelah diisi bahan bakar, kendaraan pun siap melaju mengantarkan si empunya ke tujuan. Tergantung jarak tujuan bisa jadi kendaraan membutuhkan pengisian bahan bakar beberapa kali. Jangan sampe deh tuh kendaraan kosong bahan bakar, alamat dorong itu sih. Fiiiuuuuhh.

Eiya, kita ngga bakal bahas tentang BBM kok meski BBM ini diem-diem suka naik harganya. Yang udah pasti kalo harga BBM udah naik-naik ke puncak gunung (eh malah nyanyi) ikutan dweehh yang laennya juga naik. Naik uang jajan juga nggaaa?? Weeehh... ini sih semua Teman Surga juga pada mau. (udah ngga usah cengar cengir, udah ketebak deh) hehee...

Semua Kan Ada Hikmahnya...
Ok friends, sebagai insan yang dimuliakan Allah Ta’ala dengan diberikannya akal. Kita tentu harus en wajib dund pake akal kita, termasuk apa yang kita indera (lihat, dengar dan rasakan). Ternyata apa yang kita indera pasti ada hikmahnya selama kita pake akal kita untuk berpikir, selain juga bisa ningkatin iman kita sama Allah Ta’ala lho TemanS. Simak nih apa yang Allah sampaikan dalam Qur’an Surat Al Baqarah ayat 269 “Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran”.

So, hikmah apa yang bisa kita petik dari BBM, kendaraan, mogok? Ups, ini bukan quiz sambung kata yah.. hhmm.. gini TemanS, ibarat kata kendaraan itu adalah kita (manusia) dan yang menjadi bahan bakarnya adalah Iman yang menggerakkan kita untuk melakukan segala hal dengan benar sesuai dengan yang Allah perintahkan. Dan iman itu ngga tiba-tiba ada dengan gitu aja ya sobat, meski pada fitrahnya manusia memiliki naluri untuk beragama. Iman ngga diturunkan atau diwariskan apalagi iman juga bukan tablet hisap yang setiap kali diemut seketika iman kita meningkat. Iman itu hadir saat kita berpikir tentang Tuhan kita, Allah Subhanahu wa Ta’ala. itu kenapa Imam Syafi’i pernah bilang kalo kewajiban pertama bagi seorang mukallaf (yang sudah baligh) adalah berpikir tentang Tuhannya karna dari situ iman kita hadir dan menjadi “bahan bakar” dari setiap amal yang kita lakukan. Jadi, pastikan Imanmu full biar amalmu powerful dan jangan sampe imanmu drop yang bikin amalmu stop. Karna hanya dengan iman segala amalmu akan bernilai ibadah. Bahkan meski hanya memindahkan duri di jalan agar orang lain tak terluka itu bisa bernilai ibadah lho sobaatt. Kebayang kan menjadi seorang muslim itu banyak banget pahalanya, tentu wajib juga menyertakan setiap amal perbuatan kita dengan ikhlas lillahi ta’ala bukan karna pengen dipuji apalagi dapet imbalan dari manusia.

Makanya kita harus hati-hati banget tuh jaga hati biar tetep ikhlas. Secara godaan jaman now smartphone dan budaya upload setiap aktivitas udah jadi candu. Coba aja liat kalo dulu sebelum makan baca do’a sekarang foto dulu abis itu update status “makan siang dulu”, lagi apa aja cekrek foto upload termasuk lagi ibadah misal kalo pas lagi ibadah sholat sembari tangan berdzikir pasang status “hanya dengan mengingatMu hati menjadi tenang”. Nah kalo pas ibadah haji ada lagi nih.. lagi “lempar jumroh” cekrek upload, “lagi thawaf” cekrek upload, “lagi wuquf di Arafah nih” cekrek upload dan aktivitas ibadah lainnya foto dan upload sambil berstatus “nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan”. Trus, pulang ke tanah air dapet gelar Pak Haji atau Bu Haji. Ups, gelara Haji Cuma ada di negeri ini lho hehee... Belum pernah denger kan Mahmud orang Arab dipanggil Haji Mahmud?. Emang sih urusan niat itu ada dalam hati tapi kalo semua kegiatan dipublish termasuk ibadah apa ngga jadi ngga khusyu tuh ibadah?

Eiya, ngomong-ngomong soal haji. Minggu lalu kita Kaum Muslimin baru aja ngerayain Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban. Biasanya setelah motong hewan qurban, rame-rame nyate (bakar sate) yahh meski perjuangan juga mata perih, baju bau asep tapi makannya sih ngga lama juga ludes. Tapi ya gimana juga kebersamaannya itu yang seru, ngga ada lo ngga rame, iya ngga TemanS?.

Kembali ke laptop, eh salah kembali ke hikmah maksudnya. Kalo liat ibadah Haji sebenernya bisa kita ambil hikmahnya lho TemanS, pertama seluruh Kaum Muslimin di dunia mendatangi Baitulloh (Masjidil Haram) di mana semua umat Islam menjadikannya sebagai Kiblat, jadi mau di manapun kita kiblat kita satu friends yaitu Ka’bah di Mekkah Al Mukarromah. “Maka palingkanlah wajahmu ke arah masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, maka palingkanlah wajahmu kearahnya” TQS. Al Baqarah 150. Rasulullaah saw pun bersabda “Apabila kamu hendak sholat, maka berwudhulah dengan sempurna kemudian menghadaplah ke kiblat lalu bertakbirlah” HR. Bukhori dan Muslim. So, that’s why? Kalo kita mau sholat harus menghadap kiblat yang satu, kalo ada yang berani ngerubah atau berkiblat ke arah yang salah udah pasti ibadahnya mardud alias tertolak. Kecuali ada rukhsoh (keringanan) dari Yang Maha Baik, Allah swt untuk kondisi-kondisi tertentu seperti sedang di dalam kendaraan. Kedua, ngga kenal warna kulit, ras dan dari wilayah mana semua bersatu untuk satu tujuan ibadah kepada Allah, mengagungkan kebesaran asmaNya. Meski berbeda bahasa entah mengapa aqidah yang menyatukan mampu membuat mereka saling tolong menolong saling memuliakan satu sama lain. Kalo liat kaum muslimin nyatu (bersatu) gini rasanya meleleh deh, terharu.

Sayang seribu sayang, moment bersatunya umat Islam seluruh dunia bisa dirasakan hanya pada saat pelaksaanaan ibadah haji. Selepas itu, semua kembali ke negaranya masing-masing seolah persaudaraan berakhir saat berakhirnya pelaksanaan ibadah haji. Bahkan ngga jarang antar negeri-negeri muslim sekalipun ada yang cuek dan ngga peduli sama kesusahan dan penderitaan saudara muslim kita di belahan dunia lain. Sebut aja, gejolak yang sampai sekarang belum jua usai bagaimana saudara kita di Palestina, Kashmir dan negeri muslim lainnya bertahan hidup dari serangan penjajah kafir yang rakus dan penuh kebencian. Hiks, garis teritorial itu telah memisahkan kita dengan saudara kita sendiri. Padahal ibarat satu tubuh, kita ini ngga mungkin dipisahkan. Kalo ada salah satu bagian tubuh sakit maka bagian tubuh lainnya pasti ikut ngerasain. Kecuali emang udah mati rasa, jangankan ikut ngerasain sakit, dirinya disakiti sekalipun bisa ngga ngerasain tuh. Hufftt,, semoga masih ada “rasa” yang terpatri di antara kita sesama muslim. Let’s see, para remaja Palestina lebih rela pulang hanya tinggal nama demi membela agama bahkan tanah milik kaum Muslim (Palestina) yang ngga rela dikuasai gitu aja oleh para pembenci agama Allah. Kalo remaja muslim di sana bertekad membela dan memperjuangkan keagungan agama (Islam) bagaimana dengan remaja kita di sini? Ngga berlebihan dong, kalo bisa dibilang remaja kita masih asyik dengan hal-hal yang “nothing”.

Salah satunya tawuran antar pelajar. Mereka ngerasa udah paling hebat dan jago saat beradu tawuran meski karna alasan sepele. Alasan rebut-rebutan pacar, alasan solidaritas yang ngga logis atas nama almamater gampang aja tuh nyerang bahkan ngga sedikit yang berani saling melukai dan membunuh. Astaghfirulloh, nyawa melayang sia-sia kalopun masih hidup masa depan alamat suram itu sih. Camkan nih yang suka petatang peteteng sok jago padahal beraninya keroyokan di tawuran. ”Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya adalah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya dan melaknatinya serta menyediakan azab yang besar baginya” TQS. An Nisa 93. Na’udzubillaah. Sudahlah menang jadi arang kalah jadi abu, di akhirat sama-sama balasan bertubi-tubi dari Allah. Hiihh.. sereem. Tapi, kamu ikhwan yang lagi genggam buletin keren ini pasti ngga mungkin masuk daftar pelaku aksi tawuran yah hehee.. cukup jadi pelaku aksi sebar kebaikan (Islam) aja. Karna hidup itu apalagi masa remaja cuma sekali udah gitu singkat lagi, think smart dund isi masa remajamu dengan hal-hal yang berfaedah dan menjalankan segala perintahNya. Beneran deh, ngga ada sesuatu pun yang mau Allah kasih ke hambaNya yang bertaqwa selain kebaikan untuk dirimu sendiri.

Lelah Berpisah, Bersatu yuk!!
Dalam kalam muliaNya, Allah swt berfirman dalam surat Ali Imran 103 “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu (masa jahiliyyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk”. Clear kan TemanS? Kalo kita ini ngga boleh bercerai berai karna Torang Samua Basudara (Kita semua bersaudara). Jangan karna beda dalam masalah yang furuiyyah (cabang) misalnya qunut dan ngga qunut saat sholat subuh jadi menyulut emosi bahkan perseteruan. Atau mempermasalahkan bahkan memperuncing perihal penggunaan cadar atau niqab bagi seorang muslimah. Ada yang mewajibkan, ada yang men-sunnahkan dan ada yang berpendapat mubah. Gini sisters, selama apa yang diyakini dan dilakukan semua harus berdasarkan kepada dalil-dalil syar’i. Yang jadi masalah itu yang ngga nutup aurat dan malah ngumbar aurat sana sini. Jangan juga di antara kita saling telunjuk bahwa kelompok dakwahnya paling benar, sehingga menutup pintu persaudaraan. Bisa jadi inilah yang menjadi alasan pesimistis seseorang tentang bersatunya kaum Muslimin seluruh dunia. Lha wong, di negeri sendiri saja sesama muslimnya sulit untuk bersatu apalagi seluruh dunia.

Buat yang berjiwa pesismistis dan menganggap utopis bahwa umat Islam bisa bersatu, mungkin perlu membaca ulang kisah sejarah Islam dan Kaum Muslimin pernah bersatu dalam satu kepemimpinan  yang membentang di dua pertiga dunia selama kurang lebih 13 abad. Ahh... itukan sejarah, masa lalu hanya cukup untuk dikenang. Eits, jangan terburu-buru berpikir seperti itu ya TemanS karna perintah Allah dalam Qur’an Surat Ali Imran di atas masih berlaku sampai hari kiamat kelak, apalagi sabda Rasulullah saw bahwa akan hadir kembali Kepemimpinan Islam sesuai metode kenabian adalah tanda bahwa kelak akan tegak dan bersatunya Kaum Muslim yang sudah pasti memberikan rahmat bagi seluruh alam. Catet, itu artinya bukan buat orang Islam saja ya tapi semua makhluk yang bernaung dalam keagungang Kepemimpinan Islam akan merasakan kebahagiaan. Jadi, ini misi mulia yang harus kita emban bersama, darimana pun kamu, kita ini bersaudara. Ingat Tuhan kita satu Allah SWT, Rasul kita pun sama Nabi Muhammad saw, dan kita berpedoman pada kitab yang satu yaitu Al Quran karna kita umat yang satu, ummatan wahiddatan.[]

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Minggu, 19 Agustus 2018

ISMAIL JAMAN NOW

Buat yang punya nama ‘Ismail’ boleh bangga di bulan dzulhijah ini, karena namanya banyak disebut-sebut, hehe.. Tentu man-teman sudah bisa menebak kan, siapa Ismail yang mau kita bahas pada kesempatan kali ini? Yupz, Ismail bin Ibrahim alaihi salam, seorang Nabi keturunan dari Nabi Ibrahim AS.

Kalo soal cerita or kisah dari Nabi Ismail, kayaknya man-teman udah sering banget dengerinnya. Di sekolah, di majelis taklim, atau mungkin ngeliat di youtube sudah banyak dibahas kisah dari Nabi Ismail AS. Tapi dari sekian banyak yang udah diceritain itu, kira-kira kita bisa ngambil petikan kisahnya atau belum? Jangan-jangan bak cerita dongeng pengantar tidur aja, cerita tentang Nabi Ismail AS menguap begitu aja, seiring terlelapnya kita tidur. Duhh!

Kalo kayak di atas kejadiannya, maka wajar bin lumrah jika akhirnya kisah keteladanan Nabi Ismail nggak membekas dalam kehidupan kita. Padahal kisahnya, bisa kita terapkan dalam kehidupan, meskipun di jaman now sekalipun, baik secara langsung maupun nggak langsung. Nggak percaya? Makanya simak buletin asyik ini hingga tuntas pembahasannya. Are u ready?

Ismail Jaman Now: #1 Melek Tsaqofah
Kalo man-teman menyimak kisah Nabi Ismail AS yang paling kita inget adalah kisah disembelihnya beliau oleh Nabi Ibrahim AS. Peristiwa itulah yang menjadi dasar adanya qurban. Walaupun sebenarnya kebiasaan berqurban itu sendiri sudah terjadi di masa jahiliyah. Maksudnya masa sebelum Nabi Ibrahim dan Ismail diutus sudah terjadi ‘tradisi’ qurban, bahkan juga dikisahkan pada kisah Nabi Adam, di mana kedua putranya Qobil dan Khabil, juga mempersembahkan qurban.

Nah, di jamannya Nabi Ismail AS yang berbeda kurun waktunya dengan Nabi Adam AS, pun pada jaman itu sudah ada kebiasaan berqurban. Tapi qurban saat itu lebih mengarah kepada kesyirikan, yaitu mengurbankan manusia sebagai persembahan bagi ‘penjaga’ sungai Nil yang tidak pernah banjir maupun surut airnya. Persembahan biasanya seorang gadis yang tercantik di masyarakat itu yang ditenggelamkan ke dalam sunga Nil. Orang tua gadis qurban merasa bangga bahwa mereka bisa mempersembahkan putrinya untuk dijadikan qurban. Maka ayat-ayat diturunkan kepada Nabi Ibrahim untuk meluruskan masalah ini, di samping kesyirikan-kesyirikan yang lain.

Tentang ibadah berhaji juga sudah terjadi di masa Nabi Ibrahim, pelakunya ya orang-orang musyrik saat itu. Karena pelakunya mereka, maka praktiknya sangat jauh dari praktik haji yang disyariatkan kepada umat Islam di masa Nabiullah Muhammad SAW. Konon, ritual ibadah haji orang-orang musyrik, dilakukan dengan telanjang melakukan thawaf mengelilingi ka’bah. Nah, biar kamu melek tsaqofah, simak aja ya penjelasannya. Ini penting gaes, biar kamu juga nggak salah paham yang berakibat muncul paham yang salah soal ini.

Jadi gini. Syariat seperti qurban, haji, bahkan puasa dan sholat sudah dikerjakan oleh umat-umat sebelum kita, dengan praktik-praktik yang menyimpang. Salah satunya seperti sudah dijelaskan di atas, tentang qurban dan haji. Makanya yang pertama, kudu dipahami bahwa datangnya para Nabi dan Rasul di sebuah kaum sebenernya mau menghapuskan atau meluruskan praktik yang menyimpang tadi. Kemudian yang kedua, bahwa syariat umat-umat terdahulu tidak seluruhnya berlaku atau dipraktikan oleh kita sebagai muslim, kalo memang tidak ada dalilnya.

Contohnya, ketika Allah SWT befirman: “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu (QS. al Baqarah: 183). Jika al Qur’an atau Sunnah yang sahih mengisahkan suatu hukum yang telah disyariatkan pada umat yang dahulu melaui para Rasul, kemudian nash tersebut diwajibkan kepada kita sebagaimana diwajibkan kepada mereka, maka tidak diragukan lagi bahwa syariat ditujukan juga kepada kita. Contohnya syariat puasa tadi. Adapun detailnya, syarat, rukun sahnya puasa tentu berbeda dan harus kita pelajari lebih dalam lagi, agar berbeda atau menyeleisih ritual puasa orang-orang sebelum kita.

Contoh yang lain, tentang syariat ibadah sholat. Bangsa Arab jahiliyah pun mengenal shalat, namun seperti yang disebutkan dalam firman Allah, teknis ritualnya sudah mengalami pergeseran total dari yang seharusnya. Tinggal berbentuk siulan dan tepuk tangan. Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. (QS. Al-Anfal: 35)

“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al-Qur`ân. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Rabbnya” (QS. Maryam: 54-55)

Jadi gaes, biar kamu nggak bingung dan makin mantab bahwa memang tiap-tiap umat itu Allah kasih syariat yang berbeda, dan wa bil khusus kita umat muslim, syariat adalah apa yang telah ditunjukkan oleh Al-Quran dan Hadits. Allah SWT berfirman:
“Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. ….” (Qs. Al-ma’idah, 48)

Ismail Jaman Now: #2 Iman, Taat dan Ikhlas
Nabi Ismail adalah putra dari Nabi Ibrahim yang termasuk salah satu dalam ulul azmi. Julukan ulul azmi ini dikategorikan oleh para ulama, karena sifat-sifat mulia yang dimiliki oleh para Nabi yang masuk dalam kategorinya, sudah terbukti. Salah satu sifat mulia yang dimiliki nabi ulul azmi adalah sabar sekaligus ikhlas. Dan sifat itu sudah dibuktikan pada diri Nabi Ismail maupun ayahndanya Nabi Ibrahim AS.

“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang soleh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.  Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; in syaa Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS Ash Shaaffat : 99-102)

Ayat di atas, sekaligus adalah kisah dimana kesabaran Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim benar-benar teruji. Sabar adalah buah, tentu sebagai buah, pasti ada pohon dan akarnya. Seseorang tidak akan mudah sabar ketika menerima ujian, kalo dia bukan orang yang terbiasa taat, itulah pohonnya. Buahnya yang lain adalah ikhlas. Sementara seorang yang mudah sekali untuk taat, karena dia memiliki akar yang kuat. Lalu apa akarnya? Akarnya adalah iman yang kokoh.

Iman kokoh yang dimiliki Nabi Ismail tercermin dari kata-katanya Ia menjawab: “Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; in syaa Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS Ash Shaaffat : 102). Nggak mungkin kalo bukan orang yang memiliki iman yang kokoh, mampu mengatakan seperti itu, di saat dirinya dihadapkan pada maut, karena hendak disembelih.

Ismail Jaman Now: #3 Konsisten dan Komitmen
Sifat atau karakter yang juga musti jadi teladan anak-anak muda jaman now seperti kita adalah komitmen. Inilah, karakter yang bisa dibilang sulit dicari di jaman now. Konsisten atau komitmen itu bahasa mudahnya adalah nyatunya antara kata dan perbuatan, alias kebalikan dari kata munafik. Banyak dalil menegaskan kepada kita agar ninggalin sifat-sifat orang munafik, salah satunya hadis yang sudah sering kita dengar
“Tanda orang munafik ada tiga; jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, jika dipercaya ia berkhianat.” (HR al-Bukhari no. 33; Muslim, no. 59, dari hadits Abu Hurairah).

Makanya gaes, jangan suka bikin janji ini dan itu, tapi kalo kita nggak punya komitmen untuk menepati. Bukan berarti nggak boleh bikin janji. Bukan seperti itu maksudnya. Maksudnya adalah milikilah sikap komitmen dulu sebelum bikin janji. Jangan sekali mudah bikin janji, tapi mudah juga untuk tidak menepatinya. Dalam sebuah syair diilustrasikan: “Kapan saja seorang yang merdeka berkata kepada orang yang memiliki keperluan “baiklah”, niscaya akan menyelesaikannya. Orang merdeka menjamin janjinya” (Zâdul-Masîr, 3:135 dan Jâmi’ul-Bayân 11:107). Jadi, orang yang punya komitmen, pasti akan menepat janjinya. Jika dilandasi keimanan yang kokoh, maka dia akan takut jika tidak amanah, tidak menepati janjinya, karena itu akan ada hubungannya dengan amal hisab (perhitungan amal) di yaumul akhir kelak.

Nah, momen saat Nabi Ismail ditanyai bapaknya, untuk dimintai pertimbangan menyembelih dirinya, karena ada perintah dari Allah, maka jawaban Nabi Ismail “in syaa Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Kalimat itu menjadi tanda dan bukti kesabaran, yang ditunjukkan dengan menyerahkan lehernya untuk disembelih oleh bapaknya. Jadi, Nabi Ismail tidak hanya sekedar berkata “saya sabar”, tapi beliau buktikan kesabarannya dengan menyediakan dirinya untuk disembelih. Itulah komitmen.

Hari ini, kita bisa ngeliat betapa banyak orang nggak menepati janji. Pernah nggak man-teman bikin janji dengan temen, janjinya jam berapa, datangnya jam berapa? Lebih parahnya, kalo dia merasa enteng aja, ngelakuin hal kayak gitu berulang-ulang, seakan-akan itu bukan dosa. Hati-hati lho man-teman, jangan sampai kita mewarisi salah satu sifat orang munafik, yaitu tidak menepati janji atau amanah. Nadzubillah min dzalik!

Adakah Ismail Jaman Now?
Sifat atau karakter yang udah diuraikan di atas, sebagai gambaran aja begitulah seharusnya Ismail atau anak-anak muda jaman now. Tentu masih banyak dan perlu kita dalami lagi karakter di atas, karena ruang yang kecil, maka nggak kita bahas detil sifat-sifat Ismail di atas. Tapi tentunya dengan sebuah keyakinan bahwa sifat atau karakter di atas bisa kita praktikan pada diri kita masin-masing.

Kalo ada pertanyaan “mungkinkah karakter-karakter Ismail itu bisa terwujud saat ini?”, maka jawaban optimisnya adalah “sangat mungkin”. Kenapa? Karena sifat-sifat itu sudah pernah terwujud pada manusia-manusia sebelum kita. Jika pada orang lain bisa, maka tentu saja kita yang juga manusia, pasti akan bisa mewujudkannya. Hanya tinggal kita mau atau kagak, memiliki sifat-sifat di atas.

Mungkin teman-teman remaja bukan nggak mau, nggak pengin memiliki karakater itu, tapi lebih kepada ketidakpercayaan diri, nggak yakin bisa memiliki atau mewujudkan karakter itu pada dirinya. Kalo itu masalahnya, maka kembali kepada soal komitmen dan keyakinan diri. Ini masalah tauhid, masalah keimanannya kepada Allah yang lemah. Sebab kalo keimanannya kuat bin kokoh, nggak bakal mudah goyah dan siap berkomitmen.

Keimanan yang kokoh itulah yang membuat dia yakin bahwa perbuatan yang dia lakukan, karakter mulia-mulia yang dia miliki itu akan membuahkan kemuliaan di dunia dan juga pahala kebaikan di akhirat. Karena memang Allah nggak pernah tidur, menyaksikan dan nggak pernah absen menilai hamba-hamba-Nya.

So, tancapkan keyakinan bahwa ketika kita memiliki karakter-karakter mulia Ismail jaman now di atas, Allah akan ganjar juga dengan kemuliaan. Takbir! Allahu Akbar!!!
"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. Al-Zalzalah 7-8)

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Selasa, 14 Agustus 2018

YUK JADI REMAJA BAPER (BAWA PERUBAHAN)



Yuhuu …Hai gaes, di mana pun kamu berada, semoga kamu selalu dalam lindungan Allah ya, gaes. Oh ya, by the way di edisi kali ini, buletin kesayangan kamu bakalan bahas tentang Remaja Baper, hah….BAPER..?? Bawa Perasaan? Bukan dunkz, masa hari gini masih aja jaman nya bawa perasaan, yang kayak gitu mah harus dah di_delete. Tul gak? Kuy lah kita ganti yg namanya remaja Baper (Bawa Perasaan) jadi remaja Baper (BAWA PERUBAHAN). Karena kini dah saat nya remaja bawa perubahan buat pribadinya, masyarakat and negara.

Hmm..gaes ngomongin peran remaja sebagai generasi muda yang bawa perubahan jadi inget sama moment 17an yang tinggal menghitung hari. Secara gitu sejarah kemerdekaan ga lepas dari peranan generasi muda nya. So apa kabar yah sama generasi muda pasca kemerdekaan? Eitzz tapi apa bener udah merdeka ya? Xixixi...

Benarkah sudah merdeka?

Gaes hari kemerdekaan di negeri ini dirayain setiap tahun, and banyak remaja sebagai generasi muda juga ikut berpartisipasi dalam mensukseskan perayaan hari kemerdekaan ini, sepertinya kamu juga udah paham bener ya gaes bahwa acara dalam perayaan kemerdekaan negeri kita ini yah lebih sering monoton alias itu-itu aja yang dominan (hehe..) apa tuh? Dari mulai karnaval pake baju adat tingkat RW, ampe beragam aneka perlombaan kayak lomba makan kerupuk, tarik tambang, balap karung, lomba lari sambil bawa kelereng, panjat pinang and yang lainnya. Terakhir and bisa dibilang puncak perayaan hari kemerdekaannya neh gaes, buat panggung pertunjukkan, menunjukkan kebolehan generasi muda untuk berekspresi, menari, menyanyi, and yang lainnya. Memang sih katanya hiburan and targetnya biar masyarakat bergembira,

Pertanyaan nya neh gaes, sama kayak pertanyaan di paragraf sebelumnya, apa bener kita dah merdeka? Tiktuk…tiktuk….pastii lagi pada mikir yah?? Ayoo buruan gak pake lama mikirnya, masih ditunggu neh jawabannya hehe. Kata sebagian orang, kita dah merdeka dong! buktinya Belanda dan Jepang nggak menjajah kita secara militer. Inggris dan Portugis juga dah tertinggal jauh di belakang masa lalu sejarah bangsa ini. Nggak ada kekuatan militer asing menekan bangsa ini. Indonesia sudah merdeka. Tetapi ada banyak juga lho yang mempertanyakan, benarkah sudah merdeka? Kok bisa ya?

Bisa aja. Kamu kudu selidiki dulu pernyataan itu dan renungkan gaes, lalu tanyain juga ma diri sendiri dan melihat buktinya. Baru deh nanti kamu nyadar. Nah, sekarang gimana kalo kamu di sekolah tapi nggak aman? Merdeka nggak? Misalnya kamu setiap hari digebukin sama kakak kelas, belum lagi yang sering minta duit dengan paksa. Kemerdekaan kamu masih terampas. Kondisi kayak gini pastinya menyebalkan.

Namun, jika kondisi ‘preman’ sekolah udah di-delete tapi kok tetap menyebabkan kamu nggak merdeka juga itu pasti ada masalah lain. Contohnya apa? Misalnya nih, di sekolah ada aturan bagi siswi muslimah dilarang pake kerudung, apalagi jilbabnya, jelas berarti belum merdeka. Aktivitas rohis dicurigai dan diwaspadai, dianggap bagian dari sarang teroris. Waduh, apa kondisi ini menyenangkan? Jelas belum merdeka dalam hal mengekspresikan keyakinan kamu. Betul?

Belum lagi coba deh kamu renungin and perhatiin banyak generasi muda, yang itu pastinya didominasi sama remaja islam, mereka jadi generasi pembebek alias generasi yang suka ikut-ikutan gaya Barat tanpa tau itu baik atau buruk buat mereka, contohnya aja neh segala sesuatu yang lagi jadi viral semua diikutin mulai dari ngegaya di aplikasi tik tok, mpe yang terbaru ikutan aksi challenge, belum lagi tawuran, sex bebas, aborsi, narkoba, budaya mencontek, bolos sekolah, bullying, mpe minum-minuman keras. Tanpa disadari gaes yang kayak gitu tuh korban dari penjajahan loch.

Bukan cuma di generasi mudanya, sekarang kita lihat dari sisi masyarakatnya, masih banyak rakyat miskin, segalanya susah karena kehidupan yang sejahtera ga dijamin, padahal neh gaes Indonesia itu negeri yang kaya akan sumber daya alamnya tapi kenapa rakyatnya masih banyak yang miskin? Masih banyak remaja yang gak bisa sekolah karena gak punya biaya. Kekayaan yang dimiliki gak memberikan kehidupan yang layak, bahkan buat nyambung hidup aja harus bersusah payah, contohnya neh mau makan enak, harus dengan rupiah sekian, mau berpakaian, and tinggal di rumah layak huni dengan biaya sekian ditambah pajak dan biaya lainnya, mau dapet pelayanan kesehatan yang baik dengan fasilitas terbaik harus juga dengan biaya sekian, mau sekolah silahkan pilih, semakin naik tingkat so semakin mahal biaya yang kudu disiapkan, apalagi kalo mau sekolah dengan kualitas dan fasilitas terbaik. Hadeuuh tepok jidat!, ini yang namanya merdeka gaes??

Belum cukup di situ, konsep negara yang membuka lebar keran kerjasama masuknya bangsa asing buat “buka lapak” di negeri ini  juga nambah mempersulit masyarakatnya, karena itu artinya bangsa asing semakin banyak mengeruk keuntungan. Ga heran kalo sekedar peniti atau jarum pentul aja impor dari China atau Korea. Gimana gaes dah melek kan? Semoga bikin kamu semua melek (terbuka matanya) dengan kondisi kekinian dari negeri kita ini, and bisa membuka cakrawala berfikir kamu yah gaes.

Makna Kemerdekaan
Gaes, makna kemerdekaan adalah terbebasnya kita dari segala penghambaan kepada hawa nafsu dan aturan orang lain, seraya kita mengikatkan dan menundukkan diri kita sepenuhnya kepada Allah Ta’ala. Sebab, itulah sebaik-baik penghambaan kita. Kalo sekarang kita masih terjajah oleh hawa nafsu, dikendalikan dan didikte oleh orang lain, maka kita jelas masih terjajah alias belum merdeka. Padahal dalam shalat, kita dah berikrar kepada Allah, bahwa kita akan menyerahkan segalanya kepada Allah Ta’ala. Firman-Nya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan Semesta Alam,” (QS al-An’âm [6]: 162)

Inilah hakikat atau makna kemerdekaan. Kalo kita bicara soal masyarakat, berarti masyarakat yang merdeka adalah masyarakat yang berhasil melepaskan diri dari cengkeraman aturan masyarakat lain, begitu pula dengan negara. Negara yang merdeka adalah negara yang mandiri, dan tidak dikendalikan oleh aturan negara lain. Kalo sekarang? Kita masih terjajah, Karen masyarakat kita masih belum bisa melepaskan ikatan yang dijeratkan oleh orang-orang Barat.

Kudu and wajib jadi remaja Baper (Bawa Perubahan)

Gaes sekarang kamu dah pada paham kan, kenyataan sebenarnya negeri ini dengan segala kenyataan yang ada? So dah sepatutnya kita sebagai generasi muda sadar and mau berubah menjadi lebih baik. Karena Generasi muda ujung tombak bangsa, maju and mundurnya bangsa tergantung pada generasi muda saat ini. Tugas kita adalah menjadi remaja yang membawa perubahan, itu artinya ketika kita akan mengubah keadaan berarti kita harus berbuat. Sebagaimana yang telah Allah ingatkan kepada kita dalam Al-Qur’an. “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (TQS Ar-ra’d : 11)

So, kini saatnya remaja sebagai generasi muda beraksi menyelamatkan negeri and dunia. Nah Hal yang bisa dilakukan agar menjadi remaja Baper (bawa perubahan) adalah Pertama-tama nih gaes, kamu kudu jadi remaja bumbata alias buka mata, buka telinga, sadar akan kondisi negeri kekinian, peduli sama hal yang ada di sekitar, jangan cuek bebek yah.

Berikutnya yang kedua buat kamu and semua yang ingin hidup bahagia sejahtera, aman, dilimpahkan keberkahan and Allah ridha atas kita semua, maka seharusnya sebagai makhluk yang memiliki fitrah keimanan maka kudu and wajib kita kembali kepada sistem aturan hidup yang sesuai dengan kefitrahannya yaitu Islam. So, kenali Islam lebih dalam and menyeluruh, dengan cara ngaji dunkz pastinya, Islam punya paket lengkap and sempurna untuk melangsungkan hidup yang kita harapkan.

Maha benar Allah yang telah berfirman dalam QS. Al A’raf ayat 96. “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat kami itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatan nya.”

Yang ketiga neh gaes kalo kamu-kamu dah kenal Islam secara mendalam, paham juga dengan apa yang dah kamu tau maka kudu yang namanya diamalkan yak, jangan ampe gak loch. Terakhir yang keempat, namanya juga remaja bawa perubahan, berarti harus menyebarkan kebaikan.  yang didapat harus disebarkan, dan harus siap jadi agent of change, menyampaikan yang ma’ruf and mencegah kemunkaran. Are You ready gaes? Yuuk Buruan jadi Remaja Baper (Bawa Perubahan).[]

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Whatsapp - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9

Senin, 06 Agustus 2018

Siapa Pahlawan Favoritmu?

Masuk bulan Agustus, suasana perayaan kemerdekaan di negeri ini mulai kerasa. Apalagi ngeliat para pedagang bendera dengan beragam pernak-pernik bendera yang bukalapak di pinggir jalan, makin kebayang aja semangat perjuangannya. Bukan perjuangan mereka yang memanjat pohon pinang yang dilumuri oli demi meraih banyak hadiah di puncaknya. Bukan juga perjuangan bapak-bapak yang main bola pakai daster lengkap dengan gincu dan blush on di wajahnya. Bukan itu.

Tapi semangat perjuangan para pahlawan yang mengorbankan jiwa raga untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan. Semangat pantang menyerah melawan penjajah yang tak lekang oleh waktu. Tanpa kegigihan mereka, bisa jadi saat ini negeri kita belum merdeka.

Pahlawan Fiktif Semakin Massif
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Kalo generasi milenial sekarang ditanya ‘siapa sosok pahlawan yang kamu kagumi?’ Sepertinya kebanyakan langsung menyebutkan tokoh-tokoh superhero yang lagi pada nge-hits di layar lebar. Dari mulai yang ukuran kecil seperti Ant-Man and the Wasp atau super besar seperti The Incredible Hulk.

Nggak heran sih. Tayangan pahlawan fiktif secara masif diproduksi para produser film Eropa. Mereka berlomba-lomba mengangkat tokoh-tokoh komik besutan Marvel Comics atau DC Comics ke layar lebar. Dua penerbit buku Amerika ini yang mendominasi figur-figur para pahlawan di benak generasi milenial.

Siapa yang nggak kenal karakter-karakter komik populer seperti Captain America, Spider-Man, Iron Man, Hulk, Thor, Black Widow, Doctor Strange, Daredevil, Wolverine dan Ant-Man. Mereka semua adalah karakter komik superhero ciptaan Marvel Comics.

Nggak ketinggalan jagoan lainnya seperti Superman, Batman, Wonder Woman, Green Lantern, Flash, Swamp Thing, Aquaman, Hawkman,  Supergirl, atau Cyborg. Kalo jagoan-jagoan ini diciptakan oleh DC Comics, Inc.

Boleh aja kamu kagum pada tokoh-tokoh komik populer di atas. Tapi ingat, para superhero itu semua adalah fiktif alias tidak nyata dan nggak ada di dunia. Itu artinya, segala kehebatan dan aksi-aksi heroik mereka hanya rekaan semata. Apalagi kalo diangkat ke layar lebar, banyak dibantu kecanggihan teknologi Computer Generated Imagery alias CGI yang menghasilkan spesial efek yang menakjubkan. Jadi, jangan dibawa serius kepahlawanan mereka.  Cuman film kok.

Untuk itu, kita yang bisa membedakan dunia imajinasi dan dunia nyata, jangan keliru memposisikan sosok pahlawan. Bukan para tokoh komik itu yang jadi teladan. Tapi para pahlawan yang bener-bener berjuang untuk meraih dan mempertahankan negeri kita. Atau para tokoh-tokoh Islam yang berjuang menyebarkan dakwah Islam hingga ke seluruh dunia. Itu baru pahlawan.

Para Ulama, Bebaskan Negeri
Tak hanya menjadi agama mayoritas di negeri kita, Islam juga mengambil peran penting dalam kemerdekaan negeri ini. Banyak pejuang kemerdekaan yang berstatus sebagai ulama dan dikenal sebagai tokoh pahlawan nasional. Sayangnya, hanya gelar kedua saja yang lebih populer dan dikenalkan dalam pelajaran sejarah. Peran mereka sebagai pengemban dakwah, jarang disinggung. Padahal sebagian besar mereka merupakan para santri bahkan kyai. Mereka ini yang patut kita teladani.

Pangeran Diponegoro (1785 – 1855)
Sang panglima perang Diponegoro yang ternama ini merupakan seorang kyai ternama di daerah tempat tinggalnya, Tegalrejo. Ia yang lahir sebagai putra keraton Yogyakarta ini memilih menghindari politik dan menjadi penasihat agama di tengah masyarakat.

Bagi Pangeran Diponegoro, perang melawan penjajah Belanda merupakan sebuah jihad. Pahlawan nasional yang memiliki nama asli Bendara Raden Mas Antarwirya tersebut pernah menyatakan bahwa perlawanannya terhadap penjajah adalah perang sabil, yakni perlawanan menghadapi kaum kafir. Karena itu, terjadilah Perang Diponegoro yang juga dikenal dengan sebutan Perang Jawa yang berlangsung selama lima tahun (1825-1830) .

Cut Nyak Dien (1848 – 1908)
"Sebagai perempuan Aceh, kita tidak boleh menumpahkan air mata pada orang yang sudah syahid," demikian ucapan Cut Nyak Dien kepada putrinya, saat Teuku Umar, suami yang juga pahlawan nasional meninggal dunia. Bersama sang suami dan rakyat Aceh, Cut Nyak Dien berjihad mengusir Belanda dari Serambi Makkah.

Cut Nyak Dien merupakan wanita aceh yang mendapat pendidikan agama yang baik dari keluarganya. Tak hanya dikenal sebagai bangsawan, keluarga Cut Nyak Dien juga dikenal sebagai keluarga ulama yang disegani.

Tuanku Imam Bonjol (1772 – 1864)
Nama aslinya Muhammad Shahab, merupakan seorang ulama Minangkabau kelahiran Bonjol, Sumatera Barat. Bersorban dan berjenggot lebat cukuplah menggambarkan kharismatik pemimpin Perang Paderi ini. Gelarnya sebagai imam pun tak dapat dipungkiri bahwa beliau merupakan seorang ulama besar. Siapa sangka sang ulama justru mengambil peran besar di kancah peperangan melawan penjajah di Perang Padri pada tahun 1803-1838 yang sangat bersejarah itu.

Selain ketiga pahlawan nasional di atas, masih banyak pejuang dari kalangan ulama yang aktif dalam perlawanan terhadap penjajah di negeri khatulistiwa. Sebut saja Bung Tomo (1920 – 1981), sang pemimpin pertempuran Surabaya 10 November 1945. Atau KH. Ahmad Dahlan (1868 – 1923) pendiri Muhammadiyah dan KH. Hasyim Asy'ari (1871 – 1947) pendiri Nadhatul Ulama.

Coba deh baca masing-masing kisah inspiratif para pejuang di atas. Kita akan menemukan banyak sekali hikmah dan pelajaran kehidupan yang berlimpah. Semoga menginspirasi kita-kita yang berjiwa muda untuk lebih menghargai waktu dan kesempatan menimba ilmu. Sehingga kelak jadi orang-orang yang bermanfaat. Seperti mereka.

Para Pahlawan Penyebaran Islam
Belum lengkap rasanya kalo kita bicara sosok pahlawan tanpa menyertakan tokoh-tokoh pejuang yang telah menorehkan tinta emas dalam sejarah ketinggian peradaban Islam. Berikut beberapa di antaranya.

Muhammad al-Fatih (1432 – 1481)
Ia memegang kekuasaan Utsmani pada tahun 855 H/1451 M dan berhasil menaklukkan Konstantinopel pada tahun 857 H/1453 M. Ia memegang kekuasaan selama 30 tahun.
Selain digelari dengan al-Fatih, ia juga disebut dengan Kaisar Romawi, karena mewarisi kerajaan Romawi Bizantium. Ia juga dikenal dengan Tuan Dua Benua dan Dua Lautan, karena menguasai Anatolia dan Balkan serta merajai Laut Aegea dan Laut Hitam.

Thariq bin Ziyad (670 - 720)
Pada tanggal 28 Ramadhan 92 H/ 710 M, Thariq memimpin pasukan berkekuatan 12.000 bertempur melawan 100.000 pasukan kerajaan Gothia yang berlangsung dengan sengit di kota Kadiz. Thariq berhasil membunuh Raja Roderic dan tentara Islam berhasil merebut kota Asybilia.

Thariq melanjutkan perjuangannya dengan menakluka Cordoba, Malaga, Granada dan Ibu Kota Spanyol, Toledo. Thariq tercatat sebagai panglima yang pertama kali membuka jalan dakwah di Eropa dengan penaklukan bumi Andalusia ini. Namanya diabadikan sebagai nama selat Jabal Thariq (Giblartar).

Khalid bin Walid (585 – 642)
Masuk Islam atas ajakan saudaranya, dan berjuang sejak zaman Rasulullah Saw, hingga kepemimpinan Abu bakar dan Umar bin khatab. Dalam perang Mu'tah kepemimpinannya mengalahkan lawan yang berjumlah 200 ribu, dengan 3.000 orang pasukan Muslim. Dari sinilah ia dikenal dengan sebutan ''Pedang Allah''. Ia dikenal karena keberanian dan strategi perang yang hebat.

Masih banyak tokoh-tokoh Islam baik di era sahabat atau sesudahnya yang layak digelari pahlawan dalam penyebaran Islam hingga ke seluruh penjuru dunia. Merekalah yang layak kita kagumi dan teladani. Aksi heroiknya nyata demi meraih ridho-Nya.
  
Meneladani Para Pahlawan
Sosok pahlawan bagi kita adalah role model alias teladan dalam membentuk sikap dan karakter yang terpuji. Diantaranya:

Pertama, Menolak segala bentuk kezhaliman. Seorang pahlawan paling gelisah kalo berdiam diri terhadap kezhaliman. Apalagi kalo itu terjadi di depan mata. Di negeri sendiri. Bawaannya pengen menunjukkan sikap penolakannya dengan tegas. Seperti diingatkan Rasulullah saw dalam sabdanya. Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)

Kedua, Aktif berdakwah di tengah masyarakat. Seorang pahlawan nggak egois yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Sebaliknya, dia aktif bergaul di tengah masyarakat untuk mendidik mereka agar terbuka wawasannya. Biar nggak gampang dikadalin oleh para penjajah melalui budaya dan pemikiran Barat yang menyesatkan.

Ketiga, Bergerak menjadi agen perubahan. Seorang pahlawan pantang berpangku tangan menunggu perubahan itu datang. Apalagi kalo kondisi masyarakat kian terpuruk. Kemaksiatan merajalela. Kezhaliman terjadi di mana-mana. Dia aktif memimpin masyarakat menjemput perubahan ke arah yang lebih baik dengan melawan segala bentuk kezhaliman yang dilakukan oleh penjajah. Allah swt mengingatkan, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS.ar-Ra'd:11).

Keempat, Berjuang ikhlas karena Allah swt. Bukan popularitas yang dicari oleh para pahlawan dalam memperjuangkan idealismenya untuk bangsa, negara dan agama. Dorongan iman dan takwa yang jadi prioritas utama. Sehingga tak masalah jika gelar pahlawan nasional tak mereka dapatkan. Bahkan banyak para pahlawan yang tak dikenal oleh para penduduk bumi tapi namanya dikenal penduduk langit.

Beberapa sikap mental di atas yang bisa kita teladani dari kiprah para pejuang. Sebagai generasi muda, kelak kita yang akan ambil bagian dalam perjuangan demi mempertahankan kedaulatan ibu pertiwi dan menopang kebangkitan Islam.

Emang saat ini negeri kita sudah merdeka secara fisik. Nggak ada lagi penjajahan militer. Tapi secara ekonomi, politik, sosial dan budaya, keliatannya negeri kita masih terjajah. Sumber daya alam banyak dikuasai oleh asing. Kebijakan politik ditekan oleh lembaga keuangan dunia sebagai konsekuensi utang luar negeri yang terus meningkat. Budaya barat yang notabene sekuler alias jauh dari aturan agama dalam keseharian, gencar menyebar yang berakibat fatal di tengah masyarakat. Seperti gaya hidup seks bebas, atau pornografi dan pornoaksi yang mengepung remaja.

Sebagai bentuk kecintaan penghargaan kita pada para pahlawan, mari tanamkan semangat perjuangan dalam diri kita, untuk membebaskan bangsa dan negara dari segala bentuk penjajahan. Awali dengan mengenal Islam lebih dalam demi menguatkan pondasi keimanan yang akan menopang langkah-langkah kita dalam berdakwah. Yuk ngaji!

Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:

Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Whatsapp - https://chat.whatsapp.com/CNkQ6MsWFAZFMwHlSfYqr9