Sabtu, 27 Januari 2018

Stop Latah V-Day!!!

By the way, gak terasa ya sob, tinggal menghitung jari Januari akan berakhir dan Pebruari cooming soon.  Ssstt... tapi sobat semua kudu hati-hati nih dengan bulan yang satu ini. Kenapa ya?? Ada apa dengan Februari?? Sob, kalian harus tau ini, dan harus melek terhadap momen-momen yang dapat merusak generasi remaja khususnya.

Eng-ing-ong... Ternyata di bulan Pebruari ini ada momen V-Day alias Valentine’s Day. Tahu gak apa itu V-Day? Sejenis makanan coklat dengan rasa strawbery plus wangi mawar yang semerbak lagi, siapa sih ya, yang gak tertarik dengan coklat yang dibungkus rapi plus dikasih gratis..tis..tis.. pula, mau banget dong.

Nah, ini yang menjadi PR (pekerjaan rutin) buat kamu sob untuk membentengi diri dari hal-hal yang dilarang oleh Islam, karna V-Day adalah budaya barat yang merupakan perayaan Lupercalia yang sangat terkenal di Roma. Perayaan Lupercalia berlangsung dari tanggal 13-18 Pebruari. Lupercalia dianggap sebagai dewa kuburan yang berkaki kambing dan berkepala kambing, wuih ngeri ya? So, Lupercalia tersebut mirip dengan lambang setan dalam yahudi yaitu manusia berkepala kambing yang dikenal Baphomet. Dan pada tanggal 13-14 perayaan dipersembahkan untuk Dewi Cinta Juno Februata. Sehingga pada tanggal 14 Pebruari dikenallah dengan hari kasih sayang sedunia.

Saat ini sahabat remaja muslim yang latah untuk mengikuti budaya tersebut, dan malah berlomba-lomba untuk berburu kado spesial yang menarik dan unik, mulai dari buket bunga mawar, coklat bentuk hati, CD lagu romantic (so sweet), Permen cinta, kartu cinta sampai sepasang sandal jepit cinta pun dikasih, gawat bangeet ya sobat. Astaghfirullah. Remaja muslim tak sadar bahwa udah ngelakuin pola hidup yang rusak, bebas dan menuhankan hawa nafsu.

Ayo sobat, sadar dong! V-Day merupakan salah satu upaya dari barat untuk menghancurkan generasi muslim dengan cara faham liberal, kebebasan dalam hal mengekspresikan rasa suka, cinta, sayang terhadap lawan jenis. Allah telah berfirman dalam surah Al-Baqarah:  120 ”Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Sobat, sebelum terlambat, yuk taubat, jangan mengikuti hawa nafsu dan langkah syaitan, dan jangan biarkan dirimu hancur berkeping-keping karna V-Day, dan kini saat ini katakan Say No to V-Day, and... Stop Latah! Ok deal ya!! (Al Azizy Revolusi)

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Selasa, 23 Januari 2018

WANTED: Peserta Audisi "Surga Idol"!

Jujur aja aku pengen nanya ke kalian semua. Aku nggak mau nanya dalam hati (emang gue cowok apaan, masak gue cuma ngebatin doang). Kalo boleh aku mau pake toa, speaker atau sound system segede gaban. Sambil berdiri, bila perlu berdiri diatas panggung 3 meter. Aku pengen teriak, biar semuanya denger! "Eh, gaes. Ngapain kalian susah-susah audisi jadi seleb?. Datang jauh-jauh, ngantri, berpanas-panasan, keringetan, dusel-duselan, pegal sama letih nggak dirasain. Semua demi nunggu giliran audisi. Pas dipanggil langsung dech tampil, ngebuktiin diri. Pamer keahlian nyanyi sambil bergaya-gaya di depan juri. Why???"

Jujur aku sedih ngeliatnya. Berderai-derai air mataku, lho kok audisi nyanyi seperti Indonesia Idol, yang ngantri banyak beneeer. Berjubel-jubel, itu punggung panitianya sampe nggak kelihatan! (Yaiyalah, kan pake baju. Xixixi...). Coba dech bandingin sama saat adzan berkumandang, panggilan sholat berjama'ah. Yang hadir berjubel-jubel? Antri sampe ribuan, jutaan, berdesak-desakan? Apakah mereka yang ngantri masuk masjid anak-anak muda?

Duh, kenapa ya audisi-audisi kayak gini tumbuh subur dan senantiasa ada tiap tahun. Dari jaman old sampe jaman now. Sejak jaman millenium sampe millenial. Dari mulai AFI, KDI, Mama Mia, X-Factor, The Voice, Indonesia Idol, dll. Kenapa audisi untuk jadi seleb terus aja bermunculan? Kenapa bukan audisi "Surga Idol" yang mempesona para muda? Audisi jadi artis, sukses dunia dibela-belain. Ngabisin waktu, tenaga sampe duit semua rela. Demi apa?  Sukses hidup di dunia. (Wow....) Giliran audisi sukses akherat, semua pada cuek. Males dikejar, pengennya di dunia hidup enak. Sukses dan kaya raya, kalo udah mati pengennya masuk surga. Tapi, panggilan adzan berkali-kali diabaikan, pas udah iqomah masih aja hape-hapean. Baca Qur'an terbata-bata, pas jadwal majelis taklim di tinggal PS-an. Yang kayak gini mau jadi penghuni surga? Apakah yang kayak ginini yang senantiasa dirindukan surga, Surga Idol? (Ya enggak layauuuww..)

*Ceileee.... Masih aja mau ditipu dunia*

Eh Sob, dunia itu emang menyilaukan. Semua kesenangannya diumbar-umbar apalagi kalo berkolaborasi sama media-media massa. Semuanya bikin silau, kalo nggak kuat iman. Pasti dech bikin tergoda. Siapa sich yang nggak pengen terkenal, siapa sich yang nggak pengen kaya raya. Dan audisi jadi seleb-pun menjadi garansi buat dapetin semua itu dalam waktu singkat. Sekali lagi, duniapun menipumu. Ajang Idol-idolan seperti ini tak lebih dari ajang eksploitasi kemampuan diri (baca: tubuh). Juga sebagai ladang baru buat jadi tambang duit. Ya, semuanya ujung-ujungnya duit.

Masyarakat mau aja di tipu buat nongkrongin tivi. Sabar liat tivi sebab idolanya lolos eliminasi. Suara adzan sampe iqomah ternyata tak mampu buat hati bergeming. Tak beranjak pula kaki engkau, dari depan tivi. Makin banyak yang nonton, iklan makin laris.

Sekali lagi, "Fun" alias kesenangan duniawi membuat kalian lupa. Ngabisin waktu buat hal-hal itu-itu aja. Saat jam sholat tiba, malesnya ikutan datang. Saat jam acaranya tiba, kok yang hadir semangatnya, malesnya ngilang. Akhirnya, kitapun sekali lagi keranjingan sama TiVi.

*Kamukah itu, The Next Surga Idol?*

Jika setiap orang ditanya, "Kamu pengen masuk surga atau neraka?" Pasti jawabannya, surga. Tapi anehnya, saat audisi-audisi calon para penghuni surga. Yang hadir sepi, masih kalah jauh sama Idol-idolan itu. Padahal, kita semua percaya pada hari akhir. Tapi, tak banyak yang berlomba mencari kebahagiaan akherat. Aneh memang, tapi itu nyata.

Sob, surga dan neraka adalah hadiah dari audisi kita disini (baca: di dunia). Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan juga tahun akan senantiasa ada ujian demi ujian. Audisi demi audisi, untuk melayakkan dirimu. Apakah kamu, The Next Surga Idol?.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

_"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."_ [QS. Az-Zariyat: Ayat 56]

Noh kan, udah di kasih rambu-rambunya kalian musti taat, jangan bermaksiat. Tapi, nyatanya malah jarang beribadah, ato bahkan malah nggak pernah. (Enggak kan....). Di suruh sholat males, ngaji ogah. Yang perempuan, di suruh pake hijab enggak mau. Tapi, ikut idol malah nggak pake jilbab. Lekuk tubuhnya di pamerin kemana-mana. Nggak malu, pede atau nggak takut dosa?.

Musik bukan sekedar musik karena semua akan di mintai pertanggungjawaban. Jika kita masih muda, tenaga masih fresh dan semangat masih membara. Ngapain juga kita ngabisin waktu muda kita tuk hal sia-sia. Apalagi kalo kegiatan itu nggak berefek positif pada kehidupan akherat, rugi lah... Pengen masuk surga, pengen jadi idola surga. Tapi, tak pernah berkegiatan yang berpahala dan nambah iman. Bisa masuk surga, mungkinkah?

*Yang harus dilakukan*

Jadi Sob, memang kok kalo audisi menjadi penghuni surga itu pesertanya cuma sedikit. Sebab, itu hanya di peruntukan bagi orang-orang pilihan, manusia-manusia istimewa. Dan kalo mau sukses dengan lolos audisi ini. Insyaallah, hidup kamu bakalan bahagia, baik di dunia maupun di akherat.

Iman kepada Allah dan RasulNya, itu jelas _syarat yang pertama_. Mutlak harus ada pada diri seorang hamba Allah. _Yang kedua_, Harus berilmu. Biar mampu bedakan mana yang baik dan juga buruk, yang halal maupun haram, yang berpahala maupun yang berdosa. Singkatnya, kalian musti sering-sering ngaji dan datengin majelis ilmu. _Ketiga_, sering-sering beramal sholih. Manfaatkan sisa umurmu untuk kegiatan positif dan berpahala. _Keempat_, berdakwah. Sampaikanlah kepada umat manusia kebenaran itu, walau cuma satu ayat. Dan lakukanlah semuanya itu secara ikhlas, lillahi ta'ala.

Oke Sob, dunia ini memang ujian. Ujian bagi orang-orang yang beriman. Janganlah kamu terlena oleh kemilau indahnya dunia. Biarlah mereka-mereka itu, bersusah payah ikut audisi demi sukses di dunia yang hanya sementara ini. Marilah kita berlomba-lomba menyongsong masa depan. Sukses dunia dan juga akherat. Mari, berlomba-lomba dalam kebaikan demi meraih ridha Allah SWT.

Oleh: Aziz Rohman

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Minggu, 21 Januari 2018

Perbanyak Teman, Kurangi Musuh

Hidup ini emang gampang-gampang susah. Apalagi kalo cari teman susahnya minta ampyunnnn....

Cari teman itu susah. Apalagi cari teman yang mau di ajak taat. Duh, tambah susah!

Meski gitu sebagai anak muda zaman now. Kita-kita ini nggak boleh salah milih teman.

Karena teman, bisa aja kamu jadi rusak. Karena teman bisa juga kamu makin taat.

Tak perlulah engkau bingung, apalagi pusing diskripsikan seseorang itu. Cukup lihat dengan siapa dia berteman. Karena, temannya itulah cerminan siapa dirinya.

Jangan perbanyak musuh, tapi banyakin jumlah teman kamu. Lebih-lebih teman dalam ketaatan. Agar kamu makin giat beribadah. Biar kamu makin sholih, tambah sholihah.

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan share tautan berikut:
Web  - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Sabtu, 20 Januari 2018

MENGHIDUPKAN REMAJA MASJID

Barangkali ada yang berpikir bahwa ukurah sukses menghidupkan remaja masjid adalah dengan banyak diadakannya berbagai kegiatan masjid yang melibatkan remaja ? Bisa jadi begitu bergantung dengan persepsi apa yang dipakai. Jika awalnya ada sebuah masjid yang remaja masjidnya ada tapi seolah mati karena tidak ada kegiatan, ataupun kalau ada sifatnya hanya insidental seremonial semata. Maka dengan bermunculan secara intensif orang akan beranggapan bahwa remaja masjidnya mulai hidup.

Dan jika yang dipakai adalah tolok ukur ini, maka cukup dengan intensitas kegiatan yang mengatasnamakan remaja masjid sudah dianggap bahwa remaja masjidnya sudah hidup. Apakah cukup ? BELUM.

Keberhasilan dalam semakin mengintensifkan berbagai kegiatan remaja Masjid patut untuk ditingkatkan pada level pemikiran Ideologis. Agar Remaja Masjid tidak sekedar menjadi terlatih menjadi semacam badan Event Organizer ( EO ) semata. Namun juga cakap untuk level inisiator PERGERAKAN Ideologis. Hanya saja memang kita jumpai lebih banyak Remaja Masjid yang vakum dari kegiatan. Lantas harus bagaimana ?

Pertama perlu bagi kita untuk merevitalisasi urgensitas pergerakan Dakwah dikalangan Remaja secara umum, sebelum nanti lebih spesifik masuk ke segment spesialisasi Remaja Masjid. Remaja merupakan bagian dari masyarakat, yang mereka diikat dengan interaksi masyarakat, berupa ikatan pemikiran, perasaan, dan peraturan. Karena menjadi bagian dari Masyarakat maka Remaja pun akhirnya akan ikut dalam naik turunnya dinamika masyarakat.

Negeri-negeri Muslim, termasuk Indonesia saat ini menghadapi persoalan sistemik, yakni diterapkannya sistem Kapitalisme-Sekularisme. Dengan Sistem ini alam berpikir masyarakat ( termasuk remajanya ) berada dalam kungkungan Sekularisme. Problem sistemik ini melahirkan beragai problem turunan berupa ekonomi yang liberal, politik yang oportunustik, dan kehidupan yang hedonis. Khusus remajanya mengalami krisis identiras, sehingga menghiasi ruang baca kita soal pergaulan bebas, narkoba, geng motor, tawuran dan sebarek kriminalitas lainnya yang dilakukan oleh kalangan remaja.

Melihat kondisi seperti ini maka disinilah pentinganya akvitas Dakwah. Dimana aktivitas Dakwah ini selain merupakan Kewajiban bagi kita Umat Islam, juga sebagai salah satu kontribusi aktif kita untuk menjadi bagian dari solusi, sekaligus sebagai bentuk kasih sayang kita kepada sesama. Sembari kita secara personal berusaha untuk meminimalisir berbagai problem turunan akibat masalah sistemik penerapan Kapitalisme-Sekularisme, maka kita harus FOKUS untuk melakukan Dakwah Sistemik untuk melakukan perubahan Sistemik dari sistem Kapitalisme-Sekularisme menuju penerapan sistem Islam secara Kaafah.

Pada tataran aksi remaja harus mengambil peranannya dalam proses perubahan ini, yang dengan menjadi bagian dari Subjek perubahan ini, dengan bimbinga para Ulama, guru, dan segenap Ustad-Ustadzahnya. Termasuk dalam hal ini Organisasi Remaja Masjid harus memainkan peranannya. Dengan kemampuan memetakan persoalan keumatan secara umum ini, Remaja Masjid bisa mulai merumuskan platform, dan strategi pergerakannya. Dalam hal ini platform strategi pergerakan ini adalah dengan mensuri tauladani Baginda Nabi Muhammad SAW.

Jadi yang pertama kali harus dirumuskan agar Remaja Masjid menjadi hidup adalah dengan memahami untuk apa dan mengapa Remaja Masjid perlu ada ? Tentu saja sebagai bagian memenuhi seruah Allah SWT akan kewajiban Dakwah ini. Yang kedua adalah memetakan positioning Remaja Masjid di dalam kancah kehidupan di dunia ini, yakni untuk melakukan perubahan sistemik menuju tegaknya Sistem Islam secara Kaafah ditengah hegemoni Penerapan Kapitalisme-Sekularisme. Dan yang ketiga adalah merancang platform strategi pergerakan dengan menteladani Metode Dakwah Nabi SAW.
Sumber: http://www.remajaislamhebat.com/2017/11/sukses-menghidupkan-remaja-masjid.html

Kamis, 18 Januari 2018

We Are Young And We Need Khilafah

"Berikan Aku 1 Pemuda, maka akan kugoncang dunia!” Demikian orasi bung Karno pada era 50-60an lalu. Pernah dengar kan? Kalo gak pernah? Ter-la-lu. Hehe.

Yap. Bung Karno emang bener banget. Pemuda punya peran penting dalam setiap perubahan. Dimana ada pemuda, disitu letak perubahan. Mengapa pemuda itu penting banget dalam suatu perubahan? Berikut penjelasannya.

Pemuda itu memiliki potensi yang besar dalam kehidupan, kawan. Dari sisi umur, pemuda itu merupakan usia-usia produktif. Di sana hormon-hormon baru terbentuk sehingga timbul daya yang besar ketika diarahkan kepada perubahan. Beda banget dengan anak-anak yang karakternya belum terlalu muncul atau dibandingkan dengan orang tua. Kamu yang masih muda, pasti lebih kuat dalam hal angkat-mengangkat barang. Iya gak? Jadi, potensi pertama yang dimiliki pemuda ialah umur  dan fisik yang produktif, bro.

Kedua, dari sisi struktural, seorang pemuda udah mulai menunjukkan idealisme dan independensinya di masyarakat. Nah lho? Apa tuh? Idealisme dan Independensi itu bahasa keren dari keyakinan en kemandirian, kawan. Dua hal ini biasanya ditunjukkan para aktivis, baik mahasiswa ataupun pelajar. Terkadang potensi yang kedua ini sering dijadikan alasan para pemuda untuk jadi so tahu, atau so jago bahkan so so an di depan orang yang lebih tua. Akhirnya jadi durhaka ama orang tua. Naudzubillah.

Yang ketiga, pemuda identik dengan sisi intelektualnya. Akal manusia itu mencapai puncak energinya ketika kita di usia muda. Maka tak heran, ide-ide brilian itu dapat hadir dari pemikiran-pemikiran pemuda. Coba bayangkan ide yang diusung Muhammad II ketika menaklukkan Konstantinopel. Pemuda luar biasa ini menyeberangkan 70an kapal dari selat Bosporus ke selat tanduk emas melalui daratan, bahkan harus mendaki bukit galata. Dan spektakuler-nya, penyeberangan tersebut terjadi hanya dalam satu malam. Akhirnya, Konstantinopel dapat ditaklukkan dan Muhammad II diberi gelar Al Fatih yang berarti Sang Penakluk. Subhanallah. Ide yang hebat, bukan?

Dari ketiga potensi pemuda tersebut, tidaklah aneh atau heran apabila pemuda menjadi pioner perubahan dalam setiap zaman. Bahkan di negeri ini, pemuda memiliki peran penting dalam merebut kemerdekaan. Perubahan rezim orde lama ke rezim orde baru merupakan hasil dari aksi pemuda. Keruntuhan rezim Soeharto pun demikian, juga hasil dari pemuda. Reformasi yang diusung pemuda saat itu berhasil membuat bangsa Indonesia keluar dari rezim orde baru yang selama 32 tahun berkuasa di Indonesia.

Gimana dengan sekarang, bro? Pemuda kini kehilangan arah. Ibarat macan yang tertidur, pemuda sekarang asyik dengan kehidupan dunia yang melenakan mereka terhadap perannya sebagai perubah. Seks bebas, narkoba, miras, tawuran, dan sederet kriminalitas lainnya merupakan agenda rutin oleh pemuda sekarang. Bahkan bisa dikata, lebih dari 50% penghuni penjara-penjara di Indonesia ialah pemuda. Ih, ngeri!

Demokrasi yang diterapkan di negeri ini ‘berhasil’ mencabut ‘taring’ dari pemuda. Pemuda sekarang di-ninabobo-kan oleh sistem yang ada. Sistem kufur ini membuat para pemuda merasa tak perlu berbuat apa-apa untuk melakukan perubahan.

Tidak hanya itu, negeri yang katanya kaya-raya ini ‘sukses’ melakukan pembodohan sistematis dalam bidang pendidikan. Sekularisasi pendidikan menghasilkan pelajar-pelajar (baca: pemuda) yang siap dijadikan robot-robot para kapitalis. Merekalah yang nantinya jadi tersangka KPK. Padahal pendidikan merupakan pilar penting dalam mencetak pemuda-pemuda perubah yang akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Kalo pemuda seperti ini? Apa kata dunia?

Untuk itu, mas bro dan mba sis, pemuda sekarang harus menyadari potensi yang mereka punya. Potensi kita sebagai perubah emang harus disadari. Kemudian menyadarkan pemuda yang lain juga merupakan kewajiban bagi kita yang udah sadar. Bahasa kerennya; Dakwah, kawan!

Contoh teladan yang baik dalam perubahan ialah Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Mereka muda dan melakukan perubahan yang besar. Yang mengantarkan umat manusia dari zaman kejahiliaan menuju zaman cahaya Islam. Di barisan Sahabat, ada Ali bin Abi Thalib, Ja’far bin Abi Thalib, Zubair Al Awwam, Arqam bin Abi Arqam, Zaid bin Haritsah, Mush’ab bin Umair, Abdullah Ibnu Abbas, Khalid bin Walid, de el el.

Pada zaman futuhat atau penaklukan juga tak lepas dari peran pemuda Islam seperti Muhammad Al Fatih (Penakluk Konstantinopel), Thariq bin Ziyad (Penakluk Spanyol), Shalahudin Al Ayyubi (Penakluk Kingdom of Heaven), Saad bin Abi Waqqash (Penakluk Persia), de es be.

Mereka ialah pemuda terbaik pada masanya. Kalo mereka bisa, kita juga bisa. mereka masih muda, kita pun begitu. Mereka punya potensi, kita juga punya. Ya gak? Nah, Potensi pemuda yang besar dan sangat penting ini, harus diarahkan pada perubahan yang benar dan hakiki. Pemuda harus kritis dan solutif terhadap permasalahan serta problematika yang ada di tengah-tengah umat. Dan perubahan yang benar serta solusi yang jitu ialah hanya dengan syariah dan khilafah.

Ya, hanya dengan khilafah perubahan yang diimpikan umat manusia akan terjadi. Karena hanya khilafah yang merupakan metode shahih dalam penerapan hukum Islam. Sementera itu, hanya syariah Islam yang pasti dapat menyelesaikan problematika umat saat ini. Bahkan, yakin dan percaya, hanya Khilafah yang akan melahirkan generasi muda terbaik abad ini.

Oleh karena itu kawan, bergabunglah bersama para pemuda pengusung perubahan besar, yakni perubahan menuju syariah dan khilafah. Karena Khilafah ialah janji Allah dan merupakan bisyarah dari Rasulullah, maka tak ada pilihan lain kecuali memperjuangkanya. Oke? Yuk teriakkan: We are Young, We Need Khilafah, Not Democracy! Allahu Akbar!!![]

Change Your World!



Mengapa harus Berubah? Pertanyaan itu yang sering ditanyakan kepada para pengemban misi perubahan. Pertanyaan “Why” memang agak sulit dijelaskan namun
kita coba menjawabnya.

Mengapa kita –pemuda- harus melakukan perubahan? Karena memang tugas kita sebagai pemuda, bukan hanya belajar, kawan. Bukan hanya mencari kerja, cari duit, materi dan sebagainya. Seharusnya kita sadar, bahwa dunia ini sementara dan merupakan godaan terbesar buat manusia.

Sementara di sisi lain, di hadapan mata kita, para pemuda metropolitan bahkan kampungan sudah terjebak dalam lingkaran setan liberalisme. Free sex, narkoba, tawuran dan sederet kriminalitas lainnya mewarnai aktivitas pemuda masa kini. Mereka lebih senang nongkrong, pacaran, nonton bioskop dan minum-minuman keras ketimbang harus ke masjid, baca qur’an atau mengikuti kajian-kajian keislaman.

Di sekolah, pemandangan mengerikan ketika dua muda-mudi bermesraan. Mereka yang seharusnya mencari ilmu, malah terjerumus ke dalam kubangan maksiat yang tak berujung. Maka tak heran, ketika ujian tiba, aksi contek-mencontek menjadi hal biasa di kalangan para pemuda. Dan sangat wajar bila dari 100 pelajar yang lulus SMA sederajat, hanya 11 orang yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi. (APTISI, 2010).

Di kampus pun sama, kawan. Mahasiswa yang dikenal sebagai masyarakat ilmiah justru memperlihatkan ke-apatisan mereka dalam melihat masalah bangsa. Diskusi-diskusi ilmiah menurun drastis. Yang ada hanya mahasiswa pragmatis yaitu mahasiswa yang hanya muncul ketika di’suap’ oleh pihak-pihak tertentu. Pendidikan yang seperti itu menghasilkan SDM yang rendah, bahkan Indonesia menempati peringkat 109 dari 174 negara yang memiliki SDM yang baik.

Di kalangan remaja, aborsi sangat marak. Bahkan puskenkes UI pada tahun 2010 melakukan survey yang menghasilkan fakta bahwa aborsi terjadi 100 kasus/hari.  Semua itu akibat dari pergaulan bebas ala barat yang diadopsi para pemuda-pemudi Indonesia. Naudzubillah min dzalik.

Tak hanya itu saja, media Indonesia memberitakan bahwa pada tahun 2012 lalu, dari 100 juta penduduk Indonesia, 50% berada dalam kemiskinan. Padahal  tambang emas freeport Papua memproduksi 200 ton emas murni/hari. Semestinya dengan hasil produksi sebanyak itu, tak ada lagi orang miskin di Indonesia, kawan.

Sayangnya, keuntungan dari tambang emas itu berada di tangan asing. Bahkan untuk memaksa perubahan deviden yakni sistem bagi hasil, pemerintah Indonesia tak bisa. Akhirnya rakyatlah yang menderita dan dijajah atas nama pajak.

Tambang Indonesia bukan hanya emas, kawan. Ada nikel, aspal, tembaga. Juga minyak bumi, gas, dan lainnya melimpah ruah. Namun kenyataan pahit harus kita hadapi. Negeri Zamrud Khatulistiwa ini, terjerat hutang yang sangat besar. Total hutang Indonesia hingga September 2012 mencapai Rp. 1.975,62 triliun. (Kementerian Keuangan, 2012). Yang jika dibagi ke 200 juta penduduk Indonesia, maka bayi yang baru lahirpun berhutang Rp. 7-8 juta. Astaghfirullah.

Indonesia kita ini mayoritas muslim. Rakyat dan penguasanya muslim. Namun, ternyata korupsi menjadi budaya yang tak pernah lepas dari negeri ini. Bahkan Indonesia adalah salah satu negara terkorup no. 14 di antara 146 negara di dunia (TI, 2005), pada tahun 2006, ketika KKN serius diberantas, peringkat malah naik menjadi no 5 (TI, 2006). Kemudian, masih banyak kasus-kasus yang belum tuntas. Sebut saja Kasus BLBI Rp. 650 T, Kasus Bank Century Rp. 6,7 T, Rekoveri gempa Padang Rp. 100 M (1/60 Century).

Sementara itu, negeri-negeri kaum muslimin yang lain sedang menderita. Pembantaian Kaum muslim di Palestina, di Suriah, Rohingya, Chechnya, Afrika Tengah, China, dll yang dilakukan oleh kaum kafir hanya membuat para penguasa negeri-negeri muslim terdiam. Tak bisa berbuat apa-apa. Al-Qur’an dibakar, Nabi Muhammad dilecehkan, bahkan kaum muslimah di eropa dilarang berkerudung. Masya Allah.

Melihat semua fakta yang ada. Maka kita harus berubah, kawan. Time for change. Waktunya untuk melakukan perubahan mendasar. Bukan perubahan parsial namun perubahan dengan cara yang berbeda. Karena hanya orang gila yang berharap hasil berbeda dengan cara yang sama. Kita harus merubah diri kita. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu merubah apa-apa yang ada pada dirinya” (Ar-Ra’d:11)

Dan masa muda ialah saat yang tepat untuk melakukan perubahan. Pemuda memang harus melakukan perubahan. Segala potensi yang dimiliki pemuda memang layak untuk itu. Dan Perubahan yang kita inginkan ialah perubahan yang revolusioner dan menyeluruh menyangkut semua sistem kehidupan. Yakni penerapan Islam secara kaffah.

Mengapa harus Islam? Karena Islam-lah satu-satunya agama sekaligus ideologi yang berasal dari Allah SWT, sang pencipta manusia, alam semesta dan kehidupan. Tentu sistem ini merupakan alternatif terbaik setelah Komunisme runtuh dan Kapitalisme yang kini sedang sekarat.

Memilih Islam -pun bukan hanya karena itu, kawan. Pemuda Islam harus yakin bahwa Islam ialah rahmat bagi seluruh alam dan penerapan Islam merupakan konsekwensi logis dari keyakinannya tersebut. Yakni keyakinan yang lahir dari proses berfikir yang benar alias berasal dari aqidah aqliyah.

Untuk itu wahai pemuda, Change Your World. Ubahlah duniamu, kawan. Pimpinlah perubahan ini. Perubahan dari Jahiliyah modern (Demokrasi-red) menuju kebangkitan Islam dalam naungan sistem Ilahiyah; Khilafah Islamiyah ‘ala minhajin nubuwwah. Siap? Allahu Akbar![]